Anda di halaman 1dari 5

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Energi


Energi merupakan sumber daya yang digunakan oleh manusia untuk melakukan suatu kegiatan
dengan tujuan tertentu. Dengan adanya energi yang terdapat dibumi ini manusia dapat mengolah dan
memanfaatkan untuk proses kehidupan. Energi yang paling utama yaitu energi ysng masih berupa sumber
daya alam yang masih asli. Kemudian manusia dituntut untuk bisa mengolah energi primer tersebut
dengan teknologi yang ada sehingga energi tersebut dapat digunakan.
Banyak energi yang terdapat dibumi ini. Namun sumber daya manusia yang terbatas
menyebabkan pengolahan energi tidak dapat maksimal. Selain itu, pengetahuan manusia akan
pemanfaatan energi juga masih kurang. Manusia cenderung hanya menggunakan daripada memproduksi
energi.
2.2 Prinsip Dasar Manajemen Energi Prinsip – prinsip dasar manajemen energi adalah suatu
hal yang sangat luas jangkauannya karena dengan prinsip ini akan sangat membantu dalam cara
pendekatan terhadap masalah yang akan dihadapi dalam proses industri. Prinsip – prinsip dasar ini dapat
tentang energi yang dibutuhkan, salah satunya adalah melihat data pemakaian energi pada pabrik industri.
Terkadang terjadi variasi atau perubahan pamakaian energi yang mendadak turun karena terjadi
kerusakan mesin atau pemeliharaan mesin di industri tersebut. Dengan hal itu dapat diketahui beberapa
proses operasi produksi yang dapat menghemat pemakaian bahan bakar atau energi. Dengan pemakaian
energi yang terperinci dari suatu proses tertentu dapat terlihat pemakaian energi yang tidak efisien.
Meningkatnya pemeliharaan pada suatu industri biasanya akan menghemat pemakaian energi.
Manajemen energi berusaha untuk memanfaatkan energi yang terbuang dari suatu proses produksi atau
peralatan pabrik.
Berikut prinsip – prinsip dasar manajemen energi :1. Perencanaan (Planning) Perencanaan
adalah suatu kegiatan yang membuat tujuan dalam suatu sistem manajemen energi. Perencanaan disertai
dengan berbagai kegiatan yang betujuan untuk menghemat energi pada industri. 2. Pengorganisasian
(Organizing) Pengorganisasian adalah kegiatan pengaturan sistem manejemen energi. Dalam
pengaturan energi bertujuan untuk menghemat energi yang digunakan dalam produksi agar dapat
diketahui energi yang dibutuhkan pabrik dan energi yang tidak dibutuhkan sehingga energi tidak
terbuang. 3. Pengarahan (Directing) Pengarahan adalah suatu kegiatan mengelola agar
meningkatkan efektifitas dan efisiensi energi. Dengan adanya pengarahan energi dapat dikelola sehingga
energi bermanfaat dengan semaksimal mungkin. 4. Pengendalian (Controlling)
Pengendalian adalah suatu kegiatan untuk mengatur pemakaian energi yang ada. Dengan adanya
pengendalian maka dapat terkontrol pemakaiannya.
2.3 Pendekatan Manajemen Energi
Pendekatan secara sistematis dan terstruktur terhadap manajemen energi sangat dibutuhkan dalam
usaha mengidentifikasikan dan merealisasikan potensi penghematan yang ada. Manajemen energi
memberikan manfaat pada perusahaan atau industri antara lain :a. Penurunan biaya operasi
b. Peningkatan Keuntungan
c. Meminimumkan pengaruh load sheddingd. Peningkatan potensi untuk kesinambungan
pertumbuhan pasar
e. Pemberian dasar pertimbangan dalam usaha memodernisasikan perusahaan atau
industri. 2.4 Bentuk – Bentuk Energi yang Terdapat di Industri Kimia Bentuk energi yang
paling penting di industri kimia antara lain :2.4.1 Bahan Bakar (Padat, Cair, dan Gas) bahan
bakar adalah bahan padat, cair dan gas yang dapat bereaksi dengan oksigen (udara) dengan
eksoterm.2.4.2 Listrik
Tujuan utama pemakaian listrik pada industri kimia yaitu :a. Cahaya
(Penerangan).b. Pemanas (Pembuat air panas jika dibutuhkan pemakaian air panas dalam proses
industri).c. Penggerak alat – alat produksi di pabrik.d. Sebagai elektrolisa (Penguraian senyawa
kimia dengan menggunakan arus listrik).
2.4.3 Air
Air sangat dibutuhkan dalam berbagai proses produksi industri, antara lain :a. Sebagai media
pemanas dan media pendingin di proses industri.b. Sebagai bahan baku untuk pembuatan kukus (air
umpan ketel).c. Sebagai bahan proses (melarutkan, mensuspensikan, mencuci, dan bahan bakar
untuk sintesa)d. Sebagai energi hidrolik (Penggerak pada alat sentrifugasi).f. Sebagai keperluan
air minum dan pemadam api. 2.5 Audit Energi
Dalam audit energi merupakan kegiatan yang pemanfaatan energi untuk mengetahui
kesetimbangan dan mengidentifikasi peluang – peluang penghematan energi. Melalui audit energi dapat
diketahui pola distribusi energi, sehingga bagian yang mengkonsumsi energi terbesar dapat dapat
diketahui. Dari hasil audit energi juga dapat diketahui peluang potensi penghematan apabila dilakukan
peningkatan efisiensi.
Audit energi dilakukan untuk mencapai hal sebagai berikut :a. Untuk mengetahui nilai
intensitas konsumsi energi dan profil pemakaian energi eksiting operasional fasilitas suatu industri pada
periode tertentu.b. Untuk mengidentifikasi jenis alternatif konservasi energi, maupun penghematan
energi maupun penghematan energi sebagai bagian manajemen energi sebuah industri.c. Memilih
suatu keputusan alternatif jenis konservasi energi yang terbaik sebagai rekomendasi perencanaan
manajemen energi industri.
Pelaksanaan audit energi pada dasarnya akan menguntungkan pihak industri tersebut. Karena
aspek pencapaian yang diharapkan dari proses audit energi yaitu :
a. Saving in Money
Adanya manajemen energi dapat mengurangi biaya operasional. Dengan demikian keuntungan
yang diperoleh perusahaan atau industri tersebut meningkat.b. Environment
Protection Adanya penggunaan energi yang efisien maka akan memberikan kontribusi bagi dunia
dalam hal membantu pelestarian alam dengan menjaga dan mempertahankan cadangan minyak bumi
dunia agar tidak akan cepat habis.c. Sustainable Development Adanya penggunaan energi
yang efisien maka akan memberikan kontribusi bagi perusahaan di bidang pertumbuhan yang
berkelanjutan baik di sisi finansial maupun penggunaan peralatan industri yang memiliki lifetime
maksimum/optimum.
2.6 Langkah – Langkah Audit Energi
Pelaksanaan audit energi harus dilaksanakan secara teliti dan menyeluruh mencakup aspek – aspek
yang berhubungan dengan konsumsi energi.
2.6.1 Mengamati dimana penggunaan energi terbesar di Industri Cara untuk mengetahui
penggunaan energi terbesar adalah dengan melakukan pengumpulan data berupa audit awal dan audit
rinci. Pengumpulan data pada pelaksanaan audit energi ditujukan untuk mendapatkan informasi mengenai
kondisi performa peralatan pengguna energi dan teknologi yang digunakan serta kondisi operasi proses
pada masing – masing peralatan pengguna energi.
Kegiatan audit energi awal meliputi pengumpulan data energi bangunan gedung dengan data yang
tersedia dan tidak memerlukan pengukuran. Data tersebut meliputi :1. Dokumentasi bangunan yang
dibutuhkan yaitu gambar bangunan sesuai dengan pelaksanaan konstruksi (as built drawing) terdiri
atas :a. Tapak, denah dan potongan bangunan gedung seluruh lantai.
b. Denah instalasi pencahayaan bangunan seluruh lantai.2. Diagram satu garis listrik lengkap
dengan penjelasan penggunaan daya listriknya dan besarnya daya listrik cadangan dari Diesel Generating
Set.3. Pembayaran rekening listrik bulanan bangunan gedung selama satu tahun terakhir dan
rekening pembelian bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG), dan air.
4. Menghitung besarnya intensitas konsumsi energi gedung.
Intensitas konsumsi energi listrik adalah pembagian antara konsumsi energi listrik pada kurun
waktu tertentu dengan satuan luas bangunan gedung. Sektor – sektor yang dapat dihitung.a. Rincian
luas bangunan gedung dan luas total bangunan gedung (m2)b. Konsumsi energi bangunan gedung per
tahun (kWh/m2 tahun)c. Biaya energi bangunan gedung (Rp/kWh) Pengamatan penggunaan
energi secara rinci perlu dilakukan untuk mengetahui profil penggunaan energi pada sebuah instansi,
gedung maupun industri sehingga dapat diketahui peralatan pengguna energi apa saja yang pemakaian
energinya cukup besar. Audit energi rinci dilakukan bila nilai intensitas konsumsi energi lebih besar
daripada nilai target yang ditentukan. Jika dari hasil perhitungan intensitas konsumsi energi ternyata sama
atau lebih kecil daripada nilai intensitas konsumsi energi yang ditargetkan, audit energi rinci masih dapat
dilakukan untuk memperoleh intensitas nilai konsumsi yang lebih rendah lagi. Kegiatan yang dilakukan
dalam audit energi rinci adalah :a. Penelitian konsumsi energib. Pengukuran energi
c. Identifikasi peluang hemat energid. Analisis peluang hemat energi
Kebutuhan Industri
Kaca
Umumnya di sektor industri Kaca, Gas Bumi digunakan sebagai bahan bakar pada Tungku (Dapur
Peleburan) atau Furnace yaitu peralatan yang melakukan proses pembakaran material untuk
menghasilkan produk kaca yang berkualitas tinggi.

Karet
Pemanfaatan energi Gas Bumi pada sektor ini adalah sebagai bahan bakar yang digunakan pada proses
pengolahan produk karet seperti pada peralatan boiler, burner dan dryer atau oven.

Keramik
Industri keramik merupakan pengguna Gas Bumi dalam pemanfaatannya sebagai bahan bakar untuk
pembakaran campuran bahan baku pada proses produksi untuk menghasilkan produk – produk keramik
yang berkualitas.

Kertas
Industri pulp dan kertas (pulp and paper) mengubah bahan baku serat menjadi pulp, kertas, papan dan
produk berbasis selulosa lainnya. Industri ini membutuhkan energi Gas Bumi dalam jumlah besar untuk
dapat beroperasi baik sebagai bahan bakar pada proses pembuatan maupun pengeringan pulp dan
kertas.

Kimia
Industri Kimia merupakan salah satu pengguna Gas Bumi terbesar. Industri yang mencakup petrokimia,
agrokimia, farmasi, polimer, cat, dan oleokimia ini memanfaatkan energi Gas Bumi sebagai bahan bakar
pada proses produksinya.

Logam Dasar
Energi Gas Bumi dibutuhkan sebagai bahan bakar pada proses produksi pengolahan biji logam menjadi
logam dasar melalui proses pemurnian dan reduksi/ peleburan maupun industri yang mengolah logam
dasar menjadi billet, slab, bloom, rod atau ingot paduan untuk industri pengecoran.

Makanan
Gas Bumi hadir sebagai bahan bakar pada peralatan seperti boiler, thermal oil dan fryer. Dengan hasil
pembakaran yang bersih, Gas Bumi ramah lingkungan turut mendukung sanitasi dan keamanan produk
makanan dan minuman yang dihasilkan.

Pabrikasi Logam
Proses pengolahan logam pada sektor industri yang mengolah lebih lanjut produk industri antara menjadi
produk setengah jadi dan selanjutnya melalui proses pabrikasi dan pengerjaan akhir menjadi produk jadi
membutuhkan energi Gas Bumi sebagai bahan bakar pada proses produksi.

Tesktil
Kebutuhan akan energi di sepanjang tahapan vertikal industri tekstil dari hulu menengah hingga hilir
dapat dipenuhi melalui pemanfaatan gas bumi baik sebagai bahan bakar maupun pembangkit listrik.

Pembangkit Listrik
Selain pemenuhan untuk proses produksi, Gas Bumi juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi
kebutuhan komersial dan industri sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Dimana energi listrik yang
dihasilkan juga berperan penting untuk kebutuhan dalam proses produksi.