Anda di halaman 1dari 4

pTUGAS SISTEM ENDOKRIN

ISTILAH-ISTILAH

DISUSUN OLEH :

AMELIA (001SYE16)

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN JENJANG D III

MATARAM

2018
1. Kelenjar eksokrin : kelenjar yang memiliki saluran khusus tidak melalui darah, contohnya
seperti kelenjar eksokrin pankreas yang salurannya melalui duktus pancreatikus.
2. Kelenjar pineal : sebuah kelenjar endokrin pada otak vertebrata, yang memperoduksi
serotonin turunan dari melatonin.
3. Serotonin : hormon yang mempengaruhi modulasi pola bangun atau tidur dan fungsi
musiman.
4. Gonad : organ yang berfungsi dalam proses reproduksi.
5. Glukoneoogenesis : lintasan metabolisme yang digunakan oleh tubuh.
6. Glikogenolisis : menjaga keseimbangan kadar glukosa di dalam plasma darah untuk
menghindari simtoma hipoglisemia.
7. Mikrovaskular : komplikasi dari diabetes, karena penyakit-penyakit jantung sangat besar
risikonya pada penderita diabetes, maka pencegahan komplikasi terhadap jantung harus
dilakukan , termasuk pengendalian tekanan darah, kadar kolestrol dan lipid darah.
8. Jaringan adipose : jaringan yang tersusun atas lipid atau lemak, atau sebagai suatu
penumpukan lemak pada organism (jaringan penghubung yang sel-selnya mengandung
lemak berbentuk bulatan-bulatan besar).
9. Epistaksis : perdarahan dari hidung yang dapat terjadi akibat sebab lokal atau sebab umum
(kelainan sistemik).
10. Asites : pengumpulan cairan di dalam rongga perut. Asites cenderung terjadi pada penyakit
menahun (kronik), paling sering terjadi pada penyakit non hati seperti kanker, gagal jantung,
gagal ginjal dn tuberkulosis.
11. Peptida : molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino, jika jumlah asam amino
masih dibawah 50 molekul disebut peptida, namun jika lebih dari 50 molekul disebut protein
Trombus : produk terakhir dari proses pembekuan darah pada hemostasis.
12. Stenosis katup : kelainan katup.
13. Stenosis katup aorta : kelainan katup jantung dimana ketidakmampuan katup jantung untuk
membuka lebar dan sempurna sehingga darah tidak mengalir sempurna dari ventrikel kiri ke
aorta.
14. Reseptor : molekul protein yang menerima sinyal kimia dari luar sel mengarahkan kegiatan
sel seperti membelah atau mengizinkan molekul tertentu untuk masuk atau keluar sel.
15. Kelenjar hipofisis : kelenjar endokrin seukuran kacang (penghasil hormon) dengan berat
sekitar 0,5 g yang terletak dibagian bawah tengkorak terjepit diantara saraf optik, pada
manusia.
16. Tiroid : kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bagian depan leher. Kelenjar ini
mengeluarkan hormon-hormon yang mengatur metabolisme, pertumbuhan, suhu, tubuh,
denyut jantung, tekanan darah, berat badan dan lainnya.
17. Timus : berasal dari bahasa inggris tymus, dan bahasa yunani tumos yang berarti hati, jiwa,
keinginan, kehidupan adalah sebuah kelenjar yang terletak di depan dada, yang mencapai
berat maksimalnya saat manusia memasuki masa pubertas.
18. Septum : dari bahasa latin yang artinya sesuatu yang melingkupi adalah pembatas yang
memisahkan suatu rongga atau ruang
19. Sianosis : tanda fisik berupa kebiruan pada kulit dan selaput lendir, seperti pada mulut atau
bibir yang terjadi akibat rendahnya kadar oksigen dalam sel darah merah.
20. Gastroparesis : kondisi dimana pergerakan spontan (motilitas) otot lambung tidak berjalan
dengan semestinya atau suatu kondisi dimana otot-otot di perut tidak berfungsi secara
normal, biasanya kontaraksi otot yang kuat mendorong makanan melalui saluran
pencernaan, ketika terjadi gastroparesis otot-otot perut bekerja buruk.
21. Impotensi : penyakit disfungsi seksual yang dialami oleh laki-laki yang menyebabkan
seseorang tidak mampu berereksi maupun mempertahankan ereksi kemaluannya, sehingga
kegiatan seksual terhambat.
22. Glukagon : antagonis dari insulin, yang disekresi pada saat kadar gula darah dalam darah
rendah, pada prinsipnya menaikkan kadar gula di dalam darah.
23. Glikogen : salah satu jenis polisakarida simpanan dalam tubuh manusia, dimana terutama
dalam sel hati dan otot.
24. Neuropati : kondisi-kondisi yang terkait dengan kelainan pada fungsi saraf (gangguan saraf).
25. Retinopati : penyakit pada retina.
26. Glukosuria : ekskresi glukosa ke dalam urine. Seharusnya urine tidak mengandung glukosa
didalamnya karena ginjal akan menyerap glukosa hasil filtrasi terlebih dahulu sebelum
kembali ke dalam sirkulasi darah, namun sebaliknya itulah disebut glukosuria.
27. Kelenjar adrenal (kelenjar suprarenalis) : kelenjar endokrin berbentuk segitiga yang terletak
di atas ginjal.
28. Pankreas : organ aksesoris pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama yaitu
menghasilkan enzim pencernaan atau fungsi eksokrin serta menghasilkan bebrapa hormon
atau fungsi endokrin.
29. Penyakit autoimun : penyakit dimana sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang jaringan
sehat orang tersebut sendiri.
30. Ketoasidosis diabetik : komplikasi dari diabetes mematikan yang disebabkan kurangnya
insulin dalam tubuh, kondisi dapat terjadi ketika tubuh tidak bisa mengolah gula darah
(glukosa) karena tidak cukupnya insulin dalam tubuh.
31. Sinus koroner : mengumpulkan sebagian besar darah vena jantung, berukuran pendek,
ukuran bervariasi sekitar 15-65 milimeter, terletak disepanjang permukaan posterior jantung
antara ventrikel kiri dan atrium kiri.