Anda di halaman 1dari 13

FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN GERONTIK

I. Karakteristik Demografi dan Status Kesehatan


A. Karakteristik Demografi
1. Profil Klien/Data Demografi
Klien yang kami kaji pada asuhan keperawatan pada gerontik berjenis kelamin laki-
laki. Klien bernama Tn. Asimin, yang lahir pada 13 Januari 1952 di Jakarta Timur.
Status perkawinan telah menikah. Klien beragama Islam. Klien mengatakan asli dari
Betawi. Klien mengatakan pendidikan terakhir yaitu Sekolah Rakyat.klien bertempat
tinggal di Jalan Melati 2 No. 157 RT 001 RW 009 Kelurahan Jatiwarna Kecamatan
Pondok Melati Bekasi.
Klien mengatakan keluarga yang paling dekat dengan klien yaitu istrinya, yang
bernama Ny.Niih. beralamat sama dengan suaminya yaitu di Jalan Melati 2 No. 157
RT 001 RW 009 Kelurahan Jatiwarna Kecamatan Pondok Melati Bekasi. Klien
mengatakan kontak yang bias dihubungi yaitu 085921777355.
2. Riwayat Pekerjaan dan Status Ekonomi
Klien mengatakan sudah tidak bekerja saat ini. Klien mengatakan pekerjaan
sebelumnya yaitu karyawan swasta. Klien mengatakan sumber pendapatannya dari
hasil berjualan sayuran dan sewa kost. Klien mengatakan kebutuhan saat ini telah
mencukupi kebutuhan sehari-hari.
3. Aktivitas Rekreasi
Klien mengatakan senang melakukan cocok tanam saat masih usia produktif. Klien
mengatakan jarang pergi ke tempat wisata, frekuensi sekitar 1 tahun sekali. Klien
tidak mengikuti organisasi yang ada di masyarakat sekitar. Klien hanya sering
mengikuti pengajian di masjid sekitar dan bergotong-royong bersama.
4. Lingkungan Tempat Tinggal
Jenis rumah klien yaitu permanen. Jumlah ruangan yang ada yaitu 7 ruangan, dengan
ruang tamu 1, kamar tidur 3 , dapur 1, kamar mandi 1. Jumlah anggota keluarga yang
tinggal satu rumah yaitu 3 orang. Jenis lantai rumah klien keramik dengan kondisi
yang masih bagus, tidak licin. Kebersihan rumah saat di ruang tamu dan teras rumah
cukup bersih dan kerapihan teras rumah bagus tertata rapi, sedangkan di ruang tamu
agak sedikit berantakan tidak tersusun dengan rapih dan adanya barang-barang untuk
stok dagang. Penerangan saat di ruang tamu dan teras rumah sudah baik dengan
menggunakan lampu neon. Sirkulasi udara pada rumah klien cukup baik, adanya
jendela pada bagian depan dan ventilasi yang cukup untuk sirkulasi ruangan. Keadaan
kamar mandi dan WC pada klien kurang baik, karena keadaan lantai agak sedikit
licin, penerangan kamar mandi juga sudah baik. Rumah klien tidak memiliki tangga.
Kondisi lingkungan rumah cukup baik, tidak terlalu berdekatan antar rumah masih
adanya ruang kosong di depan rumah.
Klien memiliki 4 orang anak. Anak pertama yaitu Ny. Nida berusia 40 thn,
pendidikan terakhir SMA, saat ini sibuk berdagang. Anak kedua yaitu Ny.Rizda
berusia 35 thn, pendidikan terakhir SMA, dengan kesibukan berdagang . Anak ketiga
Tn.Firdaus berusia 30 thn, pendidikan terakhir D-III bekerja menjadi wiraswasta.
Anak keempat yaitu Ny.Devi berusia 25 thn, pendidikan terakhir SMA, bekerja
karyawan swasta.

B. Pola Kebiasaan Sehari-Hari


1. Nutrisi
Tn. S mengatakan pola nutrisi 3 kali dalam sehari dengan nafsu makan yang baik.
Jenis makanan Tn. S yaitu nasi putih, lauk pauk, dan sayur. Tn. S mengatakan
mempunyai kebiasaan cuci tangan dengan sabun dan berdoa sebelum makan. Tn. S
mengatakan makanan yang tidak di sukai tidak ada dan Tn. S juga mengatakan tidak
mempunyai alergi terhadap makanan tertentu. Tn. S mengatakan tidak mempunyai
keluhan yang berhubungan dengan makanan
2. Eliminasi
Tn. S mengatakan eliminasi BAK 6-7 kali dalam sehari, tetapi saat malam hari
sering terbangun untuk BAK sebanyak 2-3 kali. Keluhan dalam pola eliminasi BAK
yaitu Tn. S sering terbangun di malam hari untuk BAK.
Pola eliminasi BAB Tn. S sedikit terganggu, dengan frekuensi 2-3 hari sekali
tetapi dengan konsistensi padat berwarna coklat pekat. Keluhan dalam pola eliminasi
BAB yaitu Tn. S sering mengalami konstipasi untuk BAB. Tn. S tidak pernah
memakai obat laxantif/pencahar dalam BAB.
3. Personal Hygiene
Tn. S mengatakan mandi 2 kali dalam sehari di pagi dan sore hari, dan menggunakan
sabun saat mandi. Tn. S mengatakan dalam kebersihan oral hygiene dilakukan 2 kali
dalam sehari di pagi dan malam hari dengan menggunakan pasta gigi. Tn. S
mengatakan mencuci rambut 2 kali dalam sehari dilakukan pada saat mandi dengan
menggunakan sampo. Untuk kebersihan kuku kaki dan tangan Tn. S mengatakan
memotong kuku 3 hari sekali atau pada saat kukunya sudah mulai panjang dan
mengganggu aktivitas.
4. Istirahat dan Tidur
Pasien mengatakan tidak memiliki gangguan tidur dan dapat ber istirahat pada malam
hari kurang lebih selama 7 sampai 8 jam sekitar pukul 21.00 atau pukul 22.00 WIB.
Pasien tidur pada siang hari kurang lebih 1 sampai 2 jam jika merasa lelah atau
sedang tidak ada aktivitas. Pasien mengatakan tidak memiliki keluhan saat bangun
tidur, baik tidur malam maupun tidur siang.
5. Kebiasaan Mengisi Waktu Luang
Pasien mengatakan kebiasaan yang dilakukan dalam mengisi waktu luang adalah
menonton tv dan bermain bersama cucu-cucunya.
6. Kebiasaan yang Mempengaruhi Kesehatan
Pasien mengatakan kebiasaan yang mempengaruhi kesehatannya adalah
mengkonsumsi obat herbal seperti binahong dan klorofil. Pasien mengatakan tidak
merokok, tidak mengkonsumsi minuman-minuman beralkohol dan tidak memiliki
ketergantungan pada obat-obatan.

C. Status Kesehatan
1. Kondisi Kesehatan Saat Ini
Keluhan utama dalam 1 tahun terakhir yaitu klien mengeluh suka kaku pada
telapak tangan dan merasa kebas, klien juga mengeluh terkadang mengalami sesak
nafas dan disertai batuk tanpa dahak. Klien juga mengatakan kurang menjaga pola
makannya, tidak ada pantangan makanan baginya. Klien mengatakan gampang lelah
jika melakukan aktivitas ringan ataupun berat. Klien mengeluhkan suka berkeringat
dan merasa gerah terus, sehingga klien tidak ingin memakai baju.
Klien bercerita tentang awal gejala penyakitnya yaitu dimulai dari suka
kesemutan sampai terkadang terasa kaku dan kebas pada tangannya, klien megalami
batuk kurang lebih sudah 3 minggu yang lalu. Klien mengeluh semenjak ada gejala
yang ia rasakan aktivitasnya mulai terganggu.
Klien mengatakan waktu awal timbulnya keluhan-keluhan tersebut dimulai
kurang lebih sudah 7 bulan yang lalu.
Sebelum kedokter klien mengkonsumsi obat-obatan warung dan jamu tradisional,
untuk mengatasi keluhan-keluhan yang timbul dan ia rasakan.
Upaya yang dilakukan klien untuk mengatasi keluhannya yaitu dengan pergi ke
dokter untuk konsultasi dan melakukan pemeriksaan fisik. Klien juga sempat
melakukan pengecekan laboratorium di klinik Mutiara Medika seperti cek DPL,
Glukosa sementara, Asam Urat, Kolestrol dan kadar ureum dan kreatinin.

2. Riwayat Kesehatan Masa Lalu


Klien mempunyai riwayat Demam Typoid 1 tahun yang lalu, klien juga menjalani
rawat inap untuk mengobati penyakitnya. Klien tidak memiliki alergi obat medik
ataupun tradisional. Klien tidak pernah mengalami kecelakaan fisik maupun mental.

3. Pemeriksaan Fisik (inspeksi, auskultasi, perkusi, palpasi)


Dari pemeriksaan fisik yang dlakukan pada tanggal 12 maret 2018 di temukan
keadaan umum Tn. A Nampak kegemukan dan terlihat baik. Tanda-tanda vital pasien
170/90, nadi 98x/menit pernafasan 23x/menit suhu 36,8oC, berat bada pasien 105kg
tinggi badan pasien 164cm.
Pada saat pemeriksaan head to toe kepala tampak simetris tidak di temukan
kelainan tidak teraba benjolan dan tidak mengeluh nyeri kepala. Pada mata
konjungtiva tidak anemis, tidak ada katarak, pengelihatan masih baik. Pada
hidung tidak ada kelainan yang di temukan, bentuk simetris, tidak keluar darah
atay sekret. Pada telinga fungsi pendengaran baik, tidak teraba benjolan dan
bentuk simetris. Pada mulut, gigi dan bibir tidak nampak ada kelainan, bentuk
simetris , tidak terdapat luka pada area tersebut. Pada leher, tidak Nampak adanya
peningkatan vena juguralis dan arteri carotis, tidak teraba adanya pembesaran
kelenjar tiroid. Pada dada pergerakan dada terlihat simetris, suara jantung S1 dan
S2 tunggal,tidak terdapat palpitasi, tidak terdapat suara mur-mur , tidak terdapat
suara ronchi , tidak terdapat wheezing , tidak terdapat nafas cuping hidung, saat
di palpasi tidak ada pembesaran atau benjolan sekotar dada. Pada abdomen Pada
pemeriksaan abdomen tidak didapatkan adanya pembesaran hepar, tidak
kembung, pergerakan peristaltik usus baik, tidak ada bekas luka operasi. Pada
area genetalia tidak dikaji, di dapatkan data subjeltif pasien mengaku bahwa tidak
ada masalah pada bagian genetalia. Pada kulit lembab, tidak terdapat luka, turgor
kulit tidak lagi elastis, tidak terdapat jaringan parut, kuku terlihat agak tebal,
keadaan rambut kepala menipis, kulit keriput. Pada eksemitas atas dan bawah
tidak terdapat luka, kekuatan otot baik, pasien mengeluh pada telapak tangan dan
kaki sering merasa kesemutan dank ram.

II. Pengkajian Spesifik Pada Lansia


A. Masalah Kesehatan Kronis
Pada saat pengkajian keluhan yang dirasakan oleh pasien dalam waktu 3 bulan terakir
yaitu pada fungsi pengelihatan yang kabur yang dirasakan sering , saat di tanya apakah
mata baapak pernah mengeuarkan air, pasien megatakan mata mengeluarkan air
frekuensinya jarang terjadi, mengeluh nyeri pada mata frekuensinya juga jarang.
Pada fungsi pendengaran pasien mengeluh sudah mulai mengalami penurunan
pendengaran tetapi tidak terlalu parah, pasien masih bisa menjawab pertanyaan perawat
dengan nada yang normal dan menjawab dengan nada yang normal. Pasien tidak
mengeluh adanya dengingan pada telinga.
Pada fungsi paru pasien mengatakan tidak mengalami batuk yang lama disertai
keringat malam, pasien mnegeluh dadanya sesak tetapi hanya saat melakukan aktifitas
saja. Pasien tidak ada keluahan batuk berdahak selama 3 bulan terakir.
Pada fungsi jantung pasien mengatakan jantung terasa berdeba-debar saat melakukan
aktifitas, pasien mengatakan sering mudah lelah setelah melakukan aktivitas, pasien
mengatakan nyeri dada muncul saat jantung berdebar-debar tetapi hal itu jarang terjadi,
hanya sesekali terjadi.
Pada fungsi pencernaan pasien pernah merasakan mual tanpa sebab tetapi jarang
terjadi. Pasien mengatakan pernah merasakan nyeri ulu hati tetapi hilang setelah
beristirahat nyeri ulu hati jarang dirasakan oleh pasien. Pasien mengatakan tidak dapat
mengontrol pola makan dan minumnya. Pasien mengatakan beberapa kali merasakan
sembelit pada perutnya, dan susah buang air besar.
Pada fungsi pergerakan pasien mengatakan sering merasakan nyeri pada kaki saat
berjalan, pasien sering merasakan kesemutan pada bagian kaki dan tangan setelah bangun
tidur, sehingga butuh waktu beberapa menit untuk beranjang dari tempat tidur. Pasien
mengatakan pernah merasakan sakit pinggang jika sehabis melakukan aktivitas tetapi
hilang setelah beristirahat. Pasien mengatakan sering mengalami nyeri pada bagian
persendian dan mengalami bengkak pada saat pemeriksaan fisik di temukan lutut terlihat
bengkak.
Pada fungsi persyarafan pasien mengatakan tidak pernah merasakan kelemahan pada
tangan dan kaki saat melakukan aktivitas fisik. Pasien lebih sering merasakan mati rasa
pada daerah kaki dan tangan. Pasien tidak perasakan tremor. Paisen mengeluh sering
merasakan pegal pada daerah tengkuk.
Pada fungsi saluran perkemihan masien mengeluh sering banyak buang air kecil pada
siang dan malam hari namum pasien masih dapat mengontrol pengeluaran air kemih.
Kesimpulan dalam pengajian ini adalah Tn. A megalami masalah kesehtan kronis
sedang.

B. Fungsi Kognitif
1. Tahap Orientasi
Saat dilakukan pengkajian pada tahap ini klien dapat menjawab dengan benar
beberapa pertanyaan yang diajukan seperti; Sebutkan tahun berapa sekarang? Bulan
apa sekarang? Tanggal berapa sekarang? Dan hari apa? Dimana kita sekarang? Apa
nama negara kita? nama kota dari tempat tinggal? Dan klien dapat menyebutkan
nama presiden untuk priode saat ini. Total score yang dapat diakumulasi yaitu 4.
2. Tahap Registrasi Motorik
Pada tahap pada pengkajian ini kami menyediakan 4 objek yaitu, handphone,
buku, botol minum, dan alat tensi. Kemudian kami meminta klien untuk menyediakan
kembali dalam waktu 1 detik untuk 1 objek. Klien mampu menyediakan semua objek
dengan benar serta dengan durasi 1 detik per-objeknya. Total skore yang di dapat
yaitu 4.
3. Tahap Perhatian dan Kalkulasi
Pengkajian yang dilakukan pada tahapan ini adalah memberikan 5 soal
perhitungan dan 1 kata terbalik guna untuk mengetahui tingkat kemampuan berhitung
dan menyusun kata. Untuk soal angka yang kami berikan yaitu seperti 10-5=… 32-
5=… 68-5=… 90-5=… dan 80-5=… saat diberikan soal hitungan diatas klien hanya
mampu menjawab dengan benar hanya 3 soal, maka skore untuk penghitungan adalah
3
4. Untuk mengeja kata terbatik, kami mengejakan kata PANTI dan menganjurkan
kepada klien untuk membalikkan kata tersebut menjadi INTIP. Pada tahapan ini klien
tidak mampu melakukannya, respon yang ditunjukkan oleh klien yaitu kebingungan.
Maka skore yang didapat pada tahap ini yaitu 0.
5. Tahap Menyebutkan Kembali (Recalling)
Pada tahap pengkajian yang dilakukan ditahap ini yaitu, kami menanyakan dan
meminta klien untuk menyebutkan kembali barang yang telah kami siapkan. Setelah
kami sediakan barang-barangnya yaitu, handphoe, botol minum, buku dan alat tensi,
dan kami meminta klien untuk menyebutkanya. Respon klien dapat menyebutkan
nama-nama benda tersebut secara benar dalam waktu yang singkat. Skore yang di
dapat yaitu 4.
6. Tahapan Bahasa
Setelah tahapan Recalling, kami juga meminta klien untuk menunjukkan benda
sesuai yang kami perintahkan. Contohnya “ibu coba kalau botol minum yang mana?
Terus kalau ini apa namanya (handphone)?” dank lien dapat menjawab dengan benar,
maka skore yang diperoleh adalah 2.
Lalu sehabis melakukan tindakan diatas kami melanjutkan dengan meminta klien
untuk mengucapkan kata “mungkin, apabila, dan nyaman”. Hasilnya yaitu klien dapat
menyebutkan ketiga kata tersebut dengan benar dan lantang. Maka skore yang
diperoleh adalah 3.
Untuk tahap selanjutnya yaitu kami meminta klien untuk melakukan 3 perintah
yang terdiri dari:
a. Mengambil kertas dengan tangan kanan
b. Melipat kertas menjadi 2
c. Meletakkan kertas di lantai.
Setelah kami meminta klien untuk mengerjakannya ternyata klien tidak bisa
melakukan semuanya dengan benar, klien hanya bisa melakukan perintah nomor 1
dan 3 saja dan pada perintah nomor 2 klien tidak dapat melakukannya. Maka nilai
yang diperoleh adalah 2.
Sehabis itu kami meminta klien untuk membaca sebuah kalimat setelah itu
memintanya untuk melakukannya. Seperti contohnya “coba ibu pejamkan mata” lalu
klien memejamkan matanya, hasilnya adalah klien dapat melakukannya dan
mendapatkan skore 1.
Selanjutnya klien diminta menuliskan kalimat secara spontan yang terdiri dari 2
kata (subjek dan predikat). Kalimat yang diberika adalah “Saya mampu” dan klien
dapat menuliskan kalimat tersebut. Maka skore yang didapat yaitu 1.
Pada tahap terakhir di pengkajian tingkat kognitif yaitu copying, dimana klien
diminta untuk menggambarkan kembali dua segi lima berpotongan diatas kertas
kosong, setelah klien mencoba untuk menggambarkan kembali ternyata klien tidak
mampu untuk copying gambar yang telah disediakan. Maka nilai yang didapat yaitu
0.

C. Status Fungsi (BADL)


Pada saat pengkajian perawat mengkaji aktivitas dasar yang di lakukan dalam
kehidupan sehari-hari pasien, data yang didapat sebagai berikut.
Pada aktivitas mandi pasien mengatakan dapat melakukan aktivitas mandi secara
mandiri dan tidak memerlukan bantuan masuk dan keluar. Pada saat berpakaian pasien
mengatakan mampu berpakaian secara mandiri tetapi masih membutuhan bantuan dalam
hal memasukan lengan pada pakaian karena pasien mengeluh sulit untuk memasukan
lengan pada pakaian. Pada saat ke toilet pasien mampu secara mandiri membuang air
besar dan membuang air kecil dam membersihkannya kembali setelah membuang air.
Pada saat berpindah tempat / berjalan pasien terlihat masih mampu untuk berpindah
tempat seperti berpindah tempat duduk secara mandiri dan mampu berjalan tanpa
bantuan. Pasien mengatakan masih mampu berpindah dari tempat tidur ke tempat duduk.
Pada buang air besar pasien mengeluh sering buang air besar dan merasa sembelit. Pada
saat mengambil makanan pasien masih mampu mengambil makan dam makan secara
mandiri, walaupun terkadang istrinya tak jarang mengambilkan makan untuk suaminya.
Kesimpulan pada pengumpulan data yang di dapat pasien masih mampu melakukan
aktivitasnya secara mandiridan hanya membutuhan sedikit bantuan dari anggota
keluarganya.

D. Tingkat Depresi(Geriatric Depression Scale/GDS)


Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan dengan Geriatric Depression
Scale(GDS) yaitu 6 point dengan kesimpulan depresi ringan. Dengan hasil pengkajian,
klien merasa puas dengan kehidupan saat ini, klien menglami penurunan dalam
melakukan kegiatan dan hobi. Klien tidak merasa hidupnya hampa karena dikelilingi oleh
anak dan cucu. Klien mengatakan tidak merasa bosan. Klien mengatakan tidak optimis
terhadap masa depan. Klien mengatakan takut sesuatu yang buruk terjadi seperti
kesehatan dan bahkan meninggalkan satu sama lain. Klien mengakatan bahagia
sepanjang waktu karena dikelilingi orang-orang yang disayangi. Klien mengatakan tidak
merasa sendiri, klien mengatakan lebih senang berada di rumah dari pada keluar rumah
dan mengerjakan sesuatu yang baru. Saat dikaji, klien tidak memiliki masalah dengan
daya ingat. Klien mengatakan senang dengan kehidupannya saat ini dengan melihat anak-
anak serta cucu yang sangat menyayanginya. Klien mengatakan masih bersemangat
dalam menjalani hidupnya saat ini. Klien mengatakan harapan saat ini supaya anak-
anaknya menikah semua karena anak laki-lakinya belum menikah. Klien mengatakan
saya hanya menggunakan BPJS Kelas 3 karena hanya mampu membayar biaya yang
murah.
III. Asuhan Keperawatan
A. ANALISA DATA
Data Masalah
Ds : Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan
- Klien mengeluh sering merasa sakit serebral
pada tengkuk
Do :
- Td : 170/90
- Klien tampak memegangi daerah
kepala yang sakit
Ds :
- Klien mengeluh tangan dan kakinya Gangguan perfusi jaringan perifer
sering mengalami kesemutan
Do : - Tangan klien tampak susah
digerakkan ketika kesemutannya
muncul
- Klien tampak meringis

Ds :
- Klien mengeluh pandangan kabur
- Klien mengeluh saat duduk dan
ingin bediri merasa lemas dan Resiko jatuh
pusing
Do :
- Klien tampak berjalan dengan hati-
hati

Ds : Gangguan pola tidur


- Klien mengeluh sulit untuk tidur
pada malam hari
- Klien mengeluh mudah lelah
Do :
- Klien tampak lemas dan kurang
bersemangat.
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral
2. Gangguan perfusi jaringan perifer
3. Resiko jatuh
4. Gangguan pola tidur

C. RENCANA KEPERAWATAN
No No dx Tujuan dan kriteria hasil Intervensi
1. 1 1. Monitor adanya daerah tertentu
Tujuan yang hanya peka terhadap
Setelah di lakukan tindakan panas/dirigin/tajam/tumpul
keperawatan 1x2 jam resiko 2. Monitor adanya paretese
ketidakefektifan perfusi jaringan 3. Instruksikan keluarga untuk
serebral tidak terjadi. mengobservasi nyeri pada
tengkuk kepala
Kriteria Hasil: 4. Batasi gerakan pada kepala,
leher dan punggung
- Mendemonstrasikan status 5. Monitor kemampuan BAB
sirkulasi yang ditandai dengan : 6. Kolaborasi pemberian
- Tekanan systole dan diastole analgetik
dalam rentang yang diharapkan.
- Mendemonstrasikan
kemampuan kognitif yang
ditandai dengan:
- Berkomunikasi dengan jelas
dan sesuai dengan kemampuan
- Menunjukkan perhatian,
konsentrasi dan orientasi
- Memproses informasi
- Membuat keputusan dengan
benar
- Menunjukkan fungsi sensori
motori cranial yang utuh :
tingkat kesadaran membaik,
tidak ada gerakan gerakan
involunter

2. Tujuan 1. Lakukan penilaian sirkulasi


Setelah di lakukan tindakan perifer (nadi perifer) secara
1x2jam gangguan perfusi jaringa komprehensif.
perifer dapat teratasi 2. Monitor panas, kemerahan,
nyeri, parestesia pada
Kriteria hasil : ekstremitas.
- Pengisian kapiler jari (4 - 5) 3. Ajarkan klien cara perawatan
- Suhu kulit ujung kaki dan kaki dan kuku.
tangan (3 - 4) 4. Ajarkan senam kaki diabetik.
- Parestesia (3 - 4) 5. Anjurkan klien menggunakan
pelembab pada kulit kaki yang
kering.

3. 3 Tujuan : 1. Identifikasi kognitif dan


Setelah dilakukan asuhan kekurangan fisik dari pasien
keperawatan selama 2 x24 jam yang mungkin meningkatkan
diharapkan risiko cidera dapat
potensial untuk cedera
diminimalisir dengan kriteria hasil:
2. Identifikasi kebiasaan dan
- Pasien mengetahui tentang
factor risiko yang
risiko cidera
mempengaruhi untuk cedera.
- Pasien mengetahui strategi
3. Cari informasi riwayat cedera
untuk mengatasi risiko cidera
pasien dan keluarga.
- Pasien mengetahui dan dapat
4. Identifikasi karakteristik
menggunakan pengaman sesuai
lingkungan yang bisa
prosedur
meningkatkan potensial untuk
- Pasien dapat menunjukan sikap
cedera.
melindungi diri sendiri dari
5. Monitor gaya berjalan,
risiko cidera
keseimbangan, dan level
kelelahan yang dapat
memungkinkan pasien untuk
cedera
6. Ajari pasien bagaimana cara
duduk, berdiri dan berjalan
yang aman untuk
meminimalkan cedera bila
diperlukan

7. 4 Tujuan : 1. Lakukan pengkajian masalah


Setelah dilakukan tindakan gangguan tidur klien,
keperawatan diharapkan gangguan karakteristik dan penyebab
istirahat tidur tidak terjadi,dengan kurang tidur.
kriteria hasil: 2. Lakukan persiapan untuk tidur
- Klien tampak rileks dan lebih malam seperti pada jam 9
segar malam sesuaidengan pola tidur
- Ttv dalam batas normal klien.
- Klien dapat tidur 6-8 jam setiap 3. Lakukan mandi air hangat.
malam. 4. Anjurkan makan yang cukup
satu jam sebelum tidur.
5. Berikan susu hangat sebelum
tidur.
6. Keadaan tempat tidur yang
nyaman, bersih dan bantal yang
nyaman.
7. Bunyi telepon dan alarm hp di
kecilkan.
8. Berikan pengobatan seperti
analgetik dan sedative,setengah
jam sebelum tidur.
9. Lakukan masase pada daerah
belakang, tutup jendela/pintu
jika perlu.
10. Tingkatkan aktivitas sehari –
hari dan kurangi aktivitas
sebellum tidur.
Pengetahuan kesehatan :
jadwal tidur mengurangi stress
, cemas , dan latihan relaksasi.