Anda di halaman 1dari 44

MODUL PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

PRAJABATAN GOLONGAN III

Drs. M. Jani Ladi


Hartoto Hendradjaja, SH, MM
Drs. Ambar Riyanto

Lembaga Administrasi Negara - Republik Indonesia


2006
Hak Cipta © Pada : Lembaga Administrasi Negara
Edisi Tahun 2006
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Jl. Veteran No. 10 Jakarta 10110 KATA PENGANTAR
Telp. (62 21) 3868201, Fax. (62 21) 3800188
Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 Tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional 2005 – 2009 telah
menetapkan bahwa visi pembangunan nasional adalah: (1)
terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang aman,
bersatu, rukun dan damai; (2) terwujudnya masyarakat, bangsa, dan
Program Ko-Kurikuler Latihan Kesegaran Jasmani, negara yang menjunjung tinggi hukum, kesetaraan dan hak asasi
Baris Berbaris, Tata Acara Upacara Sipil, dan manusia; serta (3) terwujudnya perekonomian yang mampu
Ceramah Tentang Kesehatan Mental menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak serta
memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang
berkelanjutan. Untuk mewujudkan visi ini, mutlak diperlukan
peningkatan kompetensi Pegawai Negeri Sipil (PNS), khususnya para
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan menjadi PNS. PNS
memainkan peran dan tanggungjawabnya yang sangat strategis dalam
mendorong dan mempercepat perwujudan visi tersebut.
Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang
Jakarta – LAN – 2006 Pendidikan dan Pelatihan Jabatan PNS mengamanatkan bahwa
83 hlm: 15 x 21 cm Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Prajabatan dilaksanakan untuk
memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan
ISBN: 979 – 8619 – 92 – 7 kebangsaan, kepribadian dan etika PNS, disamping pengetahuan
dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara, bidang
tugas, dan budaya organisasi agar mampu melaksanakan tugas pokok
dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat. Untuk mewujudkan PNS
yang memiliki kompetensi sesuai dengan amanat PP 101 Tahun 2000
maka seorang CPNS harus mengikuti dan lulus Diklat Prajabatan
sebagai syarat untuk dapat diangkat menjadi PNS.

iii
iv

Untuk mempercepat upaya meningkatkan kompetensi tersebut, DAFTAR ISI


Lembaga Administrasi Negara (LAN) telah menetapkan kebijakan
desentralisasi dengan pengendalian kualitas dengan standar tertentu
dalam penyelenggaraan Diklat Prajabatan. Dengan kebijakan ini,
jumlah penyelenggaraan dapat lebih menyebar disamping jumlah KATA PENGANTAR .................................................................. iii
alumni yang berkualitas dapat meningkat pula. Standarisasi meliputi
keseluruhan aspek penyelenggaraan Diklat, mulai dari aspek DAFTAR ISI................................................................................. v
kurikulum yang meliputi rumusan kompetensi, mata Diklat dan BAB I PENDAHULUAN ..................................................... 1
strukturnya, metode dan skenario pembelajaran dan lain-lain sampai
pada aspek administrasi seperti persyaratan peserta, administrasi A. Deskripsi Singkat................................................. 1
penyelenggaraan, dan sebagainya. Dengan standarisasi ini, maka B. Tujuan Pembelajaran ........................................... 1
kualitas penyelenggaraan dan alumni diharapkan dapat lebih
terjamin. C. Relevansi Modul dengan Tujuan Diklat.............. 2
Salah satu unsur Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan yang
mengalami penyempurnaan antara lain modul atau bahan ajar untuk
para peserta. Oleh karena itu, kami menyambut baik penerbitan BAB II KESEHATAN DAN KESEGARAN JASMANI....... 4
modul yang telah disempurnakan ini, sebagai antisipasi dari A. Pengertian Kesehatan dan Berpola Hidup Sehat . 4
perubahan lingkungan stratejik yang cepat dan luas diberbagai sektor.
Dengan kehadiran modul ini, kami mengharapkan agar peserta Diklat B. Penerapan Pola Hidup Sehat
dapat memanfaatkannya secara optimal, bahkan dapat menggali Melalui ”Pesan Tangan”...................................... 8
keluasan dan kedalaman substansinya bersama melalui diskusi
sesama dan antar peserta dengan fasilitator para Widyaiswara dalam C. Kesegaran Jasmani .............................................. 9
proses kegiatan pembelajaran selama Diklat berlangsung. D. Latihan................................................................. 23
Kepada penulis dan seluruh anggota Tim yang telah
berpartisipasi, kami haturkan terima kasih. Semoga buku hasil E. Rangkuman.......................................................... 23
perbaikan ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya.

BAB III PERATURAN BARIS BERBARIS .......................... 25


Jakarta, Desember 2006 A. Pengertian Baris Berbaris .................................... 25
KEPALA B. Manfaat................................................................ 25
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA C. Gerakan Ditempat................................................ 26
REPUBLIK INDONESIA
D. Gerakan Berjalan ................................................. 32
E. Latihan................................................................. 37
SUNARNO
F. Rangkuman.......................................................... 37
v
vi vii

H. Rangkuman.......................................................... 68
BAB IV TATA UPACARA SIPIL........................................... 38 I. Latihan................................................................. 69
A. Pengertian Tata Upacara Sipil ............................. 38
B. Manfaat ................................................................ 39 BAB VI PENUTUP.................................................................. 71
C. Pengertian Upacara Umum.................................. 40 A. Tes Summatif....................................................... 71
D. Pejabat-Pejabat Dalam Upacara........................... 40
E. Tugas-Tugas Pejabat Upacara ............................. 41 DAFTAR PUSTAKA ................................................................... 73
F. Tata Urutan Upacara Umum................................ 44
G. Pengertian Upacara Khusus ................................. 50
H. Pelaksanaan Kegiatan Apel ................................. 50
I. Tata Cara Kegiatan Laporan di Kelas.................. 53
J. Latihan ................................................................. 56
K. Rangkuman .......................................................... 56

BAB V KESEHATAN MENTAL .......................................... 58


A. Pengertian ............................................................ 58
B. Manfaat Pembinaan Kesehatan Mental ............... 60
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
dan Ciri-Ciri Mental Sehat................................... 60
D. Mental Produktif.................................................. 63
E. Mental Masyarakat Modern................................. 64
F. Pengaruh Timbal Balik Antara
Kondisi Mental dan Kondisi Fisik ....................... 64
G. Cara-Cara Mengatasi Gangguan Mental.............. 65
BAB I
PENDAHULUAN

A. Deskripsi Singkat
Dalam kegiatan-kegiatan latihan Kesegaran Jasmani, Baris-
berbaris, mengikuti Tata Upacara Sipil, mengikuti ceramah
kesehatan mental untuk dapat meningkatkan kesehatan
memupuk sikap dan perilaku peserta Pendidikan dan Pelatihan
(Diklat) Prajabatan Golongan III agar tercapai individu yang
sehat jasmani dan rohaninya dalam kaitan dengan kelancaran
pelaksanaan tugas-tugas sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

B. Tujuan Pembelajaran
1. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Setelah selesai mengikuti pembelajaran ini peserta
diharapkan memiliki pengetahuan tentang memelihara
kesehatan jasmani melalui kegiatan:
a. Latihan kesegaran jasmani tujuannya adalah agar tercapai
individu peserta Diklat yang sehat jasmani;
b. Baris berbaris tujuannya agar peserta Diklat mampu
menerapkan peraturan baris-berbaris secara tertib, untuk
mendukung penegakan disiplin dan kerjasama antara
peserta;

1
2 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 3

c. Tata Upacara Sipil tujuannya adalah agar peserta Diklat b. Pengembangan program Kurikuler yang mengacu pada
mampu memahami dan menerapkan tata upacara sipil standar kompetensi yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan
dengan benar; pemerintahan negara dan pembangunan bangsa.

d. Ceramah tentang Kesehatan Mental tujuannya agar


peserta Diklat dapat memahami pentingnya kesehat an
mental dalam kaitannya dengan kelancaran pelaksanaan
tugas sebagai Pegawai Negeri Sipil.

2. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)

Setelah pembelajaran selesesai peserta dapat menjelaskan


manfaat:
a. Olahraga senam bagi kesehatan jasmani;
b. Baris-berbaris bagi penegakkan disiplin dan kerjasama;
c. Tata Upacara Sipil dan penerapannya dengan benar di
instansinya;
d. Kesehatan mental bagi kelancaran pelaksanaan tugas
sebagai Pegawai Negeri Sipil.

C. Relevansi Modul Dengan Tujuan Diklat


Peningkatan kompetensi aparatur tersebut dengan melakukan
pembahasan kebijakan penyelenggaraan Diklat PNS yang
mempunyai sasaran ganda, yang berkaitan dan saling
menunjang.
a. Pengembangan sistem penyelenggaraan Diklat yang
terdesentralisasi, dan
Modul Diklat Prajabatan Golongan III 5

BAB II 1. Berpenampilan lebih sehat dan ceria;

KESEHATAN DAN KESEGARAN JASMANI 2. Dapat tidur nyenyak;


3. Dapat menikmati kehidupan sosial baik di lingkungan keluarga
maupun masyarakat, sehingga meningkatkan kualitas hidup.
A. Pengertian Kesehatan dan Berpola Hidup Sehat 4. Dapat belajar atau berkarya lebih baik;
Kesehatan merupakan dasar untuk peningkatan dan pembinaan 5. Dapat meningkatkan produktivitas kerja,
kesegaran jasmani, oleh karena itu sebelum seseorang melakukan 6. Berpikir sehat dan positif;
latihan kesegaran jasmani, ia mutlak harus berada dalam kondisi 7. Merasa tentram dan nyaman;
"sehat". 8. Memiliki rasa percaya diri dan hidup seimbang.

Pola hidup sehat pada dasarnya adalah suatu kesatuan program yang Dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 1992, dijelaskan bahwa
meliputi program kesehatan, kesegaran jasmani, gizi dan aktivitas "kesehatan" adalah "keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang
rekreasi yang bila dilaksanakan dengan baik dan benar akan memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan
mendukung tercapainya produktivitas kerja yang tinggi. Dengan ekonomis". Dari definisi tersebut jelas terlihat bahwa kesehatan
melaksanakan pola hidup sehat secara baik dan benar maka seorang bukanlah semata-mata keadaan bebas dari penyakit, cacat atau
Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan memperoleh tubuh yang sehat, kelemahan. Dari pengertian tersebut tersimpulkan bahwa hidup sehat
tingkat kesegaran jasmani yang memadai serta mampu menjaga secara badaniah, sosial dan rohani merupakan hak setiap orang.
keseimbangan antara aktivitas fisik dan mental melalui kegiatan- Sedangkan yang dimaksudkan dengan "pola hidup sehat" adalah segala
kegiatan yang bersifat rekreatif. upaya guna menerapkan kebiasaan baik dalam menciptakan hidup yang
sehat dan menghindarkan diri dari kebiasaan buruk yang dapat
Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan pola hidup sehat adalah mengganggu kesehatan.
sebagai berikut:
Kebiasaan-kebiasaan baik, dalam pola hidup sehat, yang perlu
dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, meliputi:
1. Pemeliharaan kebersihan dan kesehatan pribadi, terutama kesehatan
4
6 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 7

kulit, rambut, kuku, mata, telinga, mulut, gigi, tangan, dan kaki, 6. Menghindari kebiasaan buruk yang merugikan kesehatan seperti
serta memakai pakaian yang bersih. Selain itu tubuh juga perlu merokok dan minum alkohol serta penyalahgunaan obat, narkotik
gerak dan istirahat yang cukup. dan zat adiktif lainnya. Juga perlu dihindari terjadinya kontak
2. Makan makanan sehat, yang memenuhi gizi seimbang. Hidangan langsung dengan orang yang menderita penyakit menular.
gizi seimbang mengandung zat tenaga, zat pembangun dan zat 7. Hindari memakai perlengkapan pribadi orang lain (apalagi milik
pengatur yang dikonsumsi seseorang dalam satu hari secara penderita penyakit menular) seperti sikat gigi, sabun mandi, handuk,
seimbang, sesuai dengan kebutuhan tubuh. pakaian, sendok, gelas dan sisir.
3. Makanan yang dimakan juga harus selalu disesuaikan dengan usia 8. Jangan melakukan hubungan seksual di luar nikah, atau berperilaku
dan jenis aktivitas tubuh yang dilakukan, serta keseimbangan antara seksual menyimpang (seperti homo-seksual dan seks bebas), karena
pemasukan dan pengeluaran energi, sehingga tercapai berat tubuh dapat terkena penyakit menular seksual (PMS), termasuk
yang proporsional. Cara mengukur berat badan yang proposional HIV/AIDS.
akan dijelaskan dalam uraian tentang pengukuran tingkat kesegaran 9. Mengendalikan stress dengan cara menyelesaikan pekerjaan satu
jasmani. persatu pada satu saat, tidak mengkritik orang lain, selalu bersikap
4. Pemeliharaan kesehatan lingkungan, yang berarti menjaga ramah dan selalu mendekat kan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa,
kebersihannya. Untuk itu tiga faktor utama yang harus terpenuhi serta cukup tidur teratur setiap harinya sehingga badan akan
untuk menjaga kesehatan lingkungan adalah: tersedianya air bersih, mendapatkan kesegaran pada hari berikutnya.
terakomodasinya pembuangan sampah dan limbah, serta terjaganya 10. Olahraga dan Aerobik.
kebersihan dan kesehatan kamar mandi, jamban/wc dan peturasan. Olahraga adalah menggerakkan tubuh dalam jangka waktu tertentu.
5. Pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mengetahui secara dini
adanya gangguan kesehatan atau penyakit, sehingga pengobatannya Aerobik adalah setiap aktivitas fisik yang dapat memacu jantung dan
akan lebih mudah dari pada jika penyakitnya sudah bertambah peredaran darah serta pernafasan yang dilakukan dalam jangka
parah. Bagi PNS yang usianya di bawah 40 tahun, pemeriksaan waktu yang cukup lama sehingga menghasilkan perbaikan dan
kesehatan cukup di lakukan sekali dalam dua tahun, sedangkan bagi manfaat kepada tubuh, definisi ini dipopulerkan oleh Cooper.
yang sudah di atas 40 tahun atau lebih sebaiknya setiap tahun
dilakukan pemeriksaan kesehatan.
8 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 9

B. Penerapan pola hidup sehat melalui “pesan tangan”


Untuk memudahkan seseorang agar selalu ingat untuk menerapkan pola Teratur hidup: teratur makan (2-3 kali sehari), tidur cukup (7-8 jam

hidup sehat, dapat di lakukan dengan teknik "pesan tangan" seperti sehari), teratur olahraga untuk menjaga kesegaran jasmani, dan jalani

tergambar dalam ilustrasi berikut ini. kehidupan seksual yang baik.

Seimbang gizi: Makan makanan yang tinggi serta (50 %), rendah
garam (kurang dari 4,5 gram), rendah lemak (20 % - 30%), rendah gula
(< 10%), hindari sedapat mungkin bahan pengawet makanan, tidak
makan "cemilan", dan makan beraneka ragam makanan.

Enyahkan kebiasaan buruk: enyahkan rokok, alkohol, obat


sembarangan, seks bebas, narkotik. Enyahkan kebiasaan tidak
melakukan pemeriksaan kesehatan berkala dan hindari kulit kena sinar
matahari langsung antara jam 10.00 sampai dengan jam 14.00.
C. Kesegaran Jasmani
1. Pengertian Kesegaran Jasmani
Hidup seimbang, 5 harus: rekreasi, hobby, sosialisasi, nafkah batin Kesegaran jasmani didefinisikan sebagai kemampuan untuk
(kasih sayang), dan ibadah. melakukan kegiatan sehari-hari tanpa merasakan kelelahan yang
berlebihan, serta masih memiliki cadangan tenaga untuk mengisi
Awasi bagian tubuh rawan: awasi tekanan darah, gula darah, berat waktu luang dan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mendadak.
badan, dan kolesterol, serta lakukan pemeriksaan kesehatan berkala Pembinaan kesegaran jasmani jelas bermanfaat bagi calon PNS guna
termasuk pemeriksaan gangguan alat kandungan pada wanita (PAP menunjang kegiatan proses belajar mengajar selama mengikuti
Smear), pemeriksaan payudara sendiri (sadari), awasi bagian tubuh pelatihan, serta kelak dapat meningkatkan produktivitas kerja yang
rawan pada usia lanjut, dan awasi bagian tubuh rawan yang merupakan prima saat telah menjadi PNS. Dengan demikian, setelah mengikuti
faktor keturunan. pembelajaran ini, calon PNS. Diharapkan dapat menjelaskan
komponen kesegaran jasmani serta memelihara dan meningkatkan
10 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 11

kesegaran jasmaninya. untuk mampu melakukan tugas-tugas fisik yang berat dalam
2. Komponen Kesegaran Jasmani jangka waktu yang lama tanpa mengalami kelelahan yang
Komponen kesegaran jasmani dibagi menjadi dua bagian, yaitu yang berlebihan setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut. Jika daya
berkaitan dengan kesehatan (health-related fitness) dan komponen tahan jantung dan paru-paru seseorang lemah, maka orang
yang berkaitan dengan keterampilan (skills related fitness). kom- tersebut akan mudah lelah dan sulit pulih setelah melakukan kerja
ponen kesegaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan, terdiri berat.
dari daya tahan jantung dan paru-paru; komposisi tubuh, b. Komposisi Tubuh
fleksibilitas; kekuatan dan daya tahan otot. Komposisi tubuh merupakan perbandingan proporsi tubuh yang
di pengaruhi oleh berat badan, tinggi badan dan ukuran anggota
tubuh lainnya termasuk tebal lemak, jumlah cairan tubuh dan sel-
Sedangkan komponen kesegaran jasmani yang berhubungan dengan sel tubuh lainnya. Cara untuk mengetahui apakah berat badan
keterampilan, meliputi: daya ledak, kecepatan, kelincahan, seseorang itu proporsional akan dijelaskan dalam bab selanjutnya.
koordinasi, kecepatan reaksi dan keseimbangan. c. Fleksibelitas

Fleksibelitas atau kelenturan selalu dikaitkan dengan ruang gerak


Untuk dapat menjalankan tugas rutin sebagai PNS dan sebagai sendi dan elastisitas otot-otot, tendon dan ligamen. Dengan
anggota masyarakat yang bersosialisasi, minimal komponen
demikian orang yang lentur adalah yang memiliki ruang gerak
kesegaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatanlah yang lebih
luas dalam sendi-sendinya dan yang mempunyai otot yang elastis.
perlu mendapat perhatian. Sedangkan komponen kesegaran jasmani
d. Kekuatan Otot
yang berkaitan dengan keterampilan lebih dibutuhkan oleh orang
yang memelihara prestasi fisik, seperti atlet dan penari. Kekuatan otot sangat penting guna meningkatkan kondisi

a. Daya Tahan Jantung kesegaran jasmani karena kekuatan merupakan daya penggerak
setiap aktivitas fisik, yang memegang peranan pula dalam
Daya tahan jantung dan paru-paru di kenal juga dengan istilah
daya tahan kardiorespirasi atau kapasitas aerobik, yang diartikan melindungi seseorang dari kemungkinan cedera. Dalam

sebagai kemampuan jantung, paru-paru dan peredaran darah melakukan aktivitas sehari-hari kekuatan otot amat diperlukan,
12 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 13

misalnya untuk mengangkat sesuatu. Jika salah satu otot cedera


a. Prosedur Latihan Kesegaran Jasmani
dan tidak dapat digerakkan, maka akan terasa betapa pentingnya
Dalam melakukan latihan kesegaran jasmani perlu diikuti
memelihara kekuatan otot.
prosedur latihan berikut ini agar latihan dapat bermanfaat dan
e. Daya Tahan Otot
tidak menimbulkan cedera.
Daya tahan otot mengacu kepada suatu kelompok otot yang
1) Sebelum latihan fisik, pastikan badan dalam keadaan sehat.
mampu untuk melakukan kontraksi yang berturut-turut, atau
Terutama jika baru sembuh dari sakit atau cedera, sebaiknya
mampu mempertahankan suatu kontraksi statis untuk waktu yang
dilakukan dulu pemeriksaan kesehatan.
lama. Contohnya, atlet yang melakukan push-up atau seseorang 2) Gunakan pakaian olah raga yang memungkinkan tubuh
ibu yang mengulek sambal. bergerak bebas, menyerap keringat dan sopan, bersepatu olah
raga dan gunakan topi jika berolahraga di luar gedung.
3) Mulailah latihan dengan pemanasan (warming-up), yang
3. Pemeliharaan dan Peningkatan Kesegaran Jasmani
merupakan gerakan umum yang ringan ditambah dengan
Tingkat kesegaran jasmani seseorang perlu terus di pelihara agar
senam peregangan (stretching) selama sekitar 10 menit. Jika
selalu berada dalam kondisi yang prima. Untuk memelihara dan denyut nadi sudah mencapai 110 - 120 per menit, dapat
meningkatkan kesegaran jasmani perlu dibiasakan hidup sehat dan dikatakan bahwa tubuh sudah cukup panas untuk melakukan
selalu menjaga kebugaran tubuh dengan melakukan latihan latihan inti.
kesegaran jasmani yang teratur. Manfaat dari latihan fisik, bukan 4) Fokus awal dari latihan fisik adalah latihan dengan intensitas
saja meningkatkan derajat kesehatan dan daya tahan tubuh, tapi juga rendah yang bertujuan meningkatkan daya tahan jantung dan
berdampak kepada peningkatan rasa percaya diri, perbaikan kualitas paru-paru, yaitu latihan aerobik seperti jogging, jalan cepat,

tidur dan menurunkan tingkat stress. Disamping itu, jangan lupa senam, aerobik, bersepeda statis.

meluangkan waktu untuk rekreasi. Berikut ini diuraikan prosedur, 5) Dalam latihan inti yang bersifat aerobik, target latihan dapat
dipantau dengan menetapkan zona latihan (training zone)
prinsip dan macam latihan kesegaran jasmani.
seseorang berdasarkan denyut nadinya. Denyut nadi latihan
harus mencapai denyut nadi optimal jika latihan ingin di
14 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 15

rasakan manfaatnya. Untuk menentukan denyut nadi optimal merupakan pertanda ada sesuatu yang tidak beres pada tubuh.
perlu terlebih dahulu diketahui denyut nadi maksimal dan Oleh karena itu biasa lakukan pendinginan (cooling-down)
usia. setelah latihan inti, terutama dengan melakukan peregangan
otot sampai denyut nadi kembali normal. Jika tidak hilang
Berikut ini cara menghitung denyut nadi optimal, dengan
segera periksa ke dokter.
contoh usia 25 tahun.
7) Lakukan gerakan-gerakan fisik yang tidak beresiko

DN maksimal: 220 - usia = 220 - 25 = 195 denyut/menit. menyebabkan cedera.

DN optimal : 80% x DN maksimal = 80% x 195 = 156 b. Prinsip Latihan Kesegaran Jasmani
denyut/menit. DN minimal : 60% x DN maksimal = 60% x Program latihan fisik yang baik harus dapat menghasilkan
195 = 117 denyut/menit.
peningkatan kualitas fisik dari orang yang melakukan latihan
tersebut. Untuk bisa mencapainya program latihan harus
Jadi, agar latihan aerobik yang dilakukan PNS yang berusia
25 tahun tersebut efektif, denyut nadinya saat melakukan mengikuti prinsip-prinsip latihan sebagai berikut:

latihan inti berkisar antara 117 sampai dengan 156 denyut per 1) Prinsip dasar "overload", yaitu suatu prinsip latihan dimana
menit. Apabila denyut nadi latihannya dibawah 117 maka pembebanan latihan harus ditambah pada waktu tertentu,
latihan yang dilakukan tidak akan meningkatkan daya tahan artinya beban latihan tidak monoton, ada saatnya semakin
tubuhnya, maka sebaliknya, jika denyut nadinya diatas 156 berat namun di selingi dengan latihan ringan.
maka latihan tersebut terlalu berat, dan akan berbahaya bagi 2) Latihan untuk mencapai kondisi fisik yang baik setidaknya
kesehatan jantungnya. harus dilakukan tiga sampai lima kali dalam seminggu,
dengan hari yang diselang-seling, misalnya Selasa, Jum'at,
Semakin terlatih daya tahan seseorang, maka akan semakin
Minggu. Kalau latihan hanya satu atau dua kali seminggu,
lama dapat bertahan latihan dalam denyut nadi optimalnya. latihan tersebut tidak cukup untuk meningkatkan kualitas
6) Timbulnya rasa pegal setelah latihan adalah hal yang biasa, fisik. Sebaliknya, jika terlalu banyak sampai hampir setiap
namun jika ada rasa nyeri setelah melakukan latihan fisik, itu hari tanpa istirahatpun akan berbahaya bagi kerusakan fungsi
16 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 17

tubuh. kesegaran jasmaninya, sehingga para PNS dapat mengontrol tingkat


3) Latihan harus progresif, artinya secara berangsur angsur kesegaran jasmaninya.
disesuaikan dengan perkembangan prestasi orang yang
melakukan latihan, misalnya dalam minggu pertama latihan a. Pengukuran Denyut Nadi

jogging selama 20 menit, maka minggu berikutnya bisa di Pengukuran denyut nadi, khususnya denyut nadi istirahat, perlu

tingkatkan menjadi 25 - 30 menit dan seterusnya. Latihan juga dilakukan setiap hari. Kegunaannya adalah kita dapat memonitor

mengandung unsur individualitas, karena sebenarnya tidak kondisi tubuh, apakah mengalami kelelahan atau kurang istirahat.

ada program latihan yang langsung cocok untuk semua orang. Saat terbaik mengukur denyut nadi istirahat adalah saat setelah

Hal yang perlu dipertimbangkan dalam prinsip individualitas bangun tidur, pada saat masih terbaring. Denyut nadi ini disebut

ini antara lain: jenis kelamin, usia, tingkat kesegaran jasmani, sebagai denyut nadi basal.

selera, komposisi dan tipe tubuh serta karakter


kepribadiannya. Cara penghitungan denyut nadi yang paling sederhana adalah
dengan meraba pergelangan tangan sebelah dalam (arteri
radialis) atau leher (arteri carotis). Setelah denyut nadi teraba,
4. Pengukuran Tingkat Kesegaran Jasmani
hitung denyutnya selama satu menit, untuk mempercepat
Tingkat kesegaran jasmani PNS dapat diketahui dengan mengukur
penghitungan, dapat dihitung dalam 15 detik lalu dikalikan 4,
berbagai komponen kesegaran jasmaninya, ataupun dengan
atau selama 30 detik lalu hasilnya dikalikan dua. Denyut nadi
mengukur tingkat kesegaran jasmani umum yang biasanya
istirahat yang normal pada orang dewasa berkisar antara 60 - 80
dilakukan dengan suatu rangkaian tes fisik. Namun dalam pelatihan
denyut permenit. Jika saat bangun tidur denyut mendekati 100
ini, hanya tiga macam pengukuran yang berhubungan dengan
maka itu salah satu pertanda tubuh tidak sehat.
kesegaran jasmani yang akan dibahas dan dipraktekkan, yaitu
pengukuran denyut nadi, pengukuran berat badan proposional, dan
b. Pengukuran Berat Badan
pengukuran kapasitas aerobik.
Yang dimaksud dengan berat badan proporsional adalah
keseimbangan antara berat badan dan tinggi badan. Salah satu
Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan para calon PNS peserta
cara yang praktis untuk mengetahui berat badan porposional
pelatihan akan memiliki kebiasaan untuk melakukan pengukuran
18 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 19

tersebut adalah dengan menghitung indeks massa tubuh (body 2) Malam sebelum mengikuti tes, peserta harus cukup tidur.
mass index = BMI). Untuk itu terlebih dahulu harus diketahui 3) Sebelum melakukan tes peserta tidak melakukan latihan fisik
berat badan dan tinggi badannya. yang berat, tidak merokok, tidak minum alkohol ataupun obat-
obatan.
Perhitungan BMI menggunakan rumus sebagai berikut: 4) Gunakan pakaian olah raga yang ringan dan tidak
mengganggu gerakan.
5) Tes sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum jam 10.00,
atau jika terpaksa dapat dilakukan pada sore hari setelah
Contoh: Berat badan= 60 kg, Tinggi badan = 160 cm BMI = matahari tidak menyengat, dan peserta tidak dalam keadaan
(60 kg)/(1,6 m) x (1,6 m) = 60/2.56 = 23,4 kg /M2. lelah.

Ada beberapa macam jenis mengukuran tes aerobik yang bisa


dilakukan perorangan maupun secara massal. Tes yang paling
mudah dilaksanakan adalah tes lari 2,4 km dan tes jalan cepat
4,8 km (protokol test cooper). Ada pula tes lari 15 menit
(Baike), tes naik turun bangku (Harvard step test) dan tes lari
c. Pengukuran Kapasitas Aerobika multi tahap (Bleep-test). Dalam uraian ini hanya kedua tes yang
Sebelum melakukan pengukuran atau tes kapasitas aerobik, ikuti pertama di sebut tadi yang akan dibahas dan di praktekkan
dahulu hal-hal berikut ini: pelaksanaannya.
1) Peserta tes harus dalam kondisi sehat berdasarkan
pemeriksaan dokter. Jika tekanan darah sedang terlalu tinggi 1) Tes Lari 2,4 km
atau terlalu rendah, lebih baik tes dilakukan di lain hari. Tujuan dari pada tes ini adalah untuk mengukur daya tahan
Demikian juga jika peserta sedang merasa pusing, kurang jantung dan paru-paru. Untuk itu diperlukan lintasan lari
tidur, denyut nadi mendekati 100 per menit, atau tidak sehat, sepanjang 2,4 km yang bisa berbentuk lintasan atletik
jangan mengikuti tes. standar (keliling 400 meter), atau lintasan lurus, bahkan
20 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 21

dapat dilakukan di jalan raya atau lintasan lari. Yang


penting, jaraknya harus terukur benar sejauh 2,4 km. Tabel 1
Norma Tes Lari 2,4 Km (Cooper)

Alat bantu yang diperlukan adalah stop watch. Jika tes


dilakukan terhadap orang banyak (massal), maka diperlukan
petugas pencatat waktu dan pencatat jarak. Tes dilakukan
dengan start berdiri. Tes dimulai saat aba-aba start (biasanya
petugas start teriak "ya" atau sambil mengibaskan bendera
start) bersamaan dengan mengaktifkan stop watch. Lalu
peserta tes berlari secepatnya menempuh jarak 2,4 km
dengan kecepatan yang diatur sendiri. Peserta boleh
mengurangi kecepatan lari jika ia merasa lelah, namun harus
tetap lari atau berjalan jangan berhenti.
Pada saat peserta tes melewati garis finish di kilometer 2,4
stop watch dimatikan. Waktu yang tertera untuk menempuh
jarak 2,4 km itulah prestasi yang dicapai. Hasil waktu tes
kemudian dilihat dalam Tabel 1 sesuai dengan jenis kelamin
dan usia.

2) Tes Jalan Cepat 4,8 km


Pelaksanaan tes jalan cepat ini mirip tes lari dengan tes lari
2,4 km. Bedanya jarak yang ditempuh adalah 4,8 km dan
dalam tes jalan cepat ini peserta harus berjalan kaki
secepatnya, namun tidak boleh berlari. Yang dikatagorikan
berlari adalah pada saat yang bersamaan kedua telapak kaki
22 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 23

melayang (tidak menginjak tanah). Tes jalan cepat ini lebih jasmani dilakukan secara berkala, misalnya setiap tiga bulan
sering di berikan kepada PNS yang usianya di atas 40 tahun. sekali, agar perkembangan tingkat kesegaran jasmani hasil
Cara start, finish dan penghitungan waktu sama dengan tes latihan fisik dapat diketahui manfaatnya.
lari 2,4 km.
D. Latihan
Katagori hasil waktu tes dapat dilihat dalam Tabel 2 sesuai Bentuklah kelompok sesuai dengan jumlah peserta untuk mengkaji hal-
dengan jenis kelamin dan usia. hal sebagai berikut:
Tabel 2 1. Mengidentifikasi siapa yang dianggap dan apa kreteria sehat itu?
Norma Tes Jalan Cepat 4,8 Km (Cooper) 2. Mengidentifikasi jenis yang berkatagori sehat?
3. Mengidentifikasikan persyaratan-persyaratan yang diperlukan pada
setiap jenis-jenis sehat tersebut.
4. Waktu penyelesaian (mulai dari proses sampai menjadi kajian
sehat).
5. Mengapa kita melakukan latihan kesegaran jasmani?
6. Apa saja yang harus kita lakukan sebelum melakukan kegiatan
kesegaran jasmani?
7. Kegiatan kesegaran jasmani bagi yang berusia 40 tahun ke atas,
bagaimana bentuknya!

E. Rangkuman
Agar para peserta lebih memahami dan dapat mengerti cara 1. Kesegaran jasmani didefinisikan sebagai kemampuan untuk
pelaksanaan pengukuran kesegaran jasmani ini, akan melakukan kegiatan sehari-hari tanpa merasakan kelelahan yang
dilakukan praktek yang sekaligus untuk mengukur tingkat berlebihan, serta masih memiliki cadangan tenaga.
kesegaran jasmani peserta. Idealnya, pengukuran kesegaran 2. Komponen-komponen kesegaran jasmani dibagi menjadi 2 (dua)
24 Program Ko-Kurikuler

bagian, yaitu Komponen yang berkaitan dengan kesehatan (health BAB III
related fitness) dan komponen yang berkaitan dengan keterampilan PERATURAN BARIS BERBARIS
(skills related fitness).
3. Untuk memelihara dan meningkatkan kesegaran jasmani perlu
dibiasakan hidup sehat dan selalu menjaga kebugaran tubuh dengan A. Pengertian Baris Berbaris
melakukan latihan.
Peraturan Baris Berbaris (PBB) ini adalah dalam rangka
4. Dalam melaksanakan kegiatan kesegaran jasmani perlu diukur
pembinaan dan kerjasama antar peserta.
tingkatan kesegaran tersebut, yaitu untuk melakukan pengukuran
denyut nadi, pengukuran berat badan dan pengukuran kapasitas
Salah satu dasar pembinaan disiplin adalah melalui latihan PBB.
aerobiknya.
Jadi PBB berarti bukanlah mengarahkan peserta menjadi TNI
atau Militer tetapi untuk mewujudkan disiplin yang prima, agar
dapat menunjang pelayanan yang prima pula. PBB tujuannya
adalah antara lain, membentuk sikap, membentuk disiplin,
membina kebersamaan/kesetiakawanan, dan lain-lain.

Pokok-pokok baris-berbaris diberikan peserta untuk mengikuti


upacara serta digunakan untuk pelaporan kesiapan belajar di
kelas dengan gerakan-gerakan di tempat dan berjalan yang serba
tertib guna mendukung penegakan disiplin.

B. Manfaat
1. Peraturan baris-berbaris dimaksudkan untuk mengatur
sekelompok orang dalam barisan melakukan gerakan

25
26 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 27

bersama-sama secara tertib dan serempak baik gerakan g. Hadap serong kanan/kiri;
ditempat maupun gerakan berjalan. h. Balik Kanan;
2. Pengetahuan PBB sangat bermanfaat bagi peserta Diklat i. Istirahat ditempat.
Prajabatan Golongan III baik selama mengikuti Diklat
maupun setelah Diklat, guna mendukung tugas pokok. 2. Latihan
Pembinaan disiplin dan memupuk rasa kebersamaan antar Untuk melaksanakan gerakan-gerakan ditempat dilakukan
peserta dilakukan melalui PBB. Gerakan-gerakan enerjik melalui aba-aba yang diberikan oleh pelatih atau pimpinan
dari kedisiplinan yang tinggi serta rasa karsa yang
barisan. Aba-aba yang diberikan terdiri dan aba-aba
dihasilkan dari latihan PBB sangat diperlukan dalam
peringatan dan aba-aba pelaksanaan diperlukan jarak waktu
pelaksanaan tugas.
beberapa detik agar anggota barisan dapat mempersiapkan
diri dan melaksanakannya secara serempak.
C. Gerak Ditempat
a. Sikap Sempurna
Gerakan ditempat diperlukan untuk mempersiapkan atau
Membentuk sikap sempurna dengan aba-aba "siap ...
merapikan barisan dalam menghadapi upacara-upacara,
Gerak", (berdiri) atau "duduk siap ... gerak" (dalam
melaksanakan apel kerja pagi/siang, apel belajar pagi/persiapan
pelaporan belajar pagi/siang di kelas keadaan duduk).
1) Begitu mendengar aba-aba "siap gerak" (dilapangan
1. Contoh-Contoh
/berdiri).
Gerakan-gerakan di tempat yang umum dilakukan adalah:
a. Sikap sempurna; a) Kaki kiri ditarik rapat-rapat lurus ke kaki kanan dan
ujung kaki membentuk sudut 45°;
b. Lencang kanan;
b) Pandangan lurus kedepan;
c. Lencang depan;
c) Dagu ditarik;
d. Berhitung;
d) Dada dibusungkan dan perut ditarik/dikempiskan;
e. Hadap kanan;
e) Tangan lurus ke bawah rapat dengan paha dan jari-
f. Hadap kiri;
jari dikepalkan serta ibu jari menempel di paha.
28 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 29

hanya menoleh ke kanan sejenak sambil


2) Setelah dilaksanakan tidak boleh bergerak lagi dan meluruskan langsung kembali menoleh ke depan.
melirik ke kiri atau ke kanan serta bersuara atau
b) Untuk staf 1 setelah mendengar aba-aba "tegak ...
senyum.
gerak", langsung menurunkan/meluruskan
3) Khusus untuk di ruangan kelas dalam rangka persiapan
pelaporan belajar, begitu mendengar aba-aba "duduk tangannya memalingkan mukanya ke depan.

siap ... gerak", langsung sikap sempurna di tempat


duduk, pandangan lurus kedepan, kaki rapat, dagu 2) Khusus lencang depan berlaku untuk barisan yang
ditarik, duduk tegak (dada busung), tangan mengepal
bentuknya berbanjar. Begitu mendapat aba-aba
menempel di tangkai kursi atau paha, tidak boleh lagi
"lencang depan ... gerak", banjar paling kanan
bergerak dan melirik ke kiri atau ke kanan serta
bersuara atau tersenyum. mengangkat tangan lurus ke depan dengan jarak 2

kepal dengan punggung di depannya, dan setelah


b. Lencang kanan/Lencang depan mendengar aba-aba "tegak ... gerak", kembali sikap
Untuk meluruskan atau merapikan barisan dengan aba-aba sempurna.
"lencang kanan ... gerak" (barisan berbentuk SAF) atau

"lencang depan ... gerak" (barisan berbetuk BANJAR). c. Berhitung


1) Begitu mendengar aba-aba "lencang kanan ... gerak" Untuk mengetahui jumlah personil dalam barisan (3
bersaf), berikan aba-aba "hitung ... mulai"
(bersaf);
1) Begitu mendengar aba-aba "hitung ... mulai"
a) Saf 1 (depan) langsung menoleh ke kanan
a) Saf 1 (depan) serentak menoleh ke kanan, dan
bersamaan dengan melencangkan tangan kanan setelah mendapatkan aba-aba pelaksanaan mulai
lurus ke kanan menyenggol pangkal tangan kiri berturut-turut menghitung dari kanan ke kiri.

orang di sebelah kanannya, khusus saf 2 dan 3 b) Bagi orang yang paling ujung dari saf 3
30 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 31

mengucapkan "lengkap" kalau barisan lengkap e. Hadap serong kanan/kiri


kelipatan 3, mengatakan "kurang 1 atau kurang 2" 1) Hadap serong kanan
kalau barisan kurang dari kelipatan 3. Begitu mendengar aba-aba "hadap serong kanan ...
2) Setelah menghitung langsung orang perorang dari saf gerak", langsung melakukan gerakan:
depan itu menoleh ke depan (sikap sempurna). a) Kaki kiri diangkat serong sedikit ke kanan, kaki
kanan sebagai poros berputar 45° ke kanan.
d. Hadap kanan/hadap kiri
b) Badan putar 450 ke kanan.
1) Hadap kanan
c) Kaki kiri ditutup kembali kesikap sempurna.
Begitu mendengar aba-aba "hadap kanan gerak", 2) Hadap serong kiri
langsung melakukan gerakan: Begitu mendengar aba-aba "hadap serong kiri ...
a) Kaki kiri diangkat serong ke kanan, kaki kanan gerak", langsung melakukan gerakan:
0
sebagai poros berputar 90 ke kanan. a) Kaki kanan diangkat serong ke kiri, kaki kiri
b) Badan putar 900 ke kanan. sebagai poros berputar 450 ke kiri.
c) Kaki kiri ditutup kembali kesikap sempurna. b) Badan putar 450 ke kiri.
2) Hadap kiri c) Kaki kanan ditutup kembali kesikap sempurna.

Begitu mendengar aba-aba "hadap kiri gerak",


langsung melakukan gerakan: f. Balik kanan
1) Balik kanan
a) Kaki kanan diangkat serong ke kiri, kaki kiri
Begitu mendengar aba-aba "balik kanan ... gerak",
sebagai poros berputar 900 ke kiri.
langsung melakukan gerakan:
b) Badan putar 90° ke kiri.
a) Kaki kiri diangkat serong ke kanan, kaki kanan
c) Kaki kanan ditutup kembali kesikap sempurna.
sebagai poros berputar 1800 ke kanan/ke belakang.
b) Badan putar 180° ke kanan/ke belakang.
c) Kaki kiri ditutup kembali kesikap sempurna.
32 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 33

g. Istirahat di tempat c. Balik kanan maju jalan;


1) Begitu mendengar aba-aba "istirahat di tempat ... d. Jalan di tempat;
gerak", Langsung melakukan gerakan: e. Berhenti;

a) Kaki kiri dibuka selebar bahu (± 20 atau 30 cm). f. Belok kanan/kiri jalan;

b) Kedua tangan ditarik kebelakang menempel di g. Bubar jalan.

punggung, tangan kiri memegang pergelangan 2. Praktek Pelaksanaan


Untuk menggerakkan/memindahkan barisan atau
tangan kanan.
melaksanakan gerak jalan pada umumnya barisan berbentuk
c) Pada waktu di istirahatkan pandangan tetap lurus ke
berbanjar, yang dimulai dengan aba-aba "maju ... jalan". Pada
depan, perhatian dipusatkan pada
waktu memberikan aba-aba, sama halnya dengan gerakan
pelatih/pemimpinan barisan.
ditempat, harus ada jarak waktu beberapa detik antara aba-
aba peringatan dan aba-aba pelaksanaan.
D. Gerak Berjalan
a. Maju jalan
Gerakan berjalan diperlukan pada saat menggerakkan,
Barisan setelah dirapikan dan menghadap kearah gerakan.
memindahkan, atau menggeser barisan dari suatu tempat ke
1) Begitu mendengar aba-aba "maju ... jalan", langsung
tempat lain.
melakukan gerakan-gerakan:
Gerakan-gerakan berjalan ini memerlukan kekompakan,
a) Langkah pertama, secara serempak dimulai dengan
ketertiban, keseragaman dalam rangka memupuk rasa
kaki kiri dihentakan.
kebersamaan. b) Tangan kanan lurus kedepan, dan langsung
berjalan.
1. Contoh-Contoh 2) Waktu sedang berjalan pandangan tetap lurus ke depan
a. Maju jalan; dan yang menjadi penjuru sebagai patokan agar
b. Hadap kanan/kiri maju jalan; langkah tetap sama adalah orang yang paling depan
sebelah kanan.
34 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 35

d. Balik Kanan maju jalan


b. Hadap kanan maju jalan Barisan yang akan digerakkan setelah dihadap kanankan
Barisan yang akan digerakkan setelah dihadap kanan akan langsung berjalan.
langsung berjalan. 1) Begitu mendengar aba-aba "balik kanan maju ... jalan",
1) Begitu mendengar aba-aba "hadap kanan maju ... langsung melakukan gerakan-gerakan:
jalan", langsung melakukan gerakan-gerakan: a) Balik kanan, dengan ketentuan kaki kiri yang
a) Hadap kanan, dengan ketentuan kaki kiri yang tadinya harus menutup tapi sekarang dihentikan

tadinya harus menutup tapi sekarang dihenti kan menjadi langkah pertama.;
b) Tangan kanan lurus ke depan dan langsung jalan.
menjadi langkah pertama.
c) Pelaksanaannya dilakukan serempak.
b) Tangan kanan lurus ke depan dan langsung jalan.
2) Selanjutnya ketentuan sama dengan gerak maju jalan.
c) Pelaksanaannya dilakukan serempak.
2) Selanjutnya ketentuan sama dengan gerak maju jalan.
e. Jalan di tempat
Guna merapikan dan merapatkan barisan dapat dilakukan
c. Hadap kiri maju jalan
jalan ditempat, dengan aba-aba "jalan ditempat ... gerak".
Barisan yang akan digerakkan setelah dihadap kirikan
1) Begitu mendengar aba-aba "jalan ditempat ... gerak”,
Langsung berjalan.
yang boleh jatuh pada kaki kiri dan boleh jatuh kaki
1) Begitu mendengar aba-aba "hadap kiri maju ... jalan",
kanan, langsung melakukan gerakangerakan:
langsung melakukan gerakan-gerakan:
a) Tambah satu langkah bila jatuh kaki kiri dan
a) Hadap kiri, dengan ketentuan kaki kanan yang
tambah dua langkah bila jatuh kaki kanan.
tadinya harus menutup tapi sekarang dihenti kan
b) Kaki/paha diangkat rata-rata air disamakan
menjadi langkah pertama;
2) Pada waktu jalan ditempat pandangan lurus kedepan,
b) Tangan kiri lurus ke depan dan Langsung berjalan.
sambil merapikan barisan. Yang menjadi patokan
c) Pelaksanaannya dilakukan serempak.
untuk menyamaratakan kaki adalah pen juru yaitu
3) Selanjutnya ketentuan sama dengan gerak maju jalan.
orang yang paling depan sebelah kanan.
36 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 37

3) Tangan lurus ke bawah (tidak melenggang). dengan kaki kiri menghentakkan secara serempak.

E. Latihan
f. Menghentikan barisan 1. Apa yang Saudara ketahui tentang Peraturan Baris Berbaris
Barisan bisa dihentikan baik pada waktu sedang berjalan (PBB) ?
maupun sedang jalan di tempat dengan aba-aba "berhenti 2. Manfaat apa saja didalam melakukan kegiatan PBB ?
... gerak". 3. Sebutkan Contoh-contoh gerakan di tempat !
1) Begitu mendengar aba-aba "berhenti ... gerak", bisa 4. Sebutkan contoh-contoh gerakan berjalan !
jatuh kaki kiri dan bisa jatuh kaki kanan langsung 5. Coba berikan aba-aba dari Baris-berbaris.
melakukan gerakan-gerakan:
a) Tambah satu langkah (bila jatuh kaki kiri) atau F. Rangkuman
tambah dua langkah (bila jatuh kaki kanan) dan Gerakan-gerakan yang umum dilakukan adalah gerakan maju
langkah berikutnya menutup/berhenti: kaki kiri jalan, belok kanan/kiri, balik kanan maju jalan, jalan ditempat,
selalu menutup. belok kanan/kiri jalan, menghentikan barisan dan membubarkan

b) Setelah berhenti tidak boleh gerak dulu. barisan.

2) Untuk merapikan barisan setelah berhenti, perlu


Pada pokoknya gerakan berjalan ini sasarannya adalah melatih
dilencang kanankan atau dilencang depankan.
kelompok/barisan agar terbentuk kekompakan dan kerjasama
g. Bubar Jalan
yang harmonis. Dalam suatu barisan bila terlihat salah seorang
Untuk membubarkan barisan secara tertib diberikan aba-
menyimpang dari aba-aba yang diberikan,. Akibatnya akan jelas
aba "bubar ... jalan", langsung melakukan gerakan-
memporak-porandakan barisan itu, misalnya pada waktu
gerakan:
diberikan aba-aba hadap kanan, maju jalan, maka barisan
1) Memberikan penghormatan barisan secara serentak.
utamanya pada gerakan berjalan setiap orang perorang
2) Begitu selesai dibalas dengan yang membubarkan memusatkan perhatian kepada aba-aba yang diberikan dan dapat
langsung tangan diturunkan dan otomatis balik kanan dilaksanakan serempak, sehingga tercipta kebersamaan.
Modul Diklat Prajabatan Golongan III 39

BAB IV disiplin yang tinggi dan fisik yang bugar dan tegar, sehingga

TATA UPACARA SIPIL tercermin suatu kekhidmatan dari upcara itu. Berbagai macam
upacara yang kita ketahui, secara garis besar dikenal upacara
umum yang biasanya dilaksanakan di lapangan dan upacara
A. Pengertian Tata Upacara Sipil khusus biasanya di dalam ruangan.

Tata Upacara Sipil (TUS) ini adalah bagian dari pembinaan


Aturan untuk melaksanakan upacara dalam acara kenegaraan
disiplin. Pembinaan ini dilakukan secara terus menerus selama
atau acara resmi mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 62
mengikuti Diklat Prajabatan, dengan semua kegiatan dilakukan
tahun 1990. Dalam pelaksanaan aturan tersebut merupakan
serba tertib yakni tertib di ruang kelas, tertib di ruang tidur,
Pedoman Umum Tata Upacara Sipil yang memuat sebagai
tertib di ruang makan, tertib di lapangan, tertib pengaturan dan
perencana dan pelaksanaan upacara untuk menjawab apa, siapa
penggunaan waktu (tepat waktu) dan kegiatan-kegiatan lain
yang harus berbuat apa, dimana dan bilamana tata cara nya serta
yang tertib dan teratur. Suatu kehidupan yang serba tertib akan
bentuk dan jenisnya. Sedangkan Pedoman Umum pelaksanaan
melahirkan suatu disiplin yang prima.
upacara meliputi kelengkapan dan perlengkapan upacara,
langkah-langkah persiapan, petunjuk pelaksanaan dan susunan
Upacara dilakukan secara tertib dan teratur menurut urut-urutan
acaranya.
acara yang telah dilakukan dengan gerakan-gerakan dan
langkah-langkah kaki yang sera-gam dan serentak sesuai
Pada dasarnya upacara umum di lapangan jumlah pesertanya
gerakan/langkah yang ditentu kan dalam Peraturan Baris
lebih banyak, sedangkan upacara khusus diruangan pesertanya
Berbaris (PBB).
lebih sedikit.

Maka kepada peserta sebelum mendapatkan pelajaran TUS ini


harus betul-betul memahami dan menguasai serta mampu B. Manfaat
melakukan ketentuan yang berlaku pada PBB. Karena upacara Tata Upacara Sipil berguna bagi peserta Diklat Prajabatan
yang berdasarkan PBB itu membutuhkan mental yang kuat, Golongan III, terutama dapat dimanfaatkan di tempat tugas

38
40 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 41

masing-masing sebagai penanggung jawab upacara sebagai E. Tugas-Tugas Pejabat Upacara


pembina upacara, pemimpin upacara, upacara tertentu dan 1. Ketua panitia pelaksana upacara/penanggung jawab upacara;
pelaporan kesiapan mulai belajar atau selesai mengikuti a. Sebagai penangung jawab terlaksananya upacara dengan
pelajaran setiap hari kepada Widyaiswara di kelas. tertib dan khidmat;
b. Menyiapkan dan menyusun tata urutan acara upacara;
C. Pengertian Upacara Umum c. Menyiapkan sarana dan prasarana upacara (lapangan
Upacara umum adalah suatu kegiatan upacara secara umum di upacara, perlengkapan upacara dan lain-lain);
lapangan yang urut-urutan acaranya telah ditentukan d. Menyiapkan petugas pengerek bendera dan dilatih terlebih
diinstansi/perkantoran resmi pemerintah, misalnya upacara dahulu;
peringatan Hari Ulang Tahun Instansi, Kemerdekaan Republik e. Menyiapkan petugas pembaca/pengucap Pembukaan
Indonesia, upacara peringatan hari-hari besar nasional, upacara UUD Tahun 1945 dan Panca Prasetya KORPRI (kalau
serah terima jabatan yang disaksikan pegawai dan pejabat di ada),
instansi masing masing, upacara pembukaan dan penutupan f. Menunjuk dan menyiapkan pembawa acara;
pendidikan dan berbagai upacara lainnya. g. Menghubungi dan berkoordinasi dengan pemimpin
upacara;
h. Sebelum pembina upacara memasuki lapangan upacara,
D. Pejabat-Pejabat Dalam Upacara
ketua panitia pelaksana upacara/penanggung jawab
Mengingat upacara umum cakupannya cukup luas di lapangan upacara memberitahukan kepada pembina upacara hal-hal
perlu ditentukan pejabat-pejabatnya, antara lain: yang penting dalam upacara sekaligus memberitahukan
1. Ketua panitia pelaksana upacara/penanggung jawab bahwa upacara siap dimulai;
upacara; i. Baik buruknya pelaksanaan upacara adalah menjadi
2. Pemimpin upacara; tanggung jawab ketua panitia pelaksana
3. Pembina Upacara; upacara/penangung jawab upacara.
42 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 43

2. Pemimpin upacara; f. Selanjutnya secara otomatis menyiapkan kembali barisan


a. Menerima laporan dari pemimpin kelompok/barisan upacara setelah pembina upacara selesai menyampaikan
upacara dan mengambil alih pimpinan seluruh barisan amanatnya dengan aba-aba "siap ... gerak";
pesrta upacara serta menyiapkan kerapihan g. Menyampaikan laporan kepada pembina upacara bahwa
kelompok/barisan upacara (jarak antar barisan yang satu upacara selesai dengan mengucapkan kata-kata "Upacara
dengan yang lain diatur sedemikian rupa sehingga terlihat telah selesai dilaksanakan, laporan selesai";
rapi/teratur dan seimbang); h. Memimpin penghormatan umum kepada pembina upacara
b. Memimpin penghormatan umum kepada pembina upacara dengan aba-aba "kepada pembina upacara hormat ...
dengan aba-aba "kepada pembina upacara hormat ... gerak";
gerak" (peserta upacara sudah disiapkan); i. Membubarkan barisan peserta upacara.
c. Menyampaikan laporan, kepada pembina upacara bahwa
3. Pembina Upacara
upacara siap dimulai, dengan mengucapkan kata-kata
a. Memahami dan menguasai tata urutan acara upacara;
sebagai berikut: "Lapor upacara (sebut upacara apa) ...
b. Menerima laporan kesiapan upacara dari penanggung
siap dimulai"
jawab upacara sebelum memasuki lapangan upacara;
d. Memimpin penghormatan kepada bendera Merah Putih
c. Menerima dan membalas penghormatan umum dari
dengan aba-aba: "kepada Sang Merah Putih hormat ...
peserta upacara;
gerak" selanjutnya setelah bendera sampai di
d. Memimpin mengheningkan cipta;
puncak/ditempatnya lalu memberikan aba-aba "tegak ... e. Memerintahkan kepada pemimpin upacara untuk
gerak"; mengistirahatkan atau membubarkan peserta upacara;
e. Pada waktu pembina upacara akan menyampaikan amanat f. Menerima laporan dari penanggung jawab upacara bahwa
maka pemimpin upacara mengistirahatkan barisan upacara telah selesai.
upacara (kalau diminta), dengan aba-aba "untuk perhatian
istirahat di tempat ... gerak";
44 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 45

F. Tata Urutan Upacara Umum kata "Lapor, upacara ... (jelaskan upacara apa) siap
dimulai":
Kegiatan upacara umum di lapangan terdiri dari persiapan
b. Pembawa acara mulai membacakan acara upacara bahwa
upacara dan pelaksanaan upacara, sebagai contoh pelaksanaan
upacara segera dimulai, pembina upacara memasuki
upacara penaikan bendera.
lapangan upacara dan barisan disiapkan;
c. Pemimpin upacara menyiapkan barisan upacara dengan
1. Persiapan Upacara aba-aba “Siap … gerak”.
a. Seluruh peserta upacara diatur dalam kelompok/barisan, d. Pembina upacara memasuki lapangan upacara yang
15 menit sebelum pelaksanaan upacara dimulai, masing- diantar oleh penanggungjawab upacara (biasanya
masing kelompok/barisan meluruskan barisannya; pembina upacara didampingi oleh ajudan untuk
b. Petugas upacara seperti pengerek bendera, membawakan map teks amanat/sambutan);
pembaca/pengucap Pembukaan UUD tahun 1945 dan e. Penghormatan umum kepada pembina upacara yang
Panca Prasetya KORPRI serta pembawa acara telah dipimpin oleh pemimpin upacara dengan aba-aba
menempati tempat yang telah ditentukan; “Kepada pembina upacara, hormat … gerak”. Setelah
c. Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara; dibalas oleh pembina upacara sampaikan aba-aba “Tegak
d. Pemimpin upacara mengambil alih pimpinan seluruh … gerak”.
barisan peserta upacara; f. Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara
e. Pemimpin upacara merapikan/menyempurnakan susunan bahwa upacara siap dimulai, pelaksanaannya adalah :
barisan peserta upacara; 2) Pemimpin upacara maju menghadap Pembina
f. Pembawa acara membacakan urut-urutan upacara. upacara dan langsung menyampaikan laporan dengan
aba-aba “Lapor, upacara (sebutkan upacara apa) siap
2. Pelaksanaan Upacara dimulai”.
a. Penanggung jawab upacara lapor kepada Pembina 3) Setelah dijawab oleh Pembina upacara dengan kata-
upacara bahwa upacara siap dimulai, di luar lapangan kata “Lanjutkan/kembali ketempat”, maka pemimpin
upacara (biasanya dilakukan di ruang VIP) dengan kata- upacara kembali menjawab : Kerjakan/laksanakan”.
46 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 47

Selanjutnya kembali balik kanan dan kembali upcara menundukkan kepala beberapa detik) setelah itu
ketempat semula. pembina upacara mengucap kan "Selesai" dan seluruh
g. Persiapan Penaikan Bendera peserta upacara secara serentak kembali menegakkan
1) Petugas pengerek bendera (biasanya 3 (tiga) orang) kepala;
membawa bendera mendekati tiang bendera; j. Pembacaan teks Pancasila. Pelaksanaannya, ajudan
2) Setelah sampai di tiang bendera, masing-masing menyampaikan teks Pancasila kepada pembina upacara
bertugas: satu memegang bendera, satu mengikat dan langsung dibaca satu persatu serta diikuti oleh
bendera pada tali yang ada di tiang bendera dan satu peserta upacara;
lagi memegang tali dan menaikkan bendera; k. Pembacaan/pengucapan Pembukaan UUD tahun 1945
3) Setelah bendera diikat dan dikembangkan, maka salah dan Panca Prasetya KORPRI,. Pelaksanaannya adalah:
seorang melaporkan bahwa bendera siap untuk 1) Para pembaca/pengucap maju menghadap pembina
dinaikkan, bunyi laporan "Bendera ... siap"; upacara (3 atau 4 langkah di muka pembina upacara)
h. Penghormatan kepada Bendera Merah Putih di pim pin dan laporan dengan katakata "Lapor
oleh pemimpin upacara (ada kalanya dipimpin oleh pembaca/pengucap Pembukaan UUD tahun 1945 dan
pembina upacara). Pelaksanaan dilakukan, begitu Panca Prasetya KORPRI ... siap";
mendengar laporan dari petugas pengerek bendera bahwa 2) Setelah dijawab oleh pembina upacara
bendera siap, langsung pemimpin upacara memberikan "Kerjakan/laksanakan", langsung masing-masing
aba-aba "Kepada Sang Merah Putih, hormat ... gerak", membacakan/mengucapkan yang di muiai dari
(seluruh peserta upacara melakukan penghormatan). Pembukaan UUD tahun 1945.
Setelah bendera sampai ke puncak tiang bendera, 3) Setelah selesai membacakan/mengucapkan, kembali
pemimpin upacara memberikan aba-aba "Tegak ... gerak melapor kepada pembina upacara bahwa
(Penghormatan selesai); pembacaan/pengucapan sudah dilaksanakan dengan
i. Mengheningkan cipta dipimpin oleh pembina upacara. kata-kata "Pembacaan “pengucapan Pembukaan UUD
Pelaksanaannya pembina upacara menyampaikan kata- tahun 1945 dan Panca Prasetya KORPRI telah
kata "Mengheningkan cipta ... dimulai" (semua peserta dilaksanakan, laporan selesai";
48 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 49

4) Setelah pembacaan/pengucapan selesai melaporkan, m. Pembacaan Do'a (bila ada)


dijawab oleh pembina upacara "Kembali ketempat" Pelaksanaannya adalah petugas yang membaca do'a
dan dijawab lagi oleh pembaca/pengucap (sebelumnya sudah berdiri dekat dengan pembawa acara)
"laksanakan", maka pembaca/pengucap langsung balik langsung memimpin membacakan do'a,
kanan dan berjalan menuju ketempat semula; n. Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara
l. Amanat Pembina Upacara tentang selesainya upacara.
1) Pelaksanaannya ajudan memberikan teks amanat atau Pelaksanaannya adalah:
pembina upacara akan menyampaikan amanat tanpa 1) Pemimpin upacara maju menghadap pembina upacara
teks, selanjutnya pembina upacara mengistruksikan (3 atau 4 langkah) dan langsung menyampaikan
kepada pemimpin upacara mengistirahatkan barisan laporan dengan kata-kata "Upacara telah dilaksanakan,
upacara dengan kata-kata "Peserta upacara laporan selesai";
diistirahatkan"; 2) Setelah dijawab oleh pembina upacara dengan kata-
2) Begitu mendengar instruksi diistirahatkan, maka kata "Bubarkan", dan dijawab lagi oleh pemimpin
pemimpin upacara langsung menyampaikan aba-aba upacara dengan kata "Kerjakan/laksanakan", maka
untuk mengistirahatkan barisan upacara dengan kata- pemimpin upacara balik kanan kembali ke tempat
kata "Istirahat ditempat ... gerak"; semula"
3) Pembina upacara membacakan atau menyampai kan o. Penghormatan umum kepada pembina upacara yang
amanatnya. dipimpin oleh pemimpin upacara dengan abaaba
4) Begitu pembina upacara selesai menyampaikan "Kepada pembina upacara, hormat ... gerak". Setelah
amanatnya, maka pemimpin upacara langsung penghormatan dibatas oleh pembina upacara maka
menyiapkan kembali barisan upacara dengan aba-aba pemimpin upacara mengucapkan aba-aba "Tegak ...
"Siap ... gerak". gerak".
p. Upacara Selesai
Pembina upacara berkenan meninggalkan lapangan
upacara, setanjutnya di luar lapangan upacara, pembina
50 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 51

upacara disambut oleh penanggung jawab upacara dan personil dari suatu instansi perkantoran atau lembaga pendidikan
menerima laporan bahwa upacara telah dilaksanakan yang dilaksanakan secara terus-menerus (rutin). Apel yang biasa
dengan kata-kata laporan "Upacara telah dilaksanakan dilakukan adalah apel pagi (masuk kerja/belajar) dan apel siang
laporan selesai". (selesai kerja/belajar) yang pada umumnya dilaksanakan
dilapangan dengan tertib dan khidmat serta sungguh-sungguh.

G. Pengertian Upacara Khusus


1. Tata Cara Apel
Upacara khusus adalah suatu kegiatan upacara secara khusus a. Barisan dipimpin dan disiapkan oleh seorang dari
yang tidak memerlukan pejabat-pejabat upacara dan susunan barisan itu (biasanya yang tertua atau ditunjuk). Setelah
acara upacara secara lengkap seperti upacara umum. Banyak diluruskan dan dirapihkan, selanjutnya berdiri
sekali macam-macam Upacara khusus yang kita ketahui antara disamping kanan barisan (menurut ketentuan PBB);
lain laporan serah terima jabatan, laporan kenaikan pangkat, b. Setelah penerimaan apel berdiri ditengah berhadapan
penyumpahan jabatan. Kegiatan apel (pagi/siang), kegiatan dengan barisan apel dan penerima apel mengucapkan
pelaporan belajar dan selesai belajar di kelas dan lain "Apel pagi/siang ... dimulai", maka pemimpin barisan
sebagainya. Pada umumnya kegiatan upacara diadakan didalam langsung menyampaikan penghormatan umum dengan
ruangan. Dalam uraian selanjutnya yang banyak kaitannya aba-aba "Kepada penerima apel (atau disebut jabatannya
dengan kegiatan Diklat Prajabatan akan dijelaskan pelaksanaan dan diucapkan oleh pemimpin yang paling kanan),
kegiatan apel dan kegiatan pelapor. kesiapan belajar dan atau hormat ... gerak" , dan selanjutnya pemimpin barisan
selesai belajar kepada Widyaiswara di kelas. bersama-sama dengan seluruh peserta apel memberikan
penghormatan;
H. Pelaksanaan Kegiatan Apel c. Setelah penghormatan dibalas oleh penerima apel,
langsung pemimpin barisan menyampaikan aba-aba lagi
Pelaksanaan kegiatan apel sangat diperlukan baik ditempat
(diucapkan oleh pemimpin barisan) "Tegak ... gerak",
pekerjaan maupun di lingkungan Diklat. Apel adalah suatu
dan seluruh peserta apel serentak secara menghentikan
kegiatan berkumpul untuk mengetahui kehadiran dan kondisi
penghormatan bersama-sama dengan pemimpin barisan;
52 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 53

d. Pemimpin barisan, maju menghadap 2 atau 3 langkah penghormatan, maka sampaikan lagi penghormatan
dimuka penerima apel selanjutnya langsung melapor umum yang kegiatan dan aba-abanya seperti pada point
situasi apel dengan kata-kata "Lapor, apel pagi/siang b.
(disebutkan kelompok apa) jumlah ..., kurang ...,
keterangan kurang ..., siap"; 2. Manfaat apel
e. Setelah diterima laporan oleh penerima apel maka a. Dapat selalu mengikuti perkembangan situasi dan kondisi
penerima apel mengucapkan kata-kata, "Kembali serta kesiapan personil yang dipimpinnya;
ketempat" dan diulangi oleh pelapor "Kembali ketempat b. Pada saat apel dapat disampaikan perhatian, instruksi dan
atau kerjakan", selanjutnya langsung balik kanan pengumuman-pengumuman;
kembali menuju ketempat semula (disamping barisan); c. Menjalin rasa persaudaraan senasib sepenangungan,
f. Selanjutnya kalau ada instruksi atau pengumuman yang senasib seperjuangan dan meningkatkan persatuan dan
akan disampaikan oleh penerima apel maka penerima kesatuan dilingkungan pekerjaan/pendidikan;
apel langsung mengistirahatkan barisan dengan kata- d. Memupuk rasa kebersamaan dan kesetiakawanan;
kata "Istirahat ditempat ... gerak", lalu menyampaikan e. Meningkatkan pembinaan disiplin.
instruksi atau pengumuman, setelah selesai kembali
disiapkan dengan aba-aba "Siap ... gerak";
g. Terakhir penerima apel menyampaikan kata-kata "Apel I. Tata Cara Kegiatan Laporan di kelas
Pelaporan kesiapan belajar di kelas kepada Widyaiswara
pagi/siang selesai, tanpa penghormatan barisan dapat
merupakan suatu upacara kecil/khusus di kelas yang harus
dibubarkan, kerjakan", langsung di ulangi oleh
dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan khidmat.
pemimpin barisan dengan kata "Kerjakan", dan langsung
pemimpin barisan me nyampaikan penghormatan 1. Laporan kesiapan mulai belajar

perorangan selanjutnya penerima apel otomatis balik a. Setelah Widyaiswara memasuki ruang kelas dan berdiri

kanan, sesudah itu pemimpin barisan membubarkan dimuka kelas, maka petugas piket atau petugas yang ditunjuk

barisannya; untuk memimpin kelas menyiapkan kelas dengan aba-aba

h. Bila pemimpin apel tidak mengatakan tanpa "Duduk siap ... gerak".
54 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 55

b. Selanjutnya maju 2 atau 3 langkah menghadap Widyaiswara e. Petugas piket/Ketua kelas mengistirahatkan kelasnya dengan
langsung menyampaikan penghormatan (mengangkat tangan aba-aba "Duduk istirahat gerak".
atau mengangguk), setelah dibalas kembali kesikap sempurna
dan menyampai kan laporan dengan urut-urutan sebagai 2. Laporan selesai belajar
berikut: a. Setelah Widyaiswara mengatakan pelajaran selesai maka
1) Lapor; petugas piket atau petugas yang ditunjuk untuk memimpin
2) Peserta Diklat Prajab Golongan III (Departemen/Instansi) kelas, menyiapkan kelas dengan aba-aba "Duduk siap ...
angkatan ... gerak"
3) Jumlah ... b. Selanjutnya maju 2 atau 3 Iangkah menghadap
4) Kurang ... Widyaiswara tanpa penghormatan melaporkan dengan
5) Hadir ... kata-kata "Telah menerima pelajaran/pembekalan
6) Keterangan kurang ... (disebutkan pelajaran apa), laporan selesai"
7) Siap menerima pelajaran/pembekalan (disebutkan c. Sesudah itu Widyaiswara memerintahkan "Bubarkan" dan
pelajaran apa). diulangi oleh pelapor "Bubarkan/ kerjakan".
c. Sesudah itu Widyaiswara menyampaikan kata-kata d. Petugas piket atau Ketua kelas menyampaikan
"Istirahat" dan diulangi oleh pelapor "Istirahat/ kerjakan". penghormatan kepada Widyaiswara setelah dibalas
d. Tanpa penghormatan langsung balik kanan dan menghadap kembali kesikap sempurna dan langsung balik kanan dan
peserta dan selanjutnya langsung memimpin do'a dengan menghadap kepada peserta bergeser 2 atau 3 Iangkah
menyampaikan kata-kata "Untuk mengawali pelajaran kita kekanan/kiri dan selanjutnya lang-sung memimpin do'a
pagi/siang/sore/ malam ini, marilah kita berdo'a sesuai dengan menyampaikan kata-kata "Untuk mengakhiri,
dengan agama dan kepercayaan masing-masing, berdo'a ... marilah kita berdo'a sesuai dengan agama dan
mulai". Selanjutnya semua menundukkan kepala beberapa kepercayaan masing-masing, berdo'a ... mulai".
detik dan disudahi dengan kata-kata "Selesai", kembali ke
sikap sempurna.
56 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 57

Selanjutnya semua menundukkan kepala beberapa detik membiasakan diri untuk melaksanakan pekerjaan agar selalu
dan" disudahi dengan kata-kata "Selesai", kembali ke tertib, teratur dan sempurna.
sikap sempurna.
e. Petugas piket/Ketua kelas mengistirahatkan kelasnya Banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan-
dengan aba-aba "Duduk istirahat ... gerak". kegiatan ini, terutama sekali menghasilkan disiplin yang tinggi
dan prima.
Catatan:
Penghormatan dalam suatu kegiatan pelaporan belajar di
kelas hanya dilakukan dua kali, pertama pada waktu mulai
belajar, dan kedua pada waktu selesai belajar.

J. Latihan
1. Sebutkan dasar peraturan Tata Upacara Sipil!
2. Sebutkan Tata Upacara Sipil yang .telah dilakukan pada
Instansi Saudara!
3. Siapa saja yang terlibat pada Tata Upacara?
4. Sebutkan Tata urutan upacara!
5. Apa perbedaan Tata Upacara Umum dan Khusus?

K. Rangkuman

Kegiatan apel maupun kegiatan pelaporan kesiapan belajar dan


selesai belajar di kelas yang dilakukan Instansi perkantoran atau
lembaga pendidikan secara terus-menerus (rutin) akan dapat
Modul Diklat Prajabatan Golongan III 59

BAB V
KESEHATAN MENTAL Dari berbagai pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa
mental merupakan cara berpikir dan berperasaan berdasarkan
atas nurani yang tercermin pada perilaku seseorang.
A. PENGERTIAN
2. Pengertian Kesehatan Mental
Manusia merupakan kesatuan jiwa dan raga. Akal merupakan
Dr. Zakiah Darajat (1996) memberikan beberapa pengertian
asset manusia yang sangat berharga yang membedakan manusia
mengenai kesehatan mental, sebagai berikut:
dengan makhluk lainnya. Manusia adalah makhluk individual,
a. Terhindarnya seseorang dari gejala-gejala gangguan jiwa
makhluk sosial dan sekaligus makhluk berketuhanan.
("neuroses") dan dari gejala-gejala penyakit jiwa
("psychoses");
Manusia dalam hal ini PNS adalah salah satu aset organisasi
b. Kemampuan untuk menyesuaikan diri sendiri, dengan
yang paling berharga, aset yang mengelola dan dikelola, untuk
orang lain dan masyarakat serta lingkungan dimana ia
itu perlu dibina.
hidup;
c. Pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk
Pembinaan kesehatan mental PNS merupakan suatu kegiatan
mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi, bakat
yang dipandang dapat dilakukan melalui Diklat dan penyuluhan.
dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin sehingga
membaur kepada kebahagiaan diri dan orang lain, serta
1. Pengertian Mental
terhindar dari gangguan-gangguan dan penyakit jiwa;
Menurut Webster Dictionary, mental adalah "way of
d. Terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara
thinking", berkenaan dengan pikiran/gangguan
fungsi-fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk
saraf/kejiwaan.
menghadapi problem-problem yang biasa terjadi, dan
Menurut Kamus Purwodarminto, mental merupakan "way of
merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan
sense".
dirinya.

58
60 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 61

B. Manfaat Pembinaan Kesehatan Mental Misalnya: pendidikan agama (keyakinan), status sosial,
Pembinaan kesehatan mental bagi peserta Diklat dimaksudkan hukum, budaya dan sistem pemerintahan.
agar peserta Diklat bermental baik (bermoral, jujur, terpercaya, Lingkungan keluarga, masyarakat dan pekerjaan juga
bertanggungjawab dan disiplin) dalam melaksanakan tugasnya, dapat mempengaruhi kesehatan mental baik secara positif
dan sekaligus dapat menjadi teladan bagi lingkungannya. maupun negatif.

Contoh positif: jika dalam keluarga terbiasa hidup teratur,


C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dan Ciri- maka dalam bekerja sehari-hari juga akan cenderung
Ciri Mental Sehat
disiplin. Sebaliknya, kebiasaan berbohong di rumah dapat
1. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Mental Sehat mengarah keperbuatan korupsi di kantor.
a. Internal
1) Faktor internal adalah yang berasal dari dalam diri
2. Ciri-Ciri Mental Sehat
seseorang, misalnya: sifat pemarah, halus, talenta di
Menurut pemahaman dari pakar agama, orang yang
bidang kesenian, dan sebagainya;
bermental sehat adalah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
2) Faktor keturunan juga cenderung memegang peran
a. Jujur (sidik), yaitu orang yang setia, ikhlas, ber-
terhadap mental seseorang, misalnya: intelektualitas,
tanggungjawab, terbuka dan tulus;
emosi dan potensi.
b. Terpercaya (amanah), yaitu orang yang dapat dipercaya
Contoh intelektualitas: mampu menyelesaikan masalah
baik dalam bersikap, berbicara maupun dalam berbuat,
dengan bijak.
jadi tidak munafik;
b. Eksternal
c. Adil, yaitu orang yang bisa melihat dan menempatkan
Yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah faktor-
permasalahan secara proporsional, obyektif, tidak pilih
faktor yang ada di luar diri manusia dan dapat
kasih;
mempengaruhi mental (cara berpikir dan cara berperasaan
d. Konsisten (istiqomah), yaitu orang taat azas, berprinsip,
berdasarkan hati nuraninya).
sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh
62 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 63

lingkungan; g. Menghargai waktu, yaitu perilaku yang menunjukkan


e. Dapat bekerjasama, yaitu orang yang dengan mudah pentingnya memanfaatkan waktu secara optimal untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan. kegiatan-kegiatan yang positif.

Dari berbagai sumber selain ciri-ciri sebagaimana telah


D. Mental Produktif
dikemukakan, masih dapat dikemukakan beberapa ciri
mental sehat yang juga merupakan cerminan dari sifat-sifat Cara berpikir dan berperan yang didasarkan kepada hati nurani
berbudi pekerti luhur (Sedyawati, dkk. 1997) sebagai berikut: untuk selalu berbuat sesuatu yang besar atau lebih dan
a. Beriman dan bertaqwa, yaitu perilaku yang menunjukkan bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain dan masyarakat.
adanya rasa percaya dan yakin disertai kepatuhan dan Ciri-ciri sifat mental produktif:
ketaatan dalam melaksanakan perintah dan menjauhi 1. Produktif. sikap perilaku yang berhasilguna, yang dihasilkan
larangan-Nya; lebih besar dari apa yang telah dikeluarkan:
b. Bertanggungjawab, yaitu perilaku yang konsekuen, 2. Berinisiatif. sikap dan perilaku yang penuh prakarsa, berbuat
konsisten dan berani menanggung segala resiko atas apa dan berpikir tanpa disuruh, mengembangkan kemampuan
yang dilakukannya; imajinasi;
c. Berpikir positif, yaitu perilaku yang rasional, kritis, bijak, 3. Bekerja keras: sikap dan perilaku yang suka berbuat hal-hal
obyektif dan optimis; yang positif, tidak suka berpangku tangan, dan tidak merasa
d. Sikap hormat dan sopan santun, menghargai orang lain, cepat puas;
dan berperilaku tertib sesuai adat istiadat atau norma- 4. Bersemangat: sikap dan perilaku yang dalam melakukan
norma yang berlaku dalam masyarakat; sesuatu tidak gampang menyerah;
e. Dewasa, yaitu perilaku yang wajar, terkendali, tidak 5. Berpikir jauh ke depan: bersikap dan berperilaku untuk
kekanak-kanakan; jangka waktu panjang yang lebih baik;
6. Menghargai waktu: sikap dan perilaku yang mampu
f. Disiplin, yaitu perilaku yang menunjukkan pola hidup
memanfaatkan waktu secara effisien dan efektif sehingga
tertib, teratur dan taat pada aturan/tatanan;
64 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 65

melahirkan karya yang optimal; mental yang tidak sehat menyebabkan badan tidak sehat. Hal ini
7. Tekun: sikap dan perilaku yang menunjukkan kesanggupan disebut psikomatis, yaitu gangguan fisik yang disebabkan
dan semangat yang tinggi, dengan daya tahan yang cukup adanya gangguan mental, khususnya emosi. Contoh gejala-
untuk mewujudkan sesuatu. gejala penyakit yang disebabkan oleh tekanan hidup yang
mengganggu ketenangan pikiran/batin antara lain adalah tekanan
darah tinggi, darah rendah, maag, sesak napas, eksim, enoreksia,
E. Mental Masyarakat Modern migraine, diare dan gemetar.
1. Memiliki sifat pribadi yang terbuka;
2. Memiliki dan mengembangkan sikap untuk selalu siap G. Cara-Cara Mengatasi Gangguan Mental
berusaha; 1. Beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatasi
3. Menghargai perpedaan pendapat dalam banyak hal; gangguan mental, antara lain adalah sebagai berikut:
4. Memanfaatkan waktu secara tepat; a. Berusaha memahami hakekat manusia yang mempunyai
5. Selalu memperkaya diri dengan berbagai informasi dan pembawaan dan pengalaman yang berbeda-beda dengan
pengetahuan; segala kelebihan dan kekurangannya. Termasuk
6. Menghagai keberadaan diri orang lain sebagaimana adanya; memahami diri sendiri yang bisa dilakukan melalui
7. Memiliki dan mampu mengembangkan sikap percaya diri; introspeksi atau umpan balik;
8. Menghargai pentingnya pendidikan sebagai wahana b. Konsultasi pada orang yang dianggap bisa memahami
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; membantu mengatasi masalahnya;
9. Menghargai prinsip-prinsip demokrasi dalam berkarya. c. Mencurahkan isi hatinya kepada orang lain yang
dipercaya;

F. Pengaruh Timbal Balik Antara Kondisi Mental d. Berpikir positif, dengan memandang segala sesuatu dari
Dan Fisik aspek positif/hikmahnya;
Kita mengenal istilah dalam badan yang sehat terdapat mental e. Realistis yaitu dengan menerima kenyataan/fakta secara
yang sehat. Padahal seringkali terjadi hal yang sebaliknya, rasional;
66 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 67

f. Berusaha untuk menyesuaikan diri yang bisa dilakukan terhadap perubahan yang terjadi pada dirinya maupun
secara: terhadap lingkungannya dikenal dengan istilah stress.
1) Alloplasties yaitu dengan mengubah sikap perilaku diri Sehubungan dengan hal tersebut Hans Selye (1976) dalam
sendiri agar sesuai dengan situasi dan kondisi "The Stress Life" menuliskan beberapa cara untuk
lingkungan, jika diri sendiri tidak mungkin/mampu mengatasi stress, yaitu:
mengubah situasi dan kondisi lingkungan; a. Ubah lingkungan kerja dan lingkungan sosial;
2) Geneplasties yaitu dengan mengadakan perubahan b. Pelajari emosi yang dilahirkan oleh persepsi dan opini
pada diri sendiri dan pada lingkungan, sepanjang hal anda;
tersebut memungkinkan; c. Berusaha untuk rileks, tenang dalam menghadapi tugas

3) Autoplasties yaitu mengubah situasi dan kondisi maupun masalah;

lingkungan sesuai dengan yang kita harapkan, d. Pelihara fisik anda dengan gizi yang memadai dan

sepanjang hal tersebut memungkinkan, baik secara berolahraga yang teratur;

kemampuan, kemauan, kewenangan maupun peluang, e. Penuhi kebutuhan rohani dengan berdo'a, laksanakan

sehingga seseorang akan merasa lebih baik, senang, ajaran dengan sebaik-baiknya sesuai dengan keyakinan.

nyaman dan bahagia. 3. Gangguan mental dapat diobati secara informal seperti
g. Melakukan rekreasi dan olah raga ringan agar secara fisik masuk perkumpulan sosial, berliburan, mendiskusikan

maupun mental seseorang merasa lebih segar dan enak; sesuatu dengan orang terdekat, makan di luar atau pergi

h. Melakukan relaksasi misalnya dengan program latihan menyaksikan atraksi yang menarik.

relaksasi, massage, rekreasi, dan sebagainya yang akan Pengobatan informal ini dapat berupa partisipasi dalam

membuat seseorang merasa lebih tenang; kegiatan-kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesehatan

i. Berdo'a dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, mental dan fisik secara keseluruhan, dan didukung oleh

sehingga seseorang akan merasa tenang, tentram dan filsafat atau ideologi tertentu mengenai bagaimana seseorang

damai. harus hidup.

2. Ketidakmampuan seseorang untuk menyesuaikan diri


68 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 69

Contoh: berbagai kelenjar akibat keracunan, narkoba, dan sebagainya.


Mengikuti latihan pengembangan diri, latihan yoga atau Faktor lingkungan yang tidak sesuai seperti iklim kerja, gaya
orhiba (olahraga hidup baru), mendalami ajaran agama, ikut kepemimpinan dan kebijaksanaan pemerintah, juga dapat
dalam kelompok arisan yang disenangi, secara teratur merupakan faktor penyebab gangguan mental.
mengikuti pengajian dan sebagainya.
Antara kondisi mental dan kondisi fisik seseorang ada hubungan
Pengobatan formal menyangkut segala bentuk terapi, saling pengaruh. Adapun gangguan mental perilaku penderita
perawatan medis atau lainnya yang dilakukan sematamata tetap saja dapat merupakan orang/pihak lain sehingga dilakukan
untuk meringankan masalah-masalah mental. Kegiatan ini tindakan penangan an secara proposional.
meliputi berbagai bentuk kegiatan psikoanalisis, terapi
tingkah laku, terapi umum atau konseling professional Untuk membangun kualitas mental agar tetap sehat bisa
lainnya. dilakukan dengan beberapa cara, antara lain: melalui
pemahaman terhadap hakekat manusia (diri sendiri dan orang
lain), usaha penyesuaian diri, rekreasi dan latihan fisik secara
H. Rangkuman
ringan, relaksasi dan berserah diri kepada Tuhan.
Kesehatan mental seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor
internal dan eksternal. I. Latihan
Jawablah pertanyaan di bawah ini:
Adapun ciri mental sehat antara lain adalah: jujur, terpercaya, 1. Jelaskan pengertian mental!
adil, konsisten, dapat bekerjasama dengan orang lain, beriman, 2. Mengapa kesehatan mental perlu kita bina?
bertanggungjawab, dewasa dan disiplin.
3. Apa yang menyebabkan seseorang terganggu kesehatan
mentalnya ?
Gangguan mental dapat disebabkan oleh faktor kejiwaan seperti
4. Bagaimana ciri-ciri orang yang bermental sehat?
resa cemas, rendah diri dan stres, serta faktor fisik biologis
5. Bagaimana cara mengatasi gangguan mental?
seperti kerusakan pada sentral saraf, hilangnya kemampuan
70 Program Ko-Kurikuler

6. Apakah ada pengaruh timbal balik antara kondisi mental dan BAB VI
kondisi fisik? PENUTUP
7. Bagaimana sebenarnya mental masyarakat modern itu?

A. Test Sumatif
1. Apa yang dimaksud dengan Kesegaran jasmani?
2. Sebutkan komponen Kesegaran jasmani!
3. Sebutkan prosedur dan prinsip-prinsip latihan kesegaran
jasmani!
4. Apa yang dimaksud dengan Peraturan Baris Berbaris?
5. Dalam Baris Berbaris mengapa diperlukan gerakan ditempat
dan gerakan berjalan ? Coba Jelaskan!
6. Apa yang dimaksud dengan:
a. Upacara Umum;
b. Upacara Resmi;
c. Upacara Kenegaraan;
d. Khusus.
7. Dalam Tata Upacara Sipil ada beberapa pejabat yang
telibat, coba sebutkan dan jelaskan tugas-tugasnya!
8. Sebutkan tata urutan acara upacara umum!
9. Sebutkan manfa'at diadakannya apel!
10. Jelaskan pengertian Upacara Umum!
11. Upacara umum apa saja yang Saudara ketahui?
12. Sebutkan pejabat-pejabat dalam upacara?

71
72 Program Ko-Kurikuler

13. Sarana dan prasarana apa serta petugas-petugas apa saja yang DAFTAR PUSTAKA
harus disiapkan dalam upacara?
14. Kapan dilakukan penghormatan umum kepada Pembina PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN
Upacara? Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas
15. Sebutkan manfaat apel atau kegiatan pelaporan kesiapan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang
belajar dan selesai belajar! Pokok Pokok Kepegawaian;
16. Berapa kali penghormatan dilakukan dalam kegiatan Undang Undang Nomor 8 Tahun 1987 tentang Protokol;
pelaporan di kelas dan saat apa saja? Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 tentang Pelaksanaan
17. Sebutkan urut-urutan laporan mulai belajar! Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil;
18. Sebutkan pengertian mental menurut Dr. Zakiah Darajat! Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan
19. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi mental sehat! Disiplin Pegawai Negeri;
20. Bagaimana ciri-ciri mental produktif, sebutkan! Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan
21. Bagaimana ciri-ciri mental sehat, sebutkan! dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil;
22. Apa yang anda ketahui tentang mental masyarakat modern? Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengesahan
23. Apakah ada timbal balik antara kondisi mental dan fisik, Perubahan Anggaran Dasar Korps Pegawai
sebutkan? Republik Indonesia;
24. Bagaimana cara-cara mengatasi gangguan mental? Hasil Munas Korps Pegawai Republik Indonesia, Jakarta, Tahun
25. Hans Selye menulis beberapa cara untuk mengatasi stress, 1999, Jakarta;
sebutkan! Himpunan Peraturan Perundang-Undangan yang Menyangkut Segi-
Segi Keprotokolan, Sekretariat Negara Rumah
Tangga Kepresidenan, Jakarta 1993;
Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 1 Tahun
2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan
Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan I,
II dan Golongan III;
73
74 Program Ko-Kurikuler Modul Diklat Prajabatan Golongan III 75

Lembaga Administrasi Negara RI, Peraturan Penghormatan,


BUKU-BUKU Suratman dan Nuzuar Zainun, Bahan Diklat
Ananto, Purnomo, dkk (2000), Kesegaran Jasmani dan Prajabatan Golongan II dan III, Jakarta, 2001;
Kesehatan Mental, Jakarta, Lembaga Administrasi Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Program Ko-
Negara, Jakarta 2001; Kurikuler, Nasution Yuanita & Hendrajaya Hartoto,
Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan Pusar Bahan Diklat Prajabatan Golongan III, Jakarta 2001;
(1984), Kesehatan Keluarga Buku I, Departemen Mohammad, Kartono, Pertolongan Pertama, PT. Gramedia Pustaka
Kesehatan RI. 1984 Utama, Jakarta, 1996;
rd
Dick, F.W. (1997), Sport Training Principles (3 ed) Pedoman dan Modul Pelatihan Kesehatan Olah raga Bagi Pelatih
London, A&C Black; Olah raga Pelajar, Jakarta. Pusat Pengem bangan
Departemen Kesehatan, Pedoman Pengukuran Kesegaran Jasmani, Kualitas Jasmani, Depdiknas.
Jakarta, 1984; Presiden Council of Physical Fitness and Sport, Physical Fitness
Haryo Tilarso, Dr. DSKO. PACM, Program Olah raga dan Research Desert, Series 1 Nomor 1 Washington DC,
Kesegaran Jasmani Di Tempat Kerja, Jakarta; 1971,
Kusmana, Dede & Memet, Obih S. Petunjuk Pembinaan Kesehatan Pusat Kesegaran Jasmani dan Rekreasi, Departemen Pendidikan dan
Jantung dan Kesegaran Jasmani, Jakarta, 1981; Kebudayaan, Pola Hidup Sehat dan Segar, Jakarta,
Kusmana, Dede, Prof. Dr, dr. SpJP (K), FACC, Olahraga untuk 1997;
orang Sehat dan penderita Penyakit Jantung, Balai Pusat Pengkajian dan Pengembangan IPTEK Olah raga, Kantor
Penerbit FKUI, Jakarta, 2006. Menteri Negara Pemudadan Olah raga, Panduan
Kershaw, A.Lees, R. Johnson, G. & Taylor, M (1995) Senior teknis Tes dan Latihan Kesegaran Jasmani;
Personal Development, Health and Physical Selye, H. The Stress of Life, New York: Mc. Graw Hill, 1976;
Education, Roseville, NSW: Mc-GrawHill; Suharto, Dr. SpKO. DPH. Olah raga dan Kebugaran, Jakarta;
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Peraturan Baris- Tim Peneliti Laboratorium Gerak Kerja Jasmani (1993) Penelitian
Berbaris Suratman dan Nuzuar Zainun, Bahan Diklat Kesegaran Jasmani di PusDiklat Olah raga Pelajar
Prajabatan Golongan II dan III, Jakarta 2001;
76 Program Ko-Kurikuler

Tahun 1992/1993, Jakarta: Pusat Kesegaran Jasmani


dan Rekreasi, Departemen Pendidikan Nasional.
Zakiah Darajat, Dr. Kesehatan Mental, PT. Gunung Agung, Jakarta,
1996