Anda di halaman 1dari 11

BAB I

LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN
Nama Pasien : Ny. N
Usia : 38 tahun
Tanggal lahir : 10 Mei 1984
Rekam Medis : 2320721
Status Pernikahan : Menikah
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Agama : Islam
Alamat : Pangkalan Jati
Tanggal Masuk : 17 September 2017
Tanggal Periksa : 17 September 2017

ANAMNESIS
a) Keluhan Utama
mulas-mulas sejak 6 jam SMRS
b) Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengaku hamil cukup bulan. HPHT 20/12/2016 ~ 38 minggu. ANC di bidan praktek
swasta 4X, USG sebanyak 2 kali , terakhir USG 3 hari yang lalu dikatakan janin dalam
kondisi baik. USG I tanggal 28/4/2017 hamil 18 minggu ~ 38+2 minggu.
Saat ini os mengeluh mules sejak 6 jam SMRS, keluar air-air disangkal, keluar lendir darah
(+), gerak janin aktif.
c) Riwayat Penyakit Terdahulu
Pasien menyangkal memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan kehamilan saat ini
(seperti penyakit asma, penyakit jantung, penyakit paru, kencing manis, dan tekanan darah
tinggi).
d) Riwayat Penyakit Keluarga
Hipertensi (-) DM (-) Asma (-) Alergi (-) Penyakit Jantung (-) Penyakit paru (-)
e) Riwayat menstruasi
Menarche 12 tahun, siklus teratur 28 hari, lama 3-4 hari, ganti pembalut 5x/hari, nyeri haid
tidak ada.
f) Riwayat menikah
1x, tahun 1998, usia 14 tahun
g) Riwayat obstetri
G2P1  1. Perempuan, 18 tahun, spontan, lahir di bidan berat 2700 gram
2. hamil saat ini
h) Riwayat kontrasepsi
suntik 3 bulan, terakhir suntik 4 tahun yang lalu
i) Riwayat sosial ekonomi
pasien adalah ibu rumah tangga, suami adalah wiraswasta

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Kesadaran : Compos Mentis
Tekanan darah : 114/79 mmHg
Frekuensi nadi : 74x/menit
Frekuensi napas : 24x/menit
Suhu : 36°C
Saturasi Oksigen : 99%
Berat Badan : 103 kg
IMT (41,4 Obese II)
Tinggi Badan : 160 cm
Status Generalis
Mata : Konjungtiva anemis (-/-) sklera tidak ikterik
Mulut : Bibir pucat (-)
THT : Tidak ada sekret, tidak ada mukus
Jantung : Bunyi jantung S1>S2 reguler, murmur (-), gallop (-)
Paru : Vesikular, rhonki basah halus (-/-), wheezing (-/-)
Abdomen : TFU Sepusat
Ekstretnitas : Akral hangat : ekstremitas atas +/+
ekstremitas bawah +/+
Oedem : ekstremitas atas -/-
ekstremitas bawah -/-

Status Obstetrik
Leopold I : Tinggi Fundus Uteri 36 cm, Bagian janin bulat lunak ~ bokong
Leopold II : Punggung kiri
Leopold III : Bulat, keras, melenting ~ kepala
Leopold IV : Divergen, 4/5
DJJ: + 145 dpm
TBJ klinis 3565 gram
Inspeksi : vulva/uretra tenang
Inspekulo : portio licin, oue terbuka, flour (-), fluxus (+)
VT : portio kenyal, diameter 2 cm, selaput ketuban positif, kepala pada Hodge II

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium (17-09-2017)
Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan
Hematologi
Hemoglobin 12.2 12.0-16.0 g/dl
Hematokrit 37.0 37-47 %
Eritrosit 4.84 4.3-6.0 juta/µL
MCV 76.4
MCH 25.2
MCHC 33
Leukosit 13870 4800-10800/µL
Trombosit 269000 150000-400000 /µL
Hemostasis
Masa perdarahan 3 menit 1.00 – 6.00
Ivy
Masa pembekuan 10 menit 10-15
Lee & White
Kimia Klinik
Glukosa Sewaktu 71 70-200 mg/dl
Urinalisis
Warna Kuning Muda Kuning
Kejernihan Agak keruh Jernih
Sedimen
Leukosit 10-15 0-5 LPB
Eritrosit 10-15 0-2 LPB
Silinder Negatif Negatif
Epitel +1 Positif
Kristal Negatif Negatif
Berat Jenis 1.015 1.000-1030
pH 7.0 5.0-8.0
Protein Negatif Negatif
Glukosa Negatif Negatif
Keton Negatif Negatif
Darah +1 Negatif
Bilirubin Negatif Negatif
Urobilinogen 3.4 0.1-1.0 mg/dl
Leukosit Esterase +1* Negatif

Kesan: Infeksi Saluran Kemih

USG

Janin Presentasi Kepala Tunggal Hidup, plasenta korpus


anterior maturasi grade II-III
Biparietal Diameter (BPD): 9,18
Head Circumferencial (HC): 32
Abdominal Circumferencial (AC): 35
Femur Length (FL): 7,68
Taksiran Berat Janin: 3545 gram
Indeks Cairan Amnion: 18
Sirlulasi Darah Arteri Umbilikalis: 2,33
CTG

base line : 120 dpm


akselerasi: +
deselerasi : -
variabilitas : 5-25 dpm
gerak janin >2x / 20 menit
kontraksi (-)

CTG kategori I

DIAGNOSIS
PKI laten pada G2P1 hamil 38- 39 minggu, janin presentasi kepala tunggal hidup
obesitas morbid (BMI 41,4 kg/m2)

PENATALAKSANAAN
Observasi keadaan umum, tanda vital, detak jantung janin, his dan kemajuan persalinan
Nilai ulang kemajuan persalinan 8 jam

PERKEMBANGAN PERJALANAN PENYAKIT


Tanggal 17 September 2017 23.00
S : mules (+), gerak janin aktif, keluar air-air (-), keluar lender darah (+)
O : Tekanan Darah : 110/80 mmHg
Nadi : 84x/menit
Respirasi : 20x/menit
Suhu tubuh aksila : 36,3°C
Status generalis dalam batas normal
Status obstetrik: his (+)3X10’ , 35”, djj 125 dpm
I: vulva tenang, lender/darah (+)
Vt: portio tipis, diameter 4cm, ketuban (+), kepala pada Hodge II-III
A : PKI aktif pada G2P1 hamil 38- 39 minggu, janin presentasi kepala tunggal hidup,
obesitas grade II(BMI 41,4 kg/m2)
P : Evaluasi ulang jam 03.00
Observasi his dan djj / 30 menit dan kemajuan persalinan

Tanggal 18 September 2017 03.00


S : mules (+), gerak janin aktif, keluar air-air (+), keluar lender darah (+)
O : Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi : 70x/menit
Respirasi : 20x/menit
Suhu tubuh aksila : 36,3°C
Status generalis dalam batas normal
Status obstetrik: his (+) 3-4 X 10’ , 40”, djj 130 dpm
I: vulva tenang, lendir/darah (+)
Vt: portio tipis, diameter 7cm, selaput ketuban (-), kepala pada Hodge II-III, caput (+)
A : distosia PKI aktif pada G2P1 hamil 38- 39 minggu, janin presentasi kepala tunggal
hidup, obesitas grade II(BMI 41,4 kg/m2)
P : rencana terminasi kehamilan perabdominan cito atas indikasi distosia PK I aktif obesitas
grade II

Analisa CPD
Power : baik (his 3-4x/10’/40”)
Passage : adekuat untuk taksiran berat janin 3500 gram
Passanger : taksiran berat janin 3500 gram, anak I : 2700 gram, oksiput posterior, muka
menghadap anterior

Kesan: malposisi(Posisi Oksiput Posterior)


Partograf
Tanggal 18 September 2017 pukul 04.55 - 05.55
Berlangsung persalinan section cesaria dan insersi IUD
Lahir bayi perempuan 3450 gram, 52 cm, bernapas spontan, AS 8/9
Placenta lahir lengkap
Insersi IUD
Perdarahan intra operasi 300cc, urin jernih 100cc, TD post op 106/60, nadi 66X/menit
Asuhan pasca operasi
 Observasi keadaan umum, tanda vital, perdarahan
 Drip oksitosin 20 IU dalam 500 cc RL / 8 jam selama 24 jam
 Inj. Ceftriaxone 1 x 2 gr IV
 Inj. Asam tranexamat 3X500mg IV
 Profenid supp. 3X100mg
 Sulfos ferosus 1 x 360 mg tab
 Foley Catheter 1 x 24 jam
 Mobilisasi bertahap
 Diet TKTP
 Ganti verban hari ke-3

Tanggal 18 September 2017 06.30


S : nyeri post operasi vas 2-3, mobilisasi bertahap, BAK terpasang foley cateter
O : KU : baik, compos mentis
Tekanan Darah : 110/70 mmHg
Nadi : 90x/menit
Respirasi : 20x/menit
Suhu tubuh aksila : 36,5°C
Status generalis dalam batas normal
A : POD 2 jam pada P2 post SC atas indikasi distosia PK I aktif dengan CPD
P : Observasi keadaan umum, tanda vital, kontrkasi, perdarahan
Drip oksitosin 20 IU dalam 500 cc RL / 8 jam selama 24 jam
Inj. Ceftriaxone 1 x 2 gr IV
Inj. Asam tranexamat 3X500mg IV
Profenid supp. 3X100mg
Sulfos ferosus 1 x 360 mg tab
Mobilisasi bertahap
Diet TKTP
Ganti verban hari ke-3

Lampiran Laporan Pembedahan


BAB IV
PEMBAHASAN

Partus yang terjadi lama atau sulit, dapat disebut dengan distosia. Penyebab dari distosia
sangatlah banyak, diantaranya masalah dari 3 hal utama, yaitu power atau kelainan dari his,
passage atau kelainan dari jalan lahir atau passanger (kelainan dari bayinya sendiri). Pada kasus
ini, masalah yang terjadi adalah dari masalah bayinya (passanger). Pada pasien ini, dilakukan
vaginal tousche dan didapatkan adanya caput, dimana sesuai dari teori yaitu salah satu tanda dari
distosia adalah adanya caput mulai dari penurunan kepala di Hodge II-III. Selain itu, ditemukan
pula oksiput berada di posterior dengan muka menghadap ke anterior. Hal ini menunjukkan
adanya masalah dari Posterior Occiput Presentation (POP) yaitu pada seven cardinal movements
di fase pergerakan internal rotation. Masalah ini berada pada passage berupa malposisi. Selain
malposisi, kelainan lain pada passage adalah CPD (Cephalo Pelvic Disease) yaitu dari bentuk
panggulnya itu sendiri.
Oleh karena itu, dilakukan terminasi kehamilan perabdominal cito yaitu sectio caesarea
(SC). SC merupakan pertimbangan dengan kondisi bayi dengan salah satu masalah diatas, yang
mana pada kasus ini adalah POP. Sebagaimana, dikatakan bahwa SC dapat dipertimbangkan
pada indikasi insufisiensi plasenta dengan keadaan serviks belum matang, pembukaan belum
lengkap, persalinan lama dan tanda-tanda gawat janin, primigravida tua, kematian janin dalam
kandungan, preeklampsia, anak berharga (infertilitas) dan pada kesalahan letak janin.
BAB V
KESIMPULAN

Partus lama disebut juga dengan partus kasep adalah persalinan yang berlangsung lebih
dari 24 jam pada primi, dan lebih dari 18 jam pada multi. Partus lama dapat terjadi akibat dari
pemanjangan kala I dan atau kala II. Berdasarkan data Dinas Kesehatan partus lama
menyebabkan 11% kematian bayi dan 9% kematian ibu. Pada laporan kasus ini termasuk
kedalam partus lama karena hambatan pada kemajuan persalinan yang dapat kita lihat dari
lembar partograf melwati garis waspada sehingga dilakukan terminasi kehamilan perabdominan
cito.
Bila persalinan berlangsung lama, dapat menimbulkan komplikasi-komplikasi baik pada
terhadap ibu maupun terhadap anak. Komplikasi yang dapat ditimbulkan partus lama bisa berupa
infeksi intra partum, ruptur uteri, cincin retraksi patologis, pembentukan fistula, cedera otot dasar
panggul,kaput suksedaneum dan moulase kepala janin.

Pada pasien ini