Anda di halaman 1dari 1

Processing

Penyembelihan ternak unggas dilakukan menggunakan pisau pada sisi leher depan
bagian kepala unggas dan dikenakan pada vena jugularis dan arteri karotis. Hal ini sesuai
dengan pendapat Otriana, dkk (2017), bahwa pemotongan ternak unggas yang lazim digunakan
yaitu memotong arteri karotis, vena jugularis, oesophagus, dan trachea. Saat penyembelihan,
darah harus keluar sebanyak mungkin. Jika darah dapat keluar secara sempurna, maka
beratnya sekitar 4% dari bobot tubuh. Proses pengeluaran darah pada ayam biasanya
berlangsung selama 50 sampai 120 detik, tergantung pada besar kecilnya ayam yang dipotong.

sebelum dilakukan pencabutan bulu terlebih dahulu dilakukan pencelupan menggunakan


air panas guna memudahkan pencabutan. Menurut Soeparno (1992), untuk mempermudah
pencabutan bulu, unggas yang telah disembelih dicelupkan ke dalam air hangat, dengan suhu
antara 50 sampai 80OC selama waktu tertentu. Setelah dilakukan perendaman kemudian
langsung dilakukan pencabutan bulu.

Setelah pencabutan bulu atau pembersihan bulu, dilakukan pemisahan jerohan yang
meliputi, kaki, sistem pernapasan, kloaka, jantung, hati dan empudu, kepala dan leher. Hal ini
sesuai dengan pendapat Soeparno (1992) bahwa, pengeluaran jerohan yang salah satu
caranya adalah sebagai berikut, yaitu proses pengeluaran jerohan dimulai dari pemisahan
tembolok dan trachea serta kelenjar minyak bagian ekor kemudian pembukaan rongga badan
dengan membuat irisan dari kloaka ke arah tulang dada. Kloaka dan visera atau jerohan
dikeluarkan kemudian dilakukan pemisahan organ-organ yaitu hati dan empedu, empedu dan
jantung. Isi empedal harus dikeluarkan, demikian pula empedal dipisahkan dari bawah columna
vertebralis. Kepala, leher dan kaki juga dipisah.

DAFTAR PUSTAKA

Soeparno. 1992. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Otriana, Razali dan M. Jalaluddin. 2017. Penilayan pemotongan ayam ditinjau dari aspek fisik
dan estetika di RPU Peunoyong kota Banda Aceh. Jurnal jimvet 01 (2) : 218-225.