Anda di halaman 1dari 16

STUDI PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PERUMAHAN

SUKOLILO DIAN REGENCY SURABAYA TIMUR DENGAN


PEMANFAATAN SISTEM LONG STORAGE SEBAGAI
UPAYA MENGURANGI KONTRIBUSI
LIMPASAN PERMUKAAN

JURNAL ILMIAH

Diajukan untuk memenuhi persyaratan


memperoleh gelar Sarjana Teknik

Disusun Oleh :
RIZA HIMAWAN ABRIANTO
NIM. 0910640012-64

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK PENGAIRAN
MALANG
2013
LEMBAR PERSETUJUAN

STUDI PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PERUMAHAN


SUKOLILO DIAN REGENCY SURABAYA TIMUR DENGAN
PEMANFAATAN SISTEM LONG STORAGE SEBAGAI
UPAYA MENGURANGI KONTRIBUSI
LIMPASAN PERMUKAAN

JURNAL ILMIAH
Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan
memperoleh gelar Sarjana Teknik (S.T.)

Disusun Oleh :
RIZA HIMAWAN ABRIANTO
NIM. 0910640012-64

Menyetujui :

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

Ir. M. Janu Ismoyo, MT. Ir. Dwi Priyantoro, MS.


NIP. 19580102 198601 1 001 NIP. 19580502 198503 1 001
STUDI PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PERUMAHAN
SUKOLILO DIAN REGENCY SURABAYA TIMUR DENGAN
PEMANFAATAN SISTEM LONG STORAGE SEBAGAI
UPAYA MENGURANGI KONTRIBUSI
LIMPASAN PERMUKAAN
Riza Himawan Abrianto, Janu Ismoyo, Dwi Priyantoro

Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya


Jalan MT. Haryono 167, Malang 65145, Indonesia
E-mail: himawanriza@ymail.com

ABSTRAK

Permasalahan banjir Kota Surabaya sampai saat ini belum dapat tertangani
secara menyeluruh walaupun Pemerintah Kota Surabaya telah berupaya semaksimal
mungkin untuk mengatasinya. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, Pemerintah
Kota menetapkan bahwa setiap adanya pembangunan harus diikuti dengan penyelesaian
banjir disekitar wilayah tersebut (PERDA Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2007 Tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya). Perumahan Sukolilo Dian Regency
merupakan salah satu pengembang di wilayah Kecamatan Sukolilo yang membangun
perumahan dengan mengubah tata guna lahan. Karena keterbatasan lahan pada kawasan
perumahan maka dibangun long storage agar limpasan tertampung sementara tidak
mengalir langsung ke saluran drainase eksisting.
Tujuan dari studi ini untuk mengetahui efektifitas kapasitas saluran drainase
serta kapasitas tampungan long storage dengan kala ulang debit banjir 10 tahun untuk
mengurangi kontribusi limpasan yang masuk ke saluran eksisting.
Pada studi ini dibutuhkan data topografi, curah hujan, survey, denah perumahan,
rencana letak saluran drainase dan skema jaringan drainase eksisting. Perhitungan debit
banjir rancangan menggunakan metode rasional. Setelah itu diperoleh debit banjir
rancangan dari luas lahan tiap saluran ditambah perhitungan debit air kotor perumahan.
Dari debit banjir rancangan, direncanakan dimensi saluran yang sesuai. Selanjutnya
dengan manual prosedur dinas PU tentang Studi Kasus Drainase direncanakan
kapasitas rencana long storage yang dapat mengurangi kontribusi debit drainase ke
saluran eksisting dengan pengontrol pintu air klep otomatis.
Berdasarkan analisis kapasitas saluran menggunakan debit rancangan 10 tahun
terdapat 2 tipe saluran di kawasan perumahan dengan penampang persegi yaitu saluran
tersier , dimensi lebar = 0,5 m, tinggi dan jagaan = 0,5 m serta saluran sekunder dengan
dimensi lebar = 1,5 m, tinggi dan jagaan = 1 m. Kedua tipe saluran terbuat dari bahan
beton pra cetak sehingga mudah dalam pemasangan di lokasi studi. Dengan
ketersediaan lahan serta kriteria kemudahan dalam pemeliharaan dan operasi dihasilkan
kapasitas long storage dengan volume 7.225 m3 mampu mereduksi debit kala ulang 10
tahun sebesar 6.501 m3 dengan durasi debit puncak 25 menit dan waktu pengosongan
selama 73 menit. Long storage pada lokasi studi mempunyai safety factor sebesar 10%.

Kata Kunci: Banjir, Drainase Perkotaan, Keterbatasan lahan, Long Storage


ABSTRACT

Surabaya city and flood disaster are becoming two things that can’t be apart
nowadays. This issue came up because the government haven’t finished the problem yet.
However the threat of floods continuously haunted Surabaya. Depends on flooding
problem, the local government has been making an effort to formulate appropriate
policies to deal with flood disaster. The rule is including the flood solving in every
development (Local Rules Surabaya City No.3, 2007 about Side Arrangement Plan of
Surabaya City). Sukolilo Dian Regency is one of housing developer which constructing
by changing the land use arrangement. Constructing long storage in limited area is
needed to avoid run-off accumulation in existing drainage channel.
The aim of this study was to understand the effectiveness capacity of drainage
channel and the effectiveness capacity of long storage system in specific return period
(Q10) to decrease the contribution of run-off which is included in existing drainage
channel.
Any variable of topography, rainfall, residence ground plan, drainage system
plan, and the sketch of existing drainage system are needed in this study. Rational
method is used to estimate design flood. The appropriate channel dimensions are based
on the value of design flood. By using the ministry of public works’ manual procedure
about drainage, long storage capacity can be designed to decrease the contribution of
run-off which is included in existing drainage channel with flap gates.
Based on the analysis of channel capacity using design flood in specific period
(Q10), there are two type of channel in residence area. First is square longitudinal
section, tertiary channel, width is 0,5 meter, height is 0,5 meter. The second is square
longitudinal section, secondary channel, width is 1,5 meter, height is 1,5 meter. This
both types are made using precast concrete material that ease to set in location. Based
on the limitation area and the easiest criteria of operation and maintenance, there is a
capacity of long storage is 7.225 m3 that can reduce the discharge in specific return
period (Q10) about 6.501 m3, maximum discharge duration is 25 minutes and the
emptying time is 73 minutes. The safety factor of long storage in this study is 10
percent.

Keyword: Flood, City drainage, limited land, long storage

I. PENDAHULUAN rendah dengan elevasi <10 m dengan


Kota Surabaya secara geografis kemiringan lereng 0-2%. Morfologi
berada di Garis Lintang Selatan dan Kecamatan Sukolilo merupakan dataran
Bujur Timur antara 712’-721’ lintang rendah yang terbentuk oleh rawa. Untuk
Selatan dan 11236’-12754’ Bujur kondisi tanah berupa tanah alluvial yang
Timur. Luas wilayah Kota Surabaya terjadi oleh endapan sungai atau
adalah 32.639 Ha yang terbagi dalam endapan pantai.
lima wilayah pembatu walikota, 28 Terjadinya banjir akibat alih
wilayah kecamatan dan 163 fungsi lahan pada kawasan
desa/kelurahan. Kecamatan Sukolilo pembangunan Perumahan Sukolilo Dian
adalah wilayah kecamatan yang Regency dan di sekitar wilayah tersebut
meliputi wilayah daratan dan wilayah serta terjadinya curah hujan yang cukup
air. Secara adminitrasi di bawah besar. Serta diberlakukannya peraturan
Kecamatan Sukolilo termasuk wilayah yang menetapkan bahwa setiap adanya
Surabaya Timur. Topografi Kecamatan pembangunan harus diikuti dengan
Sukolilo berada di wilayah dataran penyelesaian banjir disekitar wilayah
tersebut (PERDA Kota Surabaya saluran primer untuk membuang
Nomor 3 Tahun 2007 Tentang Rencana limpasan hujan pada suatu kawasan.
Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya), II. BAHAN DAN METODE
dengan kata lain bahwa setiap ada 1. BAHAN
pengajuan ijin dari pengembang maka a. Analisa Hidrologi
pengembang tersebut harus turut serta Curah hujan rancangan
berpartsipasi dalam penyelesaian banjir merupakan curah hujan terbesar
di sekitar wilayahnya. Maka salah satu tahunan yang mungkin terjadi di
usaha yang dilakukan adalah dengan suatu daerah dengan periode ulang
merencanakan sistem drainase tertentu Metode yang digunakan
perumahan dengan kala ulang yang adalah Log Pearson III karena
cocok digunakan pada kondisi metode ini dapat digunakan untuk
perkotaan yaitu 10 tahun dan untuk semua sebaran data serta sesuai
mengurangi konstribusi limpasan yang untuk berbagai macam koefisien
masuk ke saluran primer digunakan kepencengan dan koefisien
long storage akibat keterbatasan lahan kepuncakan (Harto, 1993:20).
sebagai tampungan debit drainase Tahapan untuk menentukan
perumahan sementara. curah hujan rancangan dengan
Dalam bidang teknik sipil, menggunakan metode Log Pearson
drainase secara umum dapat III adalah sebagai berikut:
didefinisikan sebagai suatu tindakan  Mengubah curah hujan harian
teknis untuk mengurangi kelebihan air, maksimum ke dalam bentuk
baik yang berasal dari air hujan, logaritma.
rembesan, maupun kelebihan air irigasi  Menghitung nilai logaritma rata-rata:
dari suatu kawasan atau lahan, sehingga
fungsi kawasan atau lahan tersebut tidak
terganggu. Sementara itu, menurut
Suhardjono (1984:1) drainase adalah  Menghitung standart deviasinya
suatu cara pembuangan kelebihan air (simpangan baku):
yang tidak diinginkan pada suatu
daerah, serta cara-cara
penangggulangan akibat yang
ditimbulkan oleh kelebihan air tersebut.
 Menghitung koefisien kepencengan:
Perencanaan sistem drainase dilakukan
untuk menentukan kapasitas sekaligus
arah aliran saluran drainase sehingga
mampu mengalirkan debit banjir  Hitung logaritma curah hujan
rancangan secara efektif. rancangan dengan kala ulang
Long storage merupakan tertentu:
bangunan penyimpanan air sementara Log Xt = log x + G. Si
yang mempunyai dimensi memanjang,  Menghitung antilog dari Xt
bangunan ini biasanya direncanakan dengan:
karena keterbatasan lahan. Di dalam xi = data hujan (mm)
studi ini long storage lebih berfungsi
untuk menampung debit banjir untuk x = rerata data hujan (mm)
sementara waktu dan membuangnya n = jumlah data
ketika muka air di saluran primer mulai Xt = ch rancangan (mm)
surut. Dengan adanya long storage, Logx = rerata logaritma curah hujan
akan ada daya tampung dari saluran tahunan maksimum
drainase sebelum masuk ke dalam G = konstanta
b. Debit Banjir Rancangan e. Analisa Kapasitas Tampungan Long
Debit banjir rancangan adalah Storage
jumlah debit air hujan dan debit air Dari hasil analisa debit banjir
kotor. Debit banjir rancangan ini rancangan, diperoleh debit maksimum
nantinya akan digunakan dalam dan waktu konsentrasi dari saluran yang
penentuan kapasitas saluran drainase. ditinjau, kemudian dilanjutkan dengan
Bentuk persamaan dari debit banjir analisa kapasitas tampungan hingga ke
rancangan tersebut sebagai berikut: pembuatan grafik hubungan antara
Qr = Qah + Qak tampungan long storage dengan debit
dengan: banjir yang melalui saluran primer.
Qr = debit banjir rancangan (m3/dt) Dengan metode hidrograf satuan
Qah= debit air hujan (m3/dt) berdasar data Qmax, Tc dan Td dan
Qak= debit air kotor (m3/dt) ditabulasikan kemudian digambarkan
c. Debit Air Hujan sebagai berikut:
Salah satu metode yang digunakan
untuk menghitung debit air hujan pada
saluran drainase adalah metode
Rasional. Rumus ini banyak digunakan
untuk drainase perkotaan dengan daerah
pengaliran yang sempit. Bentuk umum
persamaan ini adalah sebagai berikut
(Suhardjono, 2013):
Q = 0,278.C. I.A
dengan:
Q = debit limpasan (m3/dtk) Gambar 2.1.Hidrograf Aliran Masuk
C = koefisien pengaliran (Anonim,----)
I = intensitas hujan selama waktu 2. METODE
tiba banjir (mm/jam) a. Pengumpulan Data
A = luas daerah (km2) Setelah mengetahui kondisi daerah
d. Debit Air Kotor studi, kemudian dilakukan
Debit air kotor adalah debit yang pengumpulan data penunjang. Data-data
berasal dari buangan rumah tangga, yang diperlukan tersebut adalah sebagai
bangunan gedung, instansi dan berikut:
sebagainya. Besarnya dipengaruhi oleh  Peta lokasi studi untuk mengetahui
banyaknya jumlah penduduk dan lokasi studi perencanaan.
kebutuhan air rata-rata penduduk.  Peta topografi.
Adapun besarnya kebutuhan air  Peta tata guna lahan.
penduduk rata-rata adalah 150  Skema jaringan drainase dan jalan
liter/orang/hari. Sedangkan debit air eksisting sekitar kawasan studi.
kotor yang harus dibuang di dalam  Data curah hujan guna keperluan
saluran adalah 70% dari kebutuhan air hidrologi. Data curah hujan diambil
bersih (Suhardjono, 2013) dari stasiun hujan Keputih, stasiun
Pn x q Larangan serta stasiun Wonorejo.
Qak = Data hujan yang diperlukan dari
A
Pn x 0,00121 tahun 1993-2012.
Qak =  Data jumlah rumah untuk
A menetapkan jumlah penduduk yang
dengan:
akan menempati perumahan
Qak = debit air kotor
tersebut sehingga diketahui
Pn = jumlah penduduk (jiwa)
q = jumlah air buangan(l/dt/orang)
kebutuhan air yang berada di III. HASIL DAN PEMBAHASAN
kawasan studi. 1. Perhitungan Curah Hujan Daerah
b. Tahapan Penyelesaian Studi Besarnya curah hujan maksimum
 Melakukan studi pustaka mengenai rata-rata daerah diperoleh dengan
teori yang akan dipakai. menggunakan data dari stasiun hujan
 Mengumpulkan data-data yang harian, yaitu: Stasiun Keputih, Stasiun
diperlukan untuk kepentingan Larangan dan Stasiun Wonorejo dengan
perhitungan. periode pengamatan data curah hujan
 Analisa hidrologi yang digunakan selama 20 tahun dari
1. Menghitung curah hujan tahun 1993 s/d 2012. Sebelum
rancangan dengan metode Log dilakukan analisa hujan rencana terlebih
Pearson III dengan kala ulang 10 dahulu dilakukan perhitungan hujan rata
tahun. rata yang dilakukan dengan
2. Menguji kesesuaian distribusi menggunakan cara aritmatik yaitu
hujan dengan uji Smirnov- dengan cara menjumlahkan hujan harian
Kolmogorov dan uji Chi Square maksimum pada setiap stasiun per tahun
untuk mengetahui kebenaran dibagi dengan jumlah stasiun yang
hipotesa frequensi Log Pearson digunakan.
III. 2. Analisa Hidrologi
 Perhitungan debit banjir rancangan Analisa hidrologi digunakan untuk
(Qr) untuk evaluasi saluran memperoleh besaran intensitas hujan
drainase: yang kemudian diolah menjadi debit
1. Menghitung waktu konsentrasi. maksimum yang kemungkinan dapat
2. Menghitung intensitas hujan terjadi di lapangan. Data hujan
rencana (Ir) dengan rumus maksimum tahunan berdasarkan
Mononobe. pencatatan 3 stasiun, yaitu: Stasiun
3. Menentukan koefisien Keputih, Stasiun Larangan dan Stasiun
pengaliran (C) dari peta tata Wonorejo.
guna lahan wilayah studi. Tabel 1. Perhitungan Curah Hujan
4. Menentukan luas daerah Rancangan Log Pearson III
pengaliran (A) dari peta Dengan T Tahun.
topografi. Periode Curah Standart Faktor Hujan harian Hujan harian
5. Menghitung debit air hujan Ulang rata-rata deviasi distribusi maksimum maksimum
(T) ( Log Xi ) Sd Log X (K) Log X (X)
(Qah) dengan metode rasional.
6. Menghitung penetapan jumlah 2 1.90 0.13 -0.027 1.894 78.33
5 1.90 0.13
penduduk di dalam kawasan 10 1.90 0.13
0.833
1.298
2.003
2.062
100.68
115.33
perumahan. 25 1.90 0.13 1.806 2.126 133.74
7. Menghitung debit air kotor 50 1.90 0.13 2.140 2.169 147.44
100 1.90 0.13 2.445 2.207 161.17
(Qak). 200 1.90 0.13 2.728 2.243 175.04
8. Menghitung debit rancangan 3. Perhitungan Debit Air Hujan
(Qr) kala ulang 10 tahun. dengan Metode Rasional
9. Analisa hidrolika kapasitas Untuk menghitung debit
saluran terhadap debit banjir rancangan air hujan pada saluran
rancangan dengan rumus drainase digunakan rumus rasional
Manning. karena rumus ini dapat digunakan untuk
10. Analisa tampungan long storage. perencanaan saluran drainase dengan
11. Evaluasi kapasitas tampungan catchment area yang tidak terlalu luas.
long storage terhadap debit Berikut adalah gambar kawasan
banjir rancangan. perumahan yang dijadikan studi.
12. Kesimpulan dan Pembahasan.
Q = 0,278.C. I.A
= 0,278 . 0,73. 176,02795. 0,00203
= 0,07229 m3/detik
Untuk perhitungan saluran lainnya
disajikan pada Tabel 2 dan Tabel 3.
Tabel 2. Perhitungan Debit Air Hujan
Saluran Tersier Kala Ulang
10 Tahun
 Menuju saluran sekunder 1
Panjang Saluran Luas Total Debit Air Hujan Qah Komulatif
Saluran (L) (A) Q Qkomulatif
2 3
(m) (km ) (m /dt) (m3/dt)
T2 124.09800 0.00203 0.07229 0.07229
Gambar 1. Peta Tata Guna Lahan T5
T6
128.91700
125.41800
0.00196
0.00190
0.06691
0.06720
0.13919
0.20639
Langkah - langkah perhitungan T9
T10
122.39600
113.12200
0.00181
0.00171
0.06528
0.06481
0.27167
0.33648

untuk saluran tersier 2 menuju saluran T13


T14
109.79300
100.79000
0.00162
0.00150
0.06584
0.06431
0.40233
0.46663
T17 97.08300 0.00144 0.06182 0.52845
sekunder 1 dengan kala ulang 10 tahun T18 87.88800 0.00137 0.06119 0.58965
T21 80.17300 0.00124 0.06586 0.65551
adalah: T30 77.40000 0.00365 0.12881 0.78432
T24 258.70600 0.01528 0.26945 1.05377
a. Waktu Konsentrasi (tc) T27 78.23700 0.00466 0.15420 1.20797
T28 213.60500 0.00924 0.18024 1.38820
0.77
0,0195  L   Menuju saluran sekunder 2
tc  x  Panjang Luas Total Debit Air Hujan Qah Komulatif
60  S Saluran (L) (A) Q Qkomulatif
0.77 (m) (km2) (m3/dt) (m3/dt)
0,0195  124,098  T1 183.01100 0.00483 0.11987 0.11987
= x  T3 104.73650 0.00237 0.09625 0.21612
60  0,00430 
T4 105.57300 0.00212 0.08845 0.30457
T7 112.00900 0.00220 0.08706 0.39163
T8 116.91300 0.00226 0.08668 0.47831
= 0,11119 jam T11 118.35750 0.00233 0.08826 0.56657
T12 123.73600 0.00239 0.09268 0.65925
b. Menghitung intensitas hujan (I) T15 125.16750 0.00246 0.09267 0.75191
2/3
 24 
T16 128.50750 0.00250 0.09346 0.84537
R T19 129.01150 0.00251 0.09362 0.93899
I = 24 x  T20 129.04650 0.00251 0.09342 1.03241
24  tc  T22
T23
129.75400
129.58300
0.00252
0.00252
0.09340
0.09426
1.12581
1.22007
2/3
115,33  24 
T25 130.03150 0.00254 0.09474 1.31481
T26 130.12000 0.00300 0.10985 1.42465
= x 
24  0,11119   Menuju saluran sekunder 3
Panjang Luas Total Debit Air Hujan Qah Komulatif
= 176,02795 mm/jam Saluran (L) (A) Q Qkomulatif

c. Menghitung koefisien pengaliran (m) (km2) (m3/dt) (m3/dt)


T31 65.44700 0.00114 0.06081 0.06081
rata-rata (Cm) T3 104.73650 0.00237 0.09625 0.15707
T4 105.57300 0.00212 0.08845 0.24551
Di daerah studi terdapat berbagai T7 112.00900 0.00220 0.08706 0.33258
T8 116.91300 0.00226 0.08668 0.41925
macam tata guna lahan maka koefisien T11 118.35750 0.00233 0.08826 0.50752
pengaliran yang digunakan adalah T12
T15
123.73600
125.16750
0.00239
0.00246
0.09268
0.09267
0.60019
0.69286
koefisien dari berbagai peruntukan T16 128.50750 0.00250 0.09346 0.78631
T19 129.01150 0.00251 0.09362 0.87994
tanah. Adapun koefisien pengaliran T20 129.04650 0.00251 0.09342 0.97336
T22 129.75400 0.00252 0.09340 1.06676
diambil nilai persentasenya. Berikut ini T23 129.58300 0.00252 0.09426 1.16102
T25 130.03150 0.00254 0.09474 1.25575
adalah contoh perhitungan Cm pada T26 130.12000 0.00300 0.10985 1.36560
saluran tersier 2 menuju sekunder 1: Tabel 3. Perhitungan Debit Air Hujan
n

 A xC
i 1
i i
Saluran Tersier Kala Ulang
10 Tahun
Cm = n  Menuju long storage
Ai
i
Saluran Sekunder
Panjang Saluran Luas Total Debit Air Hujan
(L) (A) Q
(m) (km2) (m3/dt)
= 0,72726 1 409.95 0.04941 1.38820
d. Menghitung curah hujan rancangan 2 477.45 0.03907 1.42465
metode rasional 3 346.31 0.03538 1.36560
Total 0.12386 4.17846
4. Perhitungan Debit Air Buangan  Saluran tersier menuju saluran
Penduduk sekunder 3
Saluran Jumlah Penduduk Luas Pemukiman Qper km Qak Q kumulatif
Pada perhitungan debit air Tersier
Jumlah Rumah
jiwa Km2 m3 /dt/km2 m3 /dt m3 /dt
3 18 90 0.00284 0.00088 2.5 x 10-6 0.3 x 10-5
buangan penduduk jumlah penduduk 4 34 170 0.00306 0.00167 5.1 x 10-6 0.8 x 10-5
7 30 150 0.00315 0.00147 4.6 x 10-6 1.2 x 10-5
pada perumahan ditetapkan dengan 8 36 180 0.00324 0.00177 5.7 x 10-6 1.8 x 10-5
11 37 185 0.00333 0.00182 6.0 x 10-6 2.4 x 10-5
jumlah rumah yang telah disediakan. 12 33 165 0.00347 0.00162 5.6 x 10-6 3.0 x 10-5
15 33 165 0.00347 0.00162 5.6 x 10-6 3.5 x 10-5
perumahan ditetapkan dengan jumlah 16 39 195 0.00351 0.00191 6.7 x 10-6 4.2 x 10-5
19 40 200 0.00360 0.00196 7.1 x 10-6 4.9 x 10-5
rumah yang telah disediakan. Dengan 20 40 200 0.00360 0.00196 7.1 x 10-6 5.6 x 10-5
22 40 200 0.00360 0.00196 7.1 x 10-6 6.3 x 10-5
memakai standart jumlah penduduk 23 35 175 0.00368 0.00172 6.3 x 10-6 6.9 x 10-5
25 41 205 0.00369 0.00201 7.4 x 10-6 7.7 x 10-5
pada tiap rumah yang telah tercantum 26 34 170 0.00357 0.00167 6.0 x 10-6 8.3 x 10-5

pada Standart Nasional. Berikut data 5. Perhitungan Debit Banjir Rancangan


penetapan jumlah penduduk Perumahan Total
Sukolilo Dian Regency: Tabel 5. Perhitungan Debit Banjir
- Luas Area Pemukiman : 63.393 m2 Rancangan Total Kala Ulang 10 Tahun
- Tipe rumah yang disediakan : Qah Qak Qtotal
Saluran
1. T45 sebanyak : 134 rumah m /dt 3 3
m /dt m3/dt
2. T59 sebanyak : 294 rumah Sekunder 1 1.38820 0.00001 1.38821
3. T69 sebanyak : 219 rumah Sekunder 2 1.42465 0.00009 1.42474
- Total rumah : 647 rumah Sekunder 3 1.36560 0.00008 1.36568
- Standart jumlah penduduk dalam 1 Total 4.17864
rumah = 5 orang, Jadi 647 x 5 = 6. Analisa Hidrolika
3235 orang Tabel 6. Analisa Rencana Kapasitas
Selanjutnya dapat diketahui debit air Saluran Tersier
buangan penduduk dengan perhitungan  Menuju Saluran Sekunder 1
Q b h w A V
sebagai berikut: Tersier
m3/dt
slope
m m m m2 m/dt

Tabel 4. Perhitungan Debit Air T2


T5
0.07229
0.06691
0.00403
0.00388
0.5
0.5
0.25
0.25
0.1
0.1
0.125
0.125
0.57831
1.28848
Buangan Penduduk T6
T9
0.06720
0.06528
0.00399
0.00409
0.5
0.5
0.25
0.25
0.1
0.1
0.125
0.125
1.30633
1.32236
 Saluran tersier menuju saluran T10
T13
0.06481
0.06584
0.00442
0.00546
0.5
0.5
0.25
0.25
0.1
0.1
0.125
0.125
0.51851
0.52674
sekunder 1 T14 0.06431 0.00595 0.5 0.25 0.1 0.125 0.51445
Saluran Jumlah Penduduk Luas Pemukiman Qper km Qak Q komulatif T17 0.06182 0.00618 0.5 0.25 0.1 0.125 0.49458
Jumlah Rumah
Tersier jiwa Km
2 3
m /dt/km
2 3
m /dt
3
m /dt T18 0.06119 0.00683 0.5 0.25 0.1 0.125 0.48955
2 18 90 0.00135 0.00088 1.2 x 10-6 1.2 x 10-6 T21 0.06586 0.00748 0.5 0.25 0.1 0.125 0.52688
5 16 80 0.00120 0.00078 0.9 x 10-6 2.1 x 10-6 T30 0.12881 0.00646 0.5 0.25 0.1 0.125 1.03050
6 16 80 0.00120 0.00078 0.9 x 10-6 3.1 x 10-6 T24 0.26945 0.00232 0.5 0.25 0.1 0.125 0.99637
9 15 75 0.00113 0.00074 0.8 x 10-6 3.9 x 10-6 T27 0.15420 0.00767 0.5 0.25 0.1 0.125 1.23359
10 14 70 0.00105 0.00069 0.7 x 10-6 4.6 x 10-6
T28 0.18024 0.00281 0.5 0.25 0.1 0.125 1.09652
13 13 65 0.00098 0.00064 0.6 x 10-6 5.2 x 10-6
14
17
12
10
60
50
0.00090
0.00075
0.00059
0.00049
0.5 x 10-6
0.4 x 10-6
5.8 x 10-6
6.1 x 10-6
 Menuju Saluran Sekunder 2
18 9 45 0.00068 0.00044 0.3 x 10-6 6.4 x 10-6 Q b h w A V
Tersier s
21 11 55 0.00083 0.00054 0.4 x 10-6 6.9 x 10-6 m3/dt m m m m2 m/dt
24 9 45 0.00095 0.00044 0.4 x 10-6 7.3 x 10-6 T1 0.11987 0.00273 0.5 0.25 0.1 0.125 1.0
27 9 45 0.00095 0.00044 0.4 x 10-6 7.7 x 10-6 T3 0.09626 0.00477 0.5 0.25 0.1 0.125 0.8
28 9 45 0.00132 0.00044 0.6 x 10-6 8.3 x 10-6 T4 0.08845 0.00474 0.5 0.25 0.1 0.125 0.7

 Saluran tersier menuju saluran T7


T8
0.08707
0.08668
0.00446
0.00428
0.5
0.5
0.25
0.25
0.1
0.1
0.125
0.125
0.7
0.7
sekunder 2 T11
T12
0.08827
0.09268
0.00422
0.00485
0.5
0.5
0.25
0.25
0.1
0.1
0.125
0.125
0.7
0.7
Saluran Jumlah Penduduk Luas Pemukiman Qper km Qak Q kumulatif
Jumlah Rumah T15 0.09267 0.00479 0.5 0.25 0.1 0.125 0.7
Tersier jiwa Km2 m3 /dt/km2 m3 /dt m3 /dt
1 26 130 0.00234 0.00128 3.0 x 10-6 0.3 x 10-5 T16 0.09346 0.00467 0.5 0.25 0.1 0.125 0.7
3 18 90 0.00284 0.00088 2.5 x 10-6 0.6 x 10-5 T19 0.09363 0.00465 0.5 0.25 0.1 0.125 0.7
4 34 170 0.00306 0.00167 5.1 x 10-6 1.1 x 10-5 T20 0.09343 0.00465 0.5 0.25 0.1 0.125 0.7
7 30 150 0.00315 0.00147 4.6 x 10-6 1.5 x 10-5 T22 0.09341 0.00462 0.5 0.25 0.1 0.125 0.7
8 36 180 0.00324 0.00177 5.7 x 10-6 2.1 x 10-5 T23 0.09427 0.00463 0.5 0.25 0.1 0.125 0.8
11 37 185 0.00333 0.00182 6.0 x 10-6 2.7 x 10-5 T25 0.09474 0.00461 0.5 0.25 0.1 0.125 0.8
12 33 165 0.00347 0.00162 5.6 x 10-6 3.3 x 10-5
T26 0.10985 0.00461 0.5 0.25 0.1 0.125 0.9
15 33 165 0.00347 0.00162 5.6 x 10-6 3.8 x 10-5
16 39 195 0.00351 0.00191 6.7 x 10-6 4.5 x 10-5
19 40 200 0.00360 0.00196 7.1 x 10-6 5.2 x 10-5
20 40 200 0.00360 0.00196 7.1 x 10-6 5.9 x 10-5
22 40 200 0.00360 0.00196 7.1 x 10-6 6.6 x 10-5
23 35 175 0.00368 0.00172 6.3 x 10-6 7.2 x 10-5
25 41 205 0.00369 0.00201 7.4 x 10-6 8.0 x 10-5
26 34 170 0.00357 0.00167 6.0 x 10-6 8.6 x 10-5
 Menuju Saluran Sekunder 3 tersebut maka dipiliih rencana long
Q b h w A V
Tersier
m3/dt
s
m m m m2 m/dt
storage dengan dimensi sebagai berikut:
T31
T3
0.06081
0.09626
0.00764
0.00477
0.5
0.5
0.25
0.25
0.1
0.1
0.125
0.125
0.5
0.8
Panjang long storage : 610 m
T4 0.08845 0.00474 0.5 0.25 0.1 0.125 0.7 Lebar long storage : 3 m
T7 0.08707 0.00446 0.5 0.25 0.1 0.125 0.7
T8 0.08668 0.00428 0.5 0.25 0.1 0.125 0.7 Tinggi muka air long storage : 1,5 m
T11 0.08827 0.00422 0.5 0.25 0.1 0.125 0.7
T12 0.09268 0.00485 0.5 0.25 0.1 0.125 0.7 Maka volume long storage dapat
T15 0.09267 0.00479 0.5 0.25 0.1 0.125 0.7
T16 0.09346 0.00467 0.5 0.25 0.1 0.125 0.7
dihitung sebagai berikut:
T19
T20
0.09363
0.09343
0.00465
0.00465
0.5
0.5
0.25
0.25
0.1
0.1
0.125
0.125
0.7
0.7
Volume I = Panjang x lebar x tinggi
T22
T23
0.09341
0.09427
0.00462
0.00463
0.5
0.5
0.25
0.25
0.1
0.1
0.125
0.125
0.7
0.8
= 610 x 3 x 1,5
T25 0.09474 0.00461 0.5 0.25 0.1 0.125 0.8 = 2745 m3
T26 0.10985 0.00461 0.5 0.25 0.1 0.125 0.9
Menurut manual prosedur dinas
Tabel 7. Analisa Rencana Kapasitas
PU tentang Studi Kasus Drainase,
Saluran Sekunder
Saluran Q b h w A V dijelaskan mengenai analisa kapasitas
s
Sekunder m3/dt m m m m2 m/dt tampungan dengan mengunakan
1 1.388 0.001439 1.5 0.80 0.26 1.2 1.157
2 1.425 0.001927 1.5 0.80 0.26 1.2 1.187
hidrograf satuan berdasar pada data
3 1.366 0.001155 1.5 0.80 0.26 1.2 1.138 Qmax, Tc dan Td. Dari data
7. Analisis Kapasitas Long Storage perhitungan dapat dibuat sebuah
Guna menampung kelebihan air hidrograf inflow sebagai berikut:
buangan akibat perubahan tata guna Qp 10max : 4,17864 m3/dt
lahan yang berpengaruh terhadap Tc : 0,41685 jam
koefisien pengaliran (C) dari kawasan Td : 22,56663 menit
yang menyerap air / tambak menjadi T0 : 2,44429 menit
kawasan pemukiman maka dibutuhkan Hasil penggambaran hidrograf
tempat untuk menampung kelebihan tampungan long storage disajikan pada
debit di kawasan itu. Mengingat tidak Gambar 2.
tersedianya lahan untuk membuat
tampungan maka volume tampungan
dapat ditempatkan pada saluran yang
ada didalam kawasan dengan dimensi
yang cukup ( tampungan memanjang /
long storage ). Pembuatan tampungan
sebagaimana tersebut diatas sejalan
dengan program pemerintah Kota Gambar 2. Hidrograf Inflow Long
Surabaya bahwa saluran yang ada tidak Storage Q10 Tahun
diperkenankan adanya penambahan Dari hidrograf inflow yang telah
debit akibat perubahan tata guna lahan disajikan pada Gambar 4.2 dapat
atau ∆Q = 0 (penambahan debit disimulasikan hubungan antara debit
buangan = 0). inflow, outflow dengan kapasitas
Tampungan sementara ini tampungan. Berikut ini adalah contoh
berfungsi untuk membantu menyimpan perhitungan terhadap Qr 10 tahun:
air untuk menampung banjir langsung  Menghitung waktu sebaran debit
dari saluran drainase pada saat air tidak = td+t0+tc+td
dapat mengalir dikarenakan saluran = 22,567+2,444+25,011+22,567
yang biasa digunakan untuk = 75 menit
mengalirkan banjir mengalami debit  Menghitung volume inflow pada menit
puncak. pertama
Dengan melihat dari segi Vol.inflow = Qr menit pertama x 60
kemudahan dalam pemeliharan, manfaat = 0,1670 x 60
dan operasi serta tidak terganggunya = 10,02 m3
aktivitas transportasi di dalam kawasan
 Menghitung volume inflow total pada terbuka secara berkala. Berikut adalah
menit kedua data pintu klep air otomatis untuk
Vol.inflow total = Vol.inflow menit awal + rencana awal long storage:
Vol.inflow menit kedua - Jumlah = 1 buah
= 10,02 + 20,04 - Bahan fiberglass
= 30,06000 m3/detik - Tinggi total pintu =2m
 Membuat Hidrograf debit saluran - Tinggi muka air maks = 1,5 m
primer eksisting yang melewati saluran - Lebar pintu = 1,5 m
primer sehingga diketahui fluktuasi - Berat pintu = 1 kN
tinggi muka air pada saluran primer. - Kemiringan vertikal = 10o
Berikut data saluran primer eksisting
setelah mengalami normalisasi sehingga
dapat menampung debit eksisting :
 Qnormal = 0,423 m3/dt
 Qbanjir = 2,14 m3/dt
 Lebar saluran (b) =3m
 (Vprimer) = 0,47 m/dt
 (hmax) = 1,52 m3/dt
 Elevasi dasar saluran = +3,170
Gambar 3. Pintu klep otomatis
Durasi waktu debit puncak saluran
Dari perhitungan gaya yang terjadi pada
primer dengan debit rancangan
pintu klep otomatis (Bambang
perumahan sama sehingga pada waktu
Triatmodjo, 1993: 62) maka pintu akan
di kawasan perumahan mengalami debit
membuka apabila elevasi muka air di
puncak air ditampung di dalam long
hulu adalah h ≥ 35 cm di atas elevasi
storage. Dan setelah debit di saluran
muka air hilir. Selanjutnya perhitungan
primer berkurang secara berkala air
debit yang mengalir melewati pintu klep
yang ditampung di dalam long storage
otomatis menurut manual prosedur
akan dibuang melewati pintu klep
dinas PU tentang Studi Kasus Drainase
otomatis. Berikut adalah hidrograf debit
dengan rumus sebagai berikut :
di saluran primer.
Q = Cd. a. b. √ .
= Cd. (hw – Δh/3). b. √ .
dengan :
Q = debit yang melewati pintu(m3/dt)
Cd = koefisien pengaliran
a = bukaan pintu (m)
b = lebar pintu (m)
Gambar 3. Hidrograf Debit Saluran g = gravitasi (9,81 m/s2)
Primer Δh = beda elevasi muka air hulu dan
 Mekanisme pengoperasian pintu klep hilir pintu (m)
otomatis adalah sebagai berikut ini. hw = tinggi muka air di hilir pintu(m)
Pada saat muka air hulu lebih rendah
dari muka air di hilir pintu maka karena
berat sendiri pintu akan menutup.
Tekanan hidrostatis di sebelah hulu
tidak mampu melawan berat pintu dan
tekanan hidrostatis di sebelah hilir. Dan
sebaliknya apabila elevasi muka air di
hulu pintu lebih tinggi daripada elevasi Gambar 4. Kapasitas Tampungan Long
muka air di hilir maka pintu akan Storage Rencana Awal
Dari analisa perhitungan dan = 7225,425 m3
grafik dapat dilihat bahwa kapasitas  Dengan Penambahan 3 pintu klep
long storage tidak mencukupi. Besar otomatis yang berdimensi sama dengan
tampungan sisa yang tidak dapat pintu air sebelumnya sehingga debit di
ditampung oleh long storage yaitu dalam tampungan dapat keluar dengan
sebesar 3.961,5 m3. Bahkan ketika long maksimal.
storage ditambah oleh dengan
tampungan saluran yang sudah
3
dipersiapkan sebesar 1.574,7 m masih
tidak mencukupi. Pada tabel juga
terlihat durasi pengosongan long
storage agar bisa diisi kembali yaitu
selama selama 80 menit.
8. Perencanaan Ulang Dimensi Long Gambar 5. Kapasitas Tampungan Long
Storage Storage Setelah Mengalami Perubahan
Karena pada rencana awal
Dimensi Rencana
dimensi long storage tidak dapat
Pada grafik dapat dilihat debit
menampung debit banjir rancangan
banjir di perumahan dapat ditampung
maka diperlukan suatu alternatif maka
dengan baik bahkan masih ada sisa
dilakukan pemaksimalan kapasitas long
sehingga tidak perlu khawatir apabila
storage. Pemaksimalan direncanakan
terjadi hujan kembali. Kemudian pada
dengan mempertimbangkan tidak
tabel terlihat air di dalam long storage
mengganggu jalur transportasi yang ada
tidak dapat mengalir ketika debit pada
di dalam kawasan perumahan di saat
saluran primer mencapai puncak dan
melaksanakan pemeliharaan. Ada 2
baru dapat mengalir ketika debit banjir
lokasi yang menjadi tempat pelebaran
pada saluran primer mulai surut. Durasi
long storage sehingga kapasitas
pengosongan pada alternatif cenderung
mencukupi serta penambahan pintu air
lebih cepat dari sebelumnya yaitu
di lokasi baru yang dijadikan long
menit menjadi 73 menit. Dengan debit
storage.
puncak terjadi pada durasi 25,01 menit
Berikut adalah rencana dimensi baru
dengan kapasitas tampungan di atas
tampungan setelah memaksimalkan
maka long storage mempunyai safety
tempat untuk pelebaran long storage.
factor sebesar 10 %. Apabila
 Lokasi 1 penambahan lebar sebesar menginginkan safety factor yang lebih
= 3 m x panjang storage besar maka durasi debit puncak
= 3 m x 361,75 m perumahan harus lebih lama lagi dari
= 1085,25 m2 kondisi sebelumnya.
sehingga kapasitas lokasi 1 9. Operasi dan Pemeliharaan Saluran
= 1085,25 m2 x tinggi storage Drainase Serta Long Storage
= 1085,25 m2 x 1,5 m Air yang masuk ke dalam
= 1627,875 m3 saluran tersier maupun sekunder pada
 Lokasi 2 adalah lokasi baru dengan bagian inlet diberi penangkap sampah
panjang 319,96 m dan lebar mengkuti sehingga air hujan maupun air limbah
lebar total lokasi 1 yaitu 6 m, jadi luas rumah tangga dapat lancar masuk serta
= 316,95 m x 6 m tidak menghambat cara kerja saluran
= 1901,7 m2 drainase. Juga pada saat air masuk ke
Jadi kapasitas total long storage rencana dalam long storage.
dengan 2 lokasi long storage yang baru Saluran Long storage harus
adalah senantiasa dibersihkan secara berkala
= 2745 m3 + 1627,875 m3 + 2852,55 m3
untuk menjaga kapasitas daya tampung bisa dibuka secara penuh sehingga
long storage. sedimen didalam long storage bersih.
Long storage dan saluran 10. Alternatif Penanganan
sekunder yang merupakan saluran Mengantisipasi terjadinya hujan
tertutup diberi manhole untuk terus menerus atau pengaruh backwater
pemeliharaan agar lebih mudah serta di saluran primer sehingga pintu air
tempat untuk memeriksa tinggi muka menutup dengan jangka waktu lebih
air sehingga apabila muka air di dalam lama maka dibutuhkan suatu alternatif
long storage akan mencapai tinggi penanganan. Berikut adalah beberapa
maksimum air dapat dipompa dialirkan solusi penanganan yang mungkin untuk
ke saluran primer. dilakukan:
Pada saluran sekunder yang 1. Pemasangan pompa pada long
merupakan saluran tertutup diberi storage menuju saluran primer
manhole untuk proses pemeliharaan sehingga long storage siap untuk
maupun untuk melihat kondisi di dalam dipakai pada musim hujan.
saluran tersebut. Manhole adalah salah Pemasangan pompa juga dilakukan
satu bangunan pelengkap sistem agar long storage bersih dari lumpur
penyaluran air buangan yang berfungsi yang ada di dalam tampungan.
sebagai tempat memeriksa, 2. Pengerukan secara berkala atau
memperbaiki, dan membersihkan memperlebar badan saluran primer
saluran dari kotoran yang mengendap sehingga kapasitas saluran tetap bisa
dan benda-benda yang tersangkut menampung debit banjir.
selama pengaliran, serta untuk IV. KESIMPULAN DAN SARAN
mempertemukan beberapa cabang 1. Kesimpulan
saluran, baik dengan ketinggian sama Berdasarkan hasil evaluasi dan
maupun berbeda. Manhole ditempatkan perhitungan pada bab sebelumnya,
pada setiap pertemuan antara saluran maka dapat disimpulkan sebagai
tersier dengan saluran sekunder. berikut:
Dimensi dari manhole pada saluran 1. Rencana sistem drainase pada daerah
sekunder yaitu 1 m x 1 m berbentuk studi menggunakan konsep drainase
persegi dengan ketebalan 15 cm. yang terbuang tidak langsung masuk
Berbeda dengan saluran sekunder, long ke saluran primer. Hal ini
storage yang juga merupakan dikarenakan adanya program
tampungan tertutup penempatan pemerintah Kota Surabaya bahwa
manhole sesuai standar PU. Diameter saluran yang telah ada tidak boleh
atau tinggi long storage 1,5 m maka menerima adanya penambahan debit
berdasar standar PU jarak antar akibat perubahan tata guna lahan.
manhole yang sesuai yaitu 100 m Oleh sebab itu pada lokasi studi ini
dengan dimensi 1,5 m x 1,5 m perlu membuat tampungan.
berbentuk persegi dengan ketebalan 15 Dikarenakan oleh keterbatasan lahan,
cm. maka ketika debit mengalir dari
Operasional pintu dilakukan saluran sekunder sebelum masuk ke
dengan membuka dan menutup secara saluran primer ditampung ke dalam
otomatis. Long storage harus secara long storage.
berkala dilakukan penggontoran dengan 2. Debit rancangan pada lokasi studi
cara saat terjadi hujan pintu di tutup dengan kala ulang 10 tahun sebesar
sehingga muka air di long storage 4,20 m3/detik. Debit tersebut lebih
meninggi. Bila kondisi muka air di besar 51% dari debit eksisting yang
saluran primer sudah rendah maka pintu mengalir di saluran primer sebesar
2,14 m3/detik.
3. Rencana saluran pembuang terdapat 3. Mengoptimalkan program pendanaan
dua tipe dengan penampang persegi Operasional dan Pemeliharaan (O &
terbuat dari beton pracetak berbentuk P), sehingga sistem drainase dapat
balok. Berikut adalah dimensi dari berfungsi dengan optimal dan
kedua tipe saluran tersebut: bertahan sesuai umur rencana.
a. Saluran tersier dengan lebar (b) DAFTAR PUSTAKA
0,5 m dan tinggi muka air serta Anonim. Studi Kasus Perhitungan
tinggi jagaan (h+w) 0,5 m, Analisis Hidrologi dan Hidraulika
sedangkan Sistem Penanggulangan
b. Saluran sekunder yaitu dengan Genangan di Kompleks
lebar (b) 1,5 m dan tinggi muka Perumahan PU Pejompongan.
air serta tinggi jagaan (h+w) 1 m. Departemen Perkerjaan Umum.
4. Analisis kapasitas long storage 1986. Kriteria Perencanaan
sebesar 7225 m3 mampu mereduksi Jaringan Irigasi : 02. Jakarta:
debit kala ulang 10 tahun yaitu Departemen Pekerjaan Umum.
sebesar 6.501 m3 dengan durasi debit Harto,Sri.1993. Analisis Hidrologi,
puncak 25 menit dan mempunyai Jakarta: Erlangga.
safety factor sebesar 10%. Isnomo, D. 1999. Studi Perencanaan
5. Pola operasi long storage Kolam Pengatur Air (Regulating
menggunakan pintu klep otomatis. Pond) di Perumahan Graha
Pintu mulai terbuka ketika telah Taman Bunga Semarang. Skripsi
terjadi perbedaan tinggi antara muka tidak dipublikasikan. Malang:
air hulu dengan muka air hilir Universitas Brawijaya.
sebesar 35 cm. Elevasi muka air saat Suhardjono, 2013. Drainase Perkotaan,
pintu terbuka pada long storage yang Malang: Universitas Brawijaya.
telah mengalami perubahan dimensi
ulang adalah +4,770 pada bagian
hulu dan +4,420 di bagian hilir.
2. Saran
Beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam penanganan banjir
pada kawasan studi perumahan Sukolilo
Dian Regency adalah sebagai berikut:
1. Untuk menghindari masalah
pendangkalan saluran primer yang
merupakan sistem drainase utama
perumahan, sehingga elevasinya
tetap dan tidak melebihi elevasi dasar
long storage yang dapat mengurangi
fungsinya maka perlu dilakukan
pengerukan secara berkala. Dan
melakukan pemeliharaan pada long
storage yang telah diberi manhole.
2. Masyarakat diharapkan dapat
berperan serta dalam rangka
penanggulangan banjir, yaitu dengan
cara tidak membuang sampah pada
saluran dan pemasangan penangkap
sampah sebelum masuk ke dalam
long storage
Gambar 6. Denah dan Skema Jaringan Saluran Drainase serta Letak Long Storage
Perumahan Sukolilo Dian Regency

Gambar 7. Penampang Saluran yang Berada di Dalam Kawasan Perumahan