Anda di halaman 1dari 7

PROGRAM IMUNISASI

Disusun Oleh :
1. Ranaldi Mulyo Sandi (201604046)
2. Kisdyani Anggita Putri

Program Studi D3 Keperawatan


STIKES BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO
2018
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
2.1. Latar Belakang
Imunisasi telah dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 1956 dan mulai
tahun 1977, upaya imunisasi diperluas menjadi program pengembangan
imunisasi dalam rangka pencegahan penularan penyakit yang dapat dicegah
dengan imunisasi (PD31). Sejak dimulainya program imunisasi di Indonesia
pada tahun 1956, saat ini telah dikembangkan tujuh jenis vaksinasi yaitu
BCG, Campak, Polio, DPT, DT, TT, Hep.B.
Pengembangan Program Imunisasi (PPI) merupakan program
pemerintah dalam bidang imunisasi guna mencapai komitmen
internasional Universal Child Immunization (UCI) pada akhir 1990. Tujuan
program imunisasi dalam komitmen internasional (ultimate goal) adalah
eradikasi polio (ERAPO), eliminasi tetanus neonatorum (ETN), serta reduksi
campak, yang akan dicapai pada tahun 2000. Sedangkan target UCI 80-80-80
merupakan tujuan antara (intermediate goal) berarti cakupan imunisasi untuk
BCG, DPT, polio, campak dan hepatitis B, harus mencapai 80% baik di
tingkat nasional, propinsi, kabupaten bahkan di setiap desa.
Program imunisasi nasional disusun berdasarkan keadaan
epidemiologi penyakit yang terjadi saat itu. Maka jadwal program imunisasi
nasional dapat berubah dari tahun ke tahun. Oleh karena itu penting untuk
mengetahui jadwal program imunisasi nasional yang terbaru yakni tahun
2014.
Sampai saat ini penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi masih
merupakan masalah dan masih menimbulkan gangguan dalam proses tumbuh
kembang anak,yang memberikan dampak negatif pada pembentukan anak
yang berkualitas.
Selama dalam proses tumbuh kembang, anak memerlukan asupan gizi
yang kuat, penilaian nilai agama dan budaya, pembiasaan disiplin yang
konsisten dan upaya pencegahan. Salah satu upaya pencegahan penyakit,
yaitu pemberian imunisasi. Pemahaman tentang imunisasi diperlukan sebagai
dasar dalam memberikan asuhan kebidanan terutama pada anak sehat dan
implikasi konsep imunisasi pada saat merawat anak sakit, khususnya pada
kasus tuberculosis , difteri, pertussis, tetanus, polio, campak, dan hepatitis.
Pada hakekatnya masalah imunisasi tidak luput dari perhitungan
untung rugi. Dengan imunisasi anak pasti dapat mencapai keuntungan bukan
kerugian. Keuntungan pada imunisasi tidak terlihat dalam bentuk
materi.Mungkin pula secara langsung dirasakan. Anak yang tidak mendapat
imunisasi mempunyai resiko tinggi terjangkit penyakit infeksi dan menular.
Penyakit ini mungkin menyebabkan ia cacat seumur hidup, gangguan
pertumbuhan dan perkembangan anak bahkan dapat berakhir dengan
kematian.

2.2. Tujuan
Adapun tujuan umum dari penulisan makalah ini yaitu agar para pembaca
mengetahui tentang Program Imunisasi Dasar Pada Bayi

2.3. Manfaat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian
Puskesmas adalah Suatu unit organisasi yang bergerak dalam bidang

pelayanan kesehatan yang berada di garda terdepan dan mempunyai misi

sebagai pusat pengembangan pelayanan kesehatan, yang melaksanakan

pembinaan dan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu untuk

masyarakat di suatu wilayah kerja tertentu yang telah ditentukan secara

mandiri dalam menentukan kegiatan pelayanan namun tidak mencakup aspek

pembiayaan. (Ilham Akhsanu Ridlo, 2008)

Puskesmas adalah unit pelaksana teknis (UPT) dinas kesehatan

kabupaten/kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan

kesehatan di suatu wilayah kerja

2.2. Visi Misi Puskesmas


1. Visi Puskesmas

Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas

adalah tercapainya Kecamatan Sehat menuju terwujudnya Indonesia

Sehat.

Indikator Kecamatan Sehat:

a. lingkungan sehat

1) perilaku sehat

2) cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu

3) derajat kesehatan penduduk kecamatan

2. Misi Puskesmas

a. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah

kerjanya
b. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di

wilayah kerjanya

c. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan

pelayanan kesehatan yang diselenggarakan

d. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan

masyarakat beserta lingkungannya

2.3. Peran Puskesmas


Peran Puskesmas adalah sebagai ujung tombak dalam mewujudkan kesehatan
nasional secara komprehensif, tidak sebatas aspek kuratif dan rehabilitatif
saja seperti di Rumah Sakit

2.4. Fungsi Puskesmas


1. Sebagai Pusat Pembangunan Kesehatan Masyarakat di wilayah kerjanya.
2. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka
meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat.
3. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada
4. masyarakat di wilayah kerjanya.
5. Proses dalam melaksanakan fungsinya, dilaksanakan dengan cara:
6. Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan
dalam rangka menolong dirinya sendiri.
7. Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan
menggunakan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien.
8. Memberikan bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan
medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan
bantuan tersebut tidak menimbulkan ketergantungan.
9. Memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.
10. Bekerja sama dengan sektor-sektor yang bersangkutan dalam melaksanakan
program
2.5. Program Pokok Puskesmas
Kegiatan pokok Puskesmas dilaksanakan sesuai kemampuan tenaga
maupun fasilitasnya, karenanya kegiatan pokok di setiap Puskesmas dapat
berbeda-beda. Namun demikian kegiatan pokok Puskesmas yang lazim dan
seharusnya dilaksanakan adalah sebagai berikut :
1. Kesejahteraan ibu dan Anak ( KIA )
2. Keluarga Berencana
3. Usaha Peningkatan Gizi
4. Kesehatan Lingkungan
5. Pemberantasan Penyakit Menular
6. Upaya Pengobatan termasuk Pelayanan Darurat Kecelakaan
7. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat
8. Usaha Kesehatan Sekolah
9. Kesehatan Olah Raga
10. Perawatan Kesehatan Masyarakat
11. Usaha Kesehatan Kerja
12. Usaha Kesehatan Gigi dan Mulut
13. Usaha Kesehatan Jiwa
14. Kesehatan Mata
15. Laboratorium ( diupayakan tidak lagi sederhana )
16. Pencatatan dan Pelaporan Sistem Informasi Kesehatan
17. Kesehatan Usia Lanjut
18. Pembinaan Pengobatan Tradisional
Pelaksanaan kegiatan pokok Puskesmas diarahkan kepada keluarga
sebagai satuan masyarakat terkecil. Karenanya, kegiatan pokok Puskesmas
ditujukan untuk kepentingan kesehatan keluarga sebagai bagian dari
masyarakat di wilayah kerjanya. Setiap kegiatan pokok Puskesmas
dilaksanakan dengan pendekatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa
( PKMD ). Disamping penyelenggaraan usaha-usaha kegiatan pokok
Puskesmas seperti tersebut di atas, Puskesmas sewaktu-waktu dapat diminta
untuk melaksanakan program kesehatan tertentu oleh Pemerintah Pusat (
contoh: Pekan Imunisasi Nasional ). Dalam hal demikian, baik petunjuk
pelaksanaan maupun perbekalan akan diberikan oleh Pemerintah Pusat
bersama Pemerintah Daerah. Keadaan darurat mengenai kesehatan dapat
terjadi, misalnya karena timbulnya wabah penyakit menular atau bencana
alam. Untuk mengatasi kejadian darurat seperti di atas bisa mengurangi atau
menunda kegiatan lain.

BAB III
GAMBARAN PROGRAM IMUNISASI
3.1. Kesimpulan
3.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA