Anda di halaman 1dari 19

a.

Pompa air
Pompa air dipergunakan untuk penyedotan air pada saat penggalian dan pemasangan
pondasi telapak. Pada saat perawatan setelah pengecoran tangga serta pembersiahan
bekisting sebelum pengecoran dilakukan. Pengeringan lantai Basemen akibat air hujan
yang menggenanginya.

Gambar 3 Pompa Air


BAB III

TEKNIK PELAKSANAAN PKLI

A. Gambaran Umum Proyek

1. Lokasi Proyek

Lokasi proyek pembangunan Skyview Apartment setia budi terletak di Jalan Abdul
Hakim Pasar 1 Kampung Susuk yang bersebelahan dengan kampus Universitas Sumatera
Utara (USU). Proyek pembangunan Skyview Apartment Setia Budi merupakan proyek yang
berlokasi strategis karena dekat dengan kampus Universitas Sumatera Utara (USU) dengan
hanya jarak tempuh ±5 menit dari kampus tersebut.
Gambar 53 Lokasi Proyek

(Sumber:https://www.google.co.id/maps/place/Showroom+Ngumban+Surbakti/2018/03/16)

2. Data Proyek

Adapun data proyek pembangunan Skyview Apartment Setia Budi adalah sebagai
berikut:

a. Data Non Teknis

Nama Proyek : Pembangunan Skyview Apartment Setia Budi Medan

Pemilik Proyek : PT. Property Group Imperium

Konsultan Perencana : PT. Maxim Gritama

Konsultan Pengawas : PT. Maxim Gritama

Kontraktor : CV. Prima Abadi Jaya

Jenis Bangunan : Apartement


Lokasi Bangunan : Jalan Abdul Hakim Pasar 1 Kampung Susuk, Medan Sunggal

b. Data Teknis

Panjang tanah : 101 m

Lebar tanah : 100,74 m

Luas tanah : 10.174,74 m²

Jumlah Lantai : 3 Lantai

Ukuran Bangunan :

a. Luas lantai 1 : 1.223,4 M2

b. Luas lantai 2 : 1.223,4 M2

c. Luas lantai 3 : 1.223,4 M2

d. Tinggi bangunan: 65,3 M

3. Struktur Organisasi Proyek

Pada proyek pembangunan Skyview apartment Setia Budi, CV. Prima Abadi Jaya
mempunyai susunan Struktur organisasi seperti dibawah ini:
Gambar 54Struktur Organisasi Proyek

B. Alat dan Bahan di Lapangan


1.Alat
Peralatan adalah suatu alat kerja yang digunakan dalam membantu proses pembuatan
bangunan agar lebih cepat selesai. Adapun alat pada pelaksanaan proyek pembangunan
skyview apartement jln.abdul hakin pasar1 kampung susuk medan sunggaldisediakan oleh
kontraktor adalah sebagai berikut :
a. Ready mix ( Truck Mixer)
Ready mixdipergunakan untuk mengangkut adonan beton dari tempat pemesanan
kelokasi proyek, dimana Kontraktor memesan dari PT. ABADI JAYA BETON

b. Pembengkok Besi
Pembengkok besi digunakan untuk membengkok besi sesuai dengan bentuk, sudut
dan ukuran yang dinginkan. Pada proyek ini, penulis melihat pembengkok besi yang
digunakan mesin dan manual yang dirakit dilapangan. Setelah besi Ukuran ∅8
dipotong dengan panjang yaitu 183 cm kemudian dibengkokkan sepanjang 5 cm dari
ujung kiri dan kanan dengan sudut bengkokan 900. Pembengkok besi manual juga
digunakan dalam bordes pada saat memasang tulangan ∅10.
c. Pemotong besi
Pemotong besi digunakan untuk memotong besi tulangan. dalam pemotongan ini
disesuaikan dengan panjang yang akan digunakan. Pada proyek ini Masing-masing
tulangan ∅8 dipotong sebagai tulangan horizontal tangga dengan panjang yaitu 145
cm.
d. Kereta Sorong ( Beko)
Kereta sorong atau lebih sering dikenal dengan sebutan beko ini merupakan alat
sederhana menggunakan tenaga manusia.Alat ini digunakan untuk pengangkutan alat-
alat dan bahan ke proyek. Alat ini juga digunakan dalam pengecoran tangga.
e. Tang Kawat
Tang kawat digunakan untuk pekerjaan penulangan tangga pada saat pengikatan
antara tulangan sengkang dan tulangan pokok, yaitu dengan cara melilitkan kawat
pengikat dengan kedua tulangan lalu mengikatkan kawat tersebut dan memutarnya, ini
dibuat agar tulangan tidak mengalami pergeseran.
f. Sendok Semen
Sendok semen digunakan untuk meratakan semen yang sudah dicor, agar
permukaannya rata atau tidak miring. Sendok semen mempunyai berbagai macam
jenis dan berbagai macam bentuk.
g. Scaffolding
Scaffolding adalah tumpuan atau tiang penyangga untuk proses bekisting. Perancah
yang digunakan dalam proyek tangga ini yaitu terbuat dari kayu dan besi ringan.
h. Meteran
Meteran digunakan untuk mengukur bahan yang digunakan sesuai dengan yang
diinginkan dalam lapangan . Bentuk dan jenis meteran ada berbagai jenis antara lain,
meteran kayu lipat, meteran dari baja, dan lain – lain.
i. Siku
Siku dibuat daru kayu atau logam yang berguna untuk membuat sudut 900 antara dua

buah garis atau bidang rata yang saling berpotongan.


j. Palu
Palu atau martil dibuat dari kayu atau logam besi baja. Alat ini berfungsi untuk
memukul atau mencabut paku
k. Gergaji
Gergaji tangan ini dibuat dari plat baja yang terpasang pada pegangan dari kayu,
kualitas plat bajanya harus baik sehingga cukup mudah untuk dipakai, mempunyai
daya pegas secukupnya supaya tidak mudah patah dan daunnya tidak boleh terlalu
tebal, gergaji ini di gunakan tukang untuk pengerjaan sederhana misalnya untuk
memotong kayu atau multiplex pada saat perakitan cetakan/bekisting tangga.
l. Tower Crane
Fungsi tower crane ini adalah mengangkut material atau bahan maupun konstruksi
dari bawah menuju bagian yang ada diatas.
m. Alat Sifat Datar (Waterpas)
Alat ini digunakan untuk membuat permukaan menjadi rata sesuai dengan permukaan
air (betul – betul mendatar). Alat sifat datar logam terbuat dari logam sebagai rangka
rumah dan tabung kaca berisi zat cair dengan gelembung.

2. Bahan
Berikut beberapa bahan yang digunakan dalam pekerjaan pembangunan skyview
apartement jln.abdul hakim pasar 1 kampung susuk medan sunggal antara lain:
1. Beton Cor
Dalam proyek pembangunan Sky View Apartement Jl. ABD.Hakim Kampung Susuk
Medan ini, pekerjaan tangga menggunakan beton cor readymix yang di pesan dengan cara
Performance batch oleh pihak kontraktor, Performance batch, yaitu pembeli menetapkan
kebutuhan dari kekuatan beton, dan pabrik bertanggung jawab penuh dalam menentukan
proporsi campuran yang kemudian didatangkan langsung dengan jalan Central-mixed
concrete, dimana beton dicampur sepenuhnya di dalam suatu mixer dan diangkut ke proyek
dengan menggunakan truk molen oleh PT. Abadi jaya beton untuk mempercepat pekerjaan.
Mutu kuat tekan beton yang digunakan dalam proyek ini ialah K-300 dengan f’c 25. Beton
cor ini di angkut dengan truck mixer yang berkapasitas 5-7 m3 sekali angkut.
Gambar 55. beton cor

2. Agregrat
Agregat halus yang dipakai adalah pasir dan juga digunakan untuk salah satu bahan cor
beton. Jenis ukuran butir pasir yang digunakan dalam proyek ini yaitu lewat saringan 4 mm ,
dan agregat kasar yang dipakai adalah kerikil yang digunakan juga pada salah satu bahan
baku campuran untuk beton cor dengan dengan besar butir lebih dari 5 mm.
Agregrat halus yang digunakan untuk campuran beton oleh perusahaan Abadi Beton
dalam proyek pembangunan Sky View Apartement Jl. ABD.Hakim Kampung Susuk Medan
ini, pada pekerjaan tangga adalah agregat halus ukuran butir pasir yang lewat saringan 4 mm.
Berdasarkan hasil survei lapangan bahwa pasir yang digunakan pada proyek ini sudah bersih
dan bebas dari kadar lumpur. Sehingga secara teori pasir yang digunakan diproyek
pembangunan ini sudah memenuhi syarat dan layak digunakan untuk konstruksi.
Agregrat kasar yang digunakan untuk campuran beton oleh perusahaan Abadi Beton
dalam proyek pembangunan Sky View Apartement Jl. ABD.Hakim Kampung Susuk Medan
ini, pada pekerjaan tangga adalah kerikil yang berukuran 1:1cm – 1:2 cm.

3. Air
Air yang digunakan pada campuran beton adalah air dari PDAM yang dipompa dengan
mesin Sanyo. Air yang digunakan PT. Abadi beton dalam campuran beton ready mix pada
proyekHotel Fave ini merupakan air bersih yaitu tidak berbau, tidak berwarna dan tidak
mengandung minyak. Maka air yang digunakan untuk proyek pembangunan Sky View
Apartement ini sudah memenuhi syarat air yang baik untuk campuran beton dan sudah sesuai
dengan standard
4. Baja Tulangan
a. Tulangan Polos (Plain Bar)
Tulangan polos Baja polos digunakan sebagai tulangan sengkang. Tulangan polos
yang dipakai 𝜙 8 sebagai tulangan horizontal tangga.
b. Tulangan Ulir (Deformed Bar)
Tulangan ulir digunakan sebagai tulangan pokok Tulangan ulir yang digunakan di
proyek penulis adalah D.10,13 sebagai tulangan vertikal tangga.
5. Kayu dan Multiplek
Kayudigunakan untuk membantu pembangunan konstruksi baik penyangga cetakan
ataupun sebagai pijakan. Kayu lapis atau playwood tebal dapat dipakai sebagai bahan acuan,
jenis bahan ini mempunyai ukuran 1,8 x 122 x 244.
6. Kawat Pengikat
Kawat pengikat digunakan untuk mengikat baja tulangan agar tetap pada tempatnya,
tidak berubah jaraknya dan sesuai dengan konstruksi yang dikehendaki. Kawat yang
digunakan pada pembangunan ini yaitu dengan berdiameter 1mm
7. Paku
Paku digunakan sebagai perekat dalam pembentukan perancah yang menggunakan
kayu, papan, bambu, dan sebagainya. Paku juga digunakan sesuai dengan keadaan yang
dibutuhkan dengan ukuran yang digunakan pun beragam.
8. Bahan tambahan(admixture )
Dalam proyek pembangunan Sky View Apartement Jl. ABD.Hakim Kampung Susuk
Medan sunggal khususnya pada pengerjaan konstruksi tangga, jenis admixture yang
digunakan adalah CBM (Concrete Building mixture) Additive AF21 (berbentuk cairan),
dengan tujuan untuk mempercepat pengerasan beton (accelerating admixture). Campuran
beton yang sudah ditambah bahan tambahan tidak lagi menunggu waktu 28 hari untuk
mengeras, Tetapi diumur 21 hari beton sudah mengeras dan sudah mencapai K-300 yang
sudah di uji di lab sehingga bekisting tangga bisa dibuka atau dibongkar.

C. Proses Pelaksanaan dan Pembahasan


Konstruksi tangga yang dikerjakan pada proyek ini adalah konstruksi tangga beton
bertulang dengan bentuk siku. Konstruksi beton bertulang dipilih karena kuat untuk rumah
tinggal dan tahan terhadap kebakaran.
Pada proses pelaksanaan pekerjaan tangga, terlebih dahulu dilakukan persiapan bahan
dan alat kerja yang akan digunakan. Kemudian rencanakan ukuran optrade dan antrede,
rencanakan lebar tangga, rencanakan jumlah anak tangga, dan tentukan ukuran bordes.
Setelah penulis membahas tentang alat dan bahan yang digunakan serta ukuran – ukuran yang
diperlukan, maka pada tahap selanjutnya adalah dilakukan pelaksanaan konstruksi tangga.
Pelaksanaan konstruksi tangga dapat dibagi menjadi beberapa tahap dalam proses
pelaksanaannya, yaitu sebagai berikut:
1. Pekerjaan Bekisting Tangga
Bekisting tangga mempunyai tinggat kesulitan yang lebih tinggi dari bekisting
lainnya. Secara umum, begisting tangga menyerupai bekisting balok dan begisting lantai.
Tangga mempunyai lebar yang terbatas berarti memerlukan papan acuan samping
disepanjang tangga itu sendiri. Tangga membentang miring menghubungkan lantai
bawah ke lantai atas, serta mempunyai bagian pendukung yang disebut ibu tangga atau
boom dan trap – trap yang disebut anak tangga atau trede. Semua itu membutuhkan
acuan atau cetakan yang memenuhi syarat.
Berikut ini adalah langkah – langkah pemasangan bekisting tangga, yaitu sebagai
berikut :
a. Pemasangan Scafolding

Gambar 56 pemasangan scafolding


b. Dirikan tiang penyanggah dari bekisting untuk tangga yang akan dibuat, sebelum
dipasang pada bagian bawah diberi lapisan agar tiang tidak amblas ke dalam tanah.
c. Pasang penyokong yang berada dibawah bekisting tangga yang bertumpu pada tiang
penyanggah (Steel Prooft), kemudian pasang gelagar diatasnya yang bersentuhan
langsung dengan bekisting tangga.
d. Tarik benang dari titik yang telah ditentukan sebagai ketinggian dasar tangga. Pasang
bekisting tangga bagian bawah,Pastikan bekisting dasar tangga sudah pas pada
ketinggian yang diinginkan.
2. Pemasangan Papan Lantai
Badan tangga ada 2 buah, yaitu antara bordes dengan lantai dibawahnya dan antara
bordes dengan lantai di atasnya. Pemasangan Papan Lantai tidak banyak berbeda dengan
pemasangan papan lantai acuan pada cetakan lantai. Hanya tinggal memasang multiplek
yang sudah ditentukan diatas gelagar – gelagar yang telah terpasang dibawahnya dan
memakukannya pada gelagar tadi.

Gambar 57. Pemasangan Papan Lantai


3. Pemasangan dinding cetakan beserta penggambaran trede – tredenya
Dinding cetakan dipasang pada tepi lantai cetakan, berdiri vertikal kemudian
disokong pada bagian atasnya dengan tiang bagian luar disamping dinding, sedangkan
bagian bawah ditahan oleh papan penguat yang dipakukan pada gelagar.

Gambar 58. Pemasangan dinding cetakan beserta penggambaran trede –Tredenya

4. Pemasangan Papan Pencetak Optrede


Setelah semua trede tergambar, pemasangan papan – papan pencetak adalah langkah
yang selanjutnya. Tetapi optrede tidak bisa langsung dipasang karena harus terlebih
dahulu dilakukan pemasangan penulangan diatas pencetak lantai tangga. Jadi terlebih
dahulu dilakukan pemasangan penulangan.
Setelah pemasanagn tulangan selesai, papan – papan optrede dipasang dengan
benang diujung - ujung papan untuk menjaga kemiringan tangga agar tetap lurus.
Kemudian pada bagian tengah papan diberi sokong paku dengan sebuah kayu yang
dipasang miring dari atas kebawah.

Gambar 59. Pemasangan Papan Pencetak Optrede


5. Pekerjaan Pembesian Tangga
Setelah dilakukan pemasangan papan lantai (sebelum pemasangan papan pencetak
optrede), dilakukan terlebih dahulu pekerjaan pembesian. Didalam proyek penulis
melakukan PKLI, besi yang digunakan untuk tangga adalah besi ulir dengan ukuran 𝜙 10
pada bagian vertikal dan besi ulir 𝜙 8 pada bagian horizontal dengan jarak 15 cm.
Berikut ini adalah langkah – langkah pembesian pada pekerjaan tangga, yaitu
sebagai berikut :
a. Dipasang terlebih dahuku besi 𝜙 10 dibentangkan secara vertikal sebagai tulangan
tangga.
b. Setelah pemasangan tulangan 𝜙 10, kemudian dipasang besi 𝜙 8 secara horizontal
dengan jarak antar besi yaitu 15 cm.
c. Kemudian langkah selanjutnya adalah ikatkan kedua besi tersebut dengan kawat
pengikat.
Gambar 60. Pekerjaan Pembesian

6. Pekerjaan Pengecoran Tangga


Dalam proyek pembangunan Sky View Apartement Jl. ABD.Hakim Kampung Susuk
Medan sunggal, khususnya pada pengerjaan konstruksi tangga menggunakan beton siap
campur ( ready-mix ) dengan menggunakan mutu beton K – 300 Langkah-langkah
pekerjaan pengecoran dilakukan mulai tahap:
1). Beton diangkut dengan Concrete Bucketdan Pipa Tremie dari truk ready mix dan
dibawa ketempat pengecoran menggunakan tower crane

2). Proses pengecoran


3).Pemadatan,
4).Pemerataan,
5).Perawatan.
Sebelum pengecoran dilakukan maka hal yang dilakukan adalah pembersihan. Sisa-sisa
pemotongan kawat yang ada pada cetakan tangga harus disingkirkan karena dapat
mengurangi kekuatan beton. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan alat manual
yaitu dengan menggunakan besi magnet yang di ikat pada sepotong kayu yang berukuran
kira-kira 1 m. Untuk mencegah agar air semen tidak diserap oleh bekisting pada saat
pengecoran, maka sebelum dilakukan pengecoran bekisting disiram dengan
menggunakan air.
Setelah dilakukan pembersihan maka campuran Beton yang telah dipesan dibawa
dengan truk sampai ke lokasi pengecoran. Setelah truk memasuki kawasan proyek, mesin
truk akan dihidupkan untuk mengaduk campuran beton agar campurannya menjadi
homogen, Campuran beton akan dibawa dari bawah dengan menggunakanConcrete
Bucketdan Pipa Tremie alat ini dibawa ke atas dengan bantuan alat tower crane, lalu
beton dituangkan ke cetakan tangga. Dalam pengecoran diharapkan jangan ada
penambahan air karena dapat mengakibatkan mutu beton berkurang. Dalam pengecoran
zat tambahan yang digunakan ialah zat adiktif.Zat additive yang digunakan adalah CBM
(Concrete Building mixture) Additive AF21.

Kemudian campuran beton yang telah dituangkan, diratakan dengan menggunakan


cangkul, selanjutnya dengan menggunakan alat vibrator, beton diberi getaran yang bertujuan
agar beton tersebut mengisi rongga – ronga kosong sehingga beton tersebut akan padat. Lalu
dirojok dengan menggunakan tulangan untuk mengecek kedalaman tebal optrade sudah
sesuai dengan perencanaan setinggi 17,7 cm, apabila belum mencapai ketinggian 17,7 cm
maka beton ditambah dan apabila telah mencapai ketinggian 17,7 cm maka dihentikan
menambah beton tesebut.

Gambar 61.Pengecoran Tangga

7. Pekerjaan pemadatan beton


Tujuan pemadatan beton adalah untuk menghilangkan rongga-rongga udara untuk
mencapai kepadatan yang maksimal. Pemadatan yang penulis lihat dalam proyek
pembangunan Sky View Apartement Jl. ABD.Hakim Kampung Susuk Medan sunggal yaitu
dengan pemadatan tangan dan alat mesin vibrator. Pemadatan tangan yaitu menggunakan
tulangan dengan cara ditusuk-tusuk pada saat pengecoran. Pemadatan dengan tangan ini biasa
dikenal dengan pekerjaan merojok. Sedangkan alat vibrator bekerja dengan mesin penggetar.

Gambar 62. pemadatan beton


8. Pekerjaan Pembongkaran Bekisting
Pembongkaran dinding badan tangga dan optrade dilakukan setelah beton mengeras, dan
penulis melihat dalam proyek ini pembongkaran dilakukan setelah 21 hari. Dari hasil umpan
balik saya dengan pengawas di lapangan, kenapa pembongkaran bekisting dilakukan begitu
cepat, yang dilakukan hanya 21 hari tidak mencapai umur beton 28 hari. Hal ini dikarenakan
beton dicampur dengan bahan kimia tambahan yaitu Zat additive yang digunakan adalah
CBM (Concrete Building mixture) Additive AF21. Secara teori pembongkaran bekisting
tangga dilakukan setelah beton berumur 28 hari. kekuatan tekan beton akan bertambah
dengan naiknya umur beton. (Tri Mulyono,2003:137). Berdasarkan hasil pengujian yang
telah dilakukan di laboratorium bahwa beton tersebut dapat dibongkar karena beton dapat
memikul beban sendiri. Dan zat additive ini dapat mengefesienkan waktu walaupun proyek
harus mengeluarkan uang yang lebih. Tapi semua ini lakukan karena sudah menjadi
kesepakatan bersama agar time schedule yang telah dibuat sesuai dengan apa yang akan
dilakukan proyek pada tahap selajutnya.
Kemudian penulis melihat pembongkaran perancah tangga dalam proyek pembangunan
Sky View Apartement Jl. ABD.Hakim Kampung Susuk Medan sunggal dilakukan setelah
beton berumur 3 minggu. Dalam pelepasan perancah dilakukan mulai dari yang paling bawah
bekisting yaitu U-head lalu U-head dibongkar lalu main frame dibongkar dengan cara dibuka
brace locking yang ada pada main frame setelah semua scaffolding yang terbuat dari bahan
besi terbongkar.
Selanjutnya pembongkaran bekisting dalam pembongkaran bekisting ini pekerja berkerja
dengan sangat hati-hati agar beton pada konstruksi tangga tidak hancur, papan dan kayu yang
digunakan tidak hancur ataupun rusak karena selama penulis melakukan PKLI disana kayu
maupun papan yang digunakan untuk bekisting masih digunakan lagi untuk pembuatan
bekisting selanjutnya. Maka dari itu kayu dan papan itu disusun rapi setelah tersusun rapi
maka kayu dan papan ini diangkut lagi menggunakan tower crane dan dibawa keatas atau
ketempat dimana akan dilakukan konstruksi tangga selanjutnya.

Gambar 63. Pembongkaran Bekisting

9. PerawatanBeton
Penulis melihat perawatan beton yang dilaksanakan pada proyek pembangunan Sky
View Apartement Jl. ABD.Hakim Kampung Susuk Medan sunggal ini dilakukan hanya 1
hari saja. Perawatan yang dilakukan dalam proyek ini yaitu dengan menyirami beton dengan
air bersih selama satu hari saja. Di pagi hari dan sore hari. Karena beton ini sudah
ditambahkan dengan zat aditive maka proyek hanya melakukan perawatan 1 hari saja.
Dengan insting atau perasaan beton ini dapat kita lihat kekuatan tekannya sudah tinggi dan
kwalitas sudah baik.
Perawatan ini bertujuan untuk mendapatkan kekuatan tekan beton yang tinggi tapi juga
dimaksudkan untuk memperbaiki mutu dari keawetan beton, kekedapan terhadap air,
ketahanan terhadap aus serta stabilitas dari dimensi struktur. Kurangnya perawatan beton
dapat mengakibatkan timbulnya retak – retak sehingga dapat mengurangi kualitas beton.
Perawatan beton yang baik dan benar dapat menambah daya tahan beton terhadap pengaruh
cuaca
Perawatan juga dilakukan pada badan tangga yang pada saat pembongkaran bekisting terjadi
sompel atau cacat beton. Dimana perawatan yang dilakukan yaitu dengan menempel kembali
beton cor.

Gambar 64. perawatan beton

D. Melaporkankendala – kendala yang terjadi di lapangan berikut dengan solusinya.


Kerap kali ada beberapa kendala-kendala yang terjadi pembangunan Sky View
Apartement Jl. ABD.Hakim Kampung Susuk Medan sunggal diantaranya sebagai berikut :
1. Struktur Organisasi
Dalam struktur organisasi proyek Hotel pembangunan Sky View Apartement Jl.
ABD.Hakim Kampung Susuk Medan sunggal terdapat perbedaan dengan struktur organisasi
secara teori. Perbedaan tersebut terlihat pada kelengkapan struktur organisasinya. Selain
perbedaan tersebut, pada garis hubungan pekerjaan site manager, chief engineering, dan
administrasi sejajar.

Solusinya, struktur organisasi pada proyek pembangunan Sky View Apartement Jl.
ABD.Hakim Kampung Susuk Medan sunggal agar dilengkapi dengan struktu oganisasi
secara teori. Selanjutnya, hubungan pekerjaan antara site manager, dengan chief engineering
dan administrasi seharusnya sesuai dengan teori yaitu chief engineering dan administrasi di
bawahi oleh site manager.

2. Faktor Peralatan
Banyaknya peralatan yang digunakan pada proyek iniyang sudah cukup tua yang
mengakibatkan waktu pengerjaan lebih lama. Contoh nya alat vibrator sebagai alat penggetar
untuk memadatkan beton ini sempat kesulitan untuk dihidupkan. Sebaiknya adanya
pergantian alat – alat yang sudah seperti ini, sehingga tidak akan mengakibatkan
keterlambatan pengerjaan dan pastinya akan mempercepat waktu pengerjaan dan target
pekerjaanpun dapat tercapai.
3. Faktor Pelaksanaan
Kurang diawasinya para pekerja tentang pelaksanaan pembuatan perancah dan
bekesting. Karena pada proyek ini setelah diadakan pembongkaran perancah dan bekesting
tangga ada beberapa kerusakan dan pada beton terjadi retak-retak dan pecah. Solusinya
adalah pada pembongkaran bekisting sebaiknya jangan dilakukan dengan cara paksa atau
dengan pemukulan karena dapat merusak beton yang mengakibatkan retakan dan
pengelupasan pada beton tangga.

Ketidaksesuaian pekerjaan yang direncanakan, seperti pengecoran yang dilakukan jam


17.00 di cancel karena molen pengangkut mortar datang terlambat. Selain itu ketika
kurangnya pengawasan dari para pengawas proyek, seringkali para pekerja kurang srius
ketika melakukan pekerjaannya. Solusi yang dapat dilakukan, ada baiknya meningkatkan
fungsi pengawasan agar para pekerja tidak lagi melakukan hal-hal yang kurang baik dan
dapat mencapai dan meningkatkan target pengerjaan.

4. Faktor Keselamatan Kerja


Dalam proyek proyek pembangunan Sky View Apartement Jl. ABD.Hakim Kampung
Susuk Medan sunggal, keselamatan kerja para pekerja sangat diperhatikan, mulai dari sepatu
safety, pemakaian helm proyek, dan lain-lain. Tapi kerap kali pekerja menganggap itu semua
sepele dan tidak menggunakannya ataupun mengabaikan perintah dari atasan.

Solusinya adalah setiap pagi sebelum bekerja, atasan memerintahkan pekerja untuk ikut
brieving, dan di saat itulah para atasan menyampaikanpekerja diwajibkan untuk memakai
perlengkapan K3 untuk keselamatannya. dan perlunya penumbuhan kesadaran para pekerja
maupun kontraktor akan pentingnya perlengkapan keselamatan kerja dalam setiap
pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
Berdasarkanhasilpembahasandanpengamatanpenulisselamamelakukanpraktekpadaproy
ekpembangunanskyview apartement jln.abdul hakim pasar 1 kampung susuk medan sunggal,
penulisdapatmemberikankesimpulansebagaiberikut:
1. Dalamstrukturorganisasipadapelaksanaproyekini, yaitu CV.PRIMA ABADI
JAYAsetiapelemenpekerjaanmempunyaitugasdantanggungjawabmasing-masing yang
terdiridariseorangpemilik, konsultanperencana, konsultanpengawas, kontraktor, site
manager, drafter, surveyor, logistik, mandor, kepalatukang, tukang, pekerja, satpam.
2. Alat yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan tangga lantai XXsudah sesuai
dengan teori yang telah dipelajari pada pekerjaan tanggga,peralatan nya pun beroperasi
sesuai dengan fungsinya masing-Masing pada tahap pelaksaan pengecoran
tangga.Bahan tambahan sudah memenuhi standar SNI.
3. Pada pelaksanaan tangga lantai 20 ini tinggi bangunan yaitu 65,3 m, jumlah anak
tangga berjumlah 16 dan memiliki 1 bordes dengan bentuk tangga siku.
4. Teknik pelaksanaan tangga lantai20pada proyek ini dimulai dari pekerjaan persiapan
peralatan, persiapan bahan seperti Beton Cor dengan mutu K-300dan sudah di uji
dengan slump tes setelah baton cor sampai di lokasi proyek,beton cor yang sudah lolos
uji slump tes baru bisa digunakan pada pengecoran tangga. Agregat yang digunakan
adalah pasir dengan ukuran butir yang melewati saringan 4 mm, dan agregat kasar yang
digunakan adalah kerikil dengan besar butir lebih dari 5 mm. Tulangan ulir ∅8dipakai
sebagai tulangan horizontal, tulangan ulir ∅10 dipakai sebagai tulangan vertikal dan
bahan tambahan yang digunakan untuk beton cor yaitu Sikacim Accellerator. Tahap –
tahap pekerjaan dimulai dari pekerjaan perancah dan bekisting, pekerjaanpenulangan
plat lantai pada tangga, pekerjaan pembengkokan tulangan, perakitan tulangan,
pengikat jaringan tulangan, pekerjaanpengecorantangga, pemadatan beton,
pembongkaranbekisting serta perawatan beton.

B. Saran
Dari hasil pegamatan penulis selama melaksanakan PKLI pada proyekpembangunan
skyview apartement jln.abdul hakim pasar 1 kampung susuk medan sunggal ini saran yang
dapat disampaikan dari hasil penulisan laporan PKLI ini adalah
1) Penyimpanan bahan seperti besi hendaknya tidak diletakkan pada ruang terbuka yang
mengakibatkan karat yang berasal dari reaksi oksigen dengan udara terbuka.
2) Pada saat pengecoran ready mix sering terlambat tiba dilokasi proyek, hendaknya
pemesanan ready mix dipercepat untuk meminimalisir keterlambatan.
3) Sebaiknya perawatan beton dilakukan setelah dicor minimal sampai 7 hari dengan
cara menyiram dengan air bersih pada waktu suhu dingin yang idealnya dilakukan
pada waktu pagi dan sore hari.
Demikianlah saran yang dapat disampaikan penulis untuk kepentingan dan masukan
bersama.

DAFTAR PUSTAKA
Ahadi,2013,Alat Bahan dan Tenaga Kerja Proyek,01-12-2014,www.ilmusipil.com.
Ahadi, 2009, Konsultan Pengawas Dalam Pelaksanaan Proyek, 01-12-2014,
www.ilmusipil.com.
Dipohusodo, I. 1996. Struktur Beton Bertulang .Berdasarkan SK SNIT-15-1991 03
Departemen Pekerjaan Umum RI.
Ervianto,Wulfram I. 2005. Managemen Proyek Konstruksi (Edisi Revisi). Yogyakarta : Andi
http://www.ilmusipil.com/pembongkaran-bekisting-dan-perawatan- Tangga
Iman Soeharto, Ir. 1997. Manajemen Proyek. Jakarta: Erlangga
Mulyono, Tri, 2003,Teknologi Beton,Jakarta: C.V Andi Offset
Nizar,Chairil,2011,Konsultan Perencana Proyek,01-12-2014,www.ilmusipil.com
Nizar,Chairil,2011,Bar Bender dan Bar Cutter,10-12-2014,www.ilmusipil.com
Schueller, W. (2001), Struktur Bangunan Bertingkat Tinggi, Bandung: Refika Aditama
SK SNI S-05-1989-F, Standarspesifikasibahanbangunanbagian B (bahan bangunan dari besi
dan baja).