Anda di halaman 1dari 4

Fraksinasi Ekstrak buah Avicenna marina dan daun Rhizopora mucronata

dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis


Fazar Dwi Gustiar, 230210160073
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas
Padjadjaran
Jl. Raya Bandung – Sumedang KM. 21 Jatinangor 45363
E-mail: fazar.dwi.gustiar@gmail.com

ABSTRAK
Kromatografi lapis tipis (KLT) adalah salah satu metode pemisahan komponen
menggunakan fasa diam berupa plat dengan lapisan bahan adsorben inert. Prinsip yang
digunakan kromatografi lapis tipis adalah adsorpsi. Hasil pengamatan kelompok 15
yaitu nilai Rf sebesar 0,89 dan 0,88 yang cenderung mendekati 1, menunjukkan bahwa
ekstrak buah Avicenna marina dan ekstrak daun Rhizopora mucronata merupakan
senyawa semi-polar cenderung non-polar.
Kata Kunci: Adsorpsi, Avicenna marina., Kromatografi Lapis Tipis, Rhizopora
mucronata

ABSTRACT
Lapisfor chromatography (TLC) is one method to use the stationary phase
with an inert adsorbent material layer. The principle which is layer chromatography
is adsorption. The results of the observations in group 15, namely the Rf value of 0.89
and 0.88 used close to 1, showed that Avicenna marina fruit extract and Rhizopora
mucronata leaf extract were semi-polar non-polar functions.

Keywords: Adsorption, Avicenna marina., Thin Layer Chromatography, Rhizopora


mucronata

PENDAHULUAN planar, selain kromatografi kertas.


Kromatografi juga merupakan analisis
Kromatografi lapis tipis (KLT)
cepat yang memerlukan bahan sangat
adalah salah satu metode pemisahan
sedikit, baik penyerap maupun
komponen menggunakan fasa diam
cuplikannya. KLT dapat digunakan
berupa plat dengan lapisan bahan
untuk memisahkan senyawa – senyawa
adsorben inert. KLT merupakan salah
yang sifatnya hidrofobik seperti lipida
satu jenis kromatografi analitik. KLT
– lipida dan hidrokarbon yang sukar
sering digunakan untuk identifikasi
dikerjakan dengan kromatografi kertas.
awal, karena banyak keuntungan
KLT juga dapat berguna untuk mencari
menggunakan KLT, di antaranya
eluen untuk kromatografi kolom,
adalah sederhana dan murah. KLT
termasuk dalam kategori kromatografi analisis fraksi yang diperoleh dari
kromatografi kolom, identifikasi kromatografi. Setelah mencapai batas
senyawa secara kromatografi, dan atas, ambil plat kromatografi, beri
isolasi senyawa murni skala kecil cahaya dari senter sinar UV agar
(Fessenden & Fessenden, 2003). pergerakan senyawa pada sampel
Tujuan dari praktikum ini terlihat. Lalu beri tanda pada tempat
adalah untuk mengetahui cara berhentinya senyawa sampel pada plat
melakukan fraksinasi dengan metode kromatografi dengan menggunakan
Kromatografi Lapis Tipis dan untuk pensil. Mengukur jarak tempuh pelarut
menentukkan nilai Rf dari suatu dan jarak tempuh senyawa sampel dari
senyawa berdasarkan senyawa standar. batas bawah plat kromatografi, dimana
jarak tempuh pelarut adalah nilai Rt dan
METODE jarak tempuh senyawa sampel adalah
nilai Rx. Nilai Rf dihitung dari jarak
Praktikum dilakukan pada
tempuh senyawa (Rx) dibagi dengan
Selasa, 23 November 2018 di
jarak tempuh pelarut (Rt)
Laboratorium Bioteknologi,
Universitas Padjadjaran. Alat yang
digunakan pada praktikum adalah gelas HASIL DAN PEMBAHASAN
ukur, kromatografi chamber, plat Setelah dilaksanakan
kromatografi, botol vial, silika gel, praktikum, hasil pengamatan yang
oven, neraca analitis, statif dan klem didapat terlampir pada tabel dibawah
dengan panjang gelombang 254 nm. ini:
Bahan yang digunakan adalah ekstrak
buah A. marina, ekstrak daun R.
mucronata, etil asetat, dan N-Heksan.
Pertama-tama timbang sampel
masukkan campuran pelarut sebanyak
volume 10 ml dengan perbandingan
5:5, dimana 5 ml N-Butanol dan 5 ml
N-Heksan, kedalam kromatografi
chamber. Lalu tutup kromatografi
chamber dan tunggu selama 5 menit
agar campuran pelarut terlarut, selama
menunggu, kromatografi chamber
tidak dibuka agar pelarut tidak
menguap. Sembari menunggu plat
kromatografi diberi batas atas dan batas
bawah dengan pensil, setelah itu tetes
sampel berupa ekstrak Gracilaria sp. di
batas bawah plat kromatografi. Lalu
masukkan plat kromatografi kedalam
kromatografi chamber dengan
membuka sedikit penutup dan ditutup
kembali lalu tunggu hingga pelarut naik
dan mencapai batas atas plat
R.mucronata perbandingan antara
pelarut polar dan pelarut non-polar
adalah 2:1, menunjukkan bahwa
senyawa standar cenderung semi polar.
Dan nilai Rf kelompok 15 yaitu sebesar
0,89 dan 0,88 dan mengahsilkan warna
hijau kekuningan untuk kedua bahan uji
tersebut. Senyawa yang mempunyai Rf
lebih besar pada pelarut polar
membuktikan bahwa senyawa tersebut
adalah non-polar (Gandjar & Rohman,
2007). Lalu apabila hasil pengamatan
kelompok 15 dibandingkan dengan
hasil pengamatan kelompok 13 yang
memiliki perbandingan pelarut yang
berbeda. Didapat nilai Rf yang tidak
jauh berbeda, yaitu 0,93 untuk
kelompok 15.

KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan diatas
dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun
R. mucronata dan buah A. marina.
adalah semi-polar cenderung non-polar
karena hasil pengamatan kelompok 15
memiliki nilai Rf sebesar 0,88 dan 0,89
yang cenderung mendekati 1. Dan
dapat diketahui faktor yang
mempengaruhi fraksinasi metode
Kromatografi Lapis Tipis, diantaranya
adalah lamanya waktu perendaman plat
dan konsentrasi senyawa standar.
Pada percobaan yang dilakukan
shift 3 praktikum kali ini dilakukan
pemisahan warna terhadap sampel DAFTAR PUSTAKA
Buah Avicenna marina dan Daun
Rhizopora mucronata yang memiliki
komposisi kandungan metabolit Fessenden, R. J., & Fessenden, J. S.
sekunder yang belum diketahui (2003). Dasar-dasar kimia
jumlahnya. organik. Jakarta: Erlangga.
Pada kelompok praktikan, yaitu
Gandjar, I. G., & Rohman, A. (2007).
kelompok 15 yang menggunakan
Kimia Farmasi Analisis.
ekstrak buah A.marina dan daun
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Lahagu, H. (2014). Ekologi Makroalga Soebagio. (2002). Kimia Analitik.
(Gracilaria sp). Jurnal Ilmu Makassar: Universitas Negeri
Kelautan, 1-8. Makassar Fakultas MIPA.