Anda di halaman 1dari 7

IDENTIFIKASI MASALAH

NO
UPAYA TARGET CAPAIAN MASALAH
.

Inciden Rate (IR) Angka 7 per 100.000 jml Masih ditemukannya kasus DBD di wilayah
1 2 kasus DBD
kejadian penyakit DBD penduduk Puskesmas Cirangkong Sebanyak 2 Kasus

Masih terdapat jentik nyamuk di beberapa rumah yang


2 Angka Bebas Jentik 95% 85%
diperiksa kesenjangan 15 %

CFR ( Case Fasility Rate)


3 <1% 0 -
angka kematian kasus DBD

Penyelidikan Epidemiologi Cakupan Penyelidikan epidemiologi kasus DBD tidak


4 100% 50%
(PE) Kasus DBD mencapai target kesenjangan 50%
NO. MASALAH U S G TOTAL

Masih ditemukannya kasus DBD di wilayah Puskesmas Cirangkong Sebanyak 2


1 5 5 5 15
Kasus

Masih terdapat jentik nyamuk di beberapa rumah yang diperiksa kesenjangan 15


2 5 5 5 15
%

Cakupan Penyelidikan epidemiologi kasus DBD tidak mencapai target


3 5 5 5 15
kesenjangan 50%
4.1 AKAR MASALAH
Penyebab Masalah
NO. MASALAH
Lingkungan Manusia Sarana Metode Dana
- Kurangnya -BOK
Pengetahuan dan
- Lingkungan alam dan partisipasi
-Kurangnya alat
letak geografis area masyarakat dalam Metode yang
bantu atau media
Masih ditemukannya kasus DBD di pegunungan dengan pemberantasan diterapkeun oleh
untuk kegiatan
1 wilayah Puskesmas Cirangkong curah hujan yang sarang nyamuk petugas kurang
penyuluhan di
Sebanyak 2 Kasus tinggi merupakan - kerjasama dipahami oleh
lingkungan
daerah endemis dbd lintasprogram & dimasyarakat
masyarakat
Sektor yang masih
kurang

-BOK
- Kesadaran -Kurang
Masih terdapat jentik nyamuk di masyarakat tentang optimalnya
beberapa rumah yang diperiksa lingkungan bebas petugas dalam
2 - Kebersihan lingkungan PJB kit masih kurang
jentik kurang memberikan
kesenjangan 15 % kurang
penyuluhan

Cakupan Penyelidikan epidemiologi -masih adanya daerah -Peran perugas yang SOP PE kurang -Kurang -BOK
dipahami
3 kasus DBD tidak mencapai target terisolir dan wilayah belum optimal koordinasi lintas
kesenjangan 50% yang sulit dijangkau program dan
litas sektor
4.2 PEMECAHAN

ALTERNATIF PEMECAHAN ALTERNATIF


NO. MASALAH PENYEBAB MASALAH
MASALAH TERPILIH

- Lingkungan alam dan letak geografis area


1 Masih ditemukannya kasus pegunungan dengan curah hujan yang tinggi -Melaksanakan kegiatan 3M Plus secara -Melaksanakan Kegiatan
berkala 1 minggu 1x Pemberantasan sarang
DBD di wilayah merupakan daerah endemis dbd
nyamuk dengan metode
Puskesmas Cirangkong 3M Plus
Sebanyak 2 Kasus - Kurangnya Pengetahuan & partisipasi -Melaksanakan Penyuluhan dan
masyarakat dalam pemberantasan sarang penggerakan masyarakat -Melaksanakan
nyamuk Untuk memberantas sarang nyamuk penyuluhan tentang
Penyakit DBD dan
- kerjasama lintas program & Sektor yang masih -Melakukan kerjasama lintas program bahaya DBD
dan sektor
kurang
-Melakukan kerjasama
- Kurangnya alat bantu atau media untuk -Pengajuan alat dan media untuk lintas program dan sektor
kegiatan penyuluhan di lingkungan masyarakat penyuluhan

- Metode yang diterapkeun oleh petugas kurang


dipahami oleh masyarakat -cara penerapan metode penyuluhan
dengan simulasi dan alat bantu
2 Masih terdapat jentik - Kebersihan lingkungan kurang -Penyuluhan tentang pentingnya -Melak
kebersihan lingkungan
nyamuk di beberapa rumah
yang diperiksa
kesenjangan 15 % - Kesadaran masyarakat tentang lingkungan -Melaksanakan Kegiatan Pemberantasan
bebas jentik kurang sarang nyamuk secara berkala

-melaksanakan system 1 rumah 1 ukan penyuluhan tentang


- PJB kit masih kurang pentingnya kebersihan
jumantik
lingkungan
-Pengajuan PJB kit untuk
mengoptimalkan pemeriksaan jentik -Melaksanakan kegiatan
- Kurang optimalnya petugas dalam memberikan Penggerakan
penyuluhan berkala
pemberantasan sarang
-Meningkatkan kemampuan petugas nyamuk
dalam menyampaikan informasi
/penyuluhan terhadap masyarakat -Melaksanakan kegiatan 1
rumah 1 jumantik

-masih adanya daerah terisolir dan wilayah yang -Meningkatkan kerjasama lintas program -Melaksanakan kerjasama
Cakupan Penyelidikan dan lintas sektor lintas program dan sektor
3 sulit dijangkau
epidemiologi kasus DBD
tidak mencapai target
kesenjangan 50%
-Melaksanakan Pemeriksaan -Melaksanakan kegiatan
- Peran perugas yang belum optimal epidemiologi dengan optimal pemeriksaan
epidemiologi

- SOP PE kurang dipahami -Mengikuti pembinaan petugas


- Kurang koordinasi lintas program dan lintas -melaksanakan kerjasama lintas program
sektor dan lintas sektor