Anda di halaman 1dari 5

PENGERTIAN EKUITAS

Ekuitas didefinisi sebagai hak residual untuk menunjukkan bahwa ekuitas bukan
kewajiban. Ini berarti ekuitas bukan pengorbanan sumber ekonomik masa datang. Karena
didefinisi atas dasar aset dan kewajiban, nilai ekuitas juga bergantung pada bagaimana aset
dan kewajiban diukur.

Grossman dan Hart (1986) hak residual, yaitu hak untuk membuat keputusan dalam
situasi yang tidak dijelaskan dalam kontrak, contohnya hak untuk membuat keputusan pada
saat pengelolaan suatu investasi menghadapi kondisi yang berbeda dengan apa yang
direncanakan. Dalam kenyataannya, walaupun pemilik modal juga menerima hak-hak
pengendalian tersebut agar dapat memutuskan sesuatu yang tidak terduga, pengalokasian
residual control bagi pemilik modal seringkali tidak efektif karena sebagian besar pemilik
modal seringkali tidak memiliki kemampuan atau tidak memiliki cukup informasi untuk
mengetahui apa yang harus dilakukan. Bahkan, untuk kedua hal tersebutlah pemilik modal
memperkerjakan agen. Dengan kata lain agen dapat melakukan residual control dan
mengalokasikan dana-dana perusahaan sesuai dengan pilihannya

LANJUTAN

PSAK No. 21 (2002)


Menyatakan bahwa ekuitas sebagai bagian hak pemilik dalam perusahaan harus
dilaporkan sedemikian rupa sehingga memberikan informasi mengenai sumbernya secara
jelas dan disajikan sesuai dengan peraturan perundangan dan akta pendirian yang berlaku.
Menurut FASB:
hak sisa terhadap aktiva suatu entitas setelah dikurangi hutang.

PERBEDAAN UTANG DAN EKUITAS

Ekuitas berbeda dengan kewajiban dalam tiga hal yaitu:

hak atas penyelesaian klaim,


Klaim kreditor terbatas jumlahnya dan harus diselesaikan pada tanggal tertentu
sementara klaim pemegang saham merupakan jumlah residual dan tidak harus diselesaikan
atau dilunasi pada tanggal tertentu.

hak penggunaan aset,


Kreditor pada umumnya tidak mempunyai akses dan kendali dalam penggunaan aset
perusahaan. Mereka juga tidak mempunyai hak dalam pengambilan keputusan operasi
perusahaan secara langsung. Di lain pihak, pemilik (khusunya dalam perusahaan
perseorangan) mempunyai akses, hak, dan autoritas untuk menjalankan perusahaan dan
menggunakan atau mengendalikan aset.

dan substansi perjanjian


Kreditor berhak atas pelunasan sedangkan pemegang saham berhak atas pembagian
laba (residual). Jadi, secara substansi ekonomik, kreditor menanggung risiko lebih besar
sehingga berhak atas kembalian (rate of return) yang bervariasi melalui pembagian laba
(participation in profits).

Walaupun demikian, atas dasar konsep kesatuan usaha kreditor dan investor
dipandang sebagai pihak luar perusahaan yang terpisah dari manajemen.

KONSEP EKUITAS

Menurut FASB ekuitas adalah “hak sisa terhadap aktiva suatu entitas setelah dikurangi
hutang” Ada karakteristik ekuitas: 1.Ekuitas sama dgn aktiva netto, yaitu selisih antara aktiva
perusahaan dgn gutang perusahaan 2.Ekuitas dpt bertambah atau berkurang karena
kenaikan atau penurunan aktiva netto baik yg berasal dr sumber bukan pemilik (pendapatan
dan biaya) maupun investasi oleh pemilik atau distribusi kepada pemilik

Teori Ekuitas

Teori Ekuitas adalah teori yang menjelaskan sudut pandang yang digunakan dalam akuntansi
berkaitan dengan penyusunan dan penyajian laporan keuangan.

Teori ini membahas pihak yang dianggap paling dominan dan menjadi sudut pandang dalam
pelaporan keuangan

1. Teori Proprietary. Teori ini memusatkan perhatiannya pada pemilik. Dengan


demikian tujuan perusahaan adalah menigkatkan kemakmuran pemilik
2. Teori Entitas (kesatuan Usaha)
Dalam teori ini ada pemisahan antara kepentingan pribadi pemilik dengan
kepentingan perusahaan. Dengan demikian transaksi yang dipertanggungjawabkan
dan yang dicatat adalah transaksi yang melibatkan perusahaan
3. Teori Ekuitas Residual
Teori ekuitas residual merupakan gabungan teori propiertary dari dan teorientitas.
Pemegang saham biasa pada umumnya dianggap memiliki ekuitas residual di dalam
laba perusahaan dan di dalam aset bersih pada saat likuidasi.
4. Teori Enterprise
teori enterprise perusahaan dipandang sebagai lembaga dosial yang dioperasikan
dalam rangka memberikan manfaat bagi banyak pihak yang berkepentingan. Dalam
arti luas pihak-pihak yang berkepentingan meliputi pemegang saham, kreditur,
pegawai, konsumen, pemerintah dan masyarakat secara umum. Jadi bentuk luas dari
teori enterprise dapat dipandang sebagai teori akuntansi sosial
5. Teori Dana
teori dana memandang unit terdiri atas sumber daya ekonomi (dana) serta
kewajiban dan restriksi terkait mengenai penggunaan sumber daya. Persamaan
akuntansinya
PRIO

 Ekuitas pemegang saham diklasifikasikan menjadi dua komponen penting yaitu:

◦ Modal setoran dan laba ditahan.

◦ Modal setoran dipecah menjadi modal saham sebagai modal yuridis dan
modal setoran tambahan,

◦ dan komponen lain yang merefleksi transasksi pemilik.

Komponen lain-lain terdiri atas pos-pos yang tidak tepat dimasukkan dalam komponen
modal setoran lainnya atau laba ditahan tetapi sering diklasifikasikan sebagai pos ekuitas
pemegang saham.

 Atas dasar konsep kesatuan usaha, kreditor dan pemegang saham sama-sama
mempunyai klaim atau hak untuk dilunasi atas dana yang ditanamkan di perusahaan.
Tetapi terdapat dua karakteristik yang melekat pada hak kreditor, yaitu

◦ (a) penyelesaian klaim mereka pada tanggal tertentu melalui transfer aset,
dan

◦ (b) prioritas diatas pemilik dalam penyelesaian klaim mereka dalam hal
likuidasi.

Hak kreditor dan pemegang saham juga berbeda dalam hal penggunaan aset.

 Modal Setoran

modal setoran merupakan suatu bentuk kontrak yuridis yang harus


dipertahankan keutuhannya

Perubahan Modal Setoran

Berbagai sumber yang dapat mengubah modal setoran dengan berbagai masalah

teoretisnya adalah:

a. Pemesanan saham (stock subscriptions)

b. Obligasi terkonversi atau berhak-tukar (convertible bonds)

c. Saham istimewa terkonversi atau berhak-tukar (convertible stocks)


d. Dividen saham (stock dividends)

e. Hak beli saham, opsi, dan waran (stock rights, options, dan warrant)

f. Saham treasuri (treasury stocks)

 Modal Bentukan

merupakan modal yang tercipta atau terhimpun karena pemanfaatan aset, modal setoran
merupakan perubahan aset dalam rangka pendanaan (transaksi modal) segangkan laba
ditahan merupakan perubahan aset dalam rangka produksi (transaksi operasi).

 Perubahan Modal Bentukan


 Premium modal saham
 Penjualan saham treasury
 Penyerapan deficit
 Deklarasi deviden likuidasi
 Restrukturisasi capital
 Revaluasi asset

 Modal Yuridis
Modal yuridis timbul karena ketentuan hukum yang mengharuskan bahwa harus ada
sejumlah rupiah yang harus dipertahankan dalam rangka perlindungan terhadap pihak lain.
Bentuk ketentuan hukum ini adalah bahwa saham harus mempunyai nilai nominal atau nilai
minimum yang dinyatakan untuk menunjukkan hak yuridis. Modal yuridis merupakan
jumlah rupiah “minimal” yang harus disetor oleh investor sehingga membentuk modal
yuridis.

 Modal Setoran Lain


Nominal saham sering dianggap bukan merupakan harga efektif saham sehingga secara
akuntansi penentuan nilai nominal saham sebenarnya tidak bermakna ekonomik. Dalam hal
tertentua, nilai nominal saham lebih merupakan alat untuk pemerataan distribusi pemilikan
daripada untuk menunjukkan nilai saham itu sendiri. Karena tidak bermakna ekonomik,
saham dapat diterbitkan tanpa nilai nominal (no par stock).
 Laba Komprehensif

Masalah teoritis dalam hal ini adalah pos-pos mana saja yang disajikan melalui statement
laba rugi dan pos-pos mana saja yang dilaporkan melalui statement laba ditahan. Dalam hal
ini, ada 2 pendekatan yang dapat dianut yaitu :

1. Laba kinerja sekarang.


2. Laba semua-termasuk

1. Pendekatan semua-termasuk
Pendekatan ini hanya memasukkan ke dalam statemen laba rugi pos-pos operasi yang
dianggap bertalian dengan tahun berjalan dan penggunaan aset (sumber ekonomik) untuk
mencapai tujuan utama. Pendekatan ini menekankan makna periode sekarang atau berjalan
(current) dan operasi dalam arti sempit.
1. Pendekatan kinerja sekarang
Pendekatan ini menekankan pemisahan secara tegas transaksi operasi dalam arti luas dan
transaksi modal. Dengan kata lain, yang diperhitungkan sebagai laba dan disajikan melalui
statemen laba rugi adalah semua pos akibat transaksi nonpemilik. Pendekatan ini dilandasi
oleh konsep dasar kontinuitas usaha yang memandang statemen laba-rugi merupakan
penggalan aliran operasi (pendapatan dan biaya) dalam jangka panjang

Teori Sintaktik: teori ini berusaha untuk menjelaskan praktik akuntansi dan memprediksi
bagaimana akuntansi akan bereaksi pada sistuasi tertentu atau bagaimana mereka
melaporkan peristiwa tertentu. Dengan demikian teori ini berkaitan dengan struktur proses
pengumpulan data dan pelaporan keuangan

Teori Semantik:Berkaitan dengan penjelasan mengenai fenomena (obyek dan peristiwa) dan
istilah simbol dan yang mewakilinya. Dengan demikian teori ini memberi penjelasan
mengenai definisi operasional dari praktik akuntansi

Suatu kejadian atau transaksi dapat diklasifikasikan sebagai pos luar biasa jika memenuhi
dua kriteria berikut :

(a) Bersifat tidak normal; kejadian atau transaksi yang bersangkutan memiliki tingkat
abnormalitas yang tinggi dan tidak mempunyai hubungan dengan kegiatan normal
perusahaan

(b) Tidak sering terjadi; kejadian atau transaksi yang bersangkutan tidak sering terjadi dalam
kegiatan normal perusahaan.