Anda di halaman 1dari 2

YANG SEGARNYA MANTAP DI HIDUP ALA COCA COLA

9:21:00 p.m. Hoga Boawae No comments

Oleh: Krisantus Tobias

“Yang segarnya mantap itu coca cola!”, “Segarnya hidup ala coca cola!”, ”Teman ngumpul!”, dan masih
banyak slogan-slogan lainnya merupakan contoh bunyi iklan coca cola. “Coca cola, teman makanan
Indonesia!”. Sebegitu kuatnya rasa dan keunikan coca cola hingga mampu merangkul sampai ke dasar
kebudayaan Indonesia, termasuk dalam hal makanan.

Coca cola adalah sebuah merk minuman bersoda rasa kola yang dibuat dari sirup karamel. Produk
minuman ini diproduksi oleh perusahan The Coca Cola Company. Awalnya merupakan sebuah
perusahan minuman Amerika Serikat, namun saat ini telah tersebar hampir di 200 negara di dunia.
Analisis semiotika yang coba dibuat atas bahasa-bahasa iklan coca cola menunjukkan slogan-slogan itu
mengandung makna bahwa setelah mencoba minum Coca cola konsumen akan merasakan perbedaan
gaya hidup, hidup akan terasa lebih ceria, bahagia, dan segala permasalahan akan mudah diatasi[1].
Jelas bahwa coca cola telah menjadi trend yang luar biasa di dunia maupun di Indonesia.

Tetapi, tahukah kita bahwa tersebarnya coca cola hampir di seluruh dunia menunjukkan bahwa Coca
cola menjadi sebuah fenomena globalisasi yang luar biasa dekat dengan kita. Di Jepang, masyarakat
makan Sushi ditemani Coca cola; di Italia orang makan Spagheti ditemani Coca cola; dan di Yogyakarta
orang makan Gudeg sambil minum coca cola. Luar biasanya rasa minuman bersoda ini membuat ia
cocok hampir dengan semua jenis makanan. Di Indonesia, “Lebaran terasa kurang lengkap tanpa coca
cola”. Hari raya keagamaan menempatkan coca cola sebagai bagian yang tak terpisahkan darinya.
Lebaran, Natal, Tahun Baru, atau perayaan ulang tahun serasa tak terpisahkan dari coca cola. Memang,
minuman yang pertama kali diperkenalkan pada tanggal 8 Mei 1886 oleh John Styth Pemberton,
seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat[2] telah menjadi minuman yang luar biasa
fenomenal. Semua orang pasti sudah pernah mencicipi minuman ringan ini. Coca-cola saat ini telah
diminum hampir 900 juta orang tiap harinya[3]. Saat ini coca cola dijual di berbagai restoran, toko, dan
mesin pengecer di lebih dari 200 negara.

Dalam bukunya Das Kapital, Karl Marx menuturkan bahwa globalisasi merupakan keadaan ketika
mobilisasi masyarakat dunia meningkat luar biasa, mobilisasi barang dan jasa menjadi tidak terkendali,
dan adanya saling ketergantungan antarnegara[4]. Lebih jauh, globalisasi bisa diartikan juga sebagai
suatu proses dimana antar individu, antar kelompok, dan antar Negara saling berinteraksi, bergantung,
terkait, dan mempengaruhi satu sama lain dalam sebuah hubungan yang melintasi batas Negara.
Globalisasi cenderung terintegrasi dalam kehidupan masyarakat hampir di segala bidang, mulai dari
pertukaran barang dan jasa, pertukaran dan perkembangan ide-ide mengenai demokratisasi, hak-hak
asasi manusia (HAM) dan lingkungan hidup, migrasi dan banyak lainnya yang melintasi batas-batas
lokalitas dan nasional.
Dalam kaitannya dengan produk minuman coca cola, jelas bahwa merk minuman yang satu ini telah
menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses globalisasi tersebut. Setiap hari hampir 900 juta orang
dari berbagai negara di dunia minum coca cola. Coca cola seolah menghilangkan batas negara. Merk
minuman yang berasal dari Amerika Serikat ini sekarang bisa dinikmati oleh hampir semua orang di
seluruh dunia. Sejalan dengan pandangan kaum Hyperglobalis, yang mengatakan bahwa globalisasi
merupakan bagian dari sejarah yang membawa perubahan besar dalam tata kehidupan masyarakat, kita
bisa mengatakan bahwa ketergantungan masyarakat dunia pada minuman ini sangat luar biasa dan
membawa perubahan yang sangat mendasar. Mulai dari perubahan gaya hidup hingga perubahan pola
dan tingkat konsumsi. Coca cola menyebabkan pola hidup instan, serba cepat saji, dan junk food
menyebar dan mulai dianut oleh hampir semua masyarakat di dunia. Coca cola yang identik dengan
keberadaannya sebagai pendamping makanan cepat saji seperti burger, kentang goreng, fried chicken,
dan lainnya menyebabkan pola hidup serba cepat ala masyarakat barat akhirnya ikut menyebabkan
perubahan mendasar dalam masyarakat di belahan dunia lain. Buruk? Memang, namun apa mau dikata
ia telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup. Jelas bahwa coca cola menjadi fenomena
globalisasi yang mempengaruhi hampir setiap aspek kehidupan masyarakt di dunia.

Sebagai sebuah produsen minuman yang banyak digemari ini, The coca Cola Company memiliki
pengaruh yang luar biasa besar. Apa yang terjadi jika produsen minuman ini memutuskan untuk
menghentikan produksi coca cola? Maka, Lebaran kurang lengkap, perayaan ulang tahun menjadi
hampa, dan tidak ada lagi kemeriahan dan keceriaan. Itulah globalisasi, sebuah produk bisa menjadi
demikian populer karenanya. Ketika batas negara seolah hilang, dunia menjadi one global village,
sebuah desa besar. Dunia bahkan menjadi mirip dengan identitas satu dunia, yang sudah tidak lagi
berbatas dan terintegrasi secara menyeluruh. Itulah coca cola, produk yang fenomenal yang iklannya
dapat kita temui sebagai hiasan becak-becak di seputaran jalan Malioboro Yogyakarta atau sebagai
spanduk-spanduk besar di perempatan Ring Road Utara Yogyakarta.