Anda di halaman 1dari 6

JURNAL BELAJAR

A. IDENTITAS
NAMA : QORRY AULYA ROHMANA
NIM/ KELAS : 150341805888/ PASCA OFF.C
MATA KULIAH : Kuliah dan Pengalaman Lapang
HARI/ TANGGAL: Kamis/ 08 September 2016
PERTEMUAN :3
MATERI : Standar Isi, SKL, Standar Proses dan Standar Penilaian
(SNPT) serta implementasinya
DOSEN PENGAMPU: Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd

B. KONSEP YANG TELAH DIPAHAMI :


Pada kuliah hari ini kami melakukan presentasi materi yang bertujuan untuk
mengingat daan mengulang kembali beberapa hal yang terkait dengan kebutuhan dan
pengembangan kajian dan praktek lapangan. Diskusi kali ini terdiri dari beberapa hal
terkait dengan Standar Isi, SKL, Standar Proses dan Standar Penilaian serta
Implementasinya dalam pembelajaran Biologi. Ada beberapa hal yang telah saya
pahami dari perkuliahan ini diantaranya:
1. Standar Isi menjelaskan Standar Isi pembelajaran merupakan kriteria minimal
tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran. Kedalaman dan keluasan
materi pembelajaran tersebut mengacu pada capaian pembelajaran lulusan.
Tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran untuk setiap program
pendidikan, dirumuskan dengan mengacu pada deskripsi capaian pembelajaran
lulusan dari KKNI. Selanjutnya dituangkan dalam bentuk mata kuliah dan beban
SKS yang ditempuh disesuaikan.
2. SKL merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang
mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dinyatakan dalam
rumusan capaian pembelajaran lulusan. Tujuan SKL untuk mempersiapkan
peserta didik menjadi anggota masyarakat yang berakhlak mulia, memiliki
pengetahuan, keterampilan, kemandirian dan sikap menemukan,
mengembangkan serta menerapkan ilmu, teknologi, dan seni yang bermanfaat
bagi kemanusiaan.
3. Standar Proses pendidikan tinggi di Indonesia terdiri dari standar proses
pembelajaran ,standar proses penelitian dan standar proses pengabdian kepada
masyarakat. Standar proses penelitian tentang kegiatan penelitian yang terdiri
atas perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan Standar proses pengabdian
kepada masyarakat tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yang
terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan kegiatan. Implementasi
Standar Proses Pembelajaran pada Pendidikan Tinggi melalui perumusan
kurikulum berbasis kompetensi diawali dengan mengevaluasi diri program studi
dengan menggunakan analisis scientific vision.
4. Standar Penilaian merupakan kriteria minimal tentang penilaian proses dan hasil
belajar mahasiswa dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.
Penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa mencakup prinsip penilaian, teknik
dan instrumen penilaian, mekanisme dan prosedur penilaian, pelaksanaan
penilaian, pelaporan penilaian, dan kelulusan mahasiswa

C. KONSEP YANG BELUM DIPAHAMI


Ada beberapa hal yang belum begitu saya pahami yaitu: Bagaimanakah
menyesuaikan Standar Isi, Standar Proses, Standar Kelulusan, dan Standar Penilaian
Perguruann Tinggi dengan perkembangan abad 21? Sudahkah pendidikan kita mencapai
hal tersebut?

D. DISKUSI DAN PERTANYAAN YANG MUNCUL


Ada beberapa pertanyaan yang muncul dalam diskusi kali ini diantaranya:
1. KHOLIS
Jenis matakuliah MKU, MKK, MKDK yang menentukan siapa dan
bagaimana? Penentuan jam pembelajaran dan bobot SKS itu dari mana
dan bagaimana?
MKK, MKB, dan sebagainya didasarkan atas PERMENDIKNAS No.
20/U/2000 untuk penyelenggaraan kuliah tertentu, MKU berdasarkan kebijakan
pemerintah dan keputusan bersama dari prodi Univ dan institusi.
Pengelompokan mata kuliah berdasarkan kewajiban inti (BHS.INGGRIS,
BHS.INDO) dan beban kampus/fakultas sesuai perencanaan, selain itu juga dari
program khusus prodi (misal mata kuliah umum dan khusus/pilihan).
Pertimbangan untuk menentukan bobot SKS berdasarkan: tingkat kompetensi
capaian, kedalaman kajian, strategi pembelajaran, letak semester, perbandingan
keseluruhan beban studi melalui keputusan bersama. Penentukan SKS umum
oleh pemerintah. Perombakan yang dilakukan bisa penambahan atau
pengurangan.
Tambahan Evi:
Jumlah SKS ditentukan oleh rencana prodi melalui rapat/diskusi, untuk beberapa
matakuliah ada beberapa pertimbangan khusus.
2. EVI KRISTIANA
Bagaimana analisis kebutuhan untuk menentukan capaian lulusan?
Disesuaikan dengan stack holder masyarakat dimana ada kompetensi sosial dan
pedagogik, selain itu juga disesuaikan dengan kebutuhan di masyarakat agar
lulusan mampu bersaing dan bertahan dalam kehidupan masyarakat.
3. ERLIN FATIMAH HALEK
Kurikulum inti dan institusional, apakah perbedaan yang mendasar antara
keduanya?
Perbedaannya kurikulum inti merupakan program yang sudah ditentukan
pemerintah/nasional, sedangkan kurikulum institusional ditentukan oleh
masing-masing PT sesuai dengan kebutuhan PT.
4. WINDA DWI ASTUTI
Kriteria penilaian, apakah setiap PT memiliki wewenang untuk
pengubahan dan perombakan kriteria penilaian?
Ada patokan KEMENRISTEK, namun ada ketergantungan perubahan baik
tambahan atau pengelolaan lain dari instansi PT sendiri, rintangan nilai tetap
berada dalam batas KEMENRISTEK.
5. RAHMAN FADLI
Apakah ada peraturan dari pemerintah, KEMENRISTEK, fakultas, atau
prodi kalau mata kuliahnya hanya 2 SKS, namun jam pelaksanaannya
lebih dari 2 SKS? Boleh atau tidak?
Dalam rancangan SNPT dijelaskan dan ditentukan tentang ketentuan SKS yang
dibebankan bagi mahasiswa dalam seminggu. Namun, untuk kenyataan
dilapangan banyak institusi yang mengembangkan dan menganalisis bobot dan
waktu SKS sesuai dengan pertimbangan tertentu misalnya keluasan materi,
waktu praktikum dan sebagainya. Sehingga dapat disimpulkan belum ada
peraturan khusus terkait peraturan tentang penambahan atau perombakan SKS.
6. RISKI FAUZIAH
Ada kuliah tamu/kuliah umum apakah wajib ada atau ada aturan tertentu
terkait dengan pelaksanaan kuliah tamu tersebut?
Kuliah umum tidak harus dilakukan tiap semseter, itu tergantung pada prodi
masing-masing, kuliah umum bisa dilakukan karena adanya event tertentu
misalnya adanya penyambutan mahasiswa baru, ada publikasi kajian tertentu
daan lain-lain.
Tambahan Winda
Kuliah umum sebagai penunjang dan tambahan wawsaan untuk siswa, materinya
bisa berkembang atau tidak langsung menjurus kekajian keilmuwan tertentu.
7. DELVI ADRI
Fenomena yang terjadi banyak lulusan biologi yang kerja di bidang lain,
bagaimana menanggapinya?
Dari segi lulusan, fenomena itu telah banyak terjadi dan ditemui. Ada beberapa
matakuliah yang disediakan untuk memberikan wawasan dan ketrampilan
tertentu pada mahasiswa yang dapat berguna atau dijadikan bekal untuk
kehidupannya dimasa kerja nanti.

E. UPAYA YANG DILAKUKAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN


DAN KETERAMPILAN
Upaya yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan
saya dalam perkuliahan ini saya akan berusahan terus menggali informasi – informasi
dari teman melalui sharing, sumber lain, buku, internet dan lain – lain terkait dengan
pengembangan Standar Isi, SKL, Standar Proses dan Standar Penilaian serta
Implementasinya dalam pembelajaran Biologi, karena hal ini penting untuk dipahami
dan dipelajari lebih lanjut untuk persiapan dan pelaksanaannya dalam pembelajaran
dikelas PPL.

F. REFLEKSI :
Ada beberapa hal penting yang telah saya dapatkan dalam pertemuan ini,
diantaranya pentingnya mengetahui berbagai Standar Pembelajaran baik itu Standar Isi,
SKL, Standar Proses dan Standar Penilaian serta Implementasinya dalam pembelajaran
Biologi hal ini sangat diperlukan untuk pengetahuan kita sebelum mengajar dikelas,
sehingga kita tahu apa yang perlu disiapkan dan hal apa yang dibutuhkan dalam
ppembelajaran dan ketercapaiannya.
KRITERIA PENILAIAN JURNAL BELAJAR
MATAKULIAH KULIAH PENGALAMAN LAPANGAN (KPL)
PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
SEMESTER GASAL 2016-2017

No. Elemen Skor Penilaian Penilaian


Maks Teman Dosen
I. Identitas
1 Nama dicantumkan 2
2 Seluruh masukan dibubuhi tanggal 1
3 Tema/Konsep yang dipelajari dicantumkan 2

II. Isi Jurnal


4 Mengeksplorasi beragam konsep penting yang dipelajari 15
5 Menyajikan konsep yang belum dipahami 15
6 Mengidentifikasi permasalahan/pertanyaan beserta peme- 15
cahannya
7 Jurnal menunjukkan bahwa mahasiswa dapat melihat dirinya 20
sendiri sebagai pebelajar, menemukan dan menyelesaikan
masalah serta bekerja untuk meningkatkan kebiasaan
belajarnya
8 Menyusun rencana ke depan berdasarkan hasil lesson 10
learned
III. Sistematika
9 Jurnal terorganisasi dengan baik dan lengkap 10

IV. Lain-lain
10 Ketepatan dalam mengumpulkan jurnal 10

Jumlah Skor Maksimal 100

Instrumen penilaian dikembangkan oleh Indriwati, S.E.(2014)