Anda di halaman 1dari 12

Tugas Makalah Pendahuluan Fisika Inti :

REAKSI INTI

Dosen pengampu :

IRFANDI , M.Si

Disusun Oleh :

APRILINA DIAN HATI TURNIP (4153321004)

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatnya yang masih
memberikan kita kesehatan hingga pada saat ini. Adapun makalah ini telah diusahakan
semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat
memperlancar pembuatan makalah ini. Namun tidak lepas dari semua itu, menyadarkan
sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya.
Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka, membuka selebar-lebarnya bagi
pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada makalah ini sehingga dapat di perbaiki
agar tercipta kesempurnaan dalam penyusunannya.
Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah ini dapat diambil hikmah dan
manfaatnya di dalam kehidupan sehari-hari.

Medan, 18 Maret 2018

Penulis

Aprilina Turnip

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... i

DAFTAR ISI................................................................................................... ii

BAB I (PENDAHULUAN)

1.1 Latar Belakang ........................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 1
1.3 Tujuan ....................................................................................................... 1

BAB II ISI (PEMBAHASAN)

2.1 Pengertian Reaksi Inti ................................................................................ 2

2.2 Hukum Fisika dalam Fisika Inti ................................................................. 3

2.3 Reaksi Fisi .................................................................................................. 4

2.4 Reaksi Fusi ................................................................................................. 5

BAB III (PENUTUP)

Kesimpulan ..................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 9

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Reaktor fusi nuklir merupakan salah satu sumber energi alternatif masa depan
yangmenggunakan bahan bakar yang tersedia melimpah, sangat efisien, bersih dari polusi,
tidakakan menimbulkan bahaya kebocoran radiasi dan tidak menyebabkan sampah radioaktif
yangmerisaukan seperti pada reaktor fisi nuklir. Sejauh ini reaktor fusi nuklir masih belum
dioperasikan secara komersial. Prototipreaktor-reaktor fusi saat ini masih dalam tahap
eksperimentasi pada beberapa laboratorium diUSA dan di beberapa negara maju lainnya. Dalam
reaktor-reaktor fisi nuklir konvensional, neutron lambat yangmenumbuk inti atom bahan bakar
(umumnya Uranium) menghasilkan inti atom baru yangsangat tidak stabil dan hampir seketika
pecah menjadi dua bagian (inti) dan sejumlah neutrondan energi yang besar. Pecahan hasil reaksi
fisi tersebut merupakan sampah radioaktif denganwaktu paruh yang sangat panjang sehingga
menimbulkan masalah baru pada lingkungan. Dalam reaksi fusi nuklir dua inti atom ringan
bergabung menjadi satu inti baru. Dalamsuatu reaktor fusi, inti-inti atom isotop hidrogen
(protium, deuterium, dan tritium) bergabungmenjadi inti atom helium dan netron serta sejumlah
besar energi.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah Pengertian Reaksi Inti ?
2. Bagaimanakah Hukum Fisika dalam Reaksi Inti?
3. Bagaimanakah Reaksi fisi?
4. Bagaimanakah Reaksi fusi?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui Pengertian Reaksi Inti
2. Mengetahui Hukum Fisika Dalam Reaksi Inti
3. Mengetahui Reaksi Fisi
4. Mengetahui Reaksi Fusi.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Reaksi Inti

Reaksi inti merupakan peristiwa perubahan suatu inti atom sehingga berubah menjadi inti
atom lain dengan disertai munculnya energi yang sangat besar.Agar terjadi reaksi inti diperlukan
partikel lain untuk menggoyahkan kesetimbangan inti atom sehingga kesetimbangan inti
terganggu. Akibatnya inti akan terpecah menjadi dua inti yang baru. Partikel yang digunakan
untuk mengganggu kesetimbangan inti yaitu partikel proton atau neutron. Di mana partikel
proton atau neutron yang berenergi ditembakkan pada inti target sehingga setelah reaksi terjadi
akan terbentuk inti atom yang baru disertai terbentuknya partikel yang baru. Inti target dapat
merupakan inti atom yang stabil, sehingga setelah terjadi reaksi menyebabkan inti atom menjadi
inti yang tidak stabil yang kemudian disebut isotop radioaktif. Jadi reaksi inti dapat juga
bertujuan untuk mendapatkan isotop radioaktif yang berasal dari inti stabil.

Reaksi inti sangat berbeda dengan reaksi kimia, karena pada dasarnya reaksi inti ini
terjadi karena tumbukan (penembakan) inti sasaran (target) dengan suatu proyektil (peluru).
Secara skematik reaksi inti dapat digambarkan :

atau

Keterangan :
a : partikel penembak
b : partikel hasil reaksi inti
X adalah inti awal, Y inti akhir, sedang a dan b masing-masing adalah partikel datang dan
yang dipancarkan.

2
B. Hukum Fisika dalam Reaksi Inti

Hukum-hukum yang berlaku pada reaksi inti adalah:

1. Hukum kekekalam momentum, yaitu: jumlah momentum sebelum dan setelah


tumbukan adalah sama.
2. Hukum kekekalan energi, yaitu: jumlah energi sebelum dan setelah tumbukan adalah
sama.
3. Hukum kekekalan nomor atom, yaitu: jumlah nomor atom sebelum dan setelah tumbukan
adalah sama. maka R + S = T + U
4. Hukum kekekalan nomor massa, yaitu: jumlah momentum sebelum dan setelah
tumbukan adalah sama. maka M + N = O + P

2He→
14 4 17 1
Contoh reaksi inti antara lain adalah 7N + 8O + 1H yaitu inti atom Nitrogen
ditembak dengan partikel (2He4) menjadi inti atom Oksigen dengan disertai timbulnya
proton (1H1), inti atom oksigen yang terbentuk bersifat radioaktif.

Dalam reaksi inti berlaku beberapa hukum kekekalan, antara lain:

1. Hukum kekekalam muatan


∑Z = tetap
2. Hukum kekekalan massa dan energi
MA.C2 + ma.C2 + Ka = MB.C2 + Mb.C2 + Kb + Kb
MA.C2 + ma.C2 = MB.C2 + Mb.C2 + Q
Dimana
Q = energi reaksi
= KB + Kb – Ka
(Energi kinetik)
Bila Q > 0 reaksi ekso energi
Q < 0 reaksi endo energi
3. Hukum kekekalan nomor massa
∑A = tetap
4. Hukum kekekalan momentum sudut inti
∑I = tetap

3
5. . Hukum kekekalan paritas
∑∏ = tetap
6. Hukum kekekalan momentum linier
∑P = tetap

Partikel yang digunakan untuk menembaki inti-inti radioaktif agar terjadi reaksi nuklir
adalah partikel α, partikel β, sinar γ, netron, proton dan deuteron. Pada peristiwa reaksi nuklir,
inti yang ditembaki akan berubah menjadi inti yang lain disertai pelepasan partikel lain dan
energi. Besarnya energi yang terbentuk pada peristiwa reaksi sama dengan selisih massa mula-
mula dengan massa akhir.

C. Reaksi Fisi

Reaksi fisi yaitu reaksi pembelahan inti atom berat menjadi dua inti atom lain yang lebih
ringan dengan disertai timbulnya energi yang sangat besar. Misalnya inti atom uranium-235
ditembak dengan neutron sehingga terbelah menjadi inti atom Xe-235 dan Sr-94 disertai dengan
timbulnya 2 neutron yang memiliki energi tinggi. Reaksinya dapat dituliskan:

92U235 + 0n1 →54Xe235 + 38Sr94 + 20n1 + Q

Dalam reaksi fisi yang terjadi akan dihasilkan energi kira-kira sebesar 234 Mev. Dalam
reaksi fisi ini timbul -baru yang berenergi tinggi. Neutron-neutron yang timbul akan menumbuk
inti atom berat yang lain sehingga akan menimbulkan reaksi fisi yang lain. Hal ini akan
berlangsung terus sehingga semakin lama semakin banyak reaksi inti yang dihasilkan dan dalam
sekejab dapat timbul energi yang sangat besar. Peristiwa semacam ini disebut reaksi fisi
berantai. Reaksi fisi berantai yang tak terkendali akan menyebabkan timbulnya energi yang
sangat besar dalam waktu relatif singkat, sehingga dapat membahayakan kehidupan manusia.
Reaksi berantai yang tak terkendali terjadi pada Bom Atom. Energi yang timbul dari reaksi fisi
yang terkendali dapat dimanfaatkannya untuk kehidupan manusia. Reaksi fisi terkendali yaitu
reaksi fisi yang terjadi dalam reaktor nuklir (Reaktor Atom). Di mana dalam reaktor nuklir
neutron yang terbentuk ditangkap dan tingkat energinya diturunkan sehingga reaksi fisi dapat
dikendalikan.

4
Pada umumnya untuk menangkap neutron yang terjadi, digunakan logam yang mampu
menangkap neutron yaitu logam Cadmium atau Boron. Pengaturan populasi neutron yang
mengadakan reaksi fisi dikendalikan oleh batang pengendali yang terbuat dari batang logam
Cadmium, yang diatur dengan jalan memasukkan batang pengendali ke dalam teras-teras bahan
bakar dalam reaktor. Dalam reaktor atom, energi yang timbul kebanyakan adalah energi panas, di
mana energi panas yang timbul dalam reaktor ditransfer keluar reaktor kemudian digunakan
untuk menggerakkan generator, sehingga diperoleh energi listrik.
Beberapa contoh reaksi pembelahan inti :

92𝑈 235 + 0𝑛1 40𝑍𝑟 97 + 52𝑇𝑙137 + 2 10𝑛

92𝑈 235 + 0𝑛1 42𝑀𝑜103 + 50𝑆𝑛131 + 2 10𝑛

92𝑈 235 + 0𝑛1 56𝑅𝑒 139 + 36𝐾𝑟 94 + 3 10𝑛

92𝑈 235 + 0𝑛1 36𝐾𝑟 94 + 58𝐶𝑒 114 + 2 10𝑛

92𝑈 235 + 0𝑛1 47𝐴𝑔118 + 47𝐴𝑔118 + 4 10𝑛

Pada reaksi fisi, inti atom menangkap netron dan menghasilkan keadaan inti yang sangat
labil dan dalam waktu yang singkat inti tersebut akan membelah menjadi belahan inti utama
disertai munculnya dua atau tiga netron-netron baru.

Sebagai contoh pada peluruhan Uranium yang sering terjadi adalah:

5
Salah satu contoh peluruhan Uranium yang ditampilkan dalam bentuk gambar.

D. Reaksi Fusi
Reaksi fusi yaitu reaksi penggabungan dua inti atom ringan menjadi inti atom lain yang
lebih berat dengan melepaskan energy:

Misalnya penggabungan deutron dengan deutron menghasilkan triton dan proton


dilepaskan energi sebesar kira-kira 4,03 MeV. Penggabungan deutron dengan deutron
menghasilkan inti He 3 dan neutron dengan melepaskan energi sebesar 3,3. MeV. Penggabungan
triton dengan triton menghasilkan inti He-4 dengan melepaskan
energi sebesar 17,6 MeV, yang reaksi fusinya dapat dituliskan:
1H2 + 1H2 →1H3 + 1H1 + 4 MeV
1H2 + 1H2 →2He3 + 0n1 + 3,3 MeV
1H3 +1 H3→2He4 + 0n1 + 17,6 MeV
Agar dapat terjadi reaksi fusi diperlukan temperatur yang sangat tinggi sekitar 108 K,
sehingga reaksi fusi disebut juga reaksi termonuklir. Karena untuk bisa terjadi reaksi fusi
diperlukan suhu yang sangat tinggi, maka di matahari merupakan tempat berlangsungnya reaksi
fusi. Energi matahari yang sampai ke Bumi diduga merupakan hasil reaksi fusi yang terjadi
dalam matahari. Hal ini berdasarkan hasil pengamatan bahwa matahari banyak mengandung

6
hidrogen (1H1). Dengan reaksi fusi berantai akan dihasilkan inti helium-4. Di mana reaksi
dimulai dengan penggabungan antardua atom hidrogen membentuk deutron, selanjutnya antara
deutron dengan deutron membentuk inti atom helium-3 dan akhirnya dua inti atom helium-3
bergabung membentuk inti atom helium -4 dan 2 atom hidrogen dengan melepaskanenergi total
sekitar 26,7 MeV, yang reaksinya dapat dituliskan:
1H1 +1H1 → 1H2 + 1e0 +Q1
1H2 + 1H2 →2H3 + Q2
2H3 + 2H3 →2He4 + 2 1H1 + Q3
Reaksi tersebut dapat ditulis:
4 1H1→2He4 + 2 1e0 + Q
Reaksi-reaksi fusi biasanya terjadi pada suhu sekitar 100 juta derajat celsius. Pada suhu ini
terdapat plasma dari inti dan elektron. Reaksi fusi yang terjadi pada suhu tinggi ini disebut reaksi
termonuklir.

Fusi nuklir adalah sumber energi yang menyebabkan bintang bersinar, dan Bom Hidrogen
meledak.

Reaksi fusi adalah reaksi yang belum bisa dibuat karena diperlukan wadah yang tahan terhadap
suhu mencapai ~107oK. Pada suhu tersebut atom-atom akan terionisasi membentuk keadaan
yang dinamakan plasma. Sebenarnya reaksi fusi merupakan sumber energi karena pada reaksi
tersebut dihasilkan energi yang besar sekali. Seperti reaksi yang terjadi pada matahari dan
bintang-bintang.

7
BAB IV

PENUTUP

1. Reaksi inti merupakan peristiwa perubahan suatu inti atom sehingga berubah menjadi inti
atom lain dengan disertai munculnya energi yang sangat besar.Agar terjadi reaksi inti
diperlukan partikel lain untuk menggoyahkan kesetimbangan inti atom sehingga
kesetimbangan inti terganggu.
2. Hukum-hukum yang berlaku pada reaksi inti adalah Hukum kekekalam momentum,
Hukum kekekalan energi, Hukum kekekalan nomor atom dan Hukum kekekalan nomor
massa.
3. Reaksi fisi yaitu reaksi pembelahan inti atom berat menjadi dua inti atom lain yang lebih
ringan dengan disertai timbulnya energi yang sangat besar.
4. Reaksi fusi yaitu reaksi penggabungan dua inti atom ringan menjadi inti atom lain yang
lebih berat dengan melepaskan energy.

8
DAFTAR PUSTAKA

MT, Duyeh Setiawan. 2009. RADIOKIMIA. Bandung: Widya Padjadaran

Wardhana, Wisnu Arya. 2007. Teknologi Nuklir Proteksi dan Aplikasinya. Yogyakarta :
Penerbit Andi.

http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._FISIKA/196204261987031-
PARLINDUNGAN_SINAGA/bab.10i_[Compatibility_Mode].pdf

https://www.academia.edu/31693391/Contoh_Makalah_tentang_Reaksi_Inti_dan_Teknologi_Nu
klir_SMA_NEGERI_1_PANDEGLANG