Anda di halaman 1dari 15

Meningkatkan

Kinerja Pengadaan
di BLUD

Oleh
Ikak G. Patriastomo
Deputi Bidang Hukum & Penyelesaian Sanggah LKPP

Disampaikan pada Bimtek & Supervisi PPK BLUD


19 Oktober 2017
Pengadaan Barang/Jasa di BLU/BLUD
Dasar Hukum

BLU BLUD

UU No. 1 Tahun 2004 tentang 1. UU No. 23 Tahun 2014 tentang


Perbendaharaan Negara Pemerintahan Daerah
2. UU No. 33 Tahun 2004 tentang
Perimbangan Keuangan antara Pemerintah
Pusat dan Pemerintahan Daerah

PP No. 23 Tahun 2005 tentang


Pengelolaan Keuangan BLU dan
Perubahannya PP No. 74 Tahun 2012 PP No. 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah

Permendagri Nomor 61 Tahun


PMK No. 08/PMK.02/2006 tentang 2007 tentang Pedoman Teknis
Kewenangan PBJ pada BLU Pengelolaan Keuangan BLUD (Bab
XII, Bagian Keenam tentang PBJ )
1) BLU/BLUD adalah instansi
pemerintah yang memberikan
layanan penyediaan barang dan
jasa.
2) BLU/BLUD harus menjalankan
praktik bisnis yang sehat tanpa
menerapkan pencarian
keuntungan.
3) BLU/BLUD dijalankan dengan
prinsip efisien dan produktivitas.
4) Diberikan fleksibilitas dan
otonomi dalam menjalankan
Karakteristik operasional BLU/BLUD 
BLU/BLUD pengelolaan keuangan, SDM, dan
Menurut PP 23/2005 pengelolaan dan pengadaan
aset/barang.
5) BLU/BLUD dapat dikecualikan
dari ketentuan pengelolaan
keuangan negara pada umumnya.
Pada penjelasan PP No. 23 Tahun 2005
tentang Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum disebutkan bahwa:

“BLU diberikan fleksibilitas dalam


rangka pelaksanaan anggaran,
termasuk pengelolan
Pengadaan pendapatan dan belanja,
Barang/Jasa pengelolaan kas, dan pengadaan
pada BLU/BLUD barang/jasa.”
Gambaran Pengaturan PBJ Beberapa Sektor

KLDI (APBN/APBD) BLU/BLUD PENUH BUMN/BUMD PRIVATE DESA PROYEK INFRASTRUKTUR


PEMERINTAH DENGAN KPBU

Pengadaan 1. Dimiliki Pemerintah/ 1. Kepemilikan


Barang/Jasa sesuai Pemda Pemerintah/Pemda Sesuai praktik Pengadaaan Barang/
Jasa di Desa berdasarkan 1. Proyek kerjasama
Perpres No 54 2. PP 23 Tahun 2005 jo. bergantung pada jumlah bisnis yang Pemerintah dan
saham yang dimiliki Peraturan Bupati/
Tahun 2010 dan PP 74 Tahun 2012 ttg berlaku Walikota yang dibentuk Badan Usaha (KPBU);
perubahaannya Pola Pengelolaan 2. BUMN dikelola sesuai UU dengan berpedoman 2. Pengadaaan Barang/
tentang Pengadaan Keuangan BLU (Pasal PT, UU BUMN, dll. Permen pada Perka LKPP No Jasa sesuai Perka LKPP
Barang/ Jasa 20)  dapat BUMN No 5 Thn 2008 jo. 13/2013 sebagaimana No. 19 Tahun 2015
diberikan fleksibilitas Permen BUMN No 15 diubah dengan Perka
Pemerintah tentang Kerjasama
PBJ (berupa jenjang Tahun 2012 sebagai LKPP No 22/ 2015 Pemerintah Dengan
nilai) diatur PMK dan pedoman umum PBJ di tentang Pedoman Tata Badan Usaha Dalam
Perkada bila terdapat BUMN Cara Pengadaan Barang/ Penyediaan
alasan efektivitas 3. BUMD Pasal 331-343 UU Jasa di Desa Infrastruktur
dan/atau efisiensi No 23 Tahun 2014 ttg
Pemda, belum ada
peraturan PBJ di BUMD.
Permasalahan Pengadaan Barang/Jasa 01

Bagaimana dengan di BLUD


Hasil Kajian Pencegahan Korupsi pada Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
Area Permasalahan Pengadaan

Pengendalian kontrak/
Perencanaan Kebutuhan Pemilihan
pelaksanaan

• Kebutuhan • Potensi Penyedia • Kontrak


• Program • Supply Demand • Pengendalian
• Anggaran • Jadwal Pemilihan • Addendum
• Rencana Pelaksanaan • Persyaratan Penyedia • Pengakhiran kontrak
• Rencana Pengadaan
Permasalahan Umum
PERENCANAAN

Pengesahan Anggaran Pemaketan Pekerjaan


Terlambat
Masih terjadi di beberapa Daerah Banyak K/L/D/I yang memaketkan anggaran
dikarenakan adanya dinamika politik masih menggunakan pendekatan besaran
daerah. Pengesahan anggaran menjadi nominal (biasanya Rp. 200Juta). Tetapi tidak
masalah karena seluruh kontrak menggunakan pendekatan efisiensi dan
pengadaan tidak dapat dilakukan kontrak efektifitas pelaksanaan kegiatan

Kebutuhan Tidak Jelas Proses Pengadaan Terlambat

K/L/D/I tidak dapat mendeskripsikan Terlambatnya proses pengadaan yang


kebutuhan secara kuantitatif atau menyebabkan berkurangnya waktu
terukur, sehingga menyebabkan pelaksanaan pekerjaan sehingga tidak dapat
pelaksanaan pengadaan seringkali tidak selesai dengan tepat waktu dan/atau
akurat dan banyak menimbulkan menyebabkan pekerjaan tidak dapat
5

tambah/kurang pekerjaan dilaksanakan


Permasalahan Umum
PEMILIHAN

Penentuan persyaratan Banyaknya


kualifikasi yang berlebihan, pemilihan
termasuk ketidaktepatan dalam (lelang/seleksi)
menentukan persyaratan yang mengalami
kualifikasi dalam proses kegagalan
pemilihan

Kurangnya minat Post Bidding yang


penyedia untuk ikut dilakukan oleh
berpartisipasi dalam Kelompok Kerja ULP
proses pengadaan ataupun Penyedia. 7

barang/jasa pemerintah
Permasalahan Umum
Pelaksanaan Kontrak

Perubahan Pemberian Perpanjangan Pemutusan


Kontrak Kesempatan Waktu Kontrak
Tambah/kurang Penambahan waktu Penambahan waktu Atau sering disebut
pekerjaan baik pelaksanaan pelaksanaan wanprestasi, dilakukan
volume, jenis pekerjaan yang pekerjaan yang karena penyedia tidak
pekerjanaan, disebabkan kesalahan disebabkan bukan dapat menyelesaikan
spesifikasi teknis dari penyedia sebagai oleh penyedia, contoh pekerjaan sesuai
pekerjaan dan/atau pelaksana pekerjaan peristiwa kompensasi, dengan ketentuan
jadwal pelaksanaan keadaan kahar kontrak
Beberapa Kebijakan dan Solusi

Percepatan Konsolidasi E-Purchasing


Proses Pengadaan dengan
Pengadaan Barang/Jasa
Proses percepatan dilakukan sesuai
Katalog
dengan amanat Pasal 73 yaitu Penggabungan paket Pengadaan barang/jasa yang
proses pengadaan pada tahun pengadaan menjadi satu paket berulang dan barang bersifat
sebelumnya untuk pekerjaan yang dan diproses pengadaan satu umum, diusulkan kedalam katalog
membutuhkan waktu lama, rutin, LKPP untuk dimasukkan agar
kali. Hemat waktu + tenaga
dan pekerjaan kompleks dapat dilakukan melalui e-
Purchasing/shopping
Kerangka Kebijakan Pengadaan Pemerintah

Kerangka Regulasi

Index 2007: 0,6159

Integritas
dan Transparansi

Institusi dan
Kapasitas
Manajemen
Pasar dan
Pelaksanaan
Pengadaan
Transformasi PBJ
Pemerintah
Paradigma Baru
No Hal Paradigma Lama Sedikit
1 Jumlah Paket Pengadaan Banyak (Individual) (Consolidated/group/Share
d)
(Kontrak)
Harga Pasar atau Lebih
2 Harga Beli Diatas Harga Pasar Kebijakan, Murah
sistem, dan (Market Driven)
3 Pelaksanaan Transactional/ Klerikal prosedur
serta Strategik
4 Proses Panjang/Rumit operasionalis Sederhana
5 Kontrak Jangka Pendek asi
Jangka Panjang
6 Biaya Administrasi Tinggi Rendah
7 Metoda Manual Padat Teknologi
(e-procurement, e-catalog)
Konsoli
dasi
Milestone SiKAP

Keppres
80/2003
E-Katalog
Keppres
18/2000
ULP

100%
Proses E-proc
Manual 2019

Perpres
4/2015
Perpres
54/2010