Anda di halaman 1dari 2

KECOCOKAN UNDANG-UNDANG KETENAGAKERJAAN

NO. 13 TAHUN 2003 DENGAN INDUSTRI KONSTRUKSI

RESUME

Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Hukum Perburuhan dan Bangunan
yang diampu oleh Dewi Yustiarini, S.T., M.T.

Nama : Akhdan Muhtadin


NIM : 1504343

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


DEPARTEMEN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2018
UU Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003 merupakan acuan dasar dalam mengatur peran dan
kedudukan tenaga kerja dalam pembangunan, peningkatan kemampuan tenaga kerja dan
jaminan hak-hak dasar buruh.
UU No. 13 tahun 2003 mengatur masalah tenaga kerja antara lain berisi tentang :
1. Hak dasar tenaga kerja
2. Mengenai kesempatan dan perlakuan yang sama
3. Pengembangan kemampuan tenaga kerja melalui pelatihan kerja
4. Tenaga kerja asing
5. Tentang hubungan kerja antara tenaga kerja dan perusahaan
6. Perlindungan (keselamatan kerja), pengupahan dan kesejahteraan
7. Hubungan industrial
8. Pemutusan hubungan kerja

Sistem hubungan kerja tenaga kerja terampil dalam industri konstruksi


UU No. 13 tahun 2003 mengatur tentang sistem kontrak tenaga kerja antara lain Tenaga Kerja
Waktu Tertentu (TKWT) dan Tenaga Kerja Waktu Tak tertentu (TKWTT) atau lebih dikenal
dengan tenaga kerja permanen. Khusus untuk tenaga kerja waktu tertentu. Sistem tenaga
kerja waktu tertentu diatur dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dimana pekerjaan
ini untuk jenis pekerjaan yang sekali selesai atau sementara sifatnya yang penyelesaiannya
paling lama 3 (tiga) tahun, pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru dan pekerjaan
yang bersifat musiman.
Umumnya hubungan kerja antara perusahaan dan tenaga kerja terampil dalam industri
konstruksi bersifat sistem kerja borongan dan sistem tenaga kerja harian (harian lepas).
Dalam pelaksanaannya sistem tenaga kerja harian tidak menggunakan kontrak kerja tertulis
seperti yang diwajibkan dalam peraturan tenaga kerja. Perjanjian kerja hanya bersifat lisan
mengenai jenis pekerjaan dan besarnya upah yang harus dibayarkan, tidak dijelaskan
mengenai hak dan kewajiban dari tenaga kerja tersebut.

Pengembangan kompetensi tenaga kerja terampil


Dalam Undang-undang No. 13 tahun 2003 Bab V mengatur mengenai pelatihan kerja. Salah
satu pasal menyebutkan bahwa setiap tenaga kerja berhak untuk memperoleh dan/atau
meningkatkan dan/atau mengembangkan kompetensi kerja sesuai dengan bakat, minat, dan
kemampuannya melalui pelatihan kerja, dan pihak perusahaan wajib bertanggung jawab atas
peningkatan dan/atau pengembangan kompetensi pekerjanya melalui pelatihan kerja.

Namun hal ini tidak berlaku untuk tenaga kerja ahli dibidang konstruksi, dimana menjadi
keharusan bagi perusahaan konstruksi untuk mempunyai tenaga ahli tersertifikasi. Hal ini
juga disyaratkan dalam proses tender untuk pekerjaan pelaksanaan proyek konstruksi.

Pengupahan dan kesejahteraan


Mengenai pengupahan terhadap tenaga kerja harian lepas pada proyek konstruksi tidak diatur
dalam Undang-undang No. 13 tahun 2003. Undang-undang tersebut hanya menyebutkan
bahwa upah harus disesuaikan dengan UMR dari setiap daerah. Tidak diatur mengenai
besarnya upah untuk masing-masing kelas pekerja untuk industri konstruksi dan berapa
besarnya upah harian untuk mereka. Hal yang berlangsung hanya berupa kesepakatan antara
tenaga kerja dengan pihak perusahaan kontraktor.