Anda di halaman 1dari 12

1

MAKALAH GELOMBANG DAN OPTIK

Aplikasi Gelombang dan Optik dalam Kehidupan : Prinsip Polarisasi dalam Menentukan
Kualitas Minyak Goreng dengan Menggunakan Polarimeter

NAMA : AFDATUL ZIKRI

NIM : 16033003

PRODI : PENDIDIKAN FISIKA ( A )

DOSEN PEMBIMBING : SYAFRIANI, M.Si, Ph.D

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2018
2

KATA PENGANTAR

Assalaamu’alaikum wr.wb.
Alhamdulillahirabbil ‘aalamiin. Puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunianya, sehingga saya bisa menyelesaikan makalah tentang
“Aplikasi Gelombang dan Optik dalam Kehidupan : Prinsip Polarisasi dalam Menentukan
Kualitas Minyak Goreng dengan Menggunakan Polarimeter”.
Shalawat dan salam kita berikan kepada Nabi Muhammad SAW (Allaahumma shalli ‘alaa
Muhammad wa ‘alaa aa li Muhammad) yang telah membawa dan mengarahkan umatnya kepada
jalan kebaikan.
Saya mengucapkan terima kasih kepada ibuk Syafriani, M.Si, Ph.D selaku dosen
pembimbing saya dalam mata kuliah Gelombang dan Optik. Terima kasih juga kepada rekan-
rekan pendidikan fisika A 2016 yang telah mempercayai saya untuk menyampaikan materi ini.
Semoga makalah saya dapat bermanfaat untuk kita semua, baik dari kalangan pelajar,
mahasiswa, masyarakat umum, dan terkhusus untuk saya sendiri. saya mohon maaf apabila
terdapat kesalahan pada makalah yang saya tulis. Wabillaahi taufiq wal hidayah,
Wassalaamu’alaikum wr.wb.

Padang, 3 Desember 2018

Hormat saya,

(Afdatul Zikri)
3

DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………………………….......... 2
Daftar Isi…………………………………………………………………………………... 3
BAB I Pendahuluan
Latar Belakang…………………………………………………………………………….. 4
Rumusan Masalah………………………………………………………………………..... 4
Tujuan……………………………………………………………………………………… 4
BAB II Pembahasan
Pengertian Polarisasi……………………………………………………………………..... 5
Prinsip Kerja Polarimeter.…………………………………………………….................... 6
Aplikasi Polarisasi dalam Kehidupan…………………………………………………....... 8
BAB III Penutup
Kesimpulan……………………………………………………………………………….. 11
Saran………………………………………………………………………………………. 11
Daftar Pustaka……………………………………………………………………………... 12
4

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Polarisasi adalah suatu peristiwa penyerapan arah bidang getar suatu gelombang
elektromagnetik sehingga gelombang tersebut hanya memiliki satu atau tidak ada bidang getar
sama sekali. Gelombang dikatakan tak terpolarisasi jika masih memiliki banyak arah getar.
Cahaya matahari merupakan salah satu contoh dari gelombang yang tidak terpolarisasi.
Sekarang ini, banyak merk minyak goreng yang dijual di pasaran. Kita sebagai pembeli
tentunya ingin membeli minyak goreng yang berkualitas agar menghasilkan masakan yang sehat
dan bermutu. Selama ini, kita membedakan kualitas minyak goreng hanya dari warna minyak
tersebut jika telah digunakan dalam sekali penggorengan. Akan tetapi, ada cara lain yang dapat
digunakan untuk menentukan kualitas minyak goreng, yaitu dengan menggunakan suatu alat
yang menerapkan prinsip polarisasi. Oleh karena itu, pada makalah ini saya akan membahas
lebih dalam mengenai prinsip polarisasi dalam menentukan kualitas dari minyak goreng dengan
menggunakan polarisator.

2. Rumusan Masalah
a. Apa pengertian polarisasi?
b. Bagaimana prinsip kerja dari alat Polarimeter?
c. Bagaimanakah cara menentukan kualitas minyak goreng dengan menggunakan alat
Polarimeter?

3. Tujuan
a. Mengetahui pengertian polarisasi.
b. Mengetahui prinsip kerja dari alat Polarimeter.
c. Mengetahui cara menentukan kualitas minyak goreng dengan menggunakan alat
Polarimeter.
5

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Polarisasi
Polarisasi cahaya adalah peristiwa penyerapan arah bidang getar gelombang. Gejala
polarisasi hanya dapat dialami oleh gelombang transversal saja. Bila cahaya terpolarisasi linear
jatuh pada bahan optis aktif , maka cahaya yang keluar akan tetap terpolarisasi linear dengan
arah getar terputar terhadap arah getar semula. Beberapa bahan tertentu menghasilkan
perputaran bidang getar (arah getar komponen medan listrik gelombang elektromagnetik) searah
jarum jam. Tetapi ada bahan-bahan yang menghasilkan perputaran komponen medan listrik
berlawanan arah jarum jam. Yang dimaksud dengan sifat optis aktif adalah memutar bidang
polarisasi dari gelombang elektromagnetik yang melewatinya (Alonso, 1992).
Minyak goreng merupakan bahan optis aktif. Minyak goreng berfungsi sebagai medium
penghantar panas, penambah rasa gurih dan penambah nilai kalori. Minyak goreng
didefinisikan sebagai minyak yang diperoleh dengan cara memurnikan minyak nabati
(Winarno, 2004).
Gejala polarisasi dapat digambarkan dengan gelombang yang terjadi pada tali yang
dilewatkan pada celah. Apabila tali digetarkan searah dengan celah maka gelombang pada tali
dapat melewati celah tersebut. Sebaliknya jika tali digetarkan dengan arah tegak lurus celah
maka gelombang pada tali tidak bisa melewati celah tersebut (Tjia, 1993).

Gambar 1. Polarisasi Gelombang Elektromagnetik

Polarisasi cahaya dapat terjadi karena adanya pemantulan, pemantulan dan pembiasan, bias
kembar (pembiasan ganda), hamburan, pemutaran bidang polarisasi, dan absorbsi selektif. Jika
6

cahaya terpolarisasi melewati zat optis aktif, maka akan terjadi pemutaran bidang polarisasi
seperti pada gambar 2.

Gambar 2. Polarisasi Cahaya karena Melewati Zat Optis Aktif

Seberkas cahaya tak terpolarisasi melewati sebuah polarisator sehingga cahaya yang diteruskan
terpolarisasi. Cahaya terpolarisasi melewati zat optik aktif, misalnya larutan gula pasir dan
minyak, maka arah polarisasinya dapat berputar. Besarnya sudut perubahan arah polarisasi
cahaya θ tergantung pada konsentrasi larutan c, panjang larutan l dan sudut putar larutan β.
Hubungan ini dapat ditulis secara matematik sebagai θ = cβl.

B. Prinsip Kerja Alat Polarimeter

Gambar berikut menunjukkan salah satu jenis polarimeter yang digunakan untuk
menentukan perubahan sudut polarisasi pada minyak goreng.

Gambar 3. Semiautomatic Polarymeter


Polarimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur besarnya putaran optik yang
dihasilkan oleh suatu zat yang bersifat optis aktif yang terdapat dalam larutan. Polarimeter
merupakan suatu alat yang tersusun atas polarisator dan analisator. Polarisator adalah polaroid
yang dapat mempolarisasikan cahaya, sedangkan analisator adalah polaroid yang dapat
menganalisa cahaya yang telah dipolarisasikan oleh polarisator. Alat ini didesain khusus untuk
mempolarisasi cahaya oleh suatu senyawa optis aktif. Senyawa optis aktif adalah senyawa yang
7

dapat memutar bidang polarisasi. Semiautomatic Polarymeter memiliki fungsi dan prinsip kerja
yang sama dengan polarimeter biasa, tetapi perbedaannya adalah polarimeter semi-otomatis
membutuhkan deteksi visual tetapi push menggunakan tombol untuk menganalisa dan
menawarkan tampilan digital.

Bagian-Bagian Polarimeter
a) Sumber Cahaya : sumber cahaya terdiri dari dua jenis, yaitu sumber cahaya filament
(model lama) dan sumber cahaya natrium (model baru).
b) Prisma Nicole : bagian ini disebut polarisator yang berfungsi mengubah cahaya
monokromatis menjadi lebih terpolarisasi.
c) Tabung Sampel : tabung sampel terbuat dari kaca yang memiliki dua pengaman, yaitu
karet dan skrup. Pada saat memasukkan sampel lebih baik yang dibuka ialah bagian
bawahnya supaya tidak ada gelembung udara pada tabung.
d) Prisma Analisator : fungsi prisma ini ialah untuk mensejajarkan sudut yang dihasilkan dari
senyawa aktif optik.
e) Skala Lingkar : skala yang bentuknya melingkar pada polarimeter manual.
f) Detektor : Detektor pada polarimeter manual yang digunakan sebagai detector adalah mata,
sedangkan polarimeter lain dapat digunakan detector fotoelektrik.

Prinsip Kerja Polarimeter


Prinsip kerja alat polarimeter adalah polarisasi yang terjadi karena pemutaran bidang
polarisasi seperti pada gambar 2. Sinar yang datang dari sumber cahaya yang tidak terpolarisasi
(misalnya lampu natrium) akan dilewatkan melalui prisma nicole (polarizer) sehingga cahaya
tersebut terpolarisasi. Cahaya ini kemudian diteruskan ke sel yang berisi larutan. Arah getar
cahaya mengalami perubahan dari posisi awal karena melewati zat optis aktif. Cahaya menuju
prisma terpolarisasi kedua (analizer) sehingga didapatkan perubahan sudut polarisasi. Polarizer
tidak dapat diputar-putar sedangkan analizer dapat diatur atau di putar sesuai keinginan. Bila
polarizer dan analizer saling tegak lurus (bidang polarisasinya juga tegak lurus), maka sinar tidak
ada yang ditransmisikan melalui medium diantara prisma polarisasi. Peristiwa ini disebut tidak
optis aktif.
8

Gambar 4. Prinsip Kerja Polarimeter

C. Aplikasi Polarisasi dalam Kehidupan

Parameter kualitas minyak meliputi sifat fisika dan sifat kimia. Sifat fisika meliputi warna,
bau, kelarutan, titik cair dan polimorphism, titik didih, titik pelunakan, slipping point, shot
melting point, bobot jenis, viskositas, indeks bias, titik kekeruhan (turbidity point), titik asap,
titik nyala dan titik api. Untuk menguji kualitas minyak goreng berdasarkan sifat kimia,
dilakukan uji bilangan peroksida dan asam lemak bebas. Rotasi optis yang diamati atau diukur
dari suatu bahan bergantung pada jumlah senyawa dalam tabung sampel, panjang jalan atau
bahan yang dilalui cahaya, temperatur pengukuran, panjang gelombang cahaya yang digunakan,
kekentalan bahan, dan warna bahan yang ada di dalam tabung sampel.
Saat membeli minyak goreng yang patut diperhatikan adalah warna minyak goreng
haruslah bening dan jernih, komposisi minyak goreng tidak mengandung lemak yang tinggi
terutama jenis minyak jenuh dan terhidrogenerasi (hydrogenerated oil), tidak mudah beku jika
didinginkan pada suhu rendah selama 5 menit. Untuk mengetahui kualitas minyak goreng dapat
diamati dengan mengamati perubahan sudut polarisasi cahaya pada minyak goreng dengan
memvariasikan jumlah pemanasan yang diberikan.
Dalam pengujian ini digunakan dua jenis minyak goreng yaitu minyak goreng kelapa sawit
dan minyak goreng kelapa dalam kemasan. Minyak goreng dari kelapa sawit dan minyak goreng
dari kelapa dipanaskan sampai dengan suhu 200⁰C, kemudian didinginkan sampai suhu ruang.
Pemanasan pada suhu ini karena pada umumnya pemanasan minyak goreng saat memasak
9

berkisan pada suhu ini, selain itu pada suhu tinggi senyawa dalam minyak goreng akan mulai
mengalami proses kimia.
Setelah dingin, sudut polarisasi pada minyak goreng diukur menggunakan alat
Semiautomatic Polarymeter, diamati dan dicatat nilai sudut polarisasi yang tertera pada alat
polarimeter. Perlakuan diulangi hingga lima kali pemanasan pada minyak goreng. Setelah
adanya pemanasan secara berulang, didapatkan perubahan sudut polarisasi pada minyak goreng
kelapa sawit seperti pada tabel berikut :
Tabel 1. Perubahan sudut polarisasi pada minyak goreng kelapa sawit

Berdasarkan tabel 1, dapat dilihat bahwa semakin sering minyak goreng dipanaskan maka sudut
polarisasinya akan semakin besar. Hal ini terjadi karena proses pemanasan telah mengubah sifat-
sifat fisik dari minyak goreng itu sendiri sehingga sifat optis dan sudut polarisasi pada minyak
juga mengalami perubahan setelah dipanaskan.
Setelah mengalami pemanasan, jarak antar molekul minyak akan semakin renggang dan
minyak akan mengalami perubahan tingkat kekentalan. Semakin sering minyak dipanaskan maka
tingkat kekentalannya akan semakin menurun. Kekentalan dari minyak goreng ini berpengaruh
terhadap sudut polarisasi minyak goreng tersebut. Akibat pemanasan juga dimungkinkan
terbentuknya molekul-molekul bebas dalam minyak goreng. Terbentuknya molekul bebas ini
disebabkan karena dalam pemanasan dengan suhu tinggi akan terjadi hidrolisis dan oksidasi.
Minyak goreng merupakan salah satu bahan aktif optis karena memiliki molekul chiral
atau molekul yang mempunyai atom karbon yang mengikat empat atom yang berbeda. Adanya
pemanasan ini maka akan terjadi proses kimia yang akan mengubah ikatan karbon (C) pada
minyak seperti pada gambar di atas, selain itu molekul bebas yang terbentuk akibat adanya reaksi
hidrolisis dan oksidasi pada minyak goreng mempunyai ikatan atom karbon yang berbeda
dengan ikatan atom karbon minyak goreng sebelum dipanaskan. Karena ikatan karbon pada
minyak berubah berarti sifat optis minyak mengalami perubahan.
10

Selain pada minyak kelapa sawit, perubahan sudut polarisasi juga dialami pada minyak
kelapa yang dipanaskan berulang kali. Perubahan Sudut polarisasi pada minyak kelapa yang
dipanaskan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2. Perubahan sudut polarisasi pada minyak goreng kelapa

Pada minyak kelapa juga terjadi perubahan sudut polarisasi setelah minyak dipanaskan. Semakin
sering minyak goreng dipanaskan sudut polarisasinya juga semakin besar. Sama halnya dengan
minyak kelapa sawit, minyak setelah mengalami pemanasan, jarak antar molekulnya akan
semakin renggang dan minyak akan mengalami perubahan tingkat kekentalan.
Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat bahwa sudut polarisasi pada minyak kelapa lebih kecil
dibandingkan dengan sudut polarisasi minyak kelapa sawit. Hal ini terjadi karena warna minyak
kelapa yang digunakan sebagai sampel memiliki warna yang lebih terang dibandingkan
dengan minyak kelapa sawit. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat
disimpulkan bahwa, perubahan sudut polarisasi cahaya dapat digunakan sebagai parameter uji
kualitas minyak goreng. Semakin sering minyak goreng dipanaskan maka sudut polarisasinya
akan semakin besar. Hal ini menunjukkan bahwa minyak goreng yang mempunyai kualitas yang
paling baik adalah minyak goreng dengan sudut polarisasi yang paling kecil, yaitu minyak
goreng kelapa.
11

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan
a. Polarisasi cahaya adalah peristiwa penyerapan arah bidang getar gelombang sehingga
hanya tersisa satu arah getar gelombang.
b. Prinsip kerja alat polarimeter adalah polarisasi yang terjadi karena pemutaran bidang
polarisasi. Sinar yang datang dari sumber cahaya yang tidak terpolarisasi akan dilewatkan
melalui prisma nicole (polarizer) sehingga cahaya tersebut terpolarisasi. Cahaya ini
kemudian diteruskan ke sel yang berisi larutan kemudian cahaya menuju prisma
terpolarisasi kedua (analizer) sehingga didapatkan perubahan sudut polarisasi.
c. Kualitas minyak goreng dapat ditentukan dengan menggunakan polarimeter. Semakin
kecil perubahan sudut polarisasi maka semakin bagus kualitas minyak goreng.

2. Saran
Makalah ini bagus untuk dibaca semua kalangan masyarakat yang memerlukan
pengetahuan tentang aplikasi polarisasi dalam kehidupan. Makalah ini masih membutuhkan
perbaikan dan tambahan dari sumber lain agar lebih lengkap.
12

DAFTAR PUSTAKA

Alonso, M., dan Finn. 1992. Dasar-Dasar Fisika Universitas. Jakarta : Erlangga.

Tjia, M.O. 1993. Gelombang. Bandung : ITB Press.

Winarno. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta : Gramedia.

Nuraniza, Boni Pahlanop Lapanporo, dan Yudha Arman. (2013). “Uji Kualitas Minyak Goreng
Berdasarkan Perubahan Sudut Polarisasi Cahaya Menggunakan Alat Semiautomatic
Polarymeter,” PRISMA FISIKA, Vol. I, No. 2 (2013), Hal. 87 – 9.