Anda di halaman 1dari 38

https://tangerangkab.bps.go.id

COVER

https://tangerangkab.bps.go.id

https://tangerangkab.bps.go.id

https://tangerangkab.bps.go.id S T A T I S T I K KABUPATEN TANGERANG 2017 D A E
https://tangerangkab.bps.go.id S T A T I S T I K KABUPATEN TANGERANG 2017 D A E
https://tangerangkab.bps.go.id S T A T I S T I K KABUPATEN TANGERANG 2017 D A E
https://tangerangkab.bps.go.id S T A T I S T I K KABUPATEN TANGERANG 2017 D A E
https://tangerangkab.bps.go.id S T A T I S T I K KABUPATEN TANGERANG 2017 D A E
https://tangerangkab.bps.go.id S T A T I S T I K KABUPATEN TANGERANG 2017 D A E

S T A T I S T I K

KABUPATEN TANGERANG 2017

D A E R A H

https://tangerangkab.bps.go.id S T A T I S T I K KABUPATEN TANGERANG 2017 D A E
https://tangerangkab.bps.go.id S T A T I S T I K KABUPATEN TANGERANG 2017 D A E
https://tangerangkab.bps.go.id S T A T I S T I K KABUPATEN TANGERANG 2017 D A E
https://tangerangkab.bps.go.id S T A T I S T I K KABUPATEN TANGERANG 2017 D A E
https://tangerangkab.bps.go.id S T A T I S T I K KABUPATEN TANGERANG 2017 D A E
https://tangerangkab.bps.go.id S T A T I S T I K KABUPATEN TANGERANG 2017 D A E
https://tangerangkab.bps.go.id S T A T I S T I K KABUPATEN TANGERANG 2017 D A E
https://tangerangkab.bps.go.id S T A T I S T I K KABUPATEN TANGERANG 2017 D A E
https://tangerangkab.bps.go.id S T A T I S T I K KABUPATEN TANGERANG 2017 D A E
https://tangerangkab.bps.go.id S T A T I S T I K KABUPATEN TANGERANG 2017 D A E
https://tangerangkab.bps.go.id S T A T I S T I K KABUPATEN TANGERANG 2017 D A E
https://tangerangkab.bps.go.id S T A T I S T I K KABUPATEN TANGERANG 2017 D A E

https://tangerangkab.bps.go.id

https://tangerangkab.bps.go.id

STATISTIK DAERAH KABUPATEN TANGERANG

2017

ISSN : 2407 - 2028 Nomor Publikasi :

Katalog : 1101002.3603

Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman : 28 Halaman + V

Naskah :

Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

Penyunting :

Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

Gambar Kulit :

Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

Ilustrasi Kover :

Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta

Diterbitkan oleh :

© Badan Pusat Statistik Kabupaten Tangerang

Dicetak Oleh :

Badan Pusat Statistik Kabupaten Tangerang

Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan,

dan/atau menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk

tujuan komersil tanpa seizin tertulis dari Badan Pusat Statistik

https://tangerangkab.bps.go.id

https://tangerangkab.bps.go.id Kata Pengantar Publikasi Statistik Daerah Kabupaten Tangerang 2017 diterbitkan oleh BPS
https://tangerangkab.bps.go.id Kata Pengantar Publikasi Statistik Daerah Kabupaten Tangerang 2017 diterbitkan oleh BPS

Kata Pengantar

Publikasi Statistik Daerah Kabupaten Tangerang 2017 diterbitkan oleh BPS Kabupaten Tangerang berisi berbagai data dan informasi

terpilih seputar Kabupaten Tangerang yang dianalisis secara

sederhana untuk membantu pengguna data dalam memahami

perkembangan pembangunan serta potensi yang ada di Kabupaten

Tangerang.

Publikasi Statistik Daerah Kabupaten Tangerang 2017 diterbitkan

untuk melengkapi beberapa publikasi statistik yang sudah terbit secara rutin setiap tahun.

Berbeda dengan publikasi yang sudah ada, publikasi ini lebih menekankan pada analisis.

Materi yang disajikan pada Publikasi Statistik Daerah Kabupaten Tangerang 2017 memuat

berbagai informasi/indikator yang terkait dengan hasil pembangunan dari berbagai sektor

di

perencanaan, dan evaluasi berbagai macam program yang telah dijalankan.

wilayah Kabupaten Tangerang dan diharapkan dapat digunakan untuk bahan kajian,

Akhirnya kami sampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada semua

pihak yang telah membantu dalam pembuatan publikasi ini, sehingga penerbitan publikasi

ini

masa mendatang.

dapat terlaksana. Kritik dan saran sangat kami hargai guna penyempurnaan publikasi di

BPS Kabupaten Tangerang Kepala,

Faizin, S.Si, M.M

https://tangerangkab.bps.go.id

DAFTAR ISI

10. Industri Pengolahan 13 1. Geografi dan Iklim 1 11. Pariwisata 14 2. Pemerintahan 2
10. Industri Pengolahan
13
1. Geografi dan Iklim
1
11. Pariwisata
14
2. Pemerintahan
2
12. Pengeluaran Penduduk
15
3. Penduduk
4
13. Pendapatan Regional
16
4.
Ketenagakerjaan
6
14.
Perbandingan Regional
17
5.
Pendidikan
7
Lampiran Tabel
6.
Kesehatan
8
7.
Perumahan
9
8.
Pembangunan Manusia
10
9.
Pertanian
11

https://tangerangkab.bps.go.id

https://tangerangkab.bps.go.id

GEOGRAFI DAN IKLIM

Hari hujan terbanyak pada bulan Pebruari sebanyak 22 hari

Wilayah Tangerang secara geografis memiliki topografi yang relatif datar dengan rata-rata curah hujan dalam setahun 237,7 mm dan hari hujan tertinggi pada bulan Pebruari sebanyak 22 hari.

1
1

Kabupaten Tangerang termasuk salah satu

daerah tingkat dua yang menjadi bagian dari wilayah Propinsi Banten. Terletak pada posisi geografis yang cukup strategis dengan ibukotanya adalah Tigaraksa. Letak astronomis antara 6°00'- 6°20' Lintang Selatan dan 106°20'-106°43' Bujur Timur. Luas wilayah Kabupaten Tangerang 959,6 km2 atau 9,93 % dari seluruh luas wilayah Propinsi Banten dengan batas wilayah sebelah utara berbatasan

dengan Laut Jawa, sebelah timur berbatasan dengan

Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang,

sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten

Bogor dan Kota Depok, sedangkan sebelah barat

berbatasan dengan Kabupaten Serang dan Lebak.

Kabupaten Tangerang secara geografis

memiliki topografi yang relatif datar dengan

kemiringan tanah rata-rata 0-3% menurun ke Utara.

Ketinggian wilayah berkisar antara 0-85 m di atas

permukaan laut. Daerah Utara Kabupaten Tange-

rang merupakan daerah pantai dan sebagian besar

daerah urban, daerah timur adalah daerah rural dan

pemukiman sedangkan daerah barat merupakan

daerah industri dan pengembangan perkotaan.

Keadaan iklim didasarkan pada penelitian di

BMKG, Stasiun Geofisika Klas I Tangerang, yaitu

berupa data temperatur (suhu) udara, kelembaban

udara dan intensitas matahari , curah hujan dan rata-

rata kecepatan angin. Temperatur udara rata-rata

C dengan temperatur

maksimum tertinggi pada Bulan Mei 33,5

temperatur minimum terendah pada bulan Agustus

C. Rata-rata kelembaban udara dan

intensitas matahari sekitar 81,3% dan 49,4%. Keadaan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Pebruari yaitu 507,6 mm, sedangkan rata-rata curah

hujan dalam setahun adalah 237,7 mm. Hari hujan tertinggi pada bulan Pebruari dengan hari hujan sebanyak 22 hari dan terendah pada Bulan April sebanyak 11 hari. Rata-rata kecepatan angin dalam setahun adalah 3,0 knot dengan kecepatan maksimum 5,4 knot di bulan Desember.

yaitu 24,1

berkisar antara 24,8

C dan

0

C - 32,2

0

0

0

Peta Kabupaten Tangerang

L a u t J a w a J a Kota k Tangerang a Kabupaten
L a u t
J a w a
J
a
Kota
k
Tangerang
a
Kabupaten
r
Serang
t
a
Kota
Tangerang
Kabupaten
Selatan
Lebak

Data Geografis dan Iklim Tangerang 2016

959.6 85 414.3 53.7 17.32 24.8 - 32.3 81.3 49.4 237.7 3.0 Uraian Satuan Nilai

959.6

85

414.3

53.7

17.32

24.8 - 32.3

81.3

49.4

237.7

3.0

Uraian

Satuan

Nilai

Uraian Satuan Nilai
Uraian Satuan Nilai
Uraian Satuan Nilai

DATA GEOGRAFIS

a. Luas wilayah

km 2

b. Ketinggian

m dpl

c. Sungai terpanjang (S. Cisadane)

Ha

d. Wilayah Terluas (Rajeg)

Ha

e. Wilayah Terkecil (Sepatan)

Ha

I K L I M

a. Rata-rata temperature udara

o

C

b. Rata-rata kelembaban udara

%

c. Rata-rata intensitas matahari

%

d. Rata-rata curah hujan

mm

e. Rata-rata kecepatan angin

knot

c. Rata - rata intensitas matahari % d. Rata - rata curah hujan mm e. Rata
c. Rata - rata intensitas matahari % d. Rata - rata curah hujan mm e. Rata
c. Rata - rata intensitas matahari % d. Rata - rata curah hujan mm e. Rata
c. Rata - rata intensitas matahari % d. Rata - rata curah hujan mm e. Rata
c. Rata - rata intensitas matahari % d. Rata - rata curah hujan mm e. Rata
c. Rata - rata intensitas matahari % d. Rata - rata curah hujan mm e. Rata

Sumber : Tangerang Dalam Angka 2017

https://tangerangkab.bps.go.id

2
2

PEMERINTAHAN

Jumlah anggota DPRD Kabupaten Tangerang 2016 sebanyak 50 orang

Kabupaten Tangerang terdiri dari 29 kecamatan yang terbagi lagi menjadi 246 desa dan 28 kelurahan dan didukung PNS yang berjumlah 12,9 ribu orang.

Statistik Pemerintahan di Tangerang 2014 - 2016

Wilayah Administrasi 1. Kecamatan 2014 2015 29 29 2016 29 2. Desa 246 246 3.
Wilayah Administrasi 1. Kecamatan 2014 2015 29 29 2016 29 2. Desa 246 246 3.
Wilayah Administrasi 1. Kecamatan 2014 2015 29 29 2016 29
Wilayah Administrasi 1. Kecamatan 2014 2015 29 29 2016 29

Wilayah

Administrasi

1. Kecamatan

2014 2015

29

29

2016

29

2. Desa 246 246 3. Kelurahan 28 28 246 28

2. Desa

246

246

3. Kelurahan

28

28

246

28

2. Desa 246 246 3. Kelurahan 28 28 246 28

Sumber : Tangerang Dalam Angka 2017

Persentase Jumlah PNS Kab. Tangerang

menurut Jenis Kelamin Tahun 2015

PEREMPUAN ;

49,23

LAKI-LAKI;

50,77

Sumber : Banten Dalam Angka 2017

Jumlah Anggota DPRD Kab. Tangerang

Menurut Pendidikan dan Jenis Kelamin 2016

Pendidikan Jumlah SMU 8 DI - DIII 2 S1 35 S2/S3 5
Pendidikan Jumlah SMU 8 DI - DIII 2 S1 35 S2/S3 5

Pendidikan

Jumlah

SMU

8

DI - DIII

2

S1

35

S2/S3

5

Jenis Kelamin Jumlah Laki - Laki 43 Perempuan 7
Jenis Kelamin Jumlah Laki - Laki 43 Perempuan 7

Jenis Kelamin

Jumlah

Laki - Laki

43

Perempuan

7

Terhitung sejak Kota Tangerang Selatan

memisahkan diri dari Kabupaten Tangerang, jumlah kecamatan, kelurahan maupun desa masih tetap sama yaitu 29 kecamatan yang sebagian besar merupakan kecamatan yang dimekarkan dari kecamatan induk. Dari 29 kecamatan tersebut, terbagi lagi menjadi 246 desa dan 28 kelurahan. Sebelumnya pada tahun 2008, tujuh kecamatan

dipisahkan dari Kabupaten Tangerang membentuk

sebuah kota otonom yaitu Kota Tangerang Selatan.

Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di

Kabupaten Tangerang yang tercatat sebanyak

12.900 orang atau sekitar 50,77 persen laki-laki dan

49,23 persen perempuan.

Dilihat dari jumlah anggota DPRD

Kabupaten Tangerang yang sebanyak 50 orang,

tercatat laki-laki sebanyak 43 orang dan perempuan

7 orang. Di dominasi dari partai Golkar dan PDI

Perjuangan yang sama jumlahnya sebanyak 7

orang, disusul oleh Partai Demokrat dan PPP

masing-masing 6 orang, Partai Gerindra 5 orang,

PKB, PAN dan Partai Nasdem masing-masing 4

orang, Partai Hanura 3 orang, PKS 2 orang dan

terakhir ada Partai Bulan Bintang dan PKPI

masing-masing 1 orang.

Sekitar 70 persen anggota DPRD Kab. Tangerang

berpendidikan S1 sebanyak 35 orang, disusul yang

berpendidikan SMU sebanyak 16 persen ada 8

orang, lalu S2/S3 sebanyak 10 persen ada 5 orang

dan terakhir yang berpendidikan DI - DIII sebanyak 4 persen ada 2 orang.

Sumber : Tangerang Dalam Angka 2017

https://tangerangkab.bps.go.id

PEMERINTAHAN

Total realisasi pendapatan daerah Kabupaten Tangerang di tahun 2016 mencapai 4,80 triliun

Selama tahun 2016, belanja pemerintah Kabupaten Tangerang bernilai 4,53 triliun rupiah, lebih rendah 0,42 triliun disbanding rencana pengeluaran anggaran.

2
2

Jumlah anggaran yang dibelanjakan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk membiayai pembangunan di wilayahnya pada tahun 2016 mencapai 4,53 triliun rupiah, terdiri dari belanja pegawai 1,50 triliun rupiah, belanja barang dan jasa 1,25 triliun rupiah, belanja modal 1,41 triliun rupiah dan sisanya 368 miliar rupiah digunakan untuk belanja lain-lain.

Total realisasi pendapatan daerah Kabupaten

Tangerang pada tahun 2016 mencapai 4,80 triliun

rupiah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyumbang

42,81 persen atau tepatnya 2,05 triliun rupiah.

Sedangkan, dana perimbangan mencapai 1,84 triliun

rupiah atau sekitar 38,41 persen yang terdiri dari Dana

Alokasi Umum (DAU) sebesar 1,20 triliun rupiah, Dana

Alokasi Khusus (DAK) sebesar 316,48 miliar rupiah,

dana bagi hasil pajak/bukan pajak yang mencapai

161,84 miliar rupiah, dan transfer pemerintah pusat

lainnya sebesar 168,76 miliar rupiah. Dan yang ketiga

adalah lain-lain pendapatan daerah yang sah yang

menyumbang sebesar 901 miliar rupiah atau sekitar

18,78 persen terhadap pendapatan daerah wilayah ini.

Belanja pemerintah ada dua jenis yaitu belanja

tidak langsung dan langsung. Selama tahun 2016,

belanja pemerintah Kabupaten Tangerang bernilai 4,53

triliun rupiah, lebih rendah 0,42 triliun rupiah dibanding-

kan dengan rencana pengeluaran anggaran.

*** TAHUKAH ANDA

Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar mengakui penyerapan belanja daerah di wilayah Kabupaten Tangerang belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah tindakan efisiensi terhadap anggaran belanja yang sengaja dilakukan agar apa yang dibeli tidak sia-sia.

Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Tangerang 2016 (persen)

Belanja Lain- Lain ; 8,14 Belanja Pegawai; Belanja 33,19 Modal; 31,09 Belanja Barang dan Jasa
Belanja
Lain- Lain ;
8,14
Belanja
Pegawai;
Belanja
33,19
Modal;
31,09
Belanja Barang
dan Jasa ; 27,59

Sumber : Tangerang Dalam Angka 2017

Realisasi APBD Tangerang (miliar rupiah)

Realisasi Belanja Daerah Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Lain-lain Pendapatan Daerah
Realisasi Belanja Daerah Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Lain-lain Pendapatan Daerah
Realisasi Belanja Daerah Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Lain-lain Pendapatan Daerah
Realisasi Belanja Daerah Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Lain-lain Pendapatan Daerah
Realisasi Belanja Daerah Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Lain-lain Pendapatan Daerah
Realisasi Belanja Daerah Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Lain-lain Pendapatan Daerah
Realisasi Belanja Daerah Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Lain-lain Pendapatan Daerah
Realisasi Belanja Daerah Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Lain-lain Pendapatan Daerah
Realisasi Belanja Daerah Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Lain-lain Pendapatan Daerah
Realisasi Belanja Daerah Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Lain-lain Pendapatan Daerah
Realisasi Belanja Daerah Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Lain-lain Pendapatan Daerah
Realisasi Belanja Daerah Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Lain-lain Pendapatan Daerah
Realisasi Belanja Daerah Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Lain-lain Pendapatan Daerah
Realisasi Belanja Daerah Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Lain-lain Pendapatan Daerah
Realisasi Belanja Daerah Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Lain-lain Pendapatan Daerah
Realisasi Belanja Daerah Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Lain-lain Pendapatan Daerah
Realisasi Belanja Daerah Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Lain-lain Pendapatan Daerah
Realisasi
Belanja Daerah
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal
Belanja Lain-lain
Pendapatan Daerah
PAD
Dana Perimbangan
Lain-lain Pendapatan
Daerah yg sah
Belanja Pemerintah
Belanja Tidak Langsung
Belanja Langsung
 

2015

2016

4

179

4

535

1

390

1

505

943

1 251

1

586

1 410

260

369

4

229

4

800

1

851

2

055

1

496

1

844

882

901

Anggaran

Relaisasi

1744

1684

3214

2851

Sumber : Tangerang Dalam Angka 2017

https://tangerangkab.bps.go.id

3
3

PENDUDUK

Kabupaten Tangerang dengan populasi tertinggi se - Banten

Penduduk Kabupaten Tangerang menurut Hasil Proyeksi Penduduk 2016 berjumlah lebih dari 3,4 juta orang. Dibandingkan kabupaten lainnya, Tangerang merupakan kabupaten dengan tingkat populasi tertinggi se-Banten.

Komposisi Penduduk Banten Tahun 2016

Kota Tangerang Pandeglang; 9,84 Selatan; 13,06 Kota Serang; 5,37 Lebak; 10,48 Kota Cilegon; 3,43 Kota
Kota Tangerang
Pandeglang; 9,84
Selatan; 13,06
Kota Serang;
5,37
Lebak; 10,48
Kota Cilegon;
3,43
Kota Tangerang;
Tangerang;
17,16
28,50
Serang ;
12,16

Sumber : Banten Dalam Angka 2017

Indikator Penting

Hasil Proyeksi Penduduk 2016

Uraian Satuan 2015 2016 TANGERANG - Perempuan Kepadatan Pend. orang orang/km 2 1 263  
Uraian Satuan 2015 2016 TANGERANG - Perempuan Kepadatan Pend. orang orang/km 2 1 263  

Uraian

Satuan

2015 2016

Uraian Satuan 2015 2016
Uraian Satuan 2015 2016

TANGERANG

- Perempuan

Kepadatan Pend.

orang

orang/km 2

1 263

 

6

221 640

5

858 059

5

981 508

1 237

6 221 640 5 858 059 5 981 508 1 237 Penduduk orang 3 370 594

Penduduk

orang

3 370 594

3 477 495

- Laki-laki

orang

1 724 915

1 779 102

- Perempuan

orang

1 645 679

1 698 393

Kepadatan Pend.

orang/km 2

3 512

3 624

BANTEN

Penduduk

orang

11 955 243

12 203 148

-

Laki-laki

orang

6

097 184

Sumber : Banten Dalam Angka 2017

Hasil Proyeksi Penduduk 2016 menunjukkan bahwa jumlah penduduk

Kabupaten Tangerang mencapai lebih dari 3,4 juta orang, terdiri dari 1,78 juta laki-laki dan 1,70 juta perempuan. Persentase penduduk Tangerang pada tahun 2017 mencapai 28,50 persen dari total penduduk Banten yang berjumlah lebih dari 12,2 juta orang. Bila

dibandingkan dengan kabupaten lainnya,

Tangerang adalah kabupaten dengan populasi

tertinggi pertama di Banten, diikuti Kota

Tangerang (17,16 persen), Kota Tangsel

(13,06 persen), Kabupaten Serang (12,16

persen), Kabupaten Lebak (10,48 persen),

Kabupaten Pandeglang (9,84 persen), Kota

Serang (5,37 persen) dan terendah Kota

Cilegon (3,43 persen).

Bila dilihat dari kepadatan penduduk

Kabupaten Tangerang, untuk tahun 2016

tingkat kepadatannya mencapai 3.624 orang

per kilo meter persegi, lebih tinggi bila

dibandingkan tahun sebelumnya. Berbeda

dengan Propinsi Banten dengan luas wilayah

sekitar 9.662,92 kilo meter persegi yang

didiami lebih dari 12,2 juta jiwa rata-rata tingkat

kepadatan penduduknya masih berada jauh di

bawah Kabupaten Tangerang yaitu sebesar

1.263 orang per kilometer persegi.

*** TAHUKAH ANDA

Angklung Gubrag merupakan salah satu

kesenian tradisional yang sudah langka, namun masyarakat Desa Kemuning, Kecamatan Kresek – Kabupaten Tangerang masih melestarikan kesenian Angklung Gubrag pada acara khitanan, perkumpulan dan

selamatan kehamilan. Pada masa lalu kesenian Angklung Gubrag dilaksanakan pada

saat ritual penanaman padi dengan maksud agar hasil panen berlimpah.

https://tangerangkab.bps.go.id

PENDUDUK

Sex Ratio penduduk Kabupaten Tangerang adalah sebesar 104,75

Kecamatan Pasarkemis adalah kecamatan dengan penduduk terpadat yang mencapai 9,45 % dari penduduk Tangerang sedangkan kecamatan dengan sex ratio tertinggi adalah Kecamatan Kemiri yang mencapai 108,61.

3
3

Hasil proyeksi penduduk 2016 di Kabupaten Tangerang memperlihatkan bahwa Kecamatan

Pasarkemis mempunyai jumlah penduduk terpadat, yaitu mencapai 328 455 jiwa (9,45%), diikuti Cikupa sebesar 279 785 jiwa (8,05%), Kelapa Dua sebesar 227 782 jiwa (6,55%), dan Curug sebesar 207 906 jiwa (5,98%). Sedangkan kecamatan dengan

penduduk terendah adalah Kecamatan Mekar Baru

dengan jumlah penduduk hanya sekitar 38 174 jiwa.

Sex Ratio penduduk Kabupaten Tangerang

104,75 yang artinya jumlah penduduk laki-laki 4

persen lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk

perempuan, atau setiap 100 perempuan terdapat 104

laki-laki. Sex Ratio tertinggi terdapat di Kecamatan

Kemiri yakni sebesar 108,61 dan yang terkecil

terdapat di Kecamatan Kelapa Dua yakni sebesar

98,61 dan merupakan satu - satunya kecamatan yang

mempunyai angka sex ratio dibawah 100, yang

artinya setiap 100 perempuan hanya terdapat 98 laki-

laki / jumlah penduduk perempuan lebih banyak

dibandingkan dengan jumlah penduduk laki-laki.

*** TAHUKAH ANDA

Kabupaten Tangerang terpilih untuk mewakili provinsi

Banten dalam program rancangan kampong Keluarga

Berencana (KB) dipilihmya Kabupaten Tangerang

karena dianggap paling siap dari berbagi aspek persyaratan untuk mendukung program kampong KB, hal ini disampaikan kepala BKKBN Provinsi Banten dalam acara pencanangankampung KB tingkat Provinsi Banten.

Indikator Kependudukan Kecamatan Hasil Proyeksi Penduduk 2016

Kecamatan Jumlah Penduduk Sex Ratio Cisoka 94 116 107,20 Solear 90 946 104,09 Tigaraksa

Kecamatan

Jumlah

Penduduk

Sex Ratio

Cisoka 94 116 107,20 Solear 90 946 104,09 Tigaraksa 154 897 104,50 Jambe 44

Cisoka

94

116

107,20

Solear

90

946

104,09

Tigaraksa

154

897

104,50

Jambe

44

973

105,44

Cikupa

279

785

106,76

Panongan

136

925

103,62

Curug

207

906

106,43

Kelapa Dua

227

782

98,61

Legok

121

577

107,59

Pagedangan

117

317

104,69

Cisauk

82

941

103,89

Pasarkemis

328

455

103,46

Sindang Jaya

93

973

104,09

Balaraja

131

566

106,41

Jayanti

72

724

103,32

Sukamulya

65

911

103,66

Kresek

65

659

103,03

Gunung Kaler

52

443

101,29

Kronjo

61

489

104,59

Mekar Baru

38

174

105,60

Mauk

82

768

103,67

Kemiri

43

977

108,61

Sukadiri

56

199

107,39

Rajeg

171

597

104,31

Sepatan

118

532

107,08

Sepatan Timur

94

929

105,42

Pakuhaji

114

517

105,27

Teluknaga

163

176

104,94

Kosambi

162

241

107,44

Kab. Tangerang

3 477 495

104,75

Sumber : Tangerang Dalam Angka 2017

https://tangerangkab.bps.go.id

4

KETENAGAKERJAAN

TPAK Kabupaten Tangerang mencapai 62,46 %

Jumlah angkatan kerja di Tangerang pada tahun 2015 meningkat pada level 1,51 juta orang. Hal ini sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk yang bekerja, pada tahun 2015 berjumlah 1,38 juta jiwa.

Komposisi Tenaga Kerja Menurut Status pekerjaan Utama, 2015

7% 4% 15% 3% 5% 66%
7% 4%
15%
3%
5%
66%

Berusaha Sendiri

Berusaha dibantu buruh

tetap

Berusaha dibantu buruh

tidak tetap/tidak dibayar

Buruh / karyawan

Pekerja bebas

Pekerja keluarga/tidak

dibayar

Sumber : Data Sakernas Agustus 2015, diolah

Statistik Ketenagakerjaan Tangerang

Uraian 2012 2013 2014 2015 Penduduk usia kerja 15 th+ (juta orang) Angkatan Kerja (juta
Uraian 2012 2013 2014 2015 Penduduk usia kerja 15 th+ (juta orang) Angkatan Kerja (juta
Uraian 2012 2013 2014 2015 Penduduk usia kerja 15 th+ (juta orang) Angkatan Kerja (juta
Uraian 2012 2013 2014 2015 Penduduk usia kerja 15 th+ (juta orang) Angkatan Kerja (juta

Uraian

2012

2013

2014 2015

Uraian 2012 2013 2014 2015

Penduduk usia kerja

15 th+ (juta orang)

Angkatan Kerja (juta

orang)

kerja 15 th+ (juta orang) Angkatan Kerja (juta orang) 2.09 2.24 2.34 2.42 1.33 1.46 1.47

2.09

2.24

2.34

2.42

1.33

1.46

1.47

1.51

63.59

64.88

62.70

62.46

11.46

11.94

8.45

9.00

1.18

1.28

1.34

1.38

152 235

173 798

124 024

136 277

1.34 1.38 152 235 173 798 124 024 136 277 TPAK (%) Tingkat Penganggu- ran (%)

TPAK (%)

Tingkat Penganggu-

ran (%)

Bekerja (juta orang)

Mencari Pekerjaan

(orang)

Sumber : Data Sakernas Agustus 2015, diolah

Pada tahun 2015, berdasarkan status pekerjaan utama, yang bekerja sebagai buruh/ karyawan tetap menduduki peringkat pertama di Kabupaten Tangerang dengan persentase mencapai 66 persen. Disamping itu, adanya sektor industri yang merupakan sektor ekonomi utama untuk menunjang perekonomian Kabupaten Tangerang. Disusul kemudian oleh

berusaha sendiri dengan persentase 15 persen,

disusul berusaha sendiri sebesar 7 persen dan

paling kecil berusaha dibantu buruh tetap sebesar

3 persen.

Dari jumlah penduduk Kabupaten

Tangerang sebanyak 3,37 juta jiwa terdapat 2,42

juta jiwa atau 71,89 persen merupakan Penduduk

Usia Kerja (PUK 15 th keatas). Dari jumlah

tersebut, hampir 62,46 persennya merupakan

angkatan kerja dan sisanya adalah penduduk

bukan angkatan kerja. Selama empat tahun

jumlah angkatan kerja di Tangerang terus

berfluktuasi, terakhir tahun 2015 sebanyak 1,51

juta jiwa, sedikit meningkat dibandingkan tahun

sebelumnya. Begitu pula dengan Tingkat

Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang juga

berfluktuasi, terakhir pada tahun 2015 mencapai

level 62,46 persen.

Jumlah penduduk yang terserap dalam

dunia tenaga kerja selama empat tahun terakhir

terus berfluktuasi, terendah di tahun 2012

sebanyak 1,18 juta jiwa, dan tiga tahun berikutnya terus mengalami peningkatan. Hal ini sejalan dengan jumlah angkatan kerja yang juga terus mengalami kenaikan dalam tiga tahun terakhir ini. Namun berbeda dengan tingkat pengangguran yang pada tahun 2014 mengalami penurunan cukup signifikan sampai pada level 8,45 persen, dan tahun 2015 kembali meningkat pada level 9,00 persen.

https://tangerangkab.bps.go.id

PENDIDIKAN

Penduduk rata-rata mengharapkan lama sekolah sampai lulus SMU

Rata-rata lama sekolah di Tangerang dalam empat tahun terakhir menunjukkan peningkatan meski tidak signifikan yaitu lebih dari 8 tahun. Sedangkan harapan lama sekolah di tahun 2016 mencapai 12 tahun.

5

Pendidikan merupakan salah satu penentu

kualitas penduduk. Indikator atau ukuran yang bisa digunakan untuk melihat tingkat kemajuan pendidikan disuatu daerah antara lain adalah dengan melihat persentase harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah dan pendidikan tertinggi yang ditamatkan. Kualitas sumber daya manusia sangatlah bergantung dari pembangunan di bidang pendidikan. Tercatat tahun 2016 dengan penghitungan metode baru IPM tercatat Harapan Lama Sekolah (HLS) selama 12,11

tahun, rata-rata bersekolah selama 8,23 tahun atau

kebanyakan memutuskan berhenti saat menduduki

kelas 3 SLTP, tidak banyak peningkatan dengan

keadaan tahun sebelumnya.

Untuk melihat seberapa banyak penduduk

usia sekolah yang sudah memanfaatkan fasilitas

pendidikan yang ada dapat dilihat dari persentase

penduduk yang masih bersekolah pada umur tertentu

atau yang lebih dikenal dengan Angka Partisipasi

Sekolah (APS). Angka partisipasi sekolah penduduk

Kabupaten Tangerang untuk berbagai kelompok usia

tercatat untuk tahun 2016, angka partisipasi sekolah

untuk kelompok usia SD, usia SLTP, dan usia SLTA

masing-masing sebesar 99,26 persen, 93,41 persen

dan 66,90 persen.

Bila melihat grafik persentase kelulusan,

meski mengalami penurunan dibanding tahun

sebelumnya, tingkat tamat SMU sederajat tetap

menduduki peringkat tertinggi yakni mencapai 28,72

persen, diikuti peringkat kedua adalah lulusan SD

sederajat sebesar 28,66 persen dilanjutkan persentase untuk yang tamat SMP sederajat sebesar 23,24 persen. Dan yang tak kalah penting, meskipun turun dibanding tahun sebelumnya, masih ada lebih dari 14 persen penduduk 15 tahun keatas yang tidak mempunyai ijasah.

Indikator Pendidikan Tangerang

8.22 8.23 98.84 99.26 94.56 93.41 61.74 66.90 2015 2016 11.89 12.11 Uraian 2013

8.22

8.23

98.84

99.26

94.56

93.41

61.74

66.90

8.22 8.23 98.84 99.26 94.56 93.41 61.74 66.90
2015 2016 11.89 12.11

2015 2016

11.89 12.11

2015 2016 11.89 12.11

Uraian

2013

Harapan Lama Sekolah HLS(tahun)/Metode Baru

11.44

2014

11.65

2015 2016 11.89 12.11 Uraian 2013 Harapan Lama Sekolah HLS(tahun)/Metode Baru 11.44 2014 11.65
Lama Sekolah HLS(tahun)/Metode Baru 11.44 2014 11.65 Rata-rata Lama Sekolah   (tahun)/Metode Baru

Rata-rata Lama Sekolah

 

(tahun)/Metode Baru

8.18

8.20

Angka Partisipasi Sekolah

 

(%)

 

-

Usia

SD ( 7 - 12 ) th

98.75

99.47

- Usia SLTP (13 - 15) th

91.27

94.32

- Usia SLTA (16 - 18) th

62.31

64.37

- 12 ) th 98.75 99.47 - Usia SLTP (13 - 15) th 91.27 94.32 -
- 12 ) th 98.75 99.47 - Usia SLTP (13 - 15) th 91.27 94.32 -

Sumber : Data Susenas 2016, diolah

Persentase Penduduk Menurut Ijazah

Tertinggi Yang Dimiliki, 2016

Akademi / S1 / DIV+; Diploma III; 3,45 Diploma I/II; 0,76 0,29 Tidak Punya Ijazah;
Akademi /
S1 / DIV+;
Diploma III;
3,45
Diploma I/II;
0,76
0,29
Tidak Punya
Ijazah; 14,88
SMA
Sederajat;
28,72
SD Sederajat ;
28,66
SMP
Sederajat;
23,24

Sumber : Data Susenas 2016 diolah

https://tangerangkab.bps.go.id

6

KESEHATAN

Tercatat di tahun 2016 penolong kelahiran oleh tenaga medis mengalami peningkatan dibanding tahun 2015.

Selama tahun 2016 masih sekitar 4 persen penolong pertama kelahiran masih dibantu oleh dukun beranak/paraji dan hampir 70 persen menggunakan jasa bidan.

Jumlah Tenaga Medis, Paramedis dan Non Medis di RSUD Kabupaten Tangerang 2016

Jenis Tenaga Jumlah Tenaga Medis 134 Paramedis Perawatan 714 Paramedis Non Perawatan 142 Tenaga Non
Jenis Tenaga Jumlah Tenaga Medis 134 Paramedis Perawatan 714 Paramedis Non Perawatan 142 Tenaga Non

Jenis Tenaga

Jumlah

Tenaga Medis

134

Paramedis Perawatan

714

Paramedis Non Perawatan

142

Tenaga Non Medis

359

Sumber : Tangerang Dalam Angka 2017

Persentase Penolong Pertama Kelahiran

Anak Terakhir Kabupaten Tangerang

Tahun 2016

Dukun Beranak/Paraji;

4,80

Dokter

Perawat ; - 25,50 Bidan; 62,65
Perawat ; -
25,50
Bidan;
62,65

Kandungan;

Dokter

Umum ;

7,05

Sumber : Data Susenas 2016, diolah

Tenaga medis yang ada di Kabupaten Tangerang merupakan bagian yang penting dalam membantu kesehatan masyarakat. Selain itu pembangunan kesehatan yang dilaksanakan selama ini merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan nasional, karena kesehatan menyentuh hampir semua aspek ke-

hidupan manusia. Dan untuk tahun 2016 ada

sebanyak 1 349 tenaga medis yang bias membantu

kesehatan masyarakat di Kabupaten Tangerang.

Potensi sumber daya kesehatan

Kabupaten Tangerang dari tahun ke tahun terus

meningkat. Fasilitas dan tenaga kesehatan telah

tersebar di seluruh kecamatan demikian pula

Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKMB).

Unit pelayanan kesehatan terdiri dari Puskesmas,

Puskesmas Pembantu, Rumah Sakit Umum, dan

unit pelayanan teknis kesehatan lainnya. Setiap

pembangunan unit-unit pelayanan yang ada, harus

dapat memenuhi kriteria antara lain memiliki akses

keterjangkauan oleh masyarakat.

Penanganan proses kelahiran sampai

dengan pasca kelahiran yang berkualitas dan tepat

waktu diharapkan akan mengurangi resiko

kematian bayi dan ibu. Pada tahun 2016 penolong

pertama kelahiran anak terakhir di Kabupaten

Tangerang tetap didominasi oleh tenaga medis

yang mengalami peningkatan dibandingkan tenaga

non medis, yaitu 95,20 persen berbanding 4,80 persen. Tenaga non medis yang dimaksud disini adalah tenaga dukun beranak atau paraji. Sebagian besar penolong pertama kelahiran oleh tenaga medis dilakukan oleh bidan, dimana persentasenya sebanyak 62,65 persen. Kurang tersedianya dokter hingga pelosok wilayah dan biaya yang relatif lebih mahal jika dibandingkan menggunakan jasa bidan menjadi penyebab masih rendahnya penolong pertama kelahiran oleh dokter.

https://tangerangkab.bps.go.id

PERUMAHAN

Lebih dari 5% rumahtangga di Tangerang masih berlantaikan tanah

Meskipun kondisi tempat tinggal cenderung membaik, pada tahun 2016 masih ada lebih 5 persen rumahtangga di Tangerang yang menempati rumah berlantaikan tanah.

7

Perumahan merupakan kebutuhan primer yang merupakan prioritas utama bagi sebuah keluarga. Rumah yang sehat merupakan salah satu sarana untuk mencapai derajat kesehatan yang optimum. Rumah juga merupakan salah satu bangunan tempat tinggal yang harus memenuhi kriteria kenyamanan, keamanan dan kesehatan guna mendukung penghuninya agar

dapat bekerja dengan produktif.

Lebih dari 93 persen dari total

rumahtangga di Kabupaten Tangerang sudah

memiliki rumah dengan lantai bukan tanah dan

lebih dari 85 persen beratap genteng/beton dan

berdinding tembok. Bahan bakar utama untuk

memasak memakai gas/elpiji mencapai lebih dari

93 persen dan sumber penerangan dari listrik

hampir mendekati 100 persen. Sedangkan

penggunaan fasilitas air minum sendiri lebih dari

80 persen dan sumber air minum terbesar tercatat

menggunakan air isi ulang sebanyak lebih dari 36

persen.

*** TAHUKAH ANDA

Pada tahun 2016 di Kabupaten Tangerang sekitar

0,27 persen rumahtangga masih berdindingkan

anyaman bamboo dan sekitar 5,83 persen jenis

lantai tanah.

Bila dilihat dari sumber air untuk minum, lebih dari 35 persen rumahtangga di Tangerang menggunakan air isi ulang, lebih dari 32 persen menggunakan sumur bor / pompa, hampir 17 persen menggunakan air kemasan bermerk, lebih dari 8 persen menggunakan sumur terlindung, sekitar hampir 3 persen menggunakan leding eceran, hampir 2 persen menggunakan leding meteran, dan sisanya lainnya 3,02 persen berasal dari sumur tak terlindung, mata air terlindung, air permukaan dan air hujan.

Statistik Perumahan Tangerang, 2016

Uraian (%)

Rumahtangga dengan rumah milik sendiri

85.70

Rumahtangga dengan rumah milik sendiri 85.70 Rumahtangga menurut kualitas perumahan Atap genteng/beton 85.03

Rumahtangga menurut kualitas perumahan

Atap genteng/beton

85.03

Dinding tembok

91.99

Tempat pembuangan akhir tangki/SPAL

77.65

Bahan bakar utama memasak gas/elpiji

93.66

Sumber penerangan listrik PLN

99.01

Penggunaan fasilitas air minum sendiri

83.55

Lantai bukan tanah

93.89

Sumber : Data Susenas 2016, diolah

Persentase Rumahtangga Menurut Sumber

Air Untuk Minum, 2016

Air permukaan ; 0,23

Sumur tak

terlindung ; 2,40

Mata air terlindung ;
Mata air
terlindung ;

Air kemasan

Air hujan; 0,32 Sumur 0,06 terlindung ; 8,32 Sumur bor/pompa ; Air isi ulang; 32,65
Air hujan;
0,32
Sumur
0,06
terlindung ;
8,32
Sumur
bor/pompa ;
Air isi ulang;
32,65
35,07
Leding
Leding
meteran ;
eceran; 2,72

bermerk ;

16,40

1,83

Sumber : Data Susenas 2016, diolah

https://tangerangkab.bps.go.id

8

PEMBANGUNAN MANUSIA

IPM Kabupaten Tangerang terus meningkat

Meski peningkatan kurang signifikant, IPM Kabupaten Tangerang dalam lima tahun terakhir terus meningkat. Untuk tahun 2016 IPM Tangerang mencapai 70,44

Indeks Pembangunan Manusia - Tangerang

71,00 70,50 70,44 70,05 70,00 69,57 69,50 69,28 69,00 68,83 68,50 68,00 2012 2013 2014
71,00
70,50
70,44
70,05
70,00
69,57
69,50
69,28
69,00
68,83
68,50
68,00
2012
2013
2014
2015
2016

Sumber : BPS Kabupaten Tangerang

Indikator Gabungan IPM Tangerang

Uraian 2012 2013 2014 2015 2016 Angka Harapan Hidup (AHH) / tahun Harapan Lama Sekolah(HLS)
Uraian 2012 2013 2014 2015 2016 Angka Harapan Hidup (AHH) / tahun Harapan Lama Sekolah(HLS)
Uraian 2012 2013 2014 2015 2016 Angka Harapan Hidup (AHH) / tahun Harapan Lama Sekolah(HLS)
Uraian 2012 2013 2014 2015 2016 Angka Harapan Hidup (AHH) / tahun Harapan Lama Sekolah(HLS)

Uraian

2012

2013

2014

2015 2016

Uraian 2012 2013 2014 2015 2016 Angka Harapan Hidup (AHH) / tahun Harapan Lama Sekolah(HLS) /
Uraian 2012 2013 2014 2015 2016 Angka Harapan Hidup (AHH) / tahun Harapan Lama Sekolah(HLS) /
Uraian 2012 2013 2014 2015 2016 Angka Harapan Hidup (AHH) / tahun Harapan Lama Sekolah(HLS) /
Uraian 2012 2013 2014 2015 2016 Angka Harapan Hidup (AHH) / tahun Harapan Lama Sekolah(HLS) /
Uraian 2012 2013 2014 2015 2016 Angka Harapan Hidup (AHH) / tahun Harapan Lama Sekolah(HLS) /

Angka Harapan Hidup (AHH) / tahun

Harapan Lama Sekolah(HLS) / persen

Rata-rata Lama Sekolah (RLS) / tahun

68.92

68.96

68.98

69.28

69.37

11.18

11.44

11.65

11.89

12.11

8.07

8.18

8.20

8.22

8.23

11 640

11 648

11 666

11 727

Pengeluaran Perkapita

Setahun (Ribuan)

11 863

Sumber : BPS Kabupaten Tangerang

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator strategis yang banyak digunakan untuk melihat upaya dan kinerja program pembangunan secara menyeluruh di

suatu wilayah. Mulai tahun 2014 mulai dihitung IPM Metode Baru yang penghitungannya dihitung mundur dari tahun 2010. Perbedaannya diantaranya perubahan komponen Angka Melek

Huruf (AMH) menjadi Harapan Lama Sekolah

(HLS), pengeluaran perkapita dari 27 komoditas

menjadi 96 komoditas, dan penghitungan rata-

rata aritmatik menjadi rata-rata geometrik.

Secara umum, level IPM Metode Baru lebih

rendah dibanding IPM Metode Lama.

Dengan melihat perkembangan angka

IPM lima tahun terakhir, capaian kemajuan

pembangunan manusia di Kabupaten

Tangerang sepertinya tidak terlalu signifikan.

Angka IPM Tangerang dari tahun 2012 sebesar

68.83 sedikit demi sedikit mengalami pening-

katan, dan terakhir tahun 2016 sebesar 70,44.

Dalam lima tahun hanya meningkat 1,61.

Melihat kenaikannya masih cukup rendah

sehingga masih diperlukan kebijakan dan

program yang dapat segera meningkatkan

indeks IPM tersebut.

IPM merupakan indikator gabungan dari

beberapa indikator yaitu indikator kesehatan,

indikator pendidikan, dan indikator ekonomi. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasi- lan pembangunan manusia di suatu wilayah. Tercatat untuk tahun 2016 terjadi peningkatan indikator IPM dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 69,37 tahun untuk AHH, 12,11 tahun untuk HLS, 8,23 tahun untuk RLS, dan 11.863 rupiah untuk pengeluaran perkapitanya (PPP).

https://tangerangkab.bps.go.id

PERTANIAN

Tahun 2016 produksi padi palawija meningkat

Produksi padi palawija di Tangerang pada tahun 2016 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk tanaman padi sawah, dari 324.052 ton pada tahun 2015 meningkat menjadi 417.038 ton pada tahun 2016.

9

Untuk mendukung ketahanan pangan nasional, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Peternakan terus berkomitmen menjadikan sektor pertanian

sebagai salah satu potensi wilayah yang terus dikembangkan. Diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Tangerang dapat terus berkembang dalam rangka turut mensukseskan program

pemerintah dalam mempertahankan swasembada

beras berkelanjutan.

Pada tahun 2016 menurut Dinas

Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tangerang,

untuk tanaman pangan, komoditas padi dan

palawija dengan luas panen terbesar tetap pada

komoditas padi sawah yaitu sebesar 69.365 ha

dengan produksi 417.038 ton. Angka ini

meningkat jika dibandingkan dengan tahun

sebelumnya yang mencapai 324.052 ton.

Sedangkan komoditas dengan luas panen terkecil

adalah padi gogo yaitu 9 Ha dengan produksi 44

Ton, menurun signifikan jika dibandingkan dengan

tahun sebelumnya, dengan produksi sebesar 115

Ton.

Jika dilihat dari sisi produktivitasnya,

komoditas ubi kayu menunjukkan produktivitas

tertinggi dibanding komoditas lainnya dimana

pada tahun 2016 mencapai 130,47 kuintal/ha.

Disusul produktivitas ubi jalar dan padi sawah

yang masing-masing sebesar 97,42 kuintal/ha dan 60,12 kuintal/ha. Produktivitas terkecil terdapat pada komoditas kacang tanah yang hanya sebesar 16,32 kuintal/ha.

Statistik Tanaman Pangan Tangerang

Jenis Tanaman 2015 2016 PADI SAWAH - Luas Panen (hektar) 53 727 69 365 -
Jenis Tanaman 2015 2016 PADI SAWAH - Luas Panen (hektar) 53 727 69 365 -

Jenis Tanaman

Jenis Tanaman 2015 2016

2015 2016

PADI SAWAH - Luas Panen (hektar) 53 727 69 365 - Produksi ( ton) 324

PADI SAWAH

- Luas Panen (hektar)

53 727

69 365

- Produksi ( ton)

324 052

417 038

PADI GOGO

- Luas Panen (hektar)

23

9

- Produksi ( ton)

115

44

JAGUNG

- Luas Panen (hektar)

62

82

- Produksi ( ton)

190

272

UBI KAYU

- Luas Panen (hektar)

162

121

- Produksi (ton)

2 097

1 579

UBI JALAR

- Luas Panen (hektar)

50

44

- Produksi (ton)

479

429

KACANG TANAH

- Luas Panen (hektar)

51

60

- Produksi (ton)

92

98

Sumber : Tangerang Dalam Angka 2017

Produktivitas Padi Palawija Tangerang, 2016

(kw/ha)

16,32 Kacang tanah 97,42 Ubi jalar 130,47 Ubi kayu 33,14 Jagung 49,35 Padi gogo 60,12
16,32
Kacang tanah
97,42
Ubi jalar
130,47
Ubi kayu
33,14
Jagung
49,35
Padi gogo
60,12
Padi sawah
0
50
100
150

Sumber : Tangerang Dalam Angka 2017

https://tangerangkab.bps.go.id

9
9

PERTANIAN

Produksi terbesar perikanan adalah penangkapan ikan di laut

Pada tahun 2015 produksi terbesar dalam sektor perikanan di Tangerang adalah penangkapan ikan di laut yang mencapai lebih dari 20 ribu ton dengan nilai lebih dari 500 miliar rupiah.

Produksi Ikan Menurut Jenis Usaha Perikanan (ton), 2016

20.000,00

15.000,00

10.000,00

5.000,00

-

19.596,70

10.563,60 4.848,00 4.814,72 92,21 440,10
10.563,60
4.848,00
4.814,72
92,21
440,10

Sumber : Tangerang Dalam Angka 2017

Statistik Tanaman Sayuran Tangerang 2016

Tanaman Luas Panen (Ha) Produksi (Kw) Kacang Panjang 305 22 421 Bayam 576 34 397
Tanaman Luas Panen (Ha) Produksi (Kw) Kacang Panjang 305 22 421 Bayam 576 34 397

Tanaman

Luas Panen (Ha)

Produksi (Kw)

Kacang Panjang

305

22

421

Bayam

576

34

397

Terung 135 17 952 Mentimun 364 26 115 Kangkung 565 35 503 Petsai/Sawi 348 26
Terung 135 17 952 Mentimun 364 26 115 Kangkung 565 35 503 Petsai/Sawi 348 26

Terung

135

17

952

Mentimun

364

26

115

Kangkung

565

35

503

Petsai/Sawi

348

26

582

Bawang Merah

10

730

Cabe Besar

23

428

Cabe Rawit

7

190

Sumber : Tangerang Dalam Angka 2017

Kegiatan sektor perikanan di Kabupaten Tangerang meliputi kegiatan perikanan laut, perikanan perairan umum (rawa, situ, bekas galian pasir, sungai), tambak, kolam, japung dan budidaya laut. Penangkapan ikan di laut tetap menghasilkan produksi terbesar dalam sektor perikanan yang mencapai 19.596,70 ton dengan nilai 512.894,5 juta rupiah. Produksi kedua

terbesar dihasilkan dari budidaya tambak (air

payau) yang mencapai 10.563,6 ton dengan nilai

84.508,8 juta rupiah dengan jenis ikan terbanyak

berupa ikan bandeng dengan produksi 7.595 ton

dengan total nilai 60.758 juta rupiah. Sedangkan

produksi terendah terdapat pada penangkapan

ikan di perairan umum dengan jumlah produksi

sebesar 92,21 ton dengan total nilai sebesar

934,85 juta rupiah.

Selain padi palawija, Kabupaten

Tangerang juga memiliki komoditas tanaman

unggulan lain, diantaranya adalah tanaman

sayuran seperti kacang panjang, bayam, terung,

mentimun, kangkung, petsai/sawi, bawang

merah, cabe besar, dan cabe rawit. Kangkung

adalah komoditas dengan jumlah produksi

terbesar mencapai lebih dari 35 ribu kuintal.

Disusul bayam dan petsai/sawi dengan produksi

masing-masing 34,3 ribu kuintal dan 26,5 ribu

kuintal. Sedangkan komoditas dengan produksi

terkecil ada pada tanaman cabe rawit yang hanya mencapai 190 kuintal.

*** TAHUKAH ANDA Kebutuhan ikan lele di Kabupaten Tangerang, sekitar 10 ton per hari untuk berbagai keperluan menu makanan di restoran dan dimanfaatkan sebagai bahan olahan kuliner lainnya. Para pengusaha peternak lele merasa tidak sanggup dalam memenuhi pesanan pembeli terutama

pengusaha kuliner pecel lele karena jumlahnya terbatas.

https://tangerangkab.bps.go.id

INDUSTRI PENGOLAHAN

Tangerang menyumbang output industri peringkat ketiga se- Banten

Tahun 2015 nilai Output Industri Besar Sedang Tangerang mencapai 130,59 triliun rupiah atau sekitar 27 persen se-Banten dan berada di urutan ketiga setelah Kota Cilegon dan Kota Tangerang.

10

Kabupaten Tangerang telah lama menyandang predikat sebagai daerah sentra industri. Sebagai daerah sentra industri, keterlibatan penduduk dalam sektor ekonomi di Kabupaten Tangerang sebagian besar bekerja pada sektor industri. Dalam kenyataannya sektor industri lebih banyak menyerap lapangan pekerjaan dibanding sektor-sektor lainnya.

Menurut Olahan Data Industri Besar

Sedang 2015 yang tercatat di BPS Kabupaten

Tangerang, tercatat jumlah perusahaan Industri

Besar Sedang di Tangerang mencapai 757

perusahaan dengan jumlah 182 ribu pekerja.

Nilai Output yang dihasilkan mencapai 130,59

triliun rupiah dengan nilai tambah atas biaya

faktor 63,50 triliun rupiah. Untuk rata-rata upah

tenaga kerja produksi sebesar 2,90 juta dan

tenaga kerja lainnya sebesar 3,46 juta per-

bulannya. Sedangkan total produktivitas tenaga

kerja mencapai lebih 59 miliar rupiah

sebulannya.

Bila dilihat dari persentase nilai output

Industri Besar Sedang se-Banten, Kabupaten

Tangerang menduduki peringkat ketiga sebesar

26,93 persen dengan besaran sekitar 130,59

triliun rupiah. Peringkat pertama adalah Kota

Cilegon dengan persentase sebesar 28,94

persen, diikuti peringkat kedua adalah Kota Tangerang dengan persentase 28,59 persen. Setelah Kabupaten Tangerang disusul Kabupaten Serang dengan peringkat keempat sebesar 13,13 persen, diikuti Kota Tangerang Selatan sebesar 2,04 persen, Kabupaten Lebak sebesar 0,27 persen, Kota Serang sebesar 0,05 persen dan peringkat terakhir adalah Kabupaten Pandeglang yang menyumbang hanya sebesar 179 miliar rupiah dengan persentase sebesar 0,04 persen.

Statistik Industri Pengolahan Tangerang

U R A I A N

2014 2015

U R A I A N 2014 2015
U R A I A N 2014 2015
3 461 921 59 694 862 Jumlah Perusahaan 740 757 Jumlah Tenaga Kerja 179 000

3 461 921

59 694 862

Jumlah Perusahaan

740

757

Jumlah Tenaga Kerja

179 000

182 308

Nilai Output (000 Rp)

88

587 848 917

130 594 210 240

Biaya Antara (000 Rp)

44

762 272 660

67

093 540 182

Nilai Tambah Biaya

43

453 754 689

63

500 670 058

Faktor (000 Rp)

Rata rata upah tenaga

kerja produksi (sebulan/

2

654 745

2

902 736

rupiah)

Rata Rata upah tenaga

kerja lainnya( sebulan/

rupiah)

Produktivitas tenaga kerja

(sebulan/000 Rp)

3 631 645

41 242 015

Sumber : Data Industri 2015, diolah

Persentase Nilai Output Industri Besar Sedang

Se- Banten 2015

Kota Tangsel; 2,04

Lebak; 0,27 Kota Serang; Pandeglang; 0,04 0,05 Tangerang; 26,93 Kota Cilegon; 28,94 Kota Tangerang; 28,59
Lebak; 0,27
Kota Serang;
Pandeglang; 0,04
0,05
Tangerang;
26,93
Kota Cilegon;
28,94
Kota Tangerang; 28,59
Serang; 13,13

Sumber : Data Industri 2015, diolah

https://tangerangkab.bps.go.id

11
11

PARIWISATA

Tangerang terkenal dengan wisata pantainya

Pengembangan sejumlah kawasan wisata potensial di sepanjang pantai utara akan terus dilakukan seperti wisata Pantai Tanjung Pasir, Tanjung Kait, Dadap dan Pulau Cangkir.

Persentase Wisatawan yang Berkunjung ke Kabupaten Tangerang Tahun 2016

Wisatawan Mancanegara; 32,72 Wisatawan Nusantara; 67,28
Wisatawan
Mancanegara; 32,72
Wisatawan Nusantara;
67,28

Sumber : Banten Dalam Angka, 2017

Database Pariwisata Kabupaten Tangerang

Tahun 2016

U R A I A N Jumlah Restoran/ Rumah makan 132 Situ 8 Kolam Renang
U R A I A N Jumlah Restoran/ Rumah makan 132 Situ 8 Kolam Renang

U R A I A N

Jumlah

Restoran/ Rumah makan

132

Situ

8

Kolam Renang

9

Makam Sejarah

43

Usaha Perjalanan Wisata

22

Cafe

5

Bar, Pub, Karaoke

14

Pusat Perbelanjaan

4

Spa dan Salon

14

Bioskop

4

Bilyar

11

 

264

Seni Tradisional

Sanggar Seni

8

Seni Tradisi

33

Seni Modern

72

Sumber : Banten Dalamn Angka 2017

Pembangunan pada sektor pariwisata

diarahkan pada pengembangan obyek wisata bahari, wisata pantai, wisata hutan, wisata air dan wisata budaya. Pariwisata Kabupaten Tangerang berpusat di pesisir utara Jawa. Di sana banyak sekali tempat wisata asyik untuk liburan bareng keluarga. Pantai - pantai utara Tangerang menawarkan spot berlibur yang menyenangkan apalagi dari sana traveler juga bisa menyewa

perahu untuk sekedar keliling pantai atau

menyeberang ke Kepulauan Seribu dengan tarif

yang relatif lebih murah ketimbang berangkat dari

pelabuhan di Jakarta.

Sebagai salah satu daerah yang potensial

menjadi daerah tujuan wisata, khususnya wisata

bahari, Tangerang sangat kondusif menjadi daerah

pengembangan investasi di bidang pelayanan jasa

hotel dan restoran, terutama di kawasan Pantai

Tanjung Pasir dan Pantai Tanjung Kait. Tercatat

tahun 2016 jumlah wisatawan asing yang

berkunjung mencapai 32,72 persen. Jumlah hotel

dan restoran di Kabupaten Tangerang juga men-

galami pertumbuhan yang cukup tinggi, misalnya

Hotel Tanjung Kait di Kecamatan Mauk dan Imperial

Century Hotel Et Resort di Lippo Karawaci, Atria,

IBIS, Fame, Ara di Kelapa Dua dan masih banyak

hotel-hotel lainnya.

Satu lagi tempat yang tak kalah menariknya

adalah Taman Buaya Tanjung Pasir yang cukup

terkenal sebagai salah satu tujuan wisata di

Kabupaten Tangerang. Lokasi tempat ini berada di

Jalan Raya Tanjung Pasir dan cukup mudah untuk diakses. Wisatawan akan diajak untuk melihat

langsung kehidupan reptil buas di dalam

penangkaran. Di samping melihat buaya-buaya di

penangkaran, traveler yang berkunjung juga bisa

berburu suvenir berupa kerajinan kulit buaya. Atau jika berminat ada pula warung makan yang menjual kuliner ekstrim berupa sate buaya.

https://tangerangkab.bps.go.id

PENGELUARAN PENDUDUK

Pengeluaran konsumsi makanan lebih tinggi dibanding non makanan

Pada tahun 2016, pengeluaran makanan sedikit lebih tinggi dibandingkan non makanan yaitu mencapai 51,02 persen atau sekitar Rp. 504.877, -

12
12

Pengeluaran rumahtangga dibedakan

menjadi dua yaitu pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan (Non Makanan). Biasanya pengeluaran makanan dapat mencapai titik jenuh, sementara pengeluaran untuk non makanan hampir tidak terbatas. Tarik-menarik antara dua pengeluaran tersebut, dapat mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Semakin besar pengeluaran untuk non makanan, berarti

tingkat kesejahteraan semakin baik.

Mengamati data hasil Susenas 2016 di

Kabupaten Tangerang terlihat berbeda dari tahun

sebelumnya, proporsi pengeluaran perkapita

perbulan untuk konsumsi makanan sedikit lebih

tinggi dibandingkan konsumsi makanannya yaitu

sebesar 51,02 persen berbanding 48,98 persen

atau dalam bentuk besaran rupiah rata-rata

pengeluaran untuk konsumsi makanan sebesar

Rp. 504.877,- dan untuk konsumsi non makanan

sebesar Rp. 484.692,- dengan total pengeluaran

perkapita sebulan sebesar Rp 989.569,-

Bila dilihat komposisi jenis pengeluaran

makanan maka pengeluaran terbesar ada di

pengeluaran kelompok makanan dan minuman

jadi yakni sebesar 31,21 persen, disusul

kelompok tembakau dan sirih sebesar 17,73

persen, padi-padian sebesar 11,40 persen, sayur-

sayuran sebesar 6,32 persen dan pengeluaran

terkecil ada pada kelompok umbi-umbian sebesar

0,87 persen. Sedangkan bila dilihat dari

komposisi pengeluaran bukan makanan maka

pengeluaran terbesar ada pada pengeluaran perumahan dan fasilitas ruta sebesar 51,43 persen, disusul pengeluaran aneka barang dan jasa sebesar 25,29 persen, barang tahan lama sebesar 10,16 persen, pakaian, alas kaki & tutup

kepala sebesar 6,46 persen, pajak, pungutan & asuransi sebesar 3,60 persen dan yang terkecil adalah keperluan pesta & upacara sebesar 3,06 persen.

Pengeluaran Rata-Rata Perkapita Per bulan Penduduk Tangerang 2016

Jenis Pengeluaran Pengeluaran (Rp) (%) (1) (2) (3) Pengeluaran makanan 504 877 51.02 a.
Jenis Pengeluaran Pengeluaran (Rp) (%) (1) (2) (3) Pengeluaran makanan 504 877 51.02 a.

Jenis Pengeluaran

Pengeluaran

(Rp)

(%)

(1)

(2)

(3)

Pengeluaran makanan

504

877

51.02

a. Padi-padian

57

567

11.40

b. Umbi-Umbian

4

406

0.87

c. Ikan

30

132

5.97

d. Daging

24

151

4.78

e. Telur & Susu

30

464

6.03

f. Sayur-Sayuran

31

891

6.32

g. Kacang-Kacangan

9

550

1.89

h. Buah-Buahan

19

805

3.92

i. Minyak & Lemak

11

673

2.31

j.

Bahan Minuman

15

799

3.13

k. Bumbu-Bumbuan

10

914

2.16

l. Konsumsi Lainnya

11

414

2.26

m. Mak & Min Jadi

157

589

31.21

n.

Tembakau & Sirih

89

515

17.73

Pengeluaran non makanan

484

692

48.98

a. Perum & Fasilitas ruta

249

293

51.43

b. Aneka Barang & Jasa

122

582

25.29

c. Pakaian,Alas Kaki, Ttp kpl

31

321

6.46

d. Barang Tahan Lama

49

237

10.16

e. Pajak, Pungutan, & Asrn

17

432

3.60

f. Keperluan Pesta & Upcra

14

824

3.06

Total Pengeluaran

989

569

100

Sumber : Data Susenas 2016,diolah

https://tangerangkab.bps.go.id

13
13

PENDAPATAN REGIONAL

LPE Tangerang ada di urutan keenam se-Propinsi Banten

Laju Pertumbuhan Ekonomi Tangerang pada tahun 2016 dengan tahun dasar baru 2010 tumbuh 5,32 persen, melemah dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 5,76 persen dan berada di urutan keenam se-Propinsi Banten.

PDRB ADHB dan Pertumbuhan Ekonomi Tangerang

Uraian 2014 2015 2016 73.82 77.78 81.92 PDRB ADHB (triliun rupiah) 91.41 101.56 109.17 PDRB
Uraian 2014 2015 2016 73.82 77.78 81.92 PDRB ADHB (triliun rupiah) 91.41 101.56 109.17 PDRB

Uraian

2014

2015 2016

Uraian 2014 2015 2016 73.82 77.78 81.92
Uraian 2014 2015 2016 73.82 77.78 81.92

73.82

77.78 81.92

PDRB ADHB

(triliun rupiah)

91.41

101.56

109.17

101.56 109.17

PDRB ADHK

(triliun rupiah)

Pertumbuhan Ekonomi

5.37

5.36 5.32

Sumber : Tangerang Dalam Angka 2017

Distribusi Persentase PDRB ADHB

Menurut Lapangan Usaha 2016

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib; 1,69 Jasa Kesehatan dan Pertanian, Kehutanan dan Jasa
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial
Wajib; 1,69
Jasa Kesehatan dan
Pertanian, Kehutanan dan
Jasa Pendidikan;
Kegiatan Sosial; 0,4
Perikanan; 6,88
2,46
Jasa Perusahaan; 1,02
Jasa lainnya; 1,45
Pertambangan dan
Real Estate; 6,9
Jasa Keuangan dan
Penggalian; 0,05
Asuransi; 5,31
Informasi dan
Komunikasi ; 3,25
Industri Pengolahan;
Penyediaan
37,25
Akomodasi dan
Makan Minum; 1,49
Transportasi dan
Pergudangan ; 2,79
Pengadaan Listrik
Konstruksi; 13,12
dan Gas; 5,11
Perdagangan Besar dan Eceran;
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
Reparasi Mobil dan SepedaMotor ;
Limbah dan Daur Ulang; 0,06
10,76

Sumber : Tangerang Dalam Angka 2017

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan gambaran kemampuan suatu daerah dalam mengelola sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Ini dapat

dilihat dari nilai tambah yang mampu diciptakan oleh berbagai aktivitas ekonomi di daerah tersebut. Publikasi PDRB Kabupaten Tangerang 2016 sudah

menggunakan tahun dasar baru 2010 yang

penghitungannya mulai dari tahun 2010. Perubahan

tahun dasar (rebasing) pada prinsipnya merupakan

suatu proses mengubah indikator harga dan struktur

kuantitas produk barang dan jasa pada tahun dasar

lama menjadi tahun dasar baru.

Total nilai tambah yang tercipta dari

produksi barang dan jasa yang dilakukan para

pelaku ekonomi di Kabupaten Tangerang di

cerminkan oleh besaran angka PDRB-nya. Pada

tahun 2016, nilai PDRB Tangerang mencapai sekitar

109,17 triliun rupiah. Nilai tersebut mengalami

peningkatan sebesar 7,49 persen dibandingkan

tahun sebelumnya. Berdasarkan harga konstan

2010, nilai PDRB Tangerang 2016 mencapai 81,92

triliun rupiah atau meningkat 5,32 persen dari tahun

sebelumnya.

Menurut distribusinya, struktur ekonomi

Kabupaten Tangerang dari tahun ke tahun selalu

didominasi oleh kategori industri pengolahan yang

pada tahun 2016 mencapai 37,25 persen, lebih dari

sepertiga nilai PDRB Kabupaten Tangerang. Peringkat kedua berada pada kategori konstruksi yang mencapai 13,12 persen diikuti kategori perdagangan besar dan eceran yang menduduki peringkat ketiga sebesar 10,76 persen. Sedangkan yang mempunyai peranan terkecil berada di kategori pertambangan dan penggalian yang hanya menyumbang sebesar 0,05 persen.

Sumber : Tangerang Dalam Angka 2017

https://tangerangkab.bps.go.id

PERBANDINGAN REGIONAL

PDRB perkapita Tangerang berada di peringkat keenam se-Banten

PDRB perkapita Kabupaten Tangerang 2016 masih tertinggal dibanding lima kabupaten/kota yang lain yakni sebesar 31,39 juta rupiah.

14

Untuk perbandingan beberapa indikator terpilih lain seperti laju pertumbuhan ekonomi, angka harapan hidup dan indeks pembangunan manusia, memperlihatkan untuk tahun 2016 Kota Tangerang Selatan masih menduduki peringkat pertama untuk semua indikator dari indikator angka harapan hidup yaitu sebesar 72,14 indikator IPM sebesar 80,11 dan indikator laju

pertumbuhan ekonomi sebesar 6,98 persen.

Indikator Kabupaten Tangerang Tahun

2016 menduduki peringkat ketiga untuk indikator

Angka Harapan Hidup (AHH) sebesar 69,37 dan

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di

peringkat kelima sebesar 70,44. Sedangkan laju

pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang

untuk tahun dasar baru 2010 menduduki

peringkat kelima yaitu sebesar 5,32 persen,

melemah bila dibandingkan tahun sebelumnya

yang mencapai 5,36 persen.

Sementara itu perbandingan antar

kabupaten / kota di Banten untuk beberapa

indikator terpilih di tahun 2016 memperlihatkan

adanya ketimpangan akibat variasi nilai yang

cukup besar. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku

per kapita tertinggi di Kota Cilegon (196,84 juta

rupiah) dan yang terendah di Kabupaten Lebak

(17,60 juta rupiah), mencapai hampir dua belas

kali lipatnya. Meskipun PDRB adhb Kabupaten

Tangerang berada di posisi kedua setelah Kota Tangerang, namun PDRB per kapitanya jika dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Banten menempati peringkat keenam. Dan bila dibandingkan dengan Propinsi Banten sendiri, dalam dua tahun terakhir PDRB perkapita Kabupaten Tangerang semakin jauh di bawah PDRB perkapita penduduk Propinsi Banten yang pada tahun 2016 mencapai hampir 42 juta rupiah setahunnya.

Perbandingan Beberapa Indikator Terpilih, 2016

90,00 72,04 71,09 80,11 70,96 80,00 65,12 76,81 63,40 62,78 70,44 70,00 60,00 71,34 67,36
90,00
72,04
71,09 80,11
70,96
80,00
65,12 76,81
63,40 62,78 70,44
70,00
60,00
71,34
67,36 72,14
69,37
63,81
66,24
50,00
69,46 63,77
66,43
40,00
30,00
20,00
6,98
5,51
5,70
5,05
5,32
5,00
5,30
5,49
6,22
10,00
0,00
AHH
IPM
LPE

Sumber : BPS Kabupaten Tangerang

Perbandingan PDRB Perkapita se-Banten 2016

Uraian PDRB adhb PDRB Perkapita (Milyar rp) (Juta rp) 1. Pandeglang 22 168,67 18.46
Uraian PDRB adhb PDRB Perkapita (Milyar rp) (Juta rp) 1. Pandeglang 22 168,67 18.46

Uraian

Uraian PDRB adhb PDRB Perkapita (Milyar rp) (Juta rp)

PDRB adhb

PDRB Perkapita

(Milyar rp)

(Juta rp)

1. Pandeglang

22

168,67

18.46

2. Lebak

22

527,85

17.60

3. Tangerang 109 172,16 31.39 4. Serang 61 266,30 41.27 5. Kota Tangerang 136 085,44
3. Tangerang 109 172,16 31.39 4. Serang 61 266,30 41.27 5. Kota Tangerang 136 085,44

3. Tangerang

109

172,16

31.39

4. Serang

61

266,30

41.27

5. Kota Tangerang

136

085,44

64.99

6. Kota Cilegon

82

419,21

196.84

7. Kota Serang

23

929,33

36.53

8. Kota Tangsel

60

721,68

38.53

Propinsi Banten

516 326,90

42.31

Sumber : PDRB Kab. Tangerang Lapangan Usaha 2012 - 2016

https://tangerangkab.bps.go.id

https://tangerangkab.bps.go.id

LAMPIRAN TABEL

https://tangerangkab.bps.go.id

Tabel 1.

Kondisi Iklim di BMKG Stasiun Geofisika Klas I Tangerang Tahun 2016

      Kecepatan Bulan Temperatur Rata - rata Curah Hujan Hari Hujan Kelembaban Humidity
      Kecepatan Bulan Temperatur Rata - rata Curah Hujan Hari Hujan Kelembaban Humidity
      Kecepatan Bulan Temperatur Rata - rata Curah Hujan Hari Hujan Kelembaban Humidity
      Kecepatan Bulan Temperatur Rata - rata Curah Hujan Hari Hujan Kelembaban Humidity
      Kecepatan Bulan Temperatur Rata - rata Curah Hujan Hari Hujan Kelembaban Humidity
      Kecepatan Bulan Temperatur Rata - rata Curah Hujan Hari Hujan Kelembaban Humidity
      Kecepatan Bulan Temperatur Rata - rata Curah Hujan Hari Hujan Kelembaban Humidity
      Kecepatan Bulan Temperatur Rata - rata Curah Hujan Hari Hujan Kelembaban Humidity
      Kecepatan Bulan Temperatur Rata - rata Curah Hujan Hari Hujan Kelembaban Humidity
      Kecepatan Bulan Temperatur Rata - rata Curah Hujan Hari Hujan Kelembaban Humidity
      Kecepatan Bulan Temperatur Rata - rata Curah Hujan Hari Hujan Kelembaban Humidity
      Kecepatan Bulan Temperatur Rata - rata Curah Hujan Hari Hujan Kelembaban Humidity
      Kecepatan Bulan Temperatur Rata - rata Curah Hujan Hari Hujan Kelembaban Humidity
      Kecepatan Bulan Temperatur Rata - rata Curah Hujan Hari Hujan Kelembaban Humidity
      Kecepatan Bulan Temperatur Rata - rata Curah Hujan Hari Hujan Kelembaban Humidity
      Kecepatan Bulan Temperatur Rata - rata Curah Hujan Hari Hujan Kelembaban Humidity
     

Kecepatan

Bulan

Temperatur

Rata-rata

Curah Hujan

Hari Hujan

Kelembaban

Humidity

Angin

Rata-rata

( 0 Celsius)

(mm)

(hari)

(%)

(knot)

[1]

[2]

[3]

[4]

[5]

[6]

Januari

28,2

185,3

14

82

1,8

Pebruari

27,5

507,6

22

85

1,5

82 1,8 Pebruari 27,5 507,6 22 85 1,5 https://tangerangkab.bps.go.id Maret 28,1 197,3 15

https://tangerangkab.bps.go.id

Maret

28,1

197,3

15

83

1,7

April

28,1

197,3

11

80

3,8

Mei

28,7

271,3

18

83

3,0

Juni

28,2

311,4

13

81

2,8

Juli

27,6

190,9

16

82

3,1

Agustus

27,8

160,0

14

78

2,7

September

27,8

126,0

19

79

3,4

Oktober

27,7

160,3

18

81

3,1

November

27,8

219,7

18

81

3,2

Desember

27,5

135,4

16

80

5,4

Rata-rata