Anda di halaman 1dari 10

JAMINAN PEMELIHARAAN

PADA PEKERJAAN KONSTRUKSI


Oleh :
Mudjisantosa

www.mudjisantosa.net
PRESTASI
KONTRAK
Selesai Masa
100% pemeliharaan
selesai

Dibayar Dibayar
95% 5%

Bila prestasi pekerjaan telah telah selesai (100%) ,


maka PPK membayar 95% dari total nilai kontrak,
sisanya sebesar 5% akan dibayar ketika masa pemeliharaan selesai.
Prestasi
kontrak
Selesai Masa
100% pemeliharaan
selesai

Dibayar 100%
dengan
jamiman
pemeliharaan Bila prestasi pekerjaan telah
Jaminan
pemeliharaan selesai (100%) , maka PPK
dapat membayar 100%
jika PT X memberikan
Jaminan Pemeliharaan
Prestasi R
U
kontrak S
A Masa
selesai 100% K pemeliharaan
selesai

Dibayar 100%
dengan
jamiman PENYEDIA
pemeliharaan MEMPER-
BAIKI
Jaminan
pemeliharaan
R
U
Prestasi S
kontrak A Masa
K pemeliharaan
Selesai 100% selesai

Dibayar 100%
dengan
jamiman
pemeliharaan
Jaminan
pemeliharaan

Cairkan jaminan pemeliharaan


dan penyedia dikenakan daftar
hitam
(1) Penyedia Barang/Jasa memberikan Jaminan Pemeliharaan
kepada PPK setelah pelaksanaan pekerjaan dinyatakan selesai
100% (seratus perseratus), untuk:
a. Pekerjaan Konstruksi;
b. Pengadaan Jasa Lainnya yang membutuhkan masa
pemeliharaan.
(2) Besaran nilai Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima
perseratus) dari nilai Kontrak.
(3) Jaminan Pemeliharaan dikembalikan setelah 14 (empat belas)
hari kerja setelah masa pemeliharaan selesai.
(4) Penyedia Pekerjaan Konstruksit memilih untuk memberikan
Jaminan Pemeliharaan atau memberikan retensi.
(5) Jaminan Pemeliharaan atau retensi sebagaimana dimaksud
pada ayat (4), besarnya 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak
Pengadaan Pekerjaan Konstruksi/ Jasa Lainnya.
 Nilai jaminan pemeliharaan 5% dari kontrak
 misalkan 5 % x Rp. 1.000.000.000 =
Rp.50.000.000 ( di sebut Nilai Jaminan
pemeliharaan )
 Sekedar contoh harga Polis Premi Jaminan
Pemeliharaan 1,2% ( Rate Jangka
Waktu 180 Hari Kalender ) x Rp. 50.000.000 (
Nilai Jaminan ) + Rp. 25.000 ( Polis dan
Materai ) = Rp. 625.000 ( di sebut Premi yang
harus dibayar PT. X Kepada Perusahaan
Asuransi)
 Diminta penyedia secara tertulis untuk memperbaiki
 Bila penyedia tidak memperbaiki maka diberi surat
peringatan dengan batasan waktu
 Dalam hal tidak melakukan perbaikan maka jaminan
dicairkan untuk digunakan dalam perbaikan
pemeliharaan dan penyedia dikenakan daftar hitam.
 Pencairan jaminan pelaksanaan untuk tujuan
perbaikan, bukan untuk disetorkan ke kas
negara ( kas daerah)
 Pencairan sebesar nilai kerusakan dengan
maksimal 5% ( sebesar nilai jaminan).
 Bila biaya pemeliharaan melebihi nilai
jaminan pemeliharaan (5%) maka kelebihan
biaya tersebut tetap menjadi tanggung jawab
penyedia.
 Bila penerbit jaminan tidak bersedia
mencairkan, maka dilaporkan ke OJK