Anda di halaman 1dari 2

 Diagnosa Keperawatan

1. Intoleransi Aktivitas b.d Kelemahan d.d Pasien Mengatakan Secara Verbal Adanya
Rasa Kelelahan atau Kelemahan

Definisi: Ketidakcukupan energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari

 NOC
1. Toleransi Terhadap Aktivitas
Indikator:
- Saturasi oksigen ketika beraktivitas
- Frekuensi nadi ketika beraktivitas
- Frekuensi pernafaan ketika beraktivitas
- Kemudahan bernafas ketika beraktivitas
- Tekanan darah sistolik ketika beraktivitas
- Tekanan darah diastolik ketika beraktivitas
- Temuan/hasik EKG (Elektrokardiogram)
- Warna kulit
- Kecepatan berjalan
- Jarak berjalan
- Toleransi dalam menaiki tangga
- Kekeuatan tubuh bagian atas
- Kekuatan tubuh bagian bawah
2. Konservasi Energi
Indikator:
- Menyeimbangkan aktivitas dan istirahat
- Menggunakan tidur siang untuk memulihkan energi
- Menyadari keterbatasan energi
- Menggunakan teknik konservasi energi
- Menyesuaikan gaya hidup dengan tingkat energi
- Mempertahankan intake nutrisi yang cukup
- Melaporkan kekuatan yang cukup untuk beraktivitas
3. Perawatan Diri: Aktivitas Sehari-hari (ADL)
Indikator:
- Makan
- Memakai baju
- Ke toilet
- Mandi
- Berpakaian
- Kebersihan
- Kebersihan mulut
- Berjalan
- Mobilitas di kursi roda
- Berpindah
- Memposisikan diri
 NIC
1. Terapi Aktivitas
Aktivitas:
1) Berkolaborasi dengan terapi fisik, okupasi dan terapis rekreasional dalam
perencanaan dan pemantauan program aktivitas jika memang diperlukan
2) Membantu klien untuk mengeksplorasi tujuan personal dari aktivitas-aktivitas
yang biasa dilakukan (misalnya bekerja) dan aktivitas-aktivitas yang disukai
3) Membantu klien untuk memilih aktivitas dan pencapaian tujuan melalui aktivitas
yang konsisten dengan kemampuan fisik, fisiologis, dan sosial
4) Membantu klien untuk mengidentifikasi dan memperoleh sumber-sumber yang
diperlukan untuk aktivitas-aktivitas yang diinginkan
5) Membantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas yang diinginkan
6) Menbantu klien untuk menjadwalkan waktu-waktu spesifik terkait dengn aktivitas
harian
7) Membantu klien dan keluarga untuk mengidentifikasi kelemahan dalam level
aktivitas tertentu
8) Mengintruksikan pasien dan keluarga untuk melaksanakan aktivitas yang
diinginkan maupun yang telah diresepkan
9) Membantu dengan aktivitas fisik secara teratur (misal: ambulasi,
transfer/berpindah, berputar dan kebersihan diri), sesuai dnegan kebutuhan
10) Menyarankan metode-metode untuk meningkatkan aktivitas fisik yang tepat
11) Menciptakan lingkungan yang aman untuk dapat melakukan pergerakan otot
secara berkala sesuai dengan indikasi
12) Memberikan pujian positif karena kesediaannya untuk terlibat dalam kelompok
13) Membantu klien untuk meningkatkan motivasi diri dan pengetahuan
14) Memonitor respon emosi, fisik, sosial dan spiritual terhadap aktivitas
15) Membantu klien dan keluarga memantau perkembangan klien terhadap
pencapaian tujuan yang diharapkan