Anda di halaman 1dari 53

ROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

Ruang rawat: 23 Psikiatri Tanggal dirawat: 19 Maret 2018


I. IDENTITAS KLIEN
Nama (inisial) : Ny.H Tanggal Pengkajian : 19 Maret 2018
Jenis Kelamin : P No. RM : 101xxxx
Usia : 55 th
Alamat : Sawojajar, Malang
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Informan : Pasien, Keluarga pasien, Rekam medis

II. ALASAN MASUK


a. Data primer :
Pasien mengatakan dibawa ke RS karena saat itu pasien melihat anaknya yang ke 4
masuk ke RS dan dipukuli oleh ayahnya.
b. Data sekunder :
Keluarga (anak perempuan dan laki- laki ) mengatakan membawake rs karena tiba – tiba
marah tidak jelas , berbicara ngelantur, menangis.pasien juga menggigit dan memukul
suami dan anaknya yang laki-laki.
c. Data rekam medis :
Sejak selasa pagi (19/03/2018) pasien gelisah, ngamuk-ngamuk dan bicara ngelantur serta
sulit tidur. 5 hari sebelumnya pada hari kamis (15/03/2018) pasien datang ke poli jiwa
RSSA dengan keluhan yang sama yaitu gelisah, ngamuk-ngamuk, bicara ngelantur serta
menggigit dan memukul suami dan anak laki-lakinya.
Masalah Keperawatan : Manajemen Krisis Fase Krisis
III. FAKTOR PRESIPITASI / RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien mengatakan dibawa ke rumah sakit karena ada yang membisikkan kalau anaknya
masuk ke RS dan dipukuli oleh suaminya, sebelumnya ia memang sudah memiliki penyakit
yang seperti itu dan sudah mengkonsumsi obat namun jika obatnya tidak rutin diminum atau
habis, amak penyakit pasien akan kambuh kembali dan pada hari senin tanggal 19 Maret
2018 sekitar jam 13.00, pasien datang dengan keluhan gelisah, marah – marah, lalu
disarankan untuk MRS di ruang 23 psikiatri untuk mendapat tindakan terapi dan perawatan
yang lebih lanjut.

IV. FAKTOR PREDISPOSISI


a. Riwayat Penyakit Dahulu
1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu? ya tidak
Bila ya, jelaskan:
Pasien mengatakan sudah memiliki gangguan jiwa sekitar umur 36 tahun pada tahun 2000
an dan MRS di RSSA lebih dari 4 kali.
2. Pengobatan sebelumnya berhasil kurang berhasil tidak berhasil
Jelaskan: Pasien mengatakan sudah kontrol di RSSA dan minum obat rutin, tapi tetap tidak
bisa mengontrol dirinya, marah – marah , gelisah, dan menganggu lingkungan sekitarnya.
3. Pernah mengalami penyakit fisik? (termasuk gangguan tumbuh kembang)
ya tidak
Jelaskan: pasien tidak ada riwayat penyakit fisik

b. Riwayat Psikososial
pelaku / usia korban / usia saksi / usia
1. Aniaya fisik
2. Aniaya seksual
3. Penolakan ayah dan 40 & Ny H / 6 -13 th Kakak / 15 tahun
ibu 38

4. Kekerasan dalam keluarga


5. Tindakan kriminal
Jelaskan:
Saat berumur 6- 13 tahun , pasien sering sakit seperti DBD, TYPHUS, sehingga orang
tua over protektif, menyebabkan pasien jarang memiliki teman kemudia pasien juga
pernah ditinggal oleh sang ayah untuk kuliah di luar negeri untuk beberapa tahun,
sehingga pasien merasa kesepian dan pada akhirnya tertekan.
6. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan (bio, psiko, sosio, kultural, spiritual)
Saat Ny. H masih kecil hingga remaja, pasien sering sakit seperti DBD, TYPHUS,
sehingga orang tua over protektif, menyebabkan pasien jarang memiliki teman
kemudia pasien juga pernah ditinggal oleh sang ayah untuk kuliah di luar negeri untuk
beberapa tahun, sehingga pasien merasa kesepian dan pada akhirnya tertekan.
Masalah keperawatan : HARGA DIRI RENDAH SITUASIONAL
7. Kesan kepribadian klien extrovert introvert lain-lain
Jelaskan: selam ini ketika di ruamah maupun di lingkungan sekitar, pasien adalah tipe
orang yang pendiam dan tertutup, tidak pernah berbagi cerita keluh kesah dengan
keluarga maupun orang lain. Jika pasien ada masalah, pasien hanya memendam
sendiri saja.
Masalah Keperawatan : KETIDAKEFEKTIFAN MEKANISME KOPING

c. Riwayat Penyakit Keluarga


Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa? ya tidak
Hubungan keluarga : tidak ada
Gejala : tidak ada
Riwayat pengobatan / perawatan : tidak ada
Masalah keperawatan :
Tidak ada riwayat penyakit keluarga dengan gangguan jiwa

V. STATUS MENTAL
1. Penampilan
tidak rapi penggunaan pakaian tidak sesuai cara berpakaian tidak
sesuai
Jelaskan:
 FISIK : pasien tampak lesu dan murung. Lingkar mata pasien berwarna hitam
danterdapat kantung mata, kulit pasien berwarna sawo matang, bersih, tidak
terdapat lesi, tidak mempunyai tato
 PAKAIAN : Pasien tidak memakai seragam pasien yang sesuai, pasien tidak
mengganti pakaiannya, pasien memakai kerudung.
Masalah keperawatan: Defisit Perawatan Diri
Kesadaran
a. Kwantitatif / penurunan kesadaran
compos mentis apatis / sedasi somnolen
sopor subkoma koma
Jelaskan: GCS: E-V-M
4-5-6
b. Kwalitatif
tidak berubah berubah meninggi
hipnosa gangguan tidur, sebutkan: disosoasi, sebutkan:
Jelaskan:
Relasi :
Px tampak kurang kooperatif saat diajak bicara, baik oleh keluarga maupun orang
lain, termasuk tenaga medis di R. 23 E.
Prwt : Selamat siang bu, bagaimana kabarnya bu ?
Ny. H : ( diam termenung )
Prwt : Ibu, kok diam saja dari tadi , ada apa ?
Ny.H : ( tiba – tiba menangis )
Limitasi :
Saat pengkajian , pasien membatasi pembicaraan dengan suami, anak pertama, dan
Perawat
Prwt : Ibu, anaknya masih keluar beli makan, ibu sama saya saja ya ?
Ny. H : Gak mau, mbak keluar saja
Prwt : Ibu, ini obatnya kok belum diminum ?
Ny. H : aku pingin sama anakku mbak, mana dia ?

Realitas:
Terkadang pasien berbicara tidakmasuk akal, seperti ia mempunyai anak 4 padahal
hanya 2 saja, sering marah2 dengan suaminya, dan anaknya yang pertam. Pasien marah2
karena anak ke 4 dipukuli oleh suaminya
Prwat : Ibu, kenapa kok menangis terus ?
Ny. : Tolong aku mbak, anakku dipukuli sama suamiku
Prwt : Anak ibu yang mana , anak ibu semuanya ada di sini kok
Ny. H : Enggak mbak, ankku yang lain dipukuli terus sama suami saya
Prwt : Ibu, anak ibu ada disini semua kok
Masalah Keperawatan : Halusinasi Fase Conquering
Pasien menunjukkan panik, resiko tinggi mencederai, pasien merasa terancam jika
mengikuti perintah halusinasi.

2. Disorientasi
waktu tempat orang
Jelaskan:
a. Waktu
P: “Ibu,sekarang pagi,sore, atau malam”
K: “pagi mbak”
P: “kalau pagi biasanya ibu ngapain ?”
K: “masak mbak”
b. Tempat
P: “ibu apakah ibu tau sekarang bapak lagi dimana?”
K: “rumah sakit”
P: “rumah sakit apa namanya?”
K: “saiful anwar”
P : “Sebelumnya pernah dirawat di rs ? “
K : “ Pernah “
c. Orang
P:” buk,yang kemarin kesini siapa buk?”
K: “suami,anak saya”
Masalah keperawatan: pasien tidak mengalami disorientasi
3. Aktivitas Motorik / Psikomotor
Kelambatan:
hipokinesia, hipoaktivitas sub stupor katatonik
katalepsi flexibilitas serea
Jelaskan:
Tidak tampak pasien mengalami aktivitas yang lambat, pasien tampak hiperaktif dan
gelisah
Peningkatan:
hiperkinesia, hiperaktivitas gaduh gelisah katatonik tremor
TIK grimace gagap
stereotipi mannarism katalepsi
akhropaxia command automatism atomatisma
nagativisme reaksi konversi verbigerasi
berjalan kaku / rigit kompulsif lain-lain, sebutkan:
4. Afek / Emosi
adequat tumpul dangkal labil
inadequat anhedonia merasa kesepian eforia
ambivalen apati marah depresif / sedih
panik
cemas: ringan sedang berat
Jelaskan:
Selama berinteraksi dengan perawat, emosi pasien labil. Jika pasien mood saat ditanya,
pasien tampak sedikit kooperatif, namun ketika mood pasien sedang jelek pasien marah-
marah karena ingin pulang dan ingin bertemu dengan anaknya.
Prwt : Ibuk, ada masalah apa
Ny. H : ( tiba- tiba menangis , menutup mukanya dengan bantal )
Prwt : Kenapa bu, kok sedih terus ?istighfar buk
Ny. H ; Saya ingin pulang mbak, gak betah ( sambil mukul mukul bantal )
Masalah Keperawatan : ANSIETAS
5. Persepsi
halusinasi ilusi depersonalisasi derealisasi
Macam halusinasi
pendengaran penglihatan perabaan
pengecapan penghidu / pembauan lain-lain, sebutkan:
Jelaskan:
Pasien mengatakan halusinasi muncul ketika malam hari,halusinasi muncul hanya
sekali- kali jika pasien tidakminum obat, situasi penyebab pasien berhalusinasi jika di rs
dan tidak minum obat . Pasien sering mendengar bisikan bisikan menyuruh beliau
menangis,paisen mendengar bisikan kalau anaknya dipukuli oleh suaminya.
Prwt : Ibu kenapa menangis ?
Ny. H : Anak saya mbak, dipukuli oleh suami saya , tolong anak saya
Prwt : Ibu, anak ibutidak dipukuli , anak ibu ada di sini semua
Ny. H : Itu bukan anak saya mbak
Masalah Keperawatan : Halusinasi Fase Conquering
6. Proses Pikir
a. Arus pikir
koheren inkoheren asosiasi longgar
flight of ideas blocking persevarasi
tangansial sirkumstansiality logorea
neologisme bicara lambat bicara cepat irelevansi
main kata-kata afasi asosiasi bunyi lain-lain,
sebutkan:
Jelaskan:
Saat berkomunikasi, cara berbicara pasien ngelantur saat ditanya
P : Selamat sore ibu H, bagaimana kabarnya ?
H : Baik mbak
P: Menurut ibu, ibu mengapa bisa di sini lagi ?
H: Saat itu saya mendengar bisikan ada yang bilang kalau anak saya masuk ke rs dan
dipukuli oleh suami saya, terus saya marah2 dan memukul,menggigit suami dan anak
saya
P : Jadi ibu berpikir kalau karena itu, ibu dirawat di sini lagi ?
H :Iya mbak
P : Oh , baiklah kalau begitu buk
Masalah keperawatan : Halusinasi Pendengaran
b. Isi pikir
obsesif ekstasi fantasi
bunuh diri ideas of refernces pikiran magis
alienasi isolasi sosial rendah diri
preokupasi pesimisme fobia, sebutkan:
waham, jenisnya:
agama somatik, hipokondrik kebesaran curiga
nihilistik sisip pikir siar pikir kontrol pikir
kejaran dosa
Jelaskan:
Saat pengkajian, pasien mengatakan kalau ada yg membisikan kalau anaknya datang
ke rs lalu dipukuli oleh suaminya sehingga pasien marah2 dan memukuli suaminya
P : Selamat sore ibu H, bagaimana kabarnya ?
H : Baik mbak
P: Menurut ibu, ibu mengapa bisa di sini lagi ?
H: Saat itu ada yang memberitahukan ke saya kalau anak saya masuk ke rs dan
dipukuli oleh suami saya, terus saya marah2 dan memukul,menggigit suami dan anak
saya
P : Jadi ibu berpikir kalau karena itu,kalau ada seseorang yg memberitahukan ibu
kalau anaknya dipukuli disini ?
H :Iya mbak

Masalah keperawatan: Gangguan Proses Pikir


c. Bentuk pikir
realistik non realistik
autistik dereistik
Jelaskan:
Pasien mengatakan dibawa ke RS karna sakit maagnya bukan karna gangguan jiwa
Masalah keperawatan: Gangguan Proses Pikir
7. Memori
gangguan daya ingat jangka panjang gangguan daya ingat jangka pendek
gangguan daya ingat saat ini amnesia, sebutkan:
paramnesia, sebutkan: hiperamnesia, sebutkan:
Jelaskan:
Pasien tidak ingat kejadian dengan apa yang terjadi saat ia remaja, terkadang ia lupa
ingat
Masalah keperawatan:
P : Buk , kalau boleh tau masa remaja ibu seperti apa ?dulu waktu smp sebangku sama
siapa, bersahabat sama siapa saja ?
H : lupa mbak saya, gk ingat kalau masa smp n sma saya
P : Oh begitu yaa buk,
8. Tingkat Konsentrasi dan Berhitung
mudah beralih tidak mampu berkonsentrasi
tidak mampu berhitung sederhana
Jelaskan:
Dalam berbicara dengan mahasiswa, pasien fokus ketika melakukan pembicaraan
P : ibu pekerjaanya apa ?
H : Ibu rumah tangga
P : kalau ibu rumah tangga, tiap pagi kan selalu belanja sayuran ya buk,biasanya kalau
sama bapak dikasih uang jajan belanja berapa buk ?
H : biasanya 100 perhari
P : kalau misalnya dengan uang 100 dibelikan ayam sekilo harganya 30 ribu, sisa berapa
buk ?
H : ya sisa 70 ribu
P : sisa 70 ribu yaa, kalau dibelikan telor 2 kilo seharga 10 ribu, sisa berapa buk
H : sisa 60 mbak
Pasien fokus pada tema pembicaraan, tingkat konsentrasi dan berhitung dalam batas
normal
Masalah keperawatan: tidak ada
9. Kemampuan Penilaian
gangguan ringan gangguan bermakna
P: “ibuk, Jika saya memberi pilihan bapak mau sehat apa sakit?”
K: “ya sehat lah mbk”
P: “kalau boleh tau alasannya kenapa?”
K: ya biar bisa mengurus rumah tangga lagi,biar bisa ikut kegiatan masyarakat lagi
kayak pkk atau tahlilan
Jelaskan:
Pasien masih bisa mengambil keputusan
Masalah keperawatan : tidak ada
10. Daya Tilik Diri / Insight
mengingkari penyakit yang diderita menyalahkan hal-hal diluar dirinya
Jelaskan: pasien mengetahui dan tidak mengingkari kalau ia memang
,mempunyai penyakit gangguan jiwa
P : bu H ,ibu tau kalau ibu mempunyai penyakit gangguan jiwa
H : ya tau
P : Menurut ibu, penyakit gangguan jiwa itu apa bu ?
H : ya kayak marah2 gak jelas,dengar2 suara gak jelas
Masalah keperawatan: tidak ada
11. Interaksi Selama Wawancara
bermusuhan tidak kooperatif mudah tersinggung
kontak mata kurang defensif curiga
Jelaskan:
Saat diajak berbicara pasien masih tampak kurang kooperatif, karena gelisah dan tiba2
menangis
Masalah keperawatan: hambatan komunikasi verbal
VI. FISIK
1. Keadaan umum : GCS 456 compos mentis, pasien terlihat lesu, tidak rapi, bau badan tidak
enak, kuku panjang dan kotor, rambut acak-acakan.
2. Tanda vital : TD: 130/80 N: 80 x/menit S: 36,4 oC RR: 20x/menit
3. Ukur : TB: 154 Cm BB: 50 Kg
turun naik
4. Keluhan fisik: √tidak ya jelaskan :
5. Pemeriksaan Fisik

A. PEMERIKSAAN INTEGUMENT, RAMBUT DAN KUKU


1. Integument
Inspeksi : Adakah lesi ( + / - ), Jaringan parut ( + / - )
Warna Kulit : kulit berwarna putih
Palpasi : Tekstur (halus/ kasar ), Turgor/Kelenturan (baik/jelek ), Struktur
(keriput/tegang ), Lemak subcutan ( tebal / tipis ), nyeri tekan ( + / - ) pada daerah ..

Identifikasi luka / lesi pada kulit


1. Tipe Primer
Makula ( + / - ), Papula ( + / - ) Nodule ( + / - ) Vesikula ( + / - )
2. Tipe Sekunder
Pustula ( + / - ), Ulkus ( + / - ), Crusta ( + / - ), Exsoriasi ( + / - ), Sear (+/-
), Lichenifikasi ( + / - )
Kelainan- kelainan pada kulit :
Naevus Pigmentosus ( + / - ), Hiperpigmentasi ( + / - ), Vitiligo/Hipopigmentasi (+/
- ), Tatto (+ /- ), Haemangioma (+/-), Angioma/toh(+ /-), Spider Naevi (+ /- ),
Striae (+ /-)
2. Pemeriksaan Rambut
a. Ispeksi dan Palpasi :
Penyebaran (merata / tidak), berbau dan rontok (+/-), warna hitam
Pemeriksaan Kuku
a. Inspeksi dan palpasi, warna sawo matang , kuku sedikit panjang . kebersihan
bersih
3. Keluhan yang dirasakan oleh klien yang berhubungan dengan Px. Kulit :
Tidak ada masalah
B. PEMERIKSAAN KEPALA, WAJAH DAN LEHER
1. Pemeriksaan Kepala
Inspeksi : bentuk kepala ( dolicephalus/ lonjong, Brakhiocephalus/ bulat ),
kesimetrisan ( + ). Hidrochepalus ( - ), Luka ( - ), darah (-), Trepanasi ( - ).
Palpasi : Nyeri tekan ( - )
Pemeriksaan Mata
Inspeksi :
a. mata simetris
b. Ekssoftalmus ( - ), Endofthalmus ( - )
c. Kelopak mata / palpebra : oedem ( - ), ptosis ( - ), peradangan ( - ) luka ( - ),
benjolan ( - )
d. Bulu mata : tidak rontok
e. Konjunctiva : merah muda
f. Warna iris coklat tua , reaksi pupil terhadap cahaya (miosis/midriasis)
g. Kornea : warna hitam
h. Pemeriksaan Visus
Dengan Snellen's Cart : OD ............. OS .........................
Tanpa Snelen Cart : Ketajaman Penglihatan ( Baik / Kurang )
i. Pemeriksaan lapang pandang
Normal / Haemi anoxia / Haemoxia
2. Pemeriksaan Telinga
a. Inspeksi dan palpasi
Amati bagian telinga luar: bentuk simetris , Warna sesuai lesi ( - ), nyeri tekan
( - ), peradangan ( - )

4. Pemeriksaan Hidung
a. Inspeksi dan palpasi
Amati bentuk tulang hidung dan posis septum nasi (adakah pembengkokan atau
tidak). Amati meatus : perdarahan ( - ), Kotoran ( - ), Pembengkakan ( - ),
pembesaran / polip ( -)
3. Pemeriksaan Mulut dan Faring
a. Inspeksi dan Palpasi
Amati bibir : Kelainan konginetal ( labioscisis, palatoscisis, atau
labiopalatoscisis), warna bibir merah muda ., lesi ( tidak ada), Bibir pecah
(tidak ada ), Amati gigi ,gusi, dan lidah : Caries ( tidak ada), Kotoran (tidak ada),
Gigi palsu (tidak ada), Warna lidah : merah mudah Amati orofaring atau rongga
mulut : Bau mulut : tidak bau mulut
4. Pemeriksaan Wajah
Inspeksi : Perhatikan ekspresi wajah klien : tegang / rileks, Warna dan kondisi
wajah klien : simetris ., Kelumpuhan otot-otot fasialis ( tidak ada )
5. Pemeriksaan Leher
Dengan inspeksi dan palpasi amati dan rasakan :
a. Bentuk leher (simetris atau asimetris), peradangan ( tidak ada ), jaringan parut (
tidak ada), perubahan warna ( tidak terjadi perubahan ), massa ( tidak ada)
b. Kelenjar tiroid, pembesaran ( negatif )
c. Vena jugularis, pembesaran ( negatif )
Palpasi : pembesaran kelenjar limfe ( negatif ), kelenjar tiroid ( negatif ), posisi
trakea (simetris)
6. Keluhan yang dirasakan klien terkait dengan Px. Kepala, wajah, leher :
Tidak ada keluhan
C. PEMERIKSAAN TORAK DAN PARU
a. Inspeksi
Bentuk torak (Normal chest / Pigeon chest / Funnel chest / Barrel chest), susunan
ruas tulang belakang (normal ), bentuk dada (simetri ),
Retrasksi otot bantu pernafasan : Retraksi intercosta ( negatif ), retraksi suprasternal (
negatif), Sternomastoid ( negatif), pernafasan cuping hidung ( negatif)
Pola nafas :
Amati : cianosis ( negatif )
b. Palpasi
Pemeriksaan taktil / vocal fremitus : getaran antara kanan dan kiri teraba
c. Perkusi
Area paru : ( sonor / Hipersonor / dullnes )
d. Auskultasi
1. Suara nafas
Area Vesikuler : ( bersih ) , Area Bronchial : ( bersih ) Area Bronkovesikuler ( bersih )
2. Suara tambahan
Terdengar : Rales ( negatif), Ronchi ( negatif ), Wheezing (negatif ), Pleural fricion
rub ( negatif ),
4. Keluhan lain yang dirasakan terkait Px. Torak dan Paru :
Tidak ada keluhan
D. PEMERIKSAAN ABDOMEN
a. Inspeksi
Bentuk abdomen : (datar )
Massa/Benjolan ( negatif ), Kesimetrisan ( positif ),
Bayangan pembuluh darah vena (negatif)
b. Auskultasi
Frekuensi peristaltic usus 14 x/menit ( N = 5 – 35 x/menit
c. Palpasi
Palpasi Hepar :
diskripsikan :Nyeri tekan ( negatif ), pembesaran ( negatif ), perabaan (lunak),
permukaan (halus ), tepi hepar (tidak teraba) . ( N = hepar tidak teraba).
Palpasi Appendik :
Buatlah garis bayangan untuk menentukan titik Mc. Burney. nyeri tekan ( negatif ), nyeri
lepas ( negatif), nyeri menjalar kontralateral ( negatif ).
Palpasi dan Perkusi Untuk Mengetahui ada Acites atau tidak :
Shiffing Dullnes ( negatif ), Undulasi ( negatif)
Palpasi Ginjal :
Bimanual diskripsikan : nyeri tekan( negatif ), pembesaran ( negatif). (N = ginjal tidak
teraba).
Keluhan lain yang dirasakan terkait dengan Px. Abdomen : Tidak ada keluhan
E. PEMERIKSAAN MUSKULOSKELETAL ( EKSTREMITAS )
a. Inspeksi
Otot antar sisi kanan dan kiri (simetris), deformitas( negatif), fraktur (negatif) lokasi
b. Palpasi
Oedem : tidak ada
Lingkar lengan : ………………………………….
Lakukan uji kekuatan otat : positif
F. PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
a. Menguji tingkat kesadaran dengan GCS ( Glasgow Coma Scale )
1. Menilai respon membuka mata : 4
2. Menilai respon Verbal : 5
3. Menilai respon motorik : 6
Setelah dilakukan scoring maka dapat diambil kesimpulan :
(Compos Mentis )
b. Memeriksa tanda-tanda rangsangan otak
Penigkatan suhu tubuh ( negatif ), nyeri kepala ( negatif), kaku kuduk ( negatif), mual
–muntah ( negatif) kejang ( negatif) penurunan tingkat kesadaran ( negatif)
c. Memeriksa nervus cranialis
Nervus I , Olfaktorius (pembau ) normal
Nervus II, Opticus ( penglihatan ) normal
Nervus III, Ocumulatorius normal
Nervus IV, Throclearis normal
Nervus V, Thrigeminus : - Cabang optalmicus : normal
Cabang Mandibularis : normal
Nervus VI, Abdusen ; Normal
Nervus VII, Facialis : Normal
Nervus VIII, Auditorius : Normal
Nervus IX, Glosopharingeal : Normal
Nervus X, Vagus : Normal
Nervus XI, Accessorius : Normal
Nervus XII, Hypoglosal : Normal
d. Memeriksa fungsi motorik
Ukuran otot (simetris ), atropi ( negatif) gerakan-gerakan yang tidak disadari oleh klien
( negatif)
e. Memeriksa fungsi sensorik
Kepekaan saraf perifer : benda tumpul POSITIF , benda tajam POSITIF Menguji
sensai panas / dingin POSITIF kapas halus POSITIF minyak wangi POSITIF
f. Memeriksa reflek kedalaman tendon
1. Reflek fisiologis
No Reflek fisiologis Positif Negatif
1 Reflek bisep +
2 Reflek trisep +
3 Reflek brachiradialis +
4 Reflek patella +
5 Reflek achiles +

2. Reflek Pathologis
Bila dijumpai adanya kelumpuhan ekstremitas pada kasus-kasus tertentu.
No Reflek Pathologis Positif Negatif
1 Reflek babinski +
2 Reflek chaddok +
3 Reflek schaeffer +
4 Reflek oppenheim +
5 Reflek Gordon +
6 Reflek bing +
7 Reflek gonda +

I. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL (sebelum dan sesudah sakit)


1. Konsep Diri
2. Konsep Diri (19/03/18)
a. Citra tubuh : Sulit di evaluasi
b. Identitas : Sulit di evaluasi
c. Peran : Sulit di evaluasi
d. Ideal diri : Sulit di evaluasi
e. Harga diri : Sulit di evaluasi
Jelaskan : Karena pasien bicara ngelantur.
Diagnosa Keperawatan : Tidak ada masalah
3. Genogram

2
Keterangan :

: perempuan : perempuan sudah meninggal

: laki – laki : tinggal serumah

: laki – laki sudah meninggal : perkawinan

: pasien

Jelaskan :
 Pola asuh : pola asuh dengan karakteristik orang tua
dengan otoriter anak-anaknya harus menuruti apa yang
diperintahkannya, pada saat Tn J berumur 6 th sampai 13 th ia dituntut
untuk menjadi jenius dan menjadi siswa trpintar di sekolahnya.
 Pola komunikasi : Proses penyampaian pesan melalui tatap
muka langsung tetapi pasien cenderung tidak mau bercerita ke orang
tua, apalagi kepada ayahnya. Ia mengatakan jarang bertemu ayahnya
kerja.
 Orang yang terdekat : Pasien adalah anak ke 1 dari 2
bersaudara, Pasien cenderung diam. Namun Ny. H mengatakan yang
paling dekat dengan dia adalah ibu.
 Penentu kebijakan : Pasien sebagai seorang anak, sehingga
keputusan diambil oleh bapaknya
 stressor dalam keluarga : keluarga mengatakan Ny. H dulu orang
ditinggal ayahnya untuk kuliah di luar negeri, sehingga ia merasa
kesepian dan merasa tertekan
Masalah Keperawatan: Ketidakefektifan Koping Keluarga

4. Hubungan Sosial
a. Hubungan terdekat :
 pasien mengatakan hubungan terdekat dengan tidak ada tetapi kadang-
kadang cerita kepada ibunya, namun ia lebih suka menyimpan ceritanya sendiri
jika ada masalah.
b. Peran serta dalam kelompok/ masyarakat
 Untuk kegiatan kelompok , pasien sering melakukan kegiatan pkk tetapi
semenjak penyakitnya kambuh, pasien jarang berinteraksi dengan teman-
temannya
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Ketika di rumah, Pasien jarang berinteraksi dengan tetangga dekat karena
lingkungan rumahnya bersifat tertutup, begitupun ketika di rumah sakit
pasien lebih cenderung tidak kooperatif ketika berinteraksi dengan perawat.
 Keperawatan : Ketidakefektifan Hubungan

5. Spiritual dan kultural


a. Nilai dan keyakinan
Pasien mengatakan ia menaganut agama islama dan sangat yakin jika Alloh
SWT akan menyembuhkan beliau, tetapi keluarga pasien mengatakan kalau
pasien memang jarang sholat ketika di rumah
b. Konflik nilai/ keyakinan/ budaya
Tidak ada konflik dalam keyakinan
c. Kegiatan ibadah
Pasien mengatakan selama di rumah terkadang melaksanakan sholat 5
waktu tetapi ketika di rs juga jarang melaksanakan sholat .
Masalah Keperawatan : Resiko distress spiritual

II. AKTIVITAS SEHARI-HARI (ADL)


1. Makan
√ Bantuan minimal Sebagian Bantuan total
2. BAB/BAK
√ Bantuan minimal Sebagian Bantuan total
3. Mandi
√ Bantuan minimal Sebagian Bantuan total
4. Berpakaian/berhias
√ Bantuan minimal Sebagian Bantuan total
5. Istirahat dan tidur
Tidur siang lama : - kadang jam -
Tidur malam lama : 24.00/02.00 s/d 05.00
Aktivitas sebelum / sedudah tidur : tidak ada s/d tidak ada
6. Penggunaan obat
√ Bantuan minimal Sebagian Bantuan total

7. Pemeliharaan kesehatan
Perawatan Lanjutan √ Ya Tidak
Sistem pendukung √ Ya Tidak
8. Aktivitas di dalam rumah
Mempersiapkan makanan √ Ya Tidak
Menjaga kerapihan rumah  Ya Tidak
Mencuci pakaian √ Ya Tidak
Pengaturan keuangan √ Ya Tidak
9. Aktivitas di luar rumah
Belanja Ya √ Tidak
Transportasi Ya √ Tidak
Lain-lain Ya √ Tidak
Jelaskan :
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan dalam pemenuhan
ADL

III. MEKANISME KOPING


Adatif Maladaptif
√ Bicara dengan orang lain Minum Alkohol
Mampu menyelesaikan masalah Reaksi lambat / berlebih
Teknik relokasi Bekerja berlebihan
Aktivitas konstruktif Menghindar
Olah raga Mencederai diri
Lainnya ...................... Lainnya :
Masalah Keperawatan : Ketidakefektifan Kontrol Impuls

X. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


Masalah dengan dukungan kelompok, uraikan
Pasien memiliki orang terdekat untuk dijadikan teman berbagi cerita yaitu anak
ke 2 , selain anak ke 2 memiliki teman terdekat yaitu ibunya. Untuk kegiatan
kelompok , pasien sering melakukan kegiatan pkk tetapi semenjak penyakitnya
kambuh, pasien jarang berinteraksi dengan teman- temannya

Masalah berhubungan dengan lingkungan, uraikan


Saat penyakit Pasien belum kambuh, pasien mengikuti kegiatan di
lingkungan rumah seperti pkk,tahlilan tetapi di rumah pasien jarang
berinteraksi dengan tetangga sebelahnya karena lingkungannya bersifat
tertutup dan pasien merasa ketika mempunyai penyakit gangguan jiwa,pasien
merasa digunjing oleh tetangga sehingga pasien lebih senang berada di rumah

Masalah dengan pendidikan, uraikan


Pasien lulusan sarjana PPKN di salah satu UM, sebagai mahasiswa dulu, ia
mengatakan dulu ia merupakan mahasiswa yang rajin dan pintar.

Masalah dengan pekerjaan, uraikan


Pasien tidak bekerja hanya sebagai ibu rumah tangga, tidak ada masalah
dalam hal pekerjaan
Masalah dengan perumahan, uraikan
Pasien tinggal bersama suami dan anaknya . setahun yang lalu pasien tinggal
bersama dengan kedua anaknya, tetapi setelah itu, anak perempuannya
menikah dan tidak tinggal dengan pasien lagi,menyebabkan pasien merasa
memiliki ketakutan kalau anak pertama laki2 yang nantinya akan
menikah,sehingga pasien merasa kesepian

Masalah dengan ekonomi, uraikan


Pasien mengatakan ada masalah dalam hal ekonomi, jika pasien kurang bisa
mencukupi kebutuhan keluarga , karena biaya dihabiskan untuk biaya
pengobatan

Masalah dengan pelayanan kesehatan, uraikan


Pasien mengatakan masih mau sembuh dan meminum obat, namun
terkadang tidak mau minum obat karena merasa bosan
Masalah lainnya, uraikan

Masalah Keperawatan : Ketidakefektifan Koping Individu

IV. KURANG PENGETAHUAN TENTANG


√ Penyakit jiwa Sistem pendukung
Faktor presiptasi Penyakit fisik
√Koping √ Obat-obatan
Lainnya...............................................
Masalah Keperawatan : Defisiensi Pengetahuan

V. ASPEK MEDIK
Diagnosa medik : (F.20. 3)

TERAPI MEDIK
Tanggal Terapi Dosis (Sehari berapa Keterangan
hari )
19 Maret Chlorpromozine 3x25 mg Salah satu obat psikiatri, obat yang
2018 biasanya digunakan untuk mengobati
gangguan jiwa, ia bekerja dengan
membantu mengembalikan
keseimbangan zat alami dalam otak
trihexyphenidyl 2x 2 mg salah satu jenis obat antiklonergik yang
bekerja dengan menghalangi zat alami
tertentu.obat ini berfungsi sebagai
mengobati gejala penyakit parkinson
atau gerakan yang tidak bisa
dikendalikan , yang disebabkan oleh
efek samping dari obat psikiatri
abilivi 1 x 15 mg obat yang digunakan untuk mengobati
gangguan mentalatau suasana hati
tertentu ,ia bekerja dengan membantu
mengembalikan keseimbangan bahan
kimia tertentu di otak.
Zyprexa IM 5 mg Obat ini digunakan dalam
perawatan,kontrol,pencegahan dan
perbaikan penyakit, kondisi dan gejala
penyakit kejiwaan.
20 Maret Chlorpromozine 3x25 mg
2018
trihexyphenidyl 2x 2 mg

abilivi 1 x 25 mg 

21 maret Chlorpromozine 3x25 mg


2018
trihexyphenidyl 2x 2 mg

abilivi 1 x 25 mg

22 maret Chlorpromozine 3x50 mg


2018
trihexyphenidyl 2x 2 mg

abilivi 1 x 25 mg

23 maret Chlorpromozine 3x50 mg


2018
trihexyphenidyl 2x 2 mg

abilivi 1 x 25 mg

24 maret Chlorpromozine 3x50 mg


2018
trihexyphenidyl 2x 2 mg

abilivi 1 x 25 mg

25 maret Chlorpromozine 3x50 mg


2018
trihexyphenidyl 2x 2 mg
abilivi 1 x 25 mg

26 maret Chlorpromozine 3x50 mg


2018
trihexyphenidyl 2x 2 mg

abilivi 1 x 25 mg

27 maret Chlorpromozine 3x50 mg


2018
trihexyphenidyl 2x 2 mg

abilivi 1 x 25 mg

28 maret Chlorpromozine 3x50 mg


2018
trihexyphenidyl 2x 2 mg

abilivi 1 x 25 mg
VI. ANALISA DATA

No DATA MASALAH
1 DS: Manajemen Krisis
 Pasien mengatakan dibawa ke rs
karena mendengar anaknya yang ke
4 masuk ke rs karena dipukuli oleh
suami dan keluarga pasien
membawa Ny. H karena marah2
tidak jelas, berbicara ngelantur dan
gelisah ,pasien juga menggigit dan
memukul suami

DO:
- Pasien datang dengan keluhan 5 hari
gelisah, marah, sulit tidur. Pasien juga
menggigit dan memukul suami
2 Ds : pasien mengatakan saat masih kecil Harga diri rendah situasional
sering sakit, sehingga orang tua over
protektif terhadap pasien ,
menyebabkan pasien jarang memiliki
teman
Do :
Pasien terlihat sedih, murung, saat
berkomunikasi, terkadang terlihat
seperti berpikir di tengah – tengah
pembicara
3 DS: Ketidakefektifan mekanisme koping
- pasien mengatakan jarang bercerita
dengan orang lain karena ia tidak
mudah berinteraksi sosial dengan orang
yang baru kenal
DO:
3 Ketika berkomunikasi , pasien hanya
sedikit berbicara dan menundukkan
kepala tanpa ada kontak mata
DS:
-Pasien mengatakan halusinasi muncul Gangguan Persepsi Sensori :
Halusinasi Pendengaran
ketika malam hari, halusinasi muncul
hanya sekali – kali jika pasien tidak
minum obat,situasi penyebab pasien
berhalusinasi jika di rs dan tidak rutin
minum obat, pasien sering mendengar
bisikan kalau anaknya dipukuli oleh
suaminya. Pasien mengalihkan suara2
tersebut dengan cara mengajak ngobrol
dengan anggota keluarganya yg di dekat
pasien.
DO:
-pasien saat diajak bicara masih
ngelantur dan tidak masuk akal
Ketika diajak komunikasi masih sulit
untuk berinteraksi
Kontak mata kurang
- terkadang terlihat seperti berfikir di
tengah-tengah pembicaraan
DS: Gangguan Proses Pikir
Pasien mengatakan kalau anaknya
datang ke rs lalu dipukuli oleh suaminya
sehingga pasien marah2 dan memukuli
suaminya
VII. POHON MASALAH

Manjemen Krisis

Gangguan Proses Pikir

Halusinasi Pendengaran CARE PROBLEM

Kekacauan neurotransmitter

Isolasi sosial

Harga diri rendah situasional

Ketidakefektifan mekanisme koping

Faktor Predisposisi Faktor Presipitasi


 Kepribadian  Mendengar suara2
Introvet kalau anaknya yang ke
 Pengalaman masa 4 masuk rs dan
lalu ayah dan ibu dipukuli oleh suaminya
over protektif  Pasien gelisah, marah2
karena dilarang dan menggigit suami
berterman karena  Karena obatnya habis
sering sakit
 Riwayat gangguan
jiwa ketika usia 36
tahun
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

Nama : Ny.S Ruangan : 23 Empati RM No. : 1137xxxx

NO Tanggal
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN EVALUASI
Dx & Jam
1. 22/02/18 Sp 1 halusinasi pendengaran : S : pasien mengatakan lumayan
10.00  Melakukan BHSP ( lebih baik setelah diajak
mengucapkan berdiskusi dan diajarkan cara
salam,meperkenalkan mengontrol halusinasi.
diri,menjelaskan kontrak Pasien mengatakan paham
topik,waktu dan tempat) tetang pengertian halusinasi dan
 Membenatu pasien gejala nya apa saja
mengenal tentang Pasien tidak dapat mengulangi 4
halusinasi ( cara mengontrol halusinasi
pengertian,tanda gejala) Pasien mengatakan bersedia
 Mengidentifikasi halusinasi memaksukan cara pertama ke
meliputi dalam jadwal kegiatan
isi,waktu,frekuensi,dan hariannya.
respon pasien terhadap
halusinasi tersebut. O:
 Mengajarkan cara-cara pasien siap dan tenang saat
mengontrol halusinasi diajak untuk berdiskusi.
 Mengajarkan pasien Pasien terihat rapi dan bersih.
mengontol halusinasi Kontak mata pasien kurang
dengan cara menghardik A:
 Menganjurkan pasien  kognitif : pasien dapat
memaksukan kedalam menjelaskan kembali
jadwal kegiatan harian pengertian dan tanda
gejalan halusinasi
pasien tidak dapat
mengulangi 4 cara untuk
mengontrol halusinasi
 afektif : pasien
mendengarkan saat di
jelaskan,menjawab saat
di tanya dan mampu
membina hubungan
saling percaya pada
mahasiswa perawat
 psikomotor : pasien
dapat menirukan cara
menghardik sesuai yang
di ajarkan oleh perawat
yaitu : bisa dg tutup
telinga dan fokus
berkonsentrasi dengan
berkata “ pergi kamu
suara palsu,kamu tidak
nyata” atau
mengucapkan istighfar

P : untuk pasien : memberikan


jadwal harian untuk cara 1 yaitu
mengahrdik halusinasi
Mengevaluasi cara mengontrol
halusinasi cara yang pertama.
Untuk perawat : mengajarkan
cara yang ke dua yaitu minum
obat secara rutin.

2. 22/03/18
12.00 Sp 2 halusinasi pendengaran : S : pasien mengatakan bersedia
 melakukan BHSP untuk di ajarkan cara ke dua
( mengucapkan yaitu mengontol halusinasi
salam,memperkenalkan dengan cara bercakap cakap
diri.menjelaskan dengan orang lain
kontrak,topik,waktu dan Pasien merasa lebih tenang
tempat) setelah berdiskusi dengan
 melakukan evaluasi mahasiswa perawat
validasi kemampuan pasien Pasien mengatakan suara nya
kemarin dalam mengontrol masih muncul terdengar
halusinasi dengan cara Pasien tidak mampu menjawab
menghardik dan mempraktekan cara
 mengajakan pasien cara mengontrol halusinasi cara 1
yang ke dua yaitu kemarin dengan menghardik.
mengontrol halusinasi O : pasien terlihat segar dan
dengan cara bercakap- berpakaian rapi
cakap dengan orang lain pasien pasif berbicara
 memberi reifocement positif kontak mata pasien kurang
menganjurkan pasien  kognitif : pasien dapat
memaksukan cara yang ke menyebutkan dan
dua ke dalam jadwal menjelaskan cara yang
kegiatan harian yang sudah ke dua dan tidak dapat
di buat menyebutkan cara yang
pertama kemarin untuk
mengontrol halusinasi.
 Afektif : pasien duduk
tenang mendengarkan
dan kooperatif saat di
ajak berdiskusi dengan
mahasiswa perawat
 Psikomotor : pasien
dapat mempraktekan cara
mengontol halusinasi dengan
bercakap cakap dengan orang
lain
 P : untuk pasien :
memasukan cara ke 2 ke
dalam jadwal harisan pasien
Mengevaluasi pelaksaan cara
mengontrol halusinasi dengan
cara I dan II
Untuk perawat : melanjutkan
kontrak waktu tempat dan topik
untuk SP 3 yaitu cara
mengontrol halusinasi dengan
melakukan aktivitas yang positif
dan terjadwal.

Sp 3 halusinasi pendengaran : S : pasien mengatakan bersedia


3. 23/02/18
10.00
 melakukan BHSP untuk di ajarkan cara ke tiga
 ( mengucapkan yaitu mengontol halusinasi
salam,memperkenalkan dengan cara melakukan
diri.menjelaskan aktivitas yang positif dan
kontrak,topik,waktu dan terjadwal
tempat) Pasien merasa lebih tenang
 melakukan evaluasi setelah berdiskusi dengan
validasi kemampuan pasien mahasiswa perawat
mengontrol halusinasi Pasien mengatakan suara nya
dengan cara yang pertama masih muncul terdengar
dan yang kedua. Pasien tidak mampu menjawab
 mengajakrkan pasien cara dan mempraktekan cara
mengontrol halusinasi yang mengontrol halusinasi cara 1
ke tiga yaitu dengan cara kemarin dengan menghardik,
melakukan aktivitas yang dan mampu melakukan cara
positif dan terjadwal mengontrol halusinasi cara 2.
 memberi reifocement O : pasien terlihat segar dan
postotif berpakaian rapi
menganjurkan pasien pasien pasif berbicara
memaksukan aktivitas kontak mata pasien kurang
yang dipilih ke dalam  kognitif : pasien dapat
jadwal kegiatan harian menyebutkan dan
yang sudah di buat menjelaskan cara yang
ke tiga dan kedua dan
tidak dapat
menyebutkan cara yang
pertama kemarin untuk
mengontrol halusinasi.
 Afektif : pasien duduk
tenang mendengarkan
dan kooperatif saat di
ajak berdiskusi dengan
mahasiswa perawat
 Psikomotor : pasien
dapat mempraktekan cara
mengontol halusinasi
melakukan aktivitas yang
positif dan terjadwal (bersih-
bersih)

P:
untuk pasien : memasukan cara
ke 3 ke dalam jadwal harian
pasien
Mengevaluasi pelaksaan cara
mengontrol halusinasi dengan
cara I, II, III

Untuk perawat : melanjutkan


kontrak waktu tempat dan topik
untuk SP 4 yaitu cara
mengontrol halusinasi dengan
minum obat secara teratur.

Sp 4 halusinasi pendengaran :
4. 24/03/18  melakukan BHSP S : pasien mengatakan bersedia
( mengucapkan untuk di ajarkan cara ke empat
12.00 salam,memperkenalkan yaitu mengontol halusinasi
diri.menjelaskan dengan minum obat secara
kontrak,topik,waktu dan teratur.
tempat) Pasien merasa lebih tenang
 melakukan evaluasi setelah berdiskusi dengan
validasi kemampuan pasien mahasiswa perawat
kemarin dalam mengontrol Pasien mengatakan suara nya
halusinasi dengan caera sudah berkurang
menghardik,bercakap- Pasien dapat menyebutkan cara
cakap dengan orang lain mengontrol halusinasi dengan
dan aktivitas yang positif. cara I,II,dan III
 Mengevaluasi kegiatan Pasien mengatakan sudah
harian pasien melaksanakan aktivitas yang
 menjelaskan pasien cara sudah di jadwalkan kemarin
yang ke empat yaitu Pasien mengatakan sudah
mengontrol halusinasi paham akan pentingnya minum
dengan cara minum obat obat secara teratur
secara teratur. Pasien bersedia memasukan
 Menjelaskan pasien aktivitas minum obat ke dalam
manfaat minum obat secara jadwal hariannya.
teratur
 Menjelaskan pasien dan O : pasien terlihat bersih segar
keluarga tentang obat yang Pasien berpakian rapi
di konsumsi pasien pasien pasif berbicara
 menganjurkan pasien kontak mata pasien kurang
memaksukan cara yang ke  kognitif : pasien dapat
empat ke dalam jadwal menyebutkan dan
kegiatan harian yang sudah menjelaskan 4 cara yang
di buat sudah di ajarkan oleh
mahasiswa perawat
untuk mengontrol
halusinasi
 Afektif : pasien duduk
tenang mendengarkan
dan kooperatif saat di
ajak berdiskusi dengan
mahasiswa perawat
 Psikomotor : pasien
dapat mempraktekan
cara mengontol
halusinasi dengan
menghardik,bercakap-
cakap dengan orang lain.
Pasien sudah melakukan
aktivitas yang kemarin(
bersih-bersih) sudah di
jadwal kan oleh
mahasiswa perawat.
P : untuk pasien : memasukan
cara ke empat ke dalam jadwal
harisan pasien
Untuk keluarga : mengontrol
kerutinan minum obat untuk
pasien.
Untuk perawat : melanjutkan sp
1,dan keluarga
SP 1 Keluarga
 Membina hubungan saling S:
 Keluarga pasien
percaya dengan pasien dan
mengatakan namanya Ny. S
keluarga (menanyakan
dan asalnya dari malang
nama keluarga pasien yang
 Keluarga pasien
mendampingi pasien dan
mengatakan bersedia untuk
asal)
 Membuat kontrak topik, diajak berdiskusi
waktu, dan tempat  Keluarga pasien
 memberikan pendidikan
tentang pengertian
mengatakan kalau pasien
halusinasi, jenis halusinasi sering mendengar suara2
yang dialami pasien, tanda
gejala halusinasi, dan cara2 seperti anaknya dipukuli,
merawat pasien halusinasi
pasien digunjing oleh
 Melatih keluarga praktik tetangga
merawat pasien langsung di
hadapan pasien. Memberi  Keluarga pasien
kesempatan kepada keluarga mengatakan kalau dirumah
untuk memperagakan cara
merawat pasien dengan pasien sering marah-marah,
halusinasi langsung di
bicara ngelantur.
hadapan pasien.
 Keluarga pasien
 Mengevaluasi kemampuan
mengatakan senang bisa
keluarga pasien baik
mengetahui cara mengontrol
subyektif maupun obyektif
marah pasien terutama jika
 Memasukkan kegiatan ke
kambuh saat dirumah
dalam jadwal
 Keluarga pasien
 Membuat perencanaan
mengatakan akan selalu
pulang bersama keluarga
memotivasi pasien untuk
mengontrol halusinasi
secara teratur terutama saat
minum obat
 Keluarga pasien juga
mengatakan siap mendengar
keluh kesah pasien
O:
 Pasien tampak lebih tenang
 Keluarga pasien tampak
sangat kooperatif dengan
kondisi pasien
 Tampak tanda-tanda
Halusinasi pasien sudah
mulai berkurang
 tampak pasien belum ada
kontak mata saat diajak
bicara
 Tampak keluarga pasien
antusias saat diajak
berdiskusi
A:
Kognitif:
 Pasien dan keluarga mengerti
dan memahami topik yang
akan didiskusikan
 Keluarga pasien mampu
menyampaikan pendapatnya
sesuai topik yang dibahas
 Keluarga pasien mampu
diajak berdiskusi mengenai
halusinasi pasien
 Keluarga pasien mampu
menjelaskan ulang cara
mengontrol halusinasi pasien
beserta cara perawatan
keluarga saat dirumah
 Keluarga pasien mengerti
dan memahami kegiatan
selanjutnya akan dimasukkan
ke dalam jadwal yang telah
dibuat bersama
Afektif:
 Pasien dan keluarga bersedia
untuk diajak berdiskusi
 Pasien dan keluarga bersedia
untuk diajak berlatih cara
mengontrol halusinasi pasien
 Pasien dan keluarga bersedia
untuk memasukkan
kegiatannya ke dalam jadwal
kegiatan yang sudah dibuat
 Pasien dan keluarga tampak
kooperatif dan ada kontak
mata dengan perawat
Psikomotor:
 pasien dan keluarga mampu
menyebutkan nama dan asal
 pasien dan keluarga mampu
diajak berdiskusi
 pasien dan keluarga mampu
melakukan cara-cara
mengontrol halusinasi mulai
dari cara 1-4
 keluarga pasien tampak
antusias
P:
 Anjurkan keluarga untuk
selalu memotivasi pasien
latihan selama dirumah dan
melanjutkan jadwal sesuai
dengan yang sudah dibuat
bersama
STRATEGI PELAKSANAAN KEPERAWATAN
Masalah Keperawatan : Halusinasi Pendengaran
Pertemuan : ke 3
SP :2

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi klien :
Ds : pasien mengatakan sering mendengar suara kalau anaknya dipukul oleh
suaminya
Do : klien tampak tenang, kontak mata kurang, klien tampak murung , klien
terlihat hipoaktivitas
1. Diagnosa Keperawatan :
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran
2. Tujuan khusus :
 Klien mampu menyebutkan isi, waktu, frekuensi , situasi pencetus,
perasaan
 Klien mampu memperagakan cara mengontrol halusinasinya dengan
menghardik
3. Tindakan Keperawatan :
a. Untuk pasien
1) Bina hubungan saling percaya
Dalam membina hubungan saling percaya perlu dipertimbangkan agar
pasien merasa aman dan nyaman saat berinteraksi dengan perawat.
Tindakan yang harus saudara lakukan dalam rangka membina
hubungan saling percaya adalah:
a) Mengucapkan salam terapeutik
b) Berjabat tangan
c) Menjelaskan tujuan interaksi
d) Membuat kontrak topik, waktu dan tempat setiap kali bertemu
pasien
2) Evaluasi pasien dalam mengenal halusinasi :
- Isi
- Waktu
- Frekuensi
- Situasi
- Respon terhadap halusinasi
b. Ajarkan dan latih klien cara mengontrol halusinasi dengan cara menghardik

B. Proses Pelaksanaan Tindakan


1. Orientasi
a. Salam terapautik : “assalamualaikum Ny. H , apa kabar
- Memperkenalkan diri
Ny. H masih ingat dengan saya ? Ayo,siapa nama saya ? Iya betul sekali,
nama saya revita buk
- Membuka pembicaraan
“ Bagaimana perasaaan Ny. H hari ini ? sudah mandi ? sudah makan ?
- Evaluasi Validasi
“ Ny. H masih ingat apa yang kita bicarakan kemarin?
Hari ini kita mau berbincang2 tentang apa ? Hari ini kita bercakap2 tentang
suara – suara yang Ny. H dengar dan cara mengontrolnya dengan
menghardik”.
-
b. Kontrak
Topik :“Ny. H masih ingat kemarin kita mau bicara tentang apa?
Waktu :“masih ingat mau bicara berapa lama ?
Tempat : “Hari ini ,kita akan berbincang2 di kamar, waktunya5 menit
saja. Bagaiman Ny. H sudah siap ?
2. Kerja (Langkah – langkah tindakan keperawatan)

”Apakah ibu mendengar suara tanpa ada wujudnya?Apa yang dikatakan suara itu?”

” Apakah terus-menerus terdengar atau sewaktu-waktu? Kapan yang paling sering ibu
dengar suara? Berapa kali sehari ibu alami? Pada keadaan apa suara itu terdengar?
Apakah pada waktu sendiri?”
” Apa yang ibu rasakan pada saat mendengar suara itu?”
”Apa yang ibu lakukan saat mendengar suara itu? Apakah dengan cara itu suara-suara
itu hilang? Bagaimana kalau kita belajar cara-cara untuk mencegah suara-suara itu
muncul?
” ibu , ada empat cara untuk mencegah suara-suara itu muncul. Pertama, dengan
menghardik suara tersebut. Kedua, dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.
Ketiga, melakukan kegiatan yang sudah terjadwal, dan yang ke empat minum obat
dengan teratur.”
”Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu, yaitu dengan menghardik”.
”Caranya sebagai berikut: saat suara-suara itu muncul, langsung ibu bilang dalam hati
, pergi saya tidak mau dengar, … Saya tidak mau dengar. Kamu suara palsu. Begitu
diulang-ulang sampai suara itu tak terdengar lagi dan sambil mengucapkan istighfar.
Coba ibu peragakan! Nah begitu, … bagus! Coba lagi! Ya bagus ibu sudah bisa”

TERMINASI:
”Bagaimana perasaan ibu setelah peragaan latihan tadi?” Kalau suara-suara itu
muncul lagi, silakan coba cara tersebut ! bagaimana kalu kita buat jadwal latihannya.
Mau jam berapa saja latihannya? (me masukkan kegiatan latihan menghardik
halusinasi dalam jadwal kegiatan harian pasien).
Bagaimana kalau kita bertemu lagi untuk belajar dan latihan mengendalikan suara-
suara dengan cara yang kedua? Jam berapa bu?Bagaimana kalau dua jam lagi? Berapa
lama kita akan berlatih?Dimana tempatnya”
”Baiklah, sampai jumpa.”

STRATEGI PELAKSANAAN KEPERAWATAN


Masalah Keperawatan : Halusinasi Pendengaran
Pertemuan : ke 3
SP :2
C. Proses Keperawatan
2. Kondisi klien :
Ds : pasien mengatakan sering mendengar suara kalau anaknya dipukul oleh
suaminya
Do : klien tampak tenang, kontak mata kurang, klien tampak murung , klien
terlihat hipoaktivitas
4. Diagnosa Keperawatan :
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran
5. Tujuan khusus :
 pasien mampu menyebutkan kegiatan yang sudah dilakukan
 Klien mampu mengontrol halusinasi dengan bercakap – cakap dengan orang lain
6. Tindakan Keperawatan :
a. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
b. Melatih pasienmengendalikan halusinasi dengan cara bercakap- cakap
dengan orang lain ( kegiatan yang biasa dilakukan pasien )
c. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

Orientasi:
1. Salam terapeutik

“Selamat pagi ibu H Bagaimana perasaan ibu hari ini?


2. Memperkenalkan diri
Ny. H masih ingat dengan saya ? Ayo,siapa nama saya ? Iya betul sekali, nama saya
revita buk
3. Topik umum
Bu H, sepertinya tadi say a lihat ibu sedang bercakap – cakap sendiri. Bagaimana kalau
kita berbincang – bincang disini

4. Evaluasi / validasi
Apakah suara-suaranya masih muncul ? Apakah sudah dipakai cara yang telah kita
latih?Berkurangkan suara-suaranya Bagus !
5. Kontrak
Sesuai janji kita tadi saya akan latih cara kedua untuk mengontrol halusinasi dengan
bercakap-cakap dengan orang lain. Kita akan latihan selama 20 menit. Mau di mana?
Di sini saja?

Kerja:
“Cara kedua untuk mencegah halusinasi yang lain adalah dengan bercakap-cakap
dengan orang lain. Jadi kalau ibu mulai mendengar suara-suara, langsung saja cari
teman untuk diajak ngobrol. Minta teman untuk ngobrol dengan bapak Contohnya
begini; … tolong, saya mulai dengar suara-suara. Ayo ngobrol dengan saya! Atau
kalau ada orang dirumah misalnya istri,anak ibu katakan:pak , ayo ngobrol dengan
saya ,soalnya saya mendengar suara-suara. Begitu ibu.
Coba ibu lakukan seperti saya tadi lakukan. Ya, begitu. Bagus! Coba sekali lagi!
Bagus! Nah, latih terus ya ibu!”
Terminasi:
“Bagaimana perasaan ibu setelah latihan ini? Jadi sudah ada berapa cara yang ibu
pelajari untuk mencegah suara-suara itu? Bagus, cobalah kedua cara ini kalau ibu
mengalami halusinasi lagi. Bagaimana kalau kita masukkan dalam jadwal kegiatan
harian ibu. Mau jam berapa latihan bercakap-cakap? Nah nanti lakukan secara teratur
serta sewaktu-waktu suara itu muncul! Besok pagi saya akan ke mari lagi. Bagaimana
kalau kita latih cara yang ketiga yaitu melakukan aktivitas terjadwal? Mau jam
berapa? Bagaimana kalau jam 10.00? Mau di mana/Di sini lagi? Sampai besok ya.
Selamat pagi”
STRATEGI PELAKSANAAN KEPERAWATAN
Masalah Keperawatan : Halusinasi Pendengaran
Pertemuan : ke 3
SP :3
A. Proses keperawatan

Kondisi klien :
Ds : pasien mengatakan mendengar suara2 tidak jelas mulaiberkurang
Do : klien tampak tenang, kontak mata kurang, klien tampak murung , klien
terlihat hipoaktivitas

Diagnosa Keperawatan :

Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran

Tujuan khusus :

 Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien


 Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan car melakukan kegiatan – kegiatanklien
secara terjadwal
 Menagnjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

Tindakan Keperawatan :

 Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien


 Melatihpasien mengendalikan halusinasi dengan membuat kegiatan – kegiatan klien
secara terjadwal
 Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

Orientasi:
Salam terapeutik
“Selamat pagi ibu Bagaimana perasaan ibu hari ini?
1. Memperkenalkan diri
Ny. H masih ingat dengan saya ? Ayo,siapa nama saya ? Iya betul sekali, nama saya
revita buk

2. Topik umum
Bu H, sepertinya sudah mulai baik keadaanya, mulai sehat, bu h tadi pagi kegiatannya
ngapain ?bagaimana kalau kita berbincang2 lagi
3. Evaluasi /validasi

Apakah suara-suaranya masih muncul ? Apakah sudah dipakai dua cara yang telah
kita latih ? Bagaimana hasilnya ? Bagus !
4. Kontrak

Sesuai janji kita, hari ini kita akan belajar cara yang ketiga untuk mencegah halusinasi
yaitu melakukan kegiatan terjadwal. Mau di mana kita bicara? Baik kita duduk di teras
saja. Berapa lama kita bicara? Bagaimana kalau 30 menit? Baiklah.”
5. Kerja

: “Apa saja yang biasa bapak lakukan? Pagi-pagi apa kegiatannya, terus jam
berikutnya (terus ajak sampai didapatkan kegiatannya sampai malam). Wah banyak
sekali kegiatannya. Mari kita latih dua kegiatan hari ini (latih kegiatan tersebut). Bagus
sekali bapak bisa lakukan. Kegiatan ini dapat bapak lakukan untuk mencegah suara
tersebut muncul. Kegiatan yang lain akan kita latih lagi agar dari pagi sampai malam
ada kegiatan.
6. Terminasi:
“Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap cara yang ketiga untuk mencegah
suara-suara? Bagus sekali! Coba sebutkan 3 cara yang telah kita latih untuk mencegah
suara-suara. Bagus sekali. Mari kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian ibu. Coba
lakukan sesuai jadwal ya! ( melatih aktivitas yang lain pada pertemuan berikut sampai
terpenuhi seluruh aktivitas dari pagi sampai malam)
Bagaimana kalau menjelang makan siang nanti, kita membahas cara minum obat yang baik
serta guna obat. Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 13.00 siang ?Di kamar ibu saja yaa!
Sampai jumpa.”

STRATEGI PELAKSANAAN

Masalah keperawatan : Halusinasi Penglihatan


Pertemuan : Ke 5
SP :4

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Klien
DS :
a. Klien mengatakan kalau sudah mulai berkurang mendengar suara2 yang tidak
jelas
Do : klien tampak tenang, kontak mata kurang, klien tampak murung , klien terlihat
hipoaktivitas

2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi penglihatan
3. Tujuan Khusus
a. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
b. Klien dapat mengontrol halusinasi yang di alaminya dengan minum obat secara
teratur.
c. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
4. Rencana Tindakan Keperawatan
a. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
b. Melatih pasien mengendalikan halusinasi dengan minum obat secara teratur
c. Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunnaan obat secara teratur
d. Menganjurkan pasien memasukan dalam jadwal kegiatan harian
Orientasi:
1. Salam terapeutik
“ Assalamualaikum bu H. Apa kabar hari ini?
2. Memperkenalkan Diri
Bu masih ingat dengan saya? Ayo siapa nama saya? Benar pak. Ingatan bapak luar
biasa.

3. Membuka Pembicaraan dengan Topik Umum


Bagaimana perasaannya siang ini? Udah makan ? sudah minum obat ?

4. Evaluasi / validasi
Bagaimana bu masih ingat apa yang kita pelajari kemarin? Apakah suara – suara
masih muncul? Apakah ibu sudah melakukan kegiatan-kegiatan yang telah kita buat
kemarin? Berkurangkan suara2 nya. Bagus
5. Kontrak
siang ini saya akan menjelaskan kepada bapak obat – obat yang bapak minum.
Bagaimana kalau kita sekarang berbincang – bincang di tempat ini , sekitar 10 mmenit
ya bu !
6. Kerja:

“bu adakah bedanya setelah minum obat secara teratur. Apakah suara-suara
berkurang/hilang ? Minum obat sangat penting supaya suara-suara yang ibu dengar
dan mengganggu selama ini tidak muncul lagi. Berapa macam obat yang bapak minum
? (Perawat menyiapkan obat pasien) Ini yang warna orange (CPZ) 3 kali sehari jam 7
pagi, jam 1 siang dan jam 7 malam gunanya untuk menghilangkan suara-suara. Ini
yang putih (THP)3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk rileks dan tidak kaku.
Sedangkan yang ada kemasannya (Abilivy) 1 kali sehari jam nya sama gunanya
untuk pikiran biar tenang. Kalau suara-suara sudah hilang obatnya tidak boleh
diberhentikan. Nanti konsultasikan dengan dokter, sebab kalau putus obat, ibu akan
kambuh dan sulit untuk mengembalikan ke keadaan semula. Kalau obat habis ibu bisa
minta ke dokter untuk mendapatkan obat lagi. bapak juga harus teliti saat
menggunakan obat-obatan ini. Pastikan obatnya benar, artinya ibu harus memastikan
bahwa itu obat yang benar-benar punya ibu Jangan keliru dengan obat milik orang
lain. Baca nama kemasannya. Pastikan obat diminum pada waktunya, dengan cara
yang benar. Yaitu diminum sesudah makan dan tepat jamnya ibu juga harus
perhatikan berapa jumlah obat sekali minum, dan harus cukup minum 10 gelas per
hari”

Terminasi:
“Bagaimana perasaan ibu setelah kita bercakap-cakap tentang obat? Sudah berapa cara
yang kita latih untuk mencegah suara-suara? Coba sebutkan! Bagus! (jika jawaban
benar). Mari kita masukkan jadwal minum obatnya pada jadwal kegiatan ibu . Jangan
lupa pada waktunya minta obat pada perawat atau pada keluarga kalau di rumah. Nah
makanan sudah datang. Besok kita ketemu lagi untuk melihat manfaat 4 cara
mencegah suara yang telah kita bicarakan. Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam
10.00. sampai jumpa.”
Tindakan Keperawatan Kepada Keluarga
Tujuan:
1. Keluarga dapat terlibat dalam perawatan pasien baik di di rumah sakit maupun
di rumah
2. Keluarga dapat menjadi sistem pendukung yang efektif untuk pasien.
b. Tindakan Keperawatan
Keluarga merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan asuhan
keperawatan pada pasien dengan halusinasi. Dukungan keluarga selama pasien di
rawat di rumah sakit sangat dibutuhkan sehingga pasien termotivasi untuk sembuh.
Demikian juga saat pasien tidak lagi dirawat di rumah sakit (dirawat di rumah).
Keluarga yang mendukung pasien secara konsisten akan membuat pasien mampu
mempertahankan program pengobatan secara optimal. Namun demikian jika keluarga
tidak mampu merawat pasien, pasien akan kambuh bahkan untuk memulihkannya lagi
akan sangat sulit. Untuk itu perawat harus memberikan pendidikan kesehatan kepada
keluarga agar keluarga mampu menjadi pendukung yang efektif bagi pasien dengan
halusinasi baik saat di rumah sakit maupun di rumah.
Tindakan keperawatan yang dapat diberikan untuk keluarga pasien halusinasi adalah:
1) Diskusikan masalah yang dihadapi keluarga dalam merawat pasien
2) Berikan pendidikan kesehatan tentang pengertian halusinasi, jenis halusinasi
yang dialami pasien, tanda dan gejala halusinasi, proses terjadinya halusinasi, dan cara
merawat pasien halusinasi.
3) Berikan kesempatan kepada keluarga untuk memperagakan cara merawat pasien
dengan halusinasi langsung di hadapan pasien
4) Beri pendidikan kesehatan kepada keluarga perawatan lanjutan pasien
SP 1 Keluarga : Pendidikan Kesehatan tentang pengertian halusinasi, jenis
halusinasi yang dialami pasien, tanda dan gejala halusinasi dan cara-cara
merawat pasien halusinasi.
Peragakan percakapan berikut ini dengan pasangan saudara.
ORIENTASI:
“Selamat pagi mbak” masih ingat saya ? benar, Saya revita mahasiswa perawat yang
merawat ibu”
“Bagaimana perasaan mbak hari ini? Apa pendapat mbak tentang ibu?”
“Hari ini kita akan berdiskusi tentang apa masalah yang ibu alami dan bantuan apa
yang mbak bisa berikan.”
“Kita mau diskusi di mana? Bagaimana kalau di teras ? Berapa lama waktu mbak?
Bagaimana kalau 30 menit”

KERJA:
“Apa yang mbak rasakan menjadi masalah dalam merawat ibu Apa yang Ibu
lakukan?”
“Ya, gejala yang dialami oleh ibu itu dinamakan halusinasi, yaitu mendengar atau
melihat sesuatu yang sebetulnya tidak ada bendanya.
”Tanda-tandanya bicara dan tertawa sendiri,atau marah-marah tanpa sebab”
“Jadi kalau ibunya mbak mengatakan mendengar suara-suara, sebenarnya suara itu
tidak ada.”
”Untuk itu kita diharapkan dapat membantunya dengan beberapa cara. Ada beberapa
cara untuk membantu mbak agar bisa mengendalikan halusinasi. Cara-cara tersebut
antara lain: Pertama, dihadapan ibu, jangan membantah halusinasi atau
menyokongnya. Katakan saja mbak percaya bahwa mbak tersebut memang
mendengar suara atau melihat bayangan, tetapi mbak sendiri tidak mendengar atau
melihatnya”.
”Kedua, jangan biarkan ibu melamun dan sendiri, karena kalau melamun halusinasi
akan muncul lagi. Upayakan ada orang mau bercakap-cakap dengannya. Buat kegiatan
keluarga seperti makan bersama, sholat bersama-sama. Tentang kegiatan, saya telah
melatih ibu untuk membuat jadwal kegiatan sehari-hari. Tolong mbak pantau
pelaksanaannya, ya dan berikan pujian jika dia lakukan!”
”Ketiga, bantu ibu minum obat secara teratur. Jangan menghentikan obat tanpa
konsultasi. Terkait dengan obat ini, saya juga sudah melatih ibu untuk minum obat
secara teratur. Jadi Ibu dapat mengingatkan kembali. Obatnya ada 3 macam, ini yang
orange namanya CPZ gunanya untuk menghilangkan suara-suara atau bayangan.
Diminum 3 X sehari pada jam 7 pagi, jam 1 siang dan jam 7 malam. Yang putih
namanya THP gunanya membuat rileks, jam minumnya sama dengan CPZ tadi. Yang
ada kemasannya namanya abilivy gunanya mengurangi gejala halusinasi , jam
minumnya 1 kali sehari . Obat perlu selalu diminum untuk mencegah kekambuhan”
”Terakhir, bila ada tanda-tanda halusinasi mulai muncul, putus halusinasi ibu dengan
cara menepuk punggung ibu. Kemudian suruhlah ibu menghardik suara tersebut. ibu
sudah saya ajarkan cara menghardik halusinasi”.
”Sekarang, mari kita latihan memutus halusinasi ibu . Sambil menepuk punggung ibu,
katakan: ibu, sedang apa kamu?Kamu ingat kan apa yang diajarkan perawat bila suara-
suara itu datang? Ya..Usir suara itu, ibu Tutup telinga kamu dan katakan pada suara
itu ”saya tidak mau dengar”. Ucapkan berulang-ulang, bu sambil mengucapkan
istighfar”
”Sekarang coba mbak praktekkan cara yang barusan saya ajarkan”
”Bagus mbak”
TERMINASI:
“Bagaimana perasaan mbak setelah kita berdiskusi dan latihan memutuskan halusinasi
ibu?”
“Sekarang coba mbak sebutkan kembali tiga cara merawat ibu?”
”Bagus sekali mbak. Bagaimana kalau besok kita bertemu untuk mempraktekkan
cara memutus halusinasi langsung dihadapan mbak?”
”Jam berapa kita bertemu?”
Baik, sampai Jumpa. Selamat pagi

SP 2 Keluarga: Melatih keluarga praktek merawat pasien langsung dihadapan


pasien
Berikan kesempatan kepada keluarga untuk memperagakan cara merawat pasien
dengan halusinasi langsung dihadapan pasien.
ORIENTASI:
“Selamat pagi”
“Bagaimana perasaan mbak pagi ini?”
”Apakah mbak masih ingat bagaimana cara memutus halusinasi ibu yang sedang
mengalami halusinasi?Bagus!”
” Sesuai dengan perjanjian kita, selama 20 menit ini kita akan mempraktekkan cara
memutus halusinasi langsung dihadapan ibu”.
”mari kita datangi ibu”
KERJA:
”Selamat pagi bu” ”bu, anak ibu sangat ingin membantu ibu mengendalikan suara-
suara yang sering ibu dengar. Untuk itu pagi ini anak ibu datang untuk
mempraktekkan cara memutus suara-suara yang ibu dengar. bu nanti kalau sedang
dengar suara-suara bicara atau tersenyum-senyum sendiri, maka mbak akan
mengingatkan seperti ini” ”Sekarang, coba mbak peragakan cara memutus halusinasi
yang sedang ibu alami seperti yang sudah kita pelajari sebelumnya. Tepuk punggung
ibu lalu suruh ibu mengusir suara dengan menutup telinga dan menghardik suara
tersebut sambil membaca istighfar” (mengobservasi apa yang dilakukan keluarga
terhadap pasien)Bagus sekali!Bagaimana bu ? Senang dibantu Ibu? Nah Bapak/Ibu
ingin melihat jadwal harian bapak. (Pasien memperlihatkan dan dorong anak/keluarga
memberikan pujian)
TERMINASI:
“Bagaimana perasaan mbak setelah mempraktekkan cara memutus halusinasi
langsung dihadapan ibu?”
”Dingat-ingat pelajaran kita hari ini ya mbak. Mbak dapat melakukan cara itu bila
ibu mengalami halusinasi”.
“bagaimana kalau kita bertemu nanti siang setelah makan siang untuk membicarakan
tentang jadwal kegiatan harian ibu. Jam berapa bisa ?Tempatnya di sini ya. Sampai
jumpa.”

SP 3 Keluarga : Menjelaskan perawatan lanjutan

ORIENTASI
“Selamat pagi mbak, sesuai dengan janji kita kemarin dan sekarang ketemu untuk
membicarakan jadual ibu selama dirumah”
“Nah sekarang kita bicarakan jadwal ib di rumah? Mari kita duduk di teras!”
“Berapa lama mbak ada waktu? Bagaimana kalau 30 menit?”
KERJA
“Ini jadwal kegiatan ibu yang telah disusun. Jadwal ini dapat dilanjutkan. Cobambak
lihat mungkinkah dilakukan. Siapa yang kira-kira akan memotivasi dan
mengingatkan?” mbak jadwal yang telah dibuat tolong dilanjutkan, baik jadwal
aktivitas maupun jadwal minum obatnya”
“Hal-hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah perilaku yang dilihatkan oleh ibu
selama di rumah.Misalnya kalau ibu terus menerus mendengar suara-suara yang
mengganggu dan tidak memperlihatkan perbaikan, menolak minum obat atau
memperlihatkan perilaku membahayakan orang lain. Jika hal ini terjadi segera bawa
kerumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan ulang dan di berikan tindakan”
TERMINASI
“Bagaimana mbak ? Ada yang ingin ditanyakan? Coba mbak sebutkan cara-cara
merawat ibu. Bagus(jika ada yang lupa segera diingatkan oleh perawat.
Ini jadwalnya. Sampai jumpa”
VIII. DIAGNOSA KEPERAWATAN
 Manajemen Krisis
 Gangguan Proses Pikir
 Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran
 Harga diri rendah situasional

Mahasiswa

REVITA SETYANING BUDI UTARI


NIM:201510300511053
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA
PADA NY.H DENGAN DIAGNOSA KEPERAWATAN
MANAJEMEN KRISIS
Diruang 23 Empati RSU Dr. Syaiful Anwar Malang

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Profesi Departemen Keperawatan Jiwa

Oleh :
REVITA SETYANING BUDI UTARI
NIM: 201310300511053
KELOMPOK 19

PROGRAM DIPLOMA III KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2018