Anda di halaman 1dari 16

ANALISA PROSES INTERAKSI (API)

DI RUANG PERKUTUT RSJ Dr. SOEHARTO HEERDJAN

Nama : Iin Lindianti


NPM : 18170000061

Nama : Iin Lindianti


NPM : 18170000061

PROGRAM PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
INDONESIA MAJU
ANALISA PROSES INTERAKSI

Nama Mahasiswa : Iin Lindianti


Tanggal : 20 Maret 2018
Waktu : Pkl. 10.00 – 10.20 WIB (20 Menit)
Tempat : Ruang Perkutut RSJ Soeharto herdjan
Inisial Klien : Tn.A
Interaksi ke : I (Fase Perkenalan)
Lingkungan : Meja makan, berhadapan dengan klien, suasana tenang
Deskripsi pasien : Penampilan kurang rapi, pakaian banyak lobang bekas rokok, pasien menunduk.
Tujuan : Klien dapat mengenal perawat dan mengungkapkan secara terbuka permasalahnya
komunikasi

KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT


KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Selamat sore Pak, boleh P: Memandang K dan P : Ingin membuka K: masih ragu terhadap orang Salam merupakan kalimat
saya duduk di sebelah tersenyum percakapan dengan klien dan baru yang masuk ke pembuka untuk memulai
Bapak ? K: Ekpresi datar berharap dengan sapaan lingkungannya suatu percakapan sehingga
sederhana P bisa diterima dapat terjalin rasa percaya.
oleh K.
K: ragu terhadap orang baru
K : Sore, silahkan. K: Ekpresi datar P: merasa senang ada
P: Memandang K tanggapan atas salam
walaupun belum diekpresikan
secara tulus
P : Wah, suasana sore ini P : Memandang ke halaman P: ingin memulai percakapan K: memberikan respon Topik ringan akan
sejuk sekali ya Pak sambil melirik K dengan topik ringan sebelum sepintas dan menunjukkan memudahkan interaksi lebih
K : Ikut melihat ke halaman masuk ke kondisi K perhatian cukup terhadap P lanjut
lalu menghisap rokoknya dan
K : (diam) menunduk lagi
P : Oh ya, perkenalkan saya P : Memandang K sambil P: merasa bahwa K harus K: masih memberikan Memperkenalkan diri dapat
Iin Lindia saya mahasiswa menjulurkan tangan ke K diberikan penjelasan tentang tanggapan secara ragu-ragu menciptakan rasa percaya
praktek disini yang akan K : Mengalihkan rokok ke kedatangan P klien terhadap perawat
merawat Bapak. tangan kiri lalu tanpa
K : (diam) memandang P menerima
uluran tangan P

P : Nama Bapak siapa ? P : Masih menjabat tangan P: ingin tahu nama pasien K: ragu-ragu Mengenal nama pasien akan
pasien dan mendekatkan diri memudahkan interaksi
ke-K
K : Menoleh sebentar

K : Tn. A . N K : Menyebut nama dengan P: merasa pasien enggan K: merasa perkenalan hanya
menunduk dan menarik berkenalan formalitas belaka
tangannya
P : Bapak senangnya P : Memandang K P: ingin menjalin kedekatan K : mencoba mengingat nama Nama panggilan merupakan
dipanggil dengan nama apa K : Menoleh ke halaman dengan pasien yang disukainya nama akrab klien sehingga
menciptakan rasa senang
K : Tn.A K : Melihat ke arah P dan P: senang walaupun jawaban K: mulai tertarik dengan akan adanya pengakuan atas
menjawab singkat lalu singkat perkenalan dengan P namanya
menunduk lagi
P : Wah, kedengarannya enak P : Memandang K sambil P: mencoba mengakrabkan K: berpikir sejenak, Pujian berguna untuk
kalau saya manggil Tn.A tersenyum suasana mengngingat nama yang mendekatkan perawat
K : Menunduk disukainya menjalin hubungan
therapeutik dengan klien
K : Iya K : Menoleh ke P P : merasa pertanyaan
P : Memperhatikan K mendapatkan respon K: mulai merasa bahwa P
datang untuk membantu K
P : Bapak asalnya dari mana P : Memandang K P : masih berusaha K: berpikir dan mengingat- Topik sederhana membantu
Pak ? K : Menunduk dan berpikir membangun keakraban ingat menjalin kedekatan dengan
dengan topik sederhana klien

K : Grogol. Jakarta barat K : Menoleh ke P dan P: senang karena K memberi


tersenyum lalu menunduk respon K: senang karena ingat
lagi daerah asalnya dan kembali
P : Memperhatikan K membayangkan daerah
asalnya tersebut
P : Wah, deket juga ya. Bapak P : Memandang K sambil P: mulai mengkaji data K: berpikir dan berusaha Lama rawat menentukan
sudah berapa lama disini? tersenyum umum pasien mengingat apakah klien kronis atau akut
K : Menghisap rokok dan
melemparkannya karena
sudah habis

K : Lama! Dua minggu K : Bicara tanpa menoleh P: khawatir kalau pertanyaan K: membayangkan keadaan
P : Memandang K membuat K tersinggung yang telah lama dijalaninya
P : Sejak tgl berapa Bapak P : Menunjukkan perhatian P: berharap dapat K: berusaha mengingat Daya ingat pasien dapat
disini ? K : Menunduk sambil memperoleh data lama rawat dikaji dengan menanyakan
memandang kakinya secara lebih pasti sambil data-data pasien yang
mengkaji daya ingat pasien sederhana
K : Yach, tgl 1-3-2018 K : Masih menunduk P: senang karena mendapat K: menjawab dengan
P : Memperhatikan respon dari K sekedarnya

P : Sekarang Bapak umurnya P : Mendekatkan diri ke K P: mengkaji daya ingat K K: berusaha mengingat-ingat Umur mempengaruhi daya
berapa? K : Menoleh ke halaman dan ingat klien
terdiam beberapa lama

K : Em…31 tahun K : Menoleh P sebentar lalu P: merasa arah pertanyaan K: menjawab sesuai dengan
menunduk lagi sudah dapat dijawab jelas daya ingat yang dimilikinya
P : Tersenyum oleh K
P : Pak ingat nggak, kenapa P : Menunjukkan keseriusan P : berhati-hati karena K: mengingat-ingat Keluhan utama merupakan
pak dirawat disini K : Menunduk pertanyaan tsb sangat spesifik dasar pasien dirawat di RS
dan takut menyinggung Jiwa
K : Saraf, sakit saraf. ECT, K : Menoleh ke P dan pasien K: menjawab ragu-ragu
ini di ECT. menepuk-nepuk kepalanya P: lega karena K tidak
tersinggung

P : Pak pernah ngamuk? P : Bertanya pelahan P: mengkaji lebih jauh alasan K: mengingat-ingat Halusinasi dapat terjadi kapan
K : Menunduk pasien dirawat saja karena adanya stimulus
tertentu
K : Nggak, nggak, saya suka K : Menoleh ke halaman lalu P: kaget, dan sadar kalau K: mengalami halusinasi
ngelamun. Enak sendirian. menunjuk-nunjuk pasien mengalami halusinasi lihat
Kakak !! P : Memperhatikan respon lihat
pasien
P:- P : Masih kaget P: mendiamkan karena K: melihat kakaknya dan Dengan diam therapeutik,
K : Memandang ke halaman belum menemukan mencoba menceritakannya klien merasa didengarkan dan
pertanyaan yang tepat untuk pada P bercerita tentang keadaannya
K : Kakak saya orangnya K : Menunjuk ke halaman K
sukses, sayang mati, ibu saya dan nyerocos P: menemukan adanya flight K: teringat kondisi
ada dua yg satu di Jerman yg P : Memperhatikan of ideas dan berpikir tentang keluarganya
satu lagi di jepang faktor penyebab
P : Bapak sudah P : Mendekatkan diri P: berusaha mengkaji data K: membayangkan keadaan Waham kemungkinan terjadi
berkeluarga? K : Memandang kosong ke yang terkait kata-katanya tadi keluarganya karena menarik diri
halaman
K : belum K : Menunduk sambil P: menemukan adanya K: menikmati waham yang
nyerocos kemungkinan waham dirasakannya
P : Memperhatikan kebesaran pada pasien
P:- P : Memperhatikan P: mendiamkan dengan K: membayangkan ank- Diam therapeutik akan
K : Menunduk harapan pasien akan lebih anaknya membantu pasien
terbuka tetang dirinya mengungkapkan perasaannya
pada perawat
K : Keadaan diluar perang, K : Berbisik pada P dengan P: menemukan adanya fligt
Ong pusing mikirin orang nada sedih of ideas K : sedih tentang anaknya
tua. P : Mendengarkan dengan
serius
P : Pak, kegiatan bapak P : Menepuk bahu K P: mencoba mengalihkan K: teralih karena pertanyaan Pengalihan agar klien tidak
sehari-hari ngapain saja Pak ? K : Menoleh P pembicaraan terkait waham baru larut dalam waham dan
halusinasinya
K : Mandi, makan ehm…ya K : Menggaruk-garuk P: merasa senang karena
itu. kepalanya pasien bisa beralih K: bingung tentang yang
P : Memperhatikan respon K dilakukannya sehari-hari
P : Kemudian? P : Menekankan pertanyaan P : mencoba menggali data K: mengingat-ingat Tehnik ekplorasi berguna
K : Menunduk lebih dalam untuk mendapatkan lebih
banyak data terkait masalah
K : Baca-baca buku, nyanyi, K : Menoleh P P :menemukan lagi adanya K: merasa dirinya harus rajin klien
P : Memperhatikan kemungkinan waham belajar
P : Bapak, betah tinggal di P : Melihat halaman P :mengalihkan perhatian K K masih terbawa oleh waham Pengalihan agar pasien tidak
sini?Suasananya enak ya! K : menunduk dari waham larut pada waham dan
halusinasinya pada fase
K : Betah. K : Ikut melihat halaman P :senang karena dapat K: berusaha menjawab interaksi ini
P : memperhatikan mengalihkan perhatian pasien sekenanya
P : Tentunya keluarga Bapak P : Memandang K sambil P : ingin mengkaji K: berusaha mengingat Keluarga merupakan support
Ong suka menjenguk kesini. tersenyum keterlibatan keluarga keluarganya sistem bagi klien sehingga
K : Menoleh P terhadap perawatan K harus dikaji keterlibatannya

K : Seminggu sekali. K : Menunduk lagi K: ingat terhadap


P : Memperhatikan respon K P: senang mendapatkan keluarganya
jawaban K
P : Kalau Pak suka pulang P : Memandang K P: mengkaji hubungan K K : mengingat hubungannya Berada di lingkungan
juga ya? K : Menunduk dengan keluarganya dengan keluarga keluarga akan membuat klien
melihat realitas
K : tidak, K : Menoleh P dan tersenyum P: senang mendapatkan K: senang membayangkan menyenangkan atau malahan
P : Memperhatikan jawaban sesuai pertanyaan pulang stressor
P : Kalau di rumah, ngapain P : Memandang K sambil P: berusaha mengkaji K mengingat aktivitasnya di Aktivitas di rumah
aja Pak tersenyum aktivitas K di rumah rumah merupakan data pantas
K : Menoleh P lalu melihat ke tidaknya pasien dilibatkan
halaman dalam keluarga

K : Yah, tidur dan baca-baca K : Memandang P P: menemukan pengulangan K: menikmati waham yang
buku penelitian. P : Memperhatikan respon K terhadap waham pada K dialaminya
P : Suka ngobrol nggak P : Memandang K P mengkaji peran keluarga K: mengingat aktivitasnya di Menarik diri membuat K
dengan keluarga K : Menunduk terhadap K rumah asyik dengan dunianya
sendiri
K : Enakan diem, soalnya K : Menunduk P: mendapatkan data menarik K: menganggap ngobrol
mengganggu saya baca buku P : Memperhatikan diri pada K mengganggu wahamnya
P : Bagaimana perasaan Pak P : Memandang K P : mengalihkan topik K: bingung dengan Pengalihan agar K tidak larut
sekarang? K : Menunduk bahasan pertanyaan yang diberikan dengan wahamnya

K : Saraf, sakit saraf. Kakak K : Menggaruk-garuk kepala K: menjawab tentang


saya kepala sakit P : Memperhatikan P: bingung harus ngobrol keadaannya
tentang apa lagi
P:- P : Memandang halaman P: memikirkan topik lain K: merenungkan keadaannya Diam berguna untuk
K : Ikut memandang halaman yang terkait memikirkan interaksi
selanjutnya
K : Dia sukses. K : Menunjuk ke halaman P: kaget karena kembali K: menikmati halusinasi
P : Kaget dan memperhatikan menemukan adanya lihatnya
respon K halusinasi pada K

P : Pak, kita tadi sudah P : Memandang K P: ingin mengakhiri fase I K: memperhatikan P Evaluasi fase I berhasil jika K
berkenalan, masih inget K : Menoleh karena sudah cukup banyak dapat mengingat nama P
nggak nama saya? data yang terkaji sehingga nantinya terjalin
trust
K : Iin K : Memandang P dan P: senang karena K ingat K: mengingat-ingat nama P
tersenyum nama P
P : Memperhatikan

P : Nah, saya senang sekali P : Menepuk bahu K P: memberikan reinforcement K: senang diberikan Kontrak berikutnya harus
bisa ngobrol dengan bapak, K : Menoleh dan tersenyum pada K reinforcement ditentukan dan harus
Bagaimana kalau selesai mendapatkan persetujuan
makan kita ngobrol lagi? klien agar klien ingat
Sebentar saja kok, yach terhadap kontrak
cukup 20 menit saja.
K : Tersenyum P: senang karena K mau K: ikut menentukan kontrak
K : Boleh P : Tersenyum menentukan kontrak
berikutnya
P : Nah kalau Pak setuju, P : Memandang K P: menentukan topik dan K: memikirkan tentang Kegiatan yang akan
nanti kita ngobrol tentang K : Menunduk aktivitas pada kontrak kegiatan yang ditawarkan dilaksanakan harus mendapat
perasaan Pak bapak terhadap berikutnya persetujuan K sehingga bila
keluarga Pak, Sekalian saya K keluar dari kegiatan
periksa tekanan darahnya, dimaksud, bisa diingatkan
suhu ya. tentang batasan kegiatan
K : Mengangguk K: setuju tentang kegiatan sesuai kontrak
K : Ya, ya…. P : Tersenyum P: senang karena K setuju yang akan dilaksanakan
dengan kegiatan yang akan
dilaksanakan
P : Terimakasih atas P : Menepuk bahu K dan P: menutup fase I K: menunjukkan rasa percaya Salam penutup merupakan
kesediaan Pak Ong ngobrol mengulurkan jabat tangan pada P akhir fase yang harus
dengan saya, selamat sore K : Menoleh, menjabat dilakukan untuk mencegah
tangan P tidak percaya pada klien
K : Sore. P: senang karena K mau K : menyambut salam P
K : Tersenyum lalu berinteraksi dengan P
menunduk
P : Tersenyum
KESAN PERAWAT :

Fase awal yaitu fase I (perkenalan) dapat dilaksanakan dengan baik.Klien cukup
kooperatif walaupun sering terganggu dengan halusinasinya. Data yang tergali adalah data
mengenai harga diri rendah kronik, halusinasi lihat, menarik diri, koping individu tidak
efektif, koping keluarga kurang efektif, flight of ideas dan ideal diri yang tinggi. Kontrak
selanjutnya telah dilaksanakan dan pasien menerima kontrak tersebut. Secara umum proses
interaksi sudah dapat dilanjutkan dengan fase berikutnya yaitu fase kerja.
PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

RUANG RAWAT : R. Cendrawasih RSJP Jakarta TANGGAL DIRAWAT : 26 Maret 1999

I. IDENTITAS KLIEN
Initial : Tn. O. T. B.
Umur : 56 Tahun
Informan : Klien sendiri
Tanggal Pengkajian : 26 Maret 1999
RM No :-

II. ALASAN MASUK


Klien mengatakan karena sakit saraf

III. FAKTOR PREDISPOSISI


1. Tidak pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya, klien sudah dirawat sejak tahun 1983
2. Pengobatan sebelumnya tidak berhasil
3. Aniaya fisik, aniaya seksual, penolakan, kekerasan dalam keluarga, tindakan kriminal tidak ada
4. Anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa : belum terkaji
5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan : belum terkaji

IV. FISIK
1. Tanda vital : TD 130/90 mmHg, N 84 x/menit, S 36,9 C, P 16 x/menit
2. Ukur : TB/BB belum terkaji
3. Keluhan fisik : Tidak ada
Masalah keperawatan : -

V. PSIKOSOSIAL
1. Genogram : belum terkaji
2. Konsep diri
a. Gambaran diri : Klien mengatakan puas terhadap tubuhnya
b. Identitas : Tidak ada gangguan identitas
c. Peran : Klien tidak tahu perannya sebagai apa.
d. Ideal diri : Klien bercita-cita menjadi profesor, sehingga merasa harus rajin baca buku. Klien merasa cita-citanya sudah tercapai sekarang
(padahal tidak)
e. Harga diri : Klien mengatakan kakaknya sukses.
Masalah keperawatan :
- Ideal diri terlalu tinggi
- Harga diri rendah

3. Hubungan sosial
a. Orang yang berarti : Belum terkaji
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat : Belum terkaji
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain : Klien tidak mau ngobrol dengan sesama pasien atau dengan perawat, suka menyendiri.
Masalah keperawatan :
- Isolasi sosial : Menarik Diri

4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan : Belum terkaji
b. Kegiatan Ibadah : Belum terkaji

VI. STATUS MENTAL


1. Penampilan : kurang rapi
Pasien berpakaian seadanya, celana bolong-bolong bekas rokok, kantung baju coklat bekas tembakau yang berbau
Masalah Keperawatan : Resiko kurangnya perawatan diri
2. Pembicaraan : Gagap, inkoheren
Pasien menjawab pertanyaan dengan jawaban yang tidak jelas dan terputus-putus, kadang-kadang tidak nyambung dengan apa yang ditanyakan
Masalah Keperawatan : Gangguan pola komunikasi verbal
3. Aktivitas motorik : lemah dan lesu
Saat wawancara, pasien sedang duduk termenung dan memandang di kejauhan serta terlihat loyo
Masalah Keperawatan : Kelemahan aktivitas
4. Alam perasaan : sedih
Ekpresi wajah pasien nampak sedih saat wawancara
Masalah Keperawatan : Depresi
5. Afek : Datar
Afek pasien selama wawancara tidak terdapat perubahan yang berarti, terkesan hambar
Masalah Keperawatan : Menarik diri
6. Interaksi selama wawancara : kontak mata kurang
Selama wawancara, pasien lebih banyak menunduk dan menjawab pertanyaan dengan tidak melihat perawat
7. Persepsi : Halusinasi
Pasien mengatakan ia sering melihat kakaknya yang sudah mati tapi hidup kembali dan lalu mereka ngobrol
Masalah Keperawatan : Gangguan persepsi sensori : Halusinasi
8. Proses pikir : Flight of Ideas, Persevarasi
Pembicaraan klien tidak terarah dengan ide yang tidak nyambung satu sama lain, klien sering mengulang pernyataan bahwa kakaknya hidup
kembali
Masalah Keperawatan : Gangguan persepsi Sensori
9. Isi pikir : Waham kebesaran
Pasien mengaku dirinya sudah menjadi profesor dan guru besar di UI, ia juga mengatakan bahwa situasi di dunia sudah perang semua
Masalah Keperawatan : Gangguan Orintasi Realitas : Waham Kebesaran
10. Tingkat kesadaran : CM, disorientasi waktu tempat dan orang tidak ada
Selama wawancara, pasien tampak sadar
Masalah Keperawatan : -
11. Memori : Ada gangguan daya ingat jangka panjang
Saat pasien diminta menyebutkan peristiwa di masa lalu, pasien tampak bingung
Masalah Keperawan : Demensia
12. Tingkat konsetrasi dan berhitung : Mudah beralih, mampu berhitung sederhana
Sering saat wawancara klien menoleh ke satu arah, dan klien lupa pertanyaan yang telah diberikan kepadanya
Masalah Keperawatan : Halusinasi lihat
13. Kemampuan penilaian : Belum terkaji
14. Daya tilik diri : Belum terkaji
VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG
1. Makan : bantuan minimal
2. BAB/BAK : bantuan minimal
3. Mandi : bantuan minimal
4. Berpakaian/berhias : bantuan minimal
5. Istirahat dan tidur : tidak teratur, kegiatan sebelum tidur yaitu melamun
6. Penggunaan obat : bantuan minimal
7. Pemeliharaan kesehatan : belum terkaji
8. Kegiatan dalam rumah : hanya berdiam diri saja
9. Kegiatan di luar rumah : tidak ada
Masalah keperawatan : Koping keluarga kurang efektif

VIII. MEKANISME KOPING


Menghindari masalah, dan suka menyendiri
Masalah keperawatan : Koping individu tidak efektif

IX. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


1. Masalah berhubungan dengan dukungan kelompok : klien jarang bergaul dengan sesama pasien, lebih senang menyendiri dan melamun
2. Masalah berhubungan dengan lingkungan : teman-teman klien sesama pasien malas ngobrol dengan klien
3. Masalah berhubungan dengan pendidikan : klien mengatakan ia kuliah di berbagai negara sehingga ia layak disebut profesor
4. Masalah berhubungan dengan pekerjaan : belum terkaji
5. Masalah berhubungan dengan perumahan : belum terkaji
6. Masalah berhubungan dengan ekonomi : belum terkaji
7. Masalah berhubungan dengan pelayanan kesehatan : belum terkaji
Masalah keperawatan :
- Isolasi sosial : menarik diri
- Waham kebesaran

X. PENGETAHUAN KURANG TENTANG


1. Penyakit jiwa
2. Koping
3. Sistem pendukung
4. Faktor presipitasi
Masalah keperawatan :
- Kurang pengetahuan

XI. ASPEK MEDIS


1. Diagnosa Medis : belum terkaji
2. Therapi Medik : belum terkaji

XII. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


1. Gangguan harga diri : harga diri rendah
2. Isolasi sosial : menarik diri
3. Gangguan persepsi sensori : halusinasi lihat
4. Gangguan konsep diri : Ideal diri terlalu tinggi
5. Kurang pengetahuan
6. Gangguan orientasi realitas : Waham kebesaran
7. Koping individu tidak efektif
8. Koping keluarga tidak efektif
9. Gangguan komunikasi verbal
10. Resiko kurangnya perawatan diri

Pohon Masalah

RESIKO PRILAKU KEKERASAN

RESIKO KURANGNYA PERAWATAN DIRI

HALUSINASI LIHAT GGN. KOM. VERBAL WAHAM


MENARIK DIRI
Core Problem

HARGA DIRI RENDAH : Kronis KOPING IND. TDK., EFEKTIF

KOPING KELUARGA TIDAK EFEKTIF

IDEAL DIRI TINGGI


KURANG PENGETAHUAN

XIII. DAFTAR DIAGNOSIS KEPERAWATAN


1. Gangguan harga diri: harga diri rendah kronis berhubungan dengan ideal diri tinggi
2. Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
3. Perubahan persepsi sensori : halusinasi lihat berhubungan dengan menarik diri
4. Resiko prilaku kekerasan berhubungan dengan halusinasi
5. Resiko kurangnya perawatan diri berhubungan dengan menarik diri
6. Gangguan komunikasi verbal berhubungan dengan menarik diri
7. Waham : Kebesaran berhubungan dengan menarik diri
8. Koping individu tidak efektif berhubungan dengan harga diri rendah
9. Gangguan harga diri : harga diri rendah kronis berhubungan dengan koping keluarga tidak efektif
10. Koping keluarga tidak efektif berhubungan dengan kurang pengetahuan

RSJP Jakarta, 26 Maret 1999


Mahasiswa Program B-Ektensi 1997