Anda di halaman 1dari 6

Bab 6 : Jamur

Peta Konsep

Jamur di alam sangat Beragam dalam bentuk maupun warnanya, diperkirakan jenis jamur yang sudah
teridentifikasi sekitar 100 ribu spesies.

Kingdom Fungi memiliki ciri khusus, yaitu eukariotik yang memiliki dinding sel, namun tidak memiliki
klorofil.

Ciri Tubuh :

- Ukuran dan Bentuk tubuh :

Jamur ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler , Namun sebagian besar multiseluler.

Jamur yang uniseluler berukuran mikroskopik, jamur multiseluler berukuran mikroskopik dan
makroskopik. Bentuk tubuh jamur bervariasi, berbentuk oval pada jamur uniseluler, berbentuk benang
atau membentuk tubuh buah pada jamur multiseluler. Yang berupa benang membentuk lapisan seperti
kapas, bercak, atau embun tepung pada permukaan substart tempat hidupnya. Tubuh buah jamur
memiliki bentuk yang beragam anatara lain seperti mangkuk, payung, kuping dll. Tubuh buah jamur
tersebut berukuran makroskopik.

- Struktur dan Fungsi Tubuh :

Jamur adalah organisme eukariot dengan dinding sel yang tersusun dari kitin. Jamur tidak memiliki
klorofil untuk melakukan fotosintesis. Beberapanya memiliki zat warna. Jamur multiseluler memiliki sel-
sel memanjang berupa benang-benang yang disebut hifa. Hifa pada jamur tertentu memiliki sekat sel
disebut septum, septa memiliki celah sehingga sitoplasma antara sel yang satu dengan yang lainnya
dapat berhubungan. Hifa tanpa septa disebut hifa senositik.

Hifa jamur bercabang-cabang membentuk miselium, miselium vegetatif untuk menyerap makanan,
miselium vegetatif tertentu memiliki struktur hifa yang disebut houstorium (dapat menembus sel
inangnya). Miselium generatif sebagai alat reproduksi yang menghasilkan spora.

Cara hidup :

Jamur hidup menyerap zat organik dari lingkungannya, sebelum di serap akan diuraikan menjadi zat
organik sederhana oleh enzim jamur. Pencernaan zat organic di luar sel disebut ekstraseluler. Jamur
bersifat heterotrof, berdasarkan cara memperoleh makananya jamur bersifat saprofit, parasit, dan
mutual :

1. Saprofit = memperoleh zat organic dari sisa-sisa organisme mati dan bahan tak hidup.

2. Parasit = memperoleh zat organic dari organisme hidup lain.

3. Mutual = hidup saling menguntungkan dengan organisme inangnya.

Contoh lain adalah jamur yang bersimbiosis dengan akar tanaman tingkat tinggi membentuk mikoriza,
ada 2 jenis mikoriza, ektomikoriza dan endomikoriza. Pada ektomikoriza, miselium hanya menyelubungi
akar, pada endomikoriza, hifa sampai menembus sel akar tumbuhan. Mikoriza dapat mati dengan polusi
udara.

Habitat :

Jamur hidup pada lingkungan yang beragam. Berada di darat dan di tempat-tempat yang lembap,
banyak pula yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau air tawar. Jamur dapat
hidup di lingkungan asam. Jamur juga dapat hidup dengan konsentrasi gula yang tinggi, jenis jamur
lainnya hidup pada tubuh organisme lain secara parasit maupun simbiosis.

Reproduksi :

Reproduksi jamur di lakukan secara :

1. Aseksual

a. uniseluler : kuncup dam fragmentasi.

b. multiseluler : spora (sporangiospora/ konidiospora)

2. seksual

Dihasilkan secara singami , ada 2 tahap yaitu

plasmogami (penyatuan plasma sel) > menghasilkan sel/hifa berinti 2 (dikarion) dan tahap kariogami
(penyatuan inti sel)

Spora seksual : zigospora, askospora, atau basidiospora.

Zygomycota :
Jamur ini bersifat senositik dan dapat membentuk struktur dorman bersifat sementara yang disebut
zigospora. Jamur-jamur dalam kelas ini sebagian besar hidup di darat dan di dalam tanah atau pada
bagian tumbuhan dan hewan yang membusuk. Perkembangbiakan jamur dalam kelas ini adalah
perkembangbiakan seksual dengan gametangiogami dari dua hifa yang saling sesuai dengan
menghasilkan zigospora, Zygomycota mempunyai hifa senositik, yaitu hifa yang mengandung banyak inti
dan tidak mempunyai sekat melintang, jadi hifa berbentuk satu tabung halus yang mengandung
protoplast dengan banyak inti, sedangkan perkembangbiakan aseksual dilakukan dengan membentuk
spora tak berflagel yang berupa sporangiospora atau konidia. Seperti halnya jamur lain, zygomycota
memproduksi dinding sel yang mengandung zat kitin, mereka tumbuh sebagai miselia atau benang-
benang yang disebut hifa.

Ciri-ciri jamur yang termasuk dalam divisi Zygomycota adalah:

a. biasa hidup sebagai saprofit;

b. miselium bercabang banyak dan hifa tidak bersekat sehingga terlihat seperti pipa atau buluh;

c. dinding sel terdiri atas kitin, tidak memiliki zoospora sehingga sporanya merupakan sel-sel yang
berdinding, spora inilah yang tersebar ke mana-mana;

d. perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan spora yang berasal dari sporangium yang telah
pecah. Beberapa hifa akan tumbuh dan ujungnya membentuk sporangium. Sporangium berisi spora.
Spora yang terhambur inilah yang akan tumbuh menjadi miselium baru;

e. perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan dua hifa, yaitu hifa betina dan hifa
jantan. Hifa jantan adalah hifa yang memberikan isi selnya. Hifa betina adalah hifa yang menerima isi
selnya. Perkembangbiakan ini dilakukan dengan gametangium yang sama bentuknya (hifa jantan dan
hifa betina) yang mengandung banyak inti. Selanjutnya, gametangium mengadakan kopulasi.

Contoh jamur yang termasuk dalam divisi Zygomycota

adalah sebagai berikut.

- Murcor mucedo, hidup sebagai saprofit pada sisa tumbuhan dan hewan, misalnya, kotoran hewan dan
roti busuk. Dari miselium pada subtratnya muncul benang-benang tegak dengan sporangium pada
ujungnya. Sporangium ini berisi spora. Jika sporangium sudah matang, akan pecah sehingga spora akan
tersebar keluar. Spora akan tumbuh menjadi miselium baru. Perkembangbiakan secara seksual
dilakukan dengan gametangium.

Ascomycota :
Jamur ini melakukan 2 jenis reproduksi : seksual dan aseksual. Umumnya hidup secara saprofit pada
tanah dan sisa-sisa organisme, sebagian lainnya parasit. Susunan askspora yang berderet pada jamur
ascomycota seperti jamur oncom, perbedaan miselium yang tumbuh dari askospora pada askus yang
sama menunjukkan adanya pindah silang dan pemisahan secara bebas pada kromosom saat meiosis.

A. Reproduksi Aseksual : Membentuk kuncup. Kuncup terbentuk pada sel induk yang kemudian
lepas. Kadang-kadang kuncup melekat pada induk selnya membentuk rantai sel yang disebut hifasemu
atau pseudohifa.

B. Reproduksi Seksual :

1) Hifa berbeda jenis saling berdekatan.

2) Hifa betina akan membentuk Askogonium dan hifa jantan akan membentuk Anteridium, masing-
masing berinti haploid.

3) Dari askogonium akan tumbuh Trikogin yaitu saluran yang menghubungkan askogonium dan
anteridium.

4) Melalui trikogin anteridium pindah dan masuk ke askogonium sehingga terjadi plasmogami.

5) Askogonium tumbuh membentuk sejumlah hifa askogonium yang dikarion. Pertumbuhan terjadi
karena pembelahan mitosis antara inti-inti tetapi tetap berpasangan.

6) Pada ascomycota yang memiliki badan buah, kumpulan hifa askogonium yang dikariotik ini
membentuk jalinan kompak yang disebut Askokarp. Ujung-ujung hifa pada askokarp membentuk askus
dengan inti haploid dikariotik.

7) Di dalam askus terjadi kariogami menghasilkan inti diploid.

8) Di dalam askus terdapat delapan buah spora. Spora terbentuk di dalam askus sehingga disebut
sporaaskus. Spora askus dapat tersebar oleh angin. Jika jatuh di tempat yang sesuai, spora askus akan
tumbuh menjadi benang hifa yang baru.

Basidiomycota :

Basidiomycota adalah jamur multiseluler yang hifa nya bersekat, tubuh buahnya di sebut basidiokarp,
basidiokarp berukuran makroskopis sehingga dapat di lihat dengan mata telanjang, jamur basidiomycota
biasanya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup. Basidimycotina dapat dibagi lagi menjadi
3 kelas, Hymenomycotina (Hymenomycetes), Ustilaginomycotina (Ustilaginomycetes), dan
Teliomycotina (Urediniomycetes).
Basidimycotina mempunyai bentuk uniseluler dan multiseluler dan dapat bereproduksi secara generatif
dan vegetatif. Habitat mereka ada di terrestrial dan akuatik dan bisa dikarakteristikan dengan melihat
basidia, mempunyai dikaryon.

Reproduksi :

- Hifa (+) dan hifa (-) yang berinti haploid (n) berkecambah dari basidiospora. Kedua hifa ini saling
bersinggungan.

- Plasmogami terjadi antara hifa (+) dan hifa (-) sehingga inti salah satu hifa pindah ke hifa lainnya
membentuk hifa dengan dua inti haploid (n) yang berpasangan (dikariotik).

- Hifa haploid dikariotik akan tumbuh menjadi miselium haploid dikariotik.

- Miselium dikariotik tumbuh dan membentuk badan buah yang disebut basidiokarp.

- Pada ujung-ujung hifa basidiokarp terjadi kariogami sehingga membentuk basidium yang berinti diploid
(2n).

- Inti diploid dalam basidium akan membelah secara meioisis menjadi empat inti yang haploid (n).

- Basidium membentuk empat tonjolan yang disebut sterigma pada ujungnya.

- Satu inti haploid pada basidium kemudian masuk ke dalam salah satu sterigma dan berkembang
menjadi basidiospora.

- Jika basidiospora terlepas dari basidium dan jatuh pada tempat yang sesuai, akan tumbuh menjadi hifa
yang haploid.

Peranan

Jamur basidiomycotina adalah kelompok jamur dengan jumlah sekitar sekitar 25 ribu spesies yang sudah
diidentifikasi. Beberapa jenis jamur Basidiomycotina yang menguntungkan adalah sebagai berikut.

- Jamur kuping (Auricularia polytrichia), jamur merang (Volvariella volvacea), dan jamur shitake
(Lentinula edodes) dapat dimakan tubuh buahnya.

- Jamur kayu (Ganoderma) sebagai obat atau makanan suplemen ,dll.


Deuteromycetes :

Kelompok jamur ini tidak diketahui cara reproduksi generatifnya sehingga disebut juga jamur
imperpekti. Karena ada jamur yg tidak di ketahui cara reproduksinya, makanya di buat kelas
deuteroycetes, bagi yang masih belum di ketahui. Hifa berukuran bersekat-sekat dan tubuhnya
mikroskopis. Reproduksi aseksual dengan menghasilkan konidia atau menghasilkan hifa khusus disebut
konidiofor. Kemungkinan jamur ini merupakan suatu perkembangan jamur yang tergolong
Ascomycocetes ke Basidiomicetes tetapi tidak diketahui hubungannya. Jamur ini bersifat saprofit
dibanyak jenis materi organic, sebagai parasit pada tanaman tingkat tinggi, dan perusak tanaman
budidaya dan tanaman hias.

Jamur ini juga menyebabkan penyakit pada manusia, yaitu dermatokinosis (kurap dan panu) dan
menimbulkan pelapukan pada kayu. Contoh klasik jamur ini adalah monilia sitophila, yaitu jamur oncom.

Jamur ini umumnya digunakan untuk pembuatan oncom dari bungkil kacang. Monilia juga dapat
tumbuh dari roti , sisa- sisa makanan, tongkol jagung, pada tonggak – tonggak atau rumput sisa
terbakar, konodiumnya sangat banyak dan berwarna jingga.

Lichen

Lumut kerak (atau Lichenes dalam istilah ilmiah) adalah suatu organisme majemuk yang merupakan
suatu bentuk simbiosis erat dari fungus (sebagai mycobiont) dengan mitra fotosintetik (photobiont),
yang dapat berupa alga hijau (biasanya Trebouxia) atau sianobakteri (biasanya Nostoc). Kerja sama ini
demikian eratnya sehingga morfologinya pun berbeda dari komponen simbiotiknya. Pada beberapa
kasus bahkan masing-masing komponen akan mengalami kesulitan hidup apabila ditumbuhkan terpisah.

Lumut kerak sangat sensitif terhadap adanya pencemaran karena tidak dapat mengeksresikan zat
beracun yang di serapnya . lumut kerak tidak dapat hidup di daerah industri, Lumut kerak menyebar
sangat luas di muka bumi dan mampu menghuni tempat-tempat ekstrem, seperti tundra, permukaan
batu di pegunungan maupun pantai, atau tumpukan sampah beracun. Oleh karenanya, lumut kerak
dapat digunakan sebagai pengukur tingkat polusi. Beberapa lumut kerak digunakan sebagai pewarna,
bahan parfum, serta bahan pengobatan (contoh: kayu angin Usnea).

Anda mungkin juga menyukai