Anda di halaman 1dari 7

RAKERNAS AIPKEMA 2016

“Temu Ilmiah Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat”

PENGARUH PELATIHAN TENTANG MANAJEMEN ASI PERAH (ASIP)


TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN IBU NIFAS

Feti Kumala Dewi1), Wasis Eko Kurniawan 2)

Prodi Kebidanan D3 STIKES Harapan Bangsa Purwokerto


email: vettykumala@gmail.com
Prodi Keperawatan S1 STIKES Harapan Bangsa Purwokerto
email: wasisekokurniawan@yahoo.co.id

Abstrak
Khusus untuk bayi dan anak telah dikembangkan standar emas makanan bayi menurut World Health
Organitation (WHO). Pertama adalah Inisiasi Menyusu Dini, kedua yaitu memberikan ASI eksklusif
sampai bayi berusia 6 bulan, ketiga adalah pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang
berkulitas berasal dari makanan keluarga. Pemberian MPASI dilaksanakan tepat waktu mulai bayi
berusia 6 bulan. Dan keempat ASI terus diberikan sampai anak berusia 2 tahun. Menurut data Riskesdas
tahun 2013 Pemberian ASI ekslusif sampai dengan umur di bawah 6 bulan baru mencapai 42% dari
target minimal WHO yaitu sebesar 50% ibu menyusui bayinya secara ekslusif. Cakupan ASI ekslusif
dapat ditingkatkan jika ibu nifas terutama yang bekerja bisa menerapkan Manajemen Air Susu Ibu Perah
(ASIP).Menganalisis Pengaruh Pelatihan Tentang Manajemen ASIP Terhadap Pengetahuan Dan
Ketrampilan Ibu Nifas di Desa Kembaran Wetan Wilayah Puskesmas Kalikajar Kabupaten Purbalingga.
Quasi-eksperiment. Teknik sampling yang digunakan Purposive sampling. Instrument untuk menilai
pengetahuan dan ketrampilan ibu nifas menggunakan quisioner dan ceklist. Uji statistik dengan uji
hipotesis dan tingkat kemaknaan 95% (alpha 0,05), karena data tidak berditribusi normal maka
menggunakan uji wilcoxon. Ada Pengaruh Pelatihan Tentang Manajemen ASIP Terhadap Pengetahuan
dan Ketrampilan Ibu Nifas di Desa Kembaran Wetan Wilayah Puskesmas Kalikajar Kabupaten
Purbalingga dengan p = 0,001. Jumlah tertinggi adalah pretest pengetahuan Tentang Manajemen ASIP
kurang menjadi baik dengan 12 responden (40%). Pretest Ketrampilan Tentang Manajemen ASIP kurang
menjadi baik dengan 17 responden (56,7%). Ada Pengaruh Pelatihan Tentang Manajemen ASIP
Terhadap Pengetahuan Dan Ketrampilan Ibu Nifas di Desa Kembaran Wetan Wilayah Puskesmas
Kalikajar Kabupaten Purbalingga dengan p = 0,001.

Kata Kunci: Pelatihan, Manajemen ASIP, Pengetahuan Dan Ketrampilan Ibu Nifas

Abstract
Especially for babies and children have developed the gold standard of infant feeding Organitation
according to the World Health Organization (WHO). The first is the Early Initiation of Breastfeeding, the
second is to give exclusive breastfeeding until the baby is 6 months old, the third is the provision of
Complementary feeding (solids) which berkulitas comes from a family meal. Giving solid foods begin to
be implemented on time baby is 6 months old. And the four ASI continue to be provided until the child is 2
years old. According to data from the year 2013 Riskesdas exclusive breastfeeding until the age under 6
months only reached 42% of the minimum target of 50% WHO that mothers exclusively breastfeed their
babies. Scope of exclusive breastfeeding can be improved if the postpartum mothers especially those who
work can apply the Mother's Milk Dairy Management (ASIP). Analyze Effects of Training On ASIP
Management Knowledge and Skills Mothers Against Ruling in Desa Wetan Kembaran Kalikajar The
Purbalingga Regional Health Center. Quasi-experimental. The sampling technique used purposive
sampling. Instrument to assess the knowledge and skills of puerperal women using questionnaires and
checklist. The statistical test to test the hypothesis and significance level of 95% (alpha 0.05), because the
data is not normal berditribusi then using Wilcoxon test. There is a Training Effect On ASIP Management
Knowledge and Skills Mothers Against Ruling in Desa Wetan Kembaran Kalikajar The Purbalingga
Regional Health Center with p = 0.001. The highest number is the knowledge pretest About Management
ASIP less be good with 12 respondents (40%). Management skills pretest About ASIP less become good
by 17 respondents (56.7%). There is a Training Effect On ASIP Management Knowledge and Skills

155
RAKERNAS AIPKEMA 2016
“Temu Ilmiah Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat”
Mothers Against Ruling in Desa Wetan Kembaran Kalikajar The Purbalingga Regional Health Center
with p = 0.001.
Key Words: Training, Asip Management, Knowledge And Skills Mother Postpartum

PENDAHULUAN tanpa tambahan makanan padat dan cair


Ketersediaan pangan beragam sampai usia 6 bulan. Makanan yang
sepanjang waktu dalam jumlah yang paling ideal untuk bayi adalah air susu
cukup dan harga terjangkau oleh semua ibu, namun demikian karena beberapa hal
rumah tangga sangat menentukan bayi tidak dapat memperoleh air susu ibu
ketahanan pangan di tingkat rumah karena beberapa alasan seperti kesehatan
tangga dan tingkat konsumsi makanan ibu dan bekerja di luar rumah. Untuk
keluarga. Khusus untuk bayi dan anak menggantikan ASI pada bayi diberikan
telah dikembangkan standar emas pengganti ASI, tapi pemberian pengganti
makanan bayi menurut World Health air susu ibu yang tidak tepat dapat
Organitation (WHO). Pertama adalah menimbulkan masalah kesehatan pada
Inisiasi Menyusu Dini, kedua yaitu bayi misalnya pemberian susu buatan
memberikan ASI eksklusif sampai bayi yang terlalu encer dapat mempengaruhi
berusia 6 bulan, ketiga adalah pemberian perkembangan bayi dan akan terjadi
Makanan Pendamping ASI (MPASI) kegemukan bila susu buatan diberikan
yang berkulitas berasal dari makanan terlalu kental. Menurut data Riskesdas
keluarga. Pemberian MPASI dilaksanakan tahun 2013 Pemberian ASI ekslusif
tepat waktu mulai bayi berusia 6 bulan. sampai dengan umur di bawah 6 bulan
Dan keempat ASI terus diberikan sampai baru mencapai 42% dari target minimal
anak berusia 2 tahun (Bappenas 2011, WHO yaitu sebesar 50% ibu menyusui
Adenita 2013). bayinya secara ekslusif (Kementrian
Pemberian ASI dan MPASI yang Kesehatan RI, 2013). Cakupan ASI
tepat akan mengurangi kemiskinan dan ekslusif dapat ditingkatkan jika ibu nifas
kelaparan. Dengan tingkat kecerdasan terutama yang bekerja bisa menerapkan
dan perkembangan emosional yang manajemen Air Susu Ibu Perah (ASIP).
optimal akan mempengaruhi kesiapan Salah satu langkah yang dapat
anak untuk bersekolah, dan hal ini dijadikan solusi untuk mengurangi kasus
memberi kontribusi pada percepatan gizi buruk ini adalah pentingnya gerakan
pencapaian target MDGs nomor dua masyarakat terutama bagi seorang ibu
yakni mencapai pendidikan untuk semua akan sadar gizi, dimulai dari pola
tahun 2015. Melalui strategi Peningkatan konsumsi makanan yang bergizi,
Makanan Bayi dan Anak (PMBA) yang beragam dan berimbang memperhatikan
tepat dan benar dapat menurunkan angka sanitasi dan kesehatan lingkungan serta
kematian balita sebanyak 20%. PMBA dapat dilakukan penyuluhan mengenai
bertujuan meningkatkan status gizi dan program sadar gizi di berbagai posyandu-
kesehatan, tumbuh kembang dan posyandu yang tersebar diseluruh
kelangsungan hidup anak di Indonesia. wilayah Indonesia (Wardhani, 2013).
Meskipun telah ada MPASI produk Dari data Dinas Kesehatan
pabrik, disarankan menggunakan bahan Kabupaten Purbalingga tahun 2013
makanan lokal/alami yang tersedia di didapatkan data status gizi balita dengan
masing-masing daerah (Depkes, 2010). Bawah Garis Merah (BGM) sebanyak
ASI ekslusif atau lebih tepat 2.409 balita (4,81%) dari 57.572 balita,
pemberian air susu ibu secara ekslusif angka ini masih lebih tinggi
adalah bayi hanya diberi air susu ibu saja dibandingkan status gizi balita dengan

156
RAKERNAS AIPKEMA 2016
“Temu Ilmiah Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat”

BGM di Kabupaten Banyumas tahun Pengetahuan dan ketrampilan ibu Nifas


2013 yaitu 1.075 balita (1,31%) dari tentang manajemen ASIP pada kelompok
100.025 balita. Dari studi pendahuluan eksperiment.Pada saat penelitian yaitu
pada tanggal 18 Maret 2015 di Dinas hari Minggu tanggal 29 Mei 2016 pukul
Kesehatan Purbalingga didapatkan data, 08.30 sampai pukul 12.30 dihadiri 30
di wilayah Kabupaten Purbalingga responden dan bidan desa Kembaran
terdapat 22 Kecamatan. Data status gizi wetan.
sampai bulan Desember 2013 yaitu balita Teknik Analisis Data. Analisis
dengan gizi kurang tertinggi adalah dari penelitian terdiri dari analisis
puskesmas Kalikajar Kecamatan bivariat. Analisis bivariat untuk menguji
Kaligondang dengan jumlah balita yang hipotesis antara variabel bebas dan
mengalami status gizi kurang (BB/U) terikat. Dalam analisis data diadakan uji
sebanyak 316 balita (14,45%) dan gizi persyaratan yaitu uji normalitas data.
buruk 20 balita (0,91%). Cakupan ASI Apabila data berdistribusi normal maka
ekslusif di puskesmas Kalikajar baru menggunakan uji statistik parametrik dan
tercapai 180 bayi (47,2%). Di Puskesmas bila tidak berdistribusi normal
Kalikajar ada 10 desa, dari 10 desa menggunakan statistik non parametrik.
tersebut wilayah yang paling luas adalah Uji statistik nonparametrik untuk
Desa Kembaran Wetan dengan 2,41 mengetahui Pengaruh Pelatihan Tentang
km²,jumlah penduduk 3600 jiwa dan Manajemen ASIP Terhadap Pengetahuan
kepadatan 1493 jiwa/km². Dan Ketrampilan Ibu Nifas Di Desa
Tujuan dalam penelitian ini Kembaran Wetan Wilayah Puskesmas
adalah menganalisis Pengaruh Pelatihan Kalikajar Kabupaten Purbalingga
tentang Manajemen ASIP Terhadap menggunakan uji Wilcoxon. Hasil
Pengetahuan Dan Ketrampilan Ibu Nifas sebaran data dengan analisis Shapiro wilk
Di Desa Kembaran Wetan Wilayah tidak normal (p pre test dan post test
Puskesmas Kalikajar Kabupaten kurang dari 0,05), sehingga
Purbalingga. menggunakan uji Wilcoxon.

METODE PENELITIAN HASIL DAN PEMBAHASAN


Peneliti akan memilih ibu nifas a. Pengaruh Pelatihan Tentang
yang memenuhi kriteria inklusi untuk Manajemen ASIP Terhadap
dijadikan responden, selanjutnya peneliti Pengetahuan Ibu Nifas Di Desa
akan meminta kesediaan ibu calon Kembaran Wetan Wilayah
responden untuk berpartisipasi yaitu ibu Puskesmas Kalikajar Kabupaten
nifas dan ibu yang memunyai balita usia Purbalingga.
sebelum 1 tahun. Bagi ibu calon
responden yang bersedia peneliti akan Tabel 1. Tabulasi Silang Pengaruh Pelatihan
meminta menandatangani lembar Tentang Manajemen ASIP Terhadap
Pengetahuan Ibu Nifas Di Desa Kembaran
informed consent.
Wetan Wilayah Puskesmas Kalikajar
Pada tahap pretest sebelum Kabupaten Purbalingga.
dilakukan intervensi dengan Pelatihan
manajemen ASIP peneliti mengkaji
Pengetahuan dan ketrampilan ibu Nifas
tentang manajemen ASIP pada kelompok
kontrol. Pada tahap posttest setelah
dilakukan intervensi dengan Pelatihan
manajemen ASIP peneliti mengkaji
157
RAKERNAS AIPKEMA 2016
“Temu Ilmiah Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat”

POST TEST menambahkan pengetahuan merupakan


PENGETAHUAN ASIP
domain yang sangat penting untuk
KURANG CUKUP BAIK Total
terbentuknya tindakan seseorang (over
PRE TEST KURANG Jumlah 0 1 12 13
PENGETA
behaviour). Pengetahuan diperlukan
% 0 3.3 40 43.3 sebagai dukungan dalam menumbuhkan
HUAN
ASIP CUKUP Jumlah 1 0 4 5 rasa percaya diri maupun sikap dan
% 3.3 0 13.3 16.7 perilaku setiap hari, sehingga dapat
BAIK Jumlah 0 1 11 12 dikatakan bahwa pengetahuan merupakan
% 0 3.3 36.7 40 fakta yang mendukung tindakan
Total Jumlah 1 2 27 30 seseorang.
% 3.3 6.7 90 100 World Health Organization
(WHO), United Nation or Safe The
Hasil uji Wilcoxon p = 0,001 Children (UNICEF), dan Departemen
Kesehatan republik Indonesia melalui SK
Dari tabel 1 dapat diketahui Menkes No.450/Men.Kes/SK/33/2012
bahwa ada pengaruh Pelatihan Tentang tanggal 1 Maret 2012 telah menetapkan
Manajemen ASIP Terhadap Pengetahuan rekomendasi pemberian ASI eksklusif
Ibu Nifas Di Desa Kembaran Wetan selama 6 bulan tanpa menambahkan dan
Wilayah Puskesmas Kalikajar Kabupaten atau mengganti dengan makanan atau
Purbalingga dengan uji Wilcoxon p = minuman lain. Dalam rekomendasi
0,001. Dengan jumlah tertinggi adalah tersebut, dijelaskan bahwa untuk
pretest pengetahuan Tentang Manajemen mencapai pertumbuhan, perkembangan,
ASIP yang kurang menjadi baik dengan dan kesehatan yang optimal, bayi harus
12 responden (40%). di beri ASI eksklusif 6 bulan pertama.
Hasil penelitian didapatkan Selanjutnya demi tercukupinya nutrisi
bahwa sebagian besar pengetahuan ibu bayi, maka ibu mulai memberikan
sebelum pelatihan adalah kurang dan makanan pendamping ASI hingga bayi
setelah pelatihan menjadi baik 12 berusia 2 tahun atau lebih (Depkes RI,
responden (40%), hal ini sesuai dengan 2012). Manajemen ASIP akan
teori menurut Notoatmodjo (2007), mendukung upaya dan keberhasilan ASI
pengetahuan adalah mengingat suatu ekslusif.
materi yang telah dipelajari sebelumnya Hal ini sesuai penelitian Miranda
atau mengingatkan kembali (recall) et all tahun 2011 dengan judul Stability
terhadap suatu yang spesifik dari seluruh of the antioxidant capacity and pH of
bahan yang dipelajari atau rangsangan human milk refrigerated for 72 hours:
yang telah diterima. Pengetahuan adalah longitudinal study. Dengan hasil
berbagai gejala yang ditemui dan penelitian yaitu ekstraksi dan
diperoleh manusia melalui pengamatan penyimpanan susu ibu sebelum
indrawi. Pengetahuan adalah merupakan konsumsi, waktu penyimpanan harus
hasil tahu dan ini terjadi setelah sesorang diminimalkan, sebaiknya kurang dari 24
melakukan pengindraan terhadap suatu jam.
objek tertentu. Pengindraan terjadi Untuk penyimpanan ASI memang
melalui pancaindra manusia yakni, indra akan mengalami lisis atau penurunan
penglihatan, pendengaran, penciuman, kadar gizi tetapi dengan manajeman
perasa, dan peraba. Sebagian besar ASIP diharapkan akan meminimalkan
pengetahuan manusia diperoleh melalui proses lisis dan ini lebih baik daripada
mata dan telinga. memberikan susu formula. Penelitian
Notoatmodjo (2007) juga Chang et all tahun 2012 dengan judul
158
RAKERNAS AIPKEMA 2016
“Temu Ilmiah Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat”

The macronutrients in human milk Wilayah Puskesmas Kalikajar Kabupaten


change after storage in various Purbalingga dengan uji Wilcoxon p =
containers. Dengan hasil ada penurunan 0,001. Dengan jumlah tertinggi adalah
yang signifikan dalam kandungan lemak pretest Ketrampilan Tentang Manajemen
mengikuti penyimpanan, pembekuan, dan ASIP kurang menjadi baik dengan 17
proses pencairan, mulai 0,27-0,30 g/dL responden (56,7%).
(p=0,02),tapi tidak ada penurunan yang Faktor yang mempengaruhi
signifikan dalam kandungan energi perilaku kesehatan yaitu faktor
(p=0,069) tercatat dalam sembilan predisposisi (predisposing factor) yaitu
wadah yang berbeda. Ada peningkatan pengetahuan, sikap, persepsi, keyakinan,
signifikan secara statistik pada protein faktor pendukung (enabling factor) yaitu
dan konsentrasi karbohidrat dalam semua sumber daya sarana dan prasarana,
kontainer (p = 0,021 dan 0,001, hukum (undang-undang, kebijakan), dan
masing-masing), namun tidak ada faktor penguat (reinforcing factor) yaitu
perbedaan yang signifikan antara sikap masyarakat (keluarga, teman
kontainer dalam hal isi lemak, protein, sebaya, guru, pengusaha, penyedia
karbohidrat, atau energi. layanan kesehatan, media, tokoh
b. Pengaruh Pelatihan Tentang masyarakat dan para pengambil
Manajemen ASIP Terhadap keputusan) yang mendukung atau tidak
Ketrampilan Ibu Nifas Di Desa mendukung perilaku kesehatan. (Green
Kembaran Wetan Wilayah dan Kreuter, 2005). Pelatihan adalah
Puskesmas Kalikajar Kabupaten proses pendidikan jangka pendek yang
Purbalingga. menggunakan prosedur yang sistematis
dan terorganisir.
Tabel 2. Tabulasi Silang Pengaruh Pelatihan Perilaku adalah respon individu
Tentang Manajemen ASIP Terhadap terhadap suatu stimulus atau suatu
Ketrampilan Ibu Nifas Di Desa Kembaran
Wetan Wilayah Puskesmas Kalikajar
tindakan yang dapat diamati dan
Kabupaten Purbalingga mempunyai frekuensi spesifik, durasi,
dan tujuan, baik disadari maupun tidak.
POST TEST Perilaku merupakan kumpulan berbagai
KETRAMPILAN
ASIP
faktor yang saling berinteraksi. Sering
Total
tidak disadari bahwa interaksi tersebut
KURANG BAIK

PRE TEST KURANG Jumlah


amat kompleks sehingga kadang-kadang
2 17 19
KETRAMPI kita tidak sempat memikirkan penyebab
LAN ASIP % 6.7 56.7 63.3
seseorang menerapkan perilaku tertentu.
CUKUP Jumlah 1 4 5
Karena itu amat penting untuk dapat
% 3.3 13.3 16.7
menelaah alasan dibalik perilaku
BAIK Jumlah 1 5 6
individu, sebelum mampu mengubah
%l 3.3 16.7 20 perilaku tersebut (Wawan, 2010).
Total Jumlah 4 26 30 Hal ini sesuai penelitian
% 13.3 86.7 100 Sulistyowati dan Siswantaratahun 2014
dengan judul perilaku ibu bekerja dalam
Hasil uji Wilcoxon p = 0,001 memberikan ASI EKSKLUSIF di
Kelurahan Japanan Wilayah Kerja
Dari tabel 2 dapat diketahui Puskesmas Kemlagi Mojokerto, dengan
bahwa ada Pengaruh Pelatihan Tentang hasil penelitian berdasarkan analisis chi-
Manajemen ASIP Terhadap Ketrampilan square dengan taraf kesalahan α = 0,05
Ibu Nifas Di Desa Kembaran Wetan antara sikap, norma subyektif, dan
159
RAKERNAS AIPKEMA 2016
“Temu Ilmiah Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat”

pengendalian perilaku diperoleh hasil Amelia, S. 2014. Pedoman Gizi


sikap (ρ = 0,000 < 0,05), norma subyektif Seimbang 2014.
(ρ = 0,017 <0,05), dan pengendalian http://gizi.depkes.go.id/pgs-2014-
perilaku (ρ = 0,000 < 0,05). Kesimpulan 2.
dalam penelitian ini yaitu ada hubungan Aminah, MS. 2011. Seri Buku
antara sikap, norma subyektif, dan Pintar Baby’s Corner Kamus
pengendalian perilaku dengan perilaku Bayi 0-12 bulan. Jakarta :
memberikan ASI eksklusif. Disarankan Luxima.
kepada ibu yang bekerja untuk Arikunto, S . 2010. Prosedur
menumbuhkan sikap positif tentang Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.
pemberian ASI Eksklusif, Tenaga Azwar, A. 2010. Sikap manusia Teori
kesehatan lebih aktif dalam dan Pengukurannya,
penyampaian informasi mengenai Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
pemberian ASI Eksklusif, Penyuluhan Chang , Chen and Lin . 2012. The
kepada ibu bekerja tentang ASI macronutrients in human milk
Eksklusif, perlu diadakannya kebijakan change after storage in various
mengenai komitmen program containers. Pediatr Neonatol.
peningkatan penggunaan ASI dikalangan 2012 Jun;53(3):205-9. doi:
ibu bekerja dan tempat kerja. 10.1016/j.pedneo.2012.04.009.
Epub2012 Jun 7.
SIMPULAN Depkes RI. 2010. Strategi
a. Ada Pengaruh Pelatihan Tentang Peningkatan Makanan Bayi Dan
Manajemen ASIP Terhadap Anak (PMBA). Jakarta.
Ketrampilan Ibu Nifas Di Desa Departemen Kesehatan RI. 2013. Buku
Kembaran Wetan Wilayah Puskesmas Panduan Kader Posyandu
Kalikajar Kabupaten Purbalingga Menuju Keluarga Sadar Gizi
dengan uji Wilcoxon p = 0,001. 2013. Jakarta.
Dengan jumlah tertinggi adalah pretest Dinas Kesehatan Kabupaten
Ketrampilan Tentang Manajemen Purbalingga. 2013. Profil
ASIP kurang menjadi baik dengan 17 Kesehatan Kabupaten
responden (56,7%). Purbalingga.
b. Ada Pengaruh Pelatihan Tentang Kementrian Kesehatan RI. 2013. Riset
Manajemen ASIP Terhadap Kesehatan Dasar 2013.
Ketrampilan Ibu Nifas Di Desa http://depkes.go.id/downloads/ris
Kembaran Wetan Wilayah Puskesmas kesdas2013/Hasil%20Riskesdas%
Kalikajar Kabupaten Purbalingga 202013.pdf.
dengan uji Wilcoxon p = 0,001. Miranda, Gormaz, Romero and
Dengan jumlah tertinggi adalah pretest Silvestre. 2011. Stability of the
Ketrampilan Tentang Manajemen antioxidant capacity and pH of
ASIP kurang menjadi baik dengan 17 human milk refrigerated for 72
responden (56,7%). hours: longitudinal study. Nutr
Hosp. 2011 Jul-Aug;26(4):722-8.
DAFTAR PUSTAKA doi: 10.1590/S0212-
Adenita, 2013. Asosiasi Ibu Menyusui 16112011000400009.
Indonesia Breast Friends Notoatmodjo, S .2007. Pendidikan
inspirasi22. Tangerang: Buah Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta :
Hati. Rineka Cipta.

160
RAKERNAS AIPKEMA 2016
“Temu Ilmiah Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat”

Notoatmodjo, 2010. Ilmu Perilaku


Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Roesli, U. 2008. Inisiasi Menyusu Dini
Plus ASI Eksklusif. Jakarta :
Pustaka Bunda.
UNICEF. 2011. Introducing Solid
Food, giving your baby a better
start in life. WHO
Wardhani. 2013. gizi buruk di
Indonesia.
http://himatipan.ftip.unpad.ac.id/g
izi-buruk-di-indonesia.
Yuliarti, N. 2010. Keajaiban ASI-
Makanan Terbaik untuk
Kesehatan, Kecerdasan, dan
Kelincahan Si Kecil. Yogyakarta :
Andi offset.
Yohmi, E. 2010. Indonesia Menyusui.
Jakarta :IDAI.

161