Anda di halaman 1dari 42

Petunjuk Praktikum BMS 1

Kedokteran Gigi

BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM


PATOLOGI KLINIK
KEDOKTERAN GIGI

Penyusun :

Dr. dr. Wahyu Siswandari, Sp.PK, M.Si.Med


dr. Vitasari Indriani, Sp.PK, M.Si.Med, MM
dr. Tri Lestari, M.Si

LABORATORIUM PATOLOGI KLINIK


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2018
BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
1
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

TATA TERTIB PRAKTIKUM

1. Mahasiswa wajib mengikuti semua kegiatan praktikum yang telah dijadwalkan


2. Mahasiswa wajib hadir 15 menit sebelum praktikum dimulai.
3. Mahasiswa wajib memakai jas praktikum sebelum acara dimulai.
4. Mahasiswa wajib mengisi daftar hadir praktikum setiap kali mengikuti kegiatan
praktikum
5. Mahasiswa yang datang terlambat 15 menit, tidak diperkenankan mengikuti
acara praktikum, ujian ident dan remedial ident.
6. Mahasiswa wajib meengenakan sepatu tertutup, tidak diperkenankan
mengenakan kaos dan ceelana berbahan jeans.
7. Sebelum praktikum dimulai dilakukan pretest, nilai pretest masuk dalam
komponen penilaian praktikum.
8. Mahasiwa wajib mengikuti praktikum dengan tertib, dilarang merokok,
bersendau gurau, tidak berbicara diluar konteks mata acara praktikum yang
sedang berlangsung dan atau melakukan kegiatan/perilaku yang dapat
mengganggu kegiatan praktikum
9. Mahasiswa diperbolehkan membawa 1 gadget untuk setiap kelompok guna
keperluan dokumentasi
10. Selama praktikum berlangsung, mahasiswa wajib bekerja dengan hati-hati untuk
menghindari kecelakaan di dalam ruang praktikum (laboratorium)
11. Mahasiswa wajib mengganti alat-alat praktikum, apabila merusakkan.
12. Tiap kelompok wajib membuat laporan sementara hasil praktikum dan disahkan
oleh asisten dosen/dosen pembimbing praktikum.
13. Sebelum meninggalkan ruangan, pastikan alat-alat dan reagen praktikum dalam
keadaan bersih dan rapi.
14. Laporan kelompok dikumpulkan maksimal 3 hari setelah praktikum sebelum
jam 12.00
15. Mahasiswa yang berhalangan hadir dalam praktikum wajib memberitahukan
secara tertulis kepada seksi akademik atau ketua blok.

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
2
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

16. Ketidakhadiran dalam praktikum harus disertai dengan alasan yang dapat
diterima. Alasan yang dapat diterima untuk tidak hadir dalam praktikum adalah:
- Ada anggota keluarga (Bapak, Ibu dan Adik/kakak) yang meninggal
- Sakit, yang harus dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Ketua dan
seksi akademik blok yang berwenang memutuskan apakah surat
keterangan sakit tersebut valid atau tidak
- Melaksanakan tugas dari JurusanKedokteranGigi FK Unsoed, yang
dibuktikandengansurattugasdariDekan FK Unsoed.
- Pernikahan keluarga inti (kakak, adik, bapak, ibu)

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
3
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

DESKRIPSI BLOK
Blok Basic Medical Science 1 merupakan blok kedua dalam semester kedua. Blok
ini mempunyai beban 6 SKS

KARAKTERISTIK MAHASISWA
Mahasiswa yang mengikuti Blok Basic Medical Science 1 adalah mahasiswa
Fakultas Kedokteran Gigi semester 2

TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Praktikum Patologi Klinik:
1 Mahasiswa dapat mengidentifikasi sel-sel berdasarkan stadium eritropoiesis.
2 Mahasiswa mengidentifikasi sel-sel berdasarkan stadium lekopoiesis.
3 Mahasiswa mengidentifikasi sel-sel berdasarkan stadium trombopoiesis.
4 Mahasiswa mampu menjelaskan dan melakukan pemeriksaan darah rutin,
meliputi: pengukuran kadar hemoglobin, hematokrit, penghitungan jumlah
eritrosit, indeks eritrosit, jumlah lekosit, hitung jenis leukosit (normal),
jumlah trombosit, laju endap darah, dan membuat apusan darah tepi
5 Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan rumple leed, clotting time dan
bleeding time sebagai aplikasi dari mekanisme hemostasis

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
4
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

A. BAHAN PEMERIKSAAN
Bahan/sampel darah sesuai dengan pemeriksaan yang akan dilakukan.
Macam bahan pemeriksaan :
1. Darah Vena
Bayi baru lahir : Vena Umbilicalis.
Bayi : Vena Jugularis Ekterna.
Dewasa : Semua Vena Superficial ->terbaik Vena Mediana Cubiti.
2. Darah Kapiler
Bayi : Tumit kaki bagian lateral dan medial
Dewasa : Ujung jari tangan ke 2, 3, 4

B. JENIS PEMERIKSAAN DARAH


I. Materi I
1) Pemeriksaan Hemoglobin
2) Pemeriksaan Hitung Jumlah Leukosit
3) Pemeriksaan HitungJenisLeukosit / Diff. Count
II. Materi II
1) Pemeriksaan Hitung JumlahEritrosit.
2) Pemeriksaan Hematokrit
3) Pemeriksaan LajuEndapDarah.
4) Pemeriksaan Index eritrosit
III. Materi III
1) Pemeriksaan Rumple leed
2) Pemeriksaan Waktu Pembekuan
3) Pemeriksaan Waktu Perdarahan

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
5
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

MATERI I
1) Pemeriksaan Hemoglobin
Metode yang dipergunakan :
A. Kolorimetri visual
1. Tallquis.
2. Spencer.
3. Haden Housser.
4. Sahli.
B. Kolorimetrik / Fotoelektrik
1.4 Metode SAHLI
Alat yang dipergunakan :

Spuit Torniquet

Alkohol Swab HemometerSahli


HemometerSahliterdiridari :
1. Tabungpengencerpanjang 12 cm, dindingbergarismulaiangka 2
(bawah) s/d 22 (atas)
2. TabungstandartHb.
3. Pipet Hb dengan pipet karet panjang 12,5 terdapat angka 20 ul.
4. Pipet HCL.
5. Botol tempat aquadest dan HCL 0,1 N.
6. Batangpengaduk (darikaca).

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
6
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Prinsippemeriksaan :
MengukurkadarHbberdasarwarna yang
terjadiakibatperubahanHbmenjadiasamhematinsetelahpenambahan
HCL 0,1 N ( tidaksemuaHbterukur ).
Sampel : - Darah vena. - Darah kapiler.
Cara pemeriksaan :
- Diisi tabung pengencer dengan HCL 0,1 N sampai angka 2 (± 5
tetes).
- Dihisap darah menggunakan pipet hb sampai angka 20 ul,
jangan sampai ada gelembung udara yang ikut terhisap.
- Dihapus darah yang ada pada ujung pipet.
- Dituang darah kedalam tabung pengencer, bilas dengan HCL
bila masih ada darah dalam pipet, aduk sampai darah dan reagen
tercampur.
- Didiiamkan 1 – 3 menit
- Ditambahkan aquadest tetes demi tetes, aduk dengan batang
kaca pengaduk.
- Dibandingan larutan dalam tabung pengencer dengan warna
larutan standart.
- Persamaan campuran dgn batang standard harus dicapai dalam
waktu 3-5 menit setelah darah tercampur dengan HCL.
- Bila sudah sama warnanya penambahan aquadest dihentikan,
baca kadar Hb pada skala yang ada di tabung pengencer / gr /
100 ml darah.
NilairujukanmenurutDacie :
- Dewasalaki – laki : 12,5 – 18,0 gr %
- Dewasawanita : 11,5 – 16,5 gr %
- Bayi< 3 bulan : 13,5 – 19,5 gr %
- Bayi> 3 bulan : 9,5 – 13,5 gr %
- Umur 1 tahun : 10,5 – 13,5 gr %
- Umur 3 – 6 tahun : 12,0 – 14,0 gr %
- Umur 10 – 12 tahun : 11,5 – 14,5 gr %

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
7
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Catatan :
- CaraSahlikurangtelitijikadibandingkandengancaracyanmethemo
globintetapimasihjauhlebihbaikdaripadaTallquis yang
menggunakankertasdandicocokandengankertasstandar.
- Kesalahansebesar 10 %.
- Kesalahan yang terjadiakibat :
1. Keadaan alat :
- Volume pipet tidak tepat.
- Warna tabung standar sudah pucat.
2. Tehnik / pemeriksa :
- Ketajaman mata berbeda-beda.
- Intensitas sinar kurang.
- Terdapat gelembung udara.
- Darah pada ujung pipet tidak dihapus
- Waktu tidak tepat satu menit, sehingga asamhematin
belum sempurna terbentuk.
3. Reagensia : HCL 0,1 N.
Bila menggunakan darah kapiler kemungkinan akan
memberikan hasil yang lebih rendah bila dipijit – pijit pada
waktu pengeluaran darah setelah penusukan.

2) Pemeriksaan Hitung Jumlah Leukosit


Alat yang digunakanantaralain:

BilikHitung NI
PipetLeukosit

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
8
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Mikroskop Cover Glass

BilikhitungterbaikuntukpemeriksaanjumlahleukositadalahbilikhitungNeu
bauer Improved atauBurkerkarenamempunyaidaerahperhitungan yang
luas.
Neubauer Improved :
Luas seluruh bilik = 3 x 3 mm2.
Didalam bilik terdapat :
Kotak besar : 1 x 1 mm2.
Kotak sedang ada 2 macam :
- Ditengah : 1/5 x 1/5 mm2.
- Di empat sudut : ¼ x ¼ mm2.
Kotak kecil : 1/20 x 1/20 mm2.
Tinggi / dalam : 0,1 mm.
Kotak sedang : W: Leukosit ( 1,3,7,9 ): ¼ x ¼ mm2.
R: Eritrosit ( 5 ) : 1/5 x 1/5 mm2.
Gambar :

Pipet Leukosit :
- Didalamnya terdapat bola berwarna putih.
- Mempunyaigaris 0,5 – 1 – 11.

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
9
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Reagensia :

Larutan Turk
Larutan Turk terdiridari :
- Gentian Violet 1 % : 1 ml.
- Asam Acetat Glacial : 1 ml.
- Aquadest ad : 100 ml.
Bahan :Darah vena atau darah kapiler.
Prinsip pemeriksaan :
Menghitung sel leukosit di dalam suatu larutan yang merusak sel-sel
laindengan bilik hitung.
Cara kerja :
 Dicari bilik hitung menggunakan mikroskop, kotak sedang di pojok
ujung bilik hitung.
 Dihisap darah dengan pipet leukosit sampai angka 1(pengenceran =
10 kali) atau sampai 0,5 (pengenceran = 20 kali).

 Dihapusdarah yang melekatpadaujung pipet.


 Dihisap larutan Turk sampaigaristanda 11 denganmenggunakan
ujung pipet yang sama, hati –
hatijangansampaiadagelembungudara.
 Diangkat pipet daricairantutupujung pipet
denganujungjarilalulepaskankaretpenghisap.
BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
10
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

 Dikocokdenganarah horizontal selama 15 – 30 detik

 Dibuang 3 tetesan yang pertama


 Dituangpadabilikhitung yang
telahditutupdengankacapenutupdandiletakan di mikroskop.

 Dilakukanpenghitunganselleukositdenganpembesaranobyektif 10 x
atau 40 x.

Perhitungan :

JumlahLeukosit= Jumlahleukositx16x 10(tinggibilikhitung) x 10(pengenceran)


Jumlahkotak
Contoh :
Dihitung dalam 12 kotak sedang = 90 sel Leukosit.
Pengenceran = 10 x.
90
Jumlah sel Leukosit = x16x10x10 = 12.000 / mm3
12

Nilai rujukan menurut Dacie :


Dewasa pria : 4 – 11 ribu / mm3.
Dewasa wanita : 4 – 11 ribu / mm3.
Bayi : 10 – 25 ribu / mm3.
1 tahun : 6 – 18 ribu / mm3.
12 tahun : 4,5 – 13 ribu / mm3.
Kesalahan biasanya oleh karena :
 Alat.
BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
11
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

 Reagensia.
 Sampel.
 Pemeriksa.
Perawatan alat :
Pipet leukosit :
- Begitu selesai digunakan harus segera dicuci, dengan aquadest
dan disemprot aceton.
- Bila tersumbat jendalan darah diambil dengan kawat lembut.
- Bila gagal rendam dalam larutan ( salah satu ):
 Ethanol 95 %.
 Asam Acetat 0,5 %.
 Dikromat cleaning solution.
 Larutan Sodium Bikarbonat 1 %.
- Bilik hitung :
 Bersihan secepat mungkin.
 Rendam dalam larutan deterjen 2 – 3 jam.
 Bilas air.
 Bilas alkohol.
 Keringkan dengan kain halus.

3) Pemeriksaan Hitung Jenis Leukosit / Diff. Count


Membaca preparat hapus darah tepi
Gambar :

I II III
IV V VI

Preparat darah tepi dibagi dalam beberapa zone seperti diatas. Bila dilihat
dengan mikroskop akan tampak sebagai berikut :

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
12
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Zone I (Irreguler Zone II (Thin zone) Zone III Thick zone)


zone)3 % 14% 45%

Zone IV (Thin Zone V (even zone) Zone VI (Very thin


Zone)18% 11% zone) 14%

Dengan pemeriksaan 10 x ( obyektif )


 Orientasi seluruh lapangan pandang.
 Periksa adanya sel – sel asing, parasit.
 Estimasi jumlah leukosit.
Dengan pembesaran 40 x ( obyektif )
 Hitung jenis sel darah putih.
 Morfologi sel darah merah.
Dengan pembesaran 100 x ( obyektif )
 Penegasan.
BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
13
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

 Bangunan khas.
 Estimasi Trombosit menurut Barbara Brown.
Arah perhitungan tertentu seperti dibawah ini :

Bandingkan ukuran masing – masing sel dan amati bentuk inti, granula.
- Stab / batang.

- Segmen.

- Eosinofil. - Basofil

- Limfosit. -Monosit.

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
14
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Tabel hitung jenis leukosit normal.


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 jumlah
Eos
Bas
Staf
Sg
Limf
Mono
Jml 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100

Distribusi sel
Limfosit : di tengah.
Monosit : tepi / ekor.
Neutrofil : tepi / ekor.
Pelaporan :
Eos / Baso / Staf netro / Segmen netro / Limfo / Mono
Misal :
4 / - / 1 / 56 / 38 / 1.
Eritrosit berinti muda dilaporkan :……………./ 100 Leukosit.
Nilai normal menurut Miller :
Eosinofil : 1 – 4 %.
Basofil : 0 – 1 %.
Stab : 2 – 5 %.
Segmen : 50 – 70 %.
Limfosit : 20 – 40 %.
Monosit : 1 – 6 %.

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
15
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Materi II
1) Pemeriksaan Hitung JumlahEritrosit
Alat Hemositometer :

:
Spuit Torniquet

Alkohol Swab Mikroskop

BilikHitung NI Cover Glass

PipetEritrosit

Reagen :

Larutan Hayem

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
16
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Lar. Hayem tdd :


 Na2SO4 kristal : 5,0 gram.
 NaCl : 1,0 gram.
 HgCl2 : 0,5 gram.
 Aquadest : 200,0 ml.
Prinsip pemeriksaan :
Menghitung sel eritrosit dalam larutan yang menghancurkan sel – sel lain
Cara pemeriksaan :
Serupa menghitung sel Leukosit :
 Diletakkan bilik hitung yang telah ditutup dengan kaca penutup di
bawah mikroskop.
 Dicari kotak kecil / kotak eritrosit ( bila menggunakan bilik hitung
Neubauer Improve ada ditengah )
Gambar :

 Dengan pipet eritrosit, dihisap darah sampai angka 1 (


pengencerran 100 x ) atau sampai angka 0,5 (pengenceran 200 x )
 Dibersihkan ujung pipet.
 Dipertahankan posisi pipet, hisap lar Hayem sampai angka 101.
 Dibersihkan ujung pipet.
 Dikocok dengan arah horizontal.
 Dibuang 3 tetes yang pertama.
 Diteteskan ke bilik hitung lewat sela-sela kaca penutup.

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
17
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Perhitungan :
Jumlah eritrosit = jumlah eritrosit x400 x 10 (tinggi bilik hitung) x 100 (pengenceran)
Jml kotak kecil yg dihitung
Contoh:
Didapatkan 460 sel eritrosit dalam 80 kotak kecil ( 1/5 x 1/5 mm ) maka:
Jumlah eritrosit = 460 x 400 x 10 x100
80
= 2.300.000 / mm3
Nilai rujukan :
- Pria dewasa : 4,5 – 6,5 juta / mm3
- Wanita dewasa : 3,9 – 5,6 juta / mm3
- < 3 bulan : 4,0 – 5,6 juta / mm3
- 3 bulan : 3,2 – 4,5 juta / mm3
- 1 tahun : 3,6 – 5,0 juta / mm3
- 12 tahun : 4,2 – 5,2 juta / mm3

2) Pemeriksaan Hematokrit
Nilai Hematokrit adalah :Besarnya volume sel – sel eritrosit seluruhnya
didalam 100 mm3 darah dan dinyatakan dalam
%.
Prinsip pemeriksaan :
Darah dengan antikoagulan diputar / disentrifuge, kemudian
dibandingkan panjang kolom merah dengan kolom total.
Terdapat 2 metode pemeriksaan :
Makro Hematokrit  tabung Wintrobe.
Mikro Hematokrit  tabung kapiler.
Mikro Hematokrit
Alat :

Spuit Torniquet

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
18
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Alkohol Swab HemometerSahli

PipetHematokrit Vaselin

Sentrifugedengankecepatan 16.000 SkalaPembacaHematokrit


rpm
Reagensia :Heparin ( biasanya sudah melapisi lumen pipet kapiler Ht )
Bahan :

Darah vena / darah kapiler

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
19
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Cara pemeriksaan :

 Diisi tabung kapiler dengan darah sampai 3/4 tabung


 Dibakar ujung tabung yang kosong dengan lampu spiritus atau

disumbat dengan vasellin, hingga benar – benar tertutup.


 Disentrifuge dengan kecepatan 16.000 rpm selama 3 – 5 menit.
 Baca dengan skala hematokrit panjang kolom merah.

Bila tidak punya skala Ht dipakai perhitungan :


Ht = Panjang kolom merah x 100 %
Panjang total kolom

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
20
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Keuntungan mikro hematokrit :


- Cepat, mudah.
- Kesalahan lebih kecil.
- Vol darah lebih sedikit.
Sumber kesalahan :
- Sentrifuge tidak benar.
- Lupa mengocok sampel.
- Penutupan ujung kapiler tidak rapat.
- Antikoagulan tidak tepat.
- Tabung kapiler tidak ditera
Nilai rujukan menurut DACIE :
- Pria : 47 ± 7 %.
- Wanita : 42 ± 5 %.
- Bayi baru lahir : 54 ± 10 %.
- 3 Bulan : 38 ± 6 %.
- 3 – 6 bulan : 40 ± 45 %.
- 10 – 12 tahun : 41 ± 4 %

3) Pemeriksaan LajuEndapDarah
Macam pemeriksaan Laju Endap Darah :
1. Westergreen.
2. Wintrobe ( juga dapat mengukur hematokrit sekaligus )
3. Cutler.
4. Hellige vollmer ( menggunakan darah kapiler )
Prinsip Pemeriksaan :
Apabila sejumlah darah diberi antikoagulan, diletakan dalam tabung
gelas dalam posisi tegak lurus maka sel – sel akan mengendap,
sebaliknya plasma akan bergerak ke atas. Hal ini karena perbedaan
berat jenis.7

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
21
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

WESTERGREEN
Alat :

TabungdanRakWestergreen
Reagensia :

Larutan Natrium Sitrat 3,8%

Bahan

Darah EDTA

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
22
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Cara pemeriksaan :
 Dihisap dalam semprit steril 0,4 ml lar natrium sitrat 3,8 %, masukan
dalam tabung
 Dihisap 1,6 ml darah, masukan tabung, campur dengan Na sitrat 3,8%,
sehingga mendapatkan 2,0 ml campuran.
 Dihisap darah itu ke dalam pipet Westergreen sampai garis bertanda 0
mm, kemudian biarkan pipet itu dalam keadaan tegak lurus dalam rak
Westergreen selama 60 menit.
 Dibaca tingginya lapisan plasma dg milimeter dan laporkanlah angka
itu sebagai laju endap darah.
Gambar :

Nilai rujukan menurut :


Jenis Kelamin Dacie Westergreen
Pria 0 – 5 mm / jam 0 – 15 mm / jam
Wanita 0 – 7 mm / jam 0 – 20 mm / jam

Pemeliharaan alat :
 Tidak boleh dicuci dengan deterjen.
 Cuci dengan aquadest, bilas dengan aceton.
Catatan : kesalahan karena :
 Sampel harus fresh kurang dari 2 jam, darah tidak beku diberi
antikoagulan.
 Alat kotor akan menyebabkan hemolisa.
 Kolom tidak sesuai, misalnya sempit maka akan lebih lama.
 Analisis : - Terhisap gelembung udara.
- Posisi tabung dalam rak miring.
- Diletakan ditempat yang panas dan sebagainya.

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
23
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

- Adanya vibrasi ( getaran )

4) Pemeriksaan Nilai Eritrosit Rata-Rata (Index eritrosit)


Tujuan, untukmemperkirakan :
- UkuranEritrosit rata – rata.
- Banyaknya Hemoglobin tiapEritrosit.
Macam :
a. MCV ( Mean Corpusculer Volume )
b. MCH ( Mean Corpusculer Hemoglobin )
c. MCHC ( Mean Corpusculer Hemoglobin Concentration )
a. MCV/V E R (Mean corpusculum volume/ volume eritrosit rata –
rata)
(SatuanFemtoliter)
MCV = VER = Hematokrit x 10
JumlahEritrosit (dlm juta)

Nilai normal = 82 – 92 Femtoliter.

b. MCH/H E R (Mean corpusculum hemoglobin/ Hemoglobin


eritrosit rata – rata)
Adalah :BanyaknyaHbpereritrosit, (SatuanPikogram)
. MCH = HER = Hemoglobin x 10
JumlahEritrosit (dalamjuta)

Nilainormal : 27 – 32 Pikogram.

c. MCHC/KHER (Konsentrasi hemoglobin eritrosit rata – rata)


Merupakan kadar hemoglobin eritrosit yang didapat per eritrosit. (%).

MCHC = KHER = Hb x 100 %.


Ht

Nilai normal : 32 – 37 %.

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
24
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

MATERI III
1) Pemeriksaan Rumple leed
Pemeriksaan rumple leed merupakan salah satu pemeriksaan penyaring
untuk mendeteksi kelainan sistem vaskuler dan trombosit.
Prinsip pemeriksaan :
Dengan melakukan bendungan terhadap vena pada tekanan tertentu,
bila dinding kapiler kurang kuat akan rusak/pecah oleh bendungan
dan terjadi perdarahan di bawah kulit.
Alat :

Tensimeter Stetosskop

Reagen : (-)

Cara pemeriksaan :
 Dilakukan pengukuran tekanan sistoledan diastole, ambil rata-
ratanya.
 Dilakukan bendungan pada lengan atas dengan tekanan rat-rata
tersebut, teekanan maksimal 100 mmHg dan pertahankan selama
10 menit.
 Dibaca hasilnya pada volar lengan bawah kira-kira 4 cm di bawah
lipat siku dengan penampang 5 cm.
Penilaian hasil :
- Normal atau negatif : bila dalam waktu ≥10 menit tak
tampak petechiae atau tampak petechiae < 10 buah
- Positif : bila dalam waktu≥10 menit timbul ≥10 petechiae.

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
25
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Catatan :
- Bila dalam waktu <10 menit sudah tampak lebih dari 10 buah
petechiae, percobaan dihentikan.
- Bila adalm 10 menit tak tampak petechiae atau timbul bercak
kurang dari 10 buah, percobaan dihentikan, tunggu 5 menit dan
ulangi pembacaanya. Bila tak ada perubahan penilaiannya negatif.
- Sebelum percobaan dihentikan apakah ada bekas gigitan nyamuk
pada daerah volar lengan bawah/noda hitam yang mungkin
menyebabkan hasil menjadi positif palsu.
- Bila rat-rata tekanan darah lebih dari 100 mmHg lakukan
bendungan vena maksimal pada tekanan 100 mmHG.
Arti klinis :
RL positif :
- Gangguan vaskuler
- Gangguan trombosit.
Kegunaan pemeriksaan : untuk menguji kapiler dan fungsi trombosit.

2) Pemeriksaan Waktu Pembekuan


Waktu pembekuan adalah waktu yang diperlukan darah untuk membeku,
hasilnya dapat dijadikan ukuran aktivitas faktor-faktor koagulasi.
Metode pemeriksaan :
1. Gelas arloji.
2. Lee and White.
1. Metode Lee and White
Pemerikasaan waktu pembekuan dengan menggunakan darah lengkap
seperti metode ini merupakan pemeriksaan yang kasar tetapi masih
dianggap yang terbaik.
Alat dan Reagen :

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
26
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Alat :

Tabung Reaksi Rak tabung reaksi

Spuit Alkohol swabs

Stopwatch torniquet

Reagen : (-)
Cara Pemeriksaan :
 Disiapkan 3 tabung reaksi yang bebas dari kotoran letakkan
pada rak.
 Diambil darah vena 5 ml secara legeartis, saat darah mulai
keluar jalankan stopwatch ( catat waktunya ).
 Dimasukkan sampel ( no.2 ) perlahan-lahan pada 3 tabung
pertama dengan posisi miring masing-masing 1,5 ml, sisanya
masukan dalam tabung ke-3 sebagai kontrol.
 Didiamkan 2-3 menit kemudian setiap 0.5 menit tabung I catat
waktunya. Bila sudah timbul bekuan lakukan hal yang sama
terhadap tabung ke-2 catat waktunya.

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
27
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

 Diamati tabung ke-3 apakah sudah timbul bekuan bila belum


tampak bekuannya lakukan hal yang sama seperti tabung yang
lain.
Penilaian hasil :
Waktu pembekuan dinyatakan dengan menentukan rata-rata hasil
pemeriksaan tabung I dan tabung II tersebut.

Contoh :
Misal tabung I beku dalam waktu 9 menit, tabung II beku dalam
waktu 10 menit, maka waktu pembekuannya = ( 9+10 ) : 2 = 9,5
menit.
Arti klinis :
- Normal : 9 – 15 menit.
- Memanjang : kelainan beberapa faktor koagulasi (
koagulopati ) inhibitor dalam darah misal heparin.
Catatan :
1. Pengambilan darah tidak boleh terlalu banyak tusukan supaya
cairan jaringan tak ikut masuk dalam darah ( mempercepat
timbulnya bekuan darah )
2. Waktu pengambilan darah tidak boleh lebih dari 30 detik supaya
tak terjadi proses pembekuan sebelum pemeriksaan dikerjakan.
3. Alat-alat yang digunakan untuk pemeriksaan harus bebas kotoran
dan kering.

3) Pemeriksaan Waktu Perdarahan


Pemeriksaan ini terutama menilai faktor-faktor hemostasis yang letaknya
ekstravaskuler, tetapi keadaan dinding vaskuler dan trombosit juga
berpengaruh.
Metode pemeriksaan :
1. DUKE
2. IVY

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
28
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Metode DUKE
Prinsip pemeriksaan :
Mengukur / menghitung waktu yang digunakan saat keluarnya darah dari
luka yang dibuat dengan standart tertentu sampai berhentinya perdarahan
lewat luka tersebut.
Alat dan Reagen :
Alat :

Lancet device Lancet steril

Kertas saring Alkohol swabs

Stopwatch Penggaris

Reagen : (-)
Cara Pemeriksaan :
 Dipijit-pijit cuping telinga tempat pemeriksaan supaya hiperemis.
 Dibersihkan cuping telinga tersebut dengan kapas alkohol , biarkan
kering.
 Ditusuk daerah tersebut (no. 2 ) dengan lancet sedalam 2-3 mm dan
biarkan darah keluar dengan bebas, saat darah keluar jalankan
stopwatch.
 Dihisap darah vena yang keluar dengan kertas saring tiap setengah
menit sampai darah berhenti mengalir jangan sampai kertas saring

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
29
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

menyentuh luka, hentikan stopwatch saat darah tidak dapat dihisap


lagi, dan catat waktunya.
Catatan :
1. Pemeriksaan berhasil bila bercak pertama mempunyai penampang
3-5 mm.
2. Lakukan pada cuping telinga yang lain sebagai kontrol.
Penilaian hasil :
Normal : 1-3 menit.

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
30
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

PRAKTIKUM
HISTOLOGI

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
31
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Tata Tertib Umum Praktikum :

1. Mahasiswa wajib mempersiapkan diri, hadir 15 menit sebelum praktikum


dimulai
2. Mahasiswa wajib mengenakan jas lab praktikum selama praktikum
berlangsung
3. Mahasiswa tidak diperkenankan makan dan minum selama praktikum
4. Merusak atau menghilangkan bahan/ alat praktikum wajib mengganti
berupa barang serupa.
5. Kehadiran wajib 100%
6. Mahasiswa wajib mengerjakan tugas praktikum yang diberikan.
7. Ketentuan lain yang belum tertulis akan diberitahukan kemudian

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
32
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

SYSTEMA ENDOCRINON (SISTEM KELENJAR ENDOKRIN)

1. GLANDULA THYROIDEA
Nomor Sediaan : EN-2
Teknik Pewarnaan : Hematoksilin-eosin (HE)
Perhatikan dan gambarlah :
a. Stroma yang memiliki anyaman kapiler yang disebut rete capillare folliculare.
b. Parenchyma tersusun oleh folliculi dengan ciri :
- ukuran tidak sama besar
- dindingnya tersusun oleh sel kuboid selapis yang disebut endocrinocytus
follicularis
- di dalam setiap folliculus berisi masa koloid (colloideum).
Catatan : dengan teknik pewarnaan HE, endocrinocytus parafollicularis tidak
tampak.
2. GLANDULA PARATHYROIDEA
Nomor Sediaan : EN-3
Teknik Pewarnaan : Hematoksilin-eosin (HE)
Perhatikan dan gambarlah :
a. Textus connectivus yang memisahkan kelenjar ini dengan kelenjar thyroidea.
b. Unsur sel terdiri atas :
- endocrinocytus principalis dengan kapiler darah di antara sel-sel. Sel ini
sebenarnya terdiri atas 2 jenis, namun sukar dibedakan :
 endocrinocytus lucidus : jernih
 endocrinocytus densus : gelap
- Endocrinocytus oxyphilicus (acidophilicus), jumlahnya sedikit dan
letaknya tesebar di sana-sini, bersifat acidophilus.

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
33
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Nama jaringan :
Pewarnaan :

Pembesaran Lemah :

Keterangan :

Pembesaran Kuat :

Keterangan :

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
34
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Nama jaringan :
Pewarnaan :

Pembesaran Lemah :

Keterangan :

Pembesaran Kuat :

Keterangan :

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
35
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

3. HYPOPHYSIS atau GLANDULA PITUTARIA


Nomor Sediaan : EN-4
Teknik Pewarnaan : PAS-Hematoksilin besi-Orange G
Perhatikan dan gambarlah :
a. Neurohypophysis, warna kebiru-biruan dan penuh dengan :
- Serabut saraf tanpa myelinum,
- Kapiler darah dan pituicytus
b. Adenohypophysis yang terdiri atas :
- Pars intermedia mempunyai folliculi berisi massa koloid (colloideum),
- Pars distalis yang dihuni oleh berbagai jenis sel ialah :
 Endocrinocytus chromophobus,
 Endocrinocytus chromophilus yang terdiri atas :
- Endocrinocytus acidophilus
- Endocrinocytus basophiles, letak di tepi.
Kapiler darah terdapat di sela-sela sel.

4. INSULA PANCREATICA
Nomor Sediaan : EN-6
Teknik Pewarnaan : Victoria blue
Perhatikan dan gambar :
- Pars endocrina (insula pancreatica) yang tampak memucat berupa pulau-pulau
di antara pars exocrina.
- Endocrinocytus yang terdapat di dalam pars endocrina (insula pancreatica)
ialah
 Endocrinocytus alpha atau glucagonocytus yang terdapat di tepi pulau
berwarna merah,
 Endocrinocytus beta atau insulinocytus, terdapat di bagian tengah,
dekat sinusoideum, berwarna biru
 Endocrinocytus delta, sulit dikenal, berwarna jernih/ pucat
Kapiler darah terdapat di sela-sela sel, membentuk sinusoideum.

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
36
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Nama Jaringan :

Pewarnaan :

Pembesaran Lemah :

Keterangan :

Pembesaran Kuat :

Keterangan:

Keterangan :

Keterangan :

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
37
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Nama jaringan :

Pewarnaan :

Pembesaran Lemah :

Keterangan :

Pembesaran Kuat :

Keterasngan:

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
38
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

SISTEM VASKULAR

1. ARTERI DAN VENA


Nomor Sediaan : SCV-1a
Teknik Pewarnaan : Hematoksilin-eosin (HE)
Perhatikan dan gambarlah :
ARTERI
Pada irisan melintang:
 Lumen/dinding pembatas rata, berbentuk bulat ovoid
 Dinding tebal tersusun oleh :
Tunika intima dengan
 Endothelium
 Stratum subendotheliale
 Membrana elastica interna
Tunika media tebal, terdiri atas:
 Lapisan otot melingkar
 Membrana elastica externa
Tunika externa jaringan ikat tipis
VENA
Bandingkan dengan arteri
 Lumen tampak lebih memipih dan bentuk lonjong
 Dinding lebih tipis, tersusun oleh
 Tunica intima, hanya terdiri atas:
 Endothelium
 Stratum subendotheliale tanpa membrana elastica interna
 Tunica media terdiri atas lapisan otot polos tipis yang tertata melingkar
 Tunica externa lapisan tertebal, mengandung:
 Otot polos tersusun membujur
 Jaringan ikat dengan serabut kolagen dan elastik yang terdapat di antara sel otot
 Terkadang dapat dijumpai vasa vasorum

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
39
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

2. AORTA
Nomor Sediaan : SCV-2a
Teknik Pewarnaan : Hematoksilin-eosin (HE)
Perhatikan dan gambarlah :
Dinding aorta tersusun oleh:
 Tunica intima
 Endotheliocytus berbentuk polihedral
 Stratum subendotheliale mengandung serabut elastik
 Membrana elastica interna (kurang jelas)
 Tunica media tersusun oleh membrana elastica fenestrata berlapis-lapis diselingi oleh:
 Otot polos tersebar
 Membrana elastica externa yang tidak jelas
 Tunica externa jaringan ikat tipis, dengan serabut kolagen tersusun secara spiral dan
membujur.

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
40
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Nama jaringan :
Pewarnaan :

Pembesaran Lemah :
Keterangan :

Keterangan :

Pembesaran Kuat :

Keterangan :

Keterangan :

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
41
Petunjuk Praktikum BMS 1
Kedokteran Gigi

Nama jaringan :
Pewarnaan :

Pembesaran Lemah :

Keterangan :

Pembesaran Kuat :

Keterangan :

Keterangan :

BMS I – 2017/2018
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
42