Anda di halaman 1dari 5

JURNAL ELEKTRONIKA DASAR II (2016) NRP : 1114-014 (1-5) 1

Rangkaian Segitiga Daya (E8)


Irma Septi Ardiani, Mohammad Bobby Eldion, Endarko
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
E-mail: bobby

Abstract— Had been done an experiment titled RLC Circuit percobaan untuk menganalisis daya aktif, daya reaktif, dan
Series with Alternating Current (AC) which had purpose to daya pasif pada rangkaian AC, serta membandingkan
analyze the output signal from alternating circuit’s source on segitiga daya pada rangkaian RL dan RC.
the oscilloscope, to analyzes the output signal to the RC series Rangkaian RLC merupakan rangkaian gabungan dari
circuit, RL series and RLC series, and to find out constant of
komponen Resistor, Induktor, dan Kapasitor yang nantinya
time from RC series circuit, RL series and RLC series.This
experiment based on alternating circuit and transient effect akan di hubungkan dengan rangkaian seri ataupun rangkaian
principles. For doing this experiment, we had to prepare some paralel. Berbagai macam bahan pada umumnya mempunyai
tools and materials such as resistor, capacitor, inductor, AC kebiasaan untuk menghambat arus dari sebuah muatan
generator, and oscilloscope. After preparing those tools and listrik.Ditilik dari ilmu fisika, benda yang dapat menghambat
materials, the first step we had to do was making the circuit. arus seperti itu disebut dengan resistor. Sedangkan
Second step was connecting to AC generator and the last, kemampuan bahan tersebut untuk menghambat arus disebut
looking at output signal from oscilloscope. This experiment resistansi. Pada arus AC resistor bertindak sebagai
using the frequency variation so that the results obtained in the penghambat atau penolakan dari besarnya nilai arus
form of large V maximum and Vminimum. The variation of
sinusoidal. Nilai resistor tergantung dari hambatan jenis
frequency is 50 Hz, 100Hz, and 150 Hz. From the experiment,
we could make a conclusion that alternating current can bahan (tergantung dari bahan pembuatnya), panjang dari
obtained the outed of signal, that is sinusoidal and box. The resistor dan luas penampang dari resistor itu sendiri. [1]
outed of the signal from RL series, RC series, and RLC series is Kapasitor adalah suatu alat yang dapat menyimpan
transiens symptoms. RC series circuit provided not-symmetry energi/muatan listrik di dalam medan listrik, dengan cara
square wave; RL and RLC series provided square wave signal. mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan
The constant of time from RC circuit 5.64 ms, RCC circuit listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat
2.82 ms, RL circuit 8,33 ms, and RLL circuit 16.67 ms. metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Jika
kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-
Keywords— A series circuit, alternating current, transiens muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki
symptoms (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-
muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi.
Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub
negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke
I. PENDAHULUAN ujung kutub positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik
yang non-konduktif. Muatan elektrik ini tersimpan selama
tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya.. Kapasitansi

D alam kehidupan sehari-hari, sering kita jumpai alat-


alat elektronik yang memanfaatkan listrik sebagai
sumber energinya. Pada dasarnya, suatu rangkaian
elektronik tersusun dari dua komponen dasar, yakni
didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk
dapat menampung muatan elektron. Pada kapasitor yang
dirangkai secara seri, besarnya arus yang mengalir adalah
komponen aktif dan komponen pasif..Alat-alat elektronik sama pada setiap kapasitor, yang artinya muatannya juga
mampu menyimpan energi. Energi tersebut dapat disimpan sama. Pada kapasitor yang dirangkai secara paralel,
baik dalam medan listrik maupun medan magnet. Pada alat kapasitor memiliki nilai tegangan yang sama. [2]
elektronik, komunikasi, computer, dan power systems Induktor adalah komponen elektronika pasif yang
terdapat suatu komponen pasif yang dirancang untuk terdiri dari susunan lilitan kawat yang membentuk sebuah
menyimpan energi dalam bentuk medan listrik. Komponen kumparan. Induktor dapat menimbulkan medan magnet jika
ini disebut dengan kapasitor. Sedangkan pada power supply, dialiri oleh arus listrik. Medan magnet yang ditimbulkan
transformer, radio, TV, radar , dan motor listrik, terdapat tersebut dapat menyimpan energi dalam waktu yang relatif
komponen pasif yang dirancang untuk menyimpan energi singkat. Kemampuan induktor dalam menyimpan energi
dalam bentuk medan magnet. Komponen ini adalah magnet ini disebut dengan induktansi. Pada arus AC
induktor. Dalam alat-alat elektronik tersebut, kapasitor dan induktor juga memiliki sifat hambatan atau penolak pada
induktor dipasang baik dalam bentuk seri, paralel, maupun sinyal sinusoidal yang disebut dengan impedansi.
kombinasi keduanya.. Sumber arus yang sering digunakan di Kapasitansi induktor dikenal dengan induktansi yang
dunia kelistrikan yaitu sumber arus bolak – balik (AC) dan dinyatakan dalam satuan henry (H). Jika arus mengalir dan
arus searah (DC). Bagian yang menggambarkan besarnya melewati sebuah induktor, maka tegangan yang melewati
arus, hambatan, dan tegangan listrik disebut sebagai daya sebanding dengan perubahan arus per waktu. Induktor yang
listrik, dimana daya adalah besarnya energi listrikyang dirangkai secara seri, besarnya arus yang mengalir adalah
digunakan dalam satu satun waktu. Dalam dunia kelistrikan sama pada setiap induktor. Induktor yang dirangkai secara
terdapat 3 jenis daya listrik yaitu daya aktif, daya reaktif, dan paralel. Induktor tersebut memiliki nilai tegangan yang
daya pasif. Ketiganya saling berkaitaan dan berhubungan sama. [3]
dalam segitiga daya. Pada percobaan ini akan dilakukan
JURNAL ELEKTRONIKA DASAR II (2016) NRP : 1114-014 (1-5) 2

Pada rangkaian DC, daya merupakan perkalian antara


tegangan yang diberikan dengan hasil arus yang mengalir.
Sedangkan pada rangkaian AC, daya merupakan perkalian
dari harga daya rata.-rata dalam satu periode sarna dengan
perkalian antara arus dan tegangan [4].
Segitiga daya merupakan segitiga yang
menggambarkan hubungan matematika antara tipe - tipe Gambar 3. Grafik Arus tertinggal oleh tegangan
daya yang berbeda antara daya semu, daya aktif dan daya
reaktif berdasarkan prinsip trigonometri. Untuk menghitung besarnya rektansi induktif (XL), dapat
digunakan rumus :
XL = 2πfL……………………….(1.2)
dengan XL adalah reaktansi induktif, f adalah frekuensi (Hz),
dan L adalah induktansi (Henry).
Beban kapasitif (C) yaitu beban yang memiliki
kemampuan kapasitansi atau kemampuan untuk menyimpan
energi yang berasal dari
Gambar 1 Segitiga daya
pengisian elektrik (electrical discharge) pada suatu sirkuit.
Komponen ini dapat menyebabkan arus leading terhadap
dimana berlaku hubungan : tegangan. Beban jenis ini menyerap daya aktif dan
mengeluarkan daya reaktif.
S=V∙ I…………………………………(1)
P=S∙Cos φ…………………………….(2)
Q=S∙Sin φ…………………….……….(3)

P menyatakan daya aktif . Daya aktif (Active Power) adalah


daya yang terpakai untuk melakukan energi sebenarnya.
Satuan daya aktif adalah Watt. Q adalah daya reaktif yaitu
Gambar 4. Grafik Arus mendahului Tegangan
jumlah daya yang diperlukan untuk pembentukan medan
magnet. Dari pembentukan medan magnet maka akan
terbentuk fluks medan magnet. Satuan daya reaktif adalah Untuk menghitung besarnya reaktansi kapasitif (XC), dapat
VAR. S merupakan daya semu (Apparent Power) yaitu daya digunakan rumus :
XL = 1/2πfC…………………….(1.3)
yang dihasilkan oleh perkalian antara tegangan dan arus
dalam suatu jaringan. Satuan daya semu adalah VA. [4] Dengan XL adalah reaktansi kapasitif, f adalah frekuensi, dan
Dalam sistem listrik arus bolak-balik, jenis beban dapat C adalah kapasitansi (Farad) [5].
diklasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu : Beban resistif (R),
beban induktif (L), dan beban kapasitif (C). Beban resistif
(R) yaitu beban yang terdiri dari komponen tahanan ohm II. METODOLOGI
saja (resistance), Beban jenis ini hanya mengkonsumsi A. Alat
beban aktif saja dan mempunyai faktor daya sama dengan Pada percobaan Rangkaian Segitiga Daya dilakukan
satu. Tegangan dan arus sefasa. Persamaan daya sebagai
percobaan dengan menggunakan 2 rangkaian yaitu rangkaian
berikut :
RC dan RL. Alat dan bahan yang digunakan yaitu sumber
P(t) = V (t) x. I (t)………………….(4)
tegangan AC 4.99 V, VOM meter, 4 buah resistor sebesar
Dengan P adalah daya aktif yang diserap beban (watt), V
adalah tegangan yang mencatu beban (volt) dan I adalah arus 120 Ω, 121 Ω, 118 Ω, dan 214 Ω , 2 buah kapasitor masing-
yang mengalir pada beban (A). masing sebesar 470 µF, 2 buah induktor sebesar 4.7µH dan
1000 µH , kabel penghubung, dan bread board. Sumber
tegangan AC sebagai pemberi tegangan pada rangkaian.
VOM meter untuk mengukur arus dan tegangan yang
mengalir pada rangkaian. Resistor sebagai
penghambat/penahan arus, pembatas/pembagi arus, serta
penurun dan pembagi tegangan. Kapasitor berfungsi sebagai
penyimpan muatan atau penyimpan energi dalam bentuk
Gambar 2. Rangkaian Resistif Gelombang AC medan listrik. Induktor berfungsi sebagai penyimpan energi
dalam bentuk medan magnet. Kabel penghubung digunakan
Beban induktif (L) yaitu beban yang terdiri dari kumparan sebagai penghubung atau penyambung antar komponen pada
kawat yang dililitkan pada suatu inti, seperti coil, rangkaian. Bread board digunakan sebagai tempat untuk
transformator, dan solenoida. Beban ini dapat merangkai alat.
mengakibatkan pergeseran fasa (phase shift) pada arus
sehingga bersifat lagging. Hal ini disebabkan oleh energi B. Skema Alat
yang tersimpan berupa medan magnetis akan mengakibatkan Pada percobaan Rangkaian Segitiga Daya ini, terdapat
fasa arus bergeser menjadi tertinggal terhadap tegangan. empat skema alat. Berikut ini merupakan skema alat yang
Beban jenis ini menyerap daya aktif dan daya reaktif. digunakan.
JURNAL ELEKTRONIKA DASAR II (2016) NRP : 1114-014 (1-5) 3

C. Cara Kerja
Cara kerja yang dilakukan pada percobaan ini, yakni
yang pertama disiapkan alat dan bahan yang akan
digunakan. Lalu rangkaian disusun seperti gambar 5..
Selanjutnya Vari AC diatur. Kemudian diukur tegangan
sumber yang terbaca pada VOM. Langkah selanjutnya yakni
diukur arus A1, A2, dan A3 pada rangkaian. Selanjutnya
langkah-langkah tersebut diulangi untuk gambar 6, gambar
7, dan gambar 8. Dan langkah terakhir dalam percobaan ini
adalah dihitung daya total (P) pada tiap titik A1, A2, dan A3.
Dari cara kerja tersebut, dapat disusun flowchart
percobaan sebagai berikut.

Gambar 5. Rangkaian RC Pertama Start

Alat dan bahan disiapkan

Rangkaian disusun RC dan RL

Rangkaian dihubungkan dengan generator AC

Vari AC diatur dan diukur


tegangan yang terbaca

Gambar 6. Rangkaian RC Kedua


Vari AC diatur dan diukur
tegangan yang terbaca

Diukur arus A1, A2, dan A3 pada rangkaian

Apakah sudah Tidak


dilakukan untuk
semua rangkaian ?

Ya

Gambar 7. Rangkaian RL Pertama Dihitung daya total pada tiap titik A1, A2, A3

Finish

Gambar 9 Flowchart Percobaan Rangkaian Segitiga Daya

Berdasarkan data yang diperoleh pada percobaan


rangkaian segitiga daya yang berupa besarnya nilai tegangn
dan arus, dapat dilakukan perhitungan nilai daya (P). Berikut
adalah contoh perhitungan untuk menentukan daya pada
rangkaian RC pertama.

Gambar 8. Rangkaian RL Kedua


JURNAL ELEKTRONIKA DASAR II (2016) NRP : 1114-014 (1-5) 4

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Data
Pada percobaan ini menggunakan Induktor , kapasitor, dan
resistor. Untuk nilai 4 buah resistor sebesar sebesar 120 Ω,
121 Ω, 118 Ω, dan 214 Ω , a buah kapasitor masing-masing
sebesar 470 µF, dan 2 buah induktor sebesar 4.7µH dan
1000 µH.
Berikut adalah data hasil percobaan berupa nilai arus dan
tegangan.

Tabel 1 Data Hasil Percobaan Rangkaian RC


Rangkaian Percobaan RC
Hasil Pengukuran
Gambar 5 Gambar 6
V (volt) 20 20
A1 (mili ampere) 37,6 37,6
A2(mili ampere) 37,5 37,5
A3(mili ampere) 0,06 0,06

Tabel 3.2 Data Hasil Percobaan Rangkaian RL


Rangkaian Percobaan RL
Hasil Pengukuran
Gambar 7 Gambar 8
V (volt) 20 20
A1 (mili ampere) 158 158
A2 (mili ampere) 37,5 37,5
A3 (mili ampere) 120 120

Dari data hasil percobaan diatas, dilakukan perhitungan


untuk mencari daya aktif, daya reaktif dan daya semu,
Dilakukan perhitungan untuk menentukan nilai daya pada
masing-masing cabang rangkaian. Dengan menggunakan
cara yang sama seperti contoh perhitungan, nilai daya pada
cabang rangkaian yang lain dapat dilihat dalam tabcl 3 dan
tabel 4 berikut. IV. KESIMPULAN
Tabel 3. Hasil Perhitungan Daya pada Rangkaian RC Pada percobaan rangkaian segitiga daya diperoleh
Rangkaian Percobaan RC kesimpulan bahwa
Hasil Perhitungan
Daya Gambar 5 Gambar 6
P1 (Watt) 0.029441 0.029441
P2 (Watt) 0.0110778 0.0113273
P3 (Watt) 0.01975 0.01856

Tabel 4. Hasil Perhitungan Daya pada Rangkaian RL


Hasil Perhitungan Rangkaian Percobaan RL UCAPAN TERIMA KASIH
Daya Gambar 5 Gambar 6
P1 (Watt) Terima kasih kepada Dosen Elektronika Dasar kelas B,
P2 (Watt) Endarko, yang bersedia mengajar dan memberi pengetahuan
P3 (Watt) tentang ilmu elektronika, serta asisten laboratorium, Asrofi
Khoirul Huda yang telah membimbing dalam pelaksanaan
praktikum. Tak lupa kepada teman-teman yang telah
B. Pembahasan
membantu dalam praktikum maupun pengerjaan laporan ini.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Eggleston, Dennis L. 2011. “Basic Electronics for Scientists and
Engineers”. New York: Cambridge University Press
[2] Abdullah, Mikrajuddin. 2006. “Diktat Kuliah Fisika Dasar
II”.Bandung:ITB
[3] Sadiku, Matthew N. 2009 “Fundamentals of Electric Circuits”. New
York: The McGraw-Hill Companies Inc
[4]Sudirham, Sudaryatno. 2011. Analisa Rangkaian Listrik Jilid 2. Bandung
: Darpublic
[5] Arnold,Von Roberth. 1987. Elektronika untuk Pendidikan teknik jilid 1.
Jakarta : Pradnya Paramita.
JURNAL ELEKTRONIKA DASAR II (2016) NRP : 1114-014 (1-5) 5