Anda di halaman 1dari 4

PENGGUANAAN DAN PEMBERIAN OBAT ATAU

CAIRAN INTRA VENA


S Nomor : C/SOP/VII/PKM-KH/01/2018
No.Revisi :
O Tgl. Terbit : 1 Januari 2018
P Tgl berlaku
Halaman : 1/3

Kepala UPTD
Puskesmas
Kepenuhan Hulu
H. Faizal,SKM
NIP.19810719 200312 1 002
1. Pengertian Merupakan prosedur pemberian obat dan atau cairan dengan
metode invasif memakai jarum atau pemasangan infus melalui
jalur intravena.
2. Tujuan 1. Sebagai pedoman kerja bagi petugas medis/ paramedis dalam
pengisian rekam medis di Puskesmas.
2. Untuk meminimalkan efek samping dan merpertahankan kadar
terapeutik obat dalam darah,mengembalikan dan
mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit
tubuh,tranfusi darah dan produk darah,dan memberikan
nutrisi parenteral dan suplemen nutrisi.
3. Kebijakan SK KepalaPuskesmasC/VII/SK/01/2016/ Tentang Penggunaan
dan Pemberian Obat atau Cairan Intravena.
4. Referensi Permenkesno. 75 tahun 2014 Tentang Puskesmas
Sistem kesehatan nasional Depkes RI, 2009
5. Prosedur 1. Alat:
a. Alat Tulis
b. Rekam Medis
c. Kapas alkohol
d. Sarung tangan
e. Obat yang sesuai
f. Bengkok
g. Jarum/ wing needle/ abocath
h. Perlak Torniquet

2. Bahan :
a. Blanco Rujukan
b. Okigen
c. Infus
d. Spuit 2 ml- 5 ml
e. Baki spuit
f. Baki obat
g. Plester
h. Perlak pengalas
i. Pembendung vena (torniquet)
j. Cairan infus dan infus set sesuai kebutuhan
k. Bethadine
6. Langkah- PERSIAPAN
langkah 1. Pasien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan
dilakukan.
2. Tanda tangan Informed consent
3. Persiapan alat injeksi
 Kapas alkohol
 Sarung tangan
 Obat yang sesuai
 Spuit 2 ml- 5 ml
 Baki spuit
 Baki obat
 Plester
 Perlak pengalas
 Pembendung vena (torniquet)
 Kasa steril (bila perlu)
 Bengkok
4. Persiapan alat standar infus
 Cairan infus dan infus set sesuai kebutuhan
 Jarum/ wing needle/ abocath sesuai dengan ukuran
yang dibutuhkan
 Perlak torniquet
 Plester dan gunting
 Bengkok
 Sarung tangan
 Kasa steril
 Kapas alkohol dalam tempatnya
 Betadhine dalam tempatnya

PERSIAPAN KERJA
1. Prosedur kerja injeksi
 Cuci tangan
 Siapkan obat dengan prinsip 6 benar
 Salam terapeutik
 Identifikasi klien
 Beritahu klien dan jelaskan prosedur yang akan
diberikan
 Atur klien pada posisi yang nyaman
 Pasang perlak pengalas
 Bebaskan lengan klien dari baju
 Letakkan pembendung
 Pilih area penusukan yang bebas dari tanda
kekakuan,peradangan, atau rasa gatal. Menghindari
gangguan absorbsi obat atau cidera dan nyeri yang
berlebihan
 Pakai sarung tangan
 Bersihkan area penusukan dengan menggunakan
kapas alkohol, dengan gerakan sirkuler dari arah
dalam keluar dengan diameter sekitar 5 cm. Tunggu
sampai kering. Metode ini dilakukan untuk membuang
sekresi dari kulit yang mengandung mikroorganisme.
 Pegang kapas alkohol, dengan jari- jari tengah pada
tangan non dominan.
 Buku tutup jarum. Tarik kulit kebawah kurang lebih
2,5 cm dibawah area penusukan dengan tangan non
dominan. Membuat kulit menjadi lebih kencang dan
vena tidak bergeser, memudahkan penusukan. Sejajar
vena yang akan di tusuk perlahan dan pasti. Pegang
jarum pada posisi 30.
 Rendahkan posisi jarum sejajar kulit dan teruskan
jarum ke dalam vena
 Lakukan aspirasi dengan tangan non dominan
menahan barel dari spuit dan tangan dominan
menarik plunger.
 Observasi adanya darah pada spuit
 Jika ada darah, lepaskan torniquet dan masukkan
obat perlahan- lahan.
 Keluarkan jarum dengan sudut yang sama seperti
saat dimasukkan,sambil melakukan penekanan
dengan menggunakan kapas alkohol pada area
penusukan.
 Tutup area penusukan dengan menggunakan kasa
steril yang diberi betadhin
 Kembalikan posisi klien
 Buang peralatan yang sudah tidak diperlukan kedalam
bengkok.
 Buka sarung tangan.
 Cuci tangan
 Dokumentasikan tindakan.

2. Prosedur kerja infus


 Mencuci tangan
 Memberitahu tindakan yang akan dilakukan
 Mengisi selang infus
 Membuka plstik infus set dengan benar
 Tetap melindungi ujung selang steril
 Menggantungkan infus set dengan cairan dengan
posisi cairan infus mengarah keatas
 Menggantung cairan infus di standar cairan infus
 Mengisi cairan infus set dengan cara menekan (tapi
jangan sampai terendam)
 Mengisi selang infus dengan cairan yang benar
 Menutup ujung selang dan tutup dengan
mempertahankan kesterilkan
 Cek adanya udara dalam selang
 Pakai sarung tangan bila perlu
 Memilih posisi yang tepat untuk memasang infus
 Meletakkan perlak dan pengalas
 Memilih vena yang tepat dan benar
 Memasang torniquet
 Deninfeksi vena dengan alkohol dari atas kebawah
dengan sekali hapus
 Buka abochat apakah ada kerusakan atau tidak
 Menusukkan abochat pada ven ayang telah dipilih
 Memperhatikan adanya darah dalam kompartemen
darah dalam abochat
 Torniquet di cabut
 Menyambungkan dengan ujun selang yang telah
terlebih dahulu dikeluarkan cairannya sedikit, dan
sambil dibiarkan menetes sedikit
 Memberikan plester pada ujung abochat tapi tidak
menyentuh area penusukan untuk fiksasi
 Membalut dengan kassa betadinsteril dan menutupnya
dengan kassa steril kering
 Memberi plester dengar benar dan memperhatahankan
keamanan abochat agar tidak dicabut
 Mengatur cairan tetesan infus sesuai kebutuhan
pasien
 Alat- alat dibereskan dan perhatikan bagaimana
respon pasien
 Kembali cuci tangan
 Catat tindakan yang dilakukan

EVALUASI
Perhatikan kelancaran infus, dan perhatikan juga respon
klien terhadap pemberian tindakan.

7. Unit terkait Unit pelayanan Puskesmas


8. Dokumen 1. Rekam Medis
Terkait 2. Catatan Tindakan
9. Rekaman
Historis No Yang Diubah Isi Tanggal Mulai
Perubahan Perubahan Diberlakukan