Anda di halaman 1dari 6

ABDIMAS TALENTA 1 (1) 2016: 25-30 http://jurnal.usu.ac.

id/abdimas
Utomo, B. et al. Iptek pada Perbaikan Jalan Desa yang Memiliki Sifat Licin Tanah Merah Kuning

IPTEK PADA PERBAIKAN JALAN DESA YANG MEMILIKI SIFAT LICIN


TANAH MERAH KUNING

Budi Utomo1, Darma Bakti2, Kasmir Tandjung3


a
Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara, Medan, 20152
b
Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan, 20152
c
Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan, 20152
email: budi2@usu.ac.id

Abstract
Wilayah selatan perbatasan Provinsi Sumatera Utara-Aceh merupakan salah satu wilayah yang
paling tertinggal. Karena rendahnya perhatian pemerintah Jarak ke ibu kota Provinsi Aceh yang
jauh (18 jam perjalanan darat). Penduduk wilayah ini mayoritas suku Phak Phak dan Karo.
Pemekaran wilayah sudah selayaknya mendapat respon postif bagi wilayah terdampak. Namun
tidak demikian halnya dengan desa-desa yang letaknya di ujung wilayah. Desa-desa di wilayah
Kabupaten Singkil tidak memiliki kejelasan batas baik secara konvensional maupun secara
administrasi. Hal ini pula yang dihadapi oleh Dusun Lae Rambung yang berada di antara
Kecamatan Singkohor dan Kecamatan Kota Baharu. Masing-masing desa mengklaim namun juga
meragukan status wilayah administrasi dusun ini. Oleh karena keraguan tersebut maka dusun ini
terus ditinggalkan ketika setiap desa merencanakan pembangunan di wilayahnya karena khawatir
dana pembangunan akan tersedot ke wilayah desa tetangganya. Buruknya akses jalan
mengakibatkan biaya transport hasil bumi sangat tinggi. Sifat tanah di wilayah ini yang tergolong
tanah merah dengan kandungan liat yang sangat tinggi menyebabkan jalan menjadi licin dikala
hujan. Untuk mengatasi hal tersebut maka Tim PPM USU membantu dengan melakukan
pengerasan jalan menggunakan pasir batu (sirtu) yang dikombinasi dengan iptek perguruan tinggi
berupa campuran perekat (soil stabilizer) yang berfungsi menghilangkan sifat licin dari tanah
merah sekaligus meningkatakan daya dukung beban jalan.

Keywords: jalan rusak, tanah merah licin, sirtu, perbaikan

1. PENDAHULUAN Pemekaran wilayah sudah selayaknya


Analisis Situasi mendapat respon postif bagi wilayah
Wilayah perbatasan hingga kini menjadi terdampak. Namun tidak demikian halnya
wilayah tertinggal karena minimnya perhatian dengan desa-desa yang letaknya di ujung
dan jauhnya jarak dari pusat administrasi di wilayah. Desa-desa di wilayah Kabupaten
Provinsi. Desa Singkohor yang terletak di Singkil tidak memiliki kejelasan batas baik
wilayah perbatasan antara Provinsi Sumatera secara konvensional maupun secara
Utara dan Provinsi Aceh merupakan salah administrasi. Hasil penelitian Utomo, dkk.
satu desa yang merasakan dampak tersebut. (2015)menunjukkan bahwa hampir seluruh
Sebagai ilustrasi wilayah ini termasuk batas desa belum tertata baik di Kabupaten
wilayah administrasi Provinsi Aceh, namun Singkil, apalagi untuk wilayah-wilayah yang
terpaut jarak 14 jam perjalanan darat (800- letaknya di ujung kabupaten/kecamatan. Hasil
900 km) untuk mencapai ibukota provinsinya. penelitian ke instansi terkait seperti Bappeda,
Sementara ke Medan sebagai ibukota Provinsi BPN, Dinas PU kabupaten setempat maupun
Sumatera Utara hanya berjarak < 200 km Kecamatan Singkohor menunjukkan belum
yang dapat ditempuh 4-5 jam perjalanan ada peta batas desa di kebanyakan wilayah
darat. Lamanya perjalanan disebabkan jalan Kabupaten Singkil. Peta batas masih
yang melewati lereng gunung sehingga mencakup batas antar kecamatan saja. Hal ini
banyak tikungan tajam di sepanjang pula yang dihadapi oleh Dusun Lae Rambung.
perjalanan. Oleh karena itu tidak Dusun ini terletak di ujung perbatasan antara
mengherankan jika hampir seluruh penduduk 4 desa yakni Desa Singkohor dan Desa Mukti
di wilayah ini merupakan suku phakphak Jaya di Kecamatan Singkohor, serta Desa
yang berasal dari Sumatera Utara di Mukti Lincir (Transmigrasi D-3) dan Desa
perbatasan (BPS, 2014). Sumber Mukti (Transmigrasi Km-10) di
berkembang. Kecamatan Kuta Baharu. Masing-masing desa

25
ABDIMAS TALENTA 1 (1) 2016: 25-30 http://jurnal.usu.ac.id/abdimas
Utomo, B. et al. Iptek pada Perbaikan Jalan Desa yang Memiliki Sifat Licin Tanah Merah Kuning

mengklaim namun juga meragukan status batas administrasi. Permasalahan kerusakan


wilayah administrasi dusun ini. Oleh karena jalan desa ini kiranya menjadi sorotan tim PPM
keraguan tersebut maka dusun ini terus USU untuk dapat memberikan solusi khususnya
ditinggalkan ketika setiap desa merencanakan bagi masyarakat desa agar perekonomiannya
pembangunan di wilayahnya karena khawatir segera bangkit. Oleh Karena itu Tim PPM USU
dana pembangunan akan tersedot ke wilayah menawarkan solusi penyelesaian permasalahan
desa tetangganya. berupa:
Asal penduduk yang berasal dari suku
pendatang (Phakphak dan Karo) 1. Untuk dapat memperbaiki jalan desa,
mengakibatkan jumlah penduduk di wilayah masyarakat tidak memiliki pengetahuan dan
desa sasaran tergolong sedikit. Namun kemampuan untuk membeli pasir batu
demikian Karena luasnya wilayah desa dan (sirtu) dan menyewa apalagi membeli alat
mata pencaharian penduduk yang berkebun berat stump walls roller compactor yang
maka jarak antar rumah penduduk juga sangat harganya mencapai 1 milyar. Oleh Karena
jarang. Akses jalan yang rusak itu perlu dukungan dana Non PNBP USU
mengakibatkan keengganan masyarakat untuk akan dimanfaatkan untuk mengatasi
ke pasar kecamatan/keramaian, baik untuk permasalahan ini. Bantuan dana ini akan
memasarkan hasil bumi atau berbelanja. dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi
Jalan di dusun ini merupakan jalan perbaikan jalan di wilayah ini.
alternatif yang menghubungkan antara Desa 2. Sifat tanah di wilayah ini yang tergolong
Singkohor dengan Desa Mukti Lincir di tanah merah dengan kandungan liat yang
Kabupaten Singkil sekaligus merupakan jalan sangat tinggi menyebabkan jalan menjadi
alternatif menuju ke Desa Darul Aman licin dikala hujan. Untuk mengatasi hal
(Transmigrasi A-3) di Kecamatan Longkib tersebut maka Tim PPM berencana untuk
Kota Subulussalam. Karena alasan yang telah mengatasi permasalahan ini dengan
disebutkan di atas maka jalan di wilayah ini melakukan pengerasan jalan menggunakan
hingga kini sangat memprihatinkan karena pasir batu (sirtu) yang dikombinasi dengan
tidak mendapat perhatian pembangunan. iptek perguruan tinggi berupa campuran
Padahal jalan ini banyak digunakan oleh perekat yang berfungsi menghilangkan sifat
masyarakat setempat untuk bepergian dan licin dari tanah merah ini. Hasil penelitian
mengeluarkan hasil panen masyarakat. Jika Tandjung, dkk. (2014) menyatakan
hujan turun praktis jalan sulit dilalui pencampuran 30% pasir sungai telah dapat
pengendara roda 2 dan 4 karena jalan masih mengurangi sifat licin dari tanah liat.
berupa tanah kuning-merah yang licin, Kandungan batu kerikil yang diperoleh dari
berlumpur dan rentan erosi. Mata pencaharian sungai turut menghasilkan ikatan pada tanah
penduduk umumnya berkebun karet dan yang licin. Kombinasi pasir dan batu
kelapa sawit, hanya sebagian penduduk yang dengan perbandingan 70:30 akan
bertani palawija. Buruknya akses jalan juga menghasilkan ikatan yang kompak pada
mengakibatkan biaya transport hasil bumi tanah dengan kandungan liat yang tinggi.
sangat tinggi. Akibatnya masyarakat harus Walau demikian perbandingan 80:20 masih
menanggung biaya tersebut yang berakibat layak digunakan untuk menghilangkan sifat
pada terpangkasnya harga hasil panennya licin dari tanah liat. Selanjutnya Tandjung,
yang berakibat pada penurunan pendapatan dkk (2015) menambahkan untuk menambah
masyarakat (Arfianto dan Balahmar, 2014). kekompakan tanah, penggunaan bahan
pengeras jalan tanah (soil stabilizer) perlu
2. METODE diberikan. Penelitian penggunaan soil
stabilizer mampu memberikan kekuatan
Untuk meningkatkan perekonomian
untuk menahan beban hingga 300%
masyarakat desa terutama yang tinggal dan
dibandingkan tanpa pemberian bahan ini.
mencari nafkah di wilayah pedalaman desa ini
3. Kebutuhan sirtu untuk pengerasan jalan
tentu akses jalan menjadi hal yang amat
selebar 5 m adalah 6.000m3 atau setara 200
penting. Luasnya cakupan wilayah serta
dump truk setiap kilometernya. Ini berarti
mahalnya biaya perbaikan jalan/ pengerasan
dengan panjang jalan yang akan diperbaiki
mengakibatkan penduduk harus bersabar
sepanjang 5 km maka seharusnya
menanti datangnya perbaikan jalan. Sementara
dibutuhkan 30.000 m3 atau setara 1.000
dari sisi pemerintahan desa sendiri enggan
dump truk sirtu. Namun dengan penerapan
untuk meluangkan dana desanya bagi perbaikan
iptek perguruan tinggi maka penggunaan
jalan wilayah ini karena ketidak jelasan status
sirtu dapat dihemat hingga 50% nya. Karena

26
ABDIMAS TALENTA 1 (1) 2016: 25-30 http://jurnal.usu.ac.id/abdimas
Utomo, B. et al. Iptek pada Perbaikan Jalan Desa yang Memiliki Sifat Licin Tanah Merah Kuning

kebutuhan perbaikan jalan sepanjang 5 km, menggunakan roda dua ke jalan yang
maka Tim PPM USU berencana melakukan memungkinkan masuknya kendaraan roda
perbaikan jalan secara terputus-putus. Ini empat.
berarti hanya pada jalan-jalan yang rusak
dan berpotensi rusak saja yang akan
mendapat pengerasan sirtu ini. Penyerakan
(penyebaran) dan perataan sirtu di badan
jalan akan dilakukan oleh masyarakat desa
secara bergotong royong. Ketebalan sirtu
diupayakan setipis mungkin untuk
menjangkau sejauh mungkin badan jalan
yang dapat diakomodir. Diharapkan dengan
200 dump truk (6.000 m3) sirtu akan dapat
memperbaiki dan menyelesaikan
permasalahan jalan di wilayah ini. Hal ini
diharapkan akan berdampak pada
percepatan kemajuan perkembangan
wilayah ini.
Tim PPM juga akan melakukan sosialisasi Gambar 2. Proses pelebaran jalan alternatif
dan penyuluhan kepada masyarakat agar yang selama ini hanya dapat
bersama-sama mensukseskan kegiatan PPM ini. dilewati kendaraan roda dua agar
Masyarakat telah menyatakan kesediaannya dapat dilewati kendaraan roda
untuk bergotong royong, baik dalam hal empat atau lebih.
menyebar dan meratakan sirtu ke badan jalan.
Dengan kesepakatan kerjasama ini maka Tim Panjang jalan yang harus diperlebar atau
PPM USU yakin pendanaan program PPM Non dibuat kembali berkisar 3 km. Tim segera
PNBP USU diharapkan dapat mengatasi melakukan pelebaran jalan sekalian
permasalahan akses jalan desa di wilayah ini. pembentukan badan jalan (membentuk
tempurung terbalik) menggunakan alat berat
3. HASIL DAN PEMBAHASAN berupa motor grader (Gambar 2).
Setelah mendapatkan hasil pengumuman Setelah dilakukan pelebaran jalan
bahwa kegiatan ini telah disetujui untuk sepanjang 3 km menggunakan motor grader,
didanai pada program pengabdian pada maka pekerjaan dilanjutkan melakukan
masyarakat dari dana yang bersumber dari perbaikan jalan-jalan yang rusak terlebih
dana non PNBP, maka tim pelaksana dahulu agar dapat dilewati kenderaan dump
melakukan serangkaian persiapan terkait truk pengangkut material pasir batu (sirtu).
pelaksanaan program di desa sasaran yakni Perbaikan ini dilakukan menggunakan
Desa Singkohor Kecamatan Singkohor excavator (back hue). Badan jalan yang becek
Kabupaten Singkil Provinsi Aceh. dan tergenang dibuatkan saluran pembuangan
Selanjutnya tim pelaksana menyiapkan agar air dapat keluar dari badan jalan. Bagi
serangkaian izin desa dan izin LPM terkait badan jalan yang berlobang dalam akan
pelaksanaan program. Tim pelaksana ditimbun oleh material tanah atau sirtu
melakukan pertemuan dengan warga dan menggunakan excavator. Pada bagian jalan
aparat desa setempat untuk menggali tertentu yang terlalu menanjak juga akan di-
permasalahan lebih dalam agar nantinya saat perlandai menggunakan excavator yang sama.
pelaksanaan program kendala yang akan Bagi jembatan kayu yang sudah lapuk dan
dihadapi dapat diprediksi dan dapat terlalu kecil untuk dilewati kendaraan roda
diselesaikan. empat segera mendapatkan penggantian kayu
Hasil pertemuan dengan warga dan pelebaran jembatan. Jembatan tetap
didapatkan ternyata jalan alternatif yang akan dibuat menggunakan kayu mengingat
diperbaiki sebahagian masih berupa jalan ketersediaan kayu yang cukup melimpah di
kendaraan roda dua karena kondisi medan lokasi kegiatan.
yang berat sehingga tidak memungkinkan Karena pelaksanaan kegiatan jatuh pada
kendaraan roda empat untuk dapat bulan Oktober-Desember yang berarti
melewatinya. Ini berarti selama ini hasil bumi berlangsung pada musim hujan, maka
masih di langsir (di bawa secara estafet) kegiatan terpaksa menunggu hingga cuaca

27
ABDIMAS TALENTA 1 (1) 2016: 25-30 http://jurnal.usu.ac.id/abdimas
Utomo, B. et al. Iptek pada Perbaikan Jalan Desa yang Memiliki Sifat Licin Tanah Merah Kuning

benar-benar memungkinkan untuk masuknya galian C di pinggir sungai. Ini berarti biaya
dump truk pembawa material sirtu. Pada saat yang dikeluarkan menjadi lebih besar dan
musim hujan badan jalan yang masih berupa berakibat pada berkurangnya pasokan sirtu
tanah merah sangat licin dan menyebabkan bagi jalan desa yang akan diperbaiki. Sebagai
truk mudah terperosok sehingga menyulitkan perbandingan harga penggunaan sirtu sungai
kegiatan. Setidaknya diperlukan hari tanpa berkisar Rp 360.000,-/dump truk, sementara
hujan selama 1-2 minggu agar badan jalan untuk sirtu insitu adalah Rp 175.000,-/dump
benar-benar kering dan dapat dilalui dump truk. Ini menjadikan pembelian sirtu yang
truk. semula diusulkan dalam proposal adalah 175
Setelah cuaca memungkinkan, maka dump truk, kini menjadi 400 dump truk.
kegiatan dilanjutkan dengan memasukkan Walau demikian untuk lokasi yang dekat
material sirtu menggunakan dump truk. dengan jalan raya, tim pelaksana tetap
Untuk efisiensi dana maka sirtu dipasok dari menggunakan sirtu sungai karena jarak yang
sekitar lokasi kegiatan yang mengandung memungkinkan ke galian C terdekat (Gambar
material pasir batu. Pemanfaatan material in- 9).
situ memungkinkan efisiensi dana sehingga
jumlah sirtu yang semula dianggarkan 200
dump truk dapat dinaikkan menjadi 400 dump
truk. Hal ini sangat membantu dalam
peningkatan panjang jalan yang dapat diberi
sirtu (Gambar 3).

Gambar 4. Penggunaan sirtu sungai pada


jalan yang letaknya dekat dengan jalan raya
dan ke galian C sungai

Setelah penumpukan sirtu selesai, maka


pekerjaan dilanjutkan dengan meratakan
tumpukan sirtu ke badan jalan agar sirtu
tersebar merata di badan jalan. Penyebaran
sirtu ke badan jalan dilakukan menggunakan
motor grader. Badan jalan dibentuk
membentuk tempurung terbalik agar air hujan
tidak menggenang di tengah jalan, namun
akan mengalir di sisi kanan dan kiri jalan.
Gambar 3. Proses pengambilan dan Pada dasarnya setelah disebar secara merata
pengangkutan sirtu insitu ke badan jalan, badan jalan sudah cukup dapat
dilewati kenderaan roda empat, namun sirtu
Pada lokasi yang terletak jauh dari yang berada di badan jalan masih rentan,
sumber sirtu sungai, maka pengambilannya mudah tererosi oleh air hujan.Selanjutnya
dilakukan dengan menggunakan sirtu insitu setelah sirtu telah merata secara menyeluruh
(quarry/sirtu yang diambil dari sekitar lokasi ke badan jalan, maka tindakan selanjutnya
kegiatan) (Gambar 3). Kelebihan penggunaan adalah pemadatan badan jalan. Pemadatan
sirtu ini adalah efisiensi jarak, waktu dan badan jalan dilakukan menggunakan alat berat
biaya, namun ditinjau dari segi kualitas tidak road compactor machine (Bomag). Dengan
sebaik sirtu sungai karena memiliki penggunaan Bomag ini maka sirtu akan
kandungan tanah yang banyak. Sedangkan memadat mengisi ruang pori tanah dan basir
bila menggunakan sirtu sungai, kandungan di badan jalan sehingga badan jalan menjadi
sirtunya lebih baik dan tidak mengandung padat dan tidak mudah tererosi oleh air hujan.
tanah, namun harus diambil dari jarak yang
cukup jauh dan harus mengeluarkan biaya
ekstra karena sirtu dibeli lagi dari pemilik

28
ABDIMAS TALENTA 1 (1) 2016: 25-30 http://jurnal.usu.ac.id/abdimas
Utomo, B. et al. Iptek pada Perbaikan Jalan Desa yang Memiliki Sifat Licin Tanah Merah Kuning

USU atas perhatian dan bantuannya dalam


keikutsertaan membangun perkembangan
Desa Singkohor.

Evaluasi Pelaksanaan dan Keberlanjutan


Program
Selama kegiatan berlangsung, tim
pelaksana membentuk tim pemeliharaan jalan
di kalangan masyarakat sebagai mitra. Hal ini
dimaksudkan untuk memastikan keberlanjutan
program. Jalan yang sudah diperbaiki secara
baik harus dijaga dari kerusakan agar tetap
dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi
kepentingan masyarakat. Oleh karena itu
mitra sebagai tim pemelihara jalan akan aktif
melakukan perbaikan jalan walaupun secara
konvensional menggunakan peralatan
seadanya agar kerusakan dapat diperbaiki dan
tidak bertambah parah. Setiap bulan mitra
Gambar 5. Proses perataan kembali tumpukan akan bergotong royong memperbaiki jalan
sirtu oleh dump truk ke badan yang rusak. Jika keadaan menjadi parah, maka
jalan menggunakan motor grader tindakan pemeliharaan jalan menjadi lebih
(kiri); pemadatan badan jalan sering dilakukan terutama pada musim hujan.
menggunakan Bomag (motor road Hasil pengamatan tim pelaksana hingga bulan
compactor) ke dua setelah kegiatan berakhir, mitra
sebagai tim pemelihara jalan menjalankan
Partisipasi Mitra dalam Pelaksanaan tugasnya dalam gotong royong memelihara
Program badan jalan yang waktunya jatuh pada hari
Mitra yang dalam hal ini adalah minggu.
kelompok tani di sekitar wilayah terdampak
sangat antusias dalam mengikuti pertemuan 4. KESIMPULAN
dan kegiatan yang diadakan oleh Tim Perkembangan penduduk memaksa
Pelaksana PPM. Dalam hal ini Tim Pelaksana masyarakat untuk pindah dan mencari
melakukan kegiatan berupa sosialisasi dan peruntungan di wilayah perbatasan yang
implementasi secara langsung di lapangan. relatif masih jarang penduduknya. Namun
Mitra yang dalam hal ini masyarakat sarana jalan menjadi faktor pembatas yang
asalnya dari masyarakat suku PhakPhak, Karo jamak ditemui. Perbaikan jalan desa di Dusun
Jawa dan Aceh sangat mudah berkomunikasi Lae Rambung, Desa Singkohor Kabupaten
dengan Tim Pelaksana PPM. Pada umumnya Singkil merupakan salah satu masalah yang
masyarakat menyambut baik kegiatan ini. mendesak dipenuhi mengingat masyarakat di
Masyarakat berharap kegiatan serupa dapat wilayah ini umumnya merupakan penduduk
lebih sering dilakukan di wilayah ini. pendatang dari Provinsi Sumatera Utara.
Perbaikan jalan desa ini kini telah
Masyarakat mudah dimintai bantuannya
menyebabkan akses hasil produksi menjadi
khususnya dalam penyediaan tenaga untuk
mudah karena masyarakat dapat menjual hasil
membantu kelancaran pekerjaan perbaikan buminya sebih mudah. Hasil PPM ini
jalan. Selain itu antusiasme warga juga meningkatkan perkembangan pemukiman di
ditunjukkan dengan kesediaan warga secara wilayah akses jalan yang diperbaiki yang
sukarela untuk menyediakan teh manis berdampak pada semakin ramainya penduduk
maupun gorengan untuk menyegarkan para di wilayah ini. Jalan yang semula mati kini
pekerja dan tim pelaksana. Hal ini turut hidup dan dilalui masyarakat siang dan
membantu memudahkan kelancaran malam. Masyarakat sangat senang dengan
pekerjaan perbaikan jalan desa tersebut. kegiatan ini dan berharap perhatian serupa
Selain mitra masyarakat dan kelompok tani, tidak hanya datang dari pemerintah daerah,
kepala desa juga menyatakan ucapan terima namun juga dari perguruan tinggi. Pemerintah
kasihnya kepada tim pelaksana dan kepada kecamatan dan desa setempat juga sangat

29
ABDIMAS TALENTA 1 (1) 2016: 25-30 http://jurnal.usu.ac.id/abdimas
Utomo, B. et al. Iptek pada Perbaikan Jalan Desa yang Memiliki Sifat Licin Tanah Merah Kuning

berterima kasih atas bantuan USU sebagai Tandjung K, EH. Kardhinata, M.


perguruan tinggi yang memiliki perhatian Sembiring. 2014. Berbagai macam
pada masyarakat terisolir khususnya di Desa campuran pasir batu terhadap
Singkohor ini. kemampuan menghilangkan sifat
licin jalan tanah merah. [tidak
5. REFERENSI
dipublikasikan].
Arfianto AEW dan Balahmar ARU.2014. Tandjung K, I. Harahap, P. Hutabarat.
Pemberdayaan Masyarakat dalam 2015. Penggunaan berbagai dosis
Pembangunan Ekonomi soil stabilizer terhadap daya
Desa.JKMP 2:1 1-93. dukung beban jalan tanah. Jurnal
Akademia 2:25-31.
Badollahi A. 2013. Menuju Pembangunan
Desa 2015-2019. Arah Kebijakan Tractor Supply Co. 2016.Tractor Parts
Nasional dan Strategi http://www.tractorsupply.com/en/s
Pengembangan Wilayah Pedesaan. tore/countylinereg%3B-rear-blade-
http://media.kompasiana.com/buk 5-ft (tanggalakses 25 April 2016).
u/2014/10/31/menuju- Utomo B, CP. Manalu, A. Dalimunthe.
pembangunan-desa-2015-2019- 2015. Pengelolaan batas administrasi
684013.html di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi
Aceh. Jurnal Media Unika 3(2)33-38.
[BPS] Badan Pusat Statistik Aceh. 2014.
Kabupaten Singkil dalam Angka
tahun 2014.Seri Publikasi
Tahunan BPS Kabupaten Singkil
Provinsi Aceh.

30