Anda di halaman 1dari 31

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

I. PENGKAJIAN
A. DATA UMUM
1. Nama Kepala Keluarga (KK) : Bpk. S
2. Usia : 60 Tahun
3. Pendidikan : S1
4. Pekerjaan : Pensiunan Guru
5. Alamat : RW. 07
6. Tanggal Pengkajian : Selasa 3 Februari 2015
7. Komposisi Anggota Keluarga :
No Nama Jenis Hub. Umur Pendidikan Pekerjaan
Kelamin Dengan
KK
1. Ibu S Perempuan Istri 59 thn MI IRT
2. An. S Perempuan Cucu 9 thn MI Pelajar

8. Genogram

60 5
9

35

Keterangan:
: Laki-laki : Meninggal

: Perempuan : Tinggal serumah


Penjelasan Genogram:
Keluarga Bpk. S memiliki 2 orang anak, Anak yang pertama adalah ibu
An. S dan kini sudah meninggal karena penyakit kanker yang diderita
ibu di usia 27 tahun. Bpk. S seorang pensiunan guru dan istri Ibu.S
merupakan ibu rumah tangga. Latar belakang pendidikan kakek adalah
S1 dan nenek An. S adalah lulusan SMA, motivasi keluarga khususnya
ibu.S untuk mengetahui wawasan baru cukup tinggi sehingga mampu
mendukung upaya perawatan di keluarga.

Riwayat kesehatan pada keluarga meliputi riwayat penyakit kanker


pada almarhum Ibu An. S. Saat dilakukan pengkajian Ibu.S mengatakan
bahwa An. S termasuk anak yang gemuk dan merasa sudah mengalami
sakit akibat kelebihan berat badan, seperti sulit buang air besar, sesak
dan nyeri lutut. Hasil pengukuran berat badan pada An.S BMI di atas
normal sesuai BMI/Umur. An. S mengalami masalah obesitas dengan
berat badan sebesar 55.60 Kg dengan tinggi badan 149 Cm. Hasil
perhitungan IMT menunjukan nilai 25, 04 dengan kategorisasi IMT/U
untuk usia anak 9 tahun berada pada rentang obesitas dengan IMT di
atas 2 Standar deviasi yang berarti An. S mengalami masalah obesitas.
Berat badan Ideal An. S adalah 40-45 Kg. berat badan sekarang berada
di persentil 99 dari 100. Keluarga sendiri masih belum mengetahui
secara pasti berapa dan bagaimana menghitung berat badan normal
pada anaknya, keluarga hanya mengetahui dari tanda dan gejala yang
ada pada cucu mereka yaitu, anak terlihat gemuk, perut membuncit,
badan membesar, pipi tembem dan porsi makan yang lebih.

Ibu S tidak mengetahui dengan jelas akibat yang bisa ditimbulkan dari
anak yang megalami kegemukan. Cara perawatan yang sudah diketahui
oleh keluarga terkait masalah gizi lebih adalah dengan mengurangi
konsumsi makan, tetapi belum mengetahui pola pengaturan makan
makanan bergizi seimbang yang harus diterapkan di keluarga. Keluarga
juga belum mengetahui cara memodifikasi lingkungan bagi angggota
keluarga yang mengalami masalah gizi lebih. Selain itu, Ibu S
mengatakan, jika anaknya mengalami kecapean adalah hal biasa yang
bisa hilang dengan istirahat tidur atau rebahan.

9. Tipe Keluarga
Keluarga Bpk. S termasuk kedalam tipe Extended Family, dimana
semua yang tinggal didalam rumah adalah keluarga dengan dua
generasi yang terdiri dari nenek, kakek dan cucu. Bpk. S berperan
sebagai kepala keluarga yang berfungsi untuk mencari nafkah dalam
memenuhi semua kebutuhan anggota keluarga sebagai pensiunan guru.

10. Suku Bangsa


Bpk.S dan Ibu S merupakan orang jawa, tepatnya jogjakarta. Bahasa
yang digunakan didalam rumah adalah bahasa Indonesia, bahasa jawa
dan bahasa sunda yang sudah terbiasa dilafalkan karena sudah lama
tinggal di depok yang mayoritas berbahasa sunda. Dilingkungan sekitar
keluarga Bpk. S kebanyakan adalah orang asli betawi, dan orang sunda
serta sebagian kecil orang jawa. Ibu A mengatakan tidak ada norma atau
kebiasaan keluarga yang tidak sesuai dengan prinsip kesehatan. Pola
kebiasaan makanan dan menu makanan yang dimasak sehari-hari tidak
dipengaruhi oleh budaya, kecuali kebiasaan makan makanan manis
pada makanan-makanan khas jawa.

11. Agama
Keluarga Bpk. S menganut agama Islam dan masing-masing anggota
keluarga menjalan ibadahnya sesuai dengan ajaran agama yang dianut
dan tidak ada perbedaan agama dalam keluarga Bpk.S. Terdapat tempat
peribadatan yaitu Mesjid di dekat rumah Bpk. S. Ibu.S mengatakan
sering mengikuti pengajian yang ada dimasyarakat. Keluarga
melaksanakan sholat lima waktu sesuai dengan ajaran agamanya.
Keluarga selalu menanamkan nilai-nilai keagamaan ke pada anak-
anaknya,

12. Status Sosial Ekonomi Keluarga


Penghasilan keluarga Bpk.S lebih dari UMR kota depok yaitu diatas
Rp. 2.400.000,- . Sumber dana yang didapatkan oleh keluarga berasal
dari Bpk. S yang mendapat dana pengsiunan sebagai guru dan dari anak
Bpk. S yang rutin memberi uang kepada Bpk. S setiap bulan.

13. Aktivitas Rekreasi Keluarga


Keluarga Bpk.S melakukan rekreasi dan mengisi waktu luang dengan
menonton televisi, bersantai dan bercengkrama dengan anggota
keluarga lainnya di samping rumah dan sesekali pergi ke lapangan
untuk bersepeda atau berenang dan berwisata jika ada acara dari MI
Nurul Falah ataupun SD RRI Cisalak tempat Bpk. S mengajar dulu.

B. RIWAYAT DAN PERKEMBANGAN KELUARGA


14. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Keluarga Bapak S berada pada tahap perkembangan keluarga dengan
anak dewasa.
15. Tugas Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi
Ibu S mengatakan anak keduanya serta cucunya bebas melakukan
apapun asalkan masih bersifat wajar dan tidak melanggar norma
kesusilaan serta keagamaan. Keluarga hanya berpesan kepada anak dan
cucunya untuk tetap hormat dan sopan pada orang tua dan terus
menjaga nama baik keluarga.

16. Riwayat Keluarga Inti


Bpk. S menikah dengan Ibu S atas dasar saling mencintai satu sama
lain. Sejak muda Bpk. S mempunyai kebiasaan minum kopi. Hampir
seluruh keluarga sangat menyukai makanan dan minuman yang manis
dalam porsi berlebih, menyukai gorengan dan tidak terlalu suka makan
buah dan sayur.

17. Riwayat Keluarga Sebelumnya


Keluarga Bpk. S mengatakan, bahwa Ibu dari Bpk. S meninggal akibat
dari penyakit hipertensi. Sedangkan ibu bapak dari Ibu S tidak memiliki
riwayat diabetes dan diabetes selama masa kehamilan anak-anaknya
dan sampai sekarang masih sehat walafiat.

C. LINGKUNGAN
18. Karakteristik Rumah
Tipe bangunan keluarga Bpk. S adalah permanen dengan memakai
semen dan batu bata. Status kepemilikan rumah adalah milik sendiri.
Ukuran rumah Bpk. S kurang lebih 300 m 2, lantai rumah sebagian
menggunakan keramik dan dalam keadaan bersih. Keluarga
membersihkan dan merapihkan rumahnya 1 kali sehari. Jumlah ruangan
terdiri dari 1 ruang utama, 4 buah kamar tidur, 1 ruang keluarga,1 ruang
dapur, 1 ruang makan dan 2 kamar mandi. Rumah keluarga Bpk. S
memiliki ventilasi yaitu terdapat jendela di depan rumah dan samping
rumah, dan dibuka setiap hari, namun karena di rumah banyak kandang
ayam dan burung seringga terkadang udara terasa lembap di ruangan
rumah. Cahaya matahari dapat langsung masuk kedalam rumah
khususnya ruang tamu namun tidak terlalu terang.
Keluarga memiliki sumber air sendiri yang berupa jet pump yang
ditampung kedalam bak air, dimana airnya tidak berasa, tidak berbau
dan tidak berubah warna sehingga layak untuk dikonsumsi dan
digunakan untuk aktivitas sehari-hari keluarga yang menggunakan air.
Keluarga juga memiliki jamban sendiri dengan pembungan kotoran
menggunakan septic tank yang jaraknya dengan sumur pompa lebih
dari 10 m. Adapun untuk pembuangan sampah dikumpulkan ditempat
sampah yang berada di dalam dapur untuk dibuang didepan rumah dan
kemudian diambil atau diangkut oleh petugas sampah setiap harinya.

Denah Rumah:

Teras samping : Kandang ayam dan Burung


Ruang Tamu Kamar WC

Dapur

Teras Ruang Ruang Makan dan


Kamar Keluarga tangga lantai 2
Kamar
19. Karakteristik Tetangga
Tetangga disekitar rumah keluarga Bpk. S kebanyakan berasal dari suku
sunda dan jawa. Sebagian besar tetangga juga merupakan warga
pendatang yang tinggal di rumah-rumah kontrakan. Hubungan keluarga
Bpk. S dengan tetangga sekitar sangat baik. Kebersihan jalan di sekitar
rumah cukup bersih dan tidak terdapat pabrik industri sehingga tidak
terdapat limbah pabrik atau limbah industri. Terdapat beberapa warung
disekitar rumah keluarga Bpk. S yang menjual berbagai macam jajanan
yang menggunakan MSG serta pemanis buatan yang sering dibeli oleh
An. S. Keluarga Bpk. A jarang memanfaatkan pelayanan kesehatan
sering pergi ke puskesmas dan praktek dokter klinik atau rumah sakit
yang berada diwilayah Sukamaju Baru.
20. Mobilitas Geografis Keluarga
Keluarga Bpk. S jarang bepergian kemana-mana, hanya pergi ke
jogjakarta jika liburan di hari raya.

21. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat


Perkumpulan antar warga adalah pengajian, dan arisan. Keluarga Bpk.
S biasanya berkumpul saat hari-hari besar keagamaan dan disaat salah
satu keluarga sedang mengadakan acara atau hajatan.

22. Sistem Pendukung Keluarga


Masyarakat di RW 07 merupakan masyarakat yang saling membantu
satu sama lain, sehingga keluarga Bpk. S sering meminta pertolongan
tetangga jika diperlukan.

D. STRUKTUR KELUARGA
23. Pola Komunikasi Keluarga
Komunikasi antara anggota keluarga Bapak S sering dilakukan dan
berjalan dengan baik dan lancar. Pola komunikasi yang digunakan oleh
keluarga Bpk. S adalah pola komunikasi Switchboard (Segala arah),
dimana semua anggota keluarga berhak dan bebas mengutarakan
pendapatnya. Keluarga Bpk. S selalu mengusahakan keterbukaan
diantara sesama anggota keluarganya terutama pada cucunya yang
berada di usia sekolah. Jika terdapat masalah pada anggota keluarga,
keluarga akan membicarakannya bersama-sama dan mencoba mencari
penyelesaian masalah yang terbaik bagi anggota keluarganya. Keluarga
pun berupaya kompak satu sama lain jika mau melarang cucu
melakukan hal tidak seharusnya dilakukan demi kebaikan anak.

24. Struktur Kekuatan Keluarga


Pengambil keputusan pada keluarga Bpk. S adalah Bpk. S sendiri yang
betindak sebagai kepala keluarga. Seperti jika terdapat masalah atau
anggota keluarga yang sakit, Ibu. S akan mendiskusikannya kepada
Bpk. S. tetapi, setiap permasalahan akan dimusyawarahkan bersama.

25. Struktur Peran


 Formal
a. Bpk. S sebagai kepala keluarga mampu menjalankan perannya
sebagai suami dan kakek bagi An. S
b. Ibu. S sebagai istri dan nenek dari An. S dapat menjalankan
perannya sebagai pengurus rumah tangga.
c. An. S sebagai cucu merupakan pelajar yang sudah duduk
dibangku kelas 3 MI Nurul Fallah.

 Informal
a. Bpk. S berperan sebagai pendorong dan koordinator
keluarga. Bpk. S selalu memberikan semangat kepada
anggota keluarganya terutama kepada cucunya untuk dapat
menjadi anak yang baik dan berprestasi.
b. Ibu. S berperan sebagai penjaga, pengontrol serta merawat
kondisi kesehatan keluarganya sesuai ilmu yang didapatnya
dari perawat. Selain itu, Ibu. S juga berperan sebagai
penghubung keluarga dengan berusaha menghubungkan
serta memonitor komunikasi yang ada didalam keluarga.

26. Nilai dan Norma Budaya


norma yang berlaku didalam keluarga Bpk. S adalah norma agama, adat
istiadat, budaya dan norma sosial. Keluarga Bpk. S selalu menanamkan
rasa menghormati dan menghargai orang lain, sopan santun kepada
sesama dan menanamkan nilai kebersamaan didalam keluarga.

E. FUNGSI KELUARGA
27. Fungsi Afektif
Menurut keluarga Bpk. S mereka saling menyayangi satu sama lain.
Ibu. S mengatakan, baik Ibu. S maupun Bpk. S selalu memberikan
perhatian kepada anak dan cucunya dan memperhatikan serta berusaha
memenuhi dan memberikan yang terbaik.

28. Fungsi Sosial


Keluarga Bpk. S merupakan keluarga yang sering dan mudah
bersosialisasi serta keluarga yang di hormati di sekitar wilayahnya
karena merupakan sesepuh juga di wilayah tersebut.

29. Fungsi Perawatan Kesehatan


Keluarga Bpk. S sangat memperhatikan setiap masalah kesehatan yang
ada pada masing-masing anggota keluarganya. Hal tersebut terbukti
dengan khawatirnya Bpk. S terhadao kondisi cucunya. Ibu. S juga rajin
mengikuti kegiatan-kegiatan masyarakat yang dapat memberikan
manfaat serta ilmu mengenai kesehatan walaupun tidak menjadi kader
di wilayah RW 07.

Pola Kebiasaan Keluarga


a. Makan
Keluarga Bpk. S makan sehari 3 kali. Tetapi biasanya An. S sering
mengemil dan makan mie goreng. Berikut adalah salah satu porsi
dan jenis makan yang ada pada keluarga Bpk. S :

Nama Ritme Makan dan Porsi Camilan dan porsi


Anggota Sarapan Makan Siang Makan Malam
Keluarga Pagi
Bpk. S Kopi, - Nasi - Nasi (2 centong) - Siomay (1 piring)
Gorengan (2 centong) - Sayur (1/2
- Sayur Mangkok)
(1/2 Mangkok) - Tahu
- Lele

Ibu. S Gorengan - Nasi (1 - Nasi (1 centong) - Teh manis


centong) - Sayur (1/2 (2 gelas
- Sayur (1/2 Mangkok) belimbing)
Mangkok) - Gorengan (4 biji)
- Lele

An. S Nasi - Nasi (2 - Nasi (2 centong) - Gorengan (4 biji)


Goreng centong) - Lele (2-3 ekor) - Mie goreng
(2 centong) - Sayur (1/2 - Siomay (1 piring)
Mangkok) - Biskuit (1
- Lele (2-3 ekor) Bungkus)
- Ice Cream

An.S memiliki kebiasaan makan 3x sehari atau lebih dengan porsi yang
besar. Di pagi hari An. S biasa sarapan nasi dengan sayur sop, dan seringkali
makan dengan mie goreng. An.S memiliki kebiasaan konsumsi nasi
sebanyak 2 centong nasi dalam satu kali makan. Makanan kesukaan An. S
adalah ikan lele dan bisa habis 2-3 ekor dalam 1 kali makan. Anak sudah
memiliki kebiasaan makan sayur, namun konsumsi sayur terbatas pada sop
dengan isi wortel kentang dan baso tanpa disertai konsumsi sayur lainnya.
Dengan porsi makan sayur sebanyak 1 mangkuk sayur sekali makan. Begitu
juga dengan konsumsi buah, An.S terkadang makan buah-buahan namun
belum rutin setiap hari. Konsumsi buah pun masih terbatas pada buah yang
disukai seperti pisang dan jeruk. Selain kurangnya konsumsi buah dan sayur
An.S memiliki kebiasaan makan kue manis dan cokelat yang juga dapat
menjadi salah satu penyebab An.S menjadi obesitas.

b. Aktivitas
Aktivitas pada angota keluarga Bpk. S berbeda-beda. Bpk. S sehari-
harinya bekerja sebagai buruh lepas Ibu. S sebagai ibu rumah
tangga bertugas untuk mengurusi segala keperluan anggota keluarga
mulai dari menyiapkan makanan pagi, siang dan malam hari,
menyiapkan persiapan atau keperluan anak dan cucunya serta
memberesi kondisi rumah serta pekerjaan rumah lainnya. Beberapa
hari tertentu, Ibu. S memiliki kegiatan rutin setiap bulannya seperti
arisan, dan pengajian yang ada di RW nya. Sedangkan An. S
sekolah dari pagi hingga siang hari pukul 14.00. Selebihnya An. S
memanfatkan waktu luang dengan menonton TV.

c. Olah Raga
Keluarga Bpk. S jarang melakukan aktivitas olah raga. An. S lebih
senang mengisi kegiatan dengan tidur dan santai di rumah. Namun
terkadang jika ada kegiatan berwisata atau berenang dari MI Nurul
Falah dan SD RRI Cisalak An. S dan Bpk. S ikut serta dalam
kegiatan tersebut

F. STRESS DAN KOPING KELUARGA


30. Stressor Jangka Pendek
Ibu. S mengatakan bahwa yang menjadi pikiran saat ini adalah masalah
kegemukan yang dialami oleh cucu nya. Ibu. S juga mengatakan, takut
jika anaknya akan mengalami sakit akibat dari kegemukan yang dialami
oleh kedua anaknya.

31. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Masalah


Keluarga Bpk. S jika mempunyai masalah hanya pasrah, berdoa dan
berusaha melakukan yang terbaik untuk semua anggota keluarganya.

32. Strategi Koping yang Digunakan


Ibu. S mengatakan jika ada masalah dalam keluarga, mereka selalu
membicarakan bersama-sama dan mencari solusi atau jalan keluar yang
terbaik bagi semua anggota keluarga.

33. Strategi Adaptasi Disfungsional


Tidak ditemukan.

34. Pemeriksaan Fisik


Pemeriksaan Ibu. S
Kepala Bentuk simetris, distribusi rambut merata,
tebal, berwarna hitam, terdapat uban
Leher Pembesaran kelenjar tiroid (-)
Telinga Bentuk simetris antara telinga kanan dan kiri,
liang telinga terlihat bersih, eritema (-)
Mata Kelopak mata terlihat dapat membuka
menutup, sclera bening, konjungtiva pink, alis
mata berbatas tegas dan simetris, bulu mata
lurus dan panjang, pembengkakan mata (-),
respon terhadap cahaya (+)
Mulut dan hidung Bentuk simetris, ekspresi muka sesuai, lidah
berwarna putih kemerahan, tidak ada secret
yang keluar melalui hidung, tidak ada kotoran
yang terlihat melalui hidung
Rongga mulut Bibir simetris, mukosa bibir lembab,
perdarahan dan pembengkakan (-), karies gigi
(-)
Dada dan paru- paru Dada simetris, pembengkakan (-), retraksi dada
(-), ronkhi (-), warna badan coklat , sianosis (-)
Abdomen distensi abdomen (-), pembengkakan (-), bising
usus 8 x/menit, perut membuncit (+)
Reproduksi Tidak ada keluhan
Sistem Ibu. S dapat berjalan dengan normal, pada
muskuloskeletal akhir bulan februari Ibu. S terjatuh ketika
bersih-bersih di teras, sehingga kurang mampu
berjalan dengan lancar. ekstremitas simetris,
rentang gerak penuh, dan otot kurang kuat
BB dan TB 50 kg & 160 cm
Tanda- tanda vital TD 110/80 mmHg; Nadi 92 x/menit;
Pernapasan 20 x/menit; Suhu 36,8º C
Capillary refill < 2 detik
Asam Urat 5.6
Gula Darah sewaktu 340
Kolesterol 220

Pemeriksaan An. S
Kepala Bentuk simetris, distribusi rambut merata,
tebal, berwarna hitam kekuningan
Leher Pembesaran kelenjar tiroid (-)
Telinga Bentuk simetris antara telinga kanan dan kiri,
liang telinga terlihat bersih, eritema (-)
Mata Kelopak mata terlihat dapat membuka
menutup, sclera bening, konjungtiva pink, alis
mata berbatas tegas dan simetris, bulu mata
lurus dan panjang, pembengkakan mata (-),
respon terhadap cahaya (+)
Mulut dan hidung Bentuk simetris, ekspresi muka sesuai, lidah
berwarna putih kemerahan, tidak ada secret
yang keluar melalui hidung, tidak ada kotoran
yang terlihat melalui hidung
Rongga mulut Bibir simetris, mukosa bibir lembab,
perdarahan dan pembengkakan (-), karies gigi
(-), pipi tembem (+)
Dada dan paru- paru Dada simetris, pembengkakan (-), retraksi dada
(-), ronkhi (+), warna badan coklat , sianosis
(-), dada membusung (+), sesak (+)
Abdomen Abdomen buncit (+), distensi abdomen (-),
pembengkakan (-), bising usus 8 x/menit, BAB
3-4 Hari sekali
Reproduksi Tidak ada keluhan
Sistem An. S dapat berjalan dengan normal, ekstremits
muskuloskeletal simetris, rentang gerak penuh, dan otot kuat
BB dan TB 55.6 kg & 149 cm
Tanda- tanda vital Nadi 84 x/menit; Pernapasan 32 x/menit; Suhu
36,6º C
Capillary refill < 2 detik
Tn. S : Tidak terkaji

G. HARAPAN KELUARGA TERHADAP ASUHAN KEPERAWATAN


KELUARGA
Keluarga berharap dalam memberikan asuhan keperawatan kepada
keluarga Bpk. S dapat dilakukan secara rutin dan teratur serta dilanjutkan
sehingga keluarga Bpk. S dapat terus menerus mengontrol kesehatannya
atau keluhan-keluhan terhadap masalah kesehatan yang dialami bisa
tertanggulangi dengan baik.

Analisis Data

NO DATA MASALAH
1. Data Objektif : Obesitas pada An. S
- Berat Badan 55.6 Kg (NANDA 2015-2017)
- Tinggi Badan 149 cm
- Usia : 9 tahun
- BMI : 25,04 ; Persentil 99 ; 3 SD (Obesitas )
- Wajah Membulat
- Pipi Tembem
- Dada Membusung dengan payudara membesar
- Perut Membuncit

Data Subjektif :
- Keluarga mengatakan An. S sulit makan sayur dan
buah, hanya sayur sop yang disukai dan buah jeruk
yang disukai
- Keluarga mengatakan masih belum mengetahui
secara pasti berapa dan bagaimana menghitung berat
badan normal pada kedua anaknya
- Keluarga hanya mengetahui tanda dan gejala
kegemukan pada cucu mereka yaitu, anak terlihat
gemuk, perut membuncit, badan membesar, pipi
tembem dan porsi makan yang lebih
- Ibu S tidak mengetahui dengan jelas akibat yang bisa
ditimbulkan dari anak yang megalami kegemukan
- Keluarga mengatakan, tidak mengetahui cara
perawatan untuk mengatasi kegemukan pada anak
- Keluarga mengatakan selama ini belum mencoba
membatasi porsi makanan pada anaknya.
- Keluarga juga belum mengetahui cara memodifikasi
lingkungan yang baik bagi anggota keluarga yang
mengalami kegemukan
- Keluarga belum memanfaatkan fasilitas kesehatan
untuk mengontrol berat badan dan risiko kegemukan
dari cucunya

2. Data Objektif : Gaya Hidup Kurang


- An. S berolahraga 1 minggu sekali ( di sekolah) Gerak pada An. S
- Setiap kunjungan keluarga dan saat dikaji An. S (NANDA 2015-2017)
terlihat sedang menonton TV di rumah
- Porsi makan berlebih

Data Sukjektif:

Ibu S mengatakan:
- An. S jarang berolahraga (terkadang bersepada
seminggu sekali)
- An. S lebih suka mengisi waktu luang dengan tidur
dan istirahat di rumah
- Keluarga mengatakan An. S jarang bemain diluar
rumah bersama teman-temannya
- Keluarga mengungkapkan ingin anak anaknya
memiliki berat badan normal agar sehat sampai
dewasa nanti

3 Data Objektif : Gangguan Citra Tubuh


- An. S sering menunduk (NANDA 2015-2017)
- An. S Jarang bicara di kelas padahal termasuk anak
yang pintar
- Rasa percaya diri tidak adekuat jika bersama teman-
temannya di kelas
- Motivasi tidak adekuat

Data Sukjektif:
- Ibu S mengatakan An. S sering kurang bisa
mengungkapkan pendapatnyaa jika memiliki
keinginan
- An.S mengatakan malu dengan bentuk badan
- Ibu S mengatakan An.S tidak terlalu terbuka dengan
orang lain, dan jarang merasa percaya diri
Prioritas Masalah
Obesitas (NANDA 2015-2017)

Angka
Kriteria Skor Bobot Perhitungan Pembenaran
Tertinggi
Sifat 3 3 1 3/3 x 1 = 1 Masalah obesitas sudah
masalah : terjadi. Berdasarkan hasil
Aktual data pengkajian, dapat
disimpulkan bahwa An.S
mengalami obesitas

Kemungkina 1 2 2 1/2 x 2 = 1 Tingkat pengetahuan terkait


n masalah gizi dan pentingnya
untuk menjaga berat badan ideal
diubah : masih kurang. Ibu.S
sebagian memiliki motivasi yang
cukup kuat untuk
menyehatkan An. S

Potensi 2 3 1 2/3 x 1 = 2/3 Masalah kesehatan obesitas


masalah sudah terjadi cukup lama
untuk pada An. S, Ibu S selalu
dicegah : menyediakan mie goreng,
cukup nugget, sosis, dan biskuit
sebagai makanan kesukaan
An. S

Menonjol- 2 2 1 2/2 x 1 = 1 Keluarga mengatakan


nya masalah bahwa masalah kesehatan
: segera yang dialami An. S harus
diatasi segera diatasi karena jika
terus menerus tidak diatasi
khawatir menjadi ancaman
kesehatan kedepannya.
TOTAL 3 2/3
SKOR

Gaya Hidup Kurang Gerak pada An. S (NANDA 2015-2017)

Angka
Kriteria Skor Bobot Perhitungan Pembenaran
Tertinggi
Sifat 3 3 1 3/3 x 1 = 1 Masalah bersifat aktual
masalah : karena sudah terjadi anak
Aktual memiliki kebiasaan kurang
gerak dan berolahraga.

Kemungkina 1 2 2 1/2 x 2 = 1 Ibu.S memiliki motivasi


n masalah yang cukup kuat untuk
untuk menyehatkan An. S
diubah :
sebagian
Keluarga mengatakan An. S
Potensi 1 3 1 1/3 x 1 = 1/3 jarang berolahraga,
masalah kebiasaan mengisi waktu
untuk luangnya adalah tidur,
dicegah : istirahat dan menonton TV
rendah di rumah.

Keluarga mengatakan
Menonjol- 2 2 1 2/2 x 1 = 1 bahwa masalah kurang
nya masalah aktivitas juga dapat
: mengakibatkan gemuk,
segera sehingga berharap bisa
diatasi segera diatasi

TOTAL 3 1/3
SKOR

Gangguan Citra Tubuh (NANDA 2015-2017)


Angka
Kriteria Skor Bobot Perhitungan Pembenaran
Tertinggi
Sifat 3 3 1 3/3 x 1 = 1 Masalah bersifat aktual
masalah : karena sudah terjadi anak
Aktual memiliki ketidakefektifan
dalam menjalankan peran

Kemungkina 1 2 2 1/2 x 2 = 1 Ibu.S memiliki motivasi


n masalah yang cukup kuat untuk
untuk memotivasi An. S
diubah :
sebagian

Potensi 1 3 1 2/3 x 1 = 2/3 - An.S mengatakan malu


masalah dengan bentuk badan
untuk - An.S mengatakan kurang
dicegah : percaya diri untuk bergaul
cukup bersama teman-teman

Menonjol- 1 2 1 1/2 x 1 = 1/2 Keluarga mengatakan


nya masalah bahwa masalah berharap
: tidak bisa segera diatasi namun
segera diutamakan yang masalah
diatasi obesitas nya

TOTAL 3 1/6
SKOR

Prioritas Diagnosis Keperawatan pada keluarga Bpk. S:


1. Obesitas (NANDA 2015-2017)
2. Gaya Hidup Kurang Gerak pada An. N (NANDA 2015-2017)
3. Gangguan Citra Tubuh (NANDA 2015-2017)
Perencanaan Keperawatan

No Data Diagnosa Tujuan Impelementasi

1 Data Objektif : Domain 2: Nutrisi 1. Keluarga mampu mengenal 1.Keluarga mampu


masalah
- Berat Badan 55.6 Kg Kelas 1: Obesitas mengenal masalah
- Tinggi Badan 149 cm Domain IV: Pengetahuan kesehatan
Domain 3: Perilaku
- Usia : 9 tahun dan perilaku
- BMI : 25,04 ; Persentil 99 ; 3 SD Kelas S: Edukasi klien
Kelas S: Pengetahuan kesehatan
(Obesitas )
5510: Pendidikan Kesehatan
- Wajah Membulat 1802: Pengetahuan keluarga tentang
- Pipi Tembem gizi seimbang pada AUS (2-4) Kegiatan:
- Dada Membusung dengan payudara
1803: Pengetahuan keluarga  Identifikasi kebutuhan
membesar
mengenai proses penyakit (proses informasi kesehatan yang
- Perut Membuncit
terjadinya obesitas) pada AUS (2-4) diperlukan klien dan

Data Subjektif : keluarga


1802: Pengetahuan keluarga
- Keluarga mengatakan An. S sulit makan
mengenai gizi seimbang sesuai usia  Identifikasi faktor internal
sayur dan buah, hanya sayur sop yang
AUS (1-4) dan eksternal yang
disukai dan buah jeruk yang disukai
- Keluarga mengatakan masih belum mempengaruhi motivasi
Kelas T: Kontrol resiko dan
mengetahui secara pasti berapa dan keamanan untuk perubahan perilaku
 Tentukan tujuan program
bagaimana menghitung berat badan
1908: Deteksi Resiko pendidikan kesehatan
normal pada kedua anaknya
- Keluarga hanya mengetahui tanda dan  Identifikasi sumber daya
Indikator:
gejala kegemukan pada cucu mereka (SDM, waktu, tempat,

yaitu, anak terlihat gemuk, perut 190801: Mengenali tanda dan peralatan, dana)
 Tentukan strategi
membuncit, badan membesar, pipi gejala obesitas pada AUS (1-4)
190802: Teridentifikasi faktor pendidikan yang efektif
tembem dan porsi makan yang lebih
- Ibu S tidak mengetahui dengan jelas resiko yang berpotensi dan antraktif sehingga

akibat yang bisa ditimbulkan dari anak menimbulkan obesitas (1-4) menarik perhatian

yang megalami kegemukan keluarga


- Keluarga mengatakan, tidak mengetahui  Kembangkan materi

cara perawatan untuk mengatasi sesuai level pendidikan

kegemukan pada anak anggota keluarga


- Keluarga mengatakan selama ini belum
2.Keluarga mampu memutuskan
mencoba membatasi porsi makanan pada 2. Kemampuan keluarga

anaknya. Domain IV: Pengetahuan dalam memutuskan


- Keluarga juga belum mengetahui cara kesehatan dan perilaku
5250: dukungan membuat
memodifikasi lingkungan yang baik bagi
Kelas Q: Perilaku kesehatan. keputusan
anggota keluarga yang mengalami
 Identifikasi dan klarifikasi
kegemukan
- Keluarga belum memanfaatkan fasilitas Hasil: adanya perbedaan
kesehatan untuk mengontrol Berat badan pandangan dalam melihat
1606: berpartisipasi dalam
dan risiko kegemukan dari cucunya masalah obesitas antara
memutuskan perawatan kesehatan.
keluarga dan perawat.
Membuat keputusan terkait  Fasilitasi klien untuk

perawatan AUS (2-4) mengklarifikasi nilai dan


harapan yang akan
Melakukan identifikasi outcome (2- mempengaruhi
4) pengambilan keputusan
 Bantu klien
Menggunakan teknik problem
mengidentifikasi
solving untuk mencapai outcome
keuntungan dan kerugian
(2-4)
masing-masing alternatif
pemecahan masalah.

3.Keluarga mampu melakukan Kemampuan keluarga


perawatan dalam merawat

1841: Pengetahuan: Manajemen Berat Badan


Manajemen berat badan 1240:

Indikator  Diskusikan dengan


keluarga AUS hubungan
 184101: BB dalam rentang
antara intake nutrisi,
optimal(1-3)
 184103: Strategi mencapai berat aktivitas, terhadap

badan optimal (1-3) penurunan BB


 184109: Praktik penyediaan  Diskusikan kondisi

makanan seimbang (1 – 3) kesehatan AUS yang dapat


 184111: Strategi modifikasi mempengaruhi BB AUS
intake makanan (1 – 3)  Diskusikan dengan

Kelas DD: Parenting Performance keluarga AUS pola hidup


dan budaya yang
Indikator:
berpengaruh tehadap BB

 221101: Menyediakan AUS


 Diskusikan faktor resiko
kebutuhan fisik anak ((2-4)
yang berhubungan dengan
 221122: Menyediakan gizi yang
penurunan BB
sesuai umur (2-4)  Tentukan berat badan
1805: Pengetahuan: Perilaku yang sesuai untuk AUS
sehat  Ajarkan cara
Indikator mengembangkan atau
merencanakan modifikasi
 180501: Praktik penyediaan
menu yang sesuai untuk
makanan seimbang (1 – 3)
kebutuhan AUS
 Pantau BB secara berkala
 Berikan pujian atas usaha
Ibu dalam menurunkan
BB sesuai BB normal

Keluarga mampu
4.Keluarga mampu memodifikasi memodifikasi lingkungan
lingkungan 8880: Environmental Risk
Domain IV : pengetahuan kesehatan Protection
dan perilaku Tindakan:
Level 2: Kelas T: kontrol resiko dan  Kaji faktor resiko yang
keamanan ada di lingkungan yang
1910; lingkungan rumah yang aman berkaitan dengan obesitas
Indikator:
Keamanan penyimpanan makanan pada AUS misalnya
untuk AUS (2-4) kebersihan lingkungan,
Kemanan makanan yang disediakan air, makanan, cuci tangan)
untuk AUS (2-4)  Berikan informasi kepada
Keamanan lingkungan untuk
keluarga terkait faktor
perawatan AUS dan area bermain di
resiko yang ada dalam
rumah (1-4)
keluarga yang
mempengaruhi obesitas.

5.Keluarga mampu
memanfaatkan fasilitas kesehatan Keluarga mampu
memanfaatkan fasilitas
Kelas Q: Perilaku sehat
kesehatan
1626: Perilaku: meningkatkan berat
 7910: Konsultasi
badan Berikan konsultasi kepada

Indikator klien (orang tua AUS)


dengan hasil skrining yang
 162601: Meminta bantuan dari
abnormal untuk rencana
petugas kesehatan professional
tindak lanjut yang harus
untuk masalah berat badan (2 –
dilakukan :
4)
- Pengenalan HAN
Terapi setiap hari
H: hipnotis diri
sendiri
A: Aktifitas fisik :
Aku senang berjalan
kaki atau bersepeda
setiap hari
N : Nutrisi yang baik :
Buah setiap hari,
Cintai sayur setiap
hari, Di hari selasa,
aku mengganti makan
nasi dengan sumber
zat tenaga lain
(ODNR).

- pemberian tindakan
keperawatan
komplementer oleh
perawat :
* Terapi Self Hipnosis
* Terapi Zona

 8100: rujukan:Rujuk klien


(AUS) ke pelayanan
kesehatan bila perlu

2 - An. S berolahraga 1 minggu sekali Gaya Hidup Kurang Domain IV: Pengetahuan kesehatan Domain 1 : Fisik : dasar
( di sekolah) Gerak pada An. S dan perilaku
- Setiap kunjungan keluarga dan saat
(NANDA 2015-2017)
dikaji An. S terlihat sedang menonton Kelas Q : Kebiasaan Kesehatan Kelas A : manajemen aktifitas
TV di rumah
- Porsi makan berlebih dan olahraga (latihan)
1633 : Partisipasi dalam olahraga

Data Sukjektif: 163301 : perencanaan kegiatan 0200 : Exercise promotion


olahraga bersama petugas kesehatan
Ibu S mengatakan: (1-5)  Kaji keyakinan anak
- An. S jarang berolahraga (terkadang
bersepada seminggu sekali) 163302 : identifikasi penghambat terkait latihan fisik
- An. S lebih suka mengisi waktu luang dalam pelaksanaan olahraga (1-5)
dengan tidur dan istirahat di rumah  Kaji pengalaman olahraga
- Keluarga mengatakan An. S jarang 163303: tentukan goal/ tujuan
bemain diluar rumah bersama teman- jangka pendek (1-4) yang biasa dilakukan anak
temannya
- Keluarga mengungkapkan ingin anak 163304 : tentukan goal/ tujuan  Kaji motivasi anak dalam
anaknya memiliki berat badan normal jangka panjang (1-3)
olahraga
agar sehat sampai dewasa nanti
163307 : seimbangkan kegiatan
olahraga dalam aktivitas sehari-hari  Kaji hambatan anak untuk
(1-4)
olahraga
163308: berpartisipasi dalam
olahraga rutin (1-4)  Beri pujian pada anak
ketika anak mau memulai
163309 : menunjukan kemampuan
olahraga dengan baik (1-4) kegiatan olahraga
 Dampingi anak untuk
menentukan kebutuhan
olahraga

 Dampingi anak untuk


membuat jadwal olahraga

 Dampingi anak untuk


merencanakan kegiatan
olahrag bersama keluarga

 Informasikan manfaat
kesehatan yang didapat
dengan berolahraga

 Berikan instruksi kepada


anak untuk berolahraga
sesuai durasi, frekuensi,
dan intesnsitas berolahrga
secara rutin
Domain 3 : Kebiasaaan

Kelas S : Pendidikan
Kesehatan Klien

5612 : Prescribed exercise

 Instruksikan anak unutk


melaksanakan olahraga
sesuai jadwal

 Beritahu anak teknik


olahraga yang mungkin
dilakukan : bersepeda dan
berjalan kaki setiap hari
dengan teknik interval
training

 Libatkan keluarga untuk


memotivasi dan
berolahraga bersama anak
 Berikan reinforcemen
positif atas pencapaian
anak

3 - An. S sering menunduk Gangguan citra tubuh Domain III : Kesehatan Psikososial 5400: upaya peningkatan
- An. S Jarang bicara di kelas padahal
(NANDA 2015-2017) harga diri klien
termasuk anak yang pintar Kelas M: psychological weel being
- Rasa percaya diri tidak adekuat jika
 Bantu anak untuk
bersama teman-temannya di kelas 1200: Citra tubuh
- Motivasi tidak adekuat meningkatkan penilaian
120001: pandangan terhadap diri personal terhadap harga
Data Sukjektif:
- Ibu S mengatakan An. S sering kurang sendiri (1-4) diri
bisa mengungkapkan pendapatnya jika
memiliki keinginan 120005 : puas dengan penampilan  Tingkatkan persepsi sadar
- An.S mengatakan malu dengan bentuk
badan tubuh (kegemukan) (1-4) dan tak sadar klien
- Ibu S mengatakan An.S tidak terlalu terhadap penampilan
terbuka dengan orang lain, dan jarang 1200017 : strategi meningkatkan
merasa percaya diri tubuh
keyakinan dalam berpenampilan
dengan kekuatan dalam diri (1-4)  Bantu anak untuk
beradaptasi dengan
kondisi tubuhnya sekarang

 Dampingi anak dan


berikan pengertian pada
lingkungan anak untuk
tidak mengejek dan
mengolok-olok anak

 Beri pemahaman pada


keluarga untuk
memberikan motivasi
pada anak

 Berikan reinforcement
positif atas pencapaian
anak

5922 : Memfasilitasi Self


Hipnosis

 Kenalkan anak pada


konsep self hipnosis

 Identifikasi masalah yang


bisa diatasi dengan self
hipnosis

 Tentukan tujuan dari self


hipnosis bersama anak

 Pastikan anak menerima


upaya perawatan self
hipnosis

 Bimbing anak untuk


melakukan self hipnosis :
teknik induksi, deepening

 Berikan pujian atas


kemampuan anak
melakukan self hipnosis

 Monitor respon anak


setelah dilakukan self
hipnosis