Anda di halaman 1dari 27

Tugas Makalah Pendahuluan Fisika Inti

INTI ATOM

Dosen pengampu :

IRFANDI

Disusun Oleh :

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatnya yang masih
memberikan kita kesehatan hingga pada saat ini. Adapun makalah ini telah diusahakan
semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat
memperlancar pembuatan makalah ini. Namun tidak lepas dari semua itu, menyadarkan
sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya.
Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka, membuka selebar-lebarnya bagi
pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada makalah ini sehingga dapat di perbaiki
agar tercipta kesempurnaan dalam penyusunannya.
Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah ini dapat diambil hikmah dan
manfaatnya di dalam kehidupan sehari-hari.

Medan, 07 Maret 2018

Penulis

Kelompok IV

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................. 2

DAFTAR ISI ............................................................................................. 3

BAB I (PENDAHULUAN)

1.1 Latar Belakang ........................................................................................... 4


1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 5
1.3 Tujuan ....................................................................................................... 6

BAB II ISI (PEMBAHASAN)

2.1 Energi Ikatan Inti ................................................................................ 7

2.2 Transmutasi Muatan ............................................................................. 9

2.3 Radioaktif Terinduksi .......................................................................... 11

2.4 Daya Tembus ....................................................................................... 14

2.5 Penggunaan Radioistop ........................................................................ 15

2.6 Pengobatan Nuklir................................................................................ 18

2.7 Penentuan Umur dengan Radioisotop .................................................. 22

2.8 Efek Radiasi ......................................................................................... 25

BAB III (PENUTUP)

Kesimpulan ............................................................................................... 26

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 27

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani (ἄτομος/átomos), yang berarti tidak dapat
dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi.Konsep ini pertama kali diajukan
oleh para filsuf India dan Yunani.
Atom adalah satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan elektron
bermuatan negatif yang mengelilinginya.Inti atom mengandung campuran proton yang
bermuatan positif dan neutron yang bermuatan netral (terkecuali pada Hidrogen-1 yang tidak
memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya
elektromagnetik.
Inti atom adalah sub materi yang dipelajari luas dalam bidang fisika dan kimia, tapi
dalam hal ini kita akan membahas inti atom dari segi ilmu fisikanya, yaitu sebagai bagian dari
mata kuliah fisika modern. Dalam inti atom ada beberapa hal yang dibahas selain partikel
penyusunnya yang telah disebutkan sebelumnya, juga dibahas mengenai ukuran atom, bentuk
atom, sifat atom, massa atom, gaya inti, defek massa dan juga energi ikat inti.
Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas maka hal itulah yang menjadi tujuan kami
dalim pembuatan makalah ini yang berjudulkan inti atom ini yaitu mengetahui partikel
penyusun inti, ukuran atom, bentuk atom, sifat atom, massa atom, gaya inti, defek massa, dan
energi ikat inti.

B. Rumusan Masalah

Dari Latar belakang dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana Energi Ikatan Inti


2. Bagaimana Transmutasi Buatan
3. Bagaimana Radioaktif Terinduksi
4. Apakah Daya Tembus
5. Bagaimana Penggunaan Radioisotop
6. Bagaimana Pengelolaan Nuklir
7. Bagaimana Penentuan Umur dengan Radiosotop
8. Bagaimana Efek Radiasi

4
C. Tujuan
Tujuan dari makalah ini agar mahasiswa mengetahui
1. Energi Ikatan Inti
2. Transmutasi Buatan
3. Radioaktif Terinduksi
4. Daya Tembus
5. Penggunaan Radioisotop
6. Pengelolaan Nuklir
7. Penentuan Umur dengan Radiosotop
8. Efek Radiasi

5
BAB II

PEMBAHASAN

1. ENERGI IKATAN INTI

Energi ikatan (Bahasa Inggris: bond energy) merupakan perubahan entalpi yang
diperlukan untuk memutuskan ikatan tertentu dalam satu mol molekul gas. Semakin tinggi
tingkat energi ikatan maka semakin sulit pula ikatan tersebut untuk dilepaskan karena
dibutuhkan lebih banyak energi yang diperlukan untuk melepaskannya.

Energi yang setara dengan hilangnya massa untuk suatu nuklida tertentu disebut
energi ikat inti.Sedangkan menurut Einstein, energi ikat inti adalah selisih antara massa inti
dengan massa penyusun inti yang diubah menjadi energi. Apabila kita memiliki isotop
dengan jumlah proton sebanyak Z dan sejumlah neutron sebanyak (A - Z), maka menurut
perhitungan, massa inti seharusnya sebesar [Zmp + (A – Z)mn - mi] dengan mp dan mn
masing-masing adalah massa proton dan massa neutron, sedangkan mi adalah massa inti
atom. Akan tetapi berdasarkan hasil pengukuran denagn spektrometer massa diperoleh bahwa
massa inti lebih kecil dari jumlah massa partikel pembentuk inti. Berdasarkan hokum
kesetaran massa-energi Einstein, berkurangnyya massa inti atom, yang disebut defek massa,
karena diubah menjadi energy ikat. efek massa dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan:

∆m = [Zmp + (A – Z)mn - mi] …..(1 – 1)

Energi ikat inti dapat dihitung berdasarkan hokum kesetaraan massa-energi Einstein, yaitu:

E = ∆mc2 .….(1 – 2)

Dengan c adalah kecepatan cahaya (c = 3 x 108 m/s). Untuk keperluan praktis


biasanya defek massa (∆m) dinyatakan dalam satuan sma dan energi (E) dalam satuan MeV
dengan kesetaraan 1 sma = 931,5 MeV. Oleh karena itu, persamaan (1 – 2) dapat ditulis
menjadi:

E = ∆m x 931,5 Mev/sma …..(1 – 3)

6
Energi Ikat Inti dan Kesetabilan Inti
Besarnya energi ikat inti ternyata tidak selalu menggambarkan tingkat stabilitas inti,
karena pada umumnya inti yang memiliki nucleon lebih besar memiliki tingkat stabilitas inti
yang lebih rendah.Oleh karena itu, kita perlu menyatakan besaran energy yang terkait
langsung dengan stabilitas inti, yaitu energy ikat per nuKleon, yang besarnya dapat dihitung
dengan persamaan:

EN = E/A …..(1 – 4)

Semakin besar energy ikat inti suatu nukleon maka akan semakin besar kesetabilan inti yang
dimilki suatu atom dan sebaliknya.
2. TRANSMUTASI MUATAN
Transmutasi adalah perubahan isotop suatu unsur menjadi isotop unsur lainnya dalam
persamaan inti radioaktif. Transmutasi terjadi pada setiap peluruhan radioaktif lho.
Transmutasi juga dapat terjadi pada unsur yang stabil tetapi harus ditembak atau dibombardir.
Inti dari transmuasi adalah pemendekan dari persamaan inti radioaktif.

Maka, dari gambar di atas bisa disimpulkan bahwa reaksi transmutasi buatan tersebut
bernama transmutasi alpha-proton karena melibatkan peluru alpha dan menghasilkan proton.

Gagasan merubah inti atom secara buatan dirintis oleh Rutherford. Pada tahun 1959
Rutherford menempatkan preparat radio akyif yang memancarkan sinar α didalam tabung
yang berisi gas niterogen. Setelah selang waktu tertentu, dalam tabung itu terjadi oksigen dan
proton. Rutherford berpendapat ada partikel-partikel yang membentur inti atom niterogen
sebagai akibat benturan yang amat dasyat, inti niterogen terbelah menjadi proton dan oksigen

7
Peristiwa itu dapat dipandang sebagai reaksi inti antara partikel  dengan inti
niterogen. Reaksi ini lazim dituliskan sebagai berikut :
2 + 7N148017
4
+ 1P1
Dalam reaksi berlaku kekalan massa dan kekekalan muatan. Jumlah nomor massa dan nomor
atom sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.
Pada tahun 1937 Chadwick menembaki logam berilium dengan partikel-partikel dari unsur
radioaktif. Hasilnya diperoleh karbon dan partikel netral yang kira-kira sama dengan proton.
Partikel ini disebut neutron.
2 + 4Be96012 + on1
4

Tranmutasi oleh partikel-partikel yang dipercepat.


Tranmutasi dengan sinar yang berasal dari unsur radioaktif tidak membawa hasil
yang memuaskan. Dari sekian banyak partikel-partikel hanya beberapa yang dapat
mengadakan transmutasi. Hal ini disebabkab karena partikel yang mendekati inti atom yang
mengalami gaya tolak, sehingga hanya partikelyang kecepatannya besar yang dapat sampai
pada inti. Transmutasi akan lebih berhasil bila digunakan partikel-partikel yang kecepatan
cukup tinggi. Untuk itu diciptakan alat yang dapat mempercepat partikel bermuatan yang
disebut Cyclotron.
Pada tahun 1932 Coekroft dan Walton melaporkan hasil reaksi inti dengan proton.
1H
1
+ 3Li7  2He4 + 2He4
Pada reaksi inti tersebut jumlah energi sebelum reaksi adalah:
energi massa proton = 1,007825 sma
energi massa litium = 7,016005 sma
energi kinetik proton
150 keV = 0,000160 sma 
jumlah = 8,023990 sma

Jumlah energi sesudah energi :


energi massa helium 2x4,0026=8,0052 sma
ada selisih sebesar 8,023990-8,0052=0,01879 sma
=17,4939 MeV
`Ketika diukur energi kinetik kedua atom He diperoleh sebesar 17,0 MeV. Suatu
persesuaian yang cukup baik.

8
Transmutasi dengan detron yang dipercepat.

13A
27
+ 1H
2
12Mg25 + 2He4

Transmutasi dengan netron.

Netron merupakan partikel netral, sangat baik untuk mengadakan transmutasi, sebab
hanya mengalami gaya tolak yang kecil ketika menghampiri inti.

7N
14
+ 0n15B11 + 2He4

Netron yang dipakai untuk transmutasi diprodusir dalam reaktor atom. Dengan netron
tersebut dapat diperoleh berbagai macam radio isotop.

11Na
23
+ 0n111Na24

Natrium yang diperoleh adalah isotop radioaktif. Dengan memancarkan sinar , isotop
natrium berubah menjadi magnesium yang stabil.

24 24
11Na 12Mg

3. RADIOAKTIF TERINDUKSI
Radioaktif terinduksi yaitu : pancaran radioaktif baru, yg dihasilkan dari suatu inti
radioaktif yg terbentuk dari reaksi inti sebelumnya

27 30
13𝐴𝐿 + 42𝐻𝑒 → 15𝑃 + 10𝑛

30 0 30
15𝑃 → +1𝑒 + 14𝑆𝑖

0
1
1𝐻 → +1𝑒 + 01𝑛

Contoh:

Karbon-10 memancarkan positron ketika meluruh. Tuliskan reaksinya!

Jawab:

10 0 10
6𝐶 → +1𝑒 + 5𝐵

9
4. DAYA TEMBUS SINAR-SINAR RADIOAKTIF

Daya tembus sinar α < sinar ß < sinar gamma hal ini dikarenakan oleh muatan yang
dimiliki oleh masing-masing sinar tersebut. Sinar α memiliki muatan positif, sinar ß memiliki
muatan negatif dan sinar gamma tidak bermuatan

Suatu benda terdiri atas beberapa atom, dimana atom-atom tersebut dapat dipecah lagi
menjadi sub atom yang terdiri dari proton, neutron dan elektron. Proton yang bermuatan
positif dan neutron yang tak bermuatan terletak pada inti atom, sedangkan elektron yang
bermuatan negatif tersebar pada kulit-kulit atom tersebut. Sinar α memiliki daya tembus
paling kecil dibandingkan sinar yang lain karena sinar alfa yang bermuatan positif saat
menabrak suatu atom maka sub atom yang pertama kali ditabrak adalah elektron, karena
muatannya berlawanan maka hampir seluruh energi sinar alfa tersebut terserap oleh materi
yang ditabraknya, sehingga sinar alfa tidak dapat menembus partikel lain yang berada di
depannya. Sedangkan sinar beta yang bermuatan negatif memiliki daya tembus lebih jauh
dibandingkan sinar alfa karena sinar beta saat menabrak suatu partikel, maka secara otomatis
yang ditabrak adalah elektron. Hal ini dikarenakan elektron berada pada kulit paling luar
suatu atom.

Sinar beta dengan elektron yang sama-sama bermuatan negatif, maka akan terjadi gaya
tolak-menolak, sehingga saat menabrak atom-atom penyusun partikel atau materi tersebut
sinar beta dipantulkan oleh elektron yang berapa pada kulit atom,yang kemudian
menyebabkan arah sinarnya berbentuk zig-zag. Sehingga daya tembusnya semakin besar
dibandingkan dengan sinar alfa. Akan tetapi gaya tolak tersbut juga menyababkan sinar beta
melepaskan sebagian energinya, sehingga daya tembus sinar beta tidak lebih jauh dari sinar
gamma.Urutan daya tembus sinar 𝛼 < sinar 𝛽 < sinar𝛾

Berikut ini sifat-sifat sinar 𝛼< sinar 𝛽 < sinar 𝛾

10
Sifat-sifat sinar 𝛼

1. Sinar 𝛼 dihasilkan oleh pancaran-pancaran partikel 𝛼 dari sebuah sumber radioaktif.


2. Sinar 𝛼 tidak lain adalah inti atom helium,bermuatan +2e dan bermassa 4u.
3. Sinar 𝛼dapat menghitamkan film. Jejak partikel 𝛼 dalam bahan radioaktif berupa
garis lurus.
4. Radiasi sinar 𝛼 memiliki daya tembus terlemah dibandingkan dengan sinar lain.
5. Radiasi sinar 𝛼 memiliki jangkauan beberapa cm di udara dari sekitar 10-20 mm
dalam logam tipis.
6. Radiasi sinar 𝛼 mempunyai daya ionisasi paling kuat sebab muatannya paling besar.
7. Sinar 𝛼 dibelokkan oleh medan magnetic dan medan listrik.
8. Kecepatan sinar sekitar 0,054c sampai 0,07c,dengan c = kelajuan cahaya dalam
vakum. Massa sinar𝛼 lebih besar dari sinar𝛼 sehingga lebih lambat.

Sifat-sifat sinar 𝛽

1. Sinar 𝛽 dihasilkan oleh pancaran partikel-partikel 𝛽 .


2. Sinar 𝛽 tidak lain adalah electron berkecapatan tinggi yang bermuatan -1 e.
3. Radiasi sinar 𝛼 < sinar 𝛽< sinar 𝛾.
4. Kecepatan parikel 𝛽 antara 0,32c dan 0,9c.
5. Sinar 𝛽 dibelokkan dengan medan magnetik dan medan listrik karena massanya
kecil.
6. Jejak partikel 𝛽 dalam bahan berkelok-kelok.
7. Sinar 𝛽 memiliki jangkauan beberapa cm di udara.

Sifat-sifat sinar 𝛾

1. Memiliki daya tembus paling besar tetapi daya ionisasi paling lemah.
2. Tidak dibelokkan oleh medan listrik dan medan magnetik.
3. Sinar𝛾 merupakan radiasi elektromagnetik dengann panjang gelombang yag sangat
pendek.Sinar 𝛾 hamper tidak bermassa.
4. Kecepatan 𝛾 bernilai sama dengan kecepatan cahaya di ruang hampa.
5. Sinar 𝛾dalam interaksinya menimbulkan peristiwa fotolistrik atau juga
dapatmenimbulkan produksi pasangan.Dalam interaksi dengan bahan,seluruh energi
sinar diserap oleh bahan.Peristiwa inilah yang disebut produksi pasangan

11
Tabel Sifat-sifat sinar 𝛼, 𝛽 dan 𝛾

Dalam
Kelajuan Medan
N Je Identik Massa
Muatan sampai Di serap Magnetik
O nis dengan (u)
dengan oleh dan
Listrik
1 sin Inti helium 4 +2c 1 Selembar Dibelokkan
𝑐
ar 10 kertas
𝛼
2 Sin Elektron 9 -1c 9 Selembar Dibelokkan
𝑐
ar kecepatan 1840 10 alumanium dengan
𝛽 tinggi setebal 3 kuat
mm
3 Sin Radiasi 0 0 C Selembar Tidak
ar radiomagn timbal dibelokkan
𝛾 etik setebal
frekuensi 3cm
tinggi

5. PENGGUNAAN RADIOAKTIF

1. Bidang Arkeologi : Menentukan umur fosil dengan C-14

Karbon 14 (C-14) adalah isotop karbon radioaktif yang dihasilkan di atomosfer


bagian atas oleh radiasi kosmis. Senyawa utama di atmosfer yang mengandung karbon adalah
karbon dioksida (CO2). Sangat sedikit sekali jumlah karbon dioksida tang mengandung
isotop C-14. Tumbuhan menyerap C-14 selama fotosintesis. Dengan demikian, C-14 terdapat
dalam struktur sel tumbuhan. Tumbuhan kemudian dimakan oleh hewan, sehingga C-14
menjadi bagian dari struktur sel pada semua organisme.

Selama suatu organisme hidup, jumlah isotop C-14 dalam struktur selnya akan tetap
konstan. Tetapi, bila organisme tersebut mati, jumlah C-14 mulai menurun. Para ilmuwan
kimia telah mengetahui waktu paruh dari C-14, yaitu 5730 tahun. Dengan demikian, mereka
dapat menentukan berapa lama organisme tersebut mati.

12
Pelacakan radioaktif dengan menggunakan isotop C-14 telah digunakan untuk
menentukan usia kerangka yang ditemukan di situs-situs arkeologi. Belakangan ini, isotop C-
14 digunakan untuk mengetahui usia Shroud of Turin (kain kafan dari Turin), yaitu sepotong
kain linen pembungkus mayat manusia dengan gambaran seorang manusia tercetak diatasnya.
Banyak yang berpikir bahwa itu adalah bahan pembungkus Nabi Isa. Tetapi, pada tahun
1988, pelacakan radiokarbon menemukan bahwa bahan tersebut berasal dari tahun 12001300
SM. Meskipun kita tidak mengetahui bagaimana bentuk orang itu tercetak pada kain kafan
tersebut, pelacakan radioaktif C-14 membuktikan bahwa bahan tersebut bukan kain kafan
Nabi Isa.

Pelacakan dengan isotop C-14 hanya dapat digunakan untuk menentukan usia sesuatu
yang pernah hidup (organisme). Isotop ini tidak dapat digunakan untuk menentukan umur
batuan bulan atau meteorit. Untuk benda-benda mati, para ilmuwan kimia menggunakan
isotop lainnya, seperti Kalium 40 (K-40).

2. Bidang Kedokteran

Penggunaan radioaktif untuk kesehatan sudah sangat banyak, dan sudah berapa juta
orang di dunia yang terselamatkan karena pemanfaatan radioaktif ini. Sebagai contoh sinar X
untuk penghancur tumor atau untuk foto tulang. Berdasarkan radiasinya:
a. Sterilisasi radiasi
Radiasi dalam dosis tertentu dapat mematikan mikroorganisme sehingga dapat
digunakan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran. Steritisasi dengan cara radiasi mempunyai
beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan sterilisasi konvensional (menggunakan bahan
kimia), yaitu: 1) Sterilisasi radiasi lebih sempurna dalam mematikan mikroorganisme. 2)
Sterilisasi radiasi tidak meninggalkan residu bahan kimia. 3) Karena dikemas dulu baru
disterilkan maka alat tersebut tidak mungkin tercemar bakteri lagi sampai kemasan terbuka.
Berbeda dengan cara konvensional, yaitu disterilkan dulu baru dikemas, maka dalam proses
pengemasan masih ada kemungkinan terkena bibit penyakit.
b. Terapi tumor atau kanker.
Co-60 : pemancar gamma untuk terapi tumor/ kanker. Berbagai jenis tumor atau
kanker dapat diterapi dengan radiasi. Sebenarnya, baik sel normal maupun sel kanker dapat
dirusak oleh radiasi tetapi sel kanker atau tumor ternyata lebih sensitif (lebih mudah rusak).
Oleh karena itu, sel kanker atau tumor dapat dimatikan dengan mengarahkan radiasi secara
tepat pada sel-sel kanker tersebut.

13
c. Penentuan Kerapatan Tulang Dengan Bone Densitometer

Pengukuran kerapatan tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan radiasi
gamma atau sinar-X. Berdasarkan banyaknya radiasi gamma atau sinar-X yang diserap oleh
tulang yang diperiksa maka dapat ditentukan konsentrasi mineral kalsium dalam tulang.
Perhitungan dilakukan oleh komputer yang dipasang pada alat bone densitometer tersebut.
Teknik ini bermanfaat untuk membantu mendiagnosiskekeroposan tulang (osteoporosis) yang
sering menyerang wanita pada usia menopause (matihaid).

d. Three Dimensional Conformal Radiotheraphy (3d-Crt)

Terapi radiasi dengan menggunakan sumber radiasi tertutup atau pesawat pembangkit
radiasi telah lama dikenal untuk pengobatan penyakit kanker. Perkembangan teknik
elektronika maju dan peralatan komputer canggih dalam dua dekade ini telah membawa
perkembangan pesat dalam teknologi radioterapi. Dengan menggunakan pesawat pemercepat
partikel generasi terakhir telah dimungkinkan untuk melakukan radioterapi kanker dengan
sangat presisi dan tingkat keselamatan yang tinggi melalui kemampuannya yang sangat
selektif untuk membatasi bentuk jaringan tumor yang akan dikenai radiasi, memformulasikan
serta memberikan paparan radiasi dengan dosis yang tepat pada target. Dengan
memanfaatkan teknologi 3D-CRT ini sejak tahun 1985 telah berkembang metoda
pembedahan dengan menggunakan radiasi pengion sebagai pisau bedahnya (gamma knife).

e. PET (Positron Emision Tomography)

PET merupakan salah satu hasil di garis depan pengembangan radioisotop untuk
dunia kedokteran. PET adalah metode visualisasi fungsi tubuh menggunakan radioisotop
pemancar positron.Oleh karena itu, citra (image) yang diperoleh adalah citra yang
menggambarkan fungsi organ tubuh. Kelainan dan ketidaknormalan fungsi atau metabolisme
di dalam tubuh dapat diketahui dengan metode pencitraan (imaging) ini. Hal ini berbeda
dengan metode visualisasi tubuh yang lain, seperti MRI (magnetic resonance imaging) dan
CT (computed tomography).

3. Bidang Hidrologi

a.Untuk menguji kecepatan aliran sungai atau aliran lumpur

Radioisotop ini dapat digunakan untuk mengukur debit air. Biasanya, radioisotop
natrium-24 (Na-24) digunakan dalam bentuk garam NaCl. Teknik hidrologi yang

14
menggunakan radioisotop mampu secara akurat melacak dan mengukur ketersediaan air dari
suatu sumber air di bawah tanah. Teknik tersebut memungkinkan untuk melakukan analisis,
pengelolaan dan pelestarian sumber air yang ada dan pencarian sumber air baru. Teknik ini
dapat memberikan informasi mengenai asal, usia dan distribusi, hubungan antara air tanah,
air permukaan dan sistem pengisiannya.

b.Untuk mendeteksi kebocoran pada pipa bawah tanah

Untuk mendeteksi kebocoran pada pipa-pipa yang ditanam di bawah tanah, biasanya
digunakan radioisotop Na-24 dalam bentuk garam NaCl atau Na2CO3 . Radioisotop Na-24
ini dapat memancarkan sinar gamma yang bisa dideteksi dengan menggunakan alat pencacah
radioaktif Geiger Counter. Untuk mendeteksi kebocoran pada pipa air, garam yang
mengandung radioisotop Na-24 dilarutkan ke dalam air. Kemudian, permukaan tanah di atas
pipa air diperiksa dengan Geiger Counter. Intensitas radiasi yang berlebihan menunjukkan
adanya kebocoran. Radioisotop juga dapat digunakan untuk menguji kebocoran sambungan
logam pada pembuatan rangka pesawat (Sutresna, 2007).

Pemanfaatan lainnya sebagai perunut adalah untuk mencari kebocoran pada


bendungan dan saluran irigasi, mempelajari pergerakan air dan lumpur pada daerah
pelabuhan dan bendungan, laju alir, serta laju pengendapan. Selain radiasi gamma, radiasi
neutron banyak juga digunakan untuk mengukur kelembaban permukaan tanah.

4. Bidang Biologis

a. Mempelajari mekanisme fotosintesis : Radioisotop ini, berupa karbon-14 (C-14) atau


oksigen-18 (O-18). Keduanya dapat digunakan untuk mengetahui asal-usul atom oksigen
(dari CO2 atau dari H2O) yang akan membentuk senyawa glukosa atau oksigen yang
dihasilkan pada proses fotosintesis : 6CO2 + 6H2O →C6H12O6 + 6O2

b. Mempelajari proses penyerapan air serta sirkulasinya di dalam batang tumbuhan.

c. Mempelajari pengaruh unsur-unsur hara selain unsur-unsur N, P, dan K terhadap


perkembangan tumbuhan.

d. Memacu mutasi gen tumbuhan dalam upaya mendapatkan bibit unggul.

e. Mempelajari kesetimbangan dinamis. f. Mempelajari reaksi pengeseran.

15
5. Bidang Ilmu Kimia

a. Teknik Perunut
Teknik perunut dapat dipakai untuk mempelajari mekanisme berbagai reaksi kimia.
Misal pada reaksi esterifikasi. Dengan oksigen-18 dapat diikuti reaksi antara asam karboksilat
dan alkohol. Dari analisis spektroskopi massa, reaksi esterifikasi yang terjadi dapat ditulis
seperti berikut. (isotop oksigen-18 diberi warna). Hasil analisis ini menunjukkan bahwa
molekul air tidak mengandung oksigen-18.

b. Penggunaan Isotop dalam Bidang Kimia Analisis

Penggunaan isotop dalam analisis digunakan untuk menentukan unsur-unsur kelumit


dalam cuplikan. Analisis dengan radioisotop atau disebut radiometrik dapat dilakukan dengan
dua cara yaitu, sebagai berikut.

1) Analisis Pengeceran Isotop. Larutan yang akan dianalisis dan larutan standar ditambahkan
sejumlah larutan yang mengandung suatu spesi radioaktif. Kemudian zat tersebut dipisahkan
dan ditentukan aktivitasnya. Konsentrasi larutan yang dianalisis ditentukan dengan
membandingkannya dengan larutan standar. 2) I-131 untuk mempelajari kesetimbangan
dinamis.

2) Analisis Aktivasi Neutron (AAN). Analisis aktivasi neutron dapat digunakan untuk
menentukan unsur kelumit dalam cuplikan yang berupa padatan. Misal untuk menentukan
logam berat (Cd) dalam sampel ikat laut. Sampel diiradiasi dengan neutron dalam reaktor
sehingga menjadi radioaktif. Salah satu radiasi yang dipancarkan adalah sinar gamma .
Selanjutnya sampel dicacah dengan spektrometer gamma untuk menentukan aktivitas dari
unsur yang akan ditentukan.

6. Bidang pertanian

a. Efisiensi Pemupukan

Pupuk harganya relatif mahal dan apabila digunakan secara berlebihan akan merusak
lingkungan, sedangkan apabila kurang dari jumlah seharusnya hasilnya tidak efektif. Untuk
itu perlu diteliti jumlah pupuk yang diserap oleh tanaman dan berapa yang dibuang ke
lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan cara memberi “label” pupuk yang digunakan
dengan suatu isotop, seperti nitrogen-15 atau phosphor-32. Pupuk tersebut kemudian

16
diberikan pada tanaman dan setelah periode waktu dilakukan pendeteksian radiasi pada
tanaman tersebut.

b. Penemuan Tanaman Varietas Baru

Mutasi tanaman (untuk menemukan varietas unggul). Salah satu cara untuk
mendapatkan rangkaian sifat yang baik yaitu dengan mengubah faktor pembawa sifat (gen).

Perubahan gen yang dapat menyebabkan perubahan sifat makhluk hidup dan
diwariskan disebut mutasi. Sinar radioaktif yang biasanya digunakan untuk mutasi adalah
sinar gamma yang dipancarkan dari radioaktif Cobalt-60. Contohnya adalah padi atomita dan
kedelai muria.

Seperti diketahui, radiasi pengion mempunyai kemampuan untuk merubah sel


keturunan suatu mahluk hidup, termasuk tanaman. Dengan berdasar pada prinsip tersebut,
maka para peneliti dapat menghasilkan jenis tanaman yang berbeda dari tanaman yang telah
ada sebelumnya dan sampai saat ini telah dihasilkan 1800 jenis tanaman baru.

c. Pengendalian Hama Serangga

Di seluruh dunia, hilangnya hasil panen akibat serangan hama serangga kurang lebih
25-35%. Untuk memberantas hama serangga sejak lama para petani menggunakan insektisida
kimia. Akhir-akhir ini insektisida kimia dirasakan menurun keefektifannya, karena
munculnya serangga yang kebal terhadap insekstisida. Selain itu insektisida juga mulai
dikurangi penggunaannya karena insektisida meninggalkan residu yang beracun pada
tanaman. Salah satu metode yang mulai banyak digunakan untuk menggantikan insektisida
dalam mengendalikan hama adalah teknik serangga mandul.

d. Pengawetan Makanan

Kerusakan makanan hasil panen dalam penyimpanan akibat serangga, pertunasan dini
atau busuk, dapat mencapai 25-30%. Kerugian ini terutama diderita oleh negara-negara yang
mempunyai cuaca yang panas dan lembab. Pengawetan makanan banyak digunakan dengan
tujuan untuk menunda pertunasan pada umbi-umbian, membunuh serangga pada biji-bijian,
pengawetan hasil laut dan hasil peternakan, serta rempah-rempah.

Pada teknik pengawetan dengan menggunakan radiasi, makanan dipapari dengan


radiasi gamma berintensitas tinggi yang dapat membunuh organisme berbahaya, tetapi tanpa

17
mempengaruhi nilai nutrisi makanan tersebut dan tidak meninggalkan residu serta tidak
membuat makanan menjadi radioaktif. Teknik iradiasi juga dapat digunakan untuk sterilisasi
kemasan. Di banyak negara kemasan karton untuk susu disterilkan dengan iradiasi.

6. Bidang Industri

Saat ini radioaktif digunakan oleh industri. Misalnya industri pupuk, atau bahkan
digunakan oleh perusahaan yang mencari sumber sumber baru minyak bumi yang ada di
perut bumi.

a. Pemeriksaan tanpa merusak.

Radiasi sinar gamma dapat digunakan untuk memeriksa cacat pada logam atau
sambungan las, yaitu dengan meronsen bahan tersebut. Tehnik ini berdasarkan sifat bahwa
semakin tebal bahan yang dilalui radiasi, maka intensitas radiasi yang diteruskan makin
berkurang, jadi dari gambar yang dibuat dapat terlihat apakah logam merata atau ada bagian-
bagian yang berongga didalamnya. Pada bagian yang berongga itu film akan lebih hitam.

b. Mengontrol ketebalan bahan

Ketebalan produk yang berupa lembaran, seperti kertas film atau lempeng logam
dapat dikontrol dengan radiasi. Prinsipnya sama seperti diatas, bahwa intensitas radiasi yang
diteruskan bergantung pada ketebalan bahan yang dilalui. Detektor radiasi dihubungkan
dengan alat penekan. Jika lembaran menjadi lebih tebal, maka intensitas radiasi yang diterima
detektor akan berkurang dan mekanisme alat akan mengatur penekanan lebih kuat sehingga
ketebalan dapat dipertahankan.

c. Pengawetan hahan

Radiasi juga telah banyak digunakan untuk mengawetkan bahan seperti kayu,
barangbarang seni dan lain-lain. Radiasi juga dapat menningkatkan mutu tekstil karena
inengubah struktur serat sehingga lebih kuat atau lebih baik mutu penyerapan warnanya.
Berbagai jenis makanan juga dapat diawetkan dengan dosis yang aman sehingga dapat
disimpan lebih lama. Radiasi sinar gamma dapat dilakukan pada pengawetan makanan
melalui dua cara: (1) Membasmi mikroorganisme, misalnya pada pengawetan
rempahrempah, seperti merica, ketumbar, dan kemiri, dan (2) Menghambat pertunasan,
misalnya untuk pengawetan tanaman yang berkembang biak dengan pembentukkan tunas,
seperti kentang, bawang merah, jahe, dan kunyit.

18
d. Meningkatkan mutu tekstil: misalnya: mengubah struktur serat tekstil.

e. Untuk mempelajari pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin bekerja

7. Pemanfaatan Radioisotop Untuk Pembangkit Tenaga Listrik

Reaksi inti mengahsilkan energi yang sangat besar. Pada pembangkit tenaga nuklir
(PLTN), energi inti digunakan untuk memanaskan air sehingga terbentuk uapa. Kemudian,
uap in digunakan untuk mengerakkan turbin. Peregerakan turbin merupakan energi mekanik
yang dapat memberi kemampuan generator untuk mengubah energi mekanik tersebut menjadi
energi listrik. Pada PLTN, reaksi inti berlangsung terkendali di dalam suatu reaktor nuklir
(Sutresna, 2007).

8. Pemanfaatan Radioisotop Dalam Bidang Pertambangan

Tritium radioaktif dan cobalt 60 digunakan untuk merunut alur-alur minyak bawah
tanah dan kemudian menentukan srategi yang paling baik untuk menyuntikkan air ke dalam
sumur-sumur. Hal ini akan memaksa keluar minyak yang tersisa di dalam kantungkantung
yang sebelumnya belum terangkat. Berjuta-juta barrel tambahan minyak mentah telah
diperoleh dengan cara ini (Bangkit Sanjaya, 2009).

6. PENGOBATAN NUKLIR

Berbagai jenis radio isotop digunakan sebagai perunut untuk mendeteksi (diagnosa)
berbagai jenis penyakit al:teknesium (Tc-99), talium-201 (Ti-201), iodin 131(1-131),
natrium-24 (Na-24), ksenon-133 (xe-133) dan besi (Fe-59). Tc-99 yang disuntikkan ke dalam
pembuluh darah akan diserap terutama oleh jaringan yang rusak pada organ tertentu, seperti
jantung, hati dan paru-paru Sebaliknya Ti-201 terutama akan diserap oleh jaringan yang sehat
pada organ jantung. Oleh karena itu, kedua isotop itu digunakan secara bersama-sama untuk
mendeteksi kerusakan jantung 1-131 akan diserap oleh kelenjar gondok, hati dan bagian-
bagian tertentu dari otak. Oleh karena itu, 1-131 dapat digunakan untuk mendeteksi
kerusakan pada kelenjar gondok, hati dan untuk mendeteksi tumor otak. Larutan garam yang
mengandung Na-24 disuntikkan ke dalam pembuluh darah untuk mendeteksi adanya
gangguan peredaran darah misalnya apakah ada penyumbatan dengan mendeteksi sinar

19
gamma yang dipancarkan isotop Natrium tsb. Xe-133 digunakan untuk mendeteksi penyakit
paru-paru. P-32 untuk penyakit mata, tumor dan hati. Fe-59 untuk mempelajari pembentukan
sel darah merah. Kadang-kadang, radioisotop yang digunakan untuk diagnosa, juga
digunakan untuk terapi yaitu dengan dosis yang lebih kuat misalnya, 1-131 juga digunakan
untuk terapi kanker kelenjar tiroid.

1) Sterilisasi radiasi.
Radiasi dalam dosis tertentu dapat mematikan mikroorganisme sehingga dapat
digunakan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran. Steritisasi dengan cara radiasi mempunyai
beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan sterilisasi konvensional (menggunakan bahan
kimia), yaitu:
a) Sterilisasi radiasi lebih sempurna dalam mematikan mikroorganisme.
b) Sterilisasi radiasi tidak meninggalkan residu bahan kimia. c) Karena dikemas dulu baru
disetrilkan maka alat tersebut tidak mungkin tercemar bakteri lagi sampai kemasan terbuka.
Berbeda dengan cara konvensional, yaitu disterilkan dulu baru dikemas, maka dalam proses
pengemasan masih ada kemungkinan terkena bibit penyakit.
2) Terapi Tumor atau Kanker
Berbagai jenis tumor atau kanker dapat diterapi dengan radiasi. Sebenarnya, baik sel
normal maupun sel kanker dapat dirusak oleh radiasi tetapi sel kanker atau tumor ternyata
lebih sensitif (lebih mudah rusak). Oleh karena itu, sel kanker atau tumor dapat dimatikan
dengan mengarahkan radiasi secara tepat pada sel-sel kanker tersebut.

7. PENENTUAN UMUR DENGAN RADIOISOTOP

Radiosotop adalah unsur-unsur sejenis yang memiliki nomor atom sama, tetapi
memiliki massa atom berbeda atau proton sama namun memiliki jumlah neuron berbeda dari
zat Radioaktif.

Waktu paruh isotop tertentu dpt digunakan utk memperkirakan umur batuan & benda
purbakala

Uranium-238 (t1/2 = 4,5 x 109 thn)

238U →→206Pb

Utk memperkirakan umur batuan batuan bumi 3-3,5 x 109 thn batuan bulan 4,5 x 109 thn

20
umur bumi 4,5-5,0 x 109 thn karbon-14 (t1/2 = 5730 thn)

Karbon-14 (t1/2 = 5730 thn)

14
Utk menentukan umur benda purbakala & mendeteksi keaslian benda purbakala C
terbentuk di lap atmosfir atas

14
7 N +01n→146 C+11H

14 14
6𝐶𝑑𝑖 𝑎𝑡𝑚𝑜𝑠𝑓𝑒𝑟 → 6𝐶(di makhluk hidup)

jika makhluk hidup mati maka:

14
6 C ( berkurang ) → 147

Tritium (t1/2 =5730 thn)

Untuk penentukan umur benda sampai 100 tahun

Isotop Selang umur yang Penerapan


T
1/2 tahun diukur
14C Batubara, bahan
5730 500-50000 thn organik
3
H 12,3 1-100 thn Anggur tua
10000 thn – contoh Batuan, kerak
40K 1,3 x 109 bumi tertua bumi
4 x 107 thn – contoh
187Rh 4,3 x 109 tertua di dunia Meteorit
238U 4,5 x 109 107- contoh tertua Batuan, kerak bumi

Waktu paruh adalah waktu yang diperlukan unsur radioaktif sehingga separuh zat
radioaktif tersebut meluruh dari massa awalnya.

Sebuah Formula untuk menghitung berapa tua sebuah sampel adalah :

𝑁𝑓
(𝑙𝑛 𝑁𝑜 )
𝑡= 𝑥𝑇1/2
(−0.693)

Keterangan :

21
𝑁𝑓
: Persentase Carbon sampel dengan jumlah di jaringan hidup
𝑁𝑜

𝑇1/2: Waktu Paruh

H. EFEK RADIASI

Radiasi adalah setiap proses di mana energi bergerak melalui media atau melalui
ruang, dan akhirnya diserap oleh benda lain. Radiasi sangat dibutuhkan dalam kehidupan
manusia. Dalam dunia kedokteran, radiasi dimanfaatkan sebagai bahan untuk mendiagnosa.
Seperti sinar X untuk keperluan radiologi, cahaya tampak untuk tindakan endoskopi, sinar
ultraviolet untuk sterilisasi dan masih banyak yang lainnya. Selain mempunyai manfaat
seperti yang telah dipaparkan diatas, radiasi juga memiliki beberapa efek atau dampak yang
ditimbulkan bagi manusia. Tetapi manusia jarang sekali memperhatikan dan mempedulikan
dampak yang ditimbulkan oleh adanya radiasi tersebut. Dalam makalah kali ini, akan
membahas radiasi dan bahaya-bahaya yang ditimbulkan agar mahasiswa dan masyarakat
lebih tau tentang radiasi.
Jenis-jenis sinar radiasi
1. Radiasi pengion
Radiasi pengion adalah jenis radiasi yang dapat menyebabkan proses ionisasi
(terbentuknya ion positif dan ion negative) apabila berinteraksi dengan sebuah materi. Contoh
radiasi yang termasuk radiasi pengion yaitu: partikel alpha, partikel beta, sinar gamma, sinar–
X dan neutron.
a. Partikel Alpha
Mempunyai ukuran (volume) dan muatan listrik positif yang besar dan tersusun dari
dua proton dan dua neutron, sehingga identik dengan inti atom helium. Daya ionisasi
partikel alpha sangat besar, kurang lebih 100 kali daya ionisasi partikel beta dan
10.000 kali daya ionisasi sinar gamma. Karena mempunyai muatan listrik yang besar
maka partikel alpha tidak mampu menembus pori-pori kulit kita pada lapisan yang
paling luar sekalipun karena mempunyai ukuran yang besar.
b. Partikel Beta
Mempunyai ukuran dan muatan listrik lebih kecil dari partikel alpha. Daya ionisasi di
udara 1/100 kali daya ionisasi partikel alpha. Partikel beta mempunyai daya tembus
lebih besar dari partikel alpha karena ukurannya lebih kecil.
c. Sinar Gamma

22
Sinar gamma tidak mempunyai besaran volume dan muatan listrik sehingga
dikelompokkan kedalam gelombang elektromagnetik. Daya ionisasinya dalam
medium sangat kecil. Tidak terbelokkan oleh medan listrik yang ada disekitarnya,
sehingga daya tembusnya sangat besar dibandingkan dengan daya tembus partikel
alpha atau beta.
d. Sinar-X
Mempunyai kemiripan dengan sinar gamma, yaitu dalam hal daya jangkau pada suatu
media dan pengaruhnya oleh medan listrik. Yang membedakan antara keduanya
adalah proses terjadinya. Sinar gamma dihasilkan dari proses peluruhan zat radioaktif
yang terjadi pada inti atom, sedangkan sinar-X dihasilkan pada waktu electron
berenergi tinggi yang menumbuk suatu target logam.

e. Partikel neutron
Partikel neutron mempunyai ukuran kecil dan tidak mempunyai muatan listrik, serta
memiliki daya tembus yang tinggi. Partikel neutron dapat dihasilkan dari reaksi nuklir
antara satu unsure tertentu dengan unsure lainnya.
2. Radiasi non-pengion
Radiasi non-pengion adalah jenis radiasi yang tidak akan menyebabkan efek ionisasi
apabila bereaksi dengan materi. Yang termasuk dalam jenis radiasi non-pengion antara lain
adalah gelombang radio, gelombang mikro (yang digunakan dalam microwave oven dan
transmisi seluler handphone), sinar inframerah (yang memberikan energy dalam bentuk
panas), cahaya tampak, sinar ultra violet (yang dipancarkan matahari).
a. Sinar inframerah
Inframerah adalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang lebih panjang
dari cahaya tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio. Sinar
inframerah memiliki karakteristik, yaitu: tidak dapat dilihat oleh manusiatidak
dapat menembus materi yang tidak tembus pandang, dapat ditimbulkan oleh
komponen yang menghasilkan panas,Panjang gelombang pada inframerah memiliki
hubungan yang berlawanan atau berbanding terbalik dengan suhu. Ketika suhu
mengalami kenaikan, maka panjang gelombang mengalami penurunan.
b. Sinar ultraviolet

23
Sinar ultraviolet adalah radiasi elektromagnetis terhadap panjang gelombang yang
lebih pendek dari daerah dengan sinar tampak, namun lebih panjang dari sinar-X
yang kecil.

Efek Biologi Radiasi

Beberapa efek biologi pada tubuh manusia :

1. Efek genetik
Efek biologi dari radiasi ionisasi pada generasi yang belum lahir disebut efek genetik.
Efek ini timbul karena kerusakan molekul DNA pada sperma atau ovarium akibat radiasi.
Atau, bila radiasi berinteraksi dengan makro molekul DNA, dapat memodifikasi struktur
molekul ini dengan cara memecah kromosom atau mengubah jumlah DNA yang terdapat
dalam sel melalui perubahan informasi genetik sel. Tipe ini dapat menimbulkan penyakit
genetik yang diteruskan ke generasi berikutnya.

2. Efek somatik
Bila organisme (seperti manusia) yang terkena radiasi mengalami kerusakan biologi
sebagai akibat penyinaran, efek penyinaran tersebut diklasifikasikan sebagai efek somatik.
Efek ini tergantung pada lamanya terkena radiasi sampai pertama timbulnya gejala kerusakan
radiasi. Selanjutnya diklasifikasikan sebagai efek somatik jangka pendek atau jangka
panjang.
3. Efek stokastik
Efek stokastik adalah efek radiasi yang kebolehjadian timbulya merupakan fungsi
dosis radiasi dan diperkirakan tidak mengenal dosis ambang. Efek stokastik memiliki ciri-
ciri:
a. Timbul setelah melalui masa tenang yang lama.
b. Keparahannya tidak tergantung pada dosis radiasi.
c. Tidak ada penyembuhan spontan. Contoh : kanker, leukemia (efek somatic), dan penyakit
keturunan (efek genetic)
4. Efek Non Stokastik
Efek Non Stokastik adalah efek radiasi yang kualitas keparahannya bervariasi
menurut dosis dan hanya timbul bila dosis ambang dilampaui. Efek non stokastik memiliki
ciri-ciri:
a. Umumnya timbul beberapa saat setelah terkena radiasi

24
b. Adanya penyembuhan spontan (tergantung tingkat keparahannya)
c. Keparahannya tergantung besarnya dosis radiasi.
5. Efek teratogenik
Efek teratogenik adalah efek timbulnya cacat bawaan, karena penyinaran yang terjadi
sewaktu janin berada dalam kandungan. Efek ini dapat berupa kematian dalam kandungan
atau kematian segera setelah bayi lahir, kemunduran pertumbuhan, maupun kelainan bawaan,
tergantung saat penyinaran terjadi. Pada usai kurang dari 15 hari umur kehailan, maka hasil
konsepsi biasanya mengalami kematian. Apabila penyinaran terjadi pada usia kehamilan
antara 15 hari sampai 50 hari, maka pada umumnya terjadi kelainan bawaan. Sedangkan
penyinaran setelah usia kehamilan 50 hari dapat berakibat gangguan pertumbuhan janin
dalam kandungan.

25
BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

1. Energi ikatan (Bahasa Inggris: bond energy) merupakan perubahan entalpi yang
diperlukan untuk memutuskan ikatan tertentu dalam satu mol molekul gas.
2. Transmutasi adalah perubahan isotop suatu unsur menjadi isotop unsur lainnya dalam
persamaan inti radioaktif. Transmutasi terjadi pada setiap peluruhan radioaktif.
3. Daya tembus sinar α < sinar ß < sinar gamma hal ini dikarenakan oleh muatan yang
dimiliki oleh masing-masing sinar tersebut. Sinar α memiliki muatan positif, sinar ß
memiliki muatan negatif dan sinar gamma tidak bermuatan.
4. Radioaktif terinduksi yaitu : pancaran radioaktif baru, yg dihasilkan dari suatu inti
radioaktif yg terbentuk dari reaksi inti sebelumnya
5. Penggunaan Radioaktif Bidang, Bidang Kedokteran, Bidang Hidrologi, Bidang
Biologis , Bidang Ilmu Kimia Bidang pertanian , Bidang Industri , Pemanfaatan
Radioisotop Untuk Pembangkit Tenaga Listrik , Pemanfaatan Radioisotop Dalam
Bidang Pertambangan.
6. Pengobatan dengan Nuklir Sterilisasi radiasi dapat mematikan mikroorganisme
sehingga dapat digunakan untuk sterilisasialat-alat kedokteran, Terapi tumor atau
kanker , Berbagai jenis tumor atau kanker dapat diterapi dengan radiasi. sel kanker
atau tumor dapat dimatikan dengan mengarahkan radiasi secara tepat pada sel-sel
kanker tersebut, Penentuan Kerapatan Tulang Dengan Bone Densitometer, Three
Dimensional Conformal Radiotheraphy (3d-Crt), PET (Positron Emision
Tomography
7. Menentukan Umur dari suatu benda memalui radioisotp dapat menggunakan
𝑁𝑓
(𝑙𝑛 )
𝑁𝑜
perhitungan sebagau berikut 𝑡 = (−0.693) 𝑥𝑇1/2.

8. Efek radiasi adalah sebagai berikut: (1) Radiasi pengion, (2) Radiasi Nonpengion,
(3)Efek Genetik, (4)Efek somatik, (5) Efek stokastik, (6)Efek Non Stokastik,
(7)Teratogenik.

26
DAFTAR PUSTAKA

https://atsesettya.files.wordpress.com/2012/12/media-radioaktivitas.ppt

file:///C:/Users/User/Downloads/PERHITUNGAN_UMUR_FOSIL_DENGAN_RADIO
AKTIV.pdf

file:///C:/Users/A%20C%20E%20R/Pictures/54d27bfc86e8e.pdf

file:///C:/Users/A%20C%20E%20R/Pictures/modulpemanfaatan-radioaktif%20(1).pdf

27