Anda di halaman 1dari 4

BAB 4.

PENUTUP

4.1 Kesimpulan
1. Setelah dilakukan tindakan keperawatan dan monitoring tiap hari di wisma
Sedap Malam, Mawar, dan Melati didapatkan hasil sebanyak 32,7% (19
orang) lansia memerlukan bantuan untuk perawatan dirinya dan sebanyak
67,3 % (39 orang) lansia bisa melakukan perawatan dirinya secara mandiri
2. Pelaksanaan latihan ini dilakukan setiap mahasiswa selesai memandikan
lansia yang berada di wisma sedap malam dan total care. Latihan ini hanya
berlangsung selama 15 menit setiap hari, latihan lakukan kepada lansia
sebanyak 16 (100%) lansia di wisma sedap malam. diberkan selama ini
dihasilkan bahwa sebanyak 11 (68,75%) lansia
1. Mandi: Kelompok lansia sebanyak 12% orang lansia menerima batuan mandi
dengan hasil kelompok lansia tampak bersih, segar dan wangi. Berpakaian:
Kelompok lansia sebanyak 12% lansia menerima batuan mandi dengan hasil:
kelompok lansia tampak berpakaian rapi.
Makan: 80% lansia tidak memerlukan bantuan untuk makan.
Eleminasi: 80% lansia tidak memerlukan bantuan untuk eleminasi.

3. Pelaksanaan latihan ini dilakukan setiap mahasiswa selesai memandikan


lansia yang berada di wisma mawar dan melati dengan partial care.
Latihan ini hanya berlangsung selama 15 menit setiap hari, latihan lakukan
kepada lansia sebanyak 41 (100%) lansia di Wisma Sedap malam dan
mawar. Dari latihan yang diberkan selama ini dihasilkan bahwa sebanyak
21 (51,23%) lansia mampu mengikuti gerakan yang diajarkan oleh pelatih,
4. Pelaksanaan kegiatan berupa diskusi dan pemberian motivasi kepada
kelompok lansia untuk melakukan mandi secara teratur setiap hari dengan
sabun serta menggosok gigi dengan odol, dan keramas menggunakan
shampo
5. Setelah dilakukan tindakan keperawatan tersusun jadwal aktivitas rutin
lansia sehari-hari yang ditempelkan di masing-masing ruang wisma baik di
wisma Sedap Malam, Mawar, dan Melati.

39
6. Pelaksanaan kegiatan berupa diskusi, pemberian motivasi dan demonstrasi
pelaksanaan memotong kuku dan memotong rambut Sebanyak 41.67%
lansia bersedia untuk dipotong kukunya
7. Lansia dengan keterbatasan sebagian diberikan latihan rentang gerak aktif.
Latihan berlangsung selama sekitar 30 menit. Alat-alat yang digunakan
adalah kursi roda bagi lansia dengan keterbatasan sebagian. Dari latihan
ini dihasilkan bahwa sebanyak 8 (100%) lansia mampu mengikuti gerakan
yang diinstruksikan oleh pelatih dan sebanyak 5 (62,5%) lansia mengalami
peningkatan dalam menggerakkan otot dan sendi secara perlahan-lahan
8. Kegiatan memberikan penjelasan dan mengajarkan pemenuhan kebutuhan
sehari-hari (mandi dan memotong kuku, dan perawatan rambut) diikuti
oleh 5 orang lansia dengan keterbatasan total. Latihan ini berlangsung
selama sekitar 30 menit. Alat-alat yang digunakan adalah tempat tidur dan
minyak pelumas/urut. Dari latihan ini dihasilkan bahwa sebanyak 5
(100%) lansia mampu mengikuti gerakan yang diinstruksikan oleh pelatih
dan sebanyak 4 (80%) lansia mampu menggerakkan otot dan sendi secara
perlahan-lahan
9. Melakukan TAK Latihan Rentang Gerak aktif dan pasif, melakukan
evaluasi kemampuan dalam latihan rentang gerak. Berdasarkan TAK
pertama dan kedua, didapatkan hasil bahwa lansia yang mengikuti senam
tersebut 80% (5 orang) dapat mengikuti gerakan yang diajarkan oleh
terapis tanpa hambatan akibat rematik
10. Lansia dengan keterbatasan minimal diberikan senam dimensia. Latihan
berlangsung selama sekitar 30 menit. Alat-alat yang digunakan adalah
bendera warma merah, biru, putih, sound, mix. Dari latihan ini dihasilkan
bahwa sebanyak 4 (66,6%) lansia mampu mengikuti gerakan yang
diinstruksikan oleh pelatih dan sebanyak 4 (66,6%)
11. Setelah diberikan masase punggung, klien mengatakan kekakuan pada
bahu, leher dan punggung berkurang.
12. Setelah di ajarkan senam kaki, klien dapat mendemonstrasikan gerakan
yang diajarkan oleh terapis 80% dengan benar
13. Setelah dilakukan senam rekreatif poco-poco, para lansia mengatakan
bahwa mereka senang dan tubuhnya merasa lebih segar.

40
14. Setelah dilakukan intervensi kebersihan lingkungan Ruangan kamar sedap
malam, melati, mawar bersih dan tidak licin
15. Setelah diajarkan cara menggunakan tongkat yang benar pada 10(100%)
lansia didapatkan 4 (40%) lansia dapat menggunakan tongkat dengan
benar, 3(30 %) lansia dapat menggunakan tongkat dengan bantuan, dan
3(30% )lansia belum mampu menggunakan tongkat dengan benar.

4.2 Saran
a. Bagi Petugas PSLU
1. Diharapkan adanya jadwal rutinitas untuk pelaksanaan pembersihan guna
keamanan bagi kelompok lansia dipanti PSLU Kabupaten Jember.
2. Diharapkan bagi pihak panti PSLU Kabupaten Jember perlu melakukan
pengawasan bagi kelompok lansia yang menggunakan alat bantu tongkat
sehingga resiko cedera dapat dilakukan pencegahan dan mempertahankan
serta meningkatkan pelayanan sosial maupun keperawatan pada lansia
guna mewujudkan kesejahteraan lansia di masa tua.
3. Diharapkan adanya pengkaderan atau kaderisasi dari petugas panti ataupun
penjaga wisma dalam pemberian senam latihan rentang gerak kepada
lansia.
b Bagi Mahasiswa
1. Bagi mahasiswa mahasiswa dapat lebih meningkatkan pemahaman dan
pengetahuan guna mengembangkan konsep asuhan keperawatan gerontik
secara optimal.

c. Bagi Lansia
1. Diharapkan adanya pemberdayaan bagi lansia yang masih memiliki fungsi
tubuh dan anggota gerak tubuh yang baik dan sehat untuk dapat
memberikan bantuan ringan kepada lansia lain yang memiliki fungsi tubuh
yang kurang.
e. Bagi Masyarakat/Lingkungan Eksternal
1. Dibutuhkannya peran dan kerjasama dari puskesmas setempat untuk
mengatasi masalah penyakit yang dialami lansia baik itu dalam
pengobatan ataupun dalam hal penyuluhan kesehatan.

41
2. Dibutuhkannya peran serta masyarakat sekitar dengan cara menjadi
relawan untuk membantu merawat lansia yang tinggal di PSLU Kabupaten
Jember sehingga semua lansia mendapat perawatan sesuai kebutuhannya.

42