Anda di halaman 1dari 5

5.

Konsultasi awal dengan orang proyek


Setelah anda diterima kerja praktik di suatu proyek ada baiknya anda berkonsultasi kepada orang
proyek yang bertanggung jawab untuk masalah kerja praktik. Sampaikan lah apa yang diminta
dari dosen pembimbing. Misalkan dosen pembimbing menginginkan fokus ke item pekerjaan
plafon, maka anda hanya membutuhkan data-data yang berhubungan dengan pekerjaan plafon.

6. Perlengkapan safety
Jika anda sudah terjun di proyek, perlengkapan atau alat yang tidak boleh anda abaikan adalah
perlengkapan safety seperti sepatu safety, helm proyek, dan sebagainya. Biasanya di proyek
tidak memberikan asuransi kecelakaan untuk mahasiswa kerja praktik sehingga mawas diri di
proyek sangat diperlukan.

7. Memahami data-data proyek


Banyak mahasiswa bingung langkah pertama yang harus dilakukan saat kerja praktik di
lapangan. Sebelum anda mempelajari proses pelaksanaan proyek di lapangan ada baiknya
menggali informasi terlebih dahulu di kantor proyek. Anda harus minta gambar-gambar struktur,
arsitek, dan MEP. Sebaiknya pelajari terlebih dahulu data-data yang terdapat dalam gambar.
Jangan sampai anda menanyakan ke pembimbing KP di proyek tentang hal-hal yang sudah
tertera di gambar. Yang perlu diketahui dalam suatu proyek terdapat 3 jenis gambar yaitu gambar
perencana, gambar shopdrawing, dan gambar as built drawing.

Data-data yang dibutuhkan orang yang sedang kerja praktik biasanya adalah gambar seperti yang
sudah dijelaskan di atas, kurva S, dan struktur organisasi.

8. Aktif bertanya dan rajin ke proyek


Sebagai mahasiswa yang sedang belajar ilmu lapangan, jangan sekali-kali sungkan untuk
bertanya kepada pembimbing di lapangan. Biasanya anda akan diajak berkeliling dan
menyaksikan sendiri pekerjaan di lapangan. Dari proses pengamatan pekerjaan biasanya ada hal-
hal baru yang tidak pernah anda temukan di saat kuliah. Tanyakan kepada orang proyek atau
pembimbing lapangan tentang ilmu-ilmu baru di lapangan. Karena tujuan anda kerja praktik
adalah menggali ilmu lapangan yang tidak pernah ada di bangku kuliah.

Cara lain agar anda terlihat aktif dan lebih dekat dengan orang proyek jadi lah mahasiswa kerja
praktik yang rajin. Tidak perlu tiap hari datang namun dibuat jadwal yang rutin misalkan 1
minggu 3 kali. Hal ini sangat penting karena orang proyek biasanya mengamati mahasiswa KP.
Mahasiswa yang rajin ke proyek biasanya akan diajak atau direkrut sebagai staf proyek di proyek
berikutnya.

9. Dokumentasi
Alat bantu yang bisa memudahkan anda dalam belajar ilmu lapangan adalah kamera. Anda bisa
mendokumentasikan setiap pekerjaan yang belum anda mengerti. Sehingga sewaktu-waktu bisa
anda buka lagi dan bertanya kepada pembimbing di lapangan. Dokumentasi juga biasanya akan
dilampirkan dalam laporan kerja praktik.

10. Belajar manajemen proyek


Setelah anda melakukan pengamatan di lapangan, sebaiknya anda bertanya-tanya tentang
jobdesk yang ada di proyek. Minta lah data-data manajemen seperti kurva S, struktur organisasi,
dan sebagainya. Pelajari kurva S terlebih dahulu kemudian tanyakan kasus-kasus yang biasa
terjadi di proyek seperti kenapa progres pekerjaan mengalami perlambatan? bagaimana cara
menghitung progress pekerjaan?

11. Belajar alat-alat dan material proyek


Ilmu lain yang wajib anda pelajari adalah alat-alat yang sering digunakan diproyek dan material
apa saja yang digunakan di proyek. Contoh alat-alat pendukung yang perlu dipelajari adalah
bagian-bagian scaffolding, bar cutter, bar bender, dan sebagainya. Contoh material proyek yang
perlu anda pelajari adalah mengenal jenis-jenis kayu yang baik, material waterproofing, amterial
floorhardener dan sebagainya.

12. Meminta tugas dari proyek


Agar ilmu yang anda dapatkan diproyek semakin banyak maka minta lah tugas kepada
pembimbing lapangan. Dengan adanya tugas, anda akan merasakan seperti layaknya orang
bekerja. Contoh tugasnya adalah menghitung progress lapangan yang dilaporkan kepada
pembimbing lapangan seminggu sekali. Contoh lain adalah menghitung material datang seperti
scaffolding, besi, kayu dan sebagainya.
5 Hal yang Harus Anda Lakukan saat
Kerja Praktek
Semester ini akan segera berakhir. Bagi Anda mahasiswa tahun ketiga, bisa jadi ini menandakan
satu hal. Waktunya Kerja Praktek (KP). KP atau biasa disebut Kapita Selekta / Praktek Kerja
Lapangan sendiri adalah satu satu media yang biasa dilakukan oleh perguruan tinggi untuk
memberikan kesempatan para mahasiswanya merasakan langsung praktek keilmuan mereka di
dunia kerja. Berbeda dengan KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang biasanya dilakukan di desa-desa
dan beramai-ramai oleh mahasiswa lintas jurusan, KP biasanya dilakukan dengan magang pada
posisi tertentu di perusahaan-perusahaan. Selain bertujuan memberikan pengalaman dunia kerja,
KP biasanya dijadikan sarana untuk mengetahui keterkaitan antara ilmu yang dipelajari di
bangku kuliah dan implementasinya di dunia kerja. Karena fungsi KP ini sendiri cukup penting,
ada beberapa hal yang kayaknya penting banget Anda lakukan saat KP. Apa aja ? Langsung aja
deh dicek di TKP.

Ya pokoknya jangan sampe kayak gini lah

1. Belajar Profesionalime Kerja

Ini hal yang paling utama. Saat KP, Anda akan diminta untuk belajar menjadi seorang karyawan,
seorang profesional, dan membiasakan diri bersikap selayaknya seorang profesional dalam dunia
kerja. Apa itu professional ? Simpelnya, professional adalah melakukan sesuatu pada tempatnya,
dan mengutamakan kepentingan perusahaan / hubungan kerja daripada kepentingan pribadi. Jadi
ga ada lagi yang namanya telat masuk kantor, telat ngumpulin tugas, telat datang meeting, ga
bisa nyelesaiin tugas dari atasan karena belum pernah diajarin waktu kuliah, atau datang ke
kantor dengan pakaian yang kucel dan ga rapi. Tinggalkan segala kebiasaan buruk saat kuliah itu
saat di dunia kerja. Dalam dunia professional, kepercayaan adalah hal yang terpenting, dan
kepercayaan terhadap Anda dapat dengan sangat mudah dilihat dari berbagai aspek, termasuk
dari hal-hal sederhana yang menurut Anda sepele.

2. Belajar Dewasa

Saat memilih perusahaan tempat KP, cukup banyak mahasiswa yang memilih perusahaan yang
berlokasi di luar kota tempat ia kuliah. Salah satu pertimbangannya adalah cari pengalaman dan
lingkungan baru, selain kesempatan jalan-jalan tentunya. Sebenernya ga ada yang salah tentang
hal ini, justru memilih perusahaan tempat KP di luar tempat kuliah bisa memberikan Anda
pengalaman baru akan arti kedewasaan dan kemandirian. Bagaimana menentukan lokasi tempat
tinggal yang strategis, mengatur jam berapa berangkat dan naik apa ke kantor, mengatur
keuangan sehari-hari, hingga menyelesaikan sendiri urusan rumah tangga yang terkesan sepele
seperti mencuci baju. Dunia kerja adalah dunia kemandirian. Diharapkan ketika memasuki dunia
kerja, Anda “sudah selesai” dengan urusan-urusan pribadi dan dapat benar-benar fokus akan
tanggung jawab pekerjaan itu sendiri, dan melalui hal-hal ini Anda dapat berlatih untuk terbiasa
hidup mandiri.

3. Belajar Implementasi Ilmu Perkuliahan di Dunia Kerja

Pernah kepikiran ga sih kenapa kita harus capek-capek ngerjain tugas yang seabrek dari dosen ?
Begadang sampe mata marah cuma buat ngumpuin tugas tepat waktu dan berbagai penderitaan
khas mahasiswa lainnya. Nah ini semua itu akan terjawab saat Anda KP. Apa aja
implementasinya, kenapa kita mempelajari itu, apa manfaat bagi kita ke depannya, bisa Anda
amati selama proses pelaksanaan KP. Dengan mengetahui implementasi materi perkuliahan di
dunia kerja, kita bisa mengetahui apa potensi diri kita dan apa kemampuan yang perlu
diperdalam sebagai bekal pasca kampus nantinya.

4. Belajar Membangun Jejaring

Dalam dunia yang benar-benar kompetitif sekarang ini, jaringan dan relasi mutlak menjadi
atribut pendukung bagi seseorang dalam mencapai kesuksesan. Saat Anda KP, Anda akan
berkenalan dengan lingkungan professional untuk pertama kalinya. Jangan sia-siakan
kesempatan ini dan mulailah membangun nama baik. Selain didapat dari kinerja yang baik, nama
baik dapat dikembangkan dengan kemampuan membangun jejaring yang mumpuni. Mulailah
membangun jejaring dari orang-orang terdekat, mulai dari rekan di kantor, teman-teman satu
angkatan magang lintas universitas di kantor, hingga atasan atau supervisor magang di kantor.
Ga cuma bermanfaat secara kasat mata, dari sudut pandang agama pun, menjalin tali silaturahim
dapat menambah umur dan rejeki. Jadi memang sama sekali ga ada salahnya. J

5. Belajar Mengetahui Prospek Karir

Hampir mirip sama poin ketiga. Selain bisa tau apa implementasi materi perkuliahan di dunia
kerja, saat KP Anda juga bisa mengetahui prospek pekerjaan yang dapat Anda pilih nantinya saat
pasca kampus. Apa saja pilihannya, apa plus minus nya, bagaimana jenjang karirnya bisa Anda
ketahui. Maka dari itu jangan cuma jadi anak magang yang antisosial, yang datang ke kantor,
duduk, ngerjain tugas, istirahat, ngerjain tugas lagi, terus pulang on time. Bangunlah kedekatan
dengan rekan sekantor, seringlah berdiskusi dan bertanya. Diharapkan dari sana kita bisa
memahami apa yang dunia kerja butuhkan dari keilmuan yang tengah Anda pelajari, didukung
dengan pemahaman implementasi ilmu perkuliahan di dunia kerja, potensi dan skill yang dapat
diperdalam untuk pasca kampus, sehingga sebelum lulus pun Anda sudah dapat merencanakan
prospek karir yang paling sesuai bagi diri Anda