Anda di halaman 1dari 54

PRIORITAS NASIONAL 1:

PEMBANGUNAN MANUSIA MELALUI PENGURANGAN KEMISKINAN DAN


PENINGKATAN PELAYANAN DASAR

1
ISU STRATEGIS PN 1 (1/2)
REPUBLIK
INDONESIA PENURUNAN KEMISKINAN DAN KETIMPANGAN PERLU DIPERCEPAT

Penurunan ketimpangan antarkelompok pendapatan perlu terus


1 Penurunan kemiskinan perlu dipercepat untuk mencapai target
di tahun 2019
2 diupayakan melalui pendekatan lintas sektor

29 12
11.13 0.42 0.414
10.96 10,70 0.413
28.5 11
10.12 0.41 0.406
28.51 0.402
10 0.4 0.4 0.394
28 27.73 27.76 0.391
9 0.39
0.39 0.39
27.5 0.38
8 0.38
0.37
27
26.58 7 0.36
26.5 0.36
6 0.35
0.34
26 5
2014 2015 2016 2017 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
Realisasi Target
Jumlah Orang Miskin (Juta Jiwa) Tingkat Kemiskinan

Sumber: BPS, September 2014-2017 Sumber: BPS, September 2012-2017

75 71.98
Peningkatan IPM perlu diupayakan 70.79 71.5
69.55 70.18
3 melalui peningkatan angka harapan
hidup, lama sekolah, dan tingkat
70
68.90

kesejahteraan 65

60
2014 2015 2016 2017 2018 2019
Realisasi Target
2
ISU STRATEGIS PN 1 (2/2)
REPUBLIK
INDONESIA
PELAYANAN DASAR PENDUDUK BELUM MERATA

Persentase Anak Persentase Penduduk yang Persentase Penduduk yang


Angka Partisipasi Sekolah (APS) Mampu Mengakses Air Minum
yang Memiliki Akta Mampu Mengakses Sanitasi
Kelahiran Layak Layak 87.00
100 94.59 98.52 99.41 97.66 100 90
89.53 100
84.49 91.79
90 80.33 82.36 90 85.08 80 74.63
80 72.83 80 68.65
80 73.31 70 62.84
70 58.69 70 65.30 57.10
60 58.10 60
60 60
41.54 48.58 50
50 40 50
40
40 40
20 13.59 30
30 30
20 20
20
0 10
10 10
Usia 7-12 Usia 13- Usia 16- Usia 19-
0 tahun 15 tahun 18 tahun 24 tahun 0 0
Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q1 Q2 Q3 Q4 Q5
Q1 Q2 Q3 Q4 Q5

APS penduduk miskin dan Masih sekitar 11,5 Juta Sisanya masih ada 9,9 juta
Sekitar 9,1 juta anak masih rentan lebih rendah pada Rumah Tangga belum RT (39,9%) belum memiliki
belum memiliki akte setiap kelompok mengakses sanitasi layak akses terhadap air minum
kelahiran usia, terutama usia 19-24 th layak.
Keterangan: Q1 = 20% penduduk berpendapatan terbawah ; Q2 = 20% penduduk menengah bawah ; Q3 = 20% penduduk menengah; Q4 = 20% penduduk menengah atas ; Q5 = 20% penduduk
berpendapatan teratas
Sumber : Susenas Maret 2017, diolah Bappenas
3
ARAH KEBIJAKAN PN 1
REPUBLIK
INDONESIA

Sasaran:
Tingkat kemiskinan pada kisaran 7–8 persen; IPM menjadi 71,98 dan gini rasio menjadi 0,36 pada tahun 2019

Arah Kebijakan:

Meningkatkan Pelayanan Kesehatan dan Gizi


1 Mempercepat Pengurangan Kemiskinan 2 3 Memeratakan Layanan Pendidikan Berkualitas
Masyarakat
1. Memperbaiki pelaksanaan bantuan sosial dan subsidi 1. Meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan. 1. Melaksanakan program wajib belajar 12 tahun.
tepat sasaran dan sistem jaminan sosial. Meningkatkan kesehatan ibu dan anak, KB dan 2. Meningkatkan kualitas pendidik dan penempatan
2. Memperbaiki literasi; reforma agraria; dan pemberian kesehatan reproduksi. guru yang merata.
akses kelola sumber daya alam. 2. Mempercepat penurunan stunting. 3. Menyediakan afirmasi pendidikan.
3. Memperkuat pencegahan dan pengendalian penyakit. 4. Memperkuat kelembagaan satuan pendidikan.
4. Memperkuat upaya promotif & preventif “Germas”. 5. Meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan.
5. Meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan
makanan.

Meningkatkan Akses Masyarakat Terhadap 5


4
Perumahan dan Permukiman Layak
Meningkatkan Tata Kelola Layanan Dasar

1. Menyediakan akses hunian layak dan terjangkau. 1. Memperkuat layanan dan rujukan satu pintu.
2. Menyediakan akses infrastruktur dasar permukiman 2. Memperbaiki integrasi sistem administrasi
layak. kependudukan dan catatan sipil.
3. Meningkatkan kualitas lingkungan di permukiman. 3. Mempercepat pencapaian Standar Pelayanan
Minimum (SPM) di daerah.

4
PRIORITAS NASIONAL 1:
PEMBANGUNAN MANUSIA MELALUI PENGURANGAN KEMISKINAN DAN PENINGKATAN PELAYANAN DASAR
REPUBLIK
INDONESIA

1
1 Penguatan Pelaksanaan
Bantuan Sosial Tepat
Sasaran Pelaksanaan Reforma Agraria
Pengelolaan Sumber Daya
Percepatan Penguatan Sistem Jaminan
Alam melalui Perhutanan
Pengurangan Sosial
Sosial
Kemiskinan Penguatan Literasi untuk
Kesejahteraan

55 2
2
Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan
Penguatan Layanan dan Rujukan Satu
Pintu Peningkatan Kesehatan
Peningkatan Peningkatan Kesehatan Ibu, Anak, Keluarga
Penguatan Integrasi Sistem Pelayanan
Tata Kelola Berencana, dan Kesehatan Reproduksi
Administrasi Kependudukan dan PEMBANGUNAN Kesehatan
Layanan
Pencatatan Sipil MANUSIA dan Gizi Penguatan Germas dan Pengendalian Penyakit
Dasar
MELALUI Masyarakat
Percepatan Pencapaian SPM di Daerah Percepatan Penurunan Stunting
PENGURANGAN
KEMISKINAN DAN Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan
PENINGKATAN Makanan
PELAYANAN
DASAR
4
4 3
3
Peningkatan Penyediaan Pendidik yang Berkualitas dan
Merata PN
Penyediaan Akses Hunian Layak dan Terjangkau Akses Pemerataan
Masyarakat Layanan Penyediaan Afirmasi Pendidikan
Penyediaan Akses Infrastruktur Dasar Terhadap PP
Perumahan dan Pendidikan
Permukiman Layak Penguatan Kelembagaan Satuan Pendidikan
Permukiman Berkualitas
Peningkatan Kualitas Lingkungan di Permukiman Layak Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan KP
Akademik
5
PROGRAM PRIORITAS 1
REPUBLIK
PERCEPATAN PENGURANGAN KEMISKINAN
INDONESIA

• KLHK Kemen
1
• Bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa
• BPS KUKM 1 miskin
Penyiapan prakondisi masyarakat • Kemendes • Kemenpar
PDTT • Kemendag Perluasan bantuan pangan non tunai
pedesaan dan kawasan • Kemensos • Kemen PUPR
• Kemendagri • Kemenperin Penguatan Penyaluran bantuan PKH secara non tunai • Kemendikbud • BULOG
Pengelolaan kolaboratif sumber • Kemen • BUMN/BRI Pelaksanaan • Kemristekdikti • Kementan
ATR/BPN Bantuan Sosial Subsidi listrik daya 450 VA dan 900 VA
daya hutan bersama masyarakat • Kemenag • Kemendagri
desa dan pengembangan usahanya Tepat Sasaran Subsidi elpiji 3 kg • Kemen ESDM

55
Peningkatan kapasitas institusi dan
masyarakat dalam usaha 22 Penguatan tata kelola dan sinkronisasi
perhutanan sosial sistem jaminan sosial nasional kesehatan
Pemberian 1 dan ketenagakerjaan
Akses Kelola
Penguatan Perluasan cakupan penerima jaminan
• Kem. ATR/BPN • Kemendes PDTT Sumber Daya
Sistem kesehatan nasional dan jaminan sosial
• Kemendagri • Kemen. PAN-RB Alam melalui
Jaminan Sosial
• KLHK • KKP Perhutanan bidang ketenagakerjaan
• BIG • Kemenko Sosial PERCEPATAN
• Kemensos • Kemenkop UKM
• Kementan Ekonomi PENGURANGAN
• Kemenkes • Kemenperin
• LAPAN • Kemen. PUPR KEMISKINAN • Kemenaker • DJSN
• Kementan • BPJS
Penguatan kerangka regulasi dan • KKP Ketenagakerjaan
penyelesaian konflik agraria • Kemensos • Kemenkominfo • BPJS Kesehatan
• Kemendikbud Kemenko PMK
44

Penataan penguasaan dan pemilikan TORA
(termasuk pelepasan kawasan hutan) 33 • Perpustakaan
Nasional
Peningkatan kualitas data pertanahan dan
legalisasi atas TORA Pelaksanaan Penguatan Literasi informasi terapan dan inklusif
Pemberdayaan masyarakat dalam Reforma Literasi untuk Pendampingan masyarakat untuk literasi
PP
penggunaan, pemanfaatan dan produksi Agraria Kesejahteraan sosial
atas TORA Pemerataan layanan perpustakaan KP
Kelembagaan pelaksana reforma agraria berbasis inklusi sosial
pusat dan daerah 6
PROGRAM PRIORITAS 2
REPUBLIK
INDONESIA
PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN DAN GIZI MASYARAKAT
Penyediaan fasilitas kesehatan dasar dan
1 rujukan berkualitas
• Kemenkes • BKKBN • Kemenkes
PP • KLHK • Kemensos Pemenuhan dan pemerataan SDM kesehatan • BPOM
• Kementan • Kemenristekdikti Peningkatan • BKN
• Kemendag • Kemen BUMN Akses dan Penyediaan dan peningkatan mutu farmasi • Kemen ESDM
KP • Kemen PANRB Mutu dan alat kesehatan • Kemen PUPR
• BPOM Pelayanan
ProP Kesehatan
2 Penurunan kematian ibu di
5 fasyankes
Peningkatan
Peningkatan 2 Kesehatan Penurunan kematian bayi
Penguatan pengawasan obat dan makanan Efektivitas • Kemenkes
Ibu, Anak, Kelua
• BKKBN
Pengawasan rga Berencana Peningkatan pelayanan
Penegakan hukum pengawasan obat dan keluarga berencana dan • KPPPA
Obat dan PENINGKATAN dan Kesehatan Kemenag
makanan Makanan kesehatan reproduksi

PELAYANAN Reproduksi • Kemenkominfo
KESEHATAN DAN Imunisasi dasar lengkap
• Kemendikbud
GIZI
• Kemenkes • Kemen PUPR MASYARAKAT
• BKKBN • KPPPA
• Kemendes • Kemenag
PDTT • BPOM Peningkatan kualitas lingkungan sehat
• Kementan • KKP
4 3 Peningkatan aktivitas fisik
• Kemendikbud • Kemensos
Pencegahan dan pengendalian faktor risiko
Peningkatan pendidikan gizi Penguatan
Percepatan penyakit tidak menular
Germas Pencegahan dan pengendalian penyakit
Penguatan surveilans gizi Penurunan
Pengendalian menular
Stunting
Pemberian suplementasi gizi Penyakit • Kemenkes • Kementan • KKP
• KPPPA • KLHK • Kemendikbud
• Kemenkumham • Kemenaker • Kemenkominfo
• Kemensos • Kemen PUPR • Kemnaker 7
PROGRAM PRIORITAS 3
REPUBLIK
INDONESIA
PEMERATAAN LAYANAN PENDIDIKAN BERKUALITAS

PP
11 Pendidikan/ pelatihan kompetensi pendidik
• Kemendikbud
KP Penilaian kinerja pendidik
Penyediaan • Kemenag
Pendidik yang • Kemristekdikti
ProP Distribusi dan pemerataan pendidik • Kemen PANRB
Berkualitas
Sertifikasi pendidik • Pemda
Dan Merata

• Kemdikbud
• Kemenag
• Kemristekdikti 3
• Pemda
4
4 22
Bantuan biaya pendidikan bagi siswa dan
Hasil penelitian, publikasi dosen, dan Peningkatan PEMERATAAN mahasiswa di daerah 3T dan papua
pengembangan bidang unggulan Kualitas LAYANAN Penyediaan
Afirmasi e-learning dan sarana prasarana di daerah
Pembelajaran PENDIDIKAN 3T dan PT luar jawa
Penerapan kurikulum dan Pendidikan
dan BERKUALITAS
pendidikan karakter Pembelajaran kontekstual daerah
Akademik
• Kemdikbud
• Kemenag
• Kemristekdikti
33 •

Kemen ESDM
Kemkominfo
• Kemdikbud Penilaian mutu satuan pendidikan • PLN
• Kemenag Peningkatan kapasitas pengelola satuan
Penguatan • Pemda
• Kemristekdikti pendidikan
Kelembagaan
• Kemen PANRB
Pengelolaan pendidikan berbasis satuan
Satuan
• Pemda
pendidikan
Pendidikan

8
PROGRAM PRIORITAS 4
REPUBLIK
INDONESIA
PENINGKATAN MASYARAKAT TERHADAP PERMUKIMAN YANG LAYAK
Fasilitasi penyediaan hunian layak dan
PP
11 terjangkau
• Kemen PUPR
KP Fasilitasi peningkatan kualitas hunian
• Kemensos
Penyediaan Fasilitasi pembiayaan perumahan MBR
• Kemenkeu
ProP akses hunian • BI dan OJK
layak dan • LKB dan LKNB
Fasilitasi peningkatan kualitas permukiman
terjangkau

• Kemen PUPR PENINGKATAN


• KLHK
AKSES
• Kemenperin
• Kemenhub MASYARAKAT • Kemen PUPR
TERHADAP
• Kemen ESDM
33 PERUMAHAN DAN 22 •

Kemenkes
KLHK
Penanganan dan penyediaan PERMUKIMAN • Kemendagri
infrastruktur pengelolaan limbah B3 LAYAK Penyediaan • Kemendes PDTT
Peningkatan akses
Peningkatan kualitas udara dan kualitas infrastruktur Penyediaan akses air minum layak
pengurangan emisi GRK perkotaan lingkungan di dasar, air
permukiman minum dan
Penyediaan akses sanitasi layak
Restorasi lingkungan tercemar limbah B3 sanitasi layak
Peningkatan kualitas air dan tutupan
lahan perkotaan

9
PROGRAM PRIORITAS 5
REPUBLIK
INDONESIA
PENINGKATAN TATA KELOLA LAYANAN DASAR

1
Penguatan Mekanisme Pengaduan
• Kemensos • KemenpanRB
PP Pengelolaan Verifikasi – Validasi • Kemendagri • Kemendikbud
Penguatan Kemnaker Kemenag
Basis Data Terpadu • •
• Kemendagri Layanan dan KPPPA BNP2TKI
KP • Kemensos Rujukan Satu
• •
Fasilitasi Pendampingan • Kemendes PDTT • Kantor Staf
• Bappenas Pintu masyarakat • Kementerian Presiden
ProP • Kemendikbud
ESDM
• Kemenkes
• Kemen PUPR
• Kemenkeu
• Kemenko PMK
5
Penataan regulasi dan kelembagaan
untuk implementasi SPM • Kemendagri • MA (Badilag dan
• Kemensos Badilum)
• KPPPA • Kemenkominfo
Peningkatan kapasitas aparatur daerah PENINGKATAN • Kemendes PDTT • Kemenko PMK
TATA KELOLA Kemenag • Polri
Pengelolaan dan pemanfaatan sumber- 3 LAYANAN DASAR 2 •
• Kemenkumham • BPJS
sumber pendanaan untuk SPM • Kemenkes Ketenagakerjaan
Penguatan • Kemendikbud • BPJS Kesehatan
Monitoring dan evaluasi SPM Integrasi Sistem • Kemenlu
Percepatan
Administrasi
Pencapaian
Kependudukan Percepatan kepemilikan akta
SPM di Daerah
dan Pencatatan kelahiran
Sipil
Peningkatan ketersediaan dan
kualitas statistik hayati yang akurat
untuk pelayanan publik

10
PRIORITAS NASIONAL 2:
PENGURANGAN KESENJANGAN ANTARWILAYAH MELALUI PENGUATAN
KONEKTIVITAS DAN KEMARITIMAN

11
REPUBLIK
ISU STRATEGIS PN 2
INDONESIA

Belum meratanya pembangunan Terbatasnya aksesibilitas Desa dan Kawasan


konektivitas dan jaringan logistik Perdesaan termasuk Kawasan Transmigrasi
nasional dalam menunjang sektor menuju pusat layanan dasar dan pusat
unggulan ekonomi
Belum optimalnya keterpaduan
trasportasi perkotaan dan keselamatan Belum memadainya kapasitas sumber daya
transportasi manusia di Daerah dan Desa dalam
penyediaan sarana prasarana konektivitas
Terbatasnya sarana dan prasarana Antar Desa dan Antar Kawasan Termasuk
komunikasi dan informatika yang Kawasan Transmigrasi
berdaya saing
Belum memadainya sarana dan prasarana
Belum optimalnya pembangunan kota- sistem logistik perikanan
kota di Kawasan Timur Indonesia dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi
nasional Belum memadainya kapasitas pengelolaan
kawasan perikanan
Rendahnya aksesibilitas di daerah
tertinggal dan perbatasan terhadap Terbatasnya akses terhadap informasi
pusat pertumbuhan, layanan kurangnya kesiapsiagaan masyarakat
kesehatan, dan pendidikan terhadap bencana menyebabkan tingginya
kejadian bencana.
Tingginya kemahalan harga logistik pada Peningkatan Kapasitas
daerah-daerah dengan aksesibilitas Pemerintah, pemerintah daerah, dan
sulit, termasuk Papua dan Papua Barat masyarakat dalam aspek penanggulangan
bencana 12
ARAH KEBIJAKAN PRIORITAS NASIONAL 2
REPUBLIK
INDONESIA

Meningkatkan konektivitas dan Meningkatkan Sistem Mempercepat Pembangunan Mempercepat Pembangunan Menanggulangi Dampak
teknologi informasi dan Logistik Daerah Tertinggal dan Desa Papua dan Papua Barat Bencana
komunikasi
1. Mengembangkan pelabuhan hub 1. Membangun 1. Mempercepat pemenuhan 1. Meningkatkan akses 1. Meningkatkan
dan feeder jalur utama dan infrastruktur dan pelayanan dasar pelayanan dasar pendidikan kapasitas, kesipsiagaan dan
subsidi tol laut sarana transportasi
2. Mengembangkan berbasis digital, kesehatan ketangguhan pemerintah
2. Membangun dan dan distribusi yang
perekonomian kawasan & jarak jauh, dan pelayanan , pemerintah daerah, dan
mengembangkan transportasi handal, efisien dan
efektif meningkatkan public masyarakat dalam
multimoda dan perkotaan
pemberdayaan masyarakat 2. Membangun menghadapi bencana;
3. Membangun dan
2. Mewujudkan Sistem di daerah konektivitas, telekomunikasi mitigasi bencana;
mengembangkan bandara pada Logistik Perikanan tertinggal, perbatasan, pula dan informatika yang dapat 2. Mengurangi Indeks Risiko
jalur utama transportasi dan Pertanian yang u-pulau terluar, dan menghubungkan Bencana Indonesia
4. Meningkatkan dan menyediakan terintegrasi dengan
perdesaan termasuk provinsi, kab/kota, distrik
fasilitas keselamatan sistem logistik
kawasan transmigrasi dan kampung;
transportasi; nasional
3. Memperkuat koordinasi 3. Menurunkan kemahalan
5. Menyediakan dan
harga; meningkatkan
mengembangkan infrastruktur dan pendampingan desa.
pemberdayaan masyarakat;
teknologi informasi dan
4. Mengembangkan
komunikasi; serta
keterkaitan hulu hilir
6. Mengembangkan ekosistem TIK
komoditas unggulan.
untuk ekonomi digital

13
PRIORITAS NASIONAL 2:
REPUBLIK
PENGURANGAN KESENJANGAN ANTARWILAYAH MELALUI PENGUATAN KONEKTIVITAS DAN KEMARITIMAN
INDONESIA
Pengembangan Pelabuhan Hub dan Feeder Jalur Utama dan Subsidi Tol Laut
Pengembangan Sistem Logistik dan Jaringan 1
1
Pasar Komoditas Perikanan dan Pertanian Pembangunan dan Pengembangan Transportasi Multimoda Dan Perkotaan

Penyediaan Sarana Angkut Produk Pembangunan dan Pengembangan Bandara Pada Jalur Utama Transportasi
Perikanan, Kelautan, dan Pertanian Peningkatan
Konektivitas Peningkatan dan Penyediaan Fasilitas Keselamatan Transportasi
Penguatan Industri Pendukung Sistem Logistik
dan TIK
Penyediaan dan Pengembangan Infrastruktur TIK
Penyediaan Infrastruktur Energi dan
Transportasi Pendukung Sistem Logistik
55
Pengembangan Ekosistem TIK Menuju Ekonomi Digital
2
2
Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan
Percepatan Kesehatan Gizi, Reproduksi Remaja, dan
Peningkatan
Pembangunan Peningkatan Perlindungan Sosial di Papua dan
Sistem PENGURANGAN Papua Barat
Papua dan
Logistik KESENJANGAN
Papua Barat Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan
ANTARWILAYAH Pendidikan di Papua dan Papua Barat
MELALUI
Pengembangan Koomoditas Unggulan dan
PENGUATAN
Pariwisata Hulu-Hilir di Papua dan Papua Barat
KONEKTIVITAS DAN
KEMARITIMAN Peningkatan Infrastruktur Dasar, Konektivitas, dan TIK di
Papua dan Papua Barat

4
4 3
3 Peningkatan Tata Kelola dan Kelembagaan di Papua dan
Papua Barat
Penguatan Kapasitas Penanggulangan Bencana
Percepatan
Sarana dan Prasarana Kebencanaan Pembangunan PN
Penanggulang Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Daerah
an Bencana Perbatasan
Penanganan Darurat dan Pemulihan Pascabencana Tertinggal dan
Desa
PP
Manajemen Kebencanaan Kawasan Perdesaan dan Transmigrasi

Percepatan Pembangunan Desa KP


14
PROGRAM PRIORITAS 1
REPUBLIK PENINGKATAN KONEKTIVITAS DAN TIK
INDONESIA
Peningkatan dukungan utilisasi
TIK di sektor prioritas 1 Pengembangan pelabuhan utama tol
• Kemenhub • Kemen BUMN
laut
• Kemenko • Pemda
Peningkatan pemanfaatan TIK Peningkatan kapasitas pelabuhan
Pengembangan Maritim • BUMN
untuk kegiatan produktif angkutan subsidi tol laut
Pelabuhan Hub • Kemenko
dan Feeder Jalur Subsidi angkutan laut Perekonomian
• Kemkominfo Utama dan
• Kemendagri
• LKPP 6 Subsidi Tol Laut 2
• Pemda Pembangunan dan
pengembangan Jaringan Jalan • Kemenhub
• BUMN Pembangunan
Pengembangan • Kemenko
dan Pembangunan dan Maritim
Ekosistem TIK Pengembangan penyelenggaraan
Transportasi • Kemenko
Menuju Ekonomi
Digital
1 Multimoda dan
Perkeretaapian Perekonomian
Pengembangan jaringan pita Perkotaan Pembangunan dan • Kemen. PUPR
• Kemenkominfo lebar penyelenggaraan Transportasi • Kemendagri
• Kemendagri Darat • Kemen. BUMN
• LPP TVRI
Penyediaan akses PENINGKATAN • Pemerintah
telekomunikasi dan internet KONEKTIVITAS Pembangunan dan Daerah
• LPP RRI
DAN TIK penyelenggaraan Transportasi
• Pemda Penyediaan satelit 3 • BUMN
Perkotaan
• BUMN multifungsi 5
Pengembangan infrastruktur Pembangunan
penyiaran publik dan Pengembangan bandara mendukung
Pengembangan integrasi tol laut dengan jembatan udara
Penyediaan dan
Pengembangan Bandara pada Pembangunan dan pengembangan
Infrastruktur TIK Jalur Utama
• Kemenhub 4 bandara pengumpul dan pengumpan
Transportasi
• Kemenko Maritim
• Kemen. PUPR Subsidi angkutan penerbangan
• Kemendagri Peningkatan dan
Penyediaan
• Kemen. Kesehatan
Fasilitas
PP
• Kemen. BUMN Penyediaan fasilitas navigasi • Kemenhub
• POLRI pelayaran dan penerbangan Keselamatan • Kemenko Maritim
• Pemerintah Transportasi • Kemenko Perekonomian KP
Daerah Penyediaan fasilitas keselamatan • Kemen. BUMN
BUMN jalan dan kereta api
• • BUMN ProP 15
PROGRAM PRIORITAS 2
REPUBLIK
PERCEPATAN PEMBANGUNAN PAPUA DAN PAPUA BARAT
INDONESIA

1
Peningkatan Akses
dan Kualitas
Pelayanan Kesehatan
Gizi, Reproduksi
Remaja, dan
Peningkatan
Perlindungan Sosial
di Papua dan Papua
Barat

5
Peningkatan
2 2
Tata Kelola dan Peningkatan
Kelembagaan di Akses dan
Papua dan Kualitas
Papua Barat PERCEPATAN Pelayanan 2
Pendidikan di
PEMBANGUNAN Papua dan
PAPUA DAN Papua Barat
PAPUA BARAT

PP
4
3 KP
Pengembangan
Peningkatan
Koomoditas
Infrastruktur Unggulan dan
Dasar, Konektivi ProP
Pariwisata
tas, dan TIK di
Hulu-Hilir di
Papua dan
Papua dan
Papua Barat
Papua Barat

16
PROGRAM PRIORITAS 3
REPUBLIK
PERCEPATAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN DESA
INDONESIA
Peningkatan sarana dan
1 prasarana
• KemenPUPR • Kemendes PDTT • BNPP
• Kemenhub • Kemendagri • KemenATR/BPN Pembangun Pemenuhan pelayanan dasar
• Kemendes • Kemenaker • BUMN an Daerah
• Kominfo • Kementan • Pemda Tertinggal Peningkatan SDM
• KemenESDM • KemenKP dan
Kemendikbud KemenKUKM
Pengembangan ekonomi lokal
• • Perbatasan
• Kemenkes • Kemendag Penataan ruang kawasan
perbatasan negara
3

Pendampingan dan pembinaan ke


desa Pembangunan sarana dan prasarana permukiman
PERCEPATAN
PEMBANGUNAN kawasan
Pemberdayaan masyarakat desa
3 DAERAH 2 Penyediaan sarana dan prasarana
TERTINGGAL DAN produksi, pengolahan, dan pemasaran
Pengembangan usaha ekonomi desa
DESA
Penguatan kelembagaan desa dan Percepatan Kawasan Peningkatan kapasitas masyarakat di kawasan
kerjasama desa Pembangunan Perdesaan
Desa dan Pengembangan kerjasama antardaerah, kerjasama
Transmigrasi antardesa, dan kerjasama Pemerintah dan Swasta
• Kemendesa PDTT
• Kemendagri
• Kemenko PMK
• Kemendesa PDTT • Kementan PP
KemenPUPR • KemenKKP
• Kemenkeu KP
• Kemenko ATR/ BPN • KemenKUKM
• Pemda dan Pemdesa
• Kemendagri • Kemendag
• Pelaku Usaha ProP
• Kemnaker
17
PROGRAM PRIORITAS 4
REPUBLIK
INDONESIA
PENANGGULANGAN BENCANA
Sosialisasi dan simulasi bencana
1 • BNPB • Basarnas
Penyusunan kajian penanggulangan bencana Pembentukan dan pelatihan SDM
• KLHK • Kemendes
penanggulangan bencana
Penguatan • Kemendagri PDTT
Penguatan koordinasi penanggulangan bencana Pembentukan masyarakat tangguh Kemensos • ATR/BPN
Kapasitas •
Penanggulangan bencana pada daerah risiko bencana
Harmonisasi kebijakan dan regulasi
Bencana tinggi
penanggulangan bencana
Pemulihan pelayanan dasar di daerah Penyediaan sistem peringatan dini
pascabencana Pembangunan serta penyediaan logistik dan
peralatan kebencanaan
• BNPB 4 Pembangunan infrastruktur mitigasi bencana
• Kemendagri
• Kemen ATR/BPN, 4
Penyediaan sarana transportasi dan
keperintisan
2 2
Manajemen PENANGGULANGA Pengembangan teknologi kebencanaan
Kebencanaan N BENCANA Penyediaan
Sarana dan Penyediaan layanan dasar data dan informasi
Prasarana bencana
Kebencanaan • BNPB • KLHK
• LAPAN • BIG PP
• BPPT • KemenESDM
• Kemen PUPR • Basarnas
KP
3
Peningkatan dan pemulihan daerah ProP
Penanganan pascabencana
Darurat dan
Pemulihan Peningkatan manajemen kedaruratan
Pascabencana
• BNPB • KemenkopUKM
• Kemensos • Kemendag
• Kemenkes • Kementan
• Kemendikbud 18
PROGRAM PRIORITAS 5
REPUBLIK PENGEMBANGAN SISTEM LOGISTIK NASIONAL
INDONESIA

1 Pembangunan cold storage pertanian dan perikanan


Penyediaan infrastruktur energi
Revitalisasi sistem rantai dingin dan pasar ikan
Integrasi pelabuhan perikanan dengan Pengembangan
infrastruktur transportasi pendukung Sistem Logistik Prasarana pasar bahan pangan, serta produk pertanian
dan Jaringan dan perikanan
(Integrasi pusat produksi pengolahan
Pasar Komoditas
perikanan) Pertanian dan Pemanfaatan sistem resi gudang
Perikanan
Rehabilitasi sarana dan prasarana pelabuhan • KKP • Kemendag
perikanan strategis dan perbaikan • Kementan • Kemen ESDM
manajemen pelabuhan perikanan

Pengembangan sistem informasi logistik 4 2


terintegrasi
5 Penyediaan sarana pengangkutan
pertanian dan peternakan
Penyediaan
Penyelesaian rencana zonasi pesisir dan laut PENINGKATAN Penyediaan Penyediaan kapal angkut perikanan dan
Infrastruktur
Sarana Angkut garam
Energi dan SISTEM Produk
Penyediaan jalan pertanian (jalan usaha tani Transportasi LOGISTIK
dan jalan produksi) Perikanan, Kelaut Pengembangan rute dan trayek
Mendukung
an, dan Pertanian pengangkutan ke sentra perikanan
Sistem Logistik
• Kemen ESDM • BIG
• Kemenhub • Kemendagri • Kemenhub • Kementan
• KemenPUPR • Kementan • KKP • BUMN
• KKP
3
Penguatan industri galangan kapal
dan kapal angkut
PP
Penguatan
Industri Penyediaan komponen industri
KP
Pendukung perkapalan
Sistem Logistik
• Kemenperin Pengembangan kapasitas SDM ProP
• Kemenhub industri perkapalan
• BUMN
19
PRIORITAS NASIONAL 3:
PENINGKATAN NILAI TAMBAH EKONOMI
MELALUI PERTANIAN, INDUSTRI, DAN JASA PRODUKTIF

20
REPUBLIK
ISU STRATEGIS PN 3 (1/2)
INDONESIA

Nilai tambah ekonomi dari pemanfaatan hasil pertanian, perikanan dan kehutanan masih
rendah.
• Produktivitas pertanian, perikanan dan kehutanan rendah.
• Skala dan rantai pasok/nilai usaha pertanian, perikanan dan kehutanan terbatas.
• Kualitas dan mutu hasil pertanian, perikanan dan kehutanan belum memenuhi standar bahan baku
industri.
• Diversifikasi produk olahan pertanian, perikanan dan kehutanan masih terbatas.

Nilai tambah dan daya saing produk industri masih rendah.


• Tren pertumbuhan dan kontribusi PDB industri menurun.
• Ketahanan rantai pasok/nilai industri rendah: kekurangan industri hulu dan
pendukung, ketidakharmonisan kebijakan, ketergantungan impor bahan baku dan penolong.
• Produktivitas tenaga kerja industri stagnan.
• Produk industri nasional didominasi produk dengan kualitas dan kandungan teknologi rendah.
• Rendahnya kontribusi produk manufaktur terhadap total ekspor Indonesia.

Penciptaan nilai tambah jasa produktif belum optimal.


• Kesiapan destinasi dan industri pariwisata untuk merespon kunjungan wisatawan dan menyediakan jasa
pariwisata bernilai tambah tinggi dan berkelanjutan masih terbatas.
• Perkembangan ekonomi kreatif dan digital belum dimanfaatkan optimal.
• Ekspor didominasi produk bernilai tambah rendah dan perdagangan dalam negeri belum efisien.
• Kemitraan usaha belum dikembangkan optimal untuk mengatasi missing middle dalam rantai pasok/nilai.
• Akses pembiayaan usaha produktif yang terbatas.

21
REPUBLIK
ISU STRATEGIS PN 3 (2/2)
INDONESIA

Produktivitas tenaga kerja masih rendah.


• Proporsi tenaga kerja keahlian menengah masih terbatas
• Proporsi lapangan kerja informal masih tinggi dan didominasi oleh tenaga kerja
berpendidikan rendah
• Kompetensi tenaga kerja rendah.
• Kualitas pendidikan vokasi dan relevansinya dengan dunia usaha rendah.
• Jumlah dan kapasitas wirausaha rendah.

Pemanfaatan Iptek dan hasil inovasi untuk peningkatan produktivitas dan


penciptaan nilai tambah masih rendah.
• Jumlah dan kapasitas peneliti dan perekayasa masih terbatas.
• Penelitian dan pengembangan bidang keilmuan penunjang produktivitas masih
terbatas.
• Pengembagan inovasi dan teknologi frontier masih terbatas.
• Hilirisasi hasil litbang dan inovasi masih rendah.

22
REPUBLIK
ARAH KEBIJAKAN PN 3
INDONESIA

Sasaran:
Meningkatnya Nilai Tambah Ekonomi Pertanian, Industri dan Jasa Produktif
8 Indikator:
1. Pertumbuhan PDB Pertanian: 3,9-4,1 % 4. Pertumbuhan Investasi (PMTB): 7,5-8,3% 7. Penyediaan Lapangan Kerja: 2,0 Juta Orang
2. Pertumbuhan PDB Industri Pengolahan: 5,1-5,6% 5. Pertumbuhan Ekspor Barang dan Jasa: 6,0-7,2% 8. Multifactor Productivity: 20 %
3. Pertumbuhan PDB Perdagangan: 5,4-6,0% 6. Nilai Devisa Pariwisata: Rp. 280 Triliun

Arah Kebijakan:
Meningkatkan Ekspor dan Nilai Tambah Mempercepat Peningkatan Ekspor dan Nilai
1 2 3 Meningkatkan Nilai Tambah Jasa Produktif
Produk Pertanian Tambah Industri Pengolahan
a) Meningkatkan Hasil Pertanian, Perikanan dan Kehutanan a) Memperbaiki Iklim Usaha dan Meningkatkan Investasi a) Mengembangkan 7 Kawasan Pariwisata, 3 KEK
b) Mengembangkan Industri Pengolahan Hasil b) Mengembangkan dan Meningkatkan Investasi Industri Pariwisata, dan Penguatan Destinasi Unggulan
Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Hulu Non Agro dan Pendukung b) Memperkuat Struktur Ekonomi Kreatif
c) Meningkatkan Mutu, Sertifikasi, dan Standarisasi Hasil
c) Meningkatkan Daya Saing Industri Andalan Non Pangan c) Mengembangkan Kemitraan Usaha Mikro dan Kecil (UMK)
Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan
d) Memperkuat Kelembagaan dan Usaha d) Mengembangkan 7 Kawasan Industri dan 6 KEK dengan Usaha Menengah dan Besar (UMB)
Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Industri/Logistik d) Meningkatkan Perdagangan Dalam dan Luar Negeri
e) Meningkatkan Sarana dan Prasarana Pendukung Nilai e) Memperluas Akses Keuangan/Pembiayaan
Tambah Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Mempercepat Peningkatan Keahlian Tenaga Mengembangkan Iptek dan Inovasi untuk


4 5
Kerja Meningkatkan Produktivitas
a) Meningkatkan Kerja Sama dengan Dunia Usaha a) Mengembangkan penelitian Bidang Keilmuan Strategis
b) Menguatkan Penyelenggaraaan Diklat Vokasi Penunjang Produktivitas
c) Memantapkan Sistem Sertifikasi Kompetensi b) Mengembangkan dan Memanfaatkan Teknologi
d) Meningkatkan Keterampilan Wirausaha Pengungkit Produktivitas
c) Menyiapkan SDM Iptek (Peneliti, Perekayasa)
d) Memperkuat Inovasi dan Penguasaan Teknologi Frontier

23
PRIORITAS NASIONAL 3: PENINGKATAN NILAI TAMBAH EKONOMI
REPUBLIK
MELALUI PERTANIAN, INDUSTRI, DAN JASA PRODUKTIF
INDONESIA

Peningkatan Hasil Penguatan Kelembagaan dan Usaha


1 Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan

Penelitian dan Pengembangan Pengembangan Industri Pengolahan Hasil Peningkatan Sarana dan Prasarana
Bidang Keilmuan Strategis
Penunjang Produktivitas Peningkatan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Pendukung Nilai Tambah
Ekspor dan Nilai Pertanian, Perikanan dan Kehutanan
Pengembangan dan Pemanfaatan Tambah Produk Peningkatan Mutu, Sertifikasi, dan
Teknologi Pengungkit Produktivitas Pertanian Standarisasi Hasil
2
Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan
Penyiapan SDM Iptek 5
(Peneliti, Perekayasa) 2
Perbaikan Iklim Usaha dan Peningkatan Investasi
Penguatan Inovasi dan Penguasaan
Teknologi Frontier Pengembangan Percepatan
Iptek dan Inovasi Peningkatan Pengembangan dan Peningkatan Investasi Industri
Hulu Non Agro dan Pendukung
untuk PENINGKATAN Ekspor dan Nilai
Meningkatkan Tambah Industri
NILAI TAMBAH Peningkatan Daya Saing Industri Andalan Non
Produktivitas Pengolahan Pangan
EKONOMI
MELALUI Pengembangan 7 Kawasan Industri dan 6 KEK
PERTANIAN, INDU Industri/Logistik
STRI, DAN JASA
PRODUKTIF Percepatan pengembangan 7 Kawasan Pariwisata, 3
4 3 KEK Pariwisata, dan Penguatan Destinasi Unggulan
Peningkatan Kerja Sama dengan Dunia Usaha
Penguatan Struktur Ekonomi Kreatif
Penguatan Penyelenggaraaan Pendidikan dan PN
Percepatan
Pelataihan Vokasi Peningkatan Pengembangan Kemitraan Usaha Mikro dan Kecil
Peningkatan (UMK) dengan Usaha Menengah dan Besar (UMB)
Nilai Tambah PP
Pemantapan Sistem Sertifikasi Kompetensi Keahlian Tenaga
Jasa Produktif
Kerja Peningkatan Perdagangan Dalam dan Luar Negeri
Peningkatan Keterampilan Wirausaha
Perluasan Akses Keuangan/Pembiayaan
KP
24
PP 1. Peningkatan Ekspor dan Nilai Tambah Produk Pertanian:
REPUBLIK Usulan Kegiatan Prioritas
INDONESIA

Program Prioritas
Peningkatan Produksi Hortikultura
1 • Kementan
Peningkatan Produksi Perkebunan • KKP
Kegiatan Prioritas
• KLHK
Peningkatan Produksi Peternakan
• Kemenpar
Proyek Prioritas (ProP) Peningkatan produksi tuna, udang dan rumput laut • LIPI
Peningkatan hasil • BPPT
pertanian, perikan Peningkatan Produksi hasil hutan kayu dan bukan kayu
• Kementan • KemenPUPR
• KKP • Pemda an dan kehutanan
• KLHK • KemenESDM • Kementan • KLHK • Kemendag
5 • KKP • Kemenperin • BKPM
Pengembangan Fasilitas Pasca Panen Tanaman
Perkebunan dan Hortikultura Peningkatan 2 Pengolahan hasil perkebunan
sarana dan
Pengembangan Sarana Pelabuhan Perikanan Pengembangan
Memenuhi Standar Internasional
prasarana 1 Pengolahan hasil hortikultura
pendukung nilai industri
Pengolahan hasil peternakan
Revitalisasi Sarana Pengolahan Produk tambah pengolahan hasil
Pertanian, Perikanan Dan Kehutanan PENINGKATAN pertanian, perika Pengolahan hasil hutan
pertanian, perika
Pemenuhan sarana prasarana pendukung nan dan EKSPOR DAN nan, dan Pengolahan Keanekaragaman hayati Untuk Industri
Biofarmaka dan Bioprospecting
Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) kehutanan NILAI TAMBAH kehutanan
Integrasi rantai pasok berbasis produksi dan pengolahan
PRODUK perikanan dan kelautan

• Kementan • KemenKop dan • Pemda PERTANIAN Revitalisasi sentra industri kecil dan menengah (IKM)
• KKP UKM • Kemenkominfo
4 3 pangan

• KLHK • Kemendagri Peningkatan


• Kemen BUMN • Kemendes • Kementan • KLHK • BPOM
Penguatan mutu, sertifikasi, d • KKP • BSN • Kemenperin
Penguatan Kapasitas Kelompok Usaha Pertanian dan
kelembagaan dan an standarisasi
Perikanan
usaha hasil Penerapan standarisasi dan mutu hasil produk perkebunan
Peningkatan Promosi dan Advokasi pertanian, perikan pertanian, perikan
an, dan Penerapan standarisasi dan mutu hasil produk hortikultura
Penguatan Litbang dan Inovasi untuk Peningkatan an dan kehutanan
Produktivitas dan Nilai Tambah kehutanan Penerapan Standarisasi dan Mutu Hasil Produk Peternakan

Penguatan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Penerapan Standarisasi dan Mutu Hasil Produk Kehutanan

Penerapan Standarisasi dan Mutu Hasil Produk Kehutanan 25


PP 2. Percepatan Peningkatan Ekspor dan Nilai Tambah Industri Pengolahan:
REPUBLIK
INDONESIA
Usulan Kegiatan Prioritas
Program Prioritas Kegiatan Prioritas Proyek Prioritas (ProP) • Kemenko • KPPU
1 Perekonomian • Kemenaker • Badan Perlindungan
• Kemendag • Kemenkumham Konsumen Nasional
• Kemenperin • KemenESDM • BKPM • Kemendagri • Pemda
• Kemenko • KemenATR/BPN Perbaikan
Perekonomian • BIG Perbaikan regulasi, harmonisasi & simplifikasi
• KemenPUPR • BKPM iklim usaha perizinan
• Kemenhub Pemda

dan Peningkatan fasilitasi investasi
Dukungan regulasi, perizinan dan
peningkatan Perlindungan konsumen
kelembagaan untuk 7 kawasan industri: Kuala investasi
Tanjung, Palu, Konawe, Teluk Bintuni, Sei 4 Persaingan usaha yang sehat
Mangkei, Bantaeng dan Morowali
Dukungan regulasi, perizinan, dan Iklim ketenagakerjaan dan hubungan industrial
kelembagaan untuk 6 KEK industri/logistik:
MBTK, Sorong, Bitung, Arun, Galang Pengembangan 2
Batang, Tanjung Api-api 2
7 kawasan • Kemenperin • Kemenhub • KemenKUK
Dukungan infrastruktur untuk 7 KI dan industri dan 6 PERCEPATAN Pengembangan • BKPM • Kemenkeu M
6 KEK industri/logistik • Kemendag • BSN • Pemda
KEK industri/ PENINGKATAN dan • KemenESDM • KemenLHK
Dukungan investasi penumbuhan usaha di 7 KI peningkatan
dan 6 KEK industri/logistik logistik EKSPOR DAN
investasi industri Pengembangan dan revitalisasi industri hulu non
NILAI TAMBAH hulu non agro
agro dan pendukung
• Kemenperin • Kemenkeu • KemenKUK
• KemenESD • BSN M
INDUSTRI dan Dukungan infrastruktur
industri, logistik, standardisasi dan penerapan
M • Kemenriste • Bekraf PENGOLAHAN pendukung* industri hijau
• Kemenhub kdikti • Pemda Penguatan sentra industri kecil dan menengah
sebagai industri pendukung
• Kemendag • LKPP
Dukungan akses bahan baku, infrastruktur industri, logistik
dan penerapan industri hijau 3
Peningkatan adaptasi, inovasi industri & pemanfaatan TIK Peningkatan *Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035:
• Industri Hulu: Agro, Logam Dasar dan Bahan Galian Bukan Logam, Kimia
daya saing Dasar Berbasis Migas dan Batubara
Peningkatan desain, standar, sertifikasi produk, & branding
industri • Industri Pendukung: Barang Modal, Komponen, Bahan Penolong dan Jasa
Industri
Peningkatan penggunaan produk manufaktur lokal andalan non • Industri Andalan: Pangan, Farmasi, Kosmetik dan Alat
Kesehatan, Tekstil, Kulit, Alas Kaki dan Aneka, Alat Transportasi, Elektronika
Penguatan sentra industri kecil dan menengah di subsektor pangan* dan Telematika/ICT, dan Pembangkit Energi
andalan non pangan 26
PP 3. Peningkatan Nilai Tambah/Efisiensi Jasa Produktif:
REPUBLIK
INDONESIA Usulan Kegiatan Prioritas
• Kemenpar • KemenATR/BPN • BKPM
Program Prioritas • DewanKEK • KemenLHK • Badan Geologi
1 • KemenkoMaritim • KKP • BIG
Kegiatan Prioritas Percepatan • KemenPUPR • KemenKUKM • BPS
pengembangan • Kemenhub • KemenKes • Pemda
Dukungan infrastruktur untuk 7 destinasi wisata prioritas (Labuan
Bajo, Wakatobi, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Danau Toba, Borobudur
Proyek Prioritas (ProP) 7 kawasan dan sekitarnya, Mandalika) dan 3 KEK Pariwisata (Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang
pariwisata, 3 Dan Morotai)
Penguatan kelembagaan, industri dan usaha pariwisata di 7 destinasi wisata prioritas
KEK dan unggulan
• Kemenkeu • KemenKUKM pariwiata, dan Perluasan & diversifikasi pemasaran
• Kemenko • Bekraf
penguatan Penerapan sustainable tourism practices
Perkeonomian • Pemda Pengembangan daya tarik ekowisata dan wisata bahari
destinasi
5 2 Pengembangan statistik pariwisata
unggulan
Penyaluran pembiayaan ultra mikro
Perluasan • Bekraf Kemenperin
Peningkatan akses pembiayaan start-up 3 • Kemenko

• KemenKominfo
Peningkatan pembiayaan usaha mikro, kecil akses Penguatan Perekonomian • BPS
dan menengah keuangan/ struktur • Kemendikbud • Pemda
• KemenKUKM
pembiyaan PENINGKATAN ekonomi kreatif
• Kemendag • BP Batam • Kemenpar Pengembangan bakat & kompetensi SDM


Kementan •
Kemkominfo •
BP Bintan •
BP Karimun •
Kemenperin
KKP
NILAI TAMBAH/
Penguatan ekosistem


KLHK
KemenKUK •
• BP Sabang •
KemenPUPR •
Bekraf
Kemenkeu
EFISIENSI JASA (regulasi, infrastruktur, investasi, & HaKI)
M • Kemenhub • Pemda PRODUKTIF Pengembangan industri seni budaya
Peningkatan ekspor produk Indonesia Pengembangan statistik ekonomi kreatif
Peningkatan fasilitasi pelaku dan kualitas
produk 3
Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana 4 • KemenKUKM • KemendesPDT • Kemenristekdi
perdagangan • Kemendag T kti
Pengembangan • Kemenperin • Kementan • Kemenag
Peningkatan aktivitas perdagangan dalam Peningkatan • Kemendagri • KKP • Bekraf
negeri, usaha perdagangan kemitraan usaha • Kemenpar • KLHK • Pemda
perdagangan mikro dan kecil
Pengelolaan stok dan harga Pengembangan kapasitas usaha
dalam dan luar (UMK) dengan
Pengembangan e-commerce Perluasan kemitraan usaha
negeri usaha menengah
Penguatan 4 kawasan perdagangan bebas
dan pelabuhan bebas (KPBPB): dan besar (UMB) Penguatan kapasitas kelembagaan kemitraan
Batam, Bintan, Karimun, dan Sabang 27
PP 4. Percepatan Peningkatan Keahlian Tenaga Kerja:
REPUBLIK
INDONESIA
Usulan Kegiatan Prioritas

Program Prioritas
1 Penyusunan standar kompetensi
Kegiatan Prioritas
dan kurikulum
• Kemenperin
Proyek Prioritas (ProP) Pemetaan kebutuhan keahlian
Peningkatan • Kemenaker
kerja sama • Kemendikbud
Pengembangan skema kerja sama
• KemenKUKM
Kemenaker
• Kementerian dengan dunia vokasi dengan dunia usaha
• PPPA
• Kemenag • Kemkominfo usaha
• Kemenristekdikti • KemendesPDTT
• Kemendikbud • KKP • Kemenperin • KKP • Kemenkes
• Kemenperin • Kemendag 4 2 • Kemenpar • Kemkominfo • KLHK,
• Kemendagri • Pemda
4 • Kemenaker • Kemendikbud • KemenKUKM
• Kementan • Kemenhub
Pemasyarakatan
Kewirausahaan Penguatan Peningkatan kualitas pendidik dan
Peningkatan instruktur vokasi
keterampilan PERCEPATAN penyelenggaraan
Pelatihan Kewirausahaan wirausaha PENINGKATAN pendidikan dan
pelatihan vokasi Sarana dan prasarana diklat vokasi
KEAHLIAN
TENAGA KERJA Pelaksanaan diklat vokasi

Pemagangan di industri

• Kemenaker • Kemenkominfo
• Kemenperin • Kemendikbud 3
• Kemenpar • Kemenhub
• KemenPUPR • Kemenkes
• KemenESDM • KLHK Pemantapan
• Kementan • KemenKUKM
• KKP sistem
sertifikasi
Penguatan kelembagaan sertifikasi profesi kompetensi
Pelaksanaan sertifikasi kompetensi
28
PP 5. Pengembangan Iptek dan Inovasi untuk Meningkatkan Produktivitas:
REPUBLIK
INDONESIA
Usulan Kegiatan Prioritas

• Kemenristekdikti • BATAN • Badan POM


Program Prioritas 1 • LIPI • LAPAN
• BPPT • Kemenkes
Kegiatan Prioritas Penelitian dan Penelitian dan pengembangan metrologi
pengembangan
Proyek Prioritas (ProP) bidang Penelitian dan pengembangan ilmu genomik
keilmuan Penelitian dan pengembangan material maju
strategis
• Kemenristekdikti • LAPAN penunjang Penelitian dan pengembangan life sciences
• LIPI • Kemenperin produktivitas
• BPPT • KemenBUMN
• BATAN
4 2
Penguatan kerjasama triple helix 5 • Kemristekdi • BATAN • BIG
Pengembangan kti • LAPAN • Kemenperin
Penguatan • LIPI BAPETEN Bekraf
inovasi dan PENGEMBANGAN dan • •
Rintisan pengembangan pemanfaatan • BPPT • Kemkominfo • KemenKUKM
teknologi frontier dalam rangka penguasaan IPTEK DAN INOVASI
teknologi UNTUK teknologi
penguatan produktivitas industri pengungkit Pengembangan teknologi dan pemanfaatan
frontier MENINGKATKAN data penginderaan jauh
PRODUKTIVITAS produktivitas
Pengembangan teknologi IT dan digital

Teknologi dan manajemen transportasi


• Kemenristekdikti • BATAN 3 Pengkajian dan penerapan teknologi material
• LIPI • LAPAN
• BPPT • BAPETEN
Penyiapan
SDM iptek Pengembangan dan pemanfaatan bioteknologi
Penyiapan peneliti bidang ilmu strategis
(peneliti, pere
Pengembangan keahlian bagi para peneliti untuk kayasa)
bidang-bidang strategis
Penguatan kelembagaan (lembaga iptek, perguruan
tinggi, pusat penelitian) untuk pengembangan bidang
strategis 29
PRIORITAS NASIONAL 4:
PEMANTAPAN KETAHANAN ENERGI, PANGAN, DAN
SUMBER DAYA AIR

30
REPUBLIK
ISU STRATEGIS PN 4 (2/5)
INDONESIA

2. Pemenuhan Kebutuhan Pangan

Kebutuhan konsumsi pangan


masyarakat yang terus meningkat Masih kurangnya tingkat diversifikasi
seiring dengan peningkatan konsumsi pangan beragam dan bergizi
jumlah penduduk dan untuk mencapai Pola Pangan Harapan
peningkatan pendapatan (PPH) dan penanganan kasus malnutrisi
masyarakat

Masih diperlukannya peningkatan


efektivitas layanan pertanian dalam
Masih perlunya penguatan mendukung produksi pangan yang
stabilisasi harga pangan dan termasuk di dalamnya prasarana dan
memperkuat akses masyarakat sarana
terhadap pangan pertanian, pembiayaan, penyuluhan, pen
dampingan, inovasi teknologi serta
layanan perkarantinaan

31
REPUBLIK
ISU STRATEGIS PN 4 (3/5)
INDONESIA

3. Pemantapan Ketahanan Sumber Daya Air


Aksesibilitas Air Ketidakseimbangan Perundangan SD Air Semakin
yang Belum Merata Neraca Air dan yang Belum Jelas dan Berkurangnya Air
Penurunan Kualitas Persoalan Tata Tanah Terutama di
(Hak Atas Air) Air Ruang Daerah Perkotaan
• Diakibatkan oleh : • Diakibatkan oleh : • Diakibatkan oleh : • Diakibatkan oleh :
• Pemenuhan kebutuhan • Daerah hulu tangkapan • Institusi dan • Eksplorasi air tanah
air yang belum air kritis (Erosi : kewenangan yang belum yang berlebihan pada
terpenuhi untuk rumah banjir, longsor ) terbangun daerah perkotaan
tangga, industri dan • Suplai air menurun • Keterbatasan • Land
pertanian • Defisit air permukaan Pendanaan subsidence/penurunan
• Institusi dan terutama di NTT dan • Kurangnya Penegakan muka air tanah
kewenangan yang belum Jawa hukum • Kebijakan recharge air
terbangun • Tekanan ekonomi • Tata Ruang tidak tanah tidak sebanding
• Akses kepada Sanitasi • Kapasitas tampungan sinkron dengan konsep dengan kecepatan
dan Air minum yang (infrastruktur) SDA Sumber Daya Air dan eksplorasi
belum merata dan tidak sebanding dengan DAS
tercukupi kebutuhan air • Komitmen Daerah yang
• Kurangnya pemahaman masih kurang
masyarakat

32
REPUBLIK
ISU STRATEGIS PN 4 (4/5)
INDONESIA

4. Upaya Pencapaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup

Langkah strategis untuk meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan


Hidup (IKLH):
1. Penerapan EURO 4 (PermenLHK Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017
tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori
M, N, dan O).
2. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
3. Penurunan beban pencemaran dari industri.

33
REPUBLIK
ISU STRATEGIS PN 4 (5/5)
INDONESIA

5. Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon

Peta Sebaran Aksi Mitigasi

Sumber: pep.pprk.bappenas.go.id

34
REPUBLIK
INDONESIA
ARAH KEBIJAKAN PN 4

Mendukung peningkatan kualitas konsumsi pangan dengan


Meningkatkan produksi energi primer penyediaan pangan yang beragam dan bergizi dengan sumber
daya lokal

Meningkatkan peranan energi baru terbarukan dalam bauran


energi
Memantapkan pembangunan infrastruktur sumber daya air

Meningkatkan aksesibilitas energi

Memberi perlindungan pada sumber air dan ekosistemnya


Meningkatkan efisiensi dalam penggunaan energi dan listrik

Mempertahankan dan memantapkan penyediaan pangan utama Memenuhi kebutuhan air yang adil dan merata
dalam negeri

Meningkatkan layanan pertanian dan perikanan melalui


penyediaan sarana prasarana, pembiayaan, penyuluhan dan Mempercepat regulasi dan pembangunan wilayah berbasis DAS
pendampingan, pemanfaatan inovasi teknologi, serta
perkarantinaan (2 KP)

Memperkuat distribusi dan stabilisasi harga pangan dalam rangka Meningkatkan kesadaran terkait air
meningkatkan akses pangan masyarakat

35
REPUBLIK
INDONESIA
KONSEP: WATER–FOOD–ENERGY (NEXUS)

NEXUS: KETERKAITAN, KONEKSI, PENGIKAT


ATAU LINK/HUBUNGAN

ISU-ISU KEBIJAKAN NASIONAL

KETAHANAN ENERGI

KETAHANAN PANGAN

KETAHANAN AIR

36
PRIORITAS NASIONAL 4:
REPUBLIK
INDONESIA
PEMANTAPAN KETAHANAN ENERGI, PANGAN, DAN SUMBER DAYA AIR
Peningkatan Produksi dan Cadangan Minyak, Gas
PN Bumi, dan Energi Lainnya

Pembangunan Pembangkit, Transmisi dan Distribusi


PP Peningkatan
Tenaga Listik
Produksi dan
KP Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) Pemenuhan
Kebutuhan
Peningkatan Pemanfaatan Batubara dan Gas Bumi Energi
Dalam Negeri Peningkatan Penyediaan Pangan Hasil
Pertanian dan Perikanan
Peningkatan Efisiensi Energi
Penguatan Kelembagaan dan Layanan
Pertanian dan Perikanan

Peningkatan PEMANTAPAN Peningkatan Peningkatan Kualitas Konsumsi pangan


KETAHANAN Produksi, Ak
Daya Dukung
ses dan Penyediaan Sarana Prasarana Pertanian
SDA dan ENERGI, PANGA Kualitas
Daya N DAN dan Perikanan
Konsumsi
Tampung
Lingkungan SUMBERDAYA Pangan
AIR Penguatan Cadangan dan Stabilisasi
Pencegahan Kerusakan Sumber Daya Alam
Harga Pangan
dan Lingkungan Hidup

Penanggulangan Kerusakan Lingkungan


Hidup
Pemeliharaan dan Pemulihan Sumber Air dan Ekosistem
Rehabilitasi dan Pemulihan Kerusakan
Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Peningkatan Pemenuhan kebutuhan air untuk sosial dan ekonomi produktif
Kuantitas, Ku
alitas dan Ketangguhan masyarakat dalam mengurangi daya rusak air
Penguatan Kelembagaan
Regulasi, Pengawasan dan Penegakan Aksesibilitas
Air Peningkatan Regulasi, Kelembagaan dan Kesadaran dalam
Hukum Bidang Sumber Daya Alam dan LH Pengelolaan Sumberdaya Air
37
PP 1: PENINGKATAN PRODUKSI DAN PEMENUHAN KEBUTUHAN ENERGI
REPUBLIK
INDONESIA
USULAN KEGIATAN PRIORITAS
Survei sumber daya migas konvensional dan Peningkatan Pemanfaatan Teknologi untuk
Program Prioritas • Kemen ESDM • Pertamina 1 non-konvensional Eksplorasi Migas Non Konvensional
• KLHK • Pemda
Kegiatan Prioritas • BBPT Peningkatan Daya Tarik Investasi Migas Revisi Undang-undang Migas

Proyek Prioritas (ProP) Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Peningkatan


Penawaran WK Migas Konvensional Revisi Undang-undang Minerba
produksi dan
Optimalisasi Eksplorasi Batubara cadangan minyak
Penawaran WK Migas Non Konvensional
dan gas bumi
• Kemen ESDM • Badan Usaha • Pemda

Penghematan energi pada bangunan dan gedung • Kemen ESDM • KLHK • PLN
5
Peningkatan capacity building bagi pemerintah daerah 2 Pembangunan pembangkit listrik, beserta jaringan
untuk peningkatan efisiensi energi 1 Pembangunan transmisi dan gardu induk

Peningkatan pembangkit, tra


Penyiapan dan pemberian dukungan pengembangan nsmisi dan Perluasan jaringan distribusi dan penyambungan
efisiensi energi efisiensi energi listrik untuk rumah tangga tidak mampu
distribusi
PENINGKATAN tenaga listrik
PRODUKSI DAN Penataan regulasi dan kelembagaan untuk
implementasi pembangunan ketenagalistrikan skala
PEMENUHAN kecil off grid
• Kemen ESDM • KKP • PLN KEBUTUHAN
• Kemenperin • Pertamina ENERGI
• Kemenhub • PGN • KESDM • KLHK • PLN
Pembangunan jaringan gas rumah tangga Pemantauan dan • Kemenperin • BPPT
pengawasan penyediaan • Kementan • LIPI
batubara untuk 4 3
Konversi BBM ke BBG kebutuhan dalam negeri Pembangunan Sistem
Pembangunan PLT Berbasis Hidro
Peningkatan Jaringan Cerdas Tenaga
Pembangunan Ruas Pipa Transmisi dan Pengembangan
pemanfaatan Pengembangan Bioenergi Listrik Skala Kecil (Smart
Jaringan Pipa Transmisi Energi Baru dan
Penyiapan infrastruktur batubara dan Terbarukan
Grid System)

Pelaksanaan distribusi tertutup LPG 3 KG


dalam mendukung gas bumi dalam (EBT)
Pembangunan PLTP
kebijakan DMO batubara negeri Penyiapan dan pemberian
Pembangunan PLTS dukungan pembangunan
Pembangunan Kilang dan RDMP
pembangkit EBT
(Refinery Development Master Plan) Percepatan hilirisasi Pembangunan Pembangkit EBT
Lainnya (Angin dan Arus Laut) 38
Penyediaan Alokasi Gas Domestik batubara
PP 2: PENINGKATAN PRODUKSI, AKSES DAN KUALITAS KONSUMSI PANGAN
REPUBLIK USULAN KEGIATAN PRIORITAS
INDONESIA
Program Prioritas Peningkatan produksi padi Peningkatan produksi aneka cabai Peningkatan produksi bawang merah
1
Peningkatan produksi jagung Peningkatan produksi ikan Peningkatan produksi garam
Kegiatan Prioritas
Peningkatan produksi kedelai • Kementan
Proyek Prioritas (ProP) Peningkatan • Kementan • Kemendag • BMKG • BPS
• KKP
penyediaan • KKP • Kemenkeu • BATAN • BPPT
Peningkatan produksi gula pangan hasil • BUMN • BIG • LIPI • LAPAN
• Kemenko Ekon • Kemendag pertanian dan Fasilitasi kredit pertanian dan perikanan Subsidi pupuk
• Kementan • BULOG Peningkatan produksi daging perikanan
Asuransi pertanian dan nelayan Bantuan gagal panen
Kebijakan harga bahan pangan (pasar rakyat,het)
5 Penelitian pertanian dan riset perikanan
2
Efektivitas operasi pasar
2 Penguatan Diseminasi hasil penelitian
Penguatan
Kebijakan perdagangan luar negeri bahan pangan kelembagaan
cadangan dan Penguatan infrastruktur litbang
dan layanan
stabilisasi harga
pangan PENINGKATAN pertanian dan
perikanan Pelatihan petani, nelayan dan aparatur pertanian dan
Cadangan pangan pemerintah dan masyarakat PRODUKSI, AKS perikanan
ES DAN
KUALITAS Penyuluhan dan pendampingan petani di sentra
• Kementan • KemenPUPR • Kemenperin produksi pangan
• KKP • KemendesPDTT
KONSUMSI
4 PANGAN Penyuluhan dan pendampingan perikanan
Pembangunan dan rehabilitasi bendungan dan embung
Penyediaan Penguatan kelembagaan pertanian dan perikanan
Pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi sawah dan sarana 3
tambak prasarana Penyempurnaan statistik pertanian dan perikanan
pertanian dan Peningkatan
Optimasi dan perluasan lahan Alat dan mesin pertanian
perikanan kualitas Peningkatan konsumsi ikan nasional dan diversifikasi produk perikanan
Peningkatan sarana dan prasarana perbibitan konsumsi
Revitalisasi sarana dan • Kementan • BPOM pangan Pengembangan sistem ketelusuran produk perikanan
Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan hewan prasarana rumah potong • KKP • BULOG
hewan Peningkatan diversifikasi konsumsi pangan
Sarana dan prasarana pasca panen
Pembangunan Bangsal Pasca Penguatan karantina Peningkatan konsumsi pangan sehat
39
Penguatan sarana dan prasarana input produksi perikanan Panen dan Teknik Pengemasan pertanian dan perikanan
PP 3: PENINGKATAN KUANTITAS, KUALITAS DAN AKSESIBILITAS AIR
REPUBLIK USULAN KEGIATAN PRIORITAS
INDONESIA
Program Prioritas 1
Pembangunan konservasi tanah dan air (KTA) secara sipil teknis dan vegetatif
• KLHK • KemenPUPR
Kegiatan Prioritas
• Kemendes • Kementan Perlindungan dan konservasi daerah tangkapan air
PDTT Pemeliharaan
Proyek Prioritas (ProP) dan pemulihan
• Kemendagri Pengendalian sedimentasi di waduk dan danau serta revitalisasi sumber air
sumber air dan
ekosistem Pemulihan dan pengendalian perairan darat (sungai, pantai, rawa, lahan
basah, situ, dll)

4 2 • KemenPUPR • Kemendagri
• KLHK • KemendesPDTT 3 • KKP • Kemenkes
• KemenPUPR • Kemendagri Peningkatan • BNPB
• Kemensos • Kemenkumham regulasi
Pemenuhan
• KemenATR/BPN • LIPI kelembagaan dan
PENINGKATAN Kebutuhan Air
• BNPB • BPPT kesadaran dalam KUANTITAS, KU untuk Sosial Pengembangan dan pengelolaan infrastruktur
• BMKG • BIG pengelolaan ALITAS DAN dan Ekonomi tampungan air (bendungan, embung, waduk,dll)
• KemenESDM sumber daya air AKSESIBILITAS Produktif
Penyediaan dan peningkatan infrastruktur air baku
AIR
Peningkatan partisipasi masyarakat kemitraan dan
Gerakan Penyelamatan Air

Peningkatan sistem informasi


hidrologi, hidrogeologi, dan hidrometeorologi serta 3
early warning system sumber daya air (termasuk
bencana terkait air) Ketangguhan
masyarakat • KemenPUPR
Penguatan regulasi, kelembagaan, dan penegakan dalam • KemenESDM
hukum sumber daya air dan DAS mengurangi Pemulihan dan pengendalian air tanah
• KLHK
daya rusak air • Kemendagri
Pengembangan dan pengelolaan infrastruktur
pengendalian daya rusak • LIPI

40
PP 4: PENINGKATAN DAYA DUKUNG SUMBER DAYA ALAM DAN DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN
REPUBLIK USULAN KEGIATAN PRIORITAS
INDONESIA

Program Prioritas 1
Pemantauan kualitas air dan udara • KLHK
Kegiatan Prioritas Pencegahan • BMKG
Penyediaan informasi cuaca dan iklim KemenESDM
kerusakan •
Proyek Prioritas (ProP) sumber daya Pencegahan kebakaran lahan dan hutan • Pemda
alam dan
lingkungan Peningkatan kesadaran dan kapasitas pemerintah, swasta dan masyarakat
hidup terhadap lingkungan hidup
• KLHK Pengelolaan Geopark
• Pemda
4
4 • KLHK • Pemda
Penguatan Kelembagaan dan 2 • BMKG
kelembagaan bidang lingkungan hidup di • KemenESDM
Penguatan
daerah
kelembagaan dan
PENINGKATAN
pemantapan DAYA DUKUNG Penanggulangan Penanganan tumpahan minyak di laut
Penguatan sistem regulasi di bidang SUMBER DAYA kerusakan
perizinan, pengawasan, dan pengamanan lingkungan hidup ALAM DAN DAYA lingkungan Penanganan sampah plastik di laut
pengelolaan sumber daya alam dan TAMPUNG hidup
lingkungan hidup LINGKUNGAN Penghapusan penggunaan merkuri oleh PESK

Penanganan pencemaran badan air


Penegakan hukum di bidang sumber daya
alam di lingkungan hidup Pencegahan kebakaran lahan dan hutan
3
Rehabilitasi dan
pemulihan Restorasi dan pemulihan lahan gambut
kerusakan Restorasi lahan bekas tambang
• KemenESDM sumber daya
• KLHK alam dan Penanganan Perencanaan DAS Citarum
lingkungan
• KKP
hidup Pengelolaan sampah spesifik
• Pemda
Konservasi dan restorasi pesisir dan laut 41
Prioritas Nasional 5:
STABILITAS KEAMANAN NASIONAL DAN
KESUKSESAN PEMILIHAN UMUM

42
REPUBLIK
ISU STRATEGIS PN 5 (1/5)
INDONESIA

1. Kerawanan Kamtibmas dan Keamanan Siber di Indonesia

Jumlah Kejahatan (Crime Total) dan Tingkat Risiko Terkena Kejahatan (Crime Rate)
Tahun 2013-2015

Crime Total (Indonesia) Crime Rate (Indonesia) Sumber: BNN, 2017


145.0
360000.0 352936.0
140.0 140.0
350000.0 342084.0 140.0 Kondisi Kamtibmas dan Keamanan Siber di Indonesia memerlukan
340000.0
135.0
perhatian khusus:
330000.0 325317.0 131.0
320000.0 130.0
1. Menurunnya posisi Indonesia pada Global Cybersecurity Index.
310000.0
125.0
2. Kerentanan masyarakat Indonesia terhadap kejahatan
2013 2014 2015
2013 2014 2015 konvensional.
3. Maraknya kasus Narkoba di Indonesia yang bersifat
Sumber: BPS, 2016
transnasional.
43
REPUBLIK
ISU STRATEGIS PN 5 (2/5)
INDONESIA

2. Kepastian hukum belum maksimal dan kondisi birokrasi belum optimal


KEPASTIAN HUKUM Komposisi ASN Belum Menjawab
Overcrowded Citra Aparat Penegak Kebutuhan Pembangunan Nasional
Panitera Kejaksaan
RUTAN/LAPAS Hukum Rendahnya Kapasitas Kurangnya Tenaga Tidak Meratanya
Penghuni:
11.7%

22.1% 22.5% 19.2% dan Tingkat Pendidikan Spesialis Penyebaran Keahlian


233,678
Fakta di Kementerian
orang 55.4% 69.1% Baik Hanya 10% ASN dengan Hanya 0.06% ASN di
Buruk Perhubungan:
Jabatan JF Teknis (di luar Kalimantan dengan latar
Tidak Hanya 0.06% Jenjang S3
guru dan tenaga medis) belakang
Kapasitas Pengacara
8.0%
Hakim tahu Hanya 6.84% Jenjang S2
12.9 dibandingkan dengan 38% Perminyakan/Pertambangan/
: 124,177 % 18.9 16.3% Hanya 29.04% Jenjang S1/D4
JF Umum/Admin dan 11% Geologi
orang
%
64.2% sisanya adalah
Struktural Hanya 0.1% ASN di Sulawesi
68.2 75.7%
Diploma, SMA atau lebih
% berlatar belakang Perikanan
Sumber: smslap.ditjenpas.go.id (akses 31 Sumber: litbang rendah
Januari 2018 Kompas, 2016
Pemanfaatan TIK oleh Pemerintah Belum Optimal
Penanganan Perkara Tindak Pidana Rp
Korupsi Rp Rp
Belanja Tik Pemerintah Terus
Meningkat (T Rupiah)

4,7 T
42.7
T 41.2
T
2.7 2.7
1.9
1.2
2014 2015 2016
Sumber : acch.kpk.go.id (per 30 November
2017)
K/L Pusat Sumber: Wantiknas, 2016
Dari tahun ke tahun permasalahan korupsi masih menjadi PR, hal ini
Sumber:
terlihat dari jumlah penyelidikan, penyidikan dan penuntutan yang Kemenkeu (Dirjen Perbendaharaan), 2017 (Tidak termasuk: 54 Pemda yang tidak melaporkan
dilakukan KPK terus meningkat. APBD mereka, belanja internet, proyek-proyek besar seperti sistem eKTP dan Palapa Ring)
44
REPUBLIK
ISU STRATEGIS PN 5 (3/5)
INDONESIA

3. Cenderung Meningkatnya Ketegangan di Kawasan Asia-Pasifik


Sengketa Laut Tiongkok Selatan Pencapaian MEF TNI

Sumber: Paparan Panglima TNI pada Rapim Kemhan

• Dinamika kawasan lingkungan strategis menuntut Indonesia untuk


meningkatkan kapabilitas pertahanan demi menjaga keutuhan NKRI.

• Termasuk upaya menjaga keutuhan NKRI dengan menjamin terjaganya


wilayah perbatasan melalui pembangunan wilayah dan pembangunan
kemampuan penjagaan wilayah perbatasan
Sumber: The Wall Street Journal
45
REPUBLIK
ISU STRATEGIS PN 5 (4/5)
INDONESIA

4. Kesuksesan Pemilu
Penyelenggaraan Pemilu yang aman, bebas dan adil:
• Skor IDI terkait variabel Pemilu yang Bebas dan Adil pada tahun 2016 adalah sebesar 95,48.
Pencapaian tersebut tergolong baik.
• Indikator yang mengukur keberpihakan penyelenggara pemilu (KPUD) juga memiliki skor yang
baik, yaitu 98,93.
Penyelenggaraan • Indikator yang mengukur kecurangan dalam perhitungan suara juga baik, yaitu 92,03.
Pemilu serentak
pertama di
Indonesia Jaminan hak memilih dan dipilih:
• Skor IDI terkait dengan Kualitas Data Pemilih Tetap (DPT) dalam IDI 2016, sebesar 74,44 tergolong
sedang.
• Indikator DPT menjadi indikator yang konsisten mengalami peningkatan.
• Sejak tahun 2014, penilaian terhadap indikator DPT dilakukan dengan data lapangan.
Sehingga, kualitasnya jauh lebih baik
• Sinkronisasi data pemilih untuk Pemilu 2019.

Peran Partai Politik:


The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to
open the image, or the image may hav e been corrupted. Restart your computer,
and then open the file again. If the red x still appears, y ou may have to delete the
image and then insert it again.

• Partai politik belum mampu untuk menjalankan peran dan fungsinya secara optimal.
• Dalam IDI 2016 skor untuk variabel Peran Partai Politik memiliki nilai buruk, yaitu 52,29.
• Skor IDI 2016 untuk indikator kaderisasi parpol bernilai buruk, yaitu 47,90.
• Sementara itu, Skor IDI 2016 untuk indikator keterwakilan perempuan dalam kepengurusan partai
memiliki skor baik, yaitu 91,84

Netralitas Birokrasi dalam Pemilu 2019 :


• Netralitas ASN merupakan salah satu aspek kerawanan tinggi dalam pemilu (Bawaslu, 2017)
• Data KASN menunjukan bahwa pelanggaran netralitas ASN masih cukup tinggi, tahun 2015
terdapat 29 kasus, tahun 2016 terdapat 53 kasus, sedangkan tahun 2017 terdapat 43 kasus
46
46
REPUBLIK
ISU STRATEGIS PN 5 (5/5)
INDONESIA

5. Kondisi Hubungan Internasional yang Semakin Kompleks

1 2 Kerjasama 1 2
ASEAN
1 2
Tingginya Besarnya Potensi Peran Meningkatkan
Angka WNI Radikalisasi WNI di Single pemanfaatan
Bermasalah Luar Negeri Agency kerjasama global
Besarnya Belum Adanya (G20, GPEDC, S
Ancaman Grand Strategy DGs)
Perlindungan terhadap Peran Indonesia Kerjasama
dan Pelayanan Sentralitas 3 di ASEAN Pembangunan
3 WNI di Luar 4 ASEAN 3 Internasional 4
Negeri
Masih Lemahnya Peran
Mengarahkan Peningkatkan
Database WNI di Luar Maraknya Tindak Koordinasi Sekretariat
Pelaksanaan Kerjasama partisipasi swasta
Negeri Perlu dijamin Pidana Perdagangan Nasional ASEAN-
Pembangunan dalam kerja sama
Integrasi dan Orang yang Menimpa Indonesia
Internasional untuk pembangunan
Reliabilitasnya WNI peningkatan internasional
Perdagangan dan secara lebih
Investasi terstruktur
1 2 Tantangan dan 1 2
Permasalahan
Meningkatnya Belum Utama Belum ada arah Ketidaksinkronan
Ketegangan di Selesainya kebijakan diplomasi Promosi Arah Kebijakan
Diplomasi
Laut Cina Penetapan ekonomi / promosi Perdagangan, dan Inefisiensi
Maritim, Politik,
Selatan Batas Teritori luar negeri yang Kegiatan Promosi
dan Keamanan terintegrasi Pariwisata, da
Laut dan Darat antar K/L
n Investasi
47
REPUBLIK
ARAH KEBIJAKAN PRIORITAS NASIONAL 5
INDONESIA

Sasaran:
Terjaganya Stabilitas Keamanan dan Suksesnya Pelaksanaan Pemilu
Arah Kebijakan:
Memantapkan Kamtibmas dan Menyukseskan Pemilu Memperkuat Pertahanan
1 2 3
Keamanan Siber Wilayah Nasional
a. Meningkatkan kualitas dan a. Meningkatkan kualitas lembaga demokrasi a. Mengamankan wilayah yurisdiksi nasional
kecepatan pelayanan kepolisian b. Menjamin hak memilih dan dipilih b. Memperkuat penjagaan teritorial
b. Menangani konflik sosial c. Mewujudkan birokrasi yang netral c. Meningkatkan kapabilitas pertahanan
c. Mencegah dan pemberantasan narkoba d. Melaksanakan tahapan pemilu
d. Mengamankan aktivitas siber yang berkualitas
e. Menangani terorisme

Meningkatkan Kepastian Hukum dan 5


4
Reformasi Birokrasi Meningkatkan Efektivitas Diplomasi

a. Meningkatkan kualitas penegakan hukum a. Meningkatkan perlindungan dan pelayanan WNI di luar
b. Meningkatkan efektivitas pencegahan negeri
dan pemberantasan korupsi b. Memperkuat diplomasi maritim, politik dan keamanan
c. Melaksanakan e-government yang c. Memperkuat diplomasi ekonomi dan
terintegrasi kerjasama pembangunan internasional
d. Mengembangkan kelembagaan d. Memantapkan peran indonesia di ASEAN
talenta Indonesia
48
48
PRIORITAS NASIONAL 5:
REPUBLIK
INDONESIA
STABILITAS KEAMANAN NASIONAL DAN KESUKSESAN PEMILU
Penciptaan Kondisi Aman yang Cepat dan Tanggap

1 Penanganan Konflik Sosial


Prioritas Nasional
Penanganan Penyalahgunaan Narkoba
Program Prioritas Kamtibmas
dan
Kegiatan Prioritas Keamanan Penguatan Kelembagaan Siber serta Keamanan Ruang Siber
Siber
Perlindungan dan Pelayanan WNI di Luar Penanggulangan Terorisme
5
Negeri

Penguatan Diplomasi Maritim, Politik, dan 2


Keamanan Efektivitas Penguatan Lembaga Demokrasi
Penguatan Diplomasi Ekonomi dan Diplomasi STABILITAS Peningkatan Hak-hak Politik dan
Kerjasama Pembangunan Internasional KEAMANAN Kesuksesan
kebebasan Sipil
NASIONAL Pemilu
Pemantapan Peran Indonesia di ASEAN DAN Pengamanan Pemilu
KESUKSESAN Netralitas Birokrasi dalam Pemilu 2019
PEMILU
Peningkatan Kualitas dan Keterbukaan
3 Informasi
4
Penegakan Hukum
Kepastian Pertahanan Wilayah Nasional
Pertahanan
Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Hukum dan
Wilayah Pengamanan Kawasan Perbatasan dan
Reformasi
Integrasi e-Government Nasional Kedaulatan Negara
Birokrasi
Talent Management Nasional Penguatan Pertahanan Berdaya Gentar Tinggi
49
KEGIATAN PRIORITAS DAN PROYEK PRIORITAS NASIONAL
REPUBLIK
INDONESIA

• BNPT • Kejagung • Kemkominfo • PPATK Peningkatan pelayanan kepolisian yang


• Kemenag • Kemenpar • Kemendagri • KSP
1 bermartabat
• BIN • TNI • Kementan • Setneg
• Kemenko • POLRI • Kemenkop UKM • Lemhannas Pencegahan proaktif gangguan
Polhukam • Kemen BUMN • Kemenkes Kemlu • Kemhan
Penciptaan kejahatan dan ketertiban masyarakat POLRI
• Kemenko • Kemen PUPR • Kemenkumham • Wantannas
Perekonomian • Kemendikbud • BIN
Kondisi Aman Penanganan gangguan kejahatan dan
• Kemenko • Kemenpora • BNP2TKI yang Cepat dan ketertiban masyarakat
Kemaritiman • Kemenristekdikti • Bappenas Tanggap
• Kemenko PMK • Kemenag • Kemenkeu 2
Pemantapan tim terpadu
penanganan konflik sosial (PKS)
Peningkatan pelibatan masyarakat dalam 5 1 dan pelaksanaan renaksi di
pencegahan terorisme pusat dan daerah
Penanganan
Optimalisasi peran K/L/D dalam KAMTIBMAS Konflik Sosial Penanganan konflik sosial
penanggulangan terorisme Penanggulangan
Terorisme DAN sebagai dampak kasus agraria
Rehabilitasi eks-kombatan dan individu KEAMANAN • Kemendagri • Pemda • Polri
terpapar paham radikal
SIBER
PP
Counter narrative strategy dan pemantapan
nilai-nilai kebangsaan
4 3 KP
ProP
• BSSN • BIN
• Kemkominfo • POLRI Penguatan
Kelembagaan Penanganan Pencegahan dan pemberantasan
Siber serta Penyalahgunaan penyalahgunaan narkoba
Penguatan kelembagaan siber dan Keamanan Ruang Narkoba
pengamanan aktivitas siber nasional Siber
BNN
50
KEGIATAN PRIORITAS DAN
REPUBLIK
INDONESIA
PROYEK PRIORITAS NASIONAL
• Kemkominfo • Dewan Pers
• KPI • RRI 1 Peningkatan kualitas tahapan pemilu 2019
• KIP • TVRI KPU
Penguatan pengawasan partisipatif masyarakat •
• Bawaslu
Kualitas konten dan diseminasi informasi publik Penguatan Pemutakhiran data pemilih • Kemendagri
Lembaga • Kemenko
Keterbukaan informasi di badan publik Demokrasi Penguatan pokja IDI di daerah Polhukam
Pengelolaan komunikasi publik di pusat dan Bantuan keuangan kepada parpol
daerah 5 2
PP Peningkatan
Peningkatan 2
Hak Hak
KP Kualitas dan Pendidikan pemilih
Politik dan
Keterbukaan
Kebebasan Pendidikan dan dialog politik
ProP Informasi
Sipil
KESUKSESAN Pemberdayaan organisasi
• KASN • Kemendagri PEMILU masyarakat
• KemenPAN RB • BKD/Biro SDM/Biro Peningkatan kualitas dan
• BKN Kepegawaian K/L/D keterbukaan informasi
• Bawaslu
4 • KPU • KIP
Pengawasan kode etik dan kode perilaku ASN 3 • Kemendagri • KPI
• Kemkominfo • Dewan Pers
Pembinaan integritas dan penegakan disiplin
ASN Netralitas
Birokrasi Pengamanan • POLRI • Pemda (Satpol PP)
Penguatan manajemen data disiplin ASN dalam Pemilu Pemilu • Kemhan/TNI
2019
Penegakan peraturan netralitas Pengamanan pemilu 51
KEGIATAN DAN PROYEK PRIORITAS NASIONAL
REPUBLIK
INDONESIA

1
Pengamanan dan pengawasan wilayah
PP dan sumber daya laut
Pertahanan • Bakamla • KKP
KP
Wilayah
Nasional
ProP

PERTAHANAN
WILAYAH
3 NASIONAL 2

Pengamanan • Kemenhan • Kemenhub


• Kemhan • TNI Penguatan Kawasan • TNI
Pertahanan Perbatasan • BNNP
Pemenuhan MEF II Berdaya dan
Gentar Tinggi Kedaulatan Pertahanan wilayah perbatasan
Negara (darat dan pulau terdepan)
Pengamanan wilayah udara
nasional
52
52
KEGIATAN PRIORITAS DAN PROYEK PRIORITAS NASIONAL
REPUBLIK
INDONESIA

• Polri • Bappenas Optimalisasi penanganan perkara


• Kejaksaan • KLHK
MA BNPT Optimalisasi penerapan kebijakan keadilan restoratif dalam penanganan perkara pidana
• • 1
• Kemenkumham • PPATK
PP • Kominfo • Komnas HAM Pengembangan implementasi sistem peradilan pidana terpadu berbasis teknologi informasi
• BSSN • Komnas Perempuan
Pengembangan kapasitas SDM Apgakum melalui pendidikan dan pelatihan terpadu
KP • Kemenkopolhukam • MK Penegakan
Hukum Implementasi pencegahan dan penanganan pelanggaran HAM
ProP Optimalisasi pemenuhan akses terhadap keadilan

Peningkatan kualitas regulasi

Penanganan overcrowded di lembaga pemasyarakatan


4
4 2 Penegakan hukum bidang sumber daya alam

KEPASTIAN • KPK
Talent Pencegahan dan Integrasi upaya anti korupsi Kejaksaan
Management
HUKUM DAN Pemberantasan

• Kemenpan-RB
Nasional REFORMASI Korupsi Transparansi kepemilikan manfaat (BO)* • PPATK
BIROKRASI • Kemenkumham
• Polri
Optimalisasi pengelolaan aset hasil tipikor
• Kemenkeu

• BKN • Kemenkeu • KemenPAN RB,


• KemenPAN RB • Kemenristek Dikti Penerapan aplikasi e-planning, e-budgeting, e- Penerapan
3 • Kemenkominfo
• LAN • Kemenaker procurement, e-monev, e-performance yang aplikasi e- • Bappenas
• Bappenas terintegrasi di pemerintah pusat dan daerah services dan e- • Kemenkeu
Penerapan aplikasi e-manajemen kepegawaian pengaduan • LKPP
Integrasi data kepegawaian Integrasi e- yang ANRI
yang terintegrasi di pemerintah pusat dan daerah •
Government terintegrasi di • BKN
Pembangunan kelembagaan pengelolaan pemerintah • BSSN
Penerapan aplikasi e-arsip yang terintegrasi di
manajemen talenta nasional pusat dan • ORI
pemerintah pusat dan daerah
daerah • BPPT
53
• Kemendagri
KEGIATAN PRIORITAS DAN PROYEK PRIORITAS NASIONAL
REPUBLIK
INDONESIA

1 Memperkuat perlindungan dan • Kemlu • BNP2TKI


PP
pelayanan WNI di luar negeri • Kemdagri • BNN
• KPU • BNPT
KP Semua KL yang menjadi anggota Setnas ASEAN Perlindungan Integrasi database WNI di luar negeri • Kemkumham • Kemnaker
dan Pelayanan sesuai kebijakan satu data
Indonesia menurut Keppres 23 tahun 2012
ProP WNI di Luar
Negeri Dukungan terhadap pelaksanaan • Kemlu • BNPP
Pelaksanaan cetak biru ASEAN 2025 pemilu 2019 di luar negeri • Kemenko • TNI
Maritim • Polri
Penguatan setnas ASEAN indonesia • Kemenko • KKP
Polhukam • BIG
4 5 2 • Kemdagri • Kem ATR/BPN
• Kemlu • Kemensetneg Perundingan batas laut dan darat Indonesia
• Kemenko • Kemen PUPR Penguatan dengan negara prioritas terpilih
Perekonomian • Kemendag Pemantapan
EFEKTIVITAS Diplomasi Kerjasama teknis dan fungsional kemaritiman
• Kemenko Maritim Kemenperin Peran
• Maritim, Politi
• Bappenas • KKP Indonesia di DIPLOMASI k, dan Optimalisasi keanggotaan Indonesia pada dewan
ASEAN
• Kemenkeu • KL Teknis Keamanan keamanan PBB tahun 2019
Penguatan peran swasta dalam KSST Pencapaian visi 4,000 peacekeepers

Penguatan kerja sama pembangunan internasional Penyelesaian penamaan pulau pada tahun 2019
untuk mendukung peningkatan perdagangan dan 3
Penguatan kelembagaan pusat-daerah serta efektifitas diplomasi
investasi (KSST, reverse linkage, kerja sama global, dan
Penguatan perundingan batas antar negara (Kemendagri)
lain-lain di aspasaf)
Diplomasi
Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue Penyediaan data dan informasi geospasial dalam perundingan batas
Ekonomi dan
Kerjasama laut dan darat Indonesia dengan negara prioritas terpilih (BIG)
Penyelesaian dan implementasi perundingan CEPA Pembangunan
(EFTA, EU, Turki, Chile, dan Australia) Identifikasi/inventarisasi pilar titik referensi batas negara wilayah laut
Internasional
dan udara (BNPP)
Diplomasi perikanan regional
Penataan tata ruang kawasan perbatasan (Kementerian ATR/BPN)
54