Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KOTA TIDORE KEPULAUAN

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS TALAGAMORI
Jalan Raya Gita-Payahe, Kecamatan Oba, Tlp.082188231100

KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS TALAGAMORI


NOMOR : 059/SK-PKMTMORI/11/2018

TENTANG

PENANGANAN DAN PEMBUANGAN BAHAN BERBAHAYA


KEPALA UPTPUSKESMAS TALAGAMORI

Menimbang : a. Bahwa setiap kegiatan yang dilakukan di Laboratorium Puskesmas


dapat menimbulkan bahaya / resiko terhadap petugas dan pasien yang
berada di dalam laboratorium maupun lingkungan sekitarnya.
b. Bahwa untuk mengurangi / mencegah bahaya yang terjadi, setiap
petugas laboratorium harus melaksanakan penanganan dan
pembuangan bahan berbahaya sesuai dengan ketentuan atau standar
prosedur yang berlaku.
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a dan b perlu
menetapkan Keputusan Kepala Puskesmas Talagamori tentang
penanganan dan pembuangan bahan berbahaya.

Mengingat : 1. Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;


2. Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang
TenagaKesehatan;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 37 Tahun 2012 tentang
Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan Masyarakat;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 tentang
Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik;
MEMUTUSKAN

Menetapkan

PERTAMA : Menentukan penanganan dan pembuangan bahan berbahaya di


Puskesmas Talagamori sebagaimana terlampir dalam keputusan ini.

KEDUA : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di
kemudian hari terjadi perubahan atau terdapat kesalahan dalam
keputusan ini akan di adakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Talagamori
Pada tanggal 14 Januari 2018

Kepala UPT. Puskesmas Talagamori

Muslim A.Gafar
LAMPIRAN : KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS TALAGAMORI
NOMOR : 059/SK-PKMTMORI/11/2018
TANGGAL : 14 Januari 2018

PENANGANAN DAN PEMBUANGAN BAHAN BERBAHAYA


PUSKESMAS TALAGAMORI

Setiap kegiatan yang dilakukan di Laboratorium Puskesmas dapat menimbulkan bahaya /


resiko terhadap petugas dan pasien yang berada di dalam laboratorium maupun lingkungan
sekitarnya. Untuk mengurangi / mencegah bahaya yang terjadi, setiap petugas laboratorium
harus melaksanakan penanganan dan pembuangan bahan berbahaya sesuai dengan ketentuan
atau standar prosedur yang berlaku.

Pengelolaan Limbah

1. Limbah padat, terdiri dari limbah / sampah umum dan limbah khusus seperti benda tajam,
limbah infeksius, limbah sitotoksik, limbah toksik, limbah kimia, limbah B3 dan limbah
plastik.
Fasilitas Pembuangan limbah padat:
a. Tempat Pengumpulan Sampah
Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air dan mempunyai
permukaan halus pada bagian dalamnya.
Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup, minimal satu buah untuk satu
kegiatan.
Kantong plastik yang melapisi bagian dalamnya diangkat setiap hari atau apabila 2/3
bagian telah terisi sampah.
Setiap tempat pengumpulan sampah harus dilapisi plastik sebagai pembungkus
sampah dengan warna dan label seperti pada tabel berikut:
Warna tempat /
NO KATEGORI kantong plastik LAMBANG
pengumpulan
sampah

2 Infeksius / Toksik / Kuning


Kimia

4 Umum Hitam “DOMESTIK” warna putih

b. Tersedia Penampungan Sampah Sementara


Tempat penampungan sampah sementara dibersihkan dan dikosongkan dalam waktu
sekurang – kuranya satu kali dalam 24 jam.
c. Tempat Pembuangan Sampah Akhir
 Sampah infeksius, sampah toksik dan sitotoksik dikelola sesuai prosedur dan
ketentuan yang berlaku.
 Sampah umum dibuang ke tempat pembuangan akhir sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
2. Limbah Cair, terdiri dari limbah cair umum / domestik, limbah cair infeksius dan limbah
cair kimia.
Cara menangani limbah cair:
a. Limbah cair umum / domestik dialirkan masuk ke dalam septic tank.
b. Limbah cair infeksius dan kimia dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku
mealui IPAL.

Ditetapkan di Talagamori
Pada tanggal 14 Januari 2018

Kepala UPT. Puskesmas Talagamori

Muslim A.Gafar