Anda di halaman 1dari 2

Shalom!

Perkenalkan diri saya, Yulia Pattie, tahun ini (2013) berusia 35th. Pada tahun 1999 saya
menikah dengan pria yang secara khusus dipilih Tuhan sebagai suami saya, yaitu Didiek
Hardiyanto, sebab untuk hal itu saya telah meminta dan Tuhan menunjukkan dan menjawab
dengan jelas dan pasti. Demikian pula sebaliknya, suami saya pun mendapatkan petunjuk
langsung dan tanda dari Tuhan tentang diri saya sebagai istrinya. Karena kami berdua
dipersatukan oleh Tuhan melalui sebuah keputusan ilahi dengan berbagai petunjuk dan tanda
yang diberikanNYA, maka kami tahu bahwa Allah memiliki rencana dan program atas kami
berdua.

Pada tahun 2008 saya mengalami kesakitan yang luar biasa saat menstruasi, memang sejak
sebelum menikah, setiap kali menstruasi saya selalu kesakitan, kadang disertai muntah-
muntah dan keringat dingin. Namun saat itu kesakitan yang saya rasakan semakin meningkat
dan sudah tidak tertahankan lagi.
Oleh sebab itu saya memeriksakan diri ke salah seorang dokter kandungan dan setelah
dilakukan pemeriksaan USG transvaginal, saya dinyatakan menderita endometriosis berat
(stadium 4) sebab sudah menyebar sampai kedua saluran tuba dan kedua ovarium.
Endometriosis adalah jaringan endometrium yang secara normal seharusnya tumbuh melapisi
dinding rahim untuk menerima embrio yang telah dibuahi, namun endometrium ini tumbuh di
luar rahim sehingga menimbulkan rasa sakit saat menstruasi. Selain itu, dokter menemukan
bahwa rahim saya letaknya terbalik (terpelintir) dan saluran tuba falopii bengkok. Dokter
menyarankan agar saya segera menjalankan pengobatan hormonal untuk menekan
pertumbuhan endometriosis tersebut.

Dokter kandungan yang memeriksa saya menyatakan bahwa melihat kondisi keparahan dari
endometriosis dan letak rahim tersebut, dapat dipastikan bahwa endometriosis itu sudah
terjadi sejak saya masih remaja.
Oleh sebab itu dokter bertanya, “Apakah Anda sudah punya anak?”
Saya jawab, “Sudah, dok.”
Dokter terkejut mendengar jawaban saya, dan kemudian untuk memastikan kembali saya
menjawab dengan benar, maka dokter mengulangi pertanyaannya dengan pertanyaan yang
berbeda. Dia bertanya, “Apakah anak Anda laki-laki atau perempuan?”
Jawab saya, “Keduanya, dok. Anak pertama saya perempuan namanya Holy dan anak kedua
laki-laki namanya Gregory.”
Dokter kembali heran dengan jawaban saya dan dengan raut muka tidak percaya dia
menjelaskan bahwa seharusnya saya tidak bisa punya anak sama sekali.

Dokter bertambah heran ketika saya menceritakan tentang vericocle yang diderita suami saya
lebih dari 5 tahun sebelum itu. Vericocle adalah varises atau sumbatan pembuluh darah yang
menuju testis sehingga mengakibatkan kegagalan untuk menghasilkan sperma yang sehat
dalam jumlah yang cukup untuk membuahi sel telur. Dalam kasus ini suami saya menderita
vericocle di sebelah kanan sehingga testis kanan mengecil dan hasil pemeriksaan sperma
menunjukkan tidak ada sperma yang matang dan sehat. Meskipun dulu pernah dioperasi
namun tidak bisa mengembalikan kesuburannya, dan beberapa saat kemudian kambuh lagi.

Menurut pandangan medis, dokter kandungan itu menjelaskan bahwa endometriosis saat ini
merupakan penyebab utama pasangan suami-istri gagal memperoleh keturunan. Kelainan
posisi rahim dan saluran tuba falopii juga merupakan penyebab kegagalan kehamilan karena
tidak mungkin terjadi pembuahan jika saluran tuba membengkok dan rahim yang terpelintir
tidak mungkin menerima embrio tetapi akan memuntahkannya keluar rahim.

1
Jadi saat itu dokter kami sangat terheran-heran dengan adanya kedua anak kami sebab secara
medis bagi kami berdua (bukan hanya salah satu) sudah divonis dengan “mandul”

Sepulang dari dokter kandungan, kami berdoa dan mengucap syukur buat mujizat yang tanpa
kami sadari sebelumnya ternyata sudah terjadi dalam hidup kami. Oleh sebab itu setiap kali
saat kami berdoa buat keluarga, TUHAN selalu berkata,
“Kedua anakmu bukanlah milikmu, tetapi milik-KU yang AKU titipkan kepadamu. Didiklah
dan ajarkanlah kepada mereka jalan-jalan-KU serta mengenal-KU yang adalah BAPA mereka
sebab mereka bukan berasal darimu. AKU akan memakai mereka, yang adalah anak-KU,
untuk melakukan perkara-perkara besar, untuk menggenapi rencana-KU atas dunia ini”
Betapa bersukacitanya kami, begitu TUHAN mempercayakan kepada kami untuk
membesarkan kedua anak yang luar biasa, yang berasal dari TUHAN sendiri dan mereka
begitu dicintai BAPA.

Kami tidak pernah berobat atau melakukan berbagai terapi untuk mendapatkan anak, bahkan
kami tidak menyadari kalau ternyata kami ada masalah reproduksi. Tetapi kenyataan inilah
yang kami ketahui, bahwa ketika TUHAN mempersatukan kami berdua secara supranatural,
maka DIA punya rencana atas kami berdua. Demikian kami dipercaya untuk melahirkan,
mendidik, dan membesarkan kedua anak kami yang sebenarnya bukan anak kami secara
jasmani. Jika Abraham dan Sara memiliki seorang anak dari TUHAN pada masa tuanya,
maka kami berdua memiliki dua orang anak dari TUHAN pada masa muda kami.

Apa yang mustahil bagi dunia ini, tidak mustahil bagi Allah kita. Percayalah bahwa tidak ada
sesuatu yang mustahil dan sulit untuk Allah lakukan bagi anak-anak-NYA yang mau dekat
dan selalu menyenangkan DIA. Sebab DIA yang adalah setia, akan memberikan segala
sesuatu yang kita inginkan, bahkan segala hal terbaik yang belum kita pikirkan itu akan
diberikan kepada kita.

1Korintus 2:9
Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah
didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang
disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

BIOGRAFI
Nama : Yulia Pattie K. Soegiantoro
Alamat : Jl. P. Diponegoro 12 Yogyakarta
Tempat/Tgl. Lahir : Temanggung / 18 Desember 1978
Suami : Didiek Hardiyanto Soegiantoro
Anak : 1. Holy Rhema Soegiantoro
2. Gregory Hope Soegiantoro