Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH FISIKA

ENERGI POTENSIAL

Disusun Oleh :
Nama : Fajar Riandani
NIM : 201810079

TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS DUTA BANGSA SURAKARTA
TAHUN 2018/2019
ABSTRAK

Dalam kehidupan manusia sehari-hari, selalu dipengaruhi oleh adanya energy potensial dan
energi kinetik. Contoh sederhana energi ini adalah jika seseorang membawa suatu batu ke atas bukit
dan meletakkannya di sana, batu tersebut akan mendapat energi potensial gravitasi. sedangkan saat
batu bergerang dapat terlihat adanya energi kinetik yang bekerja. Setiap bentuk energi ini
dihubungkan dengan suatu jenis gaya tertentu yang bekerja terhadap sifat fisik tertentu suatu materi
(seperti massa, muatan, elastisitas, suhu, dll).
Chapter 8

ENERGI POTENSIAL

A. ENERGI POTENSIAL
1. Pengertian Energi Potensial
Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena keadaannya atau kedudukannya.
Energi ini adalah energi yang energi yang masih tersimpan atau tersembunyi pada benda,
tetapi jika diberi kesempatan energi ini dapat di manfaatkan menjadi usaha. Nama energi
potensial diusulkan pertama kali oleh seorang insinyur Skotlandia, William J.M. Rankine
(1820 – 1872). Contohnya karet ketapel yang kita renggangkan, pegas yang ditekan, ataupun
busur yang ditarik, dll.

Gambar 1.0 Contoh Energi Potensial

Pada gambar diatas ditunjukan usaha luar yang kita lakukan untuk memindahkan posisi bola
dari lantai ke tepi meja. Misalnya kita memberikan gaya angkat P pada bola, yang sama besar
dengan berat bola mg, maka resultan gaya pada bola ∑F = +P – mg = 0. Karena ∑F = 0, maka
bola bergerak ke atas dengan kecepatan tetap. Ini berarti, bola tidak mengalami perubahan
energi kinatik (∆EK = O). Semua usaha luat (Wluar) yang diberikan pada bola hanya
digunakan untuk mengubah posisi bola dari awal di lantai menjadi posisi akhir di tepi meja.
Jadi, semua usaha luar (Wluar) menghasilkan perubahan energi potensial (∆EP) bola. Jadi,

Wluar = ∆EP = EPak – EPaw

Persamaan diatas diambil dengan menetapkan tidak ada perubahan energi kinetik (∆EK = 0)
ketika melakukan usaha luar untuk memindahkan bola. Teorema usaha – energi pada kasus
ini memberikan :

Wres = ∆EK = 0

Gaya resultan dari gaya dalam (gaya grafitasi, gaya normal, dan gaya gesekan) dan gaya luar
(gaya dorong, gaya tarik, gaya tegangan tali). Oleh karena itu :

Wres = Wdalam + Wluar = 0 atau Wdalam = - Wluar

Jika gaya dalam yang melakukan usaha pada sistem hanyalah gaya – gaya konservatif, dapat
ditulis :

Wk = -Wluar
Karena Wluar = ∆EP maka :

Wk = -∆EP = -(EP ak – EP aw)

Tanda negatif dalam persamaan di atas menyatakan bahwa usaha positif oleh gaya konservatif

akan menurunkan energi potensial sistem.

2. Jenis-jenis Energi Potensial


a. Energi Potensial Gravitasi
Energi yang dimiliki benda karena pengaruh ketinggiannya dari benda lain. Energi
potensial gravitasi di permukaan bumi (medan gravitasi homogen/konstan) dinyatakan
oleh :

Gambar 2.0 Energi Potensial Gravitasi

Sekarang mari kita tentukan besar energi potensial gravitasi sebuah benda di dekat
permukaan bumi. Misalnya kita mengangkat sebuah batu bermassa m. gaya angkat yang
kita berikan pada batu paling tidak sama dengan gaya berat yang bekerja pada batu
tersebut, yakni mg (massa kali percepatan gravitasi). Untuk mengangkat batu dari
permukaan tanah hingga mencapai ketinggian h, maka kita harus melakukan usaha yang
besarnya sama dengan hasil kali gaya berat batu (W = mg) dengan ketinggian h. Ingat ya,
arah gaya angkat kita sejajar dengan arah perpindahan batu, yakni ke atas… FA = gaya
angkat

W = FA . s = (m)(-g) (s) = – mg(h2-h1) —– persamaan 1

Tanda negatif menunjukkan bahwa arah percepatan gravitasi menuju ke bawah

Dengan demikian, energi potensial gravitasi sebuah benda merupakan hasil kali gaya berat
benda (mg) dan ketinggiannya (h). h = h2 – h1

EP = mgh —— persamaan 2

EP : energi potensial gravitasi (J)

m : massa benda (kg)

g : percepatan gravitasi (m.s-2)

h : ketinggian terhadap acuan (m)


Berdasarkan persamaan EP di atas, tampak bahwa makin tinggi (h) benda di atas
permukaan tanah, makin besar EP yang dimiliki benda tersebut. Ingat ya, EP gravitasi
bergantung pada jarak vertikal alias ketinggian benda di atas titik acuan tertentu. Biasanya
kita tetapkan tanah sebagai titik acuan jika benda mulai bergerak dari permukaan tanah
atau gerakan benda menuju permukaan tanah. Apabila kita memegang sebuah buku pada
ketinggian tertentu di atas meja, kita bisa memilih meja sebagai titik acuan atau kita juga
bisa menentukan permukaan lantai sebagai titik acuan. Jika kita tetapkan permukaan meja
sebagai titik acuan maka h alias ketinggian buku kita ukur dari permukaan meja. Apabila
kita tetapkan tanah sebagai titik acuan maka ketinggian buku (h) kita ukur dari permukaan
lantai.

Jika kita gabungkan persamaan 1 dengan persamaan 2 :

Persamaan ini menyatakan bahwa usaha yang dilakukan oleh gaya yang menggerakan
benda dari h1 ke h2 (tanpa percepatan) sama dengan perubahan energi potensial benda
antara h1 dan h2. Setiap bentuk energi potensial memiliki hubungan dengan suatu gaya
tertentu dan dapat dinyatakan sama dengan EP gravitasi. Secara umum, perubahan EP
yang memiliki hubungan dengan suatu gaya tertentu, sama dengan usaha yang dilakukan
gaya jika benda dipindahkan dari kedudukan pertama ke kedudukan kedua. Dalam makna
yang lebih sempit, bisa dinyatakan bahwa perubahan EP merupakan usaha yang diperlukan
oleh suatu gaya luar untuk memindahkan benda antara dua titik, tanpa percepatan.

Energi potensial gravitasi dalam medan yang tidak homogen (Newton) dinyatakan oleh :

EP : energi potensial gravitasi (J)

m : massa benda (kg)

M : massa sumber (kg)

r : jarak benda dari sumber (m)

b. Energi Potensial Elastis


Energi Potensial Elastis berhubungan dengan benda-benda yang elastis, misalnya pegas.
Mari kita bayangkan sebuah yang ditekan dengan tangan. Apabila kita melepaskan tekanan
pada pegas, maka pegas tersebut melakukan usaha pada tangan kita. Efek yang dirasakan
adalah tangan kita terasa seperti di dorong. Apabila kita menempelkan sebuah benda pada
ujung pegas, kemudian pegas tersebut kita tekan, maka setelah dilepaskan benda yang
berada di ujung pegas pasti terlempar…. perhatikan gambar di bawah. Jika dirimu
mempunyai koleksi pegas, baik di rumah maupun di sekolah, silahkan melakukan
percobaan ini untuk membuktikannya….
Gambar 3.0 Energi Potensial Elastis

Ketika berada dalam keadaan diam, setiap pegas memiliki panjang alami, seperti
ditunjukkan gambar a (lihat gambar di bawah). Jika pegas di tekan sejauh x dari panjang
alami, diperlukan gaya sebesar FT (gaya tekan) yang nilainya berbanding lurus dengan x,
yakni :

FT = kx

Gambar 3.1 Konsep Energi Potensial Elastis

k adalah konstanta pegas (ukuran kelenturan/elastisitas pegas) dan besarnya tetap. Ketika
ditekan, pegas memberikan gaya reaksi, yang besarnya sama dengan gaya tekan tetapi
arahnya berlawanan. gaya reaksi pegas tersebut dikenal sebagai gaya pemulih. Besarnya
gaya pemulih adalah FP = -kx

Tanda minus menunjukkan bahwa arah gaya pemulih berlawanan arah dengan gaya tekan.
Ini adalah persamaan hukum Hooke. Persamaan ini berlaku apabila pegas tidak ditekan
sampai melewati batas elastisitasnya (x tidak sangat besar).

Untuk menghitung Energi Potensial pegas yang ditekan atau diregangkan, terlebih dahulu
kita hitung gaya usaha yang diperlukan untuk menekan atau meregangkan pegas. Kita
tidak bisa menggunakan persamaan W = F.s = F.x, karena gaya tekan atau gaya regang
yang kita berikan pada pegas selalu berubah-ubah selama pegas ditekan. Ketika menekan
pegas misalnya, semakin besar x, gaya tekan kita juga semakin besar. Beda dengan gaya
angkat yang besarnya tetap ketika kita mengangkat batu.
Kita menggunakan gaya rata-rata. Gaya tekan atau gaya regang selalu berubah, dari F = 0
ketika x = 0 sampai F = kx (ketika pegas tertekan atau teregang sejauh x). Besar gaya rata-
rata adalah :

x merupakan jarak total pegas yang teregang atau pegas yang tertekan (bandingkan dengan
gambar di atas).

Usaha yang dilakukan :

Nah, akhirnya kita menemukan persamaan Energi Potensial elastis (EP Pegas)

Catatan :

Tidak ada rumus umum untuk Energi Potensial. Berbeda dengan energi kinetik yang memiliki
satu rumus umum, EK = ½ mv2, bentuk persamaan EP bergantung gaya yang melakukan
usaha
KESIMPULAN

1. Energi Potensial merupakan energi yang dimiliki benda karena keadaannya atau
kedudukannya. Energi ini adalah energi yang energi yang masih tersimpan atau tersembunyi
pada benda.
2. Energi Potensial dibagi menjadi dua :
a) Energi Potensial Gravitasi, Energi yang dimiliki benda karena pengaruh ketinggiannya
dari benda lain. Contoh : Buah jatuh dari pohon, Karet ketapel
b) Energi Potensial Elastis, Energi Potensial Elastis berhubungan dengan benda-benda yang
elastis, misalnya pegas.
3. Semua kehidupan sehari-hari kita bisa terapkan menggunakan Energi Potensial
LAMPIRAN

Contoh Soal 1:

Buah mangga yang ranum dan mengundang selera menggelayut pada tangkai pohon mangga yang
berjarak 10 meter dari permukaan tanah. Jika massa buah mangga tersebut 0,2 kg, berapakah energi
potensialnya ? anggap saja percepatan gravitasi 10 m/s2.

Penyelesaian :

EP = mgh

EP = (0,2 kg) (10 m/s2) (10 m)

EP = 20 Kg m2/s2 = 20 N.m = 20 Joule

Contoh Soal 2:

Seekor monyet bermassa 5 kg berayun dari satu dahan ke dahan lain yang lebih tinggi 2 meter.
Berapakah perubahan energi potensial monyet tersebut ? g = 10 m/s2

Penyelesaian :

Soal ini sangat gampang… kita tetapkan dahan pertama sebagai titik acuan, di mana h = 0. Kita hanya
perlu menghitung EP monyet ketika berada pada dahan kedua…

EP = mgh = (5 kg) (10 m/s2) (2 m)

EP = 100 Joule

Dengan demikian, perubahan energi potensial monyet = 100 Joule.

Contoh soal 3 :

Seorang buruh pelabuhan yang tingginya 1,50 meter mengangkat sekarung beras yang bermassa 50 kg
dari permukaan tanah dan memberikan kepada seorang temannya yang berdiri di atas kapal. Jika
orang tersebut tersebut berada 0,5 meter tepat di atas kepala buruh pelabuhan, hitunglah energi
potensial karung berisi beras relatif terhadap :

a) permukaan tanah
b) kepala buruh pelabuhan

Panduan jawaban :

a) EP karung berisi beras relatif terhadap permukaan tanah


Ketinggian total karung beras dari permukaan tanah = 1,5 m + 0,5 m = 2 meter

Dengan demikian,
EP = mgh = (50 kg) (10 m/s2) (2 m)
EP = 1000 Joule

b) EP karung berisi beras relatif terhadap kepala buruh pelabuhan


Kedudukan karung beras diukur dari kepala buruh pelabuhan adalah 0,5 meter.

EP = mgh = (50 kg) (10 m/s2) (0,5 m)

EP = 250 Joule
DAFTAR PUSTAKA

Rihipati, Geri, 2012, “Usaha dan Energi”. Hal 27-23


https://www.academia.edu/7622936/Gerry_Rihi_Pati_-_Makalah_Usaha_dan_Energi

Lim, Steven, 2013, “Implementasi Energi Potensial Pada Percobaan Sederhana Menggunakan Media
Sederhana”. http://www.academia.edu/16775051/Jurnal_energi_potensial

Karima, Yesi, 2016, “Energi Potensial”. https://www.scribd.com/doc/315206717/Energi-Potensial-


doc

Wulandari, Kartika, 2013, “Energi Potensial dan Hukum Kekekalan Energi”.


https://www.scribd.com/doc/163309250/MAKALAH-FISIKAc