Anda di halaman 1dari 3

Tujuan Biblioteraphy adalah : Pengertian :

Frank menyimpulkan bahwa tujuannya adalah membantu Biblioterapi merupakan penggunaan buku atau literatur untuk
individu memiliki penghargaan terhadap diri sendiri meningkatkan ekspresi perasaan, koping, pemecahan masalah atau
menemukan cara untuk mengembangkan diri dan menangani wawasan (Bulecheck et all, 2013).
hal-hal yang tidak bisa diubah dengan cara yang lebih kreatif.
Menurut hyns-bery tujuan Biblioteraphy adalah
1. Meningkatkan kapsitas untuk melakukan respon
dengan mentimulusi dan memperkaya gambaran
mental Jenis Biblieterapi :
2. Meningkatkan pemahaman diri dengan membantu
1. Tipe klinis : merupakan bentuk psikoterapi yang
individu menghargai pribadinya dan menjadi lebih
dilaksanakan oleh profesi kesehatan termasuk perawat,
tahu dalam mempersepsi diri
psikiater, psikolog, pekerja social dan sebagainya yang
3. Meningkatkan kesadran terhadap relasi
paling umum partisipanya adalah orang sakit
interpersonal
2. Tipe pendidikan atau humanistik : merupakan tipe terapi
4. Meningkatkan orientasi terhadap kenyataan KONSEP pustaka yang dilaksanakan oleh konselor guru dan
BIBLIOTERAPHY petugas perpusatakaan dalam setting pendidikan
Menurut beery (1994) dalam Nur Fathiyah (2006)

Tahap bibleoteraphy :
Menurut Suparyo, 2010 Menurut Galding, 2005 dalam scethman,2009 diperhatikan
tahapan tersebut adalah : Fungsi Bibliografi: dalam substansinya materinya biblioteraphy dapat berfokus
1. Identifikasi pada afektif dan kognitif :
Biblioteraphy yang dilakukan secara intensif memberikan
2. Katartis tindakan kepada subjeknya untuk membaca, memahami, 1. Afective biblioteraphy
3. Masalah dapat merefleksi dan menginternalisasikan bacaan pada aktifitas Sebagian besar literatur yang ada pada bibleoteraphy
diselesaikan sehari-hari. Elisa 2007 anak-anak lebih bersifat biblioteraphy afektif)
2. Kognitif bibileoteraphy
1. Mengembangkan sebuah self concept individu Bibleoteraphy kognitif telah dilakukan pada awal abad
2. Meningkatkan pemahaman tingkah laku atau ke- 20 dengan dengan psikiater, tenaga kesehatan dan
Bibliografi kisah nabi AYUB motivasi diri pustakawan yang bekerjasama dalam upaya untuk
AS 3. Membentuk kejujuran diri membantu pasien dengan masalah psikologis. Hal ini
4. Menunjukan jalan menemukan jati diri dan minat juga bisa benar-benar menjadi self-help focus
Beliau mengambarkan sosok lain utamanya adalah buku relevansinya dengan kesulitan
manusia paling sabar, bahwa 5. Ketahanan emosi dan ketahanan mental seorang atau masalah.
beliau berada dalam puncak 6. Menunjukan dia bukan satu-satunya memiliki
kesabaran, sehingga beliau masalah
menjadi symbol kesabaran 7. Menunjukan bahwa memiliki lebih dari satu
dan cermin kesabaran pada pemecahan masalah
setiap bahasa, pada setiap 8. Menolong orang dengan diskusi masalah
Terapi dengan membaca ini utamanya digunakan
agama dan pada setiap 9. Membantu merencanakan sebuah langkah kerja
budaya. Beliau selalu kembali dalam menyelesaikan masalah
untuk menyembuhkan penderita stres, depresi dan
kepada allah SWT. kegelisahan (anxiety)
Aplikasi bibleoterapi, Menurut Austin, 2010 dilakukan Buku Bacaan Biblioteraphy :
dengan cara :
Bahan bacaan yang digunakan dalam biblioteraphy harus sesuai
1. Pra membaca buku dengan tingkat kemampuan buku dan tulisan yang menarik serta
Untuk memnentukkan teks dan atau ilustrasi sehingga tema bacaan seharusnya sesuai dengan kebutuhan yang telah di
memaksimalkan focus
identifikasi dari klien dan karakter dalam buku harus dapat
2. Memperkenalkan kenapa membaca buku
dipercaya serta mampu memunculkan rasa empati. Alur cerita
Gunakan kata pembuka sederhana
3. Memaksimalkan dalam mendengarkan dan berbicara yang realistis dan melibatkan alur kisah juga seharusnya realistis
Melakukan aktivitas membaca dilingkungan yang dan melibatkan kreativitas dalam menyelesaikan masalah
tenang untuk menghindari ketegangan (Suparyo, 2010)
4. Terbuka dan pandu diskusi dengan pertanyaan terbuka

Tingkat Intervensi Biblioterapi


Menurut Suparyo, 2010 intervensi biblioterapi dapat Subjek dalam penerapan terapi biblioterapi yang pernah
dikelompokan dalam empat tingkat yaitu: dilakukan dalam tatanan disiplin ilmu keperawatan :

1. Keperawatan dewasa :
1. Intelektual :
a. A study to evaluate the effectiveness of biblio
Pada tingkat ini individu memperoleh therapy on level of depression among patients with
pengetahuan tentang prilaku yang dapat depression admitted in psychiatric ward, NMCH,
Nellore.
menyelesaikan masalah, membantu untuk
b.Feasibility, acceptability and efficacy of
mengerti, serta wawasan
bibliotherapy for patients with cancer: A
2. Sosial randomized controlled trial
Individu dapat mengasah kepekaan sosialnya, ia c. Use and effectiveness of bibliotherapy to address
dapat melampaui bingkai referensinya sendiri psychosocial issues in patients with cancer: A
melaui imajinasi orang lain menyerap social literature review
budaya kemanusiaan yang saling memiliki d. Bibliotherapy for patients with cancer: A
3. Prilaku randomized controlled trial
Individu mendapatkan kepercayaan diri untuk 2. Keperawatan Maternitas :
membicarakan masalah-masalah yang sulit di Pengaruh Metode Biblioterapi terhadap Pengetahuan
Remaja tentang Hygiene Menstruasi di SMP Negeri 2
diskusikan
Mayang Kabupaten Jember
4. Emosional
3. Keperawatan Anak : Pengaruh biblioteraphy terhadap
Teknik ini dapat menyediakan solusi solusi tingkat kecemasan anak usia sekolah yang menjalani
terbaik dari rujukan masalah sejenis yang telah hospitalissasi di rumah sakit islam jakarta
dialami orang lain sehingga merasa kuat pada
individu untuk menyelesaikan masalah
Pengertian Kanker : Kanker merupakan perubahan atau mutasi gen
Klasifikasi dan stadium kanker : yang terjadi pada sel yang menyebabkan sel berkembang atau
Saat ini dipakai cara penggolongan TNM (tumor, nodul dan bertumbuh di luar dari kontrol normalnya (Smeltzer et al, 2008).
metastasis) yaitu : T (tumor primer) : Kanker payudara merupakan perkembangan yang tidak normal dari
TX : Tumor tidak dapat diidentifikasi Pemeriksaaan penunjang:
sel yang terjadi pada jaringan payudara (LeMone & Burke, 2008).
TO : Tidak ditemukan adanya tumor primer Mamografi, USG, MRI
TIS :Karsinoma in situ : intraduktal karsinoma, atau lobular payudara, Pemeriksaan
karsinoma in situ, atau penyakit Paget pada puting payudara tanpa laboratorium,
disertai tumor. Pemeriksaan sitologi Faktor Resiko menurut (Smeltzer et al, 2008). :
T1 : Ukuran tumor ≤ 2 cm T1mic : Mikroinvasi ≤ 0.1 cm T1a : ≥ aspirasi jarum halus, a. Usia dan jenis kelamin
0.1 cm tetapi tidak lebih dari 0.5 cm T1b : ≥ 0.5 cm tetapi tidak Pemeriksaan biopsi b. Terpapar radiasi
lebih dari 1 cm T1c : ≥ 1 cm tetapi tidak lebih dari 2 cm c. Faktor hormonal
d. Riwayat kanker payudara
e. Obesitas
f. Konsumsi alcohol
Manifestasi klinik : g. Faktor genetik
KANKER/
Manifestasi kanker payudara diantaranya adalah teraba benjolan
CARSINOMA
agak keras pada payudara yang lebih sering ditemukan kuadran
atas bagian luar. Daerah tersebut merupakan daerah yang paling
MAMAE
banyak memiliki jaringan glandular. Manifestasi lainnya adalah Patofisiologi :
keadaan abnormal dari puting, ruam dan erupsi yang terdapat pada Pada kondisi normal, prolifersi sel terjadi sebagai respon
daerah disekitar puting. Selain itu dapat dijumpai tanda penarikan dari proliferation-promoting signals untuk memenuhi
pada puting, perubahan posisi dari puting, nyeri pada area puting, fungsi perbaikan dan pemulihan sel-sel yang mengalami
sensasi rasa terbakar, dan tertusuk-tusuk pada payudara (LeMone kerusakan. Saat perbaikan dan pemilihan sel telah terjadi,
& Burke, 2008). maka proliferationrepressing signals akan teraktivasi.
Sinyal tersebut kemudian akan memerintahkan sel-sel
yang berada pada fase proliferasi tersebut untuk kembali
pada kondisi tidak aktif atau dormant (G0).
Penatalaksanaan: Kanker payudara meliputi tiga jalur penyebaran, yaitu :
a. Tindakan pembedahan :
1) Modified Radical Mastectomy a. Invasi lokal
2) Total Mastectomy b. Metastasis kelenjar limfe regional
3) Breast Conservation Treatment
4) Sentinel Lymph Node Biopsy (SLNB)
b. Radioterapi Masalah psikologis yang muncul terhadap pemyakit kanker menurut
1) Radioterapi murni kuratif moorey dan greer, 2012 :
2) Radioterapi adjuvant a. Stress terkait efek samping pengobatan yang berlangsung
3) Radiotarapi paliatif b. Kecemasan terhadap kondisi kesehatan dan harapan terhadap masa
c. Kemoterapi depan.
c. Depresi
1) Kemoterapi pra-operasi
Masalah non psikologis adalah :
2) Kemoterapi adjuvant pasca operasi Nyeri , susah tidur, mual muntah serta gangguan nafsu makan
3) Kemoterapi terhadap kanker payudara
stadium lanjut atau rekuren dan metastatik.