Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS HARGA POKOK TANDAN BUAH SEGAR (TBS)

TANAMAN KELAPA SAWIT DI PT.PD PAYA PINANG


KABUPATEN SERDANG BEDAGAI
STUDI KASUS : KEBUN PAYA PINANG

Kurnia Rinanda F S*) Dr.Ir. Satia Negara**) Ir. Sinar Indra**)


*) Alumni Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera
Jl. Prof. A. Sofyan No.3 Medan
Hp. 08126020825, E-mail: Nandaoezil@ymail.com
**) Staf Pengajar Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas
Sumatera Utara

ABSTRAK
Tandan Buah Segar (TBS) tanaman kelapa sawit merupakan salah satu
varietas tanaman primadona di Indonesia, harga yang berfluktuasi menyebabkan
perusahaan harus mengambil langkah-langkah yang positif dalam menjaga
kestabilan keuntungan dan kerugian perusahaan. Sehingga diadakan analisa
perhitungan harga pokok untuk mengetahui berapa besarnya biaya yang
dikeluarkan.
Tujuan penelitian adalah 1) untuk menganalisa faktor – faktor apa saja
yang menentukan harga pokok Tandan Buah Segar (TBS) tanaman kelapa sawit
pada 3 tahun terakhir (2011-2013) di PTPD kebun paya pinang dan
2) Untuk menganalisaProfitabilitas Tandan Buah Segar (TBS) di PTPD kebun
paya pinang.
Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari
perusahaan PTPD Paya Pinang. Metode yang digunakan adalah metode harga
pokok dan metode Profitabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan 1) harga pokok Tandan Buah Segar (TBS)
tahun 2011-2013 di PTPD kebun paya pinang ditentukan oleh biaya produksi dan
produksi TBS dan biaya pemupukan adalah penentu tertinggi dalam perhitungan
harga pokok. 2) hasil analisa Profitabilitasdi PTPD kebun paya menunjukkan
selama periode 2011-2013 keuntungan tertinggi di capai pada tahun 2011 dan
terendah tahun 2012.

Kata kunci: Tandan Buah Segar (TBS), Harga Pokok, Profitabilitas .

1
ABSTRACT

FRESH FRUIT BUNCHES (FFB) of oil palm plantations is one of the


excellent varietys plants in Indonesia, fluctuating prices have forced the company
to take positive steps to maintain and stability the profit and lossof the company,
Which means it made an analysis of cost price to know how much the costs
incurred is.
The objective of the research is 1) To analyze factors which determine
the Fresh Fruit Bunches (FFB) of palm oil plantation for last 3 years (2011-2013)
in PTPD paya pinang garden and 2) To analyze the profitability of Fresh Fruit
Bunches (FFB) in PTPD paya pinang garden.
The data used is secondary data which obtained from the company of
PTPD Paya Pinang. The methodsused are cost price method analysis and
profitability method.
The results showed 1) Cost price of Fresh Fruit Bunches (FFB) for last 3
years (2011-2013) in PTPD paya pinang gardens is determined by the cost of
production and FFB production and also fertilization cost is the highest
determinant in the cost calculation. 2) profitabilityanalysis in PTPD paya pinang
garden showed in period of 2011-2013 the highest profit has reached in 2011 and
the lowest has in 2012.

Keywords: Fresh Fruit Bunches (FFB), Cost Price, Profitability .

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perkebunan paya pinang merupakan salah satu perusahaan swasta terbaik
nasional di ruang lingkup paya pinang group dibanding, perkebunan mendaris’B,
perkebunan laut tador, perkebunan bandar pulau dan perkebunan si ali – ali.
dilihat dari luas areal sebesar 1.709,86 ha, memiliki 3 afdeling dan produksi
Tandan Buah Segar (TBS) yang cukup tinggi .Harga pokok (cost price)adalah
seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi 1 kg TBS (tandan buah segar)
tanaman kelapa sawit termasuk didalamnya biaya pemeliharaan, biaya panen dan
biaya tetap
Harga pokok juga merupakan salah satu komponen dari laporan laba
rugi, yang menjadi perhatian manajemen perusahaan dalam mengendalikan
operasional perusahaan. Ada 3 macam harga pokok yaitu harga pokok persediaan,
harga pokok produksi dan harga pokok penjualan. Ketiganya adalah komponen
yang yang saling terkait tergantung kebutuhan masing-masing tingkat
manajemen.Besarnya harga pokok (cost price) tergantung realisasi biaya dan total

2
produksi. Biaya yang dikeluarkan lebih kecil, produksi lebih besar sehingga harga
pokoknya kecil sebaliknya biaya yang dikeluarkan lebih besar, produksinya lebih
kecil maka harga pokoknya besar.

Identifikasi Masalah
1. Faktor – faktor apa saja yang menentukan harga pokok Tandan Buah Segar
(TBS) tanaman kelapa sawit pada 3 tahun terakhir (2011-2013) di kebun paya
pinang ?
2. Berapa besar keuntungan dari produksi Tandan Buah Segar (TBS) di kebun
paya pinang ?

Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah yang telah dipaparkan diatas maka tujuan dari
penelitian ini adalah :
1. Untuk menganalisa faktor – faktor apa saja yang menentukan harga pokok
Tandan Buah Segar (TBS) tanaman kelapa sawit pada 3 tahun terakhir (2011-
2013) di kebun paya pinang.
2. Untuk menganalisa berapa besar keuntungan dari produksi Tandan Buah Segar
(TBS) di kebun paya pinang.

TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori
Teori Harga
Analisis harga merupakan suatu metodologi yang perlu dikuasai untuk
menganalisis bagaimana pasar bergerak dan bagaimana intervensi yang dapat
dilakukan. Hal ini menyangkut seluruh pelaku di pasar. Secara umum harga
dibidang petanian, akan mempengaruhi beberapa agen ekonomi : produsen dan
konsumen serta masyarakat secara luas.
Laporan harga pokok adalah sebuah kertas kerja berupa perhitungan
secara sistematis. Pada sistem akuntansi Manual biasanya hanya ditampilkan
secara periodik namun sistem akuntansi komputer dengan menerapkan metode
perpetual inventori dapat menghasilkan informasi secara visual kapan saja. Hal ini

3
dapat dilakukan karena metode perpetual melakukan perhitungan berdasarkan
transakasi yang telah di catat ke sistem komputer sedangkan metode Phisik
melakukan perhitungan berdasarkan selisih antara persediaan awal ditambah
mutasi dan dikurangi dengan sisa. Untuk mendapatkan sisa tentunya melalui
perhitungan Phisik. Metode Phisik biasanya hanya menampilkan harga pokok
secara keseluruhan pada satu periode tertentu sedangkan metode perpetual
menghasilkan laporan harga pokok secara spesifik misalnya untuk satu produk
tertentu.Untuk memahami komponen dari harga pokok, perhatikan hubungan
komponen-komponen berikut :
• Harga pokok penjualan = Harga Pokok Produksi + Biaya penjualan.
• Harga Pokok Produksi = Harga Pokok Persediaan + Biaya Produksi.
• Harga Pokok Persediaan = Bagian Persediaan Bahan Baku yang
digunakandalam Proses Produksi.
• Persediaan = Pembelian bahan baku + biaya pembelian.
• Biaya penjualan = Biaya-biaya yang diperlukan untuk menjual.
• Biaya Produksi = biaya tenaga kerja + Biaya overhead pabrik .

TeoriProfitabilitas (keuntungan)
Secara teoritis tujuan utama perusahaan adalah untuk memanfaatkan
sumber daya (alam dan manusia) guna mendapatkan manfaat (benefit). Dalam
pengertian komersial manfaat bisa berupa manfaat negatif yang sering
diistilahkan rugi (loss) atau manfaat positif yang sering disebut sebagai untung
(positif). Istilah rugi diberikan pada kondisi dimana perusahaan mendapatkan
hasil lebih kecil dari beban yang dikeluarkan. Bisa juga berarti perusahaan tetap
mendapatkan keuntungan akan tetapi keuntungan itu masih di bawah target
keuntungan yang ditetapkan, kondisi ini diistilahkan sebagai opportunity loss
(kehilangan moment/kesempatan untuk mendapatkan keuntungan).
Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas, yang dimaksud dengan
penerimaan (revenue) adalah besarnya jumlah produksi yang dihasilkan dikalikan
dengan harga jual atau TR = P x Q. sedangkan total biaya adalah penjumlahan
antara biaya tetap dan biaya variable atau TC = FC + VC. Analisis keuntungan

4
secara teoritis biasanya dimulai dari persamaan selisih antara total penerimaan
dengan total pengeluaran yaitu : n = TR – TC, n = (p x q) – (fc + vc)

METODE PENELITIAN
Metode Penentuan Daerah Penelitian
Daerah penelitian dilakukan secara purposive, yaitu di PTPD Paya Pinang
kebun Paya Pinang Kabupaten Serdang Bedagai. Daerah ini dipilih karena
merupakan salah satu perkebunan swasta terbaik di daerah Sumatera Utara
dengan produksi TBS tanaman kelapa sawit yang cukup baik

Metode Pengumpulan Data


Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalahdata sekunder. Data
sekunder diperoleh dari perusahaan/instansi Paya Pinang kebun Paya Pinang
tebing tinggi Kabupaten Serdang Bedagai. Data sekunder merupakan penelitian
yang menggunakan data yang telah ada, selanjutnya dilakukan proses analisis dan
interpretasi terhadap data tersebut sesuai dengan tujuan penelitian.

Metode Analisis Data


Dalam penelitian ini dianalisis denganduametode yaitu metode harga
pokok dan metode profitabilitas .

Metode Harga Pokok


Untuk menentukanharga pokok TBS pada identifikasi masalah I dianalisis
dengan metode biaya, yaitu dengan menghitung total biaya produksi dan
membagikan biaya tersebut dengan total produksi.
Analisis harga pokok dilakukan dengan menghitung :
𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐁𝐢𝐚𝐲𝐚 𝐏𝐫𝐨𝐝𝐮𝐤𝐬𝐢
Harga pokok =
𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐏𝐫𝐨𝐝𝐮𝐤𝐬𝐢

5
Metode Profitabilitas

Identifikasi masalah II dianalisis dengan menggunakan metode


Profitabilitasdengan rumus sebagai berikut :
𝜋 = TR – TC
= (p x q) – (fc +vc)
Keterngan :
𝜋 = Keuntungan / Laba / Profit
TR = Total Penerimaan
TC = Total Biaya
P = Harga
Q = Output
Fc = Biaya tetap Vc = Biaya variable

Definisi Dan Batasan Operesional


Untuk menghindari kesalahpahaman atas pengertian dan penafsiran
penelitian ini maka penulis membuat defenisi dan batasan operasional sebagai
berikut :
Defenisi Operasional
1. Tanaman kelapa sawit yang dianalisis adalah seluruh tanaman menghasilkan
kelapa sawit yang ada di kebun Paya Pinang.
2. Luas areal adalah luas areal tanaman menghasilkan kelapa sawit yang
diusahakan PTPD Paya Pinang kebun Paya Pinang selama satu tahun yang
dinyatakan dalam hektar.
3. Produksi adalah hasil yang diperoleh dalam kegiatan eksploitasi kelapa sawit
selama satu tahun dinyatakan dalam kilogram yang terdiri dari Tandan Buah
Segar (TBS) dan Crude Palm Oil (CPO) ditambah inti.
4. Fungsi produksi adalah menggambarkan hubungan teknis yang merubah
input (sumber) menjadi output (hasil).
5. Produktivitas adalah kemampuan tanaman kelapa sawit untuk menghasilkan
Tandan Buah Segar (TBS) per satuan luas hektar selama satu tahun yang
dinyatakan dalam kilogram per hektar.

6
6. Harga pokok (cost price)adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk
memproduksi 1 kg TBS (tandan buah segar) tanaman kelapa sawit termasuk
didalamnya biaya pemeliharaan, biaya panen dan biaya afdeling.
7. Biaya ialah pengeluaran yang perlu dilakukan dalam bentuk satuan uang
untuk suatu proses produksi.
8. Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk mendapatkan laba
(keuntungan) dalam suatu periode tertentu dengan memperhatikan tingkat
penjualan, asset dan modal yang dimiliki perusahaan
9. Total penerimaan (TR) adalah perkalian dari harga jual dengan produksi
10. Biaya total (TC) adalah penjumlahan dari biaya tetap dan biaya variable.
11. Harga jual adalah nilai atau harga yang berlaku pada satu periode tertentu
terhadap penjualan hasil dari suatu proses produksi.
Batasan Operasional
1. Daerah penelitian dilakukan di PTPD kebun Paya Pinang tebing tinggi
Kabupaten Serdang Bedagai.
2. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2014.
3. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Analisa Harga Pokok Tandan Buah Segar (TBS)
Harga pokok TBS(cost price)adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk
memproduksi 1 kg TBS dengan cara membagikan total biaya produksi per tahun
(Rp) dengan total produksi per tahun (kg), kemudian dipengaruhi oleh penurunan
ataupun peningkatan total biaya dan total produksi TBS setiap tahunnya.
Faktor – faktor yang menentukan harga pokok TBS tanaman kelapa sawit
di PTPD kebun paya pinang ialah:
1. BIAYA
o Biaya yang terdapat didalam biaya tetap ialah:
 biaya kepersonaliaan
 biaya pemeliharaan aktiva tetap
 biaya kantor
 biaya keamanan

7
 biaya kesejahteraan
Adapun biaya tetap dan uraiannya dalam per tahun adalah sebagai berikut :
Tabel 9. Biaya tetap tahun 2011-2013 di kebun paya pinang

TAHUN
BIAYA TETAP
2011 2012 2013
Biaya kepersonaliaan 51,891,382 889,450,449 970,450,449
Biaya pemeliharaan aktiva
377,197,300 408,136,111 492,156,513
tetap
Biaya kantor dan alat tulis 196,960,200 16,997,141 23,994,342
Biaya keamanan 90,339,200 287,043,460 295,343,563
Biaya kesejahteraan 154,728,600 507,097,902 543,097,902
JUMLAH BIAYA TETAP 871,116,682 2,108,725,063 2,325,042,769

Hal utama meningkatnya biaya tetap dari tahun 2011-2012 dikarenakan


perubahan system laporan yang pada 2011 yaitu biaya gaji dan tunjangan asisten,
gaji pegawai, gaji pensiunan dan biaya pensiun borong dibebankan ke kantor
manajer sedangkan pada tahun 2012-2013 biaya-biaya tersebut mulai dibebankan
ke kantor afdeling beserta naiknya biaya keamanan dan kesejahteraan.
Jumlah biaya pemeliharaan dan uraiannya dalam per tahun adalah sebagai
berikut :
Tabel 10. Biaya pemeliharaan tahun 2011-2013 di kebun paya pinang
TAHUN
BIAYA PEMELIHARAAN
2011 2012 2013
Biaya merumput 233,412,025 313,220,635 236,499,520
Biaya brantas Lalang 11,220,715 5,796,935 2,802,460
Biaya kelola pokok 0 19,046,010 37,632,076
Biaya rawat pasar dan jembatan 118,369,953 180,164,808 193,235,562
Biaya rawat saluran air 32,600,000 52,620,000 28,497,500
Biaya hama dan penyakit 14,602,946 1,104,600 0
Biaya menunas 117,810,601 110,435,200 98,428,000
Biaya memupuk 2,960,802,444 1,350,922,312 906,005,650
Biaya penyusutan tanaman 0 7,485,500 3,980,000

8
Biaya Lain-Lain 260,794,170 0 0
Biaya pengawasan pekerjaan 27,829,300 118,411,519 57,093,566
JUMLAH BIAYA
3,777,442,154 2,159,207,519 1,564,174,334
PEMELIHARAAN

Menurunnya biaya pemeliharaan dari tahun 2011-2013 disebabkan


perusahaan kekurangan dana sehingga melakukan defesiensi di beberapa biaya
seperti: biaya pemupukan, biaya brantas lalang dan biaya memunas.
Jumlah biaya pemeliharaan dan uraiannya dalam per tahun adalah sebagai
berikut :
Tabel 11. Biaya panen dan mengutip tahun 2011-2013 di kebun paya pinang

TAHUN
BIAYA PANEN DAN MENGUTIP
2011 2012 2013
Panen 1,269,949,659 947,446,667 845,435,152
Penggunaan Bahan dan Alat 20,155,388 16,844,986 21,852,231
Pengangkutan Hasil ke Pabrik 1,228,782,556 1,220,076,972 1,099,805,060
Pengawasan Pekerjaan 286,388,739 296,882,084

JUMLAH BIAYA PANEN DAN MENGUTIP 2,518,887,603 2,470,757,364 2,263,974,527

Menurunnya biaya panen dan mengutip disebabkan mengefisiensikan


beberapa biaya-biaya seperti: biaya panen dan biaya pengangkutan hasil ke
pabrik.
Setelah mengetahui seluruh biaya tetap, biaya pemeliharaan serta biaya
panen dan mengutip maka dapat di peroleh total biaya produksi tahun 2011-2013
di kebun paya pinang adalah sebagai berikut :
Tabel 12. Total biaya produksi tahun 2011-2013 di kebun paya pinang

Total Biaya Produksi


Tahun
TBS (Rp)
2011 7,167,386,439

2012 6,738,689,946

2013 6,153,191,630
PRODUKSI

9
Produksi adalah hasil yang diperoleh dalam kegiatan eksploitasi kelapa
sawit selama satu tahun dinyatakan dalam kilogram yang terdiri dari Tandan Buah
Segar (TBS). Produksi TBS tahun 2011-2013 dikebun paya pinang adalah sebagai
berikut :
Tabel 13. Total produksi tahun 2011-2013 di kebun paya pinang

TOTAL PRODUKSI
TAHUN
TBS (KG)

2011 19,169,960

2012 19,635,650

2013 18,033,470

HARGA POKOK TBS


Perhitungan harga pokok dapat di analisa dengan rumus :
𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐁𝐢𝐚𝐲𝐚 𝐏𝐫𝐨𝐝𝐮𝐤𝐬𝐢
Harga pokok =
𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐏𝐫𝐨𝐝𝐮𝐤𝐬𝐢

Sehingga hasil analisa dapat di lihat seperti tabel berikut :


Tabel 14. Analisa harga pokok TBS tahun 2011-2013 di kebun paya pinang

Total Biaya Produksi Total Produksi Harga Pokok TBS


Tahun
TBS (Rp) TBS (Kg) (Rp/Kg)
2011 7,167,386,439 19,169,960 373.9

2012 6,738,689,946 19,635,650 343.2

2013 6,153,191,630 18,033,470 341.2

AnalisaProfitabilitas TBS

Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk


mendapatkan laba (keuntungan) dalam suatu periode tertentu dengan
memperhatikan tingkat penjualan, asset dan modal yang dimiliki perusahaan.

10
Analisa profitabilitas Tandan Buah Segar (TBS) kebun paya pinang periode 3
tahun (2011-2013) ditentukan oleh :
1. Produksi
Produksi TBS tahun 2011-2013 dikebun paya pinang adalah sebagai
berikut :
Tabel 15. Total produksi tahun 2011-2013 di kebun paya pinang

TOTAL PRODUKSI
TAHUN
TBS (KG)

2011 19,169,960

2012 19,635,650

2013 18,033,470

Harga jual

Harga jual yang di pergunakan kebun paya pinang dalam periode 3 tahun
terakhir (2011-2013) adalah sebagai berikut :

Tabel 16. Harga jual tahun 2011-2013 di kebun paya pinang

Tahun Harga Jual (Rp/Kg)


2011 1,612
2012 1,369
2013 1,538

Sehingga hasil analisa profit (keuntungan) dapat dilihat seperti tabel


berikut :
Tabel 19. Profit (keuntungan) TBS kebun paya pinang periode 3 tahun
(2011-2013)
Harga Jual Total Produksi Total
Tahun Total Biaya Profit
(Rp/Kg) TBS (Kg) Penerimaan

11
2011 1,612 19,169,960 30,901,975,520 7,167,386,439 23,734,589,081

2012 1,369 19,635,650 26,881,204,850 6,738,689,946 20,142,514,904

2013 1,538 18,033,470 27,735,476,860 6,153,191,630 21,582,285,230

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa harga pokok Tandan Buah Segar (TBS) periode 3
tahun terakhir mulai tahun 2011-2013 di PTPD kebun paya pinang bahwa faktor-
faktor yang menentukan harga pokok TBS adalah:
 Biaya tetap
 Biaya pemeliharaan serta
 Biaya panen dan mengutip
Setelah dianalisa diperoleh harga pokok tertinggi terjadi pada tahun 2011
dan harga pokok TBS terendah terjadi pada tahun 2013. Hal ini disebabkan biaya
pemeliharaan seperti : biaya pemupukan, biaya menunasdan biaya kelola pokok
diefisiensi dan ditekan.

Berdasarkan hasil analisa profit (keuntungan) periode 3 tahun terakhir


mulai tahun 2011-2013 di PTPD kebun paya pinang adalah sebagai berikut :
 Nilai profit Tandan Buah Segar (TBS) kebun paya pinang tertinggi terjadi
pada tahun 2011 dan terendah terjadi pada tahun 2012. Hal ini disebabkan
karenaadanya pengaruh dari produksi dan harga jual yang berfluktuatif.

Saran
Kepada Kebun Paya Pinang
Sebaiknya perusahaan mengambil kebijakan dalam hal meningkatkan
produksi Tandan Buah Segar (TBS) dan tidak mengurangi biaya produksi yang
telah direncanakan dan ditetapkan karena akan berakibat pada turunnya produksi.
Kepada Peneliti Selanjutnya

12
Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk lebih menganalisis harga
pokok dan profit (keuntungan) dalam cakupan yang lebih luas tidak hanya dari
TBS melainkan dari CPO dan inti sawit. Sehingga penelitian selanjutnya dapat
memberikan ilmu dan manfaat yang lebih luas bagi pelaku agribisnis kelapa sawit
maupun perusahaan kelapa sawit.

DAFTAR PUSTAKA
Anindita, R. 2008. Pendekatan Ekonomi Untuk Analsis Harga. Kencana Prenada
Media Grup. Jakarta.

Anonimous, 2008. Harga pokok http://zulidamel.com/2008/12/12/harga-pokok/


Diakses pada tanggal 2 februari 2014 pukul 21.00 wib.

Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara, 2013. Harga jual TBS, CPO, Inti
Sawit. Medan

Direktorat Jendral Perkebunan, 2006. Profil Komoditi Kelapa Sawit Indonesia.


Deptan, Jakarta.

Haryanto 2008. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Domestik Minyak


Sawit (CPO) di Indonesia. Skripsi Sekolah Sarjana. Institut Pertanian
Bogor. Bogor.

Lubis, Adlin U. 1994. Pengantar Manajemen Perkebunan Kelapa Sawit. Pusat


Penelitian Kelapa Sawit. Medan.

.Kelapa Sawit (Elaes Guineensis Jacq) Di Indonesia. Pusat


Penelitian Kelapa Sawit. Medan.

Mahrani, 2010. Analisis Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Di
Sumatera Utara. Skripsi Sekolah Sarjana. Universitas Sumatera Utara
Medan. Medan.

Nurkhoiry, Ratnawati Dkk. 2006. Pedoman Norma Kerja Perkebunan Kelapa


Sawit Pada Lahan Mineral. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan.

Pahan, I, 2006. Panduan Lengkap Kelapa Sawit. Penebar Swadaya, Jakarta.

13
Soekartawi, 1995. Analisis Usahatani. Universitas Indonesia (UI Press). Jakarta.

14