Anda di halaman 1dari 4

Nikmati Perawan Cewekku

Nikmati Perawan Cewekku - Kali ini menceritakan hubungan Sex hilangnya perjaka
dan perawan dari pasangan anak SMA yang bernama Isku dan Melisa. Mau tahu
kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Anggap saja namaku Isku ( nama samara), aku akan menceritakan pengalaman ku dulu
yang mungkin akan aku ceritakan dengan bahasa seadanya ( maklum baru pertama
berbagi cerita di web dewasa), hhe. Okey, jadi begini. Cerita Sex-ku ini berawal dari
ketika aku masih duduk dibangku sekolah kelas 1 SMA. Ketika itu aku yang masih
tergolong anak baru gede bermaksud ingin mendekati teman sekolahku.

Nikmati Perawan Cewekku - Wanita yang aku dekati itu sih biasa-biasa saja kalau
kata teman-teman sekolahku, yah yang namanya cinta mau orang bilang apa bagiku dia
adalah wanita yang paling cantik di dunia, hhe… gombal dikit. Maaf sebelumnya para
maniaks cerita sex, didalam cerita ini aku tidak bisa menjelaskan sedetail mungkin
tentang wanita yang aku dekati ini yang sebut saja nama dia adalah Melisa.

Melisa ini adalah seorang gadis Abg yang sedang-sedang saja, begitu pula dengan
bentuk tubuh, payudara dan bagian pantatnya. Kembali ke pribadi masing-masing,
cantik itu relative, jika kita suka ya kita merasa dia cantik, kalau kita tidak suka mau
secantik apapun wanita itu ya bagi kita dia biasa-biasa saja,hhe… betul nggak para
pembaca. Seperti yang aku aku katakan tadi Melisa ini mempunyai body biasa, dan
wajah yang lumayan (menurutku).

Kalau berbicara tentang payudara dan pantat Melisa mempunyai yang ukuran yang
biasa-biasa saja. Namun walaupun Melisa biasa saja, namun Melisa ini berkulit putih
dan mempunyai wajah yang menggemaskan, pokoknya aku suka banget deh. Selama
aku masih dalam rangka pendekakatan, setahuku Melisa tidak pernah tahu dan
mengerti seputar sex, dia masih polos sekali para pembaca.

Singkat cerita setelah beberapa bukan melakukan pendekatan kepada Melisa, pada
akhirnya akupun bisa mendapatkanya dan kini statusku dengan dia adalah berpacaran,
hhe. Nah dari sininlah awal keseruan cerita sex-ku. Karena dia sudah resmi menjadi
pacarku, aku-pun mulai mengajarkan kepada Melisa untuk mengenal dan melakukan
hal-hal yang berbau sex. Pada awalnya sih memang sulit sekali, namun dengan trik
hebatku diapun akhirnya mau.

Pada hari itu, aku sudah merancang rencana agar aku bisa melakukan hal mesum
dengan Melisa pacarku itu. Pada hari itu aku memasang muka marah saat bersama
Melisa, setiap Melisa mengajak aku ngobrol pada saat itu aku diam saja dan berpura-
pura murung. Dengan hal itu, maka Melisa-pun merespon aku,

“ Kamu kenapa sih sayang, kog dari tadi aku ajak ngobrol kamu diem aja, dan kamu dari
tadi cemberut aja, kamu kenapa sih sayang ???, “ ucapnya penasaran kepadaku.

Ini nih, saat aku melakukan trik busukku,

“ Auk ah, aku kesel banget sama kamu, gara-gara kamu aku di ledekin sama temen-
temen, katanya masak aku cowok nggak jantan, “ ucapku berpura-pura marah.

“ Lah, kog bisa gara-gara aku sih Yank, emang aku salah apa, hhu, “, tanyanya
penasaran.

“ Iyalah jelas ini gara-gara kamu, kamu tahu nggak aku di ledekin sama temen-temen
katanya aku nggak jantan gara-gara aku nggak pernah ngapa-ngapain sama kamu, kan
malu, ” ucapku mulai memancing Melisa,

Pada saat itu Melisa tidak menjawab dan terdiam saja. Tidak kusangka setelah sore hari,
caraku itu ternyata sukses kawan. Kalian tahu Melisa pada sore harinya dia menelepon
aku tidak aku sangka dia berbicara lewat telefon bahwa dia ingin ML sama aku pada
malam hari di rumahnya. Wow gila nggak tuh, patut dicoba para pembaca caraku ini,
hhe. Lanjut. Saat itu dia memberitahukan aku bahwa aku harus kerumahnya pada pukul
00.00 WIB.

Aku tahu maksud Melisa menyuruhku kerumahnya pada jam itu, karena pada jam itu
semua keluarganya yang ada di rumahnya pasti sudah tertidur lelap dan pasti akan
aman tanpa hambatan. Seketika itu aku dihadapkan dengan rasa senang dan bingung,
aku bingung karena harus bagaimana agar aku bisa keluar jam segitu dan aku senang
karena Melisa pada akhirnya mengabulkan keinginanku untuk melakukan hubungan
sex.

Namun pada akhirnya akupun nekat kabur dari rumah dengan cara melompat diam-
diam dari jendela kamarku dan menuju kerumah Melisa. Singkat cerita sampailah aku
dengan motor yang disambut dengan seorag Melisa yang sudah menunggu di depan
rumahnya dengan baju tidur yang sangat tipis dan hamper transparan. Sesampainya
disana, kami-pun dengan diam-diam masuk kerumah Melisa yang besar dan mewah.

Dengan extra hati-hati, aku dan Melisa melompat dari jendela kamarnya. Sesampai-nya
di kamarnya kami pun segera melakukan pemanasan. Saat itu kami awali dengan aku
membuka kaos kami. Setelah kami sama-sama telanjang setengah dada aku pun
lansung memeras buah dada-nya, dengan penuh nafsu saat itu aku melucuti piyamanya
yang tipis dan tak lupa aku melepaskan tali bra-nya.

Setelah terbuka Tali Bra-nya aku-pun mulai melepas Bra milik Melisa yang mengganggu
tangan ku pada saat aku meremas payudaranya. Pada awalnya aku menganggap
payudara Melisa kecil, namun setelah kini aku melihatnya langsung, Wow… cukup
besar kawan. Payudara Melisa yang sudah tanpa Bra itu terlihat sanagt kencang dan
padat sekali, sungguh melihat itu nafsuku semakin membara saja, rasanya ingin sekali
segera meremas dan mengkulumnya,

Aku yang sudah nafsu berat, saat itu aku-pun langsung melucuti celana beserta celana
dalamnya yang minim itu. Pada saat itu Melisa-pun mendadak agresif lalu melucuti
celanaku dan celana dalamku. Tanpa komando Melisa-pun mulai meraih kejantananku
dan membimbing kejantananku kedalam mulutnya,

“ Oughhh… Ssssshhh… nikmat enak sayang… Aghhhhhh… terus kayak gitu sayang…
Aghhh…, ” desahku.

Sungguh pada saat itu aku tidak menyangka Melisa bisa melakukan hal seperti itu.
Sungguh nikmat sekali kuluman Melisa pada kejantananku. Bebrapa menit dia
mengkulum kejantananku dengan lincah-nya. Namun ketika sedang enak-enaknya tiba-
tiba Melisa menghentikan kulumanya dan,

“ Sayang kamu bawa kondom nggak, ” ucapnya mengejutkanku.

Pada saat itu aku tidak menjawab pertanyaanya, memang sebenarnya aku sengaja tidak
membawa benda itu. Tanpa buang waktu lagi, aku-pun langsung mendorongnya sampai
jatuh pada ranjangnya dan aku-pun langsung menghujani ciuman pada bibirnya yang
nikmat dan merah merekah itu. Kami yang saat itu sama-sama nafsu, Melisa-pun
kemudian merespon ciumanku dengan mengadu lidah dengan liarnya.

Ditengah kenikmatan itu, air liur kami menjadi satu di dua mulut yang saling
berpangutan di iringi dengan tangan kananku yang mulai menjamah payudara Melisa
dan tangan kiri-ku memainkan vagina Melisa dengan perlahan. Sedikit demi sedikit aku
melakukan hal itu. Kira-kira setelah 5 menit jariku bermain pada area kewanitaan
Melisa, aku merasakan tanganku mulai dibasahi oleh lendir kawin dari vagina Melisa.

Setelah puas kami melakukan warming up, kemudian kami-pun memulai melakukan
yang lebih hot. Kini aku mulai mengkulum pentil-nya yang sebelah kanan dan yang kiri
aku remas dengan tanganku yang sesekali menarik putingnya yang mulai keras.
Lidahku yang saat itu asik dengan memainkan putting itu, tak lupa aku menghisap
payudaranya yang kenyal dan mulai keras karena rangsanganku,
“ Ughhh… Sssss… Aghhh… Oughhh…. Terus saying… Aghhhh…., ” desahnya.

Mendengar desahnnya, saat itu aku semakin menggila dan aku melakukan itu semakin
keras dan mulutku mulai menurun ke bagian bawah melewati perut dan sampai ke
tempek nya yang basah dengan air yang terus mengalir dari dalam Vagina-nya dan dia
masih saja merengek tetapi dia ingin di teruskan karena nikmatnya mungkin. Setelah
beberapa menit aku menyuruhnya mengkulum lagi Penis-ku.

Saat itu akupun sudah tidak sabar lagi ingin menikmati keperawanannya dan dia
langsung menghisap tanpa ragu. Saat itu kuluman-nya yang kuat membuatku geli dan
nikmat yang luar biasa. Setelah beberapa menit berlalu aku menggesek-gesek vaginanya
dan dia merengek tidak jelas karena masih dengan posisi dia mengkulum Penis-ku.