Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN

BERBELANJADI SUPERMARKET DI KOTA PADANG

Renfist Jendi
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang
Jl. Prof. Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Barat, Padang
Email : renfistjendi@ymail.com

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku
konsumen untuk berbelanja di supermarket. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Padang
yang memiliki daya beli. Penarikan sampel diambil dengan menggunakan metode proportional stratified
random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 156 responden. Teknik analisis data yang dipakai
adalah analisis faktor. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat delapan faktor yang
mempengaruhi konsumen memilih berbelanja di supermarket yaitu (1) faktor demografi, (2) faktor
promosi, (3) faktor merchandise dan kebersihan, (4) faktor ruangan, (5) faktor fasilitas, (6) faktor lokasi,
(7) budaya, dan yang terakhir (8) faktor karyawan. Penulis menyarankan pihak supermarket harus
mengetahui karakteristik dan keinginan konsumennya, dimana demografimemiliki pengaruh yang besar
dalam meningkatkan keinginan konsumen untuk berbelanja di supermarket di Kota Padang.

Kata Kunci: Analisis faktor, perilaku konsumen, bauran pemasaran ritel,


keputusan pembelian.

ABSTRACT

The aim of this study is to determine the influence some factors to consumer purchasing behavior in
some supermarket in Padang. The population in this study was the people of Padang who have
purchasing power. Sampling taken using proportional stratified random sampling method, with a total
sample of 156 respondents. The data analysis technique used was factor analysis. The results of
supermarket, which are (1) demographic factors, (2) promotion factors, (3) merchandise and hygiene
factors, (4) room factors, (5) facility factor, (6) location factors, (7) culture, and lastly
(8)employeesfactors. Author suggests the supermarket need to know the characteristics and desires of
consumers, where demographic has a great influence in improving consumers' desire to purchase in the
supermarket in the city of Padang.

Keyword : Factor analysis, consumer behavior, retail marketing mix, purchase decision

1
PENDAHULUAN dan lokasi mall di Kota Padang dapat dilihat
pada Tabel 1.
Bisnis ritel atau usaha eceran di Indonesia telah
mengalami kemajuan pesat pada beberapa tahun
terakhir. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya Tabel 1
toko, kantor, pabrik, dan jenis usaha lainnya. Nama dan Lokasi Mall/Plaza di Kota Padang
Kemajuan bisnis eceran yang ada di Indonesia Tahun 2010
diakibatkan karena adanya perkembangan usaha
manufaktur serta peluang pasar yang cukup No Nama Lokasi Keterangan
terbuka yang disebabkan oleh dampak dari Mall/Plaza
lajunya kondisi ekonomi masyarakat. 1 Basko Grand Jl. Hamka, Sudah beroperasi
Mall Padang
Perkembangan ini mengakibatkan terjadinya 2 Plaza Andalas Jl. Pemuda, Sudah beroperasi
perubahan-perubahan yang mempengaruhi Padang
kehidupan masyarakat, terutama yang ada di 3 Sentral Pasar Jl. M. Yamin, Dalam pembangunan
kota-kota besar salah satunya Kota Padang, Raya Padang kembali (rusak akibat
dimana salah satu perubahan itu adalah tempat gempa)
4 Rocky Plaza Jl. Permindo, Sudah beroperasi
belanja masyarakat. Padang
Salah satu media dalam kegiatan ritel Sumber: BPS Kota Padang (2011)
adalah pasar. Pasar adalah media pertemuan
antara pembeli dan penjual lebih dari satu yang Untuk meninjau faktor-faktor apa saja
melakukan transaksi. Bagi konsumen, adanya yang menyebabkan masyarakat Kota Padang
pasar akan mempermudah memperoleh barang beralih berbelanja ke supermarket, penulis
dan jasa kebutuhan sehari-hari. Adapun bagi melakukan survei awal kepada beberapa
produsen, pasar menjadi tempat untuk responden dengan menanyakan secara langsung
mempermudah proses penyaluran barang hasil dan juga melalui media sosial online seperti
produksi. Berdasarkan jenis dan cara Facebook dan Twitter.Berdasarkan survei awal
penawarannya, pasar dapat dibedakan menjadi tersebut, terdapat banyak faktor yang
dua yaitu pasar tradisional dan pasar modern mempengaruhi responden untuk berbelanja di
(supermarket). supermarket. Sikap dan perilaku masyarakat
Perdagangan di Sumatera Barat secara internal dipengaruhi oleh faktor
khususnya Kota Padang juga mengalami psikologis dan secara eksteral berkaitan dengan
perkembangan. Terbukti dengan tumbuhnya strategi pemasaran. Selain itu faktor tersebut
beberapa pasar di Kota Padang. Menurut dipengaruhi juga kebijakan publik yang berkait
DinasKota Padang, klasifikasi pasar dalam hal dengan regulasi dan fasilitas terhadap
sarana dibedakan atas bentuk pasar grosir, perkembangan pasar-pasar semimodern dan
mall/pasar swalayan maupun pasar modern.
tradisional.Seiring dengan perkembangan Kota Faktor-faktor yang mempengaruhi
Padang sebagai kota besar dan diharapkan konsumen berbelanja di supermarket yang
berkembang menjadi kota “Metropolitan”, maka merupakan salah satu dari bisnis riteltersebut
keberadaan sarana perekonomian yang nyaman melibatkan bauran pemasaran ritel (retailing
dan modern menjadi sebuah kebutuhan bagi mix) dimana pengusaha supermarket memiliki
warga kota dan turis yang bekunjung. Mengikuti strategi bauran ritel yang lebih baik dari pada
tuntutan kebutuhan tersebut, di Kota Padang juga pasar tradisional.
tumbuh dan berkembang mall/plaza dan Supermarket menjual berbagai macam
swalayan. Hingga akhir tahun 2012 telah kebutuhan merchandise (barang-barang).
terdapat 4 buah mall di Kota Padang yang pada Adapun produk-produk yang dijual lebih
saat ini hanya terdapat 3 yang beroperasi. Nama lengkap dan beragam. Hampir semua produk
yang dijual di pasar tradisional seharusnya dapat
2
ditemui di supermarket.Pada pasar modern, yang beralih untuk berbelanja supermarket dan
harga yang ditawarkan kepada konsumen swalayan merupakan suatu kasus yang menarik
cenderung lebih tinggi, tetapi harga tersebut untuk dikaji. Sehubungan dengan uraian yang
lebih fix dan konsumen tidak perlu melakukan telah dikemukan diatas, maka penulis tertarik
tawar-menawar seperti yang terdapat pada pasar untuk melakukan penelitian yang berjudul
tradisional.Supermarket juga menggunakan “Analisis Faktor–Faktor yang Mempengaruhi
strategi periklanan dan promosi. Periklanan yang Perilaku Konsumen Berbelanja Di Supermarket
dilakukan adalah dengan cara memberikan Di Kota Padang.”
informasi tentang produk yang dijual
menggunakan media televisi lokal, brosur, TINJAUAN TEORI
baliho, dan media internet yang bertujuan untuk
menarik minat konsumen berbelanja di Perilaku Konsumen
supermarket atau swalayan yang ada di Kota
Padang. Pengertian perilaku konsumen menurut Kotler
Lokasi yang ditempati oleh swalayan– dan Keller (2009:166) adalah : “Semua individu
swalayan kebanyakan berada pada lingkungan dan rumah tangga yang membeli atau
pemukiman penduduk, instansi pemerintah, memperoleh barang dan jasa untuk dikonsumsi
pendidikan, terminal dan pusat olahraga. pribadi”. Sedangkan menurut Solomon
Suasana atau atmosphere di dalam toko berperan
(2011:33) : “Consumer behavior is the study of
penting untuk memikat konsumen dalam
membuat mereka nyaman pada saat memilih the processes involved when individuals or
barang, dan mengingatkan konsumen tentang groups select, purchase, use, and dispose of
produk apa yang perlu dimiliki baik untuk goods, services, ideas, or experiences to satisfy
keperluan pribadi maupun keperluan rumah their needs and desires”
tangga.Faktor dari bauran pemasaran ritel yang
terakhir adalah retail customer service atau Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku
pelayanan pelanggan.Hal–hal yang dapat
memfasilitasi para pembeli terdiri dari layanan Konsumen
pelanggan, personal selling, layanan transaksi
berupa cara pembayaran yang mudah, layanan Pembelian konsumen sangat dipengaruhi oleh
pembayaran dengan kartu kredit, kartu anggota karakteristik budaya, sosial, pribadi, dan
belanja dan fasilitas–fasilitas seperti: toilet, psikologis (Kotler dan Amstrong, 2008:159),
tempat tunggu, mesin ATM dan sarana parkir. seperti yang terdapat pada Gambar 1.
Selain itu masih banyak faktor yang
dipertimbangkan konsumen untuk berbelanja di Keputusan Pembelian
supermarket dan swalayan yang datang dari
perilaku dan minat konsumen tersebut. Faktor- Kotler dan Amstrong (2008:226) mengemukakan
faktor tersebut antara lain muncul dari bahwa keputusan pembelian adalah tahap proses
karakteristik konsumen seperti umur, daerah keputusan dimana konsumen aktual melakukan
asal, agama, pendidikan, pendapatan, pekerjaan, pembelian produk. Sementara menurut
keadaan ekonomi, gaya hidup dan kepribadian. Schiffman dan Kanuk (2010:485) : “Keputusan
Faktor sosial juga dapat mempengaruhi adalah dua seleksi terhadap dua pilihan atau
konsumen seperti keluarga dan teman. lebih”.Keputusan pembelian konsumen meliputi
Dalam melakukan pembelian, konsumen bagaimana individu, kelompok, dan organisasi
selalu memperhatikan faktor–faktor yang memilih, membeli, menggunakan dan tidak
memotivasi mereka dalam melakukan pembelian menggunakan barang atau jasa. Keputusan
produk yang dijual di Supermarket dan Swalayan pembelian konsumen tidak sebagai tahap akhir,
di Kota Padang. Mulai banyaknya konsumen tetapi sebaliknya titik awal proses konsumsi
(Schiffman dan Kanuk, 2010:485).
3
Penjualan Eceran (Retailing)
Budaya
Sosial Michael Levy&Burton A.Weitz (2009:6)
Budaya Pribadi menyatakanbahwa,“Retailing is the set of
Kelompok
referensi Usia dan Psikologis
business activities that adds value to the
tahap siklus products and services sold to the consumers for
hidup
Motivasi their personal or family use”. Menurut Christina
Sub Keluarga Pekerjaan
Persepsi
(2008:4), usaha ritel atau eceran (retailing) dapat
budaya
Situasi Pembeli dipahami sebagai semua kegiatan yang terlibat
Ekonomi Pembelajaran dalam penjualan barang atau jasa secara
Peran dan Gaya Hidup
Kepercayaan
langsung kepada konsumen akhir untuk
Status
Kelas
Kepribadian dan sikap penggunaan pribadi dan bukan penggunaan
Sosial
dan konsep bisnis
diri

Bauran Pemasaran Ritel


Gambar 1
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Menurut Levy& Weitz (2009:21), unsur–unsur
Perilaku Konsumen yang terdapat didalam bauran pemasaran ritel
Sumber :Kotler dan Amstrong ( 2008:160) adalah merchandise, pricing, location, store
design, customer service dan communication
mix.
Proses Pengambilan Keputusan Konsumen
1) Merchandise, terdiri dari kegiatan untuk
Menurut Kotler dan Keller (2009:208), pengadaan barang dan jasa yang tersedia di
pengambilan keputusan konsumen meliputi tempat, waktu, dan harga serta dalam jumlah
semua proses yang dilalui konsumen dalam yang memungkinkan peritel untuk mencapi
mengenali masalah, mencari solusi, tujuannya (Berman dan Evans 2007:408).
mengevaluasi alternatif, dan memilih di antara 2) Penetapan harga (pricing). Buchari
pilihan-pilihan pembelian mereka.Gambar 2 (2005:169) mendefinisikan harga sebagai
menunjukkan lima tahap yang dilalui pembeli nilai suatu barang yang dinyatakan dengan
untuk mencapai keputusan membeli suatu uang.
produk (Kotler dan Keller, 2009: 208), 3) Periklanan dan Promosi. Sharma
mendefinisikan (2008: 196) sebagai aktifitas
yang digunakan manusia untuk
Problem Information Evaluation of
recognition Search Alternatives
mengkomunikasikan kepada orang lain
tentang produk atau jasa yang mereka
tawarkan, dan meyakinkan orang lain
tersebut untuk menggunakannya”.
Postpurchase
Behavior
Purchase
Decision
4) Lokasi, merupakan faktor yang sangat
penting dalam bauran pemasaran ritel.
Gambar 2 5) Store atmosphere, bermaksud
Five Stage Model of the Consumer Buying Process sebagaisuasana yang tercipta dari gabungan
Sumber : Kotler dan Keller, 2009:208 unsur–unsur desain toko/gerai,penataan
toko, komunikasi visual dan merchandise
6) Retail customer service, merupakan kegiatan
yang dilakukan peritel dalam memfasilitasi
para pembeli saat mereka berbelanja di gerai

4
Supermarket Supermarket Carrefour Yogyakarta”. Hasil
penelitian ini diketahui bahwa terdapat dua
Buchari (2005:69) mendefinisikan supermarket faktor yang membedakan konsumen dalam
toko makanan yang besar yang sifatnya cash and melakukan kegiatan belanja di Carrefour
carry, self service yang menjual bahan makanan Yogyakarta yaitu pertama faktor hedonic value
dan minuman. Mc.Carthy (1993) dalam yang terdiri dari variabel tata letak produk yang
DesainWebsitedotNet (2012)menerangkan menarik, lampu penerangan yang memadai,
bahwa :“a supermarket is a large store alunan musik, lokasi toko yang strategis, dan
specializing in groceries, with self service and keramahan karyawan. Faktor kedua adalah
wide assortments”. Maksudnya supermarket utilitarian value yang terdiri dari variabel
merupakan toko besar yang bergerak dibidang kelengkapan produk, lay out produk, dan harga
kebutuhan sehari-hari, dengan fasilitas yang yang kompetitif. Perbedaan penelitian ini dengan
beragam dan menggunakan self service dalam penelitian sebelumnya terletak pada objek
sistem pembayaran. Sedangkan dalam kamus penelitiannya.
bisnissupermarket diartikan berupa : a large Das (2008) yang berjudul “Categorizing
store that sells a variety of food and household consumers’ Buying Behaviour: A Factor
items to customers”. Maksud dari supermarket Analysis in Consumer Durable Market.”
yaitu toko besar yang menjual berbagai macam Penelitian ini dilakukan untuk meneliti faktor-
makanan dan barang kebutuhan rumah tangga faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian
kepada konsumen. merek televisi di India. Terdapat beberapa faktor
yang mempengaruhinya seperti structural add-
Penelitian Terdahulu ons, word of mouth, technical features,
durability and ground reality.
Malai dan Pitsuan (2002) melaukan penelitian Penelitian oleh Adityo Setyawarman
yang berjudul “A Factor Analysis Approach for (2009) yang berjudul “Pola Sebaran dan Faktor-
Understanding Attitude and Consumer Behavior faktor yang mempengaruhi Pemilihan Lokasi
Toward Supermarkets in the Bangkok Retail Modern”. Penelitian ini mendapatkan hasil
Metropolitan Areas.” Penelitian ini menemukan 6 faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi.
3 faktor yang mempengaruhi konsumen yaitunya Faktor-faktor tersebut adalah faktor demografi,
store athmosphere, store location, and store sosio-ekonomi konsumen, psikografis,
price and sales promotion. aksesibilitas, persaingan dan perubahan
Yazid (2007), dengan penelitian yang permintaan. Persamaan dengan penelitian ini
berjudul “Analisa Faktor–Faktor yang adalah sama-sama menggunakan analisis faktor.
Mempengaruhi Konsumen Membeli di Hero Penelitian oleh Pattil dan Bbakappa
Pasar Swalayan Surabaya”. Hasil penelitian ini (2012) dengan judul “ The Influence of Culture
diketahui bahwa faktor sikap petugas, security, on Cosmetics Consumer Behavior”. Penelitian
harga, lingkungan, produk, promosi, biaya, area, ini fokus kepada pengaruh faktor budaya
dan lay-out merupakan faktor yang terhadap konsumen yang memutuskan untuk
mempengaruhi sikap konsumen dalam membeli produk kosmetik di India. Terdapat 3
berbelanja di Hero Pasar Swalayan Surabaya. faktor yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian culture, state and region as cosmetics
sebelumnya terletak pada objek penelitiannya. subculture, and global brands as cross culture.
Persamaan penelitian ini, sama–sama meneliti
tentang perilaku konsumen dan menggunakan Kerangka Pemikiran
teknik analisis faktor dalam menganalisis data.
Singgih (2007), melakukan penelitian Berkaitan dengan tujuan penelitian, indikator -
dengan judul “Faktor – Faktor yang indikator yang digunakan dalam penelitian ini
Mempengaruhi Konsumen Untuk Berbelanja di terdiri dari 54 faktor untuk mengetahui faktor–
faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam
5
berbelanja di supermarket di kota Padang. Faktor Penelitian ini dilaksanakan di Kota Padang,
- faktor yang digunakan dalam penelitian Sumatera Barat. Pelaksanaan penelitian ini
inimeliputi : (1) daerah asal, (2) agama, (3) berlangsung dari Oktober hingga November
teman, (4) keluarga, (5) pendidikan, (6) umur, 2012.
(7) pendapatan, (8) pekerjaan, (9) keadaan
ekonomi, (10) Gaya Hidup, (11) Kepribadian, Sampel
(12) Tingkat kebutuhan, (13) Keinginan, (14)
Metode pengambilan sampel yang digunakan
Persepsi, (15) Pengalaman berbelanja, (16)
dalam penelitian ini menggunakan proportional
Kesenangan dalam berbelanja,(17) Informasi,
stratified random sampling, yaitu pengambilan
(18) Kelengkapan merchandise(19) Variasi
sampel dari anggota populasi secara acak dan
merek merchandise(20) Kualitas
berstrata secara proporsional, teknik ini
merchandise(21) Tingkat harga (22) Discount
dilakukan apabila anggota populasinya heterogen
price, (23) Kemudahan pembayaran,(24) lokasi
(tidak sejenis), yang bermaknapengambilan
yang mudah dijangkau, (25) Lokasi yang
sampel adalah dari anggota populasi yang dapat
strategis, (26) Iklan dari media,(27) Public
ditemui dengan mudah yang dengan senang hati
Relation, (28) Sales Support,(29) Undian
memberikannya.
Berhadiah,(30) Word of Mouth(31) Luas dan
Tinggi Bangunan (32) Desain bangunan yang Teknik Analisis Data
menarik (33) lingkungan sekitar toko (34) Jarak
pengelihatan toko (35) Display Window(36) Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah
Entrance(37) Suasana ruangan yang sejuk(38) analisis faktor. Adapun analisis faktor
design ruangan yang menarik (39) Lantai yang merupakan suatu proses untuk meringkas
mendukung (40) Pencahayaan dalam toko (41) sejumlah variabel menjadi lebih sedikit dan
Aroma dalam toko (42) Tata cara pemajangan menamakannya sebagai faktor. Model faktor
merchandise(43) Kenyamanan berbelanja (44) dapat di tampilkan sebagai berikut:
Jaminan keamanan saat berbelanja (45) Jaminan
keamanan penitipan barang (46) Kebersihan Xi = Ai1 Fi1 + Ai2 Fi2 + Ai3 Fi3 + ⋯
ruangan (47) Fasilitas Parkir yang luas (48) + AimFim + V1Vi
Fasilitas Umum (49) Kemampuan pelayanan Keterangan:
bagian kasir (50) Keramahan pramuniaga (51) Xi = Standar variable ke i
Kemampuan karyawan menanggapi keluhan (52) Ai1 = Kofisien regresi berganda (standarisasi
Jam buka yang sesuai (53) Mudah untuk loading)
menukarkan barang dan dapat pengembalian Fi = Faktor umum
uang (54) fasilitas kartu kredit. Vi = Standarisasi koefisien regresi dari
variabel ke I pada faktor khusus ke I
METODE PENELITIAN V1 = Faktor khusus bagi variabel ke i
Jenis Penelitian M = Jumlah faktor umum
Faktor umum dapat dinyatakan sebagai
Penelitian yang akan dilakukan ini termasuk ke kombinasi linear dari variabel yang diamati
dalam penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif dengan formula sebagai berikut:
merupakan tipe penelitian yang bertujuan untuk
menggambarkan sifat sesuatu yang tengah Fi = Wi1X1 + Wi2X2 + Wi3X3 + ⋯
berlangsung pada saat riset dilakukan dan + WikXk
memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala
tertentu.

Keterangan:
Tempat dan Waktu Penelitian
6
Fi = Estimasi faktor ke i Bila faktor loading sebuah variabel lebih kecil
Wi = Bobot atau skor koefisien faktor ke i dari 0,5 maka variabel tersebut dikeluarkan
K = Jumlah variabel dari model. Semakin besar nilai loading faktor
yang dibentuk maka semakin tinggi ranking
Adapun langkah-langkah dalam variabel tersebut didalam faktor tersebut.
melakukan analisis faktor adalah: Interprestasi atas faktor yang telah
1) Memilih Variabel Matrix Korelasi dengan terbentuk khususnya memberi nama atas
Menggunakan Metode Barhelts Test of faktor yang terbentuk yang biasa di anggap
Sphericity dan Karser-Meyer-Ollen (KMO) mewakili variabel-variabel anggotanya.
Measure of Sampling Adenquncy Penamaan faktor tersebut ditentukan oleh
KMO merupakan uji yang nilainya berkisar peneliti sendiri dimana penamaan faktor
antara 0 sampai 1 ini mempertanyakan tergantung pada nama-nama variabel yang
kelayakan (appropriateness) analisis faktor. menjadi satu kelompok pada interpretasi
Apabila nilai indeks tinggi atau berkisar masing-masing analisis dan aspek lainya.
antara 0,5 hingga 1, analisis faktor tersebut
layak untuk dilakukan, sebaliknya kalau Hasil dan Pembahasan
nilainya berada dibawah 5, analisis faktor Memilih variabel Matrik Korelasi
tersebut tidak layak untuk dilakukan.
2) Ekstraksi Variabel Dari hasil pengolahan data dengan SPSS for
Ekstraksi variabel digunakan untuk Windows versi 15 dapat ditampilkan Tabel 2
menentukan jumlah faktor. Penentuan jumlah yang memuat KMO and Bartlett's Measure of
faktor ini didasarkan pada nilai eigenvalues di Sampling Adequancy (MSA).
atas 1 sedangkan angka eigenvalues yang di
bawah 1 tidak digunakan dalam menghitung Tabel 2
jumlah faktor yang terbentuk. Hasil test KMO dan Bartlett’s test
0,853
3) Rotasi Faktor
Rotated companent matrix merupakan proses Bartlett's Test of Approx. Chi- 3028,792
menurunkan satu atau lebih faktor rotation Sphericity Square
atau rotasi terhadap faktor yang telah di Df 630
bentuk, tujuannya untuk memperjelas variabel Sig ,000
yang akan masuk ke dalam faktor penentu.
Dalam menggunakan rotasi varimax, Sumber: Data Primer SPSS, 2012 (diolah)
yaitu metode yang bertujuan untuk merotasi
Hasil perhitungan menunjukkan besaran
faktor awal hasil ekstraksi sehingga akan
nilai Barlett Test of Sphericity adalah 3028,792
menghasilkan matriks yang lebih sederhana
pada signifikan 0,000 yang berarti pada
untuk mempermudah interpretasi dengan
penelitian ini ada korelasi yang sangat signifikan
meminimalkan variabel yang dimiliki loading
antar variabel dan hasil perhitungan KMO
faktor tinggi terhadap faktornya. Setelah
sebesar 0,853 sehingga kecukupan sampel
jumlah faktor terbentuk maka dilanjutkan
termasuk kategori yang layak unuk dilanjutkan.
dengan proses penetapan variabel.
Selain itu nilai Anti Image Correlation
menunjukanbahwa nilai MSA dari semua
4) Interpretasi Faktor
variabel sudah memenuhi syarat validitas faktor
Interpretasi dilakukan dengan melihat faktor
yaitu lebih besar dari 0,5 dan bisa dilanjutkan
loading (korelasi) suatu variabel dengan
untuk analisis lebih lanjut.Dengan diterimanya
faktornya. Faktor Loading dapat menjelaskan
variabel layak, maka proses analisis dilanjutkan
seberapa besar bisa mengukur faktor yang
dengan ekstraksi faktor dan mencari nilai
terbentuk dari tiap- tiap kelompok faktor.
communalities dari tiga puluh enam variabel
Batasan faktor loading lebih besar dari 0,5.
dengan metode Principal Component Analysis.
7
Ekstraksi Variabel nilai tertinggi penyataan akan menentukan di
faktor mana akan di tempatkan.yang hasil nya
Sumber: Data Primer SPSS, 2012 (diolah) akan dijelaskan dalam Tabel 4.
Hasil analisisfaktor adalah 36 indikator yang Tabel 4
selanjutnya menjadi 8 faktor.Penentuan jumlah Faktor-faktor Penentu yang Mempengaruhi
faktor ini didasarkan pada nilai eigenvalues di Perilaku Konsumen Dalam Berbelanja di
atas 1 sedangkan angka eigenvalues di bawah 1 Supermarket
tidak digunakan dalam menghitung jumlah No Eigen Loading
faktor yang terbentuk. Dari hasil olahan data Variabel Faktor Value Faktor
1 5 Tingkat Pendidikan 10,879 0,670
didapat nilai Initial Eigenvaluesnya sebesar 2 6 Usia 0,692
64,821 3
4
7
8
Pendapatan
Pekerjaan
0,626
0,755
5 9 Kondisi Ekonomi 1 0,691
6 10 Gaya Hidup/ Lifestyle 0,798
Tabel 3 7 11 Sifat/Kepribadian 0,758
Ekstraksi Variabel 8 12 Keinginan dalam berbelanja 0,702
9 13 Kesenangan dalam berbelanja 0,446
Kom- Initial Eigenvalues Extraction Sums of Squared 10 18 Discount price/ potongan harga 3,556 0,614
ponen Loadings 11 22 Iklan dari Media 0,760
Total Varian Komulatif Total Varian Komulatif 12 23 Hubungan dengan publik yang baik 2 0,693
% 13 24 Promosi penjualan berupa brosur, 0,708
% % % buku, dll
1 10,879 30,218 30,218 10,879 30,218 30,218 14 25 Undian berhadiah 0,780
15 26 Informasi yang beredar 0,660
2 3,556 9,879 40,098 3,556 9,879 40,098
16 14 Kelengkapan Barang-barang 2,29 0,553
3 2,229 6,192 46,290 2,229 6,192 46,290 17 15 Banyaknya jenis barang yang tersedia 0,719
18 16 Kualitas barang-barang yang bagus 3 0,575
4 1,645 4,569 50,858 1,645 4,569 50,858 19 29 Tata cara pemajangan barang-barang 0,510
20 31 Kebersihan ruangan 0,598
5 1,539 4,274 55,132 1,539 4,274 55,132
21 27 Suasana ruangan yang sejuk 1,645 0,802
6 1,299 3,609 58,742 1,299 3,609 58,742 22 28 Desain ruangan yang menarik 4 0,736
23 30 Jaminan keamanan saat berbelanja 0,482
7 1,164 3,234 61,976 1,164 3,234 61,976 24 32 Fasilitas parkir yang luas 1,539 0,694
8 1,024 2,845 64,821 1,024 2,845 64,821 25 33 Fasilitas umum yang tersedia 5 0,855
26 35 Kemampuan pramuniaga 0,652
Sumber: Data Primer SPSS, 2012 (diolah) 27 19 Kemudahan pembayaran 1,299 0,423
28 20 Lokasi yang mudah di jangkau 6 0,814
29 21 Lokasi yang strategis 0,756
Penentuan jumlah faktor berdasarkan nilai 30 1 Budaya daerah asal 1,164 0,541
eigenvalues 1 yang bertujuan untuk 31
32
2
3
Agama yang dianut
Pengaruh dari teman 7
0,671
0,445
menyederhanakan struktur data dari 36 indikator 33 4 Pengaruh dari keluarga 0,856
34 17 Tingkat Harga 0,359
yang tercakup dalam 8 faktor.Nilai eigenvalues 35 34 Kemampuan kasir yang baik 8 1,024 0,719
tertinggi terdapat pada faktor 1 dengan nilai 36 36 Fasilitas kartu kredit 0,357

eigenvaluesnya sebesar 10,879 berarti nilai yang


Sumber: Data Primer SPSS, 2012
mewakili total variance yang dijelaskan oleh
setiap faktor sebesar 10,879%. Nilai percent of Dalam penelitian ini terdapat variabel
variance pada faktor 1 sebesar 30,218 yang yang mempunyai faktor loading kurang dari 0.5
berarti faktor ini mampu menjelaskan yaitu sehingga harus di keluarkan dalam model
keberagaman indikator sebesar 30,218 %. yaitu: (13) kesenangan dalam berbelanja (0,446),
Rotasi Faktor (30) jaminan keamanan saat berbelanja (0,442),
(19) kemudahan pembayaran (0,442), (3)
Matriks faktor yang terbentuk sebelum di pengaruh dari teman (0,445), (17) tingkat harga
lakukan rotasi masih menunjukan hasil yang (0,359), dan (36) fasilitas kartu kredit (0,357).
tidak jelas bedanya sehingga masih sulit untuk
diinterpretasikan. masalah tersebut dapat
diupayakan dengan melakukan rotasi faktor Interpretasi Faktor
untuk memudahkan penjelasan seluruh faktor
.Penyebaran variabel ke dalam faktor dalam Kedelapan faktor yang sudah direduksi akan
penyebaran variabel ini dapat kita lihat dimana diberikan nama, dimana penamaan faktor

8
tergantung pada nama-nama variabel yang pendapatan, pekerjaan, kondisi ekonomi, gaya
menjadi satu kelompok pada interpretasi masing- hidup, sifat/kerpibadian dan keinginan dalam
masing analisis dan aspek lainya, sehingga berbelanja. 8 faktor ini membentuk satu faktor
penamaan ini bersifat subyektif serta tidak ada yaitunya faktor demografi yang merupakan
ketentuan pasti dalam penamaan faktor tersebut. elemen-elemen dari segmentasi demografi
Dari situlah dapat dilihat hasil dari variabel yang konsumen.
difaktorkan sehingga hasil akhir akan di jelaskan
pada Tabel 5 dimana variabel-variabel yang Faktor Promosi
mempunyai faktor loading <0,5 telah
Faktor promosi juga sangat mempengaruhi
dikeluarkan dan faktor yang telah dikelompokan
konsumen untuk berbelanja di supermarket.
diberi nama.
Promosi dilakukan untuk menarik konsumen
Tabel 5 sebanyak-banyaknya dan mendapatkan
Identifikasi Nama Faktor keuntungan yang diharapkan. Yazid (2006:364)
Eigen Loading menyatakan bahwa para konsumen akan lebih
No
1
Var
5
Variabel
Tingkat Pendidikan
Faktor Value
10,87
Faktor
0,670
memperhatikan apa saja jika mendapatkan
2 6 Usia 9 0,692 informasi dari media promosi. Faktor promosi
3 7 Pendapatan 0,626
4 8 Pekerjaan Demografi 0,755 dalam penelitian ini terdiri dari Discount price/
5
6
9
10
Kondisi Ekonomi
Gaya Hidup/ Lifestyle
0,691
0,798
potongan harga, iklan dari media, hubungan
7 11 Sifat/Kepribadian 0,758 dengan publik yang baik, promosi penjualan
8 12 Keinginan dalam berbelanja 0,702
9 18 Discount price/ potongan 3,556 0,614
berupa rosur, buku, dan kalender, undian
harga berhadiah dan juga word of mouth atau informasi
10 22 Iklan dari Media Promosi 0,760
11 23 Hubungan dengan publik 0,693 yang beredar.
yang baik
12 24 Promosi penjualan berupa 0,708
brosur dll Faktor Produk dan Kebersihan
13 25 Undian berhadiah 0,780
14 26 Informasi yang beredar 0,660
15 14 Kelengkapan Barang-barang 2,29 0,553 Faktor ini mencakup tentang merchandise/
16
17
15
16
Variasi barang yang tersedia
Kualitas barang-barang yang
Merchandise
&
0,719
0,575
barang-barang yang ditawarkan di supermarket
bagus kebersihan serta kebersihannya. Hali ini sejalan dengan
18 29 Tata cara pemajangan barang- 0,510
barang Yazid (2006:364) yang menyatakan bahwa para
19 31 Kebersihan ruangan 0,598
20 27 Suasana ruangan yang sejuk Ruangan 1,645 0,802 konsumen berbelanja dapat memilih berbagai
21 28 Desain ruangan yang menarik 0,736 jenis barang kualitas sesuai dengan
22 32 Fasilitas parkir yang luas 1,539 0,694
23 33 Fasilitas umum yang tersedia Fasilitas 0,855 keinginannya. Apabila barang yang diinginkan
24
25
35
20
Kemampuan pramuniaga
Lokasi yang mudah di Lokasi 1,299
0,652
0,814
tidak ada, maka dapat memilih barang substitusi.
jangkau Faktor ini terdiri dari kelengkapan merchandise,
26 21 Lokasi yang strategis 0,756
27 1 Budaya daerah asal 1,164 0,541 banyaknya jenis barang yang tersedia, kualitas
28
29
2
4
Agama yang dianut
Pengaruh dari keluarga
Budaya 0,671
0,856
merchandise yang bagus, tata cara pemajangan
30 34 Kemampuan kasir yang baik Karyawan 1,024 0,719 barang-barang, serta kebersihan ruangan
Sumber: Data Primer SPSS, 2012 supermarket.

Pembahasan Faktor Ruangan

Faktor Demografi Faktor ruangan terbentuk karena indikatornya


menilai tentang interior yang ditawarkan oleh
Dari hasil analisis faktor yang dilakukan supermarket. Yazid (2006:394) menyatakan
ditemukan bahwa faktor demografi yang bahwa para konsumen akan merasa nyaman bila
memiliki pengaruh paling besar dan dominan berada diruangan yang sejuk dan menarik.
pada perilaku konsumen dalam berbelanja di Indikator tersebut adalah suasana ruangan yang
supermarket di kota Padang. Faktor demografi sejuk dan desain ruangan yang menarik.
yang terdiri dari tingkat pendidikan, usia,

9
Faktor Fasilitas Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan
yang dilakukan, maka dapat diperoleh
Faktor fasilitas terdiri dari fasilitas dan kesimpulan bahwa faktor-faktor yang
kemudahan yang disediakan supermarket untuk mempengaruhi perilaku konsumen dalam
konsumen yang berbelanja disana. Faktor berbelanja di supermarket di Kota Padang
fasilitas ini indikatornya adalah fasilitas parkir melalui analisis faktor menghasilkan 8 faktor,
yang luas, fasilitas umum yang tersedia dan yaitu faktor demografi, promosi, merchandise &
kemampuan pramuniaga. kebersihan, ruangan, fasilitas, lokasi, budaya dan
karyawan.Variabel yang mewakili setiap faktor
Faktor Lokasi
yang mempengaruhi perilaku konsumen
Faktor lokasi merupakan salah satu faktor yang berbelanja di supermarket adalah (1) variabel
cukup dipertimbangkan oleh konsumen untuk gaya hidup/ lifestyle merupakan variabel yang
berbelanja di supermarket. Simamora (2003:521) mewakili faktor demografi, (2) variabel undian
menyatakan bahwa faktor lokasi adalah sangat berhadiah merupakan variabel yang mewakili
penting dimana memilih lokasi yang benar faktor promosi,(3) variabel variasi barang-barang
merupakan keputusan penting untuk membujuk merupakan variabel yang mewakili faktor
pelanggan untuk datang ke tempat bisnis dalam merchandise dan kebersihan, (4)variabel suasana
pemenuhan kebutuhannya. Konsumen akan ruangan yang sejuk merupakan variabel yang
berbelanja di tempat dimana dekat dan akses mewakili faktor ruangan dan kebersihan (5)
menuju kesana mudah. Selain itu konsumen juga variabel fasilitas umum merupakan variabel yang
banyak berkunjung ke supermarket dikarenakan mewakili faktor fasilitas, (6) variabel lokasi yang
letak supermarket yang strategis dimana di Kota mudah dijangkau merupakan variabel yang
Padang ini terdapat supermarket yang letaknya mewakili faktor, (7) variabel keluarga
ditengah kota dan berada di dalam mall yang merupakan variabel yang mewakili faktor
ramai dikunjungi banyak orang. budaya, dan (8) variabel kemampuan kasir yang
baik merupakan variabel yang mewakili faktor
Faktor Budaya karyawan.
Faktor budaya datang dari kebiasaan dan ajaran Saran
turun temurun yang datang dari konsumen itu
sendiri. Christina (2008:46) menyatakan bahwa Berdasarkan dari penelitian yang telah
budaya adalah faktor yang mendasar dalam dilakukan, pihak-pihak yang memiliki
pembentukan norma-norma yang dimiliki supermarket di Kota Padang harus mengetahui
seseorang yang kemudian membentuk atau segmentasi mana yang akan mereka bidik.
mendorong keinginan dan perilakunya menjadi Berdasarkan demografi, yang mana difokuskan
seorang konsumen Indikator faktor ini adalah kepada karakteristik dan perilaku konsumen
budaya daerah asal, agama yang dianut, dan juga yang hendak berbelanja disana. Faktor demografi
keluarga. konsumen merupakan faktor yang perlu
diperhatikan seperti pekerjaan, pendapatan,
Faktor Karyawan keadaan ekonomi, tingkat pendidikan, usia, gaya
Faktor ini terbentuk dalam satu indikator yaitu hidup, kepribadian konsumen yang akan dibidik,
kemampuan kasir yang baik. Yazid (2006:363) serta meningkatkan keinginan konsumen untuk
dalam penelitiannya mendapatkan bahwa faktor berbelanja di supermarket di Kota Padang.
ini memiliki pengaruh yang tinggi terhadap Caranya dengan meningkatkan promosi baik
perilaku konsumen. secara langsung maupun tidak langsung. Selain
itu promosi, ruangan merchandise dan
KESIMPULAN DAN SARAN kebersihan, fasilitas, faktor lokasi, budaya dan
karyawan juga perlu diperhatikan karena juga
Kesimpulan dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam
10
berbelanja di supermarket di Kota Padang. Consumer Durable Market”. International
Konsumen supermarket juga perlu Journal and Business Management.
memperhatikan barang-barang yang ditawarkan
oleh supermarket, dimana kondisi barang-barang DesainWebsitedotNet (2012). “Pengertian
yang tersedia, harga, lokasi, promosi yang Supermarket”.diakses pada tanggal 5 Mei
supermarket lakukan, ruangan toko dan 2012. http://desainwebsite.net
pelayanan yang diberikan supermarket akan
mempengaruhi para konsumen untuk berbelanja Dhotre, Meenal. (2010). Channel Management
di supermarket di Kota Padang. and Retail Marketing. Mumbai: Global
Media.
DAFTAR PUSTAKA
Fashbir N. Shidin. (n.d). “Mengembangkan
Adityo Setyawarman. (2009). “Pola Sebaran dan Pasar Modern dan Melindungi Pasar
Faktor-faktor yang mempengaruhi Tradisional, Dilematika Kebijakan
Pemilihan Lokasi Retail Modern”. Tesis Pembangunan Ekonomi Lokal”.Journal
Magister Teknik dan Wilayah Universitas Andalas
Pembangunan. Universitas Diponegoro
Yogyakarta. Idris. (2010). Aplikasi Model Analisis Data
Kuantitatif Dengan Program Spss. Ed.
Badan Pusat Statistik Kota Padang. (2011). Rev. III. Padang : Fakultas Ekonomi
“Profil Daerah Kota Padang Tahun 2010”. Universitas Negeri Padang
Badan Pusat Statistik Kota Padang (2012). Istijabatul Aliyah. (2012). “Pemetaan Persebaran
“Profil Kesehatan Kota Padang Tahun Dan Lingkup Layanan Pasar Tradisional
2011”. Diakses pada tanggal 4 November dan Modern Di Kota Surakarta”.Jurnal
2012. Fakultas Teknik. Universitas Sebelas Maret
http://dinkeskotapadang1.files.wordpress.c
om Kotler Philip, dan Amstrong, G. (2008). Prinsip-
Prinsip Pemasaran, 12th. Jakarta: Erlangga
Berman, B. dan Evans, J.R. (2007). Retail
Management. 10thed. United Stated of ------------------, dan Keller, K.L. (2009).
America: Pearson Prentice Hall Marketing Management. 13th ed. New
Jersey: Prentice Hall
Bilson Simamora. (2003). “Membongkar Kotak
Hitam”. Konsumen Levy, M. dan Weitz, B.A. (2009). Retailing
Jakarta:GramediaPustaka Utama. Management.7th.ed. New York : McGraw-
Hill
------------------. (2005). Analisis Multivariat
Pemasaran. Jakarta: PT. Gramedia Utama Malai, V. dan Pitsuan, W. (2002). “A Factor
Analysis Approach for Understanding
Boy R. Marpaung. (2011). “Mempertahankan
Attitude and Consumer Behavior Toward
Eksistensi Pasar Tradisional”. Medanbisnis
Supermarkets in the Bangkok Metropolitan
Buchari Alma. (2005). Manajemen Pemasaran Areas”. Journal ANZMAC Conference
dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta Proceeding. Bangkok University

Christina W. Utami. (2008). Manajemen Ritel. Moh Nazir. (2003). Metode Penelitian. Jakarta:
2nded. Jakarta : Salemba Empat. Ghalia Indonesia

Das, B. (2008). “Categorizing Consumers’ Muhammad I. Muslim. (2011). “Analisis


Buying Behaviour: A Factor Analysis in Pengaruh Merchandise, Promosi, Atmosfer
11
dalam Gerai, Pelayanan Ritel, dan Harga Bisnis Vol. 2 No. 1. Universitas Kristen
terhadap Keputusan Pembelian”. Skripsi Duta Wacana
Universitas Diponegoro
-------------------- dan Fandi Tjiptono.(2001).Riset
Nur H. Cahyana. et all (2010). “Aplikasi Pemasaran: Konsep dan Aplikasi dengan
Penilaian Kualitas Jasa/Layanan Retail SPSS,.PT Elex Media Komputindo.
dengan Metode Retail Service Quality dan Jakarta.
Analytic Hierarchy Process”. Jurnal
Teknik Informatika.UPN Veteran Solomon, Michael R. (2011). Consumer
Yogyakarta. Behavior; Buying Having, and Being. 7th.
New Jersey: Pearson Prentice Hall
Pattil, H. dan Bbakappa. (2012). “The Influence
of Culture on Cosmetics Consumer Husein Umar. (2011). Metodologi Penelitian.
Behavior”. Journal of Business and Jakarta: Erlangga
Management. Davangere University
Wikipedia. (2012). Supermarket. Diakses pada 8
Peraturan Menteri Perdagangan Republik Mei 2012.
Indonesia Nomor 3. (2008). “Tentang http://en.wikipedia.org/wiki/Supermarket
Pedoman Penataan Pasar Tradisional dan
Pasar Modern”. Yazid Y.Padmono. (2007). Analisa Faktor –
Faktor Yang MempengaruhiKonsumen
Purba dan Susfri Anita. (2011). “Faktor-Faktor Membeli di Hero Pasar Swalayan
yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Surabaya”. JurnalEkuitas Fakultas
dalam Berbelanja di Pasar Tradisional dan Ekonomi Universitas Sam Ratulangi.
Pasar Modern”. Univeristas Sumatera
Utara. Zikmund, W.G, et al. (2010). Business Research
Method, Eight Edition. Canada:
Riduwan. (2004). Metode dan Teknik Menyusun Cengange Learning
Tesis. Cetakan Kedua. Bandung : Alfabeta
Sari Yuliani. (2009). “Analisis Pelaksanaan
Bauran Eceran pada Toko Oval Citra
Sepatu Indonesia CibaduyutBandung”.
Tugas Akhir Manajemen
Pemasaran.Universitas Komputer
Indonesia.
Sekaran, U. dan Bougie, R. (2010).Research
Method for Business. UK: Wiley

Sciffman, L.G., Kanuk, L.L. (2010). Consumer


Behavior, Tenth Edition. New Jersey :
Prentice Hall

Sharma, B.M.(2008). Strategic Retail


Management. Jaipur: Global Media
Singgih Santoso. (2007). “Faktor – Faktor yang
Mempengaruhi Konsumen Untuk
Berbelanja di Supermarket Carrefour
Yogyakarta”. Jurnal Riset Manajemen dan
12