Anda di halaman 1dari 16

STUDI PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PERUMAHAN

SUKOLILO DIAN REGENCY SURABAYA TIMUR DENGAN
PEMANFAATAN SISTEM LONG STORAGE SEBAGAI
UPAYA MENGURANGI KONTRIBUSI
LIMPASAN PERMUKAAN

JURNAL ILMIAH

Diajukan untuk memenuhi persyaratan
memperoleh gelar Sarjana Teknik

Disusun Oleh :
RIZA HIMAWAN ABRIANTO
NIM. 0910640012-64

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK PENGAIRAN
MALANG
2013

19580502 198503 1 001 . Janu Ismoyo. 0910640012-64 Menyetujui : Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II Ir.T. Ir. NIP. LEMBAR PERSETUJUAN STUDI PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PERUMAHAN SUKOLILO DIAN REGENCY SURABAYA TIMUR DENGAN PEMANFAATAN SISTEM LONG STORAGE SEBAGAI UPAYA MENGURANGI KONTRIBUSI LIMPASAN PERMUKAAN JURNAL ILMIAH Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Teknik (S. MS. MT. 19580102 198601 1 001 NIP. M. Dwi Priyantoro.) Disusun Oleh : RIZA HIMAWAN ABRIANTO NIM.

Kata Kunci: Banjir. Berdasarkan analisis kapasitas saluran menggunakan debit rancangan 10 tahun terdapat 2 tipe saluran di kawasan perumahan dengan penampang persegi yaitu saluran tersier . Perhitungan debit banjir rancangan menggunakan metode rasional. Kedua tipe saluran terbuat dari bahan beton pra cetak sehingga mudah dalam pemasangan di lokasi studi. curah hujan. Drainase Perkotaan.5 m.501 m3 dengan durasi debit puncak 25 menit dan waktu pengosongan selama 73 menit. direncanakan dimensi saluran yang sesuai. Pemerintah Kota menetapkan bahwa setiap adanya pembangunan harus diikuti dengan penyelesaian banjir disekitar wilayah tersebut (PERDA Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2007 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya). Selanjutnya dengan manual prosedur dinas PU tentang Studi Kasus Drainase direncanakan kapasitas rencana long storage yang dapat mengurangi kontribusi debit drainase ke saluran eksisting dengan pengontrol pintu air klep otomatis. Berkaitan dengan permasalahan tersebut. rencana letak saluran drainase dan skema jaringan drainase eksisting. Karena keterbatasan lahan pada kawasan perumahan maka dibangun long storage agar limpasan tertampung sementara tidak mengalir langsung ke saluran drainase eksisting. dimensi lebar = 0. Dengan ketersediaan lahan serta kriteria kemudahan dalam pemeliharaan dan operasi dihasilkan kapasitas long storage dengan volume 7. tinggi dan jagaan = 1 m. Indonesia E-mail: himawanriza@ymail. survey. Janu Ismoyo. Haryono 167. denah perumahan. Long storage pada lokasi studi mempunyai safety factor sebesar 10%. Perumahan Sukolilo Dian Regency merupakan salah satu pengembang di wilayah Kecamatan Sukolilo yang membangun perumahan dengan mengubah tata guna lahan. Pada studi ini dibutuhkan data topografi.5 m. STUDI PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PERUMAHAN SUKOLILO DIAN REGENCY SURABAYA TIMUR DENGAN PEMANFAATAN SISTEM LONG STORAGE SEBAGAI UPAYA MENGURANGI KONTRIBUSI LIMPASAN PERMUKAAN Riza Himawan Abrianto. Long Storage . Keterbatasan lahan. Dwi Priyantoro Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Malang 65145. Setelah itu diperoleh debit banjir rancangan dari luas lahan tiap saluran ditambah perhitungan debit air kotor perumahan.5 m serta saluran sekunder dengan dimensi lebar = 1. Dari debit banjir rancangan.com ABSTRAK Permasalahan banjir Kota Surabaya sampai saat ini belum dapat tertangani secara menyeluruh walaupun Pemerintah Kota Surabaya telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasinya. tinggi dan jagaan = 0. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui efektifitas kapasitas saluran drainase serta kapasitas tampungan long storage dengan kala ulang debit banjir 10 tahun untuk mengurangi kontribusi limpasan yang masuk ke saluran eksisting.225 m3 mampu mereduksi debit kala ulang 10 tahun sebesar 6.

First is square longitudinal section. long storage capacity can be designed to decrease the contribution of run-off which is included in existing drainage channel with flap gates. and the sketch of existing drainage system are needed in this study. width is 0. Rational method is used to estimate design flood. the local government has been making an effort to formulate appropriate policies to deal with flood disaster.3. This issue came up because the government haven’t finished the problem yet. ABSTRACT Surabaya city and flood disaster are becoming two things that can’t be apart nowadays. there are two type of channel in residence area.225 m3 that can reduce the discharge in specific return period (Q10) about 6. drainage system plan.5 meter. limited land. The safety factor of long storage in this study is 10 percent. Keyword: Flood. Untuk Selatan dan 11236’-12754’ Bujur kondisi tanah berupa tanah alluvial yang Timur. Serta diberlakukannya peraturan Kecamatan Sukolilo termasuk wilayah yang menetapkan bahwa setiap adanya Surabaya Timur. Morfologi berada di Garis Lintang Selatan dan Kecamatan Sukolilo merupakan dataran Bujur Timur antara 712’-721’ lintang rendah yang terbentuk oleh rawa. Kecamatan Sukolilo pembangunan Perumahan Sukolilo Dian adalah wilayah kecamatan yang Regency dan di sekitar wilayah tersebut meliputi wilayah daratan dan wilayah serta terjadinya curah hujan yang cukup air. lima wilayah pembatu walikota. 28 Terjadinya banjir akibat alih wilayah kecamatan dan 163 fungsi lahan pada kawasan desa/kelurahan. The appropriate channel dimensions are based on the value of design flood. maximum discharge duration is 25 minutes and the emptying time is 73 minutes. Depends on flooding problem. width is 1. Secara adminitrasi di bawah besar. However the threat of floods continuously haunted Surabaya. Luas wilayah Kota Surabaya terjadi oleh endapan sungai atau adalah 32. Sukolilo Dian Regency is one of housing developer which constructing by changing the land use arrangement. there is a capacity of long storage is 7.5 meter. City drainage. height is 0.639 Ha yang terbagi dalam endapan pantai. Constructing long storage in limited area is needed to avoid run-off accumulation in existing drainage channel. tertiary channel.5 meter. Based on the limitation area and the easiest criteria of operation and maintenance. Any variable of topography. Based on the analysis of channel capacity using design flood in specific period (Q10). The aim of this study was to understand the effectiveness capacity of drainage channel and the effectiveness capacity of long storage system in specific return period (Q10) to decrease the contribution of run-off which is included in existing drainage channel. 2007 about Side Arrangement Plan of Surabaya City). secondary channel. Topografi Kecamatan pembangunan harus diikuti dengan Sukolilo berada di wilayah dataran penyelesaian banjir disekitar wilayah . height is 1. residence ground plan. rainfall.5 meter. PENDAHULUAN rendah dengan elevasi <10 m dengan Kota Surabaya secara geografis kemiringan lereng 0-2%. long storage I.501 m3. By using the ministry of public works’ manual procedure about drainage. The rule is including the flood solving in every development (Local Rules Surabaya City No. The second is square longitudinal section. This both types are made using precast concrete material that ease to set in location.

Dengan adanya long storage. Si yang mempunyai dimensi memanjang. logaritma.  Menghitung koefisien kepencengan: Perencanaan sistem drainase dilakukan untuk menentukan kapasitas sekaligus arah aliran saluran drainase sehingga mampu mengalirkan debit banjir  Hitung logaritma curah hujan rancangan secara efektif. maupun kelebihan air irigasi  Menghitung nilai logaritma rata-rata: dari suatu kawasan atau lahan. Maka salah satu tahunan yang mungkin terjadi di usaha yang dilakukan adalah dengan suatu daerah dengan periode ulang merencanakan sistem drainase tertentu Metode yang digunakan perumahan dengan kala ulang yang adalah Log Pearson III karena cocok digunakan pada kondisi metode ini dapat digunakan untuk perkotaan yaitu 10 tahun dan untuk semua sebaran data serta sesuai mengurangi konstribusi limpasan yang untuk berbagai macam koefisien masuk ke saluran primer digunakan kepencengan dan koefisien long storage akibat keterbatasan lahan kepuncakan (Harto. curah hujan rancangan dengan Dalam bidang teknik sipil. II. serta cara-cara penangggulangan akibat yang ditimbulkan oleh kelebihan air tersebut.tersebut (PERDA Kota Surabaya saluran primer untuk membuang Nomor 3 Tahun 2007 Tentang Rencana limpasan hujan pada suatu kawasan. rancangan dengan kala ulang Long storage merupakan tertentu: bangunan penyimpanan air sementara Log Xt = log x + G. Analisa Hidrologi pengembang tersebut harus turut serta Curah hujan rancangan berpartsipasi dalam penyelesaian banjir merupakan curah hujan terbesar di sekitar wilayahnya. BAHAN pengajuan ijin dari pengembang maka a. menggunakan metode Log Pearson drainase secara umum dapat III adalah sebagai berikut: didefinisikan sebagai suatu tindakan  Mengubah curah hujan harian teknis untuk mengurangi kelebihan air. Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya). 1993:20). sebagai tampungan debit drainase Tahapan untuk menentukan perumahan sementara. rembesan. menurut Suhardjono (1984:1) drainase adalah  Menghitung standart deviasinya suatu cara pembuangan kelebihan air (simpangan baku): yang tidak diinginkan pada suatu daerah. sehingga fungsi kawasan atau lahan tersebut tidak terganggu. Sementara itu. maksimum ke dalam bentuk baik yang berasal dari air hujan. BAHAN DAN METODE dengan kata lain bahwa setiap ada 1. Logx = rerata logaritma curah hujan akan ada daya tampung dari saluran tahunan maksimum drainase sebelum masuk ke dalam G = konstanta . Di dalam xi = data hujan (mm) studi ini long storage lebih berfungsi untuk menampung debit banjir untuk x = rerata data hujan (mm) sementara waktu dan membuangnya n = jumlah data ketika muka air di saluran primer mulai Xt = ch rancangan (mm) surut.  Menghitung antilog dari Xt bangunan ini biasanya direncanakan dengan: karena keterbatasan lahan.

Data-data berasal dari buangan rumah tangga.1.00121 tahun 1993-2012. yang diperlukan tersebut adalah sebagai bangunan gedung. penduduk rata-rata adalah 150  Skema jaringan drainase dan jalan liter/orang/hari. kotor yang harus dibuang di dalam  Data curah hujan guna keperluan saluran adalah 70% dari kebutuhan air hidrologi.b. Debit Air Kotor studi. METODE tiba banjir (mm/jam) a. Adapun besarnya kebutuhan air  Peta tata guna lahan. Bentuk umum persamaan ini adalah sebagai berikut (Suhardjono. instansi dan berikut: sebagainya. ditinjau.278. Besarnya dipengaruhi oleh  Peta lokasi studi untuk mengetahui banyaknya jumlah penduduk dan lokasi studi perencanaan. 2013) dari stasiun hujan Keputih. Data curah hujan diambil bersih (Suhardjono. Debit Banjir Rancangan e. Pengumpulan Data A = luas daerah (km2) Setelah mengetahui kondisi daerah d.----) I = intensitas hujan selama waktu 2. Qr = debit banjir rancangan (m3/dt) Dengan metode hidrograf satuan Qah= debit air hujan (m3/dt) berdasar data Qmax. Debit banjir rancangan ini rancangan. Debit Air Hujan sebagai berikut: Salah satu metode yang digunakan untuk menghitung debit air hujan pada saluran drainase adalah metode Rasional. kemudian dilakukan Debit air kotor adalah debit yang pengumpulan data penunjang.Hidrograf Aliran Masuk C = koefisien pengaliran (Anonim. kemudian dilanjutkan dengan Bentuk persamaan dari debit banjir analisa kapasitas tampungan hingga ke rancangan tersebut sebagai berikut: pembuatan grafik hubungan antara Qr = Qah + Qak tampungan long storage dengan debit dengan: banjir yang melalui saluran primer. kebutuhan air rata-rata penduduk. Sedangkan debit air eksisting sekitar kawasan studi.C. Rumus ini banyak digunakan untuk drainase perkotaan dengan daerah pengaliran yang sempit.  Peta topografi. 2013): Q = 0. Qak =  Data jumlah rumah untuk A menetapkan jumlah penduduk yang dengan: akan menempati perumahan Qak = debit air kotor tersebut sehingga diketahui Pn = jumlah penduduk (jiwa) q = jumlah air buangan(l/dt/orang) . diperoleh debit maksimum nantinya akan digunakan dalam dan waktu konsentrasi dari saluran yang penentuan kapasitas saluran drainase.A dengan: Q = debit limpasan (m3/dtk) Gambar 2. Analisa Kapasitas Tampungan Long Debit banjir rancangan adalah Storage jumlah debit air hujan dan debit air Dari hasil analisa debit banjir kotor. I. Tc dan Td dan Qak= debit air kotor (m3/dt) ditabulasikan kemudian digambarkan c. Qak = Data hujan yang diperlukan dari A Pn x 0. stasiun Pn x q Larangan serta stasiun Wonorejo.

90 0.44 100 1.207 161.90 0.445 2. topografi.68 115. Menghitung waktu konsentrasi. guna lahan wilayah studi. 12.027 1. Menghitung penetapan jumlah 2 1. Perhitungan Debit Air Hujan (Qr) kala ulang 10 tahun. Tahapan Penyelesaian Studi Besarnya curah hujan maksimum  Melakukan studi pustaka mengenai rata-rata daerah diperoleh dengan teori yang akan dipakai. Data hujan rencana (Ir) dengan rumus maksimum tahunan berdasarkan Mononobe. pencatatan 3 stasiun. Menguji kesesuaian distribusi menggunakan cara aritmatik yaitu hujan dengan uji Smirnov. yaitu: Stasiun 3. Menghitung intensitas hujan terjadi di lapangan. Perhitungan Curah Hujan Daerah b.13 penduduk di dalam kawasan 10 1. kebutuhan air yang berada di III. Analisa Hidrologi  Perhitungan debit banjir rancangan Analisa hidrologi digunakan untuk (Qr) untuk evaluasi saluran memperoleh besaran intensitas hujan drainase: yang kemudian diolah menjadi debit 1. Tabel 1. Menghitung debit air hujan Ulang rata-rata deviasi distribusi maksimum maksimum (T) ( Log Xi ) Sd Log X (K) Log X (X) (Qah) dengan metode rasional. 6.140 2.728 2. Menentukan koefisien Keputih.90 0.33 5 1. yaitu: Stasiun Keputih. karena rumus ini dapat digunakan untuk 10. Menentukan luas daerah Rancangan Log Pearson III pengaliran (A) dari peta Dengan T Tahun. Menghitung curah hujan tahun 1993 s/d 2012. Kesimpulan dan Pembahasan.90 0. periode pengamatan data curah hujan  Analisa hidrologi yang digunakan selama 20 tahun dari 1. dengan Metode Rasional 9. dengan cara menjumlahkan hujan harian Kolmogorov dan uji Chi Square maksimum pada setiap stasiun per tahun untuk mengetahui kebenaran dibagi dengan jumlah stasiun yang hipotesa frequensi Log Pearson digunakan. Perhitungan Curah Hujan 4.13 2. menggunakan data dari stasiun hujan  Mengumpulkan data-data yang harian. perumahan yang dijadikan studi.169 147. Periode Curah Standart Faktor Hujan harian Hujan harian 5.33 perumahan. Menghitung debit air kotor 50 1. maksimum yang kemungkinan dapat 2.17 (Qak). Menghitung debit rancangan 3. HASIL DAN PEMBAHASAN kawasan studi.806 2. III.243 175.13 1. 200 1. . rata yang dilakukan dengan 2. long storage terhadap debit Berikut adalah gambar kawasan banjir rancangan. Sebelum rancangan dengan metode Log dilakukan analisa hujan rencana terlebih Pearson III dengan kala ulang 10 dahulu dilakukan perhitungan hujan rata tahun. Stasiun Larangan dan Stasiun pengaliran (C) dari peta tata Wonorejo. 2. Stasiun diperlukan untuk kepentingan Larangan dan Stasiun Wonorejo dengan perhitungan.062 100.90 0.13 2.003 2.298 2. Evaluasi kapasitas tampungan catchment area yang tidak terlalu luas.833 1.126 133.13 2. 25 1.13 0. 1.13 -0.90 0.04 8. Analisa tampungan long storage.894 78.74 7. Analisa hidrolika kapasitas Untuk menghitung debit saluran terhadap debit banjir rancangan air hujan pada saluran rancangan dengan rumus drainase digunakan rumus rasional Manning.90 0. perencanaan saluran drainase dengan 11.

00300 0.30457 T7 112.00365 0. Q = 0.00114 0.09625 0.00190 0.00181 0.01528 0.10985 1.08668 0. Menghitung curah hujan rancangan 2 477.01100 0.79300 100.02795.00252 0.langkah perhitungan T9 T10 122.18024 1.73650 0.38820 0.57300 0.09474 1.00150 0.00124 0.00430  T4 105.00466 0.95 0.06119 0.08300 0.11987 0.04941 1.42465 = x  24  0.08845 0.91300 0.22007 2/3 115.20639 Langkah .00251 0.44700 0.09268 0.57300 0.33258 T8 116.08826 0. I.00203 0. Waktu Konsentrasi (tc) T27 78.06081 0.20797 T28 213.09346 0.00250 0.09362 0.77 0.31 0.08826 0.75400 0.06431 0.06676 diambil nilai persentasenya.12200 0.08706 0.50750 0.40000 0.42465 metode rasional 3 346.56657 T12 123.08706 0.88800 0.87994 tanah.11987 = x  T3 104.09340 0.09340 1.09267 0.04650 0.73.91300 0.41925 macam tata guna lahan maka koefisien T11 118.52845 sekunder 1 dengan kala ulang 10 tahun T18 87.70600 0.16102 T25 130.05377 a.01150 0.79000 0.58300 0.00252 0.06528 0.00226 0.03241 24  tc  T22 T23 129.06481 0.00237 0.00226 0. Menghitung koefisien pengaliran (m) (km2) (m3/dt) (m3/dt) T31 65.73600 125.00250 0.06584 0.73600 0.77 (m) (km2) (m3/dt) (m3/dt) 0.31481 T26 130.00239 0.25575 adalah contoh perhitungan Cm pada T26 130.17300 0.00251 0. Adapun koefisien pengaliran T20 129.10985 1.11119 jam T11 118.00483 0.00254 0.11119   Menuju saluran sekunder 3 Panjang Luas Total Debit Air Hujan Qah Komulatif = 176. Perhitungan Debit Air Hujan Saluran Tersier Kala Ulang 10 Tahun  Menuju saluran sekunder 1 Panjang Saluran Luas Total Debit Air Hujan Qah Komulatif Saluran (L) (A) Q Qkomulatif 2 3 (m) (km ) (m /dt) (m3/dt) T2 124.84537 R T19 129.93899 I = 24 x  T20 129.02795 mm/jam Saluran (L) (A) Q Qkomulatif c.278.69286 koefisien dari berbagai peruntukan T16 128.21612 60  0.00220 0.17846 .47831 = 0.03150 0. 0.04650 0.36560 saluran tersier 2 menuju sekunder 1: Tabel 3.12581 1. 0.45 0.33648 untuk saluran tersier 2 menuju saluran T13 T14 109.27167 0.12386 4.09346 0.03907 1.16750 0.00246 0.00203 = 0.08845 0.73650 0.00239 0.78631 T19 129.12000 0.07229 m3/detik Untuk perhitungan saluran lainnya disajikan pada Tabel 2 dan Tabel 3.36560 Total 0.75400 129.60500 0.278 .00196 0.58965 T21 80.06182 0.12000 0.09474 1.03538 1.06720 0.33  24  T25 130. Menghitung intensitas hujan (I) T15 125.00144 0.0195  124.00220 0.24551 Di daerah studi terdapat berbagai T7 112.09342 0.00900 0.00233 0.97336 T22 129.06691 0.15707 T4 105.00924 0.09625 0.50750 0.098  T1 183.00246 0.09268 0. Tabel 2.00212 0.00900 0.46663 T17 97.41800 0.38820 d.00237 0.40233 0.23700 0.39163 T8 116.00300 0.65551 adalah: T30 77.09426 1.00171 0.09800 0.0195  L   Menuju saluran sekunder 2 tc  x  Panjang Luas Total Debit Air Hujan Qah Komulatif 60  S Saluran (L) (A) Q Qkomulatif 0.26945 1.60019 0.A = 0.50752 pengaliran yang digunakan adalah T12 T15 123.C.00254 0.09342 1. Peta Tata Guna Lahan T5 T6 128.91700 125.00162 0.39600 113. Perhitungan Debit Air Hujan n  A xC i 1 i i Saluran Tersier Kala Ulang 10 Tahun Cm = n  Menuju long storage Ai i Saluran Sekunder Panjang Saluran Luas Total Debit Air Hujan (L) (A) Q (m) (km2) (m3/dt) = 0.00251 0.35750 0.09426 1.06586 0.15420 1.01150 0.65925 b.16750 0.00252 0.00212 0.78432 T24 258. 176.58300 0.13919 0.06081 rata-rata (Cm) T3 104.00252 0.00137 0.00251 0.07229 Gambar 1.75191 2/3  24  T16 128.07229 0.03150 0.08668 0.09267 0.35750 0. Berikut ini T23 129.09362 0.72726 1 409.12881 0.00233 0.

99637 9 15 75 0.00177 5.00196 7.1 0.6 x 10-5 .4 x 10-5 jumlah rumah yang telah disediakan.00347 0. Perhitungan Debit Banjir .09343 0.00172 6.36560 0.25 0. Perhitungan Debit Air Buangan  Saluran tersier menuju saluran Penduduk sekunder 3 Saluran Jumlah Penduduk Luas Pemukiman Qper km Qak Q kumulatif Pada perhitungan debit air Tersier Jumlah Rumah jiwa Km2 m3 /dt/km2 m3 /dt m3 /dt 3 18 90 0.00162 5.125 0.393 m2 Rancangan Total Kala Ulang 10 Tahun .25 0.1 0.5 0.25 0.00360 0.5 x 10-6 0.2 x 10-5 25 41 205 0.06720 0.9 x 10-6 T27 0.6 x 10-6 3.5 0.25 0.25 0.5 0.1 0.00618 0.26945 0.7 x 10-6 2.17864 rumah = 5 orang.08707 0.00360 0.5 x 10-5 19 40 200 0.1 x 10-6 5.00232 0.1 0.00474 0.00369 0.125 1.00284 0.Total rumah : 647 rumah Sekunder 3 1.25 0.00388 0.00049 0.25 0.1 0.7 Tersier jiwa Km2 m3 /dt/km2 m3 /dt m3 /dt 1 26 130 0.00428 0.25 0.5 0.125 0.00273 0.00120 0.1 0.5 0.6 x 10-6 8.0 x 10-6 8.1 0.125 0.1 0.28848 Buangan Penduduk T6 T9 0.09652 13 13 65 0.00347 0.5 0.125 0.5 0.6 x 10-6 3.48955 2 18 90 0.00234 0.125 0.5 0.5 x 10-5 T22 0.125 0.09341 0.00748 0.5 x 10-5 perumahan ditetapkan dengan jumlah 16 39 195 0.00683 0.00044 0.4 x 10-6 6.6 x 10-6 1.9 x 10-6 3.00095 0.00135 0.1 0.00044 0.7 3 18 90 0.1 0.5 0.00167 5.5 0.25 0.9 x 10-6 2.00182 6.2 x 10-5 20 40 200 0.4 x 10-6 7.1 x 10-5 T20 0.00477 0.00399 0.125 0.00306 0.1 x 10-6 0.Standart jumlah penduduk dalam 1 Total 4.7 sekunder 2 T11 T12 0.125 0.1 0.00479 0.06586 0.00324 0.00196 7.25 0.125 0.5 0.25 0.00105 0.00128 3.32236  Saluran tersier menuju saluran T10 T13 0.125 0.23359 10 14 70 0.1 x 10-6 T24 0.00069 0.7 x 10-6 4.Luas Area Pemukiman : 63.0 x 10-6 0.125 1.1 0.125 1.25 0.25 0.1 0.06691 0.00098 0.7 4 34 170 0.5 0.5 0.125 0.25 0.6 x 10-5 T19 0.125 0.5 0.03050 6 16 80 0.6 x 10-6 5.00191 6.52688 5 16 80 0.7 0.51445 Saluran Jumlah Penduduk Luas Pemukiman Qper km Qak Q komulatif T17 0.5 0.00463 0.00008 1.25 0.1 0.00324 0.00191 6.1 0.25 0.1 0.52674 sekunder 1 T14 0.00201 7.00306 0.2 x 10-5 pada perumahan ditetapkan dengan 8 36 180 0.11987 0.1 0.3 x 10-5 pada Standart Nasional.00009 1.25 0.00132 0.3 x 10-5 T26 0.00403 0.25 0.1 x 10-6 T30 0.9 x 10-6 m3/dt m m m m2 m/dt 24 9 45 0.00360 0. Perhitungan Debit Banjir Rancangan penetapan jumlah penduduk Perumahan Total Sukolilo Dian Regency: Tabel 5. 12 33 165 0.00595 0.6 x 10-6 1.8 28 9 45 0.00347 0.8 x 10-5 11 37 185 0.125 0.25 0.00095 0.1 0.5 0.7 x 10-6 1.00461 0.7  Saluran tersier menuju saluran T7 T8 0.00465 0.00088 2.00044 0.00054 0.125 0.4 x 10-6 5.1 0.00068 0.00196 7.1 0.00182 6.5 0. T59 sebanyak : 294 rumah Sekunder 1 1.3 x 10-6 6.00167 6.09268 0.5 0.6 x 10-6 3.00196 7.125 0.7 8 36 180 0.42465 0.25 0.25 0.38821 3.5 0.4.00078 0.0 x 10-6 2.09363 0.15420 0.25 0.1 0.4 x 10-6 8. Perhitungan Debit Air T2 T5 0.1 0.25 0.00281 0.1 0.3 x 10-5 memakai standart jumlah penduduk 23 35 175 0.00064 0.00333 0.06182 0.0 x 10-6 8.5 0.1 x 10-6 5.00090 0.8 x 10-6 3.125 0.00369 0.00546 0.6 x 10-5 23 35 175 0.00446 0.00177 5.09346 0.07229 0.5 x 10-6 0.5 0.1 x 10-6 1.00357 0.2 x 10-6 14 17 12 10 60 50 0.1 0.6 x 10-6 3.3 x 10-6 7.25 0.8 11 37 185 0.1 0.30633 1.7 0.2 x 10-6 1.08845 0.00167 6.00147 4.36568 .1 0.5 x 10-6 0.4 x 10-6 Q b h w A V Tersier s 21 11 55 0.06481 0.00044 0.6 x 10-5 22 40 200 0.42474 .06119 0.9 15 33 165 0.7 x 10-6 4.00442 0.00315 0.7 x 10-6 T3 0.00351 0.09474 0.0 x 10-5 26 34 170 0.125 0. Analisa Rencana Kapasitas Selanjutnya dapat diketahui debit air Saluran Tersier buangan penduduk dengan perhitungan  Menuju Saluran Sekunder 1 Q b h w A V sebagai berikut: Tersier m3/dt slope m m m m2 m/dt Tabel 4.00083 0.6 x 10-6 T28 0.38820 0.00162 5.5 0.1 0.5 0.0 27 9 45 0.7 7 30 150 0.25 0.1 x 10-6 6.18024 0.06528 0.25 0.125 0.00088 1. Berikut data 5.2 x 10-6 T21 0.5 0.00347 0.00147 4.00196 7.00351 0.00461 0.00172 6. T45 sebanyak : 134 rumah m /dt 3 3 m /dt m3/dt 2.1 x 10-6 4.9 x 10-5 25 41 205 0.1 x 10-6 5.125 0.5 0.8 x 10-6 6.00088 2.00368 0.4 x 10-6 7.00368 0.125 1.8 x 10-5 7 30 150 0.51851 0.1 x 10-6  Menuju Saluran Sekunder 2 18 9 45 0.9 x 10-5 22 40 200 0.8 x 10-5 16 39 195 0.3 x 10-5 buangan penduduk jumlah penduduk 4 34 170 0.125 0.2 x 10-5 19 40 200 0.08827 0.00409 0.125 0.00284 0.7 x 10-5 pada tiap rumah yang telah tercantum 26 34 170 0.00767 0.5 0.00360 0.00162 5.00360 0.1 x 10-5 T23 0.125 0.125 1.00059 0.09267 0.00196 7.25 0.5 0.57831 1.00333 0.7 x 10-6 4.00646 0.49458 Jumlah Rumah Tersier jiwa Km 2 3 m /dt/km 2 3 m /dt 3 m /dt T18 0. T69 sebanyak : 219 rumah Sekunder 2 1.5 0.125 0.00360 0.3 x 10-6 6.1 0.00074 0.1 0.3 x 10-6 T4 0.0 x 10-6 2.12881 0.06584 0.00422 0.00465 0.4 x 10-6 7.00485 0.00467 0.09427 0.8 12 33 165 0.00162 5.5 0.00001 1.00075 0.09626 0.25 0.00315 0.00120 0.00113 0. Dengan 20 40 200 0.00462 0.00167 5.3 x 10-6 T1 0.00201 7.06431 0.10985 0.9 x 10-5 rumah yang telah disediakan.3 x 10-5 T16 0.08668 0.00078 0.125 0.Tipe rumah yang disediakan : Qah Qak Qtotal Saluran 1.0 x 10-5 15 33 165 0.7 Saluran Jumlah Penduduk Luas Pemukiman Qper km Qak Q kumulatif Jumlah Rumah T15 0. Analisa Hidrolika 3235 orang Tabel 6.00357 0.1 x 10-6 6.25 0.7 x 10-5 T25 0. Jadi 647 x 5 = 6.

00477 0.5 0.25 0.001439 1.41685 jam koefisien pengaliran (C) dari kawasan Td : 22.00462 0.5 0.5 0.06081 0.125 0.5 0. Dari data 7.2 1.5 0.1 0.5 0.25 0.7 Volume I = Panjang x lebar x tinggi T22 T23 0.8 = 2745 m3 T26 0.5 0.125 0.09267 0.125 0.02 m3 aktivitas transportasi di dalam kawasan .125 0.425 0.567 yang biasa digunakan untuk = 75 menit mengalirkan banjir mengalami debit  Menghitung volume inflow pada menit puncak.7 dihitung sebagai berikut: T19 T20 0. Pembuatan tampungan sebagaimana tersebut diatas sejalan dengan program pemerintah Kota Gambar 2.00479 0.5 0.00474 0.5 0.00465 0.26 1.5 0.56663 menit yang menyerap air / tambak menjadi T0 : 2.00465 0.125 0.25 0. Saluran Sekunder Saluran Q b h w A V dijelaskan mengenai analisa kapasitas s Sekunder m3/dt m m m m2 m/dt tampungan dengan mengunakan 1 1.125 0.1 0.1 0. tersedianya lahan untuk membuat tampungan maka volume tampungan dapat ditempatkan pada saluran yang ada didalam kawasan dengan dimensi yang cukup ( tampungan memanjang / long storage ). Berikut ini adalah contoh berfungsi untuk membantu menyimpan perhitungan terhadap Qr 10 tahun: air untuk menampung banjir langsung  Menghitung waktu sebaran debit dari saluran drainase pada saat air tidak = td+t0+tc+td dapat mengalir dikarenakan saluran = 22.7 T8 0.25 0.80 0.125 0.125 0.5 0.5 T25 0.7 0.7 Maka volume long storage dapat T15 0.1 0.08707 0.25 0.8 = 610 x 3 x 1.00446 0.25 0.00428 0.80 0. Analisis Kapasitas Long Storage perhitungan dapat dibuat sebuah Guna menampung kelebihan air hidrograf inflow sebagai berikut: buangan akibat perubahan tata guna Qp 10max : 4.125 0. Tc dan Td.5 0.5 0.5 0.00422 0.1 0.09427 0.25 0. Mengingat tidak Gambar 2.1 0.09626 0.7 0.08845 0.08668 0.125 0.9 Menurut manual prosedur dinas Tabel 7.5 0.25 0.5 0.80 0.44429 menit kawasan pemukiman maka dibutuhkan Hasil penggambaran hidrograf tempat untuk menampung kelebihan tampungan long storage disajikan pada debit di kawasan itu.1 0.011+22.09341 0.388 0.125 0.1670 x 60 dan operasi serta tidak terganggunya = 10.444+25.26 1.00461 0.125 0.366 0.5 0. inflow.567+2.26 1.25 0.00764 0.00467 0.1 0.1 0.1 0.8 Panjang long storage : 610 m T4 0.09343 0.09474 0.2 1.2 dapat atau ∆Q = 0 (penambahan debit disimulasikan hubungan antara debit buangan = 0).5 0.  Menuju Saluran Sekunder 3 tersebut maka dipiliih rencana long Q b h w A V Tersier m3/dt s m m m m2 m/dt storage dengan dimensi sebagai berikut: T31 T3 0.08827 0.157 2 1.25 0.125 0.1 0.1 0. Analisa Rencana Kapasitas PU tentang Studi Kasus Drainase.7 T16 0.5 0.10985 0.7 T12 0.7 Lebar long storage : 3 m T7 0.125 0.1 0.7 Tinggi muka air long storage : 1. Hidrograf Inflow Long Surabaya bahwa saluran yang ada tidak Storage Q10 Tahun diperkenankan adanya penambahan Dari hidrograf inflow yang telah debit akibat perubahan tata guna lahan disajikan pada Gambar 4.09268 0.1 0.25 0.00485 0. outflow dengan kapasitas Tampungan sementara ini tampungan.00461 0.25 0.001155 1.5 m T11 0.2 1.17864 m3/dt lahan yang berpengaruh terhadap Tc : 0.001927 1. manfaat = 0.00463 0.25 0.09346 0. pertama Dengan melihat dari segi Vol.125 0.09363 0.25 0.25 0.inflow = Qr menit pertama x 60 kemudahan dalam pemeliharan.187 hidrograf satuan berdasar pada data 3 1.1 0.138 Qmax.

Kemiringan vertikal = 10o Berikut data saluran primer eksisting setelah mengalami normalisasi sehingga dapat menampung debit eksisting :  Qnormal = 0.47 m/dt  (hmax) = 1.06000 m3/detik .81 m/s2) Primer Δh = beda elevasi muka air hulu dan  Mekanisme pengoperasian pintu klep hilir pintu (m) otomatis adalah sebagai berikut ini.423 m3/dt  Qbanjir = 2. Dan setelah debit di saluran muka air hilir. hw = tinggi muka air di hilir pintu(m) Pada saat muka air hulu lebih rendah dari muka air di hilir pintu maka karena berat sendiri pintu akan menutup.inflow menit kedua .5 m primer eksisting yang melewati saluran .52 m3/dt  Elevasi dasar saluran = +3.Bahan fiberglass = 30. (hw – Δh/3).inflow total = Vol.Lebar pintu = 1. Berikut adalah hidrograf debit dengan rumus sebagai berikut : di saluran primer. Tekanan hidrostatis di sebelah hulu tidak mampu melawan berat pintu dan tekanan hidrostatis di sebelah hilir.170 Gambar 3.Jumlah = 1 buah = 10. dengan : Q = debit yang melewati pintu(m3/dt) Cd = koefisien pengaliran a = bukaan pintu (m) b = lebar pintu (m) Gambar 3.5 m primer sehingga diketahui fluktuasi .14 m3/dt  Lebar saluran (b) =3m  (Vprimer) = 0. √ .Tinggi muka air maks = 1. Dan sebaliknya apabila elevasi muka air di hulu pintu lebih tinggi daripada elevasi Gambar 4. √ . Menghitung volume inflow total pada terbuka secara berkala.Tinggi total pintu =2m  Membuat Hidrograf debit saluran .04 . Hidrograf Debit Saluran g = gravitasi (9. 1993: 62) maka pintu akan di kawasan perumahan mengalami debit membuka apabila elevasi muka air di puncak air ditampung di dalam long hulu adalah h ≥ 35 cm di atas elevasi storage.inflow menit awal + rencana awal long storage: Vol.02 + 20. . Selanjutnya perhitungan primer berkurang secara berkala air debit yang mengalir melewati pintu klep yang ditampung di dalam long storage otomatis menurut manual prosedur akan dibuang melewati pintu klep dinas PU tentang Studi Kasus Drainase otomatis. Berikut adalah menit kedua data pintu klep air otomatis untuk Vol. Q = Cd. b.Berat pintu = 1 kN tinggi muka air pada saluran primer. = Cd. b. a. Pintu klep otomatis Durasi waktu debit puncak saluran Dari perhitungan gaya yang terjadi pada primer dengan debit rancangan pintu klep otomatis (Bambang perumahan sama sehingga pada waktu Triatmodjo. Kapasitas Tampungan Long muka air di hilir maka pintu akan Storage Rencana Awal .

55 m3 .75 m perumahan harus lebih lama lagi dari = 1085.25 m2 x 1. 8. storage ditambah oleh dengan tampungan saluran yang sudah 3 dipersiapkan sebesar 1. Juga pada saat air masuk ke Jadi kapasitas total long storage rencana dalam long storage. sehingga kapasitas lokasi 1 9.95 m x 6 m tidak menghambat cara kerja saluran = 1901.875 m3 + 2852. Kemudian pada dengan mempertimbangkan tidak tabel terlihat air di dalam long storage mengganggu jalur transportasi yang ada tidak dapat mengalir ketika debit pada di dalam kawasan perumahan di saat saluran primer mencapai puncak dan melaksanakan pemeliharaan.961.574. Kapasitas Tampungan Long Storage Storage Setelah Mengalami Perubahan Karena pada rencana awal Dimensi Rencana dimensi long storage tidak dapat Pada grafik dapat dilihat debit menampung debit banjir rancangan banjir di perumahan dapat ditampung maka diperlukan suatu alternatif maka dengan baik bahkan masih ada sisa dilakukan pemaksimalan kapasitas long sehingga tidak perlu khawatir apabila storage. Besar otomatis yang berdimensi sama dengan tampungan sisa yang tidak dapat pintu air sebelumnya sehingga debit di ditampung oleh long storage yaitu dalam tampungan dapat keluar dengan sebesar 3.01 menit Berikut adalah rencana dimensi baru dengan kapasitas tampungan di atas tampungan setelah memaksimalkan maka long storage mempunyai safety tempat untuk pelebaran long storage. puncak terjadi pada durasi 25. dengan 2 lokasi long storage yang baru Saluran Long storage harus adalah senantiasa dibersihkan secara berkala = 2745 m3 + 1627. Durasi long storage sehingga kapasitas pengosongan pada alternatif cenderung mencukupi serta penambahan pintu air lebih cepat dari sebelumnya yaitu di lokasi baru yang dijadikan long menit menjadi 73 menit.875 m3 saluran tersier maupun sekunder pada  Lokasi 2 adalah lokasi baru dengan bagian inlet diberi penangkap sampah panjang 319. Dari analisa perhitungan dan = 7225. factor sebesar 10 %.7 m masih tidak mencukupi. Perencanaan Ulang Dimensi Long Gambar 5. Apabila  Lokasi 1 penambahan lebar sebesar menginginkan safety factor yang lebih = 3 m x panjang storage besar maka durasi debit puncak = 3 m x 361.5 m3.25 m2 x tinggi storage Drainase Serta Long Storage = 1085. Pada tabel juga terlihat durasi pengosongan long storage agar bisa diisi kembali yaitu selama selama 80 menit.5 m Air yang masuk ke dalam = 1627. Pemaksimalan direncanakan terjadi hujan kembali. Dengan debit storage. Bahkan ketika long maksimal. Operasi dan Pemeliharaan Saluran = 1085.25 m2 kondisi sebelumnya.7 m2 drainase. Ada 2 baru dapat mengalir ketika debit banjir lokasi yang menjadi tempat pelebaran pada saluran primer mulai surut.425 m3 grafik dapat dilihat bahwa kapasitas  Dengan Penambahan 3 pintu klep long storage tidak mencukupi.96 m dan lebar mengkuti sehingga air hujan maupun air limbah lebar total lokasi 1 yaitu 6 m. jadi luas rumah tangga dapat lancar masuk serta = 316.

Berikut adalah beberapa maksimum air dapat dipompa dialirkan solusi penanganan yang mungkin untuk ke saluran primer. manhole yang sesuai yaitu 100 m Oleh sebab itu pada lokasi studi ini dengan dimensi 1. Manhole adalah salah Pemasangan pompa juga dilakukan satu bangunan pelengkap sistem agar long storage bersih dari lumpur penyaluran air buangan yang berfungsi yang ada di dalam tampungan. dan membersihkan memperlebar badan saluran primer saluran dari kotoran yang mengendap sehingga kapasitas saluran tetap bisa dan benda-benda yang tersangkut menampung debit banjir. selama pengaliran. Alternatif Penanganan sekunder yang merupakan saluran Mengantisipasi terjadinya hujan tertutup diberi manhole untuk terus menerus atau pengaruh backwater pemeliharaan agar lebih mudah serta di saluran primer sehingga pintu air tempat untuk memeriksa tinggi muka menutup dengan jangka waktu lebih air sehingga apabila muka air di dalam lama maka dibutuhkan suatu alternatif long storage akan mencapai tinggi penanganan. Pemasangan pompa pada long merupakan saluran tertutup diberi storage menuju saluran primer manhole untuk proses pemeliharaan sehingga long storage siap untuk maupun untuk melihat kondisi di dalam dipakai pada musim hujan.5 m maka menerima adanya penambahan debit berdasar standar PU jarak antar akibat perubahan tata guna lahan. Hal ini storage yang juga merupakan dikarenakan adanya program tampungan tertutup penempatan pemerintah Kota Surabaya bahwa manhole sesuai standar PU. sebagai tempat memeriksa. cm. sedimen didalam long storage bersih. dilakukan: Pada saluran sekunder yang 1. Manhole ditempatkan perhitungan pada bab sebelumnya.20 m3/detik. Pengerukan secara berkala atau memperbaiki. Debit rancangan pada lokasi studi cara saat terjadi hujan pintu di tutup dengan kala ulang 10 tahun sebesar sehingga muka air di long storage 4.5 m perlu membuat tampungan. long ke saluran primer. Long storage harus secara long storage. berbentuk persegi dengan ketebalan 15 Dikarenakan oleh keterbatasan lahan. Long storage dan saluran 10. pada setiap pertemuan antara saluran maka dapat disimpulkan sebagai tersier dengan saluran sekunder. Kesimpulan saluran. maka ketika debit mengalir dari Operasional pintu dilakukan saluran sekunder sebelum masuk ke dengan membuka dan menutup secara saluran primer ditampung ke dalam otomatis. baik dengan ketinggian sama Berdasarkan hasil evaluasi dan maupun berbeda.14 m3/detik. Bila kondisi muka air di besar 51% dari debit eksisting yang saluran primer sudah rendah maka pintu mengalir di saluran primer sebesar 2. berkala dilakukan penggontoran dengan 2.5 m x 1. yang terbuang tidak langsung masuk Berbeda dengan saluran sekunder. KESIMPULAN DAN SARAN mempertemukan beberapa cabang 1. serta untuk IV. Diameter saluran yang telah ada tidak boleh atau tinggi long storage 1. berikut: Dimensi dari manhole pada saluran 1.untuk menjaga kapasitas daya tampung bisa dibuka secara penuh sehingga long storage. . 2. Debit tersebut lebih meninggi. saluran tersebut. Rencana sistem drainase pada daerah sekunder yaitu 1 m x 1 m berbentuk studi menggunakan konsep drainase persegi dengan ketebalan 15 cm.

a. sebesar 6. Rencana saluran pembuang terdapat 3. pintu terbuka pada long storage yang Malang: Universitas Brawijaya. Studi Perencanaan 5. Analisis kapasitas long storage 1986. 2. 1999. Elevasi muka air saat Suhardjono. safety factor sebesar 10%.420 di bagian hilir. Kriteria Perencanaan sebesar 7225 m3 mampu mereduksi Jaringan Irigasi : 02. Analisis Hidrologi. yaitu dengan cara tidak membuang sampah pada saluran dan pemasangan penangkap sampah sebelum masuk ke dalam long storage . Jakarta: debit kala ulang 10 tahun yaitu Departemen Pekerjaan Umum. Malang: air hulu dengan muka air hilir Universitas Brawijaya. Masyarakat diharapkan dapat berperan serta dalam rangka penanggulangan banjir. sehingga sistem drainase dapat balok.5 m dan tinggi muka air serta Anonim.5 m.1993. Departemen Perkerjaan Umum.Sri. 2. sehingga elevasinya tetap dan tidak melebihi elevasi dasar long storage yang dapat mengurangi fungsinya maka perlu dilakukan pengerukan secara berkala. Berikut adalah dimensi dari berfungsi dengan optimal dan kedua tipe saluran tersebut: bertahan sesuai umur rencana. Analisis Hidrologi dan Hidraulika sedangkan Sistem Penanggulangan b.5 m dan tinggi muka Perumahan PU Pejompongan.501 m3 dengan durasi debit Harto. 2013. Skripsi terjadi perbedaan tinggi antara muka tidak dipublikasikan.3. Untuk menghindari masalah pendangkalan saluran primer yang merupakan sistem drainase utama perumahan. puncak 25 menit dan mempunyai Jakarta: Erlangga. Drainase Perkotaan. Isnomo. Pond) di Perumahan Graha Pintu mulai terbuka ketika telah Taman Bunga Semarang. Saluran tersier dengan lebar (b) DAFTAR PUSTAKA 0. 4. Saran Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penanganan banjir pada kawasan studi perumahan Sukolilo Dian Regency adalah sebagai berikut: 1. Pola operasi long storage Kolam Pengatur Air (Regulating menggunakan pintu klep otomatis. sebesar 35 cm.770 pada bagian hulu dan +4. air serta tinggi jagaan (h+w) 1 m. D. Dan melakukan pemeliharaan pada long storage yang telah diberi manhole. telah mengalami perubahan dimensi ulang adalah +4. Saluran sekunder yaitu dengan Genangan di Kompleks lebar (b) 1. Studi Kasus Perhitungan tinggi jagaan (h+w) 0. Mengoptimalkan program pendanaan dua tipe dengan penampang persegi Operasional dan Pemeliharaan (O & terbuat dari beton pracetak berbentuk P).

Penampang Saluran yang Berada di Dalam Kawasan Perumahan .Gambar 6. Denah dan Skema Jaringan Saluran Drainase serta Letak Long Storage Perumahan Sukolilo Dian Regency Gambar 7.