Anda di halaman 1dari 1

Skybee (SKYB) masih belum putuskan diversifikasi bisnis

Thursday, February 28, 2019 18:58 WIB

JAKARTA - PT Skybee Tbk (

SKYB

) masih belum menetapkan sektor bisnis yang akan menjadi diversifikasi usaha
perusahaan. Adapun penetapan sektor ditetapkan pasca Pemilu.
Martini UD Suarsa, Direktur Independen PT Skybee Tbk menyebutkan perusahaan hingga
saat ini masih mendiskusikan sektor yang dipilih perusahaan. "Masih dalam
pembahasan manajemen karena kami perlu memilah sektor yang akan dijalani jika ada
perubahan maupun pengembangan yang berarti," ujarnya ke Kontan.co.id, Kamis (28/2).
Selain itu, perusahaan belum memutuskan sektor yang dipilih lantaran perusahaan
juga mengikuti suhu politik Indonesia yang saat ini masih dalam suasana Pemilu.
Menurutnya, sebagai pengusaha tidak hanya perusahaannya melainkan juga perusahaan
lainnya masih melakukan 'wait and see'. "Jadi ini masalah timming saja," tambahnya.
Ia pun masih enggan menuturkan sektor mana saja yang masih dalam perbincangan
perusahaan. Hanya saja ia bilang dari jajaran direksi dan komisaris perusahaan
memiliki berbagai kemampuan dan pengalaman yang berbeda-beda.
Diamencontohkan seperti komisaris utama perusahaan disebutnya dibidang investasi,
direktur utama sektor perkebunan, dan dirinya sendiri oil and gas dan juga
properti.
Dengan berbagai kemampuan dan pengalaman masing-masing disebutnya juga menjadi
keuntungan perusahaan dalam memberikan opini. Sedangkan, berdasarkan catatan
kontan.co.id perusahaan berencana diversifikasi pada sektor kelapa sawit dan
properti.
Pada akhirnya, perusahaan menargetkan sektor yang dipilih akan dilakukan pasca
Pemilu tahun ini. Hal tersebut juga untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah dan
strategi bisnis yang diterapkan.
Dengan begitu pula, Martini menyebutkan bahwa untuk rencana aksi korporasi Maret
ini pun ikut mundur. "Ikut mundur sampai kami tentukan sektornya, tapi kami sudah
membuka diri kepada teman-teman investor," tuturnya.
Dengan begitu saat ini perusahaan masih akan berkutat pada bisnis eksistingnya
yakni distribusi penjualan voucer pulsa Telkomsel. Untuk operasional bisnis itu
sendiri di tahun ini, Martini bilang perusahaan belum menganggarkan dana.
Untuk capaian dari bisnis itu sendiri, hingga kuartal III tahun lalu perusahaan
mencatatkan pendapatan 4,25 miliar atau naik 100% karena periode yang sama tahun
sebelumnya perusahaan tidak mencatatkan pendapatan sama sekali.
Selain itu, dalam Rapat Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perusahaan dan pemegang
saham sudah menyetujui pergantian nama perusahaan perusahaan menjadi PT Northcliff
Citranusa Indonesia Tbk.

Sumber : KONTAN.CO.ID