Anda di halaman 1dari 64

Suci Noor., S.Kep.,Ners.,M.

Kep
 Keluarga Berencana adalah suatu evaluasi
alami gaya hidup kontemporer yang
berorientasi pada upaya untuk
menciptkan kesejahteraan.(Bobak, 2004)
 Keluarga berencana (KB) adalah keluarga
yang direncanakan dan tujuanya untuk
membantu individu atau pasangan
membantu objek-objek tertentu
kemudian menghindari kehamilan yang
tidak diinginkan (WHO)
 Kontrasepsiadalah cara untuk mencegah
terjadinya konsepsi berupa alat atau
obat-obatan (Mochtar, 1998)
 Keluarga Berencana mandiri adalah
masyarakat yang memilih metode KB
dengan biaya sendiri melalui KB lingkaran
biru dan KB lingkaran emas. (Pedoman KB,
2000)
 Mencegah kematian ibu dan anak.
 Pengaturan kehamilan.
 Pembinaan ketahanan keluarga.
 Peningkatan kesejahteraan keluarga.
 Ibu dengan penyakit kronis.
 Usia ibu < 20 tahun atau > 30 tahun
dengan jumlah anak > 3 orang.
 Ibu yang sudah pernah melahirkan > 5 x
melahirkan.
 Ibu dengan riwayat persalinan yang buruk.
 Keluarga dengan sosial ekonomi yang
kurang memadai
NON HORMONAL HORMONAL
1. Metode Amenore 1. Progestin : pil, injeksi,
Laktasi (MAL) dan implan
2. Kondom 2. Kombinasi : pil dan
3. Alat Kontrasepsi injeksi
Dalam Rahim (AKDR)
4. Kontrasepsi Mantap
(Tubektomi dan
Vasektomi)
1. Kontrasepsi Tanpa Alat
 LAM.senggama terputus,pantang berkala
2. Kontrasepsi dengan Alat/ Obat
 Dilakukan dgn menggunakan kondom,
diafragma/ cup, cream, jelly, atau tablet
berbusa (vaginal tablet)
 LAM (Lactational Amenorrhoe Methode)
adalah kontrasepsi yang mengandalkan
pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif,
artinya hanya diberikan ASI tanpa tambahan
makanan ataupun minuman apapun lainnya.
 Syarat untuk dapat menggunakan: Menyusui
secara penuh (full breast feeding), lebih
efektif bila pemberian lebih dari 8 kali
sehari.
 Cara kerja:Penundaan/ penekanan ovulasi
 Efek samping: Tidak ada
KEUNTUNGAN
KONTRASEPSI
• Efektivitas tinggi  Untuk Bayi:
(keberhasilan 98% pada  Mendapatkan kekebalan pasif
enam bulan pasca (mendapatkan antibodi perlindungan
persalinan). lewat ASI)
• Segera efektif.  Sumber asupan gizi yang terbaik dan
• Tidak mengganggu sempurna untuk tumbuh kembang bayi
senggama. yang optimal
• Tidak ada efek samping  Terhindar dari keterpaparan terhadap
secara sistemik. kontaminasi dari air,susu lain atau
• Tidak perlu pengawasan formula, atau alat minum yang dipakai
medis.
• Tidak perlu obat atau  Untuk Ibu:
alat.  Mengurangi pendarahan pasca persalinan
• Tidak biaya.  Mengurangi risiko anemia
 Meningkatkan hubungan psikologi ibu dan
bayi
 Perlu persiapan sejak perawatan
kehamilan agar segera menyusui dalam 30
menit pasca persalinan.
 Mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi
sosial.
 Efektifitas tinggi hanya sampai
kembalinya haid atau sampai dengan 6
bulan.
 Tidak melindungi terhadap IMS termasuk
virus hepatitis B/ HBV dan HIV/ AIDS.
 Kontrasepsiyang paling tua. Senggama
dilakukan sebagaimana biasa, tetapi pada
puncak senggama, alat kemaluan pria
dikeluarkan dari liang vagina dan sperma
dikeluarkan di luar. Cara ini tidak dianjurkan
karena sering gagal, karena suami belum
tentu tahu kapan spermanya keluar.
 Cara ini dilakukan dengan tidak melakukan
senggama pada saat istri dalam masa subur. Cara ini
kurang dianjurkan karena sukar dilaksanakan dan
membutuhkan waktu lama untuk ‘puasa’. Selain
itu, kadang juga istri kurang terampil dalam
menghitung siklus haidnya setiap bulan.
 Kondom merupakan selubung/
sarung karet sebagai salah satu
metode kontrasepsi atau alat
untuk mencegah kehamilan dan
atau penularan penyakit
kelamin pada saat
bersenggama.
 Menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan
sel telur dengan cara mengemas sperma di ujung
selubung karet yang dipasang pada penis
sehingga sperma tersebut tidak tercurah ke
dalam saluran reproduksi perempuan.
 Mencegah penularan mikroorganisme (IMS
termasuk HBV dan HIV/ AIDS) dari satu pasangan
kepada pasangan yang lain (khusus kondom yang
terbuat dari lateks dan vinil).
MANFAAT KONTRASEPSI MANFAAT
NONKONTRASEPSI
 Efektif mencegah kehamilan bila  Membantu mencegah terjadinya
digunakan dengan benar kanker serviks (mengurangi iritasi
 Tidak mengganggu produksi ASI bahan karsinogenik eksogen pada
 Tidak mengganggu kesehatan serviks)
klien  Mencegah penularan IMS, HIV
 Tidak mempunyai pengaruh  Memberi dorongan kepada suami
sistemik untuk ikut ber-KB
 Murah dan dapat dibeli secara  Mencegah ejakulasi dini
umum  Saling berinteraksi sesama
 Tidak perlu resep dokter atau pasangan
pemeriksaan kesehatan khusus  Mencegah imuno infertilitas
 Metode kontrasepsi sementara
bila metode kontrasepsi lainnya
harus ditunda
KETERBATASAN KELEBIHAN
Cara penggunaan sangat Mudah diperoleh di
mempengaruhi apotek, toko obat, atau
keberhasilan kontrasepsi supermarket dengan
Agak mengganggu harga yang terjangkau
hubungan seksual dan mudah dibawa
(mengurangi sentuhan kemana-mana.
langsung) Semua orang bisa
Harus selalu tersedia memakai tanpa
setiap kali berhubungan mengalami efek
seksual sampingan.
Malu membeli kondom di Kondom tersedia dalam
tempat umum berbagai bentuk dan
Pembuangan kondom aroma, serta tidak
bekas mungkin berserakan dan mudah
menimbulkan masalah dibuang.
dalam hal limbah
 Diafragma adalah kondom yang digunakan
pada wanita, namun kenyataannya kurang
populer di masyarakat.
 Semua kontrasepsi tersebut masing-masing
dimasukkan ke dalam liang vagina 10 menit
sebelum melakukan senggama, yaitu untuk
menghambat geraknya sel sperma atau dapat
juga membunuhnya.
 Kurang populer di masyarakat dan biasanya
mengalami keluhan rasa panas pada vagina
dan terlalu banyak cairan sehingga pria
kurang puas.
 Kontrasepsi tidak permanen
dilakukan dengan pil, AKDR (Alat Kontrasepsi
Dalam Rahim), suntikan, dan norplant.
 Kontrasepsi permanen
dilakukan dengan metode mantap, yaitu dengan
operasi tubektomi (sterilisasi pada wanita)
vasektomi (sterilisasi pada pria).
 PilKombinasi
 Mini pil atau Pil Tunggal
 Tiap pil mengandung dua hormon sintetis, yaitu
hormon estrogen dan progestin.
 Pil gabungan mengambil manfaat dari cara kerja
kedua hormon yang mencegah kehamilan, dan
hampir 100% efektif bila diminum secara teratur.
KEUNTUNGAN KETERBATASAN
 Efektivitas yang tinggi (1 kehamilan per 100  Membosankan
perempuan dalam tahun pertama penggunaan) karena harus
 Risiko terhadap kesehatan sangat kecil menggunakanny
 Tidak mengganggu hubungan seksual a setiap hari
 Mudah dihentikan setiap saat  Tidak boleh
 Kesuburan segera kembali setelah penggunaan diberikan
pil dihentikan kepada
 Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat perempuan
 Dapat digunakan sejak usia remaja hingga menyusui
menopause  Tidak
 Membantu mencegah kehamilan ektopik, mencegah IMS
kanker ovarium, kanker endometrium, kista
ovarium, penyakit radang panggul, kelainan
jinak pada payudara, dismenore atau akne
 Pil tunggal : mengandung dosis kecil bahan progestin
sintetis dan memiliki sifat pencegah kehamilan,
terutama dengan mengubah mukosa dari leher rahim
(merubah sekresi pada leher rahim) sehingga
mempersulit pengangkutan sperma. Selain itu, juga
mengubah lingkungan endometrium (lapisan dalam
rahim) sehingga menghambat perletakan telur yang
telah dibuahi.
 Kontra indikasi : wanita menderita hepatitis, radang
pembuluh darah, kanker payudara atau kanker
kandungan, hipertensi, gangguan jantung, varises,
perdarahan abnormal melalui vagina, kencing manis,
pembesaran kelenjar gondok (struma), penderita sesak
napas, eksim, dan migraine (sakit kepala yang berat
pada sebelah kepala).
 Efek Samping : perdarahan di luar haid, rasa mual,
bercak hitam di pipi (hiperpigmentasi), jerawat,
penyakit jamur pada liang vagina (candidiasis), nyeri
kepala, dan penambahan berat badan.
KEUNTUNGAN KETERBATASAN
 Efektif jika diminum setiap hari  Harus digunakan setiap hari dan
di waktu yang sama (0,05-5 pada waktu yang sama
kehamilan / 100 perempuan  Bila lupa satu pil saja,
dalam 1 tahun pertama) kegagalan menjadi lebih besar
 Tidak diperlukan pemeriksaan  Risiko kehamilan ektopik,
panggul tetapi risiko ini lebih rendah
 Tidak mempengaruhi ASI jika dibandingkan dengan
 Tidak mengganggu hubungan perempuan yang tidak
seksual menggunakan minipil
 Kembalinya fertilitas segera  Efektifitas menjadi rendah bila
jika pemakaian dihentikan digunakan bersamaan dengan
 Mudah digunakan dan nyaman obat tuberkulosis atau obat
 Efek samping kecil epilepsi
 Tidak mencegah IMS
 AKDR adalah alat kontrasepsi yang
dipasang dalam rahim dengan menjepit
kedua saluran yang menghasilkan indung
telur sehingga tidak terjadi pembuahan,
terdiri dari bahan plastik polietilena, ada
yang dililit oleh tembaga dan ada yang
tidak.
 Cara Kerja:
 Mencegah terjadinya fertilisasi, tembaga pada
AKDR menyebabkan reaksi inflamasi steril,
toksik buat sperma sehingga tidak mampu
untuk fertilisasi.
 Prinsip pemasangan AKDR adalah menempatkan
setinggi mungkin dalam rongga rahim (cavum
uteri).
 Saat pemasangan yang paling baik ialah pada
waktu mulut peranakan masih terbuka dan
rahim dalam keadaan lunak. Misalnya, 40 hari
setelah bersalin dan pada akhir haid.
 Pemasangan AKDR dapat dilakukan oleh dokter
atau bidan yang telah dilatih secara khusus.
Pemeriksaan secara berkala harus dilakukan
setelah pemasangan satu minggu, lalu setiap
bulan selama tiga bulan berikutnya.
Pemeriksaan selanjutnya dilakukan setiap enam
bulan sekali.
 Copper-T AKDR berbentuk T, terbuat dari bahan
polyethelen di mana pada bagian vertikalnya diberi
lilitan kawat tembaga halus. Lilitan kawat tembaga
halus ini mempunyai efek antifertilisasi (anti
pembuahan) yang cukup baik
 Primary mechanism is prevention
of fertilization
 Reduce motility and viability
of sperm
 Inhibit development of ova
 Inhibition
of implantation is a
secondary mechanism
Copper-7 AKDR ini
berbentuk angka 7
dengan maksud untuk
memudahkan
pemasangan. Jenis ini
mempunyai ukuran
diameter batang vertikal
32 mm dan ditambahkan
gulungan kawat tembaga
(Cu) yang mempunyai
luas permukaan 200
mm2, fungsinya sama
seperti halnya lilitan
tembaga halus pada jenis
Coper-T.
 MultiLoad AKDR ini terbuat dari plastik
(polyethelene) dengan dua tangan kiri dan
kanan berbentuk sayap yang fleksibel.
Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3,6
cm. Batangnya diberi gulungan kawat
tembaga dengan luas permukaan 250
mm2 atau 375 mm2 untuk menambah
efektivitas. Ada 3 ukuran multi load, yaitu
standar, small (kecil), dan mini.
LNG IUD
 20 mcg
levonorgestrel/day
 Approved for 5 years’
use

Copper T 380A IUD


 Copper ions
 Approved for 10 years’
use
Lippes Loop AKDR ini terbuat dari
bahan polyethelene, bentuknya
seperti spiral atau huruf S
bersambung. Untuk meudahkan
kontrol, dipasang benang pada
ekornya. Lippes Loop terdiri dari 4
jenis yang berbeda menurut ukuran
panjang bagian atasnya. Tipe A
berukuran 25 mm (benang biru),
tipe B 27,5 mm 9 (benang hitam),
tipe C berukuran 30 mm (benang
kuning), dan 30 mm (tebal, benang
putih) untuk tipe D. Lippes Loop
mempunyai angka kegagalan yang
rendah. Keuntungan lain dari
pemakaian spiral jenis ini ialah bila
terjadi perforasi jarang
menyebabkan luka atau
penyumbatan usus, sebab terbuat
dari bahan plastik.
 Belum pernah melahirkan,
 Adanya perkiraan hamil
 Kelainan alat kandungan bagian dalam seperti:
perdarahan yang tidak normal dari alat
kemaluan, perdarahan di leher rahim, dan
kanker rahim.
 Terjadinya sedikit perdarahan, bisa juga disertai dengan
mules yang biasanya hanya berlangsung tiga hari. Tetapi, jika
perdarahan berlangsung terus-menerus dalam jumlah banyak,
pemakaian AKDR harus dihentikan.
 Gangguan haid,
 Kemungkinan kejang rahim (uterine cramp), serta rasa tidak
enak pada perut bagian bawah. Hal ini karena terjadi
kontraksi rahim sebagai reaksi terhadap AKDR yang
merupakan benda asing dalam rahim. Dengan pemberian obat
analgetik keluhan ini akan segera teratasi.
 Keputihandan infeksi juga dapat timbul
selama pemakaian AKDR.
 Ekspulsi
 Selain keluhan-keluhan di atas, ekspulsi juga
sering dialami pemakai AKDR, yaitu AKDR
keluar dari rahim. Hal ini biasanya terjadi pada
waktu haid, disebabkan ukuran AKDR yang
terlalu kecil. Ekspulsi ini juga dipengaruhi oleh
jenis bahan yang dipakai. Makin elastis sifatnya
makin besar kemungkinan terjadinya ekspulsi.
Sedangkan jika permukaan AKDR yang
bersentuhan dengan rahim (cavum uteri) cukup
besar, kemungkinan terjadinya ekspulsi kecil.
 Sampai berapa lama AKDR dapat dipakai?
 Hal ini sering menjadi pertanyaan.
 Sebenarnya, AKDR ini dapat terus dipakai selama
pemakai merasa cocok dan tidak ada keluhan.
Untuk AKDR yang mengandung tembaga, hanya
mampu berfungsi selama 2--5 tahun, tergantung
daya dan luas permukaan tembaganya. Setelah
itu harus diganti dengan yang baru.
 Efektivitas tinggi, 99,2-99,4% ( 0,6 –0,8 kehamilan/100 perempuan dalam 1
tahun pertama)
 Dapat efektif segera setelah pemasangan
 Metode jangka panjang
 Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat-ingat
 Tidak mempengaruhi hubungan sosial
 Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil
 Tidak ada efek samping hormonal
 Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI
 Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (apabila tidak
terjadi infeksi)
 Dapat digunakan sampai menopause (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir)
 Tidak ada interaksi dengan obat-obat
 Membantu mencegah kehamilan ektopik
 Tidak mencegah Infeksi Menular Seksual (IMS)
 Tidak baik digunakan pada perempuan dengan
IMS atau perempuan yang sering berganti
pasangan
 Diperlukan prosedur medis termasuk
pemeriksaan pelvis
 Klien tidak dapat melepas AKDR sendiri
 Klien harus memeriksa posisi benang AKDR dari
waktu ke waktu. Untuk melakukan ini
perempuan harus memasukkan jarinya ke dalam
vagina, sebagian perempuan tidak mau
melakukan ini.
 Pencegah kehamilan yang pemakaiannya dilakukan
dengan jalan menyuntikkan obat tersebut pada
wanita subur. Obat ini berisi Depo Medorxi
Progesterone Acetate (DMPA). Penyuntikan
dilakukan pada otot (intra muskuler) di bokong
(gluteus) yang dalam atau pada pangkal lengan
(deltoid).
 Cara pemakaian
 Cara ini baik untuk wanita yang menyusui dan dipakai
segera setelah melahirkan.
 Suntikan pertama dapat diberikan dalam waktu empat
minggu setelah melahirkan.
 Suntikan kedua diberikan setiap satu bulan atau tiga bulan
berikutnya.
 Kontra indikasi Kontrasepsi suntikan
 Tidak diperbolehkan untuk wanita yang menderita
penyakit jantung, hipertensi, hepatitis, kencing manis,
paru-paru, dan kelainan darah.
 Efek samping kontrasepsi suntikan
 Tidak datang haid (amenorrhoe)
 Perdarahan yang mengganggu
 Lain-lain: sakit kepala, mual, muntah, rambut rontok,
jerawat, kenaikan berat badan, hiperpigmentasi.
KEUNTUNGAN KETERBATASAN
• Sangat efektif (0,3 kehamilan per 100 • Klien sangat
perempuan dalam 1 tahun pertama tergantung pada
• Pencegahan kehamilan jangka panjang tempat sarana
• Tidak berpengaruh pada hubungan suami isteri pelayanan kesehatan
• Tidak mengandung estrogen sehingga tidak (harus kembali
berdampak serius terhadap penyakit jantung dan sesuai jadwal
gangguan pembekuan darah suntikan)
• Tidak mempengaruhi ASI • Tidak dapat
• Sedikit efek sampinG dihentikan sewaktu-
• Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun waktu sebelum
sampai perimenopause suntikan berikut
• Membantu mencegah kanker endometrium dan • Tidak mencegah IMS
kehamilan ektopik • Terlambatnya
• Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara kembalinya
• Mencegah beberapa penyebab penyakit radang kesuburan setelah
panggul penghentian
• Menurunkan krisis anemia bulan sabit (sicle cell) pemakaian
KEUNTUNGAN KEUNTUNGAN
KONTRASEPSI NONKONTRASEPSI
 Sangat efektif (0,1 -0,4  Mengurangi jumlah perdarahan.
kehamilan per 100  Mengurangi nyeri saat haid.
perempuan selama tahun  Mencegah anemia.
pertama penggunaan)  Khasiat pencegahan terhadap kanker
 Risiko terhadap kesehatan ovarium dan kanker endometrium.
kecil.  Mengurangi penyakit payudara jinak
 Tidak berpengaruh pada dan kista ovarium.
hubungan suami istri.  Mencegah kehamilan ektopik.
 Tidak diperlukan  Melindungi klien dari jenis-jenis
pemeriksaan dalam. tertentu penyakit radang panggul
 Efek samping sangat kecil.  Pada keadaan tertentu dapat
diberikan pada perempuan usia
perimenopause
 Pola haid tidak teratur, perdarahan bercak atau perdarahan selama
sampai 10 hari.
 Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan, dan keluhan seperti ini akan
hilang setelah suntikan kedua atau ketiga.
 Ketergantungan klien terhadap pelayanan kesehatan. Klien harus
kembali setiap 30 hari untuk mendapatkan suntikan.
 Efektivitasnya berkurang bila digunakan bersamaan dengan obat-obat
epilepsi (Fenitoin dan Barbiturat) atau obat tuberculosis (Rifampisin).
 Penambahan barat badan.
 Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular
seksual, hepatitis B virus, atau infeksi virus HIV.
 Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian
pemakaian.
 Alat kontrasepsi jangka panjang yang bisa
digunakan untuk jangka waktu 5 tahun.
 Alat tersebut terdiri dari enam kapsul lentur
seukuran korek api yang terbuat dari bahan karet
silastik.
 Masing-masing kapsul mengandung progestin
levonogestrel sintetis yang juga terkandung
dalam beberapa jenis pil KB.
 Hormon ini lepas secara perlahan-lahan melalui
dinding kapsul sampai kapsul diambil dari lengan
pemakai.
 Kapsul-kapsul ini bisa terasa dan kadangkala
terlihat seperti benjolan atau garis-garis.
( The Boston’s Book Collective, The Our Bodies,
Ourselves, 1992)
 Norplant sama artinya dengan implant.
 Norplant adalah satu-satunya merek implant yang
saat ini beredar di Indonesia. Oleh karena itu, sering
juga digunakan untuk menyebut implant. Di beberapa
daerah, implant biasa disebut dengan susuk.
 Indonesia merupakan negara pemula dalam
penerimaan norplant yang dimulai pada 1987.
Sebagai negara pelopor, Indonesia belum mempunyai
referensi mengenai efek samping dan permasalahan
yang muncul sebagai akibat pemakaian norplant.
Pada 1993, pemakai norplant di Indonesia tercatat
sejumlah 800.000 orang.
 Efektivitas norplant cukup tinggi. Tingkat kehamilan
yang ditimbulkan pada tahun pertama adalah 0,2%,
pada tahun kedua 0,5%, pada tahun ketiga 1,2%, dan
1,6% pada tahun keempat. Secara keseluruhan, tingkat
kehamilan yang mungkin ditimbulkan dalam jangka
waktu lima tahun pemakaian adalah 3,9 persen. Wanita
dengan berat badan lebih dari 75 kilogram mempunyai
risiko kegagalan yang lebih tinggi sejak tahun ketiga
pemakaian (5,1 persen).
 Kontraindikasi mereka yang menderita penyakit
diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi,
migrain, epilepsi, benjolan pada payudara, depresi
mental, kencing batu, penyakit jantung, atau ginjal.
(The Boston Women’s Book Collective, 1992)
 Pemasangan norplant biasanya dilakukan di bagian atas
(bawah kulit) pada lengan kiri wanita (lengan kanan bagi
yang kidal), agar tidak mengganggu kegiatan.
 Norplant dapat dipasang pada waktu menstruasi atau setelah
melahirkan oleh dokter atau bidan yang terlatih.
 Sebelum pemasangan dilakukan pemeriksaan kesehatan
terlebih dahulu dan juga disuntik untuk mencegah rasa sakit.
 Luka bekas pemasangan harus dijaga agar tetap bersih,
kering, dan tidak boleh kena air selama 5 hari.
 Pemeriksaan ulang dilakukan oleh dokter seminggu setelah
pemasangan. Setelah itu, setahun sekali selama pemakaian
dan setelah 5 tahun norplant harus diambil/dilepas.
KEUNTUNGAN KEUNTUNGAN
KONTRASESPI NONKONTRASEPSI
 Sangat efektif (kegagalan 0,2 -  Mengurangi nyeri haid.
1,0 kehamilan per 100  Mengurangi jumlah darah haid.
perempuan)  Mengurangi/ memperbaiki
 Daya guna tinggi. anemia.
 Perlindungan jangka panjang  Melindungi terjadinya kanker
(sampai 5 tahun). endometrium.
 Pengembalian tingkat  Menurunkan angka kejadian
kesuburan yang cepat setelah kelainan jinak payudara.
pencabutan.  Melindungi diri dari beberapa
 Tidak memerlukan pemeriksaan penyebab penyakit radang
dalam. panggul.
 Bebas dari pengaruh estrogen.  Menurunkan angka kejadian
 Tidak mengganggu kegiatan endometriosis.
sanggama.
 Tidak mengganggu ASI.
 Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan
pencabutan.
 Tidak mencegah infeksi menular seksual
 Klien tidak dapat menghentikan sendiri pemakaian
kontrasepsi, akan tetapi harus pergi ke klinik untuk
pencabutan
 Efektivitas menurun bila menggunakan obat tuberkulosis atau
obat epilepsi
 Kadang-kadang menimbulkan efek samping, misalnya spotting
atau menstruasi yang tidak teratur.
 Selain itu, kadang-kadang juga menimbulkan berat badan
bertambah.
 Tubektomi (Metode Operasi Wanita/
MOW) adalah metode kontrasepsi mantap
yang bersifat sukarela bagi seorang
wanita bila tidak ingin hamil lagi dengan
cara mengoklusi tuba falupii (mengikat
dan memotong atau memasang cincin),
sehingga sperma tidak dapat bertemu
dengan ovum.
 Waktu Penggunaan:
 Idealnya dilakukan dalam 48 jam pasca
persalinan
 Dapat dilakukan segera setelah persalinan atau
setelah operasi sesar
 Jika tidak dapat dikerjakan dalam 1 minggu
setelah persalinan, ditunda 4-6 minggu.
MANFAAT KETERBATASAN
 Kontrasepsi  Harus dipertimbangkan sifat
 Efektivitasnya tinggi 99,5% (0,5 permanen kontrasepsi ini
kehamilan per 100 perempuan (tidak dapat dipulihkan
selama tahun pertama kembali, kecuali dengan
penggunaan) operasi rekanalisasi)
 Tidak mempengaruhi proses  Dilakukan oleh dokter yang
menyusui terlatih
 Tidak bergantung pada faktor
sanggama
 Baik bagi klien apabila
kehamilan akan menjadi risiko
kesehatan yang serius.
 Tidak ada efek samping dalam
jangka panjang
 Tidak ada perubahan dalam
fungsi seksual
 Non Kontrasepsi
 Berkurangnya risiko kanker
ovarium
 Vasektomi (Metode Operasi Pria/ MOP)
adalah prosedur klinik untuk menghentikan
kapasitas reproduksi pria dengan cara
mengoklusi vasa deferensia sehingga alur
transportasi sperma terhambat dan proses
fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak
terjadi.
 JENIS:
1. Insisi
 WAKTU:
 Bisa dilakukan kapan saja
KEUNTUNGAN KETERBATASAN
 Efektivitas tinggi 99,6-  Tidak efektif segera,
99,8% WHO menyarankan
 Sangat aman, tidak kontrasepsi tambahan
ditemukan efek samping selama 3 bulan setelah
jangka panjang prosedur (kurang lebih
 Morbiditas dan mortalitas 20 kali ejakulasi)
jarang  Teknik tanpa pisau
 Hanya sekali aplikasi dan merupakan pilihan
efektif dalam jangka mengurangi perdarahan
panjang dan nyeri dibandingkan
 Tinggi tingkat rasio efisiensi teknik insisi
biaya dan lamanya
penggunaan kontrasepsi