Anda di halaman 1dari 4

LOG BOOK

Interdialytic Weight Gain (IDWG)

Nama klien : Tn. S


Usia : 64 tahun
No. RM :
Diagnosa Medik : Gagal Ginjal Kronik
Masalah Keperawatan : Kelebihan Volume Cairan berhubungan dengan penurunan
haluaran urin
Tindakan : Pengendalian Cairan dengan menggunakan Interdialytic
Weight Gain (IDWG)
Riwayat penyakit
1. Pengkajian
Keluhan utama : Klien mengatakan kaki nya mengalami pembengkakan
Riwayat keluhan utama : Klien mengatakan badan terasa lemas, dan Lelah sehingga tidak
bisa melakukan aktivitas seperti biasanya
Riwayat penyakit sekarang : Klien datang ke RSI Jemursari Surabaya pada tanggal 23
Maret 2017 pukul 10.15 WIB. Klien datang sendiri menuju rumah sakit. Sebelum datang ke
Rumah Sakit klien terlebih dulu memeriksakan ke puskesmas pada tanggal 22 Maret 2017
dan dilakukan pengukuran TD hasilnnya 144/64 mmHg, sebelumnya klien belum pernah
dengan tekanan darah seperti itu. Biasanya tekanan darah klien hanya 120/70 mmHg. Klien
juga merasakan mual dan muntah disertai dengan badan terasa lemas. Klien juga
mengeluarkan keringat dingin, gemetar, dan kadang – kadang klien juga mengalami sulit
tidur. Klien mengatakan BAB 1 kali dalam 3 hari. Klien ditawarkan untuk melakukan
program pengendalian cairan dan klien pun menerima dengan baik.
Riwayat Kesehatan Keluarga : Tn. S mengatakan bahwa Ayahnya mempunyai riwayat
hipertensi yang diderita .
Riwayat Kesehatan Lainnya : Tn. S mengatakan beliau tinggal di lingkungan yang bersih.
a. Keadaan umum
Saat ini Tn. S Nampak lemas dan hanya bisa berbaring di tempat tidur rumah sakit untuk
menjalani hemodialisa dengan kesadaran komposmentis
b. B1 (Breathing)
Pada pemeriksaan didapatkan hidung klien Nampak bersih, tidak ada polip hidung, tidak
ditemukan secret. Klien tidak ditemukan pembesaran vena jugularis dan tidak ditemukan
suara tambahan apapun. Bentuk dada simetris
c. B2 (Blood)
Pengkajian pada system kardiovaskuler didapatkan pasien mengalami pusing. Suara
jantung normal. Terdapat edema dibagian ektremitas bawah.
d. B3 (Brain)
Pengkajian pada sistem persyarafan ditemukan bahwa kesadaran pasien yaitu compos
mentis dengan Glasgow Coma Scale total 15. Pemeriksaan kepala didapatkan sklera putih,
konjungtiva merah muda, pupil isokor, tidak dapat pembengkakan pada leher. Tn S tidak
memiliki masalah pendengaran begitu juga dengan penciuman. Untuk pengelihatan Tn. S
tidak terdapat masalah apapun.
e. B4 (Bladder)
Pengkajian pada sistem perkemihan ditemukan produksi urin ± 300 ml dengan
frekuensi ≥ 5 x/ hari berwarna kuning dan bau normal. Tn S mengalami oliguria
f. B5 (Bowel)
Didapatkan adanya keluhan mukosa kering, tidak ada nyeri tenggorokan. Tn S tidak
ditemukan luka jahitan pada perut. BAB 1x dalam 3 hari dengan konsistensi jarang dan
mengalami kesulitan.
g. B6 (Bone)
Kemmpuan pergerakan sendi pada Tn S. Bebas tidak memiliki masalah apapun. Untuk
ektremitas atas tidak ada kelainan
2. Diagnosa Keperawatan
a. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan asupan
makanan kurang, mual muntah.
b. Kelebihan Volume cairan berhubungan dengan penurunan haluaran urine.
3. Intervensi (pilihan)
a. Indikasi:
Menurut Neuman, 2013, IDWG yang dapat ditoleransi oleh tubuh adalah tidak lebih dari
3% dari berat kering dengan klasifikasi sebagai berikut:
1) Berat badan ringan dengan rentang kenaikan < 3,9 %
2) Berat badan sedang dengan rentang kenaikan 4 – 6 %
3) Berat badan berat dengan rentang kenaikan > 6 %
b. Kontraindikasi:
Kontraindikasi IDWG yaitu :
Peningkatan berat badan selama periode interdialitik mengakibatkan berbagai macam
komplikasi. Komplikasi ini sangat membahayakan pasien kerena pada saat periode
interdialitik pasien berada dirumah tanpa pengawasan dari petugas kesehatan. Sebanyak
60%-80% pasien meninggal akibat kelebihan intake cairan dan makanan
pada periode interdialitik (Istanti, 2009). Sedangkan (Hudak & Gallo, 1996)
menyampaikan bahwa adanya kelebihan cairan yang melebihi IDWG dapat
dimanifestasikan : tekanan darah meningkat, nadi meningkat, dispnea, rales basah, batuk,
edema. IDWG yang berlebihan pada pasien dapat menimbulkan masalah, diantaranya
yaitu : hipertensi yang semakin berat, gangguan fungsi fisik, sesak nafas, edema pulmonal
yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kegawatdaruratan hemodialisis,
meningkatnya resiko dilatasi, hipertropi ventrikuler dan gagal jantung (Smeltzer & Bare,
2002).

4. Prinsip tindakan:
IDWG merupakan indikator kepatuhan pasien terhadap pengaturan cairan. IDWG
diukur berdasarkan dry weight (berat badan kering) pasien dan juga dari pengukuran
kondisi klinis pasien. Berat badan kering adalah berat badan tanpa kelebihan cairan yang
terbentuk setelah tindakan hemodialisis atau berat terendah yang aman dicapai pasien
setelah dilakukan dialisis (Kallenbach, 2005).

Berat badan pasien ditimbang secara rutin sebelum dan sesudah hemodialisis. IDWG
diukur dengan cara menghitung berat badan pasien setelah (post) HD pada periode
hemodialisis pertama (pengukuran I). Periode hemodialisis kedua, berat badan pasien
ditimbang lagi sebelum (pre) HD (pengukuran II), selanjutnya menghitung selisih antara
pengukuran II dikurangi pengukuran I dibagi pengukuran II dikalikan 100%.