Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

MEKANIKANIKA FLUIDA
Dosen Pembimbing
Drs. Agus Sholah M.Pd.

Oleh
Andri Risandani
160515510214

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
PRODI D3 MESIN OTOMOTIF
FEBRUARY 2017
`FLUIDA

1. Pengertian Fluida

Fluida adalah zat yang dapat mengalir. Fluida mencakup zat cair dan gas, karena zat cair seperti air atau
zat gas seperti udara dapat mengalir. Zat padat seperti batu atau besi tidak dapat mengalir sehingga tidak
bisa digolongkan dalam fluida.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari. Ketika mandi, pasti membutuhkan air. Untuk sampai ke bak
penampung, air dialirkan baik dari mata air atau disedot dari sumur. Air merupakan salah satu contoh
zat cair. Masih ada contoh zat cair lainnya seperti minyak pelumas, susu dan sebagainya. Semuanya zat
cair itu dapat kita kelompokan ke dalam fluida karena sifatnya yang dapat mengalir dari satu tempat ke
tempat yang lain. Selain zat cair, zat gas juga termasuk fluida. zat gas juga dapat mengalir dari satu satu
tempat ke tempat lain. Hembusan angin merupakan contoh udara yang berpindah dari satu tempat ke
tempat lain. Zat padat tidak dapat digolongkan ke dalam fluida karena zat padat tidak dapat mengalir.
Batu atau besi tidak dapat mengalir seperti air atau udara. Hal ini dikarenakan zat pada t cenderung
tegar dan mempertahankan bentuknya sedangkan fluida tidak mempertahankan bentuknya tetapi
mengalir.

Fluida merupakan salah satu aspek yang penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Setiap hari kita
menghirupnya, meminumnya dan bahkan terapung atau teggelam di dalamnya. Setiap hari pesawat
udara terbang melaluinya, kapal laut mengapung di atasnya; demikian juga kapal selam dapat
mengapung atau melayang di dalamnya.

Fluida Statis (Fluida tak mengalir)

Fluida
Fluida Dinamis (Fluida Mengalir)

Fluida statis adalah ketika fluida yang sedang diam pada keadaan setimbang. Jadi kita meninjau fluida
ketika tidak sedang bergerak. Pada Fluida Dinamis, kita akan meninjau fluida ketika bergerak.

A. Fluida Statis

Fluida statis adalah fluida tak mengalir, misalnya zat cair yang ada di dalam bak atau gas dalam
wadah tertutup. Fluida memiliki sifat-sifat tertentu, diantaranya dapat memberikan tekanan
hidrostatis, dapat memberikan gaya ke atas, memiliki tegangan permukaan, selalu memberika tekanan
ke segala arah, dan sebagainya. Penerapan dalam kehidupan sehari-hari misalnya udara sebagai fluida
memberi gaya ke atas (gaya Archimedes) pada pesawat zeppelin.

A.1 Tekanan
Tekanan (p) didefinisikan sebagai gayayang bekerja tegak lurus (F) pada suatu bidang
benda per satuan luas bidang itu. Secara matematis tekanan dapat dinyatakan dengan persamaan
berikut :

P = tekanan, F = gaya dan A = luas permukaan. Satuan gaya (F) adalah Newton (N), satuan luas
adalah meter persegi (m2). Karena tekanan adalah gaya per satuan luas maka satuan tekanan adalah
N/m2. Nama lain dari N/m2 adalah pascal (Pa).

Satuan tekanan pascal atau N/m2 merupakan satuan tekanan dalam SI. Dalam pengukuran cuaca,
masih digunakan satuan tekanan lain, yaitu atmosfer (atm), cm-raksa (cmHg), dan milibar (mb)

1 mb = 10-3 bar, sedangkan 1 bar = i05 Pa


1 atm = 76 cmHg = 1,01x105 Pa = 1,01 bar

Ketika fluida berada dalam keadaan tenang, fluida memberikan gaya yang tegak lurus ke seluruh
permukaan kontaknya. Misalnya air yang berada di dalam gelas; setiap bagian air tersebut
memberikan gaya dengan arah tegak lurus terhadap dinding gelas. jadi setiap bagian air memberikan
gaya tegak lurus terhadap setiap satuan luas dari wadah yang ditempatinya, dalam hal ini gelas.
Demikian juga air dalam bak mandi atau Air kolam renang. Ini merupakan salah satu sifat penting
dari fluida statis alias fluida yang sedang diam. Gaya per satuan luas ini dikenal dengan istilah
tekanan.
Mengapa pada fluida diam arah gaya selalu tegak lurus permukaan? INGAT Hukum III Newton
mengatakan bahwa jika ada gaya aksi maka akan ada gaya reaksi yang besarnya sama tetapi
berlawanan arah. Ketika fluida memberikan gaya aksi terhadap permukaan, di mana arah gaya tidak
tegak lurus, maka permukaan akan memberikan gaya reaksi yang arahnya juga tidak tegak lurus. Hal
ini akan menyebabkan fluida mengalir. Tapi kenyataannya khan fluida tetap diam. Jadi
kesimpulannya, pada fluida diam, arah gaya selalu tegak lurus permukaan wadah yang ditempatinya.

A.2 Tekanan Hidrostatis


Fluida yang berada dalam suatu wadah memiliki gaya berat akibat pengaruh gravitasi bumi. Gaya
berat fluida menimbulkan tekanan. Tekanan dalam fluida tak mengalir, yang di akibatkan oleh adanya
gaya gravitasi ini, disebut tekanan hidrostatis. Misalnya, sebuah bak berisi air yang beratnya m.g,
mempunyai luas penampang A dan tinggi (kedalaman) air diukur dari permukaannya adalah h, maka
besarnya tekanan hidrostatis di titik S yang berada di dasar bak dapat dirumuskan sebagai berikut:
p = F/A …………………………………………. (*)
Massa air dalam bak :
m = p.V
V = volume air dalam bak
= luas alas x tinggi
= A.h
Sehingga m = p.A.h ……………………………….(**)
Dengan mensubtitusikan persamaan (**) ke persamaa (*) akan diperoleh :
p = p.A.h.g / A
p = p.g.h
dengan :
p = tekanan hidrostatis (N/m2)
p = massa jenis zat cair (kg/m3)
g = percepatan gravitasi bumi (m/s2)
h = kedalam air diukur dari permukaannya ke titik yang diberi tekanan (m)
Apabila tekanan udara di luar ikut diperhitungkan, maka besarnya tekanan pada titikT yang berada
pada kedalaman h di dalam fluida dapat dirumuskan:
pT = po + pgh
dengan :
po = tekanan udara luar
pgh = tekanan hidrostatis
pT = tekanan di titik T
Pengaruh kedalaman terhadap Tekanan
Tekanan akan bertambah jika kedalam nya bertambah. Tekanan air pada sebuah wadah sebagaimana
tampak pada gambar. Tinggi kolom cairan adalah h dan luas penampangnya A. Bagaimana tekanan
air di dasar wadah ?

Keterangan : w adalah berat air, h = ketinggian kolom air dalam wadah yang berbentuk silinder, A =
luas permukaan dan P adalah tekanan.
Massa kolom zat cair adalah :

Jika kita masukan ke dalam persamaan Tekanan, maka akan diperoleh :

Pa = tekanan atmosfir. Pada gambar di atas tidak digambarkan Pa, tapi dalam kenyataannya, bila
wadah yang berisi air terbuka maka pada permukaan air bekerja juga tekanan atmosfir yang arahnya
ke bawah. Tergantung permukaan wadah terbuka ke mana. Jika permukaan wadah terbuka ke atas
seperti pada gambar di atas, maka arah tekanan atmosfir adalah ke bawah.
Berdasarkan persamaan di atas, tampak bahwa tekanan berbanding lurus dengan massa jenis dan
kedalaman zat cair (percepatan gravitasi bernilai tetap). Jika kedalaman zat cair makin bertambah,
maka tekanan juga makin besar. Ingat bahwa cairan hampir tidak termapatkan akibat adanya berat
cairan di atasnya, sehingga massa jenis cairan bernilai konstan di setiap permukaan. Jika perbedaan
ketinggian sangat besar (untuk laut yang sangat dalam), massa jenis sedikit berbeda. Tapi jika
perbedaan ketinggian tidak terlalu besar, pada dasarnya massa jenis zat cair sama (atau perbedaanya
sangat kecil sehingga diabaikan).
Kita juga bisa menggunakan persamaan di atas untuk menghitung perbedaan tekanan pada setiap
kedalaman yang berbeda.

A.4 Hukum Pascal


Bunyi Hukum Pascal

"Jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka tekanan itu akan merambat ke segala arah dengan tidak
bertambah atau berkurang kekuatannya".
Penurunan Rumus
Penemu Hukum Pascal
Pascal disimbolkan dengan Pa satuan turunan SI
untuk tekanan atau tegangan.
Satuan ini dinamakan menurut nama Blaise Pascal, seorang
matematikawan, fisikawan dan filsuf Perancis.

• 1 Pa
– = 1 N/m² = 1 (kg•m/s²)/m² = 1 kg/m•s²
– = 0,01 millibar
– = 0,00001 bar
Blaise Pascal (1623-1662)
Tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang berasal dari Perancis. Minat
tertutup diteruskan ke segala arah dan sama besar.Air
utamanya ialah filsafat dan agama,
menyembur dari setiap lubang kantong plastik dengan jarak
sedangkan hobinya yang lain
yang sama. Semakin kuat kantong plastik ditekan, semakin adalah matematika dan geometri
cepat semburan airnya begitu sebaliknya. Dengan demikian
proyektif.
kita dapat menyimpulkan bahwa tekanan diteruskan ke
Ilmuwan dan filsuf Perancis
segala arah dengan sama besar.
Blaise Pascal (1623 1662 M)
memang sejak kecil sudah
menunjukkan bakatnya sebagai ahli
matematik yang disegani, pakar
dalam bahasa Perancis serta dikenal
sebagai filsuf besar yang relijius
Blaise Pascal terlahir di Clermont
Ferrand pada 19 June 1623.
Ayahnya Etienne Pascal, penasehat
kerajaan yang kemudian diangkat
sebagai presiden organisasi the
Court of Aids di kota Clermont.
Ibunya wafat saat ia berusia 3 tahun,
meninggalkan ia dan dua saudara
perempuannya, Gilberte dan
Jacqueline.Pada tahun 1631
keluarganya pindah ke Paris.

Beberapa alat yang bekerja berdasarkan hukum Pascal adalah dongkrak hidrolik,
rem hidrolik dan alat pengangkat mobil.

dirumusk F F
an 1 = 2
A A
1 2
dima F1 Gaya pada torak kecil (1) (N)
na =
F2 Gaya pada torak besar (2)
= (N)
A1 Luas penampang torak
= kecil
A2 Luas (1) (m)
penampang torak besar
= (2) (m)
b. Bejana Berhubungan
Hukum Bejana Berhubungan

Bejana berhubungan adalah rangkaian beberapa


bejana yang bagian atasnya terbuka dan bagian bawahnya
dihubungkan satu sama lain. Jika ke dalam bejana itu diisi
air maka akan terlihat bahwa permukaan air dalam bejana
yang diam selalu terletak pada bidang datar. Begitu pula
bila bejana dimiringkan, permukaan airnya akan tetap
dalam satu bidang datar. Prinsip kerja bejana berhubungan dapat diterapkan dalam kehidupan
seharihari. Beberapa penerapannya dapat ditemui pada cerek atau tekopermukaan air dalam mulut teko
sama tinggi dengan permukaan air pada bagian bawah tutup teko,tangki air, waterpass atau sifat datar
dari selang air yang digunakan oleh tukang bangunan. Hukum bejana berhubungan tidak berlaku untuk
zat cair yang tidak sejenis, misalnya diisi air dan air raksa.

Pipa U adalah salah satu bejana berhubungan yang paling sederhana berbentuk huruf U. Bila
pipa U diisi oleh sejenis zat cair tertentu, maka zat cair di kedua pipa mempunyai tinggi yang sama,
berarti mengikuti hukum bejana berhubungan. Alat yang digunakan oleh para tukang bangunan untuk
mendapatkan sifat datar juga menggunakan hukum bejana berhubungan. Alat tersebut dinamakan water
pas.

Gejala-gejala dalam kehidupan sehari-hari yang pemanfaatannya menggunakan hukum bejana


berhubungan akan bermanfaat sekali untuk mendapatkan sifat datar. Bunyi hukum bejana berhubungan
yaitu “Bila bejana-bejana berhubungan diisi dengan zat cair yang sama, dalam keadaan setimbang,
permukaan zat cair dalam bejana-bejana itu terletak pada sebuh bidang mendatar”. Hukum bejana
berhubungan tidak berlaku jika terdapat pipa kapiler di salah satu bejana, dan tidak berlaku pula jika
diisi dengan lebih dari satu jenis zat cair yang berbeda.

Pada pipa U bila dari salah satu mulut pipa U dituangkan zat cair yang berbeda (massa jenisnya
berbeda dengan massa jenis zat cair yang sudah ada di dalam pipa). Tekanan pada kedua permukaan
zat cair di kedua mulut pipa U selalu sama, yaitu merupakan tekanan hidrostatis. Tekanan hidrostatis
diperoleh dari membandingkan gaya berat zat cair dengan luas penampang yang diderita.

Jadi p = w/A = m.g/A =ρ. V.g/A =ρ. A.h.g/A =ρ.g.h.

Dengan demikian pada kedua kaki pipa U berlaku tekanan hidrostatis yang sama.
p1 =p2
ρ1gh1= ρ2gh2
Tekanan hidrostatis ditemukan di kedalaman tertentu dari permukaan zat cair. Misalnya
seseorang menyelam di laut, makin dalam ia menyelam makin besar pula tekanan hidrostatis yang
dirasakannya. Besar tekanan hidrostatis yang diderita penyelam ditentukan sebagai berikut.
p =ρ.g.h

Sedangkan tekanan total yang dialami oleh penyelam adalah sebagai berikut.

p = p0 +ρ.g.h Dimana p0 adalah tekanan udara luar d permukaan laut tepat di tas penyelam itu berada.
Tekanan hidrostatis akan sama besarnya pada kedalaman yang sama dalam zat cair yang sejenis
pada kedalaman
yang sama
tekanan
hidrostatis
bernilai sama asal
zat cair sejenis

B. Fluida Dinamis

B.1 Fluida ideal

Dalam kenyataannya, tidak ada fluida ideal. Tetapi untuk menyederhanakan pembahasan fluida
mengalir, kita perlu mengambil anggapan adanya fluida ideal ini. Fluida ideal memiliki ciri-ciri aliran
sebagai berikut:
a. Tidak kompresibel, artinya tidak mengalami perubahan volume akibat adanya tekanan
(dimampatkan).
b. Tak kental (nonviscous), artinya fluida tersebut mengalir tanpa mengalami gesekanakibat sifat
kekentalannya (viskositas). Baik gesekan antara partikel fluida dengan tempatnya maupun
gesekan antar partikel fluida.
c. Alirannya stasioner (tenang/konstan), artinya aliran fluida yang jejak antarpartikel-partikelnya
mengikuti garis alir tertentu atau lintasan tertentu.
d. Tidak berotasi (laminar), yaitu aliran fluida dengan garis arus yang tidak berpotongan ataupun
memutar.

B.2 Viskositas (kekentalan)

Setiap kali kita memikirkan zat cair, bayangan yang terbentuk dalam pikiran kita adalah zat yang sangat
cair. Kenyataannya, zat cair yang berbeda memiliki tingkat viskositas (kekentalan) yang berbeda.
Kekentalan ter/aspal, gliserin, minyak zaitun, dan asam sulfat, sangat bervariasi. Dan jika kita
bandingkan zat-zat cair tersebut dengan air, perbedaannya menjadi lebih jelas. Air 10 juta kali lebih cair
daripada aspal, 1.000 kali lebih cair daripada gliserin, 100 kali lebih cair daripada minyak zaitun, dan
25 kali lebih cair daripada asam sulfat.

Viskositas (kekentalan) dapat pula dianggap sebagai gesekan pada bagian dalam suatu fluida. Setiap
fluida sejati, baik zat cair maupun gas, memiliki viskositas. Hal itulah yang menyebabkan apabila suatu
fluida akan digerakan atau dialirkan, haruslah dikerjakan gaya untuk melawan gesekan (kekentalan)
fluida itu. Zat cair lebih ketal daripada gas, sehingga untuk mengalirkan zat cair diperlukan gaya yang
lebih besar dibandingkan dingan gaya yang diberikan untuk mengalirkan gas.

Bila massa jenis suatu bola lebih besar dari massa jenis suatu fluida
dan jari-jarinya r, dimasukkan kedalam suatu fluida (misalkan zat
cair), maka bola tersebut akan jatuh dipercepat, sampai suatu saat
kecepatannya maksimum (Vmaks). Pada kecepatan tersebut, benda
akan bergerak beraturan karena gaya beratnya sudah diimbangi oleh
gaya gesek fluida. Kecepatan yang tetap ini disebut kecepatan akhir
F atau kecepatan terminal yaitu pada saat gaya berat bola sama dengan
w
gaya apung ditambah gaya gesekan fluida. Semakin besar koefisien
kekentalan suatu fluida maka semakin besar gaya gesek yang
ditimbulkan oleh fluida.

Rumus viskositas

Fs = gaya gesek pada fluida


6. 𝜋. r = tetapan stokes Fs = 6. 𝜋. 𝑟 .η.v
η = angka kekentalan (viskositas)
v = kecepatan

- Kecepatan terminal

Kecepatan terminal dialami oleh benda yang bergerak dalam keadaan setimbang pada fluida kental.
Misalkan sebuah kelereng(berbentuk bola) denagn masajenis ρb dan jari jari r di jatuhkan bebas pada
fluida kental denagn masaa jenis 𝜌𝑓 dan koefisien viskositas η. Setelah benda dilepas, benda akan
bergerak dengan kecepatan konstan. Pada gambar menunjukkan sistem gaya yang bekerja pada bola
yakni:

Fa = gaya Archimedes

Fs = gaya Stokes, dan


Fa Fs
W =m.g (gaya berat benda).

Ini berarti pada bola berlaku hubungan berikut: w

∑𝐹 = 0
𝑤 − 𝐹𝑠 − 𝐹𝑎 = 0
𝑚. 𝑔 − 6. 𝜋. η. ρ. 𝑣 − ρ𝑓. 𝑉𝑏. 𝑔 = 0
𝜌𝑓. 𝑉𝑏. 𝑔 = 6. 𝜋. η. 𝑟. 𝑣𝑡 + ρ𝑓. 𝑔. 𝑉𝑏
𝑔. 𝑉𝑏. (𝜌𝑏 − 𝜌𝑓)
𝑣𝑡 =
6. 𝜋. 𝑟. η
4
Oleh karena benda berbentuk bola maka 𝑉𝑏 = 𝜋𝑟 3
3
4 3
𝑔. (3 𝜋𝑟 ) (𝜌𝑏 − 𝜌𝑓)
𝑣𝑡 =
6. 𝜋. 𝑟. η

Jadi:
2 𝑔. 𝑟 3
𝑣𝑡 = (𝜌𝑏 − 𝜌𝑓)
3 η

Dengan:
𝜌𝑏 = 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 𝑏𝑜𝑙𝑎 (𝑘𝑔⁄𝑚3 )
𝜌𝑓 = 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑗𝑎𝑟𝑖 − 𝑗𝑎𝑟𝑖 𝑐𝑎𝑖𝑟𝑎𝑛 (𝑘𝑔⁄𝑚3 )
𝑟 = 𝑗𝑎𝑟𝑖 − 𝑗𝑎𝑟𝑖 𝑏𝑜𝑙𝑎 (𝑚)
η = koefisien viskositas
𝑔 = 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑔𝑟𝑎𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠𝑖 (𝑚⁄𝑠 2 )

Jadi, kecepatan terminal adalah kecepatan benda saat bergerak


dalam keadaan setimbang (∑ 𝐹 = 0)
B.3 Garis alir

Ada dua macam aliran fluida yaitu aliran garis lurus dan aliran
turbulen. Aliran yang paling sederhana ialah aliran garis lurus.
Aliran garis lurus adalah aliran yang mengikuti suatu garis (
lurus atau lengkung ) yang jelas ujung pangkalnya . aliran
turbulen ditandai oleh adanya aliran berputar. Adanya partikel- partikel yang arah geraknya berbeda,
bahkan berlawanan dengan arah gerak fluida. aliran turbulen biasanya terjadi pada kecepatan air yang
tinggi dengan kekentalan yang relatif tinggi serta memiliki dimensi linear yang tinggi, sehingga terdapat
kecenderungan berolak selama pengalirannya.

B.4 Debit aliran dan laju fluida

Fluida mengalir dalam suatu pipa yang luas penampangnya A dengan


kecepatan v. pada suatu saat, penampung fluida A berada di P dan setelah
t detik penampang tiu pindah sejauh vt ke Q. Volume air yang mengalir
dalam waktu t detik ( dari P ke Q ) .yaitu :

V = A . v. t

Debit merupakan ukuran banyaknya volume air yang dapat lewat dalam
suatu tempat atau yang dapat ditampung dalam suatu tempat tiap satu
satuan waktu tertentu. Satuan debit pada umumnya mengacu pada satuan
volume dan satuan waktu. Apabila Q menyatakan debit air dan v
menyatakan volume air, sedangkan t adalah selang waktu tertentu mengalirnya air tersebut, maka
hubungan antara ketiganya dapat dinyatakan sebagai berikut:
𝐕 𝐀 .𝐯 .𝐭
Q= =
𝐭 𝐭
Q = A .v

Dengan :
A = luas penampang pipa ( m2)
v = kecepatan atau laju fluida ( m/s )
Q = debit aliran ( m3/s 0)

suatu pipa terbuka yang luas penampang ujung kiri adalah A1 dan mengalir air dengan kecepatan V1,
selanjutnya air mengalir melalui pipa kanan yang memiliki luas penampang A2 dengan kecepatan
pengaliran adalah V2, maka berdasarkan sifat yang telah dikemukakan di depan akan berlaku hukum
kekekalan massa, yakni bahwa selama pengaliran tidak ada fluida yang hilang, maka selama t detik
akan berlaku persamaan:

A1 V1 g t = A2 V2 g tA1

A1V1 = A2 V2 Persamaan Kontinuitas

sebagai konsekuensi aliran semacam ini adalah bahwa kecepatan pengaliran air akan terbesar pada suatu
tempat yang memiliki luas penampang terkecil. Di sini volume air yang mengalir V = A v tJadi selama
V A .v .t
t detik besarnya debit air yang dapat keluar adalah Q = = → Q = A .v
t t
Aliran air dalam suatu tabung akan bergantung pada tingginya permukaan air di dalam tabung tersebut
dan luas penampang lubang yang terdapat dalam tabung. Hal ini berarti bahwa debit air yang mengalir
dalam tabung akan bergantung pada ketinggian permukaan air dalam tabung dan luas penampangnya.
Gambar di bawah ini memperlihatkan bahwa tabung dengan ketinggian permukaan air yang sama
tingginya tetapi luas lubang pengaliran berbeda. Selanjutnya air dibiarkan mengalir dalam waktu yang
sama.

C. Contoh penggunaan fluida


D. Dongkrak Hidrolik
Prinsip kerja dongkrak hidrolik adalah penerapan dari hukum Paskal yang berbunyi ”tekanan
yang diberikan pada zat cair di dalam ruang tertutup diteruskan sama besar ke segala arah”.

E.

Tekanan yang kita berikan pada pengisap yang penampangnya kecil diteruskan oleh minyak
(zat cair) melalui pipa menuju ke pengisap yang penampangnya besar. Pada pengisap besar
dihasilkan gaya angkat yang mampu menggangkat beban.

1. Sistem Rem Mekanik


Sistem Rem Mekanik ini merupakan Sistem Rem yang paling sederhana dan tidak terlalu
banyak memakai komponen. Sistem Rem ini umumnya digunakan untuk kendaraan kecil dan
kendaraan lama. Komponen Terpenting dalam Sistem Rem jenis mekanik ini yaitu sepatu
rem, tuas dan kawat/seling. Sistem Rem Mekanik lebih mudah dalam perawatan dan
perbaikan karena kontruksi yang sederhana. Gerakan dorong dari tuas akan diteruskan ke
sepatu rem dengan menggunakan kawat/seling, semakin kuat/panjang tuas bergerak maka
semakin kuat Sepatu rem menekan tromol atau lintasan.

2. Sistem Rem Hidrolik

Sistem Rem Hidrolik merupakan sistem rem yang menggunakan media fluida cair sebagai
media penghantar/ penyalur gerakan. Sistem Rem Hidrolik ini sangat rumit dan perlu
perawatan yang berkala karena komponen-komponen rawan terhadap kerusakan, apabila
terjadi kerusakan/ kebocoran pada selang atau sambungan- sambungan penyalur fluida maka
akan menggangu siklus aliran atau kerja dari Sistem Rem hirolik.

3. Sistem Rem Pneumatic

Sistem Rem Pneumatic merupakan sistem rem yang menggunakan media fluida gas sebagai
penghantar/penyalur gerakan. Dalam Sistem ini kontruksi tidak terlalu rumit karena sistem
rem hidrolik ini merupakan sistem rem tambahan untuk membantu sistem rem kendaraan.
Sistem Rem Hidrolik ini umumnya dipasang pada kendaraan berat dan besar karena
membutuhkan daya pengereman yang besar juga. Komponen terpenting dalam sistem Rem
ini adalah Kompresor, selang tekanan tinggi, dan Katup pengatur.