Anda di halaman 1dari 36

PROSES KEPERAWATAN KELUARGA

(DIMENSI PENGKAJIAN DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA)


ASUHAN KEPERAWATAN
KELUARGA

Proses Yang Kompleks


Dengan Menggunakan Pendekatan
Sistematik
Untuk Bekerja Sama Dengan Keluarga
Dan Individu Sebagai Anggota Keluarga
TAHAPAN PROSES

1. Pengkajian Keluarga Dan Individu


2. Perumusan Diagnosis Keperawatan
3. Penyusunan Perencanaan
4. Pelaksanaan
5. Evaluasi
PENGKAJIAN KELUARGA

1. Mengindentifikasi Data Demografi &


Sosio Kultural
2. Data Lingkungan
3. Struktur & Fungsi Keluarga
4. Stress & Strategi Koping Yang
Digunakan Keluarga
5. Perkembangan Keluarga
Pengkajian Demografi & Sosio
Kultural

 Data Umum (KK, alamat, pekerjaan, pendidikan,


Komposisi, tipe keluarga, suku bangsa, agama, status
sosek).
 Tahapan perkembangan keluarga (tahap
perkembangan saat ini, tugas perkembangan yang
belum terpenuhi, riwayat keluarga inti, riwayat
keluarga sebelumnya)
Data Lingkungan

 Karakteristik rumah
 Karakteristik tetangga/komunitas
 Mobilitas keluarga
 Interaksi sosial keluarga
 Sistem pendukung keluarga
Pengkajian Struktur Keluarga

 Struktur Komunikasi
 Struktur Peran
 Struktur Nilai/norma
 Struktur Kekuatan
Stressor dan Koping keluarga
 Stressor jangka pendek dan panjang

 Sumber pendukung individu, keluarga dan komunitas

 Respon terhadap stresor Persepsi keluarga respon stressor


berbeda-beda tergantung persepsi, intensitas, lamanya, jumlah,
tingkat perkembangan, pengalaman masa lalu

 Strategi koping internal dan eksternal,adaftif/mal adaftif


 Strategi adaptasi disfungsional
BENTUK KELUARGA
Goldenberg (1980) :
1. Keluarga inti (nuclear family),
2. Keluarga besar (extended family),
3. Keluarga campuran (blended family),
4. Keluarga menurut hukum umum (common law family),
5. Keluarga orang tua tunggal (single parent family),
6. Keluarga hidup bersama (commune family),
7. Keluarga serial (serial family),
8. Keluarga tinggal bersama (cohabitation family),

Sussman (1974) dalam Friedman (1998) membedakan atas dua


bentuk yakni keluarga tradisional dan keluarga non tradisional.
FUNGSI KELUARGA
Friedman, 1998, yaitu :
1. Fungsi Afektif ( affective function),
2. Fungsi Sosialisasi dan penempatan sosial
(socialization and social placement function),
3. Fungsi reproduksi (reproduction function),
4. Fungsi ekonomis ( economic function),
5. Fungsi perawatan kesehatan (health care
function), untuk memenuhi kebutuhan fisik
(provision of physical necessity)
SIKLUS KEHIDUPAN KELRG
Duvall (1977): 8 tahapan pokok dari siklus kehidupan
keluarga yaitu :
1. Tahap awal perkawinan ( newly married)
2. Tahap keluarga dengan bayi (birth of the first child)
3. Tahap keluarga dengan anak usia prasekolah (family
with preschool children)
4. Keluarga dengan anak usia sekolah (family with children
school), anak

bersambung
SIKLUS KEHIDUPAN KELRG

5. Tahap keluarga dengan anak usia remaja (family with


teenagers) anak berumur
6. Tahapan keluarga dengan anak meninggalkan keluarga
(family as launching center)
7. Tahap orang tua usia menengah (parent alone in middle
years).
8. Tahap keluarga usia jompo (aging family member).
PASANGAN YANG BARU MENIKAH.
 Menciptakan/membina Hubungan Yang Hamonis/saling
Menguntungkan
 Belajar Saling Menyesuaikan Diri Dan Mulai Kegiatan-
kegiatan Rutin Secara Bersama
 Membina Hubungan Yang Baik Dengan Keluarga
Pasangannya.
 Pasangan Mulai Merencanakan Kapan Mereka
Memengiginkan Anak ?
 Kontasepsi Apa Yang Akan Mereka Pilih? Mencari Informasi
Tentang Family Planning
KELUARGA DENGAN KELAHIRAN ANAK
PERTAMA SAMPAI UMUR 30 BULAN

Adaptasi Menjadi Orang Tua, Memenuhi


Kebutuhan Bayi/anak.
Peran Sebagai Suami Istri Sebagai Ayah
Dan Ibu.
Memenuhi Kebutuhan Anggota Keluarga
Baru.
Mempelajari Dan Menerima Pertumbuhan
Dan Perkembangan Anak.
KELUARGA DIMANA ANAK PERTAMA USIA
PRA-SEKOLAH

MengasuhAnak

Menyediakan Kebutuhan Anak

Persiapan Kelahiran Anak Berikutnya.


KELUARGA DENGAN ANAK USIA SEKOLAH

Sosialisasi Anak
Mendorong Anak Mencapai Prestasi
Disekolah
Memelihara Hubungan Perkawinan Yang
Harinonis.
Menjalin Kembali Hubungan Perkawinan
KELUARGA DENGAN ANAK PERTAMA
USIA REMAJA

Menjaga Keseimbangan Tanggungjawab


Dan Kebebasan Bagi Remaja

Konflik Antara Orang Tua Dan Remaja


(Generation Gap)
KELUARGA DGN ANAK USIA DEWASA MUDA
oMelepaskan Anak Untuk Membina
Perkawinan
oOrang Tua Membantu Anaknya Untuk
Tidak Tergantung
oMenerima Anggota Keluarga Baru
oMenghargai Nilai/sikap
oBapak Mencapai Puncak Karir
oLebih Banyak Menghabiskan Waktunya
Dengan Pekerjaan.
ORANG TUA DENGAN USIA PERTENGAHAN

Menjalin Kembali Hubungan Perkawinan

Membina Hubungan Dengan Generasi


Baru
KELUARGA USIA TUA

Penyesuaian Terhadap Pensiun

Penghasilan Yang Berkurang

Hidup Sendiri

Salah Satu Pasangan Meninggal


PENGKAJIAN INDIVIDU

1. Fisik
2. Mental
3. Emosi
4. Spiritual
SUMBER INFORMASI

1. Wawancara Keluarga
2. Observasi Fasilitas Rumah
3. Pemeriksaan Fisik Anggota
Keluarga
4. Data Sekunder (Hasil Lab, X-ray,
Pap Smear,dll)
Pengumpulan Data

1. Tipe Data
a. Data Subyektif
adalah data yg didapatkan dr klien sbg suatu pendapat
thd suatu situasi dan kejadian. Informasi tsb tdk dpt
ditentukan perawat scr independen ttp mll interaksi
atau komunikasi.
 Data subyektif sering didapatkan dari riwayat
keperawatan tms persepsi klien, perasaan, dan ide ttg
status kesehatannya.
 Misal: penjelasan klien ttg nyeri, lemah, frustasi, mual
atau malu.
 Informasi yg diberikan sumber lainnya, misal: dari
keluarga, konsultan, dan tenaga kesehatan lainnya jg
dpt sbg data subyektif jika didasarkan pd pendapat
klien.
b. Data Obyektif
Data obyektif adalah data yang dpt diobservasi dan
diukur.
Informasi tsb. Biasanya diperoleh mll : 2S (Sight, Smell)
dan HT (Hearing, Touch/taste) selama px. Fisik.
exp: frekuensi pernafasan, tekanan darah, edema dan
berat badan.
Fokus Pengumpulan Data

 Status kesehatan sebelumnya dan sekarang


 Pola koping sebelumnya dan sekarang
 Fungsi status sebelumnya dan sekarang
 Respon thd tx. Medis dan tindakan keperawatan
 Resiko untuk masalah potensial
 Hal-hal yg mjd dorongan atau kekuatan klien
2. Karakteristik Data

Pengumpulan data klien memiliki karakteristik:


lengkap, akurat, nyata dan relevan
a. Lengkap
Seluruh data diperlukan untuk mengidentifikasi
mslh keperawatan klien. Data yg terkumpul hrs
lengkap guna mbantu mngatasi mslh klien yg
adekuat
 Misal : klien tdk mau mkn slm 2 hari.
b. Akurat dan nyata
Dlm pengumpulan data ada kmungkinan tjd
salah paham. Utk mcegah hal tsb, mk prwt hrs
bpikir akurasi dan nyata utk mbuktikan benar
tidaknya apa yg telah didengar, dilihat, diamati,
dan diukur mll px. Ada tidaknya validasi thd
semua data yg sekiranya meragukan.
 Misal, pd observasi : “klien sll diam dan sering menutup
mukanya dengan bantal. Prwt busaha mengajak
komunikasi klien ttp klien diam dan tdk menjawab
pertanyaan klien.”
c. Relevan
- Pencatatan data yg komprehensif biasanya
banyak sekali data yg hrs dikumpulkan, shg
menyita wkt perawat utk mengidentifikasi.
- Buat data komprehensif tapi singkat dan jelas.
- Catat data relevan sesuai mslh klien, yg mrpk
data fokus thd mslh klien dan sesuai dgn situasi
khusus.
Sumber Data

1. Klien
- Sumber utama data (primer)
- Jika ada data atau informasi yg beda dr keadaan fisik
atau perilaku klien, konfirmasi data kpd sumber lain.
(klien dgn ggg mental)
2. Orang terdekat
- Orang tua, suami atau istri, anak atau teman klien.
- Jika klien mngalami ggg keterbatasan komunikasi atau
kesadaran menurun.
- Klien anak2, info dr ibu/ayah.
3. Catatan Klien
- Ditulis anggota tim kesh.
- Sumber infor. dlm riwayat keperawatan
- Menghindari duplikasi: fokus pengkajian, memperluas
informasi
4. Riwayat penyakit
- Physical examination
- Catatan pkembangan riwayat penyakit yg diperoleh dr
terapis
- Hal-hal yg difokuskan pd identifikasi patologi dan utk
menentukan rencana tindakan medis
5. Konsultasi
- Utk mnentukan dx. Medis atau perencanaan tind medis
perlu konsultasi dgn anggota tim kesh spesialis.
- Menegakkan dx. Medis
6. Hasil px diagnostik
- Px. Lab, tes diagnostik,
- Menetapkan diagnosa medis
- Mengevaluasi keberhasilan
tindakan keperawatan