Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH PSIKOLOGI UMUM II

“ TERAPI ABNORMALITAS ”

OLEH

KELOMPOK X

1.VALERIA PRAMITA : 512 . 107


2.M.YURIAN : 512 . 121
3.YEYEN PRESTI O. : 512 . 125
4. ANNISA ICHSAN K. : 512 . 167

SEMESTER : II (GENAP)
DOSEN PEMBIMBING : Reza Fahmi,MA
: Dra.Hasneli,M.Ag

JURUSAN : PSIKOLOGI ISLAM (PI-B)


FAKULTAS : USHULUDDIN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)


IMAM BONJOL PADANG
1434 H / 2013 M

Makalah Psikologi Umum II


TERAPI ABNORMALITAS Sabtu, 25 Mei 2013
Kelompok X
4
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI……………………………………………………………...……………...1

PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG……………………………………………………………...…..2

B.RUMUSAN MASALAH …………………………………………………………...….2

PEMBAHASAN

A.PROBLEM KESEHATAN MENTAL…………………………………………………3

B.MACAM – MACAM TERAPI.........………………………………...…………………5

B.i.TERAPI MEDIS................................................................................................5

B.ii.PSIKOTERAPI.................................................................................................6

B.iii.MODIFIKASI PERILAKU.............................................................................7

PENUTUP

KESIMPULAN………………………………………………………….………………...8

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………..8

Makalah Psikologi Umum II


TERAPI ABNORMALITAS Sabtu, 25 Mei 2013
Kelompok X
4
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG

Kesehatan Mental merupakan keinginan wajar bagi setiap manusia seutuhnya,


tapi tidaklah mudah mendapatkan kesehatan jiwa seperti itu. Perlu pembelajaran tingkah
laku, pencegahan yang dimulai secara dini untuk mendapatkan hasil yang dituju oleh
manusia. Untuk menelusurinya diperlukan keterbukaan psikis manusia ataupun suatu
penelitian secara langsung atau tidak langsung pada manusia yang menderita gangguan
jiwa. Pada dasarnya untuk mencapai manusia dalam segala hal diperlukan psikis yang
sehat. Sehingga dapat berjalan menurut tujuan manusia itu diciptakan secara normal.

Jelas alamiah kalau ada orang yang menderita sakit. Namun menjadi kewajiban
kita untuk berusaha mencegah terjangkitnya penyakit, kalau penyakit itu belum diderita.
Kita pun yakin bahwa setiap penyakit atau gangguan pasti ada penyembuh atau obatnya.
Demikian juga dalam hal gangguan kejiwaan. Hal ini perlu diperhatikan, karena ada
pendapat umum bahwa gangguan kejiwaan merupkan takdir yang tidak dapat
disembuhkan.

Di bagian ini akan dikemukakan berbagai keterangan mengenai dua wacan


penting dalam menghadapi masalah perilaku abnormal ini, ialah masalah penanggulangan
(treatment,therapy).

B.RUMUSAN MASALAH

1.Problem Kesehatan Mental

2.Macam – Macam Terapi

*Terapi Medis

*Psikoterapi

*Modifikasi Perilaku

PEMBAHASAN
Makalah Psikologi Umum II
TERAPI ABNORMALITAS Sabtu, 25 Mei 2013
Kelompok X
4
A.PROBLEM KESEHATAN MENTAL

1.Pengertian Kesehatan Mental

Istilah “kesehatan mental” diambil dari konsep mental hygiene. Kata “mental”
diambil dari bahasa Yunani, pengertiannya sama dengan psyche dalam bahas latin yang
artinya psikis, jiwa atau kejiwaan. Kesehatan mental merupakan bagian dari psikologi
agama, terus berkembang dengan pesat. jadi dapat diambil kesimpulan bahwa mental
hygiene berarti mental yang sehat atau kesehatan mental. Sedangkan yang dimaksud
Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan dan gangguan mental baik
berupa neurosis maupun psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial).

Mental yang sehat tidak akan mudah terganggu oleh Stressor (Penyebab
terjadinya stres) orang yang memiliki mental sehat berarti mampu menahan diri dari
tekanan-tekanan yang datang dari dirinya sendiri dan lingkungannya. Noto Soedirdjo,
menyatakan bahwa ciri-ciri orang yang memiliki kesehatan mental adalah Memiliki
kemampuan diri untuk bertahan dari tekanan-tekanan yang datang dari lingkungannya.
Sedangkan menurut Clausen Karentanan (Susceptibility) Keberadaan seseorang terhadap
stressor berbeda-beda karena faktor genetic, proses belajar dan budaya yang ada
dilingkungannya, juga intensitas stressor yang diterima oleh seseorang dengan orang lain
juga berbeda.

Zakiah Daradjat mendefinisikan kesehatan mental dengan beberapa pengertian :

1. Terhindarnya orang dari gejala - gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala - gejala
penyakit jiwa (psychose).

2. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain dan
masyarakat serta lingkungan dimana ia hidup.

3. Pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan


segala potensi, bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin, sehingga
membawa kepada kebahagian diri dan orang lain, serta terhindar dari gangguan -
gangguan dan penyakit jiwa.

4. Terwujudnya keharmonisan yang sungguh - sungguh antara fungsi - fungsi jiwa, serta
mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem - problem biasa yang terjadi, dan
merasakan secara positif kebahagian dan kemampuan dirinya.

Jadi Kesehatan mental adalah keserasian atau kesesuaian antara seluruh aspek
psikologis dan dimiliki oleh seorang untuk dikembangkan secara optimal agar individu
mampu melakukan kehidupan-kehidupan sesuai dengan tuntutan-tuntutan atau nilai-nilai
yang berlaku secara individual, kelompok maupun masyarakat luas sehingga yang sehat
baik secara mental maupun secara sosial.

2.Faktor Yang Mempengaruhi Kesehatan Mental


Makalah Psikologi Umum II
TERAPI ABNORMALITAS Sabtu, 25 Mei 2013
Kelompok X
4
a.Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang seperti sifat,
bakat, keturunan dan sebagainya. Contoh sifat yaitu seperti sifat jahat, baik, pemarah,
dengki, iri, pemalu, pemberani, dan lain sebagainya. Contoh bakat yakni misalnya bakat
melukis, bermain musik, menciptakan lagu, akting, dan lain-lain. Sedangkan aspek
keturunan seperti turunan emosi, intelektualitas, potensi diri, dan sebagainya.

b.Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang berada di luar diri seseorang yang dapat
mempengaruhi mental seseorang. Lingkungan eksternal yang paling dekat dengan
seorang manusia adalah keluarga seperti orang tua, anak, istri, kakak, adik, kakek-nenek,
dan masih banyak lagi lainnya. Faktor luar lain yang berpengaruh yaitu seperti hukum,
politik, sosial budaya, agama, pemerintah, pendidikan, pekerjaan, masyarakat, dan
sebagainya. Faktor eksternal yang baik dapat menjaga mental seseorang, namun faktor
external yang buruk / tidak baik dapat berpotensi menimbulkan mental tidak sehat.

c.Faktor Aspek Psikis Manusia.


Aspek psikis manusia pada dasarnya merupakan satu kesatuan dengan sistem
biologis, sebagai sub sistem dari eksistensi manusia, maka aspek psikis selalu
berinteraksi dengan keseluruhan aspek kemanusiaan. Karena itulah aspek psikis tidak
dapat dipisahkan untuk melihat jiwa manusia.

3.Kategori atau Penggolongan Kesehatan Mental


1. Gangguan Somatofarm, Gejalanya bersifat fisik, tetapi tidak terdapat dasar organic
dan factor-faktor psikologis.
2. Gangguan Disosiatif, Perubahan sementara fungsi-fungsi kesadaran, ingatan, atau
identitas yang disebabkan oleh masalah emosional.
3. Gangguan Psikoseksual, Termasuk masalah identitas seksual (impotent, ejakulasi,
pramatang, frigiditas) dan tujuan seksual.
4. Kondisi yang tidak dicantumkan sebagai gangguan jiwa, Mencakup banyak
masalah yang dihadapi orang-orang yang membutuhkan pertolongan seperti perkawinan,
kesulitan orang tua, perlakuan kejam pada anak.
5. Gangguan kepribadian, Pola prilaku maladaptik yang sudah menahun yang
merupakan cara-cara yang tidak dewasa dan tidak tepat dalam mengatasi stres atau
pemecahan masalah.
6. Gangguan yang terlihat sejak bayi, masa kanak-kanak atau remaja, Meliputi
keterbelakangan mental, hiperaktif, emosi pada kanak-kanak, gangguan dalam hal
makan.
7. Gangguan jiwa organic, Terdapat gejala psikologis langsung terkait dengan luka pada
otak atau keabnormalan lingkungan biokimianya sebagai akibat dari usia tua dan lain-
lain.
8. Gangguan penggunaan zat-zat, Penggunaan alkohol berlebihan, obat bius, anfetamin,
kokain, dan obat-obatan yang mengubah prilaku.

9. Gangguan Skisofrenik, Serangkaian gangguan yang dilandasi dengan hilangnya


kontak dengan realitas, sehingga pikiran, persepsi, dan prilaku kacau dan aneh.
Makalah Psikologi Umum II
TERAPI ABNORMALITAS Sabtu, 25 Mei 2013
Kelompok X
4
10. Gangguan Paranoid, Gangguan yang ditandai dengan kecurigaan dan sifat
permusuhan yang berlebihan disertai perasaan yang dikejar-kejar.
11. Gangguan Afektif, Gangguan suasana hati (mood) yang normal, penderita mungkin
mengalami depresi yang berat, gembira yang abnormal, atau berganti antara saat gembira
dan depresi.
12. Gangguan Kecemasan, Gangguan dimana rasa cemas merupakan gejala utama atau
rasa cemas dialami bila individu tidak menghindari situasi-situasi tertentu yang ditakuti.

B.MACAM – MACAM TERAPI

1.Terapi Medis

Dalam upaya untuk menyembuhkan gangguan perilaku atau abnormalitas, maka


para terapsi yang berlatar belakang medis, umumnya menggunakan terapi obat-obatan,
kejutan eIektrokonvulsif, dan pembedahan saraf. Berikutini akan dibahas ketiga bentuk
terapi medis tersebut.

1. Penggunaan Obat-obatan
Terapi obat-obatan merupakanterapi yang paling efektif di antara terapi medislainnya,
terutama dalam mengubahsuasanahati (mood) dan perilaku. Obat-obatan sebagaimana
telah dibahaspada bab terdahulu dapatdigolongkanmenjadi:Obat Penawar, Opiate
Narcotics, Stimulans, Obat Penenang,dan Halusinogen.

2.Electroconvulsive Therapy (ECT)


ElectroconvulsiveTherapy (ECT) adalah suatuterapi berupa aliran listrik ringan yang
dialirkan ke dalam otak untuk menghasilkan suatuserangan yang serupa dengan serangan
143 epilepsi. Terapi inikemudian dikenal juga dengan istilah terapi electroshock. ECT ini
amat populerpada tahun 1940sampai 1960-an,sebelum obat-obatan anti psikosisdan anti
depresi ditemukan. Pada saat iniECT hanya digunakanpada penderita depresi berat,jika
penderita tidakdapatdiobati dengan terapi obat.

3. Bedah Syaraf (Psychosurgery)


Pada bedah syaraf cara yang dilakukan adalah dengan merusakarea tertentu dengan
memotong serabut syaraf atau dengan penyinaran ultrasonik. Yangpaling sering adalah
rusaknya serabut yang yang menghubungkanfrontallobedengan sistem limbik atau
dengan area hipothalamus tertentu. Sistem limbik dan hipothalamus memang memainkan
peran penting di dalam emosi.

2.Psikoterapi

Makalah Psikologi Umum II


TERAPI ABNORMALITAS Sabtu, 25 Mei 2013
Kelompok X
4
Psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara klien dan terapis yang
menggunakan prinsip-psinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan
dalam tingkah laku, pikiran dan perasaan klien supaya membantu klien mengatasi tingkah
laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai
seorang individu.

Terdapat enam teknik psikoterapi :


1.Teknik Terapi Psikoanalisa
Bahwa di dalam tiap-tiap individu terdapat kekuatan yang saling berlawanan yang
menyebabkan konflik internal tidak terhindarkan. Konflik ini mempunyai pengaruh kuat
pada perkembangan kepribadian individu, sehingga menimbulkan stres dalam kehidupan.
Teknik ini menekankan fungsi pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dengan
impuls seksual dan agresif dari id. Model ini banyak dikembangkan dalam Psiko-analisis
Freud. Menurutnya, paling tidak terdapat lima macam teknik penyembuhan penyakit
mental, yaitu dengan mempelajari otobiografi, hipnotis, chatarsis, asosiasi bebas, dan
analisa mimpi. Teknik freud ini selanjutnya disempurnakan oleh Jung dengan teknik
terapi Psikodinamik.
2. Teknik Terapi Perilaku
Teknik ini menggunakan prinsip belajar untuk memodifikasi perilaku individu,
antara lain desensitisasi, sistematik, flooding, penguatan sistematis, pemodelan,
pengulangan perilaku yang pantas dan regulasi diri perilaku.
3. Teknik Terapi Kognitif Perilaku
Teknik modifikasi perilaku individu dan mengubah keyakinan maladatif. Terapis
membantu individu mengganti interpretasi yang irasional terhadap suatu peristiwa
dengan interpretasi yang lebih realistik.
4. Tenik Terapi Humanistik
Teknik dengan pendekatan fenomenologi kepribadian yang membantu individu
menyadari diri sesunguhnya dan memecahkan masalah mereka dengan intervensi terapis
yang minimal (client-centered-therapy). Gangguan psikologis diduga timbul jika proses
pertumbuhan potensi dan aktualisasi diri terhalang oleh situasi atau orang lain.
5. Teknik Terapi Eklektik atau Integratif
Yaitu memilih teknik terapi yang paling tepat untuk klien tertentu. Terapis
mengkhususkan diri dalam masalah spesifik, seperti alkoholisme, disfungsi seksual, dan
depresi.
6. Teknik Terapi Kelompok dan Keluarga
Terapi kelompok adalah teknik yang memberikan kesempatan bagi individu untuk
menggali sikap dan perilakunya dalam interaksi dengan orang lain yang memiliki
masalah serupa. Sedang terapi keluarga adalah bentuk terapi khusus yang membantu
pasangan suami-istri, atau hubungan arang tua-anak, untuk mempelajari cara yang lebih
efektif, untuk berhubungan satu sama lain dan untuk menangani berbagai masalahnya.

Psikoterapi dalam Islam dapat menyembuhkan semua aspek psikopatologi, baik


yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Psikoterapi hati itu ada lima macam :
Makalah Psikologi Umum II
TERAPI ABNORMALITAS Sabtu, 25 Mei 2013
Kelompok X
4
1. Membaca Al-Quran sambil mencoba memahami artinya;
2. Melakukan shalat malam;
3. Bergaul dengan orang yang baik atau salih;
4. puasa
5. zikir malam hari yang lama

3.Modifikasi Perilaku

Modifikasi perilaku secara umum dapat didefinisikan sebagai hampir segala


tindakan yang bertujuan mengubah perilaku. Definisi yang tepat dari modifikasi perilaku
adalah usaha untuk menerapkan prinsip-prinsip proses blajar maupun prinsip-prinsip
psikologis hasil eksperimen lain pada perilaku manusia (Bootzin, 1975).

Modifikasi perilaku, menggunakan teknik perubahan perilaku yang empiris


untuk memperbaiki perilaku, seperti mengubah perilaku individu dan reaksi terhadap
rangsangan melalui penguatan positif dan negatif. Penggunaan pertama istilah modifikasi
perilaku nampaknya oleh Edward Thorndike pada tahun 1911. Penelitian awal tahun
1940-an dan 1950-an istilah ini digunakan oleh kelompok penelitian Joseph Wolpe,
teknik ini digunakan untuk meningkatkan perilaku adaptif melalui reinforcement dan
menurunkan perilaku maladaptive melalui hukuman (dengan penekanan pada sebab).
Salah satu cara untuk memberikan dukungan positif dalam modifikasi perilaku dalam
memberikan pujian, persetujuan, dorongan, dan penegasan; rasio lima pujian untuk setiap
satu keluhan yang umumnya dipandang sebagai efektif dalam mengubah perilaku dalam
cara yang dikehendaki dan bahkan menghasilkan kombinasi stabil.

PENUTUP

Makalah Psikologi Umum II


TERAPI ABNORMALITAS Sabtu, 25 Mei 2013
Kelompok X
4
KESIMPULAN

Yang dimaksud dengan kesehatan mental adalah terhindarnya orang dari gejala -
gejala gangguan jiwa serta mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri
sendiri, dengan orang lain maupun dengan masyarakat dimana seseorang itu berada dan
bisa mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi, bakat dan pembawaan yang ada
semaksimal mungkin untuk mewujudkan suatu keharmonisan yang sungguh - sungguh
antara fungsi - fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem -
problem biasa yang terjadi, dan merasakan secara positif kebahagian dan kemampuan
dirinya sendiri

Modifikasi perilaku memerlukan penanganan dengan perencanaan dan


monitoring. Makin kritis perilaku bagi kelangsungan kehidupan pribadi maupun
kehidupan bermasyarakat individu, serta makin sulit berubah perilaku tersebut, maka
diperlukan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi makin ketat. Dalam hal
ini diperlukan informasi yang akurat dalam analisis fungsi. Masalah yang ”ringan” dan
tidak teralu menentukan kelangsungan kehidupan dapat diselesaikan dengan meminta
klien untuk mengubah perilakunya sendiri. Cara yang sering dilakukan adalah
mendorong klien secara pribadi untuk mengubah perilaku tertentu yang tidak adaptif.

DAFTAR PUSTAKA

1. Casmini dkk, Kesehatan Mental, Uin Suka, 2006

2. Dr. Zakiah Daradjat, Kesehatan Mental, cv haji samaagung , Jakarta, 1994

3. Jalaluddin, Psikologi Agama, Raja Grafindo Persada, 2007

4. Kartini Kartono, Hygiene Mental, Bandar Maju, 2000

5. Sarlito Wirawan Sarwono, Pengantar Umum Psikologi, PT. Bulan Bintang, Bandung,
1986, cet ke-7.

6. Sururin, Ilmu Jiwa Agama, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2004, cet. ke-1.

7.Mappiare, Andi. 1992. Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT Raja


Grafindo

Makalah Psikologi Umum II


TERAPI ABNORMALITAS Sabtu, 25 Mei 2013
Kelompok X
4