Anda di halaman 1dari 11

TUGAS UTS DASAR – DASAR LOGIKA

PENGERTIAN – PENGERTIAN FILSAFAT, LOGIKA, ETIKA,


ESTETIKA DAN FILSAFAT ILMU
Sumber Dilampirkan

Dosen Pengasuh:

Prof. Dr. Slamet Widodo, MS., MM.

OLEH

NAMA : TOMMY LIM

NIM : 07011281520163

KELAS :A

KAMPUS : INDRALAYA

JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2015
FILSAFAT

Sumber

Surajiyo, 2005. ILMU FILSAFAT Suatu Pengantar. PT Bumi Aksara: Jakarta.


(Internet)

 Filsafat menurut Hasbullah Bakry adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu
dengan mendalam mengenai ketuhanan, manusia dan juga alam semesta sehingga
dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat
dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia seharusnya setelah mencapai
pengetahuan itu. Selanjutnya para pakar yang lain memberikan pendapatnya
mengenai pengertian filsafat di bawah ini.
 Pengertian Filsafat Menurut Immanuel Kant adalah ilmu (pengetahuan) yang
menjadi pangkal dari semua pengetahuan yang di dalamnya tercakup masalah
epistemologi (filsafat pengetahuan) yang menjawab persoalan apa yang dapat kita
ketahui.
 Menurut Aristoteles Pengertian Filsafat ialah ilmu (pengetahuan) yang meliputi
kebenaran yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika,
retorika, logika, etika, ekonomi, politik dan estetika (filsafat keindahan).
 Al Farabi mengatakan bahwa Pengertian Filsafat merupakan ilmu (pengetahuan)
tentang hakikat bagaimana alam berwujud yang sebenarnya.
 Pengertian Filsafat menurut Rene Descartes yaitu kumpulan semua pengetahuan
dimana Tuhan, manusia dan alam menjadi pokok penyelidikannya.
 Pengertian Filsafat Menurut Plato adalah pengetahuan yang mencoba untuk
mencapai pengetahuan tentang kebenaran yang sebenarnya.
 Langeveld Mengatakan Pengertian Filsafat ialah berpikir tentang masalah-masalah
yang akhir dan yang menentukan, yaitu masalah-masalah menyangkut makna
keadaan, Tuhan, kebebasan dan keabadian.
 Pengertian Filsafat menurut N. Driyarkara adalah perenungan yang sedalam-
dalamnya tentang sebab-sebab 'ada dan berbuat', perenungan tentang kenyataan
(reality) yang sedalam-dalamnya sampai ke 'mengapa' yang penghabisan.
 Menurut Ir. Proedjawijatna, Pengertian Filsafat ialah ilmu yang berusaha untuk
mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran
belaka.
 Pengertian Filsafat menurut Notonogo, filsafat itu menelaah hal-hal yang menjadi
objeknya dari sudut intinya yang mutlak (terdalam), yang tetap dan yang tidak
berubah, yang juga disebut hakikat.
LOGIKA

Sumber

Soekadijo, RG. 1999. LOGIKA DASAR Tradisional, Simbolik, dan Induktif. PT


Gramedia Pustaka Utama: Jakarta

Hendrik, Jan. 2003. Pengantar Logika: Asas-asas Penalaran Sistematis. Yogyakarta:


Kanisius. (internet)

Lanur, Alex. 1983. Logika: Selayang Pandang. Yogyakarta: Kanisius (internet)

Poedjawijatna. 1984. Logika Filsafat Berpikir. Jakarta: Bina Akasara.

 Logika sebagai istilah berarti suatu metode atau teknik yang diciptakan untuk
meneliti penalaran.
 Secara etimologis, logika (mantiq) adalah istilah yang dibentuk dari kata logikos
yang berasal dari kata benda logos. Kata logos berarti sesuatu yang diutarakan,
suatu pertimbangan akal (pikiran), kata, percakapan, atau uangkapan lewat bahasa.
Kata logikos berarti mengenai sesuatu yang diutarakan, mengenai pertimbangan
akal, mengenai kata, mengenai percakapan, atau berkenan dengan ungkapan lewat
bahasa.
 Logika adalah suatu pertimbangan akal atau pikiran yang diutarakan lewat kata dan
dinyatakan dalam bahasa. Sebagai ilmu, logika disebut logike episteme atau dalam
bahasa Latin disebut logica scientia yang berarti ilmu logika, namun sekarang ini
lazim disebut logika saja.
 Logika adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus atau ilmu
kecakapan bernalar dan berpikir dengan tepat. (Alex Lanur 1983 dan Poespoprojo
2011)
 logika adalah suatu ilmu pengetahuan tentang prinsip-prinsip dan norma-norma
penyimpulan yang dipandang dari aspek yang benar (sahih).
ETIKA

Sumber

Internet (blog)

 Drs. H. Burhanudin Salam, Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai
nilai norma dan moral yang rilaku manusia dalam hidupnya
 Drs. Sidi Gajalba, dalam sistematika filsafat Etika adalah teori tentang tingkah laku
perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat
ditentukan oleh akal.
 Rosita noer, Etika adalah ajaran (normatif) dan pengetahuan (positif) tentang yang
baik dan yang buruk, menjadi tuntutan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih
baik.
 Drs. O.P. Simorangkir Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam
berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
 Dari segi etimologi (asal kata), istilah etika berasal dari kata Latin “Ethicos” yang
berarti kebiasaan. Dengan demikian menurut pengertian yang asli, yang dikatakan
baik itu apabila sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Kemudian lambat laun
pengertian ini berubah, bahwa etika adalah suatu ilmu yang mebicarakan masalah
perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dapat dinilai baik dan mana yang
dapat dinilai tidak baik.
 Etika merupakan cabang filsafat yang mempelajari pandangan-pandangan dan
persoalan-persoalan yang berhubungan dengan masalah kesusilaan, dan kadang-
kadang orang memakai filsafat etika, filsafat moral atau filsafat susila.
ESTETIKA

Sumber

Wikipedia Indonesia

Surajiyo, 2005. Ilmu Filsafat Suatu Pengatar, Jakarta: Bumi Aksara.


 Estetika adalah salah satu cabang filsafat yang membahas keindahan. Estetika
merupakan ilmu membahas bagaimana keindahan bisa terbentuk, dan bagaimana
supaya dapat merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah
sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris yang kadang dianggap
sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang
sangat dekat dengan filosofi seni.
 Estetika dari kata Yunani Aesthesis atau pengamatan adalah cabang filsafat
yang berbicara tentang keindahan. Objek dari estetika adalah pengamalan akan
keindahan. Dalam estetika yang dicari adalah hakikat dari keindahan, bentuk-
bentuk pengalaman keindahan (seperti keindahan jasmani dan keindahan rohani,
keindahan alam dan keindahan seni), diselidiki emosi manusia sebabagai reaksi
terhadap yang indah, agung, tragis, bagus, mengharukan, dan sebagainya.
Dalam estetika dibedakan menjadi estetika deskriptif dan estetika normative.
 Estetika adalah adalah nyawa dari sebuah karya.
 Estetika berasal dari bahasa yunani yang berarti perasaan, selera perasaan atau
taste. Dalam proses munro mengatakan bahwa estetika adalah cara merestpon
terhadap stimuli lewat persepsi indra tetapi juga dikaitkan dengan proses
kejiwaan seperti assosiasi, pemahaman, imajinasi dan emosi.
 Ilmu estetika adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan
dengan keindahan, mempelajari semua aspek dari apa yang kita maksud dengan
keindahan.
FILSAFAT ILMU

Sumber

Surajiyo, 2005. Ilmu Filsafat Suatu Pengatar, Jakarta: Bumi Aksara.


 Pengertian filsafat ilmu adalah studi gabungan yang terdiri atas beberapa studi yang
beraneka macam yang ditujukan untuk menetapkan batas yang tegas mengenai ilmu
tertentu. Tempat kedudukan filsafat di dalam lingkungan filsafat sebagai
keseluruhan.
 Pengertian Filsafat Ilmu adalah suatu telaah kritis terhadap metode yag digunakan
oleh ilmu tertentu, terhadap lambang-lambang yang dipakai dan terhadap struktur
penalaran tentang sistem lambang yang digunakan. Telaah kritis ini kemudian dapat
diarahkan untuk mengkaji ilmu empiris dan ilmu rasional, juga antropologi, geologi
dan sebagainya. Dalam hubungan ini yang terutama sekali ditelaah yaitu ihwal
penalaran dan teorinya.
 Pengertian Filsafat Ilmu adalah upaya untuk mencari kejelasan mengenai dasar-
dasar konsep, sangka wacana dan postulat tentang ilmu serta upaya untuk membuka
tabir dasar-dasar keempirisan, kepragmatisan dan kerasionalan. Aspek filsafat ini
erat hubungannya dengan hal ihwal yang logis dan epistemologis. Jadi, peran
filsafat ilmu disini berganda. Pada sisi pertama, filsafat ilmu mencakup analisis
kritis terhadap anggapan dasar, seperti kualitas, kuantitas, ruang, waktu dan hukum.
Pada sisi yang lain filsafat ilmu mencakup studi mengenai keyakinan tertentu,
seperti keyakinan mengenai dunia 'sana', keyakinan mengenai keserupaan di dalam
alam semesta dan keyakinan mengenai kenalaran proses alami.
 Dalam arti sempit, Pengertian Filsafat Ilmu yaitu menampung permasalahan yang
bersangkutan dengan hubungan ke dalam yang terdapat di dalam ilmu, yaitu yang
menyangkut sifat dari pengetahuan ilmiah dan cara-cara mengusahakan serta
mencapai pengetahuan ilmiah
 Pengertian Filsafat Ilmu dalam arti luas, yaitu mencakup permasalahan yang
menyangkut berbagai hubungan ke luar dari kegiatan ilmiah seperti implikasi
ontologik-metafisik dan citra dunia yang bersifat ilmiah, tata susila yang menjadi
patokan dalam penyelenggaraan ilmu dan konsekuensi pragmatik-etik
penyelenggara ilmu.