Anda di halaman 1dari 14

Maintenance and Repair

Kelompok 4

Inspeksi Gardu Trafo Tiang dan Tiang Tegangan Menengah

Nama Kelompok :

1. Bangkit Restu Wicaksono (1641150116)


2. Dwi Bagus Wicaksono (1641150104)
3. Mochammad Darajabasyah (1641150093)
4. Ony Ramadhan Armanto (1641150073)
5. Siti Nurani (1641150034)
6. Valentino Akbar Hartadie (1641150072)

Jurusan Teknik Elektro

D4 Sistem Kelistrikan

Politeknik Negeri Malang

Tahun Ajaran

2018 – 2019
I. Pendahuluan

Pada Proses energi listrik terbagi menjadi 3 urutan yaitu Proses Pembangkitan ,
Proses Transmisi , dan Proses Distribusi. Proses Pembangkitan yaitu Proses yang
dapat membangkitkan dan memproduksi tegangan listrik dengan cara mengubah suatu
energi tertentu menjadi energi listrik selain itu, pembangkit listrik bisa disebut juga
dengan semua mesin yang mengubah tenaga gerak, cahaya dan minyak bumi atau benda
kimia lainnya menjadi tenaga listrik. Pembangkit listrik telah menjadi salah satu
kebutuhan primer manusia karena kehidupan manusia pada jaman modern ini sangat
tergantung dengan listrik. Dan banyak jenis pembangkitan yang digunakan di Indonesia
yaitu PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) , PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) ,
PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) , PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel)
dan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Solar Sel) . Namun di Indonesia sering
menggunakan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) hal itu dikarenakan oleh beberapa
factor .

Proses Transmisi yaitu proses penyaluran listrik dari pembangkitan ke distribusi


listrik. Standar tegangan pada sistem transmisi di Indonesia diklasifikasikan sebagai
tegangan ekstra tinggi (TET) yaitu dengan nominal 500 kV dan tegangan tinggi (TT)
dengan nominal 70 kV dan 150 kV. Tujuan tegangan dinaikan agar dapat meminimalisir
rugi-rugi daya dan drop tegangan, karena penyaluran pasti melalui jalur yang panjang,
semakin panjang jalur maka akan semakin berpengaruh pada rugi daya jika tegangan
tidak dinaikan.

Sistem Distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik. Sistem distribusi ini
berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber daya listrik besar (Bulk Power
Source) sampai ke konsumen. Jadi fungsi distribusi tenaga listrik adalah; 1) pembagian
atau penyaluran tenaga listrik ke beberapa tempat (pelanggan), dan 2) merupakan sub
sistem tenaga listrik yang langsung berhubungan dengan pelanggan, karena catu daya
pada pusat-pusat beban (pelanggan) dilayani langsung melalui jaringan distribusi.

Pada inspeksi ini kelompok 4 akan inspeksi pada peralatan system distribusi yaitu
pada bagian Gardu Trafo Tiang (GTT) dan tiang Tegangan Menengah (TM) pada
inspeksi kali ini ditemukan beberapa GTT yang seharusnya dirawat dan TM yang juga
seharusnya diganti .
II. ISI
i) Pengertian Inspeksi

Pengertian inspeksi secara umum yaitu Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Inspeksi diartikan sebagai pemeriksaan seksama, pemeriksaan secara langsung
tentang peraturan, tugas dan lain sebagainya. Jika kata Inspection atau Inspeksi ini
kita aplikasikan ke dalam pengendalian kualitas maka dapat diartikan bahwa Inspeksi
atau Inspection adalah pemeriksaan secara seksama terhadap suatu produk yang
dihasilkan apakah sesuai dengan standar dan aturan yang telah ditetapkan padanya.

Sedangkan Inspeksi listrik yaitu pemeriksaan peralatan listrik secara menyeluruh


dan seksama agar menghindari kejadian yang tidak diinginkan oleh sebab itu
dilakukan inspeksi dan juga agar mengetahui kondisi peralatan yang kemudian akan
dilakukan tindakan selanjutnya.

Tujuan Inspeksi :

 Mencegah terjadinya kecelakaan kerja


 Mencegah Penyakit Akibat Kerja
 Memelihara keamanan lingkungan kerja
 Mencegah tindakan tidak aman
 Memelihara kelancaran proses dan produktivitas kerja

Manfaat Inspeksi :

 Untuk mengecek apakah ada suatu penyimpangan/pertentangan dari


program yang sudah ditentukan
 Untuk menggairahkan kembali (interest) terhadap keselamatan kerja
 Mengevaluasi kembali semua safety standard yang ada
 Sebagai bahan untuk safety meeting
 Guna memeriksa fasilitas-fasilitasbaru
 Untuk menilai tingkat kesadaran keselamatan kerja pada karyawan

ii. Pengertian Tiang SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah)

Tiang listrik adalah salah satu komponen utama dari konstruksi distribusi saluran
udara yang menyangga hantaran listrik beserta perlengkapannya dan pemakaiannya
bergantung pada keadaan lapangan. Tiang awal/tiang akhir dipasangan pada
permulaan/akhir penarikan kawat penghantar dengan gaya tarikan dari satu
arah.Tiang penyangga dipasang pada saluran listrik yang lurus dan hanya berfungsi
sebagai penyangga kawat penghantar beserta perlengkapannya.Tiang sudut dipasang
pada saluran listrik, dimana pada tiang tersebut arah penghantar membelok dan arah
gaya tarikan kawat adalah horisontal.
Bahan yang dipakai tiang listrik dapat terbuat dari kayu, baja ataupun beton
bertulang.Tiang kayu mudah terpengaruh pembusukan, karena itu perlu dilakukan
proses pengawetanTiang baja memiliki kekuatan mekanik yang tinggi, tetapi mudah
korosi disamping harganya relatif mahal .Tiang beton bertulang dapat berumur
panjang, mudah perawatannya, relatif lebih murah, tetapi mudah hancur oleh
tumbukan.

Pada tiang kali ini akan membahas mengenai tiang SUTM (Saluran Udara
Tegangan Menengah) dimana berfungsi mengalirkan tegangan listrik dengan besar 20
KV/420 V . Pada tiang SUTM memiliki beberapa konstruksi yaitu :
 TM 1 = Tiang Penyangga Lurus
 TM 2 = Tiang Penyangga Ganda (sudut)
 TM 4 = Tiang Penyangga Akhir
 TM 4 X = Tiang Penegang pada tiang akhir lama (Ex TM4)
 TM 4XC = Tiang Penegang dengan Cut Out pada tiang akhir lama
(Ex TM4)
 TM 5 = Tiang Penengang
 TM 8 = Tiang Percabangan , Tiang Penyangga dan Tarik
 TM 11 = Tiang Akhir dengan pemasangan kabel tanah
Dan juga memiliki beberapa komponen yaitu:

 Cross Arm
 Arm Tie Band
 Bolt + Nut
 Guard Net
 TSPD
 Schoor Bajong
 AVS (Automatic Vacum Switch)

iii) Pengertian GTT (Gardu Trafo Tiang)


GTT (Gardu Trafo Tiang) yaitu salah satu Komponen dari suatu sistem distribusi PLN
yang berfungsi untuk menghubungkan jaringan ke Konsumen atau untuk mendistribusikan
tenaga listrik pada konsumen atau pelanggan, baik itu pelanggan tegangan menengah
maupun pelanggan tegangan rendah.

Pengertian Gardu Distribusi tegangan Listrik yang Paling di kenal adalah sebuah
bangunan Gardu Listrik
yang berisi atau terdiri dari instalasi Perlengkapan Hubung Bagi Tegangan Menengah (
PHB-TM ), Transformator Distribusi, dan Perlengkapan Hubung Bagi Tegangan Rendah (
PHBTR ) Untuk memasok kebutuhan tenaga listrik bagi para pelanggan baik dengan
tegangan menengah ( TM 20 KV ) maupun Tegangan rendah ( TR 220/380 Volt )
Dalam Gardu Distribusi ini Biasanya digunakan Transformator distribusi yang berfungsi
untuk menurunkan tegangan listrik dari jaringan distribusi tegangan tinggi menjadi tegangan
terpakai pada jaringan distribusi tegangan rendah (step down transformator); misalkan tegangan
20 KVmenjadi tegangan 380 volt atau 220 volt. Sedang transformator yang digunakan untuk
menaikantegangan listrik (step up transformator), hanya digunakan pada pusat pembangkit
tenaga listrik agar tegangan yang didistribusikan pada suatu jaringan panjang (long line) tidak
mengalami penurunan tegangan (voltage drop) yang berarti; yaitu tidak melebihi ketentuan
voltage drop yang diperkenankan 5% dari tegangan semula.

Dan juga GTT (Gardu Trafo Tiang) memiliki beberapa komponen yaitu:
 Plat nama
 Tanda Phasa
 Plat Cooper Bushing
 Karet Seal
 Arching horn
 Thermomether
 Membrane udara
 Gelas Penduga
 Grounding
 Tanda Bahaya
 DLL
iv. Hasil Inspeksi
TM 5 (kondisi kurang baik)

Keterangan :

 Tiang ini adalah tiang besi dengan tinggi 13 meter, dan kondisi tiang keropos perlu di cat
ulang atau diganti
 Kondisi arm tie band keropos sehingga perlu diganti
 Cross arm berkarat sehingga perlu diganti
TM 1 ( kondisi masih bagus )

Keterangan:
 Tiang ini merupakan tiang besi dengan tinggi tiang 13 meter dengan kondisi
tidak keropos atau masih bagus.
 Terdapat jenis pin isolator tumpu yang bermaterial keramik, Ground wire,
Cross Arm dalam kondisi baik.
Konstruksi GTT 2 Tiang ( Kondisi Kurang Bagus )

Keterangan :
 Tiang ini merupakan jenis tiang besi dengan kondisi keropos, perlu di cat
ulang
 Rangka dudukan Trafo keropos, perlu di ganti
 Plat nama tidak ada, mur baut kerangka trafo tidak ada, sehingga perlu di
tambahkan kembali
 penghantar dan penyambungan penghantar perlu di ganti dengan kondisi
yang lebih baik
Konstruksi GTT 2 Tiang ( Kondisi Bagus )

Keterangan :
 Tiang ini berjenis tiang beton, kondisi tiang cukup bagus, dan perlengkapan
seperti plat nama, thermometer kondisinya masih baik
 untuk pengaman yaitu FCO dan perlengkapan masih baik
 Arrester terbuat dari keramik, masih bagus
 kondisi panel terlihat masih cukup bagus
Konstruksi GTT cantol 1 tiang ( kondisi masih bagus )

Keterangan :
 Tiang ini berjenis tiang besi, kondisi tiang masih bagus
 Pengaman FCO dan Arrester juga masih cukup bagus, cuman plat nama
kurang baik, dalam keadaan keropos
 kondisi panel masih cukup baik
Konstruksi GTT 1 tiang ( kondisi masih bagus )

Keterangan :
 Tiang ini berjenis tiang beton, kondisi tiang masih baik
 pengaman tiang FCO dan Arrester juga masih cukup baik
 isolator dan cross arm juga masih bagus, tidak ada indikasi untuk
penggantian
Konstruksi TM 8 (kondisi masih bagus)

Keterangan :
 Tiang ini berjenis tiang beton, kondisi tiang masih bagus
 isolator dan cross arm juga masih cukup bagus
 kabel jumper atau percabangan juga masih cukup bagus
v. Analisa Hasil Inspeksi
Berdasarkan data hasil inspeksi lapangan yang diperoleh, dapat dianalisa sebagai
berikut :

a. Masih banyak tiang SUTM yang tidak ada nomor tiangnya karena tertutup brosur dan
hilang.
b. Perlu pemberian label bagi masing-masing fasa terutama untuk kabel sambungan TR,
sehingga diketahui sumber percabangan yang di ambil dari tiang TM.
c. Masih diperlukan pemangkasan pohon di dekat area SUTM, karena jarak SUTM
dengan pohon melebihi jarak aman 2,5 meter
d. Kabel TR pada tiang JTM sebagian besar masih belum tersusun rapi, baik jumperan
TM, kurang kencang, juga potongan kabelnya, karena terlalu beresiko ketika
dilakukan perawatan
e. Tiang besi masih ada yang berkarat, sehingga perlu di cat ulang atau di ganti
f. Isolator, cut out switch, LA arrester, bolt & nut, arm tie, fuse link rata-rata sudah
terpasang dengan baik dan sesuai standar
III. Penutup

I. Kesimpulan

Dari inspeksi distribusi jaringan tegangan menengah ini dapat disimpulkan bahwa
konstruksi jaringan TM yang sudah di inspeksi rata-rata masih dalam kondisi cukup baik,
tetapi juga ada kekurangan dalam line jaringan tersebut, kekurangan tersebut adalah masih
banyak tiang-tiang dalam jaringan tersebut yang keropos atau berkarat.

II. Saran
 Sebaiknya dijadwalkan pengecekan rutin/inspeksi tiang rutin oleh petugas PLN agar
tiang di line tersebut terawat dan tidak ada tiang yang berkarat lagi
 Petugas PLN yang bertugas memasang listrik ke pelanggan semestinya lebih
memperhatikan aspek keamanan dan keindahan, begitu pula keandalan