Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN IPA

DAMPAK PENCEMARAN AIR

Oleh :

Mayang Kusuma Putri (20/VIIB)

SMP N 1 BOYOLALI

Jl. Merbabu nomer 37, Boyolali


Dampak Pencemaran Air

A. Latar Belakang Masalah :


Pencemaran adalah peristiwa masuk dan dimasukkannya zat, unsur,energi, dan
komponen yang bersifat merugikan ke lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan
sebagai akibat perbuatan manusia atau alam sehingga kualitas lingkungan menjadi menurun.
Segala sesuatu yang dapat membuat lingkungan menadi kotor, tidak sehat, dan tercemar
disebut dengan polutan. Suatu zat dikatakan sebagai polutan apabila jumlahnya melebihi
ambang batas dari jumlah yang masih diperhatikan. Jenis-jenis pencemaran yaitu
pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran udara. Pencemaran oleh detergen
biasanya disebabkan oleh kegiatan rumah tangga. Pencemaran detergen terjadi karena
limbah dari air cucian dibuang begitu saja ke selokan, selain itu air sisa mencuci piring
dibiarkan mengalir begitu saja. Pencemaran oleh detergen yang terjadi dapat memengaruhi
tingkat kebersihan air. Selain itu pencemaran air yang disebabkan oleh detergen dapat
membunuh mahkluk hidup yang hidup dan tinggal di suatu ekosistem yan telah tercemar oleh
detergen tersebut. Pencemaran air jika dibiarkan begitu saja dapat membuat dampak yang
besar. Contohnya jika ekosistem terus-menerus tercemar, maka hewan yang ada di dalam
ekosistem tersebut akan mati. Jika pencemaran air terjadi dimana-mana, maka dapat
menyebabkan kepunahan. Seharusnya kita harus lebih peduli lagi terhadap ekosistem yang
ada disekitar kita.

B. Rumusan Masalah :
Apakah air yang tercemar dapat berpengaruh terhadap kecepatan membuka dan menutupnya
mulut ikan?

C. Hipotesis :
Air yang tercemar memengaruhi kecepatan membuka dan menutupnya mulut ikan. Semakin
tercemar air semakin cepat membuka menutup mulut ikan.

D. Variabel :
a. Variabel bebas : - larutan detergen yang dilarutkan ke dalam gelas.
b. Variabel terikat : - kecepatan membuka menutupnya mulut ikan.
c. Variabel kontrol : - volume air, jenis ikan, ukuran ikan, ukuran gelas.

E. Tujuan Percobaan :

Mengetahui kecepatan membuka menutupnya mulut ikan.

F. Alat dan Bahan :


Alat = sendok, wadah gelas.
Bahan = detergen, air,dan ikan.
G. Cara Kerja :
1. Siapkan tiga buah gelas bekas yang ukurannya sama.
2. Beri label pada masing-masing gelas dengan menuliskan A, B, C.
3. Isi masing-masing gelas dengan air mineral.
4. Siapkan tiga ekor ikan sejenis yang ukuranya sama.
5. Siapkan detergen dan sendok kecil.
6. Ambillah satu sendok kecil detergen, lalu masukkan ke dalam gelas B (tambah satu
sendok lagi pada percobaan kedua).
7. Lakukan hal yang sama dengan ukuran dua kalinya (dua sendok kecil) detergen dan
masukkan ke dalam gelas C (tambahkan dua sendok lagi pada percobaan kedua).
8. Gelas A tidak ditambahkan detergen.
9. Setelah semuanya siap, ambilah ikan yang telah disiapkan, dan masukkan kedalam
gelas masing-masing satu ekor.
10. Amati apa yang terjadi pada ikan selama 2 menit.

H. Data Percobaan :
a. Percobaan pertama :

Kecepatan Membuka Waktu


No Kondisi Air
Menutup Mulut Ikan (menit)
1. Air bersih 67 kali 2
2. Air tercemar (1 sdt) 70 kali 2
3. Air tercemar (2 sdt) 80 kali 2

b. Percobaan kedua :
Kecepatan Membuka Waktu
No. Kondisi Air
Menutup Mulut Ikan (menit)
1. Air bersih 67 kali 2
2. Air tercemar (2 sdt) 83 kali 2
3. Air tercemar (4 sdt) 90 kali 2

I. Analisis Data :
Pada percobaan pertama, yaitu pada gelas A ikan membuka mulutnya sebanyak 67
kali,begitu juga pada percobaan kedua. Pada percobaan pertama, yaitu pada gelas B ikan
membuka dan menutup mulutnya sebanyak 70, namun pada percobaan kedua ikan membuka
dan menutup mulutnya sebanyak 83 kali. Pada percobaan pertama, yaitu pada gelas C ikan
membuka dan menutup mulutnya sebanyak 80 kali, namun pada percobaan kedua ikan
tersebut membuka dan menutup mulutnya sebanyak 90 kali.
J. Kesimpulan :
Air yang tercemar memengaruhi kecepatan membuka dan menutupnya mulut ikan.
Semakin tercemar air semakin cepat ikan membuka menutup mulut.